Ujian, Pencobaan dan Kemenangan (16)

23 August 2015
Ujian, Pencobaan dan Kemenangan (16)
Pdt. Agus Marjanto, M.Th · Matius 4:1-11 & Efesus 6:10-20

Matius 4:1-11 & Efesus 6:10-20

Hidup itu adalah hidup yang pasti dicobai dan ini sudah ada sejak manusia pertama, Adam dan Hawa, Tuhan memberikan ujian itu, tidak mungkin bisa terelakkan. Kita tidak mungkin mengelakkan ujian, tetapi kita bisa mengelakkan kejatuhannya. Sama seperti Adam adalah perwakilan pertama seluruh umat manusia, maka Kristus itu harus dicobai. Sama seperti Israel sebagai satu-satunya bangsa yang menjadi wakil seluruh bangsa umat pilihan Allah, demikian juga Israel yang sejati, Yesus Kristus, itu dicobai. Dan ketika bicara berkenaan dengan pencobaan yang dilakukan setan kepada Yesus Kristus, pada saat yang sama, di sisi yang lain, sebenarnya itu adalah peperangan, battle, war, yang sangat sengit adanya. Peperangan itu tidak mungkin bisa dihindarkan. Sejak manusia jatuh di dalam dosa, maka kalimat pertama dari Bapa di Sorga yang didengar oleh manusia pertama kali adalah: Aku akan mengadakan permusuhan antara keturunanmu dan keturunan perempuan ini. Dari kitab Kejadian sampai Wahyu, ada peperangan yang sengit antara setan dan gereja, antara anak-anak kegelapan dengan anak-anak terang dan akan berakhir di dalam peperangan yang besar secara universal. Kita ditujukan untuk hidup di tengah-tengah dunia untuk perang.

Salah satu hal yang saya amati ketika sampai di Australia, ketika saya melihat dan bertemu dengan beberapa orang Kristen, maka satu hal yang saya langsung sense adalah hilangnya spirit peperangan. Kita akan mudah dihancurkan oleh setan. Kita akan mudah untuk menjadi orang Kristen yang tidak bisa dipakai oleh Tuhan. Saudara-saudara, bangkitkan hatimu kembali. Minta urapan dari Roh Kudus untuk engkau boleh berapi-api kembali. Gereja itu terus-menerus berusaha untuk dininabobokan oleh setan dan kalau saudara menikmati semuanya dan berpikir tidak ada lagi yang harus diperjuangkan, maka di saat seperti itu saudara akan menjadi orang Kristen yang biasa berada di dalam pelukan setan. Ini adalah teknik setan yang begitu halus, yang sudah masuk di dalam seluruh kehidupan orang-orang Kristen. Tidak ada lagi kekuatan untuk perang. Saudara lihat orang-orang yang dipakai Tuhan, Robert Murray McCheyne, John Owen, John Flavel, Martyn Llyod Jones, selalu cirinya satu, yaitu mereka siap bertempur dan sedang bertempur. Saudara tidak mengetahui musuhmu di mana karena engkau sedang tertidur. Kalau Roh Kudus membangkitkan engkau, engkau akan menyadari bahwa itu perang. Berapa banyak orang yang sadar? Engkau merasa nyaman karena sedang berada di dalam pelukan setan. Tetapi Yesus Kristus mengajarkan perang. Lihatlah seluruh kehidupan murid-murid-Nya, perang. Satu persatu murid-murid-Nya mati martir karena ada peperangan.

Saya sarankan saudara-saudara membaca salah satu buku dari 2 buku ini, buku dari William Gurnall adalah The Christian in Complete Armour, maka saudara akan mengetahui betapa sengitnya peperangan itu, kedua adalah The Screwtape Letters oleh C.S. Lewis. Saya akan membacakan satu surat dari buku The Screwtape Letters berkenaan dengan teknik setan, tulisan ini tidak mudah untuk dibaca karena subjek dan objeknya akan berputar di dalam. Sebelumnya, C.S. Lewis adalah seorang atheis yang kemudian menjadi orang Kristen dan dia adalah orang yang jenius sekali dan dipakai oleh Tuhan. Dia penulis yang terkenal bagi anak-anak yaitu The Chronicles of Narnia. Kalau membaca buku The Screwtape Letters, saudara harus mengerti beberapa hal ini, pertama Screwtape itu adalah seorang iblis senior yang sedang menuliskan surat-suratnya untuk meng-encourage atau mungkin menegur iblis junior, namanya Wormwood. Iblis junior itu adalah kemenakannya sendiri. Di dalam tulisannya, ketika Screwtape mengatakan bahwa “kita rugi”, itu artinya setan rugi, Yesus yang untung. Atau ketika Screwtape mengatakan “kita untung”, dalam pikiran saudara, saudara harus berbalik bahwa itu adalah Yesus yang rugi. Dan ketika Screwtape itu menuliskan “musuh kita”, itu artinya adalah Yesus Kristus itu musuh kita. Perhatikan apa yang menjadi teknik dari setan, yaitu berusaha untuk membuat kita semua tidak berada, tidak merasa ada di medan peperangan.

