• Ringkasan Khotbah
  • 15
    Aug
     

    Bagian Rom.13:1-7 ini sangat indah untuk kita ketahui jika kita melihat konteks yang lebih besar. Pertama-tama kita melihatnya dari Rom.12:2. Bagi saya Rom.12 dan 13 bagi saya merupakan satu unit yang penting di dalam etika Kristen, dimulai dengan Rom.12:2 ini, ‘Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu…’ Ini merupakan dasar fondasi yang penting mengenai etika Kristen. Kita bukan lagi hidup berdasarkan prinsip dari dunia ini tetapi kita hidup berdasarkan prinsip dunia yang baru yang sudah ditebus oleh Kristus. Rom.13 diakhiri dengan satu konsep eskatologi, jangan kita hidup mengikuit prinsip dunia ini sebab dunia yang ada sekarang ini akan berlalu. Kini kita baca prinsip firman Tuhan bicara mengenai sikap dan tanggung jawab orang Kristen kepada Pemerintahan dalam Rom.13:1-7.

  • 08
    Aug
    Pdt. Effendi Susanto STh.
     

    Bicara mengenai syukur, kita menemukan Mzm.40 ini bicara mengenai ‘counting your blessings.’ Pemazmur berkata, ‘Banyaklah yang telah Kau lakukan ya Tuhan, Allahku… terlalu besar jumlahnya untuk dihitung’ (Mzm.40:6). Dalam Mzm.116:12-14, pemazmur berkata, ‘Bagaimanakah akan kubalas segala kebajikanMu kepadaku, ya Allah?’ Ini merupakan satu ayat yang sangat indah dari pemazmur. Kepada orang yang berkelimpahan memiliki segala sesuatu kadang secara natural kita berpikir tidak perlu membalas kembali karena dia tidak perlu apa-apa lagi, bukan? Tetapi ayat ini merupakan satu ayat yang penting bicara salah satu aspek kenapa kita bersyukur itu menjadi penting di dalam hidup kita.

  • 01
    Aug
    Pdt. Effendi Susanto STh.
     

    Rom.12:17-21 merupakan ayat-ayat penting dari Paulus bicara mengenai respons orang Kristen mengenai pengampunan dan bagaimana kita menghadapi segala ketidak-baikan dari orang kepada kita. Bagaimana saya berespons dengan tindakan orang yang sudah bersalah kepada saya namun tidak pernah mau mengakui kesalahan itu, bahkan tidak pernah keluar kata maaf dari mulutnya dan kelakuannya tidak menunjukkan dia itu merasa bersalah terhadap kita? Itu merupakan fakta realita yang kadang-kadang kita alami dalam hidup kita dan respons yang umumnya terjadi adalah kita akan segera membalas kembali kepada orang itu karena itu akan membuat hati kita menjadi lega dan senang.

  • 25
    Jul
    Pdt. Effendi Susanto STh.
     

    Ini adalah seri ke tiga khotbah saya bicara mengenai pengampunan. Dengan membahas tema ini secara panjang lebar membuktikan kepada kita bahwa bicara mengenai pengampunan mungkin gampang terdengar di telinga kita tetapi begitu sulit terjadi di dalam hidup kita hari lepas hari. Sejujurnya, membicarakan tema ini bagi saya merupakan sesuatu hal yang serius. Kenapa? Karena kita harus mengakui betapa sering kita terjebak tidak gampang untuk bisa mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Ini merupakan fakta realita yang harus kita akui. Kita bergumul dan terus berjalan di dalam persoalan ini. Pergumulan kita seringkali berada di dalam dua kutub yang kita hadapi, di satu pihak kita sadar kita adalah orang yang sudah diampuni oleh Tuhan dan Alkitab mengingatkan kita untuk waspada, orang yang tidak memiliki hati yang penuh dengan pengampunan berarti kita mungkin juga tidak diampuni oleh Tuhan (band. Mat.18:35).

  • Subscribe to Khotbah | Baca Ringkasan Khotbah lainnya »
  • Service Hours
  • Persekutuan Doa
    Waktu beribadah: Minggu, pk. 9.00 pagi
  • Kebaktian 1 (Pagi) Kebaktian Umum
    Waktu beribadah: Minggu, pk. 9:30 pagi
  • Kebaktian 2 (Sore) Kebaktian Kaum Muda
    Waktu beribadah: Minggu, pk. 4:30 sore
  • News
  • 10 September 2010 – Persekutuan Sektor City

Subscribe to events | More Events »

 
  • Renungan Minggu ini: UCAPAN SYUKUR

  • Senin: Lukas 17: 7 – 19
    (1) Jika status kita sbg hamba di hadapan Tuhan, bagaimana sikap kita? (2) Adakah Tuhan berkewajiban memberi anugerah kepada kita? Apa sikap kita jika Ia memberi berkat dalam hidup kita? (3) Coba renungkan apa penyebab 9 org tidak kembali da apa sebab 1 org kembali bersyukur? Bisakah itu terjadi dalam hidup kita?
  • Selasa: Kolose 3: 5 – 17
    (1) Ayat 15, mengapa kita dipanggil bahkan diperintahkan “bersyukurlah?” (2) Bagaimana konkritnya kita menegur orang dgn firman namun kita tetap dipersatukan dalam Kristus? (3) Coba renungkan ayat 17, bagaimana anda bisa terapkan dalam hidup sehari-hari firman ini?
  • Rabu: Mazmur 40: 1 – 18
    (1) Rasa syukur apa yg paling besar yang dikatakan Daud di sini? Apakah itu juga menjadi syukur terbesar anda? (2) Ayat 6, coba anda hitung dan renungkan perbuatan ajaib Tuhan dalam hidupmu? (3) Bagaimana rasa syukur itu diekspresikan secara nyata dalam hidup kita?
  • Kamis: Ulangan 8: 1 – 20
    (1) Apa tujuan Tuhan memberikan ujian dalam hidup kita? (2) Bagaimana respon yang harus kita berikan atas ajaran dan didikan Tuhan ini? (3) Mengapa kita perlu bersyukur? Apa peringatan Musa di sini atas sikap hidup “take it for granted?”
  • Jumat: Mazmur 34: 1 – 23
    (1) Dalam situasi bagaimana kita bersyukur kepada Tuhan? (2) Bagaimana tanggung jawab syukur kita kepada sesama manusia (ay. 14-15)? (3) Dengan mempelajari situasi 1 Samuel 21, apa yg anda pelajari ttg syukur Daud ini?
  • Sabtu: 1 Timotius 1: 12 – 2: 7
    (1) Apa yang Paulus ucapkan syukur mengenai dirinya? (2) Coba pikirkan adakah kaitan antara bersyukur dengan “self-esteem?” (3) Bagaimana Paulus melihat rasa syukur ini dengan sikap pelayanannya? Semangat apa yang anda rasakan dari ucapan syukur Paulus di sini?
  • “The person who has stopped being thankful has fallen asleep in life.”
    Robert Louis Stevenson
  • "A grateful mind is a great mind"
    Rev. William Secker
Lokasi Kebaktian
UTS Building 2, Main Hall Level 4
1 Broadway Street, Broadway, Sydney
View Map
Sekretariat GRII Sydney
Unit 13/20-22 College Crescent
Hornsby NSW 2077