Ringkasan Khotbah

16 July 2016
Prinsip Kehadiran Allah
· Matius 1: 18-24 Ketika kita bicara mengenai Natal, maka sebenarnya natal itu bukan santa claus, bukan liburan, bukan kerlap kerlip pohon natal, dan bukan suatu lagu lagu yang sentimentil indah, tetapi Natal adalah bicara mengenai satu prinsip yang penting yaitu Tuhan yang tidak kelihatan dan mulia hadir di tengah-tengah manusia. Allah hadir itu adalah Natal. Banyak orang Kristen dan gereja sudah melupakan hal ini. Kemarin saya melihat dari satu tayangan, dia menyatakan seperti ini, Natal adalah waktu untuk keluarga tidur dan BBQ, itu adalah suatu penghinaan yang luar biasa. Saudara selalu ingat gift of Christmas, saudara selalu ingat love of Christmas, saudara selalu ingat holiday season tetapi saudara dan saya selalu melupakan mengenai Kristus. Siapakah Kristus itu? Dia adalah Allah yang memiliki rencana, Dia menyatakan rencana-Nya bukan dengan mulut-Nya tetapi dengan mengirimkan anak-Nya sendiri di tengah dunia. Ini adalah satu peristiwa yang tidak akan berulang lagi kecuali saudara dan saya melihat bahwa anak-Nya akan memimpin serdadu-Nya dan akan menghancurkan seluruh orang fasik di tengah dunia ini. Natal adalah Allah hadir. Tetapi kalimat inipun sudah terlalu sering bagi kita orang Kristen. Salah satu kecelakaan dalam kekristenan adalah kalimat yang sangat berarti itu diulang-ulang membuat kita sama sekali tidak merasakan artinya kecuali Roh Kudus memberikan sesuatu yang baru dalam hidup kita, menyegarkan hati kita kembali dan memasukkan Firman-Nya membuat kita sadar. Ada 3 prinsip dari kehadiran Tuhan. Kehadiran-Nya tidak dikenali Ketika Allah hadir, maka kehadiran-Nya itu tidak dikenali. Israel adalah orang yang terus menerus menunggu kapan Mesias datang. Mereka terus berdoa, mereka adalah orang yang menunggu-nunggu Mesias karena jiwa mereka dari generasi ke generasi terus menerus ditekan. Mereka ditekan oleh Mesir, Asyur, Babel, Media Persia, Yunani, dan terakhir pada jaman Yesus Kristus mereka ditekan oleh Romawi. Mereka adalah bangsa yang terus menerus berada di dalam tekanan penjajahan yang luar biasa. Sampai saat ini kalau saudara melihat Israel meskipun mereka sudah mendeklarasikan negaranya, mereka terus menerus berada dalam pepeparangan yang tidak ada habis-habisnya. Berbeda dengan kita, kita tidak mengharapkan pembebas sama sekali karena kita berfikir untuk apa dibebaskan. Semuanya sudah beres, tetapi mereka tidak, mereka menunggu-nunggu Mesias. Salah satu ironi terbesar sejarah manusia secara kolektif adalah Israel, Israel tunggu Mesias, begitu Mesias datang dihadirkan oleh Tuhan, mereka langsung tolak, langsung matikan, mereka tidak pernah bisa membaca dengan mata mereka bahwa Yesus adalah Mesias, Jesus is Christ. Ini adalah ironi yang luar biasa, barang yang saudara tunggu-tunggu kemudian datang, tetapi ketika barang itu tiba saudara rasa barang itu biasa saja lalu saudara buang ke sampah. Kalau saudara buang, bagaimana saudara bisa mendapatkannya lagi? Kalau dia belum datang, barang itu belum datang, saudara tunggu, saudara masih bisa mendapatkannya, tapi kalau saudara sudah buang saudara pikir itu tidak? Maka saudara cari di dalam kesia-siaan, ini adalah sesuatu prinsip. Maka ketika yang berharga tidak kita kenali, maka hidup kita menjadi tidak berharga, ketika yang bernilai kita tidak kenali dan kita buang maka kita menjadi tidak bernilai. Di dalam skala yang kecil sampai skala yang besar, manusia tidak pernah bisa menghargai mana yang bernilai dan mana yang tidak bernilai, mana yang sejati dan mana yang tidak sejati jikalau dosa engkau pelihara engkau pasti diluputkan Tuhan di dalam area ini. Saudara-saudara, maka kita harus takut kepada Tuhan, jangan sembunyikan dosa. Kalau dosa kita sembunyikan, saudara tidak akan tahu lagi karena sensor kita semuanya rusak. Saudara tidak akan tahu mana musuh mana kawan, saudara tidak tahu lagi mana yang berharga mana yang tidak berharga, mana yang bernilai mana yang tidak bernilai. Manusia terus-menerus di dalam sesuatu total depravity di dalam dosa yang kalau bukan anugerah Tuhan kita tidak mungkin dicelikkan, tidak mengerti apa yang sebenarnya ada di tengah-tengah kita, demikian juga Israel. Israel terus menunggu, tetapi kemudian ketika Yesus Kristus datang, mereka tidak membukakan pintu bagi Maria untuk melahirkan. Itu adalah kalimat yang menyatakan di dalam Yohanes, Dia datang kepada milik kepunyaan-Nya tetapi milik kepunyaan-Nya tidak menerima-Nya. Ini menyakitkan sekali dan merupakan ironi yang luar bisa. Perhatikan baik-baik, jikalau ironi yang luar biasa dan kecelakaan yang total luar biasa kepada Israel sampai saat ini mereka tetap tidak menyadarinya, maka itu adalah dosa. Dosa itu menutup seluruh pekerjaan Tuhan, kita tidak bisa melihat lagi. Jikalau engkau adalah orang yang aktif melayani digereja, engkau pengurus, engkau adalah hamba Tuhan, hatimu tidak murni, engkau tidak menyatakan dosa adalah dosa, kebenaran adalah kebenaran, engkau pasti tidak akan tahu gerejamu mau dibawa kemana. Engkau pikir yang berharga padahal itu adalah yang tidak berharga, ini adalah sesuatu yang nyata berkali-kali Alkitab ajarkan. Saudara saudara, ketika Allah hadir Dia menutup diri-Nya, ketika Allah hadir Dia sulit untuk dikenali, kenapa sulit untuk dikenali? Saya sudah katakan tadi pertama adalah karena dosa, kedua adalah karena Dia sendiri menutup Diri-Nya dengan satu kata dalam bahasa Yunani, kenosis. Kenosis adalah hidup yang dikosongkan sampai seluruh kehendak Allah jadi di dalam hidup-Nya. Pada hari Natal, Yesus Kristus mengosongkan Diri-Nya, bukan mengosongkan ke-Allah-an-Nya, Dia tetap Allah dan manusia yang sejati tetapi mengosongkan hak ke-Allah-an-Nya. Dia tetap Allah tetapi Dia tidak mengambil hak ke-Allah-an-Nya. Kalau Allah datang di dunia, Dia menyatakan Aku Allah, semua manusia pasti takut. Ini cara kerja Allah yang disebut sebagai wisdom(hikmat Allah) ini yang membuat seluruh orang orang, raja-raja dan orang-orang bijak itu ditertawakan Allah karena mereka tidak bisa melihat Allah hadir, Allah beracara, Allah