Yang terkasih Wormwood,

Jelas sekali engkau maju pesat (berarti iblisnya itu berhasil melakukan sesuatu). Satu-satunya kekuatiranku adalah jika kau membuat pasienmu (pasien itu adalah kita semua, orang Kristen) sadar akan posisi yang sebenarnya, justru karena upayamu mempercepatnya. Bagi engkau dan aku yang bisa melihat posisi itu dengan benar, jangan pernah melupakan betapa hal ini berbeda di mata pasien kita (karena kita tidak bisa melihat apa yang sesungguhnya terjadi). Kita ketahui bahwa arah jalan pasien kita telah kita ubahkan hingga keluar dari lintasan yang seharusnya mengitari Sang Musuh. Namun, buatlah pasien kita mengira bahwa semua pilihan yang berkaitan dengan perubahan-perubahan ini hanyalah soal remeh dan bisa dikembalikan (saya akan jelaskan sedikit: jadi sebenarnya orang Kristen itu sudah dibuat untuk makin lama makin menjauh dari Kristus) tetapi engkau (kita) sekarang membuat agar mereka itu berpikir ini hal remeh dan sebenarnya gampang sekali engkau nanti akan kembali kepada Kristus. Buat itu seakan-akan mereka mengatakan gampang, padahal sebenarnya tidak mudah. Jangan juga membuat pasien kita sadar bahwa sekarang dia sedang bergerak menjauhi matahari di suatu lintasan menuju ke ruangan yang paling dingin dan gelap (Screwtape sedang mau bicara mengenai orang Kristen yang sudah kehilangan apinya, makin lama saudara akan makin dingin). Demi alasan itulah aku senang sekali mendengar dia masih pergi ke gereja dan tetap menjadi seorang yang setia beribadah. Aku tahu ini berisiko, tetapi tidak ada pilihan lain yang lebih baik daripada pasien kita menyadari perubahan yang terjadi pada dirinya dibandingkan dengan awal hidup Kristennya (Saudara-saudara, apakah engkau lupa bagaimana pertama kali bertemu dengan Yesus Kristus? Bagaimana pertama kali bertobat, menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat dengan air mata, dengan kesungguhan, dengan keinginan berkobar-kobar mendekat kepada Kristus dan setelah itu, bertahun-tahun, kita kemudian tertidur).

Sepanjang dia masih melakukan kebiasaan Kristen secara lahiriah saja, dia masih bisa dipengaruhi untuk memandang dirinya bahwa dia adalah orang Kristen yang baik-baik saja meskipun sebenarnya dia sudah beradaptasi dengan teman dan hiburan-hiburan yang baru. Ketika dia berpikiran demikian, kita dipuaskan (kita dipuaskan, berarti setan puas) oleh pikiran pertobatan yang berasal perasaan yang samar-samar, yang semu, yang tidak pernah dilakukannya dengan baik. Bukan pertobatan yang tegas dari suatu dosa tertentu yang disadari sepenuhnya (Saudara perhatikan baik-baik, ketegasan itu penting, kesungguhan itu penting, dan yang hilang dari orang Kristen adalah hal itu). Ingatlah tujuan kita adalah membiarkan ulat-ulat itu tetap tidur dan terbaring (membiarkan manusia itu tetap tidur dan terbaring). Screwtape mengatakan: “Engkau Wormwood, berkomentar bahwa semuanya itu adalah hal-hal yang sangat remeh. Buat orang Kristen tertidur, terbaring hal yang remeh”. Itu bukan dosa yang spektakuler. Tidak diragukan bahwa pikiran seperti itu adalah pikiran iblis yang awal, yang mula-mula. Engkau selalu ingin melaporkan kejahatan yang spektakuler, tetapi satu-satunya hal yang penting ingatlah sejauh mana kau pisahkan manusia itu dari Musuh kita. Tidak peduli seremeh apapun keadaan itu, efeknya lama-kelamaan akan menyeret manusia menjauhi Musuh kita menuju kepada kekosongan. Sesungguhnya jalan paling aman menuju ke tempat kita (atau ke tempat neraka) adalah jalan yang bertahap, tikungan yang kecil, pijakan yang lembut tanpa tikungan yang tajam, tanpa petunjuk arah, dan tanpa tanda-tanda (Inggrisnya: Indeed the safest road to Hell is the gradual one – the gentle slope, soft underfoot, without sudden turnings, without milestones, without signposts)

Jikalau membaca The Screwtape Letters, saudara akan melihat kecanggihan, keindahan, kedalaman pikiran C.S. Lewis melihat seluruh teknik setan. Dari poin ini saya mau mengatakan satu hal yaitu, apa yang kurang di dalam hidup kita adalah kesadaran akan perang. Banyak sekali dari kita yang sudah tertidur, menikmati kekristenan yang sebenarnya adalah menikmati dunia. Maka di dalam seluruh pencobaan setan kepada Yesus, saudara akan tahu bahwa itu sebenarnya adalah peperangan. Kita dicobai, pada saat yang sama kita sedang berperang untuk tidak masuk di dalam jebakan setan. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan biarlah engkau kuat. Be strong in the Lord! Untuk menghadapi pencobaan dan berperang. Perhatikan Efesus 6:10-11. Jadi memakai seluruh perlengkapan senjata Allah, bukan sebagian, seluruhnya agar engkau bisa tetap berdiri melawan tipu muslihat iblis. Ayat 13, diminta untuk memakai seluruh perlengkapan senjata Allah supaya, pertama bertahan, ini adalah sesuatu yang sifatnya defensive. Bertahan melawan tipu muslihat iblis. Kedua adalah mengadakan perlawanan, sifatnya offensive. Satu bertahan, satu melawan. Ketiga supaya engkau tetap bisa berdiri. Ini berarti yang disebut sebagai more than conqueror. Jika seorang sedang berperang lalu terus melawan dan akhirnya musuh dan dirinya mati, itu bukan more than conqueror. Tapi ketika orang itu melawan, dia tetap bisa berdiri dan musuhnya mati atau pergi, itu adalah more than conqueror, lebih dari seorang pemenang. Ini adalah yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Pertama engkau mengerti perang, kedua ketika berperang engkau mengambil dan memakai seluruh perlengkapan senjata Allah.

Ada 6 perlengkapan senjata Allah yaitu:

  • Ikat pinggang kebenaran (Aletheia).

    Kebenaran itu bicara dengan sincerity of heart and sincerity of the doctrine. Orang benar itu adalah orang yang tulus hidupnya dan orang yang murni proklamasinya. Maka gereja harus memberitakan Injil yang murni kalau mau perang. Jangan dibubuhi dengan dunia atau teologia sukses. Kita dipanggil untuk berperang di hadapan setan. Itu musuh yang paling utama. Jangan kita membubuhi hati kita dengan sesuatu yang najis. Kemurnian hati dan kemurnian doktrin adalah hal yang penting. Orang yang murni masuk ke dalam hadirat Tuhan dengan gemetar karena Dia besar, tetapi bukan dengan gemetar karena ada dosa. Beberapa waktu yang lalu saya membaca tulisan John Bunyan mengenai doa. Dan di dalam tulisan itu ada satu kutipan seperti ini: Ketulusan (sincerity) adalah anugerah yang akan menggerakkan seluruh anugerah Allah. Engkau mau diberkati? Sekali lagi, murni. Orang yang tidak murni mungkin akan bisa menipu orang banyak, berkawan dengan orang banyak. Tetapi orang yang tidak murni tidak mungkin akan lama hidup. Tuhan sendiri yang menyatakannya.

  • Baju zirah keadilan.

    Dikaiosune, righteousness, keadilan di sini adalah bicara mengenai etika. Jikalau engkau memiliki kemurnian hati, maka etikamu juga harus benar. Engkau harus cek seluruh kehidupanmu, apakah etikamu benar? Kalau itu engkau gagal, maka setan akan tertawa.

  • Kaki berkasutkan kerelaan mengabarkan Injil damai sejahtera.

    Relalah untuk dipindahkan oleh Tuhan. Engkau harus takut akan Tuhan, taat kepada Dia maka Tuhan akan menunjukkan tempatmu di mana. Karena di tempat itulah pasti engkau akan dipakai oleh Tuhan. Nehemia adalah seorang juru minuman raja Artasasta. Dia berada di posisi yang tinggi tetapi Tuhan tidak memakai dia di sana. Lalu Nehemia berdoa dan digerakkan hatinya oleh Tuhan lalu dia pergi membangun tembok Yerusalem. Dia meninggalkan tempat yang enak menuju ke sana. Ada orang dari gembala domba diangkat Tuhan menuju menjadi raja. Ada orang di tempat atas diangkat Tuhan turun ke bawah. Ini semuanya adalah kehendak Tuhan. Yunus ke Niniwe. Awalnya tidak rela, tetapi mau tidak mau harus rela. Semua itu adalah kehendak Tuhan. Maka orang yang siap dipakai oleh Tuhan bertempur melawan setan, tidak menentukan tempat pertempurannya sendiri. Siaplah hati kita untuk kita dipindahkan kemanapun saja yang Tuhan itu kehendaki.

  • Perisai iman.

    Iman itu muncul dari pendengaran akan Firman Tuhan. Iman bukan engkau menginginkan sesuatu lalu engkau doakan. Itu bukan iman. Iman itu mulai dari Firman. Kalau Tuhan tidak pernah berfirman, saudara dan saya tidak bisa beriman dan tidak boleh beriman. Maka mengerti Firman adalah dasar dari iman. Belajar Firman maka belajar untuk beriman.

  • Ketopong keselamatan.

    Itu adalah pengharapan (hope). Ketika kita itu sedang berada dalam kesulitan, lihatlah janji-janji Tuhan. Pakailah itu di dalam pikiranmu. Karena ketika engkau berada dalam kesulitan pasti setan akan menggocoh kita. Setan terus akan bicara di kepala kita. Paulus mengatakan ambil ketopong keselamatan, itu adalah pengharapan. Pengharapan harus berdasarkan Firman dan pengharapan ada di dalam Kristus. Apa yang Tuhan itu nyatakan di dalam Firman, pegang itu dan lihat itu akan muncul pada waktunya.

  • Pedang Roh.

    Pedang Roh yaitu Firman Allah. Orang yang tidak membaca Firman dan mengertinya dengan baik, orang itu pasti kalah di dalam pertempuran karena tidak punya satu senjata untuk melawan setan. Sebenarnya orang yang tidak mengerti Firman dia tidak punya dua senjata. Satu, tidak punya Iman. Karena iman itu selalu muncul dari pendengaran akan Firman, yaitu adalah perisai. Tidak punya pedang yang satu-satunya senjata yang ofensif. Dia pasti kalah. Jika engkau berperang tetapi tidak mebawa kedua senjata ini, maka engkau pasti akan kalah. Banyak orang Kristen itu mudah sekali ditaklukkan karena tidak mengerti Firman. Saudara lihat bagaimana setan itu mengerti Firman, bagaimana setan itu memakai Firman untuk menggocoh Kristus. Dan bagaimana Kristus memakai Firman untuk menelanjangi Firman yang diputarbalikkan oleh setan. Saudara lihat, ini adalah peperangan Firman. Peperangan yang terpenting, terdahsyat itu bukan bom atom. Peperangan yang terdahsyat dari sejak Adam dan Hawa adalah peperangan Firman melawan firman. Setan memutar-balikkan Firman. Maka kita harus mengerti Firman, kembali kepada Firman.

  • Doa.