intervensi. Kalau Tuhan datang di QVB dengan seluruh kemilangan-Nya, dan Dia mengatakan Aku Tuhan, semua orang akan berlutut, tidak ada yang berani. Nebukadnezar saja menyatakan semua harus tunduk kepadaku, ribuan orang semuanya tunduk, hanya 3 orang yang tidak tunduk, karena mereka tahu dia bukan Tuhan, 3 orang tersebut adalah Sadrakh, Messakh, Abednego. Nebudkanezar bicara saja, semua orang tunduk apalagi kalau Tuhan, tetapi kenapa Engkau datangnya di Betlehem kota yang tidak ada artinya, kenapa Engkau tinggalnya di palungan, siapa yang dapat percaya dengan berita yang kami dengar Tuhan? Kenapa Engkau berbicara dan Engkau ditampar Engkau diam saja? Bukankah dengan mulut-Mu, kalimat-Mu Engkau menciptakan seluruh dunia ini? Dan bukankah Engkau ada di surga duduk di sebelah kanan Allah yang Maha Kuasa dan seluruh malaikat itu memuji Engkau siang dan malam? Kenapa Engkau harus lakukan semuanya ini? Dia adalah Allah yang begitu luar biasa kaya, mulia, agung, sekarang hadir di dalam satu bayi yang kecil, di palungan yang dikejar-kejar ingin dibunuh. Sekali lagi, ketika Allah menyatakan Diri, Dia sekaligus menutup Diri-Nya, Dia menyatakan Diri sekaligus menutup Diri-Nya dan orang yang bisa melihat bahwa yang tertutup itu adalah Allah yang mulia, itu pekerjaan Roh Kudus. Banyak orang menyatakan jikalau Roh Kudus bekerja maka akan ada karunia roh, hal ini tidak salah. Jika Roh Kudus bekerja maka akan terjadi mujizat, hal ini juga tidak salah. Tetapi itu bukan sesuatu yang inti, yang inti adalah kalau Roh Kudus bekerja, maka Dia akan membawa orang melihat kehinaan Kristus, melihat bahwa melalui kehinaan-Nya Kristus itu mulia. Yohanes Pembaptis adalah seorang yang dipenuhi Roh Kudus sejak dari kandungan dan di dalam Alkitab dikatakan dia tidak pernah melakukan satu mujizat sekalipun tetapi ketika dia melihat Kristus dia langsung gemetar dan dia menyatakan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak, berarti Yohanes tahu, ini mulia, ini besar ini harus diperhitungkan, aku nothing adanya, maka kemudian dia tunduk. Saya berharap Tuhan bekerja dalam hidup kita di dalam gereja ini, saya berharap saudara melihat kebesaran Kristus melalui kehinaan-Nya, karena setiap kali Dia menyatakan Diri, Dia akan selalu menyembunyikan diri dan kalau saudara-saudara melihat bahwa Kristus adalah seseorang manusia biasa dan salah satu pendiri agama, saudara boleh datang boleh tidak datang di dalam gereja, saudara boleh taat kepada Dia atau tidak taat kepada Dia, itu adalah sesuatu yang wajar dan tidak ada masalah di dalam hidup saudara, maka saudara berada di dalam sesuatu kebahayaan karena Roh Kudus tidak bekerja di dalam hidupmu. Banyak orang Kristen melayani, banyak orang Kristen yang sungguh-sungguh melayani dalam gereja, hatinya mungkin tulus tapi tidak pernah melihat kemuliaan Kristus. Setan akan membuat kita, mengocoh kita, saudara tetap melayani tetapi tidak ada pertumbuhan rohani. Saudara jangan pikir kalau jadi hamba Tuhan, orang Kristen pasti adalah orang yang melihat kemuliaan Kristus, tidak. Dia mungkin jadi hamba Tuhan karena uang, jadi hamba Tuhan karena mempertahankan posisinya, dia terus menerus di dalam kondisi seperti itu tapi tidak bertumbuh melihat kemuliaan Allah. Orang yang melihat kemuliaan Allah dia akan takut akan dosa, orang yang melihat kemuliaan Allah dia akan mematikan dosa di dalam dirinya melebihi dari orang lain, orang yang melihat kemuliaan Allah dia akan takhluk kepada Allah di dalam obedience, ketaatan. Sudah bukan waktunya kita menjadi orang yang munafik, bukan waktunya kita menutup-nutup sesuatu dengan hal-hal religius tetapi waktunya untuk bertobat karena kerajaan Allah sudah dekat. Kristus itu mulia dan kemuliaan-Nya hanya bisa saudara dan saya mengerti, alami dan menjadikan kegentaran dalam hati kita jikalau Roh Kudus itu bekerja. Dan sekarang saya akan teruskan dalam posisi seperti ini. Jikalau Allah itu hadir, Dia adalah Allah yang menyatakan Diri sekaligus Dia adalah Allah yang menyembunyikan Diri. Tadi saya katakan kalau yang bisa mengetahui bahwa Allah itu Allah mulia melalui kehinaan-Nya adalah melalui Roh Kudus, Roh Kudus bekerja kepada siapa? Roh Kudus bekerja di dalam hati orang yang seperti apa, ini adalah satu kondisi, ini bukan syarat. Saudara lihat Roh Kudus ketika bekerja, Dia bekerja kepada Musa bukan yang lain, Dia bekerja kepada Yesaya bukan yang lain, Dia bekerja kepada Yehezkiel bukan yang lain, di dalam kitab Matius, maka dia bekerja kepada Yusuf dan Maria. Saudara-saudara lihat, seluruh Israel mengharapkan Mesias tidak bisa tahu, hanya beberapa orang saja, Simeon, Hanna, Yusuf, Maria dan dari orang tua keluarga Yohanes Pembaptis yang tahu, lainnya tidak tahu, berarti Roh kudus bekerja dalam hidup mereka bukan? Kalau Roh Kudus bekerja dalam hidup mereka, mengapa Roh Kudus tidak bekerja dalam hidup orang lain, jawabannya adalah memang itu adalah kedaulatan Allah, tetapi perhatikan baik-baik, ketika Roh kudus bekerja Dia akan bekerja kepada siapa? Dia akan bekerja kepada orang yang hatinya tulus, jujur, terbuka di hadapan Allah dan rela taat, empat hal ini di dalam perjanjian lama di sebut sebagai fear of the Lord, jujurlah, tuluslah dan terbukalah di hadapan Allah dan manusia, dan engkau relalah untuk taat, maka engkau akan tahu pekerjaan Tuhan itu apa. Ini di dalam Alkitab, Yesus Kristus mengunakan satu kalimat ‘Lowly’ orang yang meek, orang yang humble. “Aku bersyukur kepada-Mu Bapa di surga karena Engkau sembunyikan kepada orang orang bijak dan kepada orang orang pandai, tetapi engkau nyatakan kepada orang-orang yang kecil, ini bukan berarti saudara tidak punya uang baru saudara akan tahu Tuhan kerja, ini bukan berarti saudara pintar lalu kemudian saudara jadi orang Kristen harus bodoh baru tahu Tuhan bekerja. Tidak! Ini tidak bicara mengenai status sosial, ini adalah bicara mengenai attitude of heart, hati yang rendah, hati yang rendah itu isinya empat: Pertama adalah jujur. Jujur itu adalah apa yang ada dalam hati dinyatakan keluar. Daud adalah orang yang jatuh di dalam dosa tetapi