    Seluruh perlengkapan senjata Allah itu diberikan oleh Allah dan kita gunakan ketika kita sedang berdoa. Doa bukan salah satu kegiatan Kristen. Tidak. Doa itu adalah lokomotif, doa adalah inti dari seluruh gereja yang terus terhubung dengan kekuatan tertinggi. Di dalam seluruh gereja, ada 2 hal yang penting yaitu lokomotifnya, tempat pembakaran apinya yaitu Doa. Kedua adalah tempat masinis itu mengarahkan seluruh dari gerbong itu. Itu adalah mimbar. Dua ini, kalau hancur di dalam sebuah gereja, jangan harapkan apa-apa dari gereja itu. Gereja itu akan hancur. Tetapi kalau 2 hal ini, mimbar itu kuat dan kedua adalah tekuk lutut terus minta kuasa Tuhan, maka kebangunan pasti terjadi! Anugerah Tuhan pasti sampai! Doa itu penting. Setan tidak takut dengan orang yang fasih lidah atau punya uang tetapi setan takut kepada seorang anak kecil yang berlutut berdoa. Suatu hari ada seorang anak kecil yang mencoba menggelindingkan batu yang cukup besar. Dia berusaha sekuat tenaga tetapi tidak dapat memindahkan batu tersebut. Lalu ia menghampiri ayahnya, dan bertanya mengapa dia sudah mencoba seluruh cara tetapi tetap batu itu tidak bergerak. Lalu sang ayah berkata, satu hal yang engkau itu miliki tetapi belum engkau lakukan yaitu meminta pertolongan dari ayahnya.

    Saudara merasakan hidup ini susah dan berusaha untuk “menggelindingkan batu” sendiri dan tidak bisa? Engkau tidak lakukan satu hal. Engkau masih punya satu hal dan itu yang terpenting. Engkau tidak minta tolong dengan Bapamu di Sorga melalui doa. Siapa yang berani dan bisa melawan setan? Petrus gagal, Daud pun gagal. Kita dapat melawan setan jika Tuhan memberikan perlengkapan senjata Allah itu di depan kita. Itulah sebabnya Tuhan itu disebut Allah Yahweh Sebaot. Di dalam bahasa aslinya adalah Allah Panglima Tentara Perang. Yahweh Sebaot, Allah Yang Maha Kuasa. Dia ada di depan dan seluruh tentaranya di belakang. Saudara-saudara, yang paling penting bukan senjatamu, senjata dunia atau strategimu atau uangmu atau pengalamanmu. Yang paling penting adalah apa yang Tuhan kehendaki hari ini. Itu adalah senjata perang kita. Doa itu penting sekali. Doa menghubungkan kita dengan kekuatan tertinggi. Itu adalah senjata yang ketujuh.

Jika saudara menggabungkan seluruh senjata Allah, maka saudara akan menjadi orang yang siap di hadapan Allah dan di hadapan musuh. Doa menggabungkan seluruh Allah Tritunggal itu menyertai kita. Doa akan menggabungkan seluruh kekuatan daripada Allah itu memimpin kehidupan kita. Jangan pernah tidak berdoa atau jangan setengah hati mencari wajah Allah.

Terakhir di dalam Alkitab dikatakan berkenaan dengan perlengkapan senjata Allah dan ketika bicara mengenai perlengkapan senjata Allah, maka tulisan ini memakai simbol orang Yunani atau orang Romawi. Ketika mereka berperang saudara perhatikan seluruhnya apa yang Paulus katakan, ada ketopong, ikat pinggang, baju jirah, perisai, kasut, pedang Roh. Tetapi perhatikan baik-baik tidak ada yang menutup belakang. Maka itu adalah sesuatu peperangan yang sifatnya engkau maju dan tidak pernah boleh berbalik. Kalau engkau maju dan engkau tidak berbalik. Pasti menang! Kalau engkau maju dan lalu kemudian engkau berbalik. Pasti kalah! Pasti mati! Pasti hancur! Itu adalah sesuatu yang Tuhan sendiri desain. Orang Kristen tidak boleh mundur. Orang Kristen sesusah apapun, maju! Alkitab mengatakan “Jikalau mereka itu mundur, Aku tidak berkenan kepada mereka.” Itu artinya Aku tidak bisa menerima mereka. Aku tidak menyetujui langkah mereka. Maju! Maka saudara-saudara perhatikan setiap dari kemenangan kita adalah memakai seluruh perlengkapan senjata Allah, dipimpin oleh Allah dan maju terus. Tidak mundur. Saya akan katakan satu kalimat. Yang disebut sebagai kemenangan orang Kristen adalah bukan berapa lari. Siapa yang paling cepat. Kemenangan orang Kristen adalah boleh terus jalan atau terus lari dan tidak mundur.

Jikalau engkau putus asa, jangan mundur! Berapa banyak orang, yang kecewa kepada hamba Tuhan atau kepada gereja lalu engkau undur? Berapa banyak orang yang kecewa terhadap Tuhan dan undur, karena telah memegang kesucian dan merasa tidak mendapat berkat sedangkan orang yang fasik malah dapat berkat? Berapa banyak orang, yang sudah tidak mau lagi lari tetapi malah berbalik daripada ajakan itu. Lari! Bangkit! Pergi! Jika engkau mundur, di saat seperti itu, engkau balik, setan langsung menang. Maju terus! Ada upah, ada pengharapan dan ada kemenangan di depan, apapun saja konteksmu. Karena Tuhan itu memberikan kepada kita sesuatu jalan damai sejahtera di depan. Jangan mundur. Pada tahun 1968 di Olimpiade Mexico, ada seorang bernama John Steven Aquari. Dia adalah pelari yang sebenarnya sudah begitu terluka dan seluruh pelari sudah masuk ke garis finish, bahkan ada yang sudah dikalungi medali untuk perlombaan itu. Namun John Steven Aquari, terus berlari-lari kecil, sampai akhirnya masuk ke stadium itu. Dia putar lagi sekali dan menyelesaikan pertandingan itu. Seseorang reporter bertanya mengapa dia tidak keluar saja dari pertandingan ini. Dia mengatakan, “Aku diutus 5000 mil dari tempatku bukan untuk memulai pertandingan ini tetapi untuk menyelesaikannya.” Saudara-saudara, maju terus. Kesulitan apa saja, maju. Saudara akan lihat, ada hari depan di depan. Tuhan akan menghancurkan setan di bawah kaki kita. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, dan kemudian berdoalah minta kekuatan dari Tuhan dan Tuhan yang memimpin di depan. Kemudian maju dan tidak mundur adanya. Jangan mundur di dalam Kekristenan. Jangan mundur secara rohani. Jangan engkau berbalik. Maju dan lihat pimpinan Tuhan.


Matius 4:1-11 & Efesus 6:10-20
 
 

Matius 3:1-12,Maleakhi 4:5-6 Sebelum kita masuk eksposisi kitab Matius, mari kita melihat Maleakhi 4:5-6, melihat bagaimana sebelum Tuhan mengakhiri Perjanjian Lama, Dia sudah menubuatkan seorang yang akan hadir di Perjanjian Baru. Mari kita meneruskan eksposisi kitab Matius 3:1-12. Setelah 400 tahun masa kegelapan, tidak ada satu orang yang berteriak, maka Yohanes Pembaptis memecahkan seluruh keheningan itu, “Bertobatlah karena Kerajaan Surga sudah dekat, ini adalah satu khotbah yang menjadi isi hati Tuhan dinyatakan kepada Yohanes Pembaptis. Jika kita perhatikan khotbah yang diucapkan oleh Yohanes Pembaptis adalah sama dengan khotbah yang diucapkan oleh Yesus Kristus, dan khotbah yang diucapkan oleh para murid-Nya. Ini adalah khotbah yang dinyatakan di dalam Alkitab dan khotbah yang kelihatannya begitu sederhana tetapi menarik banyak orang. Khotbah ini juga begitu dipakai oleh Roh Kudus, karena pada saat itu di Bait Suci, para Imam mengkhotbahkan apapun saja tetapi bukan isi hati Tuhan, bukan inti iman. Celakalah gereja yang mengkhotbahkan apapun saja tetapi bukan inti iman. Gereja harus mempersiapkan manusia hidup bertanggung jawab kepada Tuhan setiap hari, pada hari akhir manusia harus mempertanggungjawabkan seluruh hidupnya yang hanya satu kali itu. Yohanes Pembaptis mengkhotbahkan satu kalimat, yang bahkan pada waktu pertama Allah Bapa berbicara kepada Adam dan Hawa itu adalah kalimat yang sama yaitu Kerajaan Allah, Kingdom of God harus ditegakkan di muka bumi, seluruh dunia yang Allah Bapa sendiri ciptakan. Ini adalah khotbah yang merupakan isi hati Tuhan, khotbah yang diulang-ulang oleh para nabi dan merupakan benang merah antara Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru. Di dalam kalimat, “Bertobatlah, Kerajaan Allah sudah dekat,” ada dua doktrin/pengajaran/elemen yang penting. Elemen yang pertama adalah repent, bertobat. Mengenai arti pertobatan sudah dibicarakan minggu lalu. Elemen kedua yaitu Kingdom of God, Kerajaan Allah. Ini adalah doktrin yang kedua yang kita harus mengerti, doktrin yang luar biasa dalam dan luas, karena ini akan menyangkut paut dengan segala sesuatu kehidupan orang-orang di dalam Perjanjian Lama, yang kelihatannya orang sudah tahu, tetapi ketika dia mendalami Alkitab, pengertiannya tidak sama seperti yang dia tahu. Hari ini saya akan berbicara berkenaan dengan apa yang dimengerti oleh Israel tentang Kerajaan Allah, dan apa yang dinyatakan oleh Yesus Kristus tentang konsep Kerajaan Allah di dalam Perjanjian Baru. Apa yang dimengerti oleh orang Israel pada waktu jaman Yesus Kristus mengenai Kerajaan Allah, dan bagaimana mereka salah di dalam selective perception. Saya akan berbicara pertama adalah mengenai apa yang orang Israel tahu tentang Kerajaan Allah ketika mereka membaca di dalam Perjanjian Lama. Di dalam Perjanjian Lama, kata Kerajaan Allah tidak pernah muncul satu kalipun. Kita tidak akan menemukan Kingdom of God atau Kingdom of Heaven muncul di dalam Perjanjian Lama, tetapi konsep bahwa Allah memerintah, Allah memberikan berkat kepada umat-Nya, Allah berdaulat akan menghimpun umat-Nya kembali, ada di dalam konsep orang Israel, sehingga ketika Yohanes Pembaptis mengatakan, “Bertobatlah karena Kerajaan Surga sudah dekat!” maka pada saat itu semua orang berduyun-duyun datang kepada Yohanes Pembaptis. Kerajaan Allah dan Kerajaan Surga adalah sesuatu yang sama. Lukas, Markus, Yohanes,mereka menuliskan Kerajaan Allah, tetapi hampir sebagian besar, Matius menyatakan Kerajaan Surga. Mengapa? Karena Matius menuliskan kepada orang Yahudi, dan orang Yahudi adalah orang yang sangat menghormati Allah. Mereka mengutamakan kata Allah, mereka tidak sembarangan untuk berbicara atau menuliskannya. Mereka menggantikan Kingdom of God menjadi Kingdom of Heaven. Maka ketika Yohanes Pembaptis mengkhotbahkan, “Bertobatlah! Kerajaan Allah sudah dekat”, orang Israel tidak lagi mempertanyakan arti dari Kerajaan Allah karena konsep itu ada pada mereka. Di dalam Perjanjian Lama dikatakan the day of the Lord, harinya Tuhan. Pada hari itu Tuhan akan hadir, akan memulihkan, akan menghukum, dan bagi orang Yahudi yang hidup pada jaman Yesus Kristus ketika mendengar Kerajaan Allah datang itu berarti pada hari itu Mesias akan datang. Pada saat Kristus datang, ada 2 hal yang akan dikerjakan oleh Kristus: Penghakiman kepada seluruh musuh Israel karena Israel adalah umat Allah. Restorasi, berkat belas kasihan dan seluruh hal anugerah demi anugerah diberikan kepada orang Israel, kemenangan diberikan kepada orang Israel. Kita harus mengingat bahwa orang Israel adalah orang yang sudah ditindas ratusan bahkan ribuan tahun lamanya, mereka adalah orang yang terus menerus dihancurkan oleh Mesir, Babel, Asyur, Media Persia, Romawi, dan Yunani. Mereka terus menerus di dalam kondisi penuh dengan darah, air mata, keringat, kerja paksa, meskipun pada saat itu mereka berada di dalam satu bait Allah yang besar, itupun dimiliki dan diatur oleh Romawi. Romawi mengatur hidup mereka, mereka tidak pernah menjadi negara yang bebas, itulah sebabnya mereka menunggu kapan Mesias datang, karena itu dijanjikan oleh Allah. Ini adalah konsep yang ada, berkait erat di dalam pikiran dan hati orang Israel pada waktu jaman Yesus Kristus dan sebelumnya. Konsep Tuhan akan menghakimi bangsa-bangsa lain dan Tuhan akan memulihkan Israel ada di seluruh Perjanjian Lama. Yesaya 13:9, bicara mengenai ucapan Ilahi terhadap Babel. Secara keseluruhan ayat ini ditujukan bukan untuk Israel, tetapi ditujukan kepada Babel yang adalah musuh Israel, sehingga orang Israel ketika membaca Yesaya 13 mereka menunggu harinya Tuhan. Yesaya 14, berbicara pada hari Tuhan bangsa Israel yang berserakan akan kembali, pada hari Tuhan akan dimuliakan dan bangsa yang menjajah akan dihancurkan. Yeremia 46:10, pada hari Tuhan Allah semesta alam, hari itu adalah hari pembalasan, pembalasan kepada Mesir. Lihat Yeremia 46:27, satu adalah penghancuran untuk Mesir dan satu adalah pengangkatan Israel. Ini adalah sesuatu pengangkatan demi pengangkatan yang Tuhan katakan, dan Tuhan katakan kepada orang Israel apa yang dikatakan Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Yoel, saudara akan menemukan prinsip yang sama. The day of the Lord adalah Allah akan menghabisi musuh Israel dan Allah akan mengangkat Israel. Di dalam kekristenan, The day of the Lord, harinya Tuhan, Tuhan akan menghancurkan musuh gereja, dan Tuhan akan mengangkat gereja. Ayat-ayat ini adalah ayat-ayat yang menjadi penghiburan, khususnya jika kita berada di dalam penganiayaan. Hal yang sama terjadi pada orang-orang Israel, mereka menunggu-nunggu kedatangan Mesias. Pada hari Tuhan, mereka akan dibangkitkan, direstorasi, musuh akan dihancurkan, tetapi masalahnya ini adalah kebenaran separuh. Mereka berpikir ini adalah kebenaran secara keseluruhan, maka ketika Yohanes Pembaptis menyatakan bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat, maka mereka berduyun-duyun dengan sukacita menghampiri Yohanes Pembaptis, karena mereka berpikir Mesias akan datang dan akan memulihkan. Ini adalah cara iblis untuk menipu gereja Tuhan. Setan itu kalau menipu kita dia tidak menipu dengan 100% kebohongan, tetapi dia akan menipu kita dengan 99% kebenaran dan 1% kebohongan. Ini adalah kebenaran yang tidak utuh, karena di dalam pikiran mereka ada sesuatu yang disebut selective perception. Selective perception yaitu ketika kita membaca dengan sifat alamiah, jika kita tidak sungguh-sungguh peka akan pimpinan Roh Kudus, kita akan mengambil sesuatu yang menguntungkan kita dan kita akan cepat-cepat membuang sesuatu yang tidak kita sukai. Itu adalah sesuatu yang biasa dalam hidup kita, saudara jangan pernah lakukan itu di dalam hal kerohanian, jangan pernah lakukan itu ketika kita membaca Firman Tuhan. Ada hamba-hamba Tuhan yang mengkhotbahkan hanya bagian-bagian tertentu di dalam Alkitab yaitu hanya tentang kasih dan berkat selama beberapa tahun dan saudara seakan-akan mengerti bagian itu tetapi sebenarnya kalau saudara mau jujur pada diri sendiri, saudara tidak mengerti the whole picture, itu adalah bagian-bagian yang dipilih secara selektif dan saudara tidak akan bertumbuh. Kita akan berputar hanya dalam posisi seperti itu saja. Pertama kali mungkin saudara mendapatkan berkat dan kesegaran, tetapi jika bertahun-tahun saudara hanya mendengar hal itu saja maka ini adalah sesuatu selective perception. Gereja di sini bukan segala-galanya, tetapi kami dididik dalam arus teologia Reformed, kabarkan injil, kabarkan Firman itu dengan eksposisi ayat per ayat, sehingga ketika semuanya itu sudah selesai, saudara gabungkan seluruh khotbah itu, saudara mengerti ada ayat berkenaan dengan penghukuman, ada ayat berkenaan dengan berkat, ada ayat berkenaan dengan isi hati Tuhan yang dalam, ada ayat berkenaan dengan penyangkalan diri, ada ayat berkenaan dengan kekuatan untuk berani ke depan, seluruh ayat demi ayat secara teratur harus dikhotbahkan. Selective perception itu menjadi sesuatu alat setan untuk menjebak kerohanian kita sehingga kita tidak maju, kita berpikir itu adalah segala-galanya padahal itu adalah kebenaran separuh. Perhatikan di dalam pikiran orang Israel, mereka melupakan ayat yang begitu jelas seperti dalam Amos 5:18-20. Amos menuliskan kalimat-kalimat untuk orang Israel dan bukan untuk bangsa-bangsa lain. Di dalam ayat itu para nabi mengatakan kepada bangsa Israel untuk tidak menunggu hari Tuhan karena itu adalah hari kegelapan bagi mereka. Seluruh orang Israel berpikir bahwa mereka adalah bangsa pilihan, orang yang diberkati Tuhan, mereka berpikir bahwa Tuhan akan memihak mereka. Tetapi mereka melupakan yang tertulis di dalam kitab Amos bahwa The day of the Lord adalah hari kegelapan dan bukan terang. Allah itu menegakkan diri-Nya sendiri, kemuliaan-Nya sendiri dan kesucian-Nya sendiri. Bangsa-bangsa lain yang bukan Israel jikalau melawan kesucian-Nya akan dilawan oleh Allah dan Israel bangsa-Nya sendiri yang tidak menghormati kesucian-Nyapun akan dihancurkan oleh Allah. Kita jangan berpikir bahwa jika kita adalah orang Kristen, orang yang sudah mengikut Yesus Kristus, lalu kemudian semua janji-janji Tuhan bagiku. Tetapi, jika kita tidak menghormati kesucian Allah, Dia akan lebih murka daripada kepada bangsa-bangsa lain. Ketika Tuhan itu hadir, Dia adalah Allah yang suci, Allah yang tidak bisa diganggu gugat, Allah yang berdaulat, Allah yang memiliki kehendak-Nya sendiri dan kita harus takluk kepada Dia. Dia adalah Allah yang tidak bisa dipermainkan. Jika kita berada di dalam Yesus Kristus sejati pasti diselamatkan. Tetapi pertanyaannya apakah sejati atau tidak, itu bukan diukur kita pernah angkat tangan lalu maju ke depan, itu diukur dari pertobatannya yang berbuah atau tidak dan salah satu buah yang paling nyata adalah kesucian. Banyak orang Kristen hidup persis seperti Israel, berpikir bahwa mereka adalah umat Allah. Yohanes Pembaptis menyatakan “Bertobatlah!” Kita jangan pikir bahwa kita adalah orang yang sudah diselamatkan dan nanti Kristus datang menyelamatkan kita, jangan-jangan hari itu adalah hari kegelapan bagimu. Selective perception menakutkan sekali, ini adalah pembodohan yang terjadi pada diri kita. Calvin pernah menyatakan salah satu masalah dari orang-orang yang akan dibinasakan adalah mereka selalu tidak menyadari adanya self deception, penipuan pada diri sendiri dan tidak mau memiliki self examination, punya sesuatu pengujian kepada diri sendiri. Yohanes Pembaptis mengatakan “Bertobat berbaliklah umatku!”, kalau tidak hari itu adalah hari yang menakutkan. Maka perhatikan, repentance ini harus asli, pertobatan ini harus murni. Repentance secara mulut itu tidak cukup, harus ada buah buah pertobatan. Banyak orang yang mengaku Yesus Tuhan, tetapi hidupnya tidak pernah berpindah dari diri yang menjadi pusat. Banyak orang yang mengaku Yesus Tuhan adalah karena kita memeluk budaya Kristiani, tetapi sebenarnya bukan Dia Tuhan dalam hidup saya. Memeluk budaya Kristiani yaitu hari minggu pergi ke Gereja, karena saudara mengerti kalau tidak pergi ke Gereja, ada perasaan bersalah, hanya itu saja. Biar kita sungguh-sungguh serius, hidup sungguh-sungguh menguji diri kita sendiri. Arti Kerajaan Allah di dalam Perjanjian Baru dan apa yang sesungguhnya yang Yesus Kristus ajarkan. Satu ayat Alkitab yang berkali-kali kita baca dan mungkin kita menghafalnya, yaitu “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya,maka semuanya akan ditambahkan kepadamu”. Ayat ini sesungguhnya menyatakan bahwa Kerajaan Allah adalah hal yang paling fundamental. Makanan dan pakaian merupakan elemen yang paling dasar dari hidup kita, elemen paling rendah, yang harus dicukupi terlebih dahulu. Tetapi Yesus Kristus di dalam perkataan-Nya membongkar semua itu. Yang paling dasar dalam hidup saat ini dan di dalam kekekalan adalah Kingdom of God. Kerajaan Allah bukan sesuatu yang sederhana. Kerajaan Allah yang dikhotbahkan oleh Yohanes Pembaptis memiliki sesuatu arti yang begitu dalam dan itu adalah isi hatinya Tuhan. Kalau Tuhan sendiri melihat kepentingan-Nya lebih daripada elemen paling dasar hidup kita, maka Gereja harus melihat kepentingannya. Kita tidak boleh mengangkat dan mencari seumur hidup sesuatu yang tidak penting bagi Allah dan tidak boleh menghina apa yang penting bagi Tuhan. Suatu hari, murid-murid-Nya datang kepada Tuhan Yesus dan berkata, “Tuhan, ajar kami berdoa”. Kemudian Yesus Kristus mengucapkan, “Bapa kami yang di sorga. Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di Sorga”. Kerajaan Allah sudah diartikan sendiri oleh mulut Yesus Kristus. Kerajaan Allah adalah “kehendak-Mu jadi, di bumi seperti di Sorga”. Tuhan menginginkan Dia yang bertahta di Sorga, Dia bertahta juga di bumi yang berdosa. Ini adalah sesuatu ambisi yang luar biasa besar dari Allah. Ini adalah sesuatu yang tidak mudah karena kita tahu bahwa bumi ini berdosa dan penuh dengan hal yang melawan Tuhan di dalam seluruh aspek, baik gaya hidup, etika, hukum, moralitas, dan di dalam worldview, segala sesuatu melawan Allah. Tetapi, Tuhan membangkitkan saudara dan saya. Melalui Roh Kudus, Ia melahir-barukan saudara dan saya. Melalui pertobatan yang sejati, saudara dan saya diberi mata rohani untuk mengerti bahwa sesungguhnya Tuhan itu Raja, sesungguhnya adalah Yesus Kristus, dan kehendak-Nya harus jadi di bumi seperti di Sorga. Jikalau Tuhan menginginkan kehendak-Nya jadi di bumi seperti di sorga, maka Gereja Tuhan, yaitu saudara dan saya yang harus mengerjakannya melalui ketaatan. Dia akan mempertontonkan kepada seluruh dunia, bahkan kepada musuh-musuhNya, bahwa kehendak-Nya jadi di bumi seperti di Sorga. Arti dari kalimat “Bertobatlah” adalah saudara bertobat, berbalik dan meninggalkan dosa, tetapi secara positif, artinya adalah kita mau merendahkan diri kita kepada kehendak Allah supaya kehendak Allah jadi di dalam hidup kita dan di dalam keluarga kita. Di dalam seluruh aspek hidup kita dan di dalam Gereja, ini adalah perendahan diri umat Allah di hadapan Allah yang berdaulat. Di dalam satu kalimat dari Yesus Kristus yang menjadi patron bagi seluruh orang-orang yang ada di dalam Gereja adalah, “Bapa, sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu daripada-Ku, tetapi jikalau tidak biarlah kehendak-Mu saja yang jadi”. Seluruh gereja yang kudus dan am dengan semuanya umat-Nya sepanjang jaman, di seluruh dunia memiliki satu kosakata yang sama, yaitu “Thy will be done”. Hal ini bukan sesuatu yang mudah kita katakan. Mungkin ini adalah sesuatu yang penuh dengan air mata, pergumulan dan kesulitan, tetapi pada akhirnya kita akan selalu setuju bahwa kehendak-Mu yang jadi. Jikalau kita ada dalam posisi seperti ini, Yesus Kristus berkata, orang seperti ini adalah orang yang rendah hati dan yang miskin di hadapan Allah. Kepada orang-orang inilah Dia akan membukakan rencana-Nya. Yesus Kristus mengatakan, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa di sorga, karena Engkau sembunyikan kepada orang-orang besar, bijak, dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang-orang yang miskin dan rendah hati.” Dalam hal ini Yesus bukan berbicara mengenai status sosial. Dia berbicara berkenaan dengan bagaimana sikap hati kita di hadapan Allah. Orang yang mau agar kehendak Allah jadi, orang ini adalah orang yang lowly, orang yang rendah hati. Sombong atau rendah hati, ditentukan hanya oleh satu faktor yaitu bagaimana orang itu ketika dia sendiri berdoa di hadapan Tuhan. Ketika dia sendiri di hadapan Allah, di tengah-tengah seluruh air mata dan pergumulannya, orang yang rendah hati menghendaki agar hatinya yang keras itu dihancurkan oleh Tuhan dan kemudian dia tertunduk di hadapan Tuhan dan mengatakan “Kehendak-Mu jadilah”. Perhatikanlah Yohanes Pembaptis. Apakah dia orang yang rendah hati atau sombong? Perhatikanlah Stefanus. Apakah dia orang rendah hati atau sombong? Lihatlah Yeremia yang ditolak oleh seluruh Israel bahkan oleh keluarganya juga karena khotbahnya yang begitu keras. Apakah dia orang yang rendah hati atau sombong? Di hadapan dunia, orang semacam itu seakan-akan mau benar sendiri, tidak bisa berteman, tidak bisa bertoleransi. Tetapi mereka adalah orang yang dekat di hati Allah. Orang seperti ini mau berlutut dan mempersembahkan seluruh hatinya kepada Tuhan. Kita menginginkan agar kehendak-Nya jadi tetapi mungkin kita berpikir ini terlalu sulit. Alkitab mengatakan “Perintah-perintah-Ku tidak berat bagimu. Dan Aku memberikan kepadamu satu penolong yang lain, yaitu Roh Kudus”. Jika Roh Kudus bekerja dengan bebas di dalam hati kita dan kita tidak melawan, maka dia akan menumbuhkan rohani kita dan makin memperlihatkan bahwa Kristus itu lebih mulia dari segala-galanya. Hal ini menjadi kunci dimana kita bisa berdoa, “Kehendak-Mu jadilah”. Jikalau saudara-saudara serahkan dan sungguh-sungguh mau supaya Kerajaan Allah datang, penguasaan Kristus terjadi, Yesus Kristus berkata, “Engkau tidak usah kuatir.” “Letakkan hatimu, rendahkan dirimu, sekali untuk selamanya menjadi milik-Ku”, dan seluruh providensia Allah akan diberikan kepada kita. Bertobatlah, karena Kerajaan Allah sudah dekat! Mari kita berdoa.
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more