begitu ditegur dia jujur. Kedua adalah tulus. Ketulusan itu adalah saudara tidak memiliki maksud lain selain untuk kebahagian dan kebaikan orang lain. Jikalau saudara berbicara sesuatu hal agar orang lain itu dijatuhkan, itu tidak tulus. Jikalau saudara beribadah kepada Tuhan bukan mengharapkan Tuhan tetapi mengharapkan sesuatu setelah Tuhan, itu tidak tulus. Saudara-saudara ketulusan, itu harus di dalam hidup kita. Ketiga adalah keterbukaan di hadapan Allah dan sesama. Mau dihakimi di hadapan Allah dan sesama semua prinsip ini ada di dalam 2 Korintus 4 “Aku tidak berlaku sesuatu yang memalukan, aku tidak memalsukan Firman Tuhan”. Keempat adalah rela taat kepada Tuhan. Alkitab mengatakan, man of integrity itu adalah Yusuf. Yusuf adalah orang yang hatinya tulus dan bukan itu saja maka Maria ketika malaikat mengunjungi dia, dia mengatakan aku ini hamba Tuhan jadilah padaku menurut apa yang Engkau katakan. Roh Kudus bekerja di dalam membentuk satu hati yang fear of the Lord terlebih dahulu. Saudara-saudara, takutlah akan Tuhan, maka engkau akan melihat-Nya kemuliaan-Nya, takutlah akan Tuhan maka engkau akan mendapatkan Firman-Nya, takutlah akan Tuhan maka kita akan mengerti Firman-Nya itu begitu jelas dan Firman-Nya seperti madu di mulut kita, itu hal yang pertama. Ketika Allah hadir maka sifatnya itu adalah selalu menyakitkan. Kita semua menyukai Natal. Tetapi jika kita melihat Natal pertama itu menyakitkan. Yusuf adalah orang yang tulus tetapi dia harus menanggung pekerjaan Tuhan. Itu tidak mudah. Pekerjaan Allah itu selalu menyakitkan, itu merupakan satu operasi yang besar di dalam hidup kita. Saudara lihatlah ketika Allah mengunjungi Musa, Yehezkiel, Habakuk, Amos, semua nabi dan rasul, semuanya menyakitkan. Ingat peristiwa Yakub. Arti nama Yakub itu adalah penipu. Yakub bertemu dengan Allah di sungai Yabok, Allah bergulat dengan dia, Allah memukul pangkal paha Yakub jadinya terpelecok. Semuanya ini ada artinya, itu bukan cuma sesuatu cerita yang menyenangkan buat anak kecil, saudara perhatikan baik-baik, penipu itu modalnya satu, yaitu lari, saudara berani nipu tapi tidak bisa lari? Tidak mungkin kan? Penipu itu modalnya cuma satu lari, Tuhan bergumul dengan Yakub lalu pukul pahanya yang menjadi modal hidupnya. Kalau modal hidup saudara diambil oleh Tuhan itu merupakan intervensi Allah yang maha kasih di dalam hidupmu, bukan setan yang bekerja. Semua orang ingin nyaman, semua orang ingin untuk hidupnya terkendali. Tuhan akan mengoncangkan kita membuat kita tidak bisa mengendalikan segala sesuatu dan kalau tidak ada yang bisa dipegang, saudara mau tidak mau pegang yang di atas, minta tolong itu intervensi Allah. Sekarang, apa yang akan dipegang lagi olehYusuf? Masa depannya habis, Maria masa depannya habis, apa yang dipegang oleh mereka? Kesetiaan merekapun tidak bisa dipegang, nama baik pun tidak bisa mereka pegang. Nama baik yang dihancurkan yang ada di dalam Natal adalah Yusuf dan Maria. Ketika Tuhan hadir di tengah-tengah kita, mungkin akan menyakitkan, karena itu adalah pekerjaan Tuhan dan saudara biarlah kita boleh berlindung hanya kepada kasih sayang Tuhan saja yang akan membawa kepada kita satu pengharapan akan kepastian kemenangan pada akhir jaman. Jikalau Dia hadir, Dia akan menuntut respon saudara dan saya Di dalam ruangan ini, saudara tidak bisa mendengarkan Firman lalu kemudian biasa saja. Saudara harus memiliki respon apakah engkau menolak Kristus atau engkau mau takluk kepada Kristus. Di dalam Alkitab, kehadiran Tuhan itu bukan hanya pada hari Natal, tetapi adalah benar Allah hadir secara daging berpeta teladan budak dan dosa itu adalah pada hari Natal. Dalam seluruh Alkitab, maka saudara akan menemukan kehadiran Allah kepada personel, (individu). Tetapi saudara-saudara, secara rentang dari Christian Worldview, saudara akan menemukan bahwa kehadiran Allah ada pada waktu Creation setelah masuk di dalam dosa (Fall), kedua adalah pada waktu Redemption yaitu pada waktu hari Natal ini, ketiga pada waktu Consummation. Di tiga tempat ini, saudara perhatikan baik-baik maka ketika Dia datang, maka manusia tidak pernah siap. Saudara perhatikan dosa itu makin lama makin luar biasa. Tadinya aku takut sekarang Tuhannya yang dibuat takut oleh manusia. Tadinya yang sembunyi itu manusia, sekarang yang berusaha untuk disingkirkan itu adalah Tuhan. Tadinya manusia tahu kalau Allah datang, aku sudah berdosa, aku takut. Sekarang tidak ada takutnya. God is dead. Nietzsche mengatakan hal ini. Saudara, dosa itu makin lama kalau saudara pelihara, makin lama makin besar, makin lama makin meluas. Saudara minta anugerah Tuhan untuk menyetopnya. Ketika waktu Consumation, Allah datang, pembalasan datang. Alkitab mengatakan hampir seluruh umat manusia kecuali orang-orang yang diselamatkan mengatakan, "Runtuhlah batu-batu timpa kepalaku, runtuhlah, biar aku boleh mati langsung daripada aku bertemu kemarahan Anak Domba Allah ini. Runtuhlah menimpa aku."Saudara-saudara, setiap kali Tuhan datang, dia akan menuntut respon saudara. Apakah responmu itu menolak, responmu itu engkau menarik diri, atau responmu itu engkau mau takluk kepada Dia. Ketika bicara mengenai Natal, Saudara jangan berpikir lagi bicara mengenai holiday season, ketika bicara mengenai Natal, Saudara jangan bicara lagi mengenai hadiah-hadiah yang indah. Bicara Natal adalah bicara mengenai saudara secara jiwamu personal harus berespon pribadi kepada Dia, kepada Tuhan. Ketika Dia datang, Dia menuntut respon. Ketika engkau tidak mau berespon, itupun engkau sudah berespon. Kiranya saudara mengerti apa yang dikerjakan-Nya dan apa yang terjadi dan apa yang dituntut-Nya di dalam hidupmu. Kiranya saya mau orang-orang di GRII Sydney, tidak lagi merayakan Natal persis seperti dunia merayakannya yaitu hanya menikmati the presents of God, Gift of God. Saudara-saudara, saya mau supaya saudara melihat Dia sedang berintervensi untuk apa, dan apa yang sedang dikerjakan-Nya dalam hidup saudara. Kiranya Tuhan Yesus Kristus makin disembah, ditakuti, dihormati dan dikasihi di dalam hidupmu dan hidupku.

Matius 1: 18-24

Ketika kita bicara mengenai Natal, maka sebenarnya natal itu bukan santa claus, bukan liburan, bukan kerlap kerlip pohon natal, dan bukan suatu lagu lagu yang sentimentil indah, tetapi Natal adalah bicara mengenai satu prinsip yang penting yaitu Tuhan yang tidak kelihatan dan mulia hadir di tengah-tengah manusia. Allah hadir itu adalah Natal. Banyak orang Kristen dan gereja sudah melupakan hal ini. Kemarin saya melihat dari satu tayangan, dia menyatakan seperti ini, Natal adalah waktu untuk keluarga tidur dan BBQ, itu adalah suatu penghinaan yang luar biasa. Saudara selalu ingat gift of Christmas, saudara selalu ingat love of Christmas, saudara selalu ingat holiday season tetapi saudara dan saya selalu melupakan mengenai Kristus. Siapakah Kristus itu? Dia adalah Allah yang memiliki rencana, Dia menyatakan rencana-Nya bukan dengan mulut-Nya tetapi dengan mengirimkan anak-Nya sendiri di tengah dunia. Ini adalah satu peristiwa yang tidak akan berulang lagi kecuali saudara dan saya melihat bahwa anak-Nya akan memimpin serdadu-Nya dan akan menghancurkan seluruh orang fasik di tengah dunia ini. Natal adalah Allah hadir. Tetapi kalimat inipun sudah terlalu sering bagi kita orang Kristen. Salah satu kecelakaan dalam kekristenan adalah kalimat yang sangat berarti itu diulang-ulang membuat kita sama sekali tidak merasakan artinya kecuali Roh Kudus memberikan sesuatu yang baru dalam hidup kita, menyegarkan hati kita kembali dan memasukkan Firman-Nya membuat kita sadar.

Ada 3 prinsip dari kehadiran Tuhan.

  1. Kehadiran-Nya tidak dikenali

  2. Ketika Allah hadir, maka kehadiran-Nya itu tidak dikenali. Israel adalah orang yang terus menerus menunggu kapan Mesias datang. Mereka terus berdoa, mereka adalah orang yang menunggu-nunggu Mesias karena jiwa mereka dari generasi ke generasi terus menerus ditekan. Mereka ditekan oleh Mesir, Asyur, Babel, Media Persia, Yunani, dan terakhir pada jaman Yesus Kristus mereka ditekan oleh Romawi. Mereka adalah bangsa yang terus menerus berada di dalam tekanan penjajahan yang luar biasa. Sampai saat ini kalau saudara melihat Israel meskipun mereka sudah mendeklarasikan negaranya, mereka terus menerus berada dalam pepeparangan yang tidak ada habis-habisnya. Berbeda dengan kita, kita tidak mengharapkan pembebas sama sekali karena kita berfikir untuk apa dibebaskan. Semuanya sudah beres, tetapi mereka tidak, mereka menunggu-nunggu Mesias. Salah satu ironi terbesar sejarah manusia secara kolektif adalah Israel, Israel tunggu Mesias, begitu Mesias datang dihadirkan oleh Tuhan, mereka langsung tolak, langsung matikan, mereka tidak pernah bisa membaca dengan mata mereka bahwa Yesus adalah Mesias, Jesus is Christ. Ini adalah ironi yang luar biasa, barang yang saudara tunggu-tunggu kemudian datang, tetapi ketika barang itu tiba saudara rasa barang itu biasa saja lalu saudara buang ke sampah. Kalau saudara buang, bagaimana saudara bisa mendapatkannya lagi? Kalau dia belum datang, barang itu belum datang, saudara tunggu, saudara masih bisa mendapatkannya, tapi kalau saudara sudah buang saudara pikir itu tidak? Maka saudara cari di dalam kesia-siaan, ini adalah sesuatu prinsip. Maka ketika yang berharga tidak kita kenali, maka hidup kita menjadi tidak berharga, ketika yang bernilai kita tidak kenali dan kita buang maka kita menjadi tidak bernilai. Di dalam skala yang kecil sampai skala yang besar, manusia tidak pernah bisa menghargai mana yang bernilai dan mana yang tidak bernilai, mana yang sejati dan mana yang tidak sejati jikalau dosa engkau pelihara engkau pasti diluputkan Tuhan di dalam area ini. Saudara-saudara, maka kita harus takut kepada Tuhan, jangan sembunyikan dosa. Kalau dosa kita sembunyikan, saudara tidak akan tahu lagi karena sensor kita semuanya rusak. Saudara tidak akan tahu mana musuh mana kawan, saudara tidak tahu lagi mana yang berharga mana yang tidak berharga, mana yang bernilai mana yang tidak bernilai. Manusia terus-menerus di dalam sesuatu total depravity di dalam dosa yang kalau bukan anugerah Tuhan kita tidak mungkin dicelikkan, tidak mengerti apa yang sebenarnya ada di tengah-tengah kita, demikian juga Israel. Israel terus menunggu, tetapi kemudian ketika Yesus Kristus datang, mereka tidak membukakan pintu bagi Maria untuk melahirkan. Itu adalah kalimat yang menyatakan di dalam Yohanes, Dia datang kepada milik kepunyaan-Nya tetapi milik kepunyaan-Nya tidak menerima-Nya. Ini menyakitkan sekali dan merupakan ironi yang luar bisa. Perhatikan baik-baik, jikalau ironi yang luar biasa dan kecelakaan yang total luar biasa kepada Israel sampai saat ini mereka tetap tidak menyadarinya, maka itu adalah dosa. Dosa itu menutup seluruh pekerjaan Tuhan, kita tidak bisa melihat lagi. Jikalau engkau adalah orang yang aktif melayani digereja, engkau pengurus, engkau adalah hamba Tuhan, hatimu tidak murni, engkau tidak menyatakan dosa adalah dosa, kebenaran adalah kebenaran, engkau pasti tidak akan tahu gerejamu mau dibawa kemana. Engkau pikir yang berharga padahal itu adalah yang tidak berharga, ini adalah sesuatu yang nyata berkali-kali Alkitab ajarkan.

    Saudara saudara, ketika Allah hadir Dia menutup diri-Nya, ketika Allah hadir Dia sulit untuk dikenali, kenapa sulit untuk dikenali? Saya sudah katakan tadi pertama adalah karena dosa, kedua adalah karena Dia sendiri menutup Diri-Nya dengan satu kata dalam bahasa Yunani, kenosis. Kenosis adalah hidup yang dikosongkan sampai seluruh kehendak Allah jadi di dalam hidup-Nya. Pada hari Natal, Yesus Kristus mengosongkan Diri-Nya, bukan mengosongkan ke-Allah-an-Nya, Dia tetap Allah dan manusia yang sejati tetapi mengosongkan hak ke-Allah-an-Nya. Dia tetap Allah tetapi Dia tidak mengambil hak ke-Allah-an-Nya. Kalau Allah datang di dunia, Dia menyatakan Aku Allah, semua manusia pasti takut. Ini cara kerja Allah yang disebut sebagai wisdom(hikmat Allah) ini yang membuat seluruh orang orang, raja-raja dan orang-orang bijak itu ditertawakan Allah karena mereka tidak bisa melihat Allah hadir, Allah beracara, Allah intervensi. Kalau Tuhan datang di QVB dengan seluruh kemilangan-Nya, dan Dia mengatakan Aku Tuhan, semua orang akan berlutut, tidak ada yang berani. Nebukadnezar saja menyatakan semua harus tunduk kepadaku, ribuan orang semuanya tunduk, hanya 3 orang yang tidak tunduk, karena mereka tahu dia bukan Tuhan, 3 orang tersebut adalah Sadrakh, Messakh, Abednego. Nebudkanezar bicara saja, semua orang tunduk apalagi kalau Tuhan, tetapi kenapa Engkau datangnya di Betlehem kota yang tidak ada artinya, kenapa Engkau tinggalnya di palungan, siapa yang dapat percaya dengan berita yang kami dengar Tuhan? Kenapa Engkau berbicara dan Engkau ditampar Engkau diam saja? Bukankah dengan mulut-Mu, kalimat-Mu Engkau menciptakan seluruh dunia ini? Dan bukankah Engkau ada di surga duduk di sebelah kanan Allah yang Maha Kuasa dan seluruh malaikat itu memuji Engkau siang dan malam? Kenapa Engkau harus lakukan semuanya ini? Dia adalah Allah yang begitu luar biasa kaya, mulia, agung, sekarang hadir di dalam satu bayi yang kecil, di palungan yang dikejar-kejar ingin dibunuh.

    Sekali lagi, ketika Allah menyatakan Diri, Dia sekaligus menutup Diri-Nya, Dia menyatakan Diri sekaligus menutup Diri-Nya dan orang yang bisa melihat bahwa yang tertutup itu adalah Allah yang mulia, itu pekerjaan Roh Kudus. Banyak orang menyatakan jikalau Roh Kudus bekerja maka akan ada karunia roh, hal ini tidak salah. Jika Roh Kudus bekerja maka akan terjadi mujizat, hal ini juga tidak salah. Tetapi itu bukan sesuatu yang inti, yang inti adalah kalau Roh Kudus bekerja, maka Dia akan membawa orang melihat kehinaan Kristus, melihat bahwa melalui kehinaan-Nya Kristus itu mulia. Yohanes Pembaptis adalah seorang yang dipenuhi Roh Kudus sejak dari kandungan dan di dalam Alkitab dikatakan dia tidak pernah melakukan satu mujizat sekalipun tetapi ketika dia melihat Kristus dia langsung gemetar dan dia menyatakan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak, berarti Yohanes tahu, ini mulia, ini besar ini harus diperhitungkan, aku nothing adanya, maka kemudian dia tunduk. Saya berharap Tuhan bekerja dalam hidup kita di dalam gereja ini, saya berharap saudara melihat kebesaran Kristus melalui kehinaan-Nya, karena setiap kali Dia menyatakan Diri, Dia akan selalu menyembunyikan diri dan kalau saudara-saudara melihat bahwa Kristus adalah seseorang manusia biasa dan salah satu pendiri agama, saudara boleh datang boleh tidak datang di dalam gereja, saudara boleh taat kepada Dia atau tidak taat kepada Dia, itu adalah sesuatu yang wajar dan tidak ada masalah di dalam hidup saudara, maka saudara berada di dalam sesuatu kebahayaan karena Roh Kudus tidak bekerja di dalam hidupmu.

    Banyak orang Kristen melayani, banyak orang Kristen yang sungguh-sungguh melayani dalam gereja, hatinya mungkin tulus tapi tidak pernah melihat kemuliaan Kristus. Setan akan membuat kita, mengocoh kita, saudara tetap melayani tetapi tidak ada pertumbuhan rohani. Saudara jangan pikir kalau jadi hamba Tuhan, orang Kristen pasti adalah orang yang melihat kemuliaan Kristus, tidak. Dia mungkin jadi hamba Tuhan karena uang, jadi hamba Tuhan karena mempertahankan posisinya, dia terus menerus di dalam kondisi seperti itu tapi tidak bertumbuh melihat kemuliaan Allah. Orang yang melihat kemuliaan Allah dia akan takut akan dosa, orang yang melihat kemuliaan Allah dia akan mematikan dosa di dalam dirinya melebihi dari orang lain, orang yang melihat kemuliaan Allah dia akan takhluk kepada Allah di dalam obedience, ketaatan. Sudah bukan waktunya kita menjadi orang yang munafik, bukan waktunya kita menutup-nutup sesuatu dengan hal-hal religius tetapi waktunya untuk bertobat karena kerajaan Allah sudah dekat. Kristus itu mulia dan kemuliaan-Nya hanya bisa saudara dan saya mengerti, alami dan menjadikan kegentaran dalam hati kita jikalau Roh Kudus itu bekerja. Dan sekarang saya akan teruskan dalam posisi seperti ini. Jikalau Allah itu hadir, Dia adalah Allah yang menyatakan Diri sekaligus Dia adalah Allah yang menyembunyikan Diri. Tadi saya katakan kalau yang bisa mengetahui bahwa Allah itu Allah mulia melalui kehinaan-Nya adalah melalui Roh Kudus, Roh Kudus bekerja kepada siapa? Roh Kudus bekerja di dalam hati orang yang seperti apa, ini adalah satu kondisi, ini bukan syarat.

    Saudara lihat Roh Kudus ketika bekerja, Dia bekerja kepada Musa bukan yang lain, Dia bekerja kepada Yesaya bukan yang lain, Dia bekerja kepada Yehezkiel bukan yang lain, di dalam kitab Matius, maka dia bekerja kepada Yusuf dan Maria. Saudara-saudara lihat, seluruh Israel mengharapkan Mesias tidak bisa tahu, hanya beberapa orang saja, Simeon, Hanna, Yusuf, Maria dan dari orang tua keluarga Yohanes Pembaptis yang tahu, lainnya tidak tahu, berarti Roh kudus bekerja dalam hidup mereka bukan? Kalau Roh Kudus bekerja dalam hidup mereka, mengapa Roh Kudus tidak bekerja dalam hidup orang lain, jawabannya adalah memang itu adalah kedaulatan Allah, tetapi perhatikan baik-baik, ketika Roh kudus bekerja Dia akan bekerja kepada siapa? Dia akan bekerja kepada orang yang hatinya tulus, jujur, terbuka di hadapan Allah dan rela taat, empat hal ini di dalam perjanjian lama di sebut sebagai fear of the Lord, jujurlah, tuluslah dan terbukalah di hadapan Allah dan manusia, dan engkau relalah untuk taat, maka engkau akan tahu pekerjaan Tuhan itu apa. Ini di dalam Alkitab, Yesus Kristus mengunakan satu kalimat ‘Lowly’ orang yang meek, orang yang humble. “Aku bersyukur kepada-Mu Bapa di surga karena Engkau sembunyikan kepada orang orang bijak dan kepada orang orang pandai, tetapi engkau nyatakan kepada orang-orang yang kecil, ini bukan berarti saudara tidak punya uang baru saudara akan tahu Tuhan kerja, ini bukan berarti saudara pintar lalu kemudian saudara jadi orang Kristen harus bodoh baru tahu Tuhan bekerja. Tidak! Ini tidak bicara mengenai status sosial, ini adalah bicara mengenai attitude of heart, hati yang rendah, hati yang rendah itu isinya empat:
    Pertama adalah jujur. Jujur itu adalah apa yang ada dalam hati dinyatakan keluar. Daud adalah orang yang jatuh di dalam dosa tetapi begitu ditegur dia jujur.
    Kedua adalah tulus. Ketulusan itu adalah saudara tidak memiliki maksud lain selain untuk kebahagian dan kebaikan orang lain. Jikalau saudara berbicara sesuatu hal agar orang lain itu dijatuhkan, itu tidak tulus. Jikalau saudara beribadah kepada Tuhan bukan mengharapkan Tuhan tetapi mengharapkan sesuatu setelah Tuhan, itu tidak tulus. Saudara-saudara ketulusan, itu harus di dalam hidup kita.
    Ketiga adalah keterbukaan di hadapan Allah dan sesama. Mau dihakimi di hadapan Allah dan sesama semua prinsip ini ada di dalam 2 Korintus 4 “Aku tidak berlaku sesuatu yang memalukan, aku tidak memalsukan Firman Tuhan”.
    Keempat adalah rela taat kepada Tuhan. Alkitab mengatakan, man of integrity itu adalah Yusuf. Yusuf adalah orang yang hatinya tulus dan bukan itu saja maka Maria ketika malaikat mengunjungi dia, dia mengatakan aku ini hamba Tuhan jadilah padaku menurut apa yang Engkau katakan. Roh Kudus bekerja di dalam membentuk satu hati yang fear of the Lord terlebih dahulu. Saudara-saudara, takutlah akan Tuhan, maka engkau akan melihat-Nya kemuliaan-Nya, takutlah akan Tuhan maka engkau akan mendapatkan Firman-Nya, takutlah akan Tuhan maka kita akan mengerti Firman-Nya itu begitu jelas dan Firman-Nya seperti madu di mulut kita, itu hal yang pertama.

  3. Ketika Allah hadir maka sifatnya itu adalah selalu menyakitkan.

  4. Kita semua menyukai Natal. Tetapi jika kita melihat Natal pertama itu menyakitkan. Yusuf adalah orang yang tulus tetapi dia harus menanggung pekerjaan Tuhan. Itu tidak mudah. Pekerjaan Allah itu selalu menyakitkan, itu merupakan satu operasi yang besar di dalam hidup kita. Saudara lihatlah ketika Allah mengunjungi Musa, Yehezkiel, Habakuk, Amos, semua nabi dan rasul, semuanya menyakitkan. Ingat peristiwa Yakub. Arti nama Yakub itu adalah penipu. Yakub bertemu dengan Allah di sungai Yabok, Allah bergulat dengan dia, Allah memukul pangkal paha Yakub jadinya terpelecok. Semuanya ini ada artinya, itu bukan cuma sesuatu cerita yang menyenangkan buat anak kecil, saudara perhatikan baik-baik, penipu itu modalnya satu, yaitu lari, saudara berani nipu tapi tidak bisa lari? Tidak mungkin kan? Penipu itu modalnya cuma satu lari, Tuhan bergumul dengan Yakub lalu pukul pahanya yang menjadi modal hidupnya. Kalau modal hidup saudara diambil oleh Tuhan itu merupakan intervensi Allah yang maha kasih di dalam hidupmu, bukan setan yang bekerja. Semua orang ingin nyaman, semua orang ingin untuk hidupnya terkendali. Tuhan akan mengoncangkan kita membuat kita tidak bisa mengendalikan segala sesuatu dan kalau tidak ada yang bisa dipegang, saudara mau tidak mau pegang yang di atas, minta tolong itu intervensi Allah. Sekarang, apa yang akan dipegang lagi olehYusuf? Masa depannya habis, Maria masa depannya habis, apa yang dipegang oleh mereka? Kesetiaan merekapun tidak bisa dipegang, nama baik pun tidak bisa mereka pegang. Nama baik yang dihancurkan yang ada di dalam Natal adalah Yusuf dan Maria. Ketika Tuhan hadir di tengah-tengah kita, mungkin akan menyakitkan, karena itu adalah pekerjaan Tuhan dan saudara biarlah kita boleh berlindung hanya kepada kasih sayang Tuhan saja yang akan membawa kepada kita satu pengharapan akan kepastian kemenangan pada akhir jaman.

  5. Jikalau Dia hadir, Dia akan menuntut respon saudara dan saya

  6. Di dalam ruangan ini, saudara tidak bisa mendengarkan Firman lalu kemudian biasa saja. Saudara harus memiliki respon apakah engkau menolak Kristus atau engkau mau takluk kepada Kristus. Di dalam Alkitab, kehadiran Tuhan itu bukan hanya pada hari Natal, tetapi adalah benar Allah hadir secara daging berpeta teladan budak dan dosa itu adalah pada hari Natal. Dalam seluruh Alkitab, maka saudara akan menemukan kehadiran Allah kepada personel, (individu). Tetapi saudara-saudara, secara rentang dari Christian Worldview, saudara akan menemukan bahwa kehadiran Allah ada pada waktu Creation setelah masuk di dalam dosa (Fall), kedua adalah pada waktu Redemption yaitu pada waktu hari Natal ini, ketiga pada waktu Consummation. Di tiga tempat ini, saudara perhatikan baik-baik maka ketika Dia datang, maka manusia tidak pernah siap. Saudara perhatikan dosa itu makin lama makin luar biasa. Tadinya aku takut sekarang Tuhannya yang dibuat takut oleh manusia. Tadinya yang sembunyi itu manusia, sekarang yang berusaha untuk disingkirkan itu adalah Tuhan. Tadinya manusia tahu kalau Allah datang, aku sudah berdosa, aku takut. Sekarang tidak ada takutnya. God is dead. Nietzsche mengatakan hal ini. Saudara, dosa itu makin lama kalau saudara pelihara, makin lama makin besar, makin lama makin meluas. Saudara minta anugerah Tuhan untuk menyetopnya. Ketika waktu Consumation, Allah datang, pembalasan datang. Alkitab mengatakan hampir seluruh umat manusia kecuali orang-orang yang diselamatkan mengatakan, “Runtuhlah batu-batu timpa kepalaku, runtuhlah, biar aku boleh mati langsung daripada aku bertemu kemarahan Anak Domba Allah ini. Runtuhlah menimpa aku.”Saudara-saudara, setiap kali Tuhan datang, dia akan menuntut respon saudara. Apakah responmu itu menolak, responmu itu engkau menarik diri, atau responmu itu engkau mau takluk kepada Dia.

Ketika bicara mengenai Natal, Saudara jangan berpikir lagi bicara mengenai holiday season, ketika bicara mengenai Natal, Saudara jangan bicara lagi mengenai hadiah-hadiah yang indah. Bicara Natal adalah bicara mengenai saudara secara jiwamu personal harus berespon pribadi kepada Dia, kepada Tuhan. Ketika Dia datang, Dia menuntut respon. Ketika engkau tidak mau berespon, itupun engkau sudah berespon. Kiranya saudara mengerti apa yang dikerjakan-Nya dan apa yang terjadi dan apa yang dituntut-Nya di dalam hidupmu. Kiranya saya mau orang-orang di GRII Sydney, tidak lagi merayakan Natal persis seperti dunia merayakannya yaitu hanya menikmati the presents of God, Gift of God. Saudara-saudara, saya mau supaya saudara melihat Dia sedang berintervensi untuk apa, dan apa yang sedang dikerjakan-Nya dalam hidup saudara. Kiranya Tuhan Yesus Kristus makin disembah, ditakuti, dihormati dan dikasihi di dalam hidupmu dan hidupku.


Matius 3:11-17 Yesus Kristus dimunculkan oleh Allah Bapa di tengah-tengah pelayanan Yohanes Pembaptis. Pada waktu itu, banyak orang berduyun-duyun dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Ini adalah suatu KKR besar yang kita lihat di dalam Perjanjian Baru, sebelumnya tidak pernah ada. Ini adalah seseorang yang diurapi dan dipakai oleh Roh Kudus dengan luar biasa untuk berkotbah di padang belantara. Baptisan Yohanes Pembaptis adalah baptisan untuk pertobatan. Pada waktu itu, arti pertobatan bagi seluruh orang Yahudi karena mereka menyadari satu kalimat: "Bertobatlah! Kerajaan Allah sudah dekat". Berarti Kerajaan Allah sudah dekat, berarti Tuhan akan berintervensi, berarti Mesias akan hadir maka mereka harus mempersiapkan harinya Tuhan. Satu persatu orang Yahudi bertobat sampai kemudian Yesus datang. Yesus dibaptis bukan karena Dia perlu disucikan atau dimurnikan. Yesus dibaptis bukan karena Dia perlu bertobat. Ketika Yesus datang, Yohanes Pembaptis mengatakan: "Aku tidak bisa membaptis Engkau”. Tetapi kemudian Yesus mengatakan: "Biarlah kita melakukan hal ini, karena ini untuk menggenapkan perintah dari Allah". Yesus kemudian berlutut di bawah Yohanes Pembaptis dan baptisan itu diberikan. Pada waktu itu Roh Kudus datang serupa dengan burung merpati dan ada kalimat dari Allah Bapa: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan". Saya sudah mengatakan minggu yang lalu bahwa baptisan menyatakan siapa Mesias dan apa pekerjaan Mesias. Pekerjaan Mesias yang pertama adalah Dia akan direndahkan. Dia akan direndahkan di depan seluruh umat manusia dan direndahkan sampai di atas kayu salib. Ini adalah perendahan diri Yesus Kristus. Mesias yang diutus oleh Allah yaitu Yesus. Yesus yang adalah Kristus memiliki dua pekerjaan utama. Pertama, Dia harus mati untuk umat-Nya. Untuk menebus umat-Nya, dia harus direndahkan. Perjalanan Kristus adalah perjalanan dari baptisan kepada salib. Baptisan adalah tempat pertama kali Yesus melayani di depan publik dan itu sudah langsung direndahkan karena yang membaptis lebih tinggi dari yang dibaptis. Yesus Kristus adalah yang dibaptis dan semua orang melihat Yohanes Pembaptis pasti lebih tinggi dari Yesus. Tidak! Ini adalah perendahan diri dari Kristus dan kemudian Kristus akan mengakhiri pelayanan-Nya secara publik di atas kayu salib. Jika sekarang kita melihat dalam Perjanjian Baru, begitu jelas tentang perjalanan Mesias yaitu dari satu perendahan menuju kepada perendahan yang lain, dari satu tempat untuk disalah-mengerti ke tempat lain yang disalah-mengerti. Ini adalah suatu perjalanan salib. Jika kita adalah orang Kristen maka disebut sebagai pengikut Kristus. Maka saudara dan saya rela pikul salib, rela untuk memiliki hati taat kepada Tuhan, rela untuk dibentuk oleh Tuhan. Yang disebut sebagai orang Kristen bukan kalau kita berdoa sebelum makan dan pergi ke gereja. Yang disebut sebagai orang Kristen artinya kita rela untuk memikul salib. Perhatikan baik-baik, orang yang rela untuk memikul salib di dalam Alkitab dinyatakan sebagai orang yang rendah hati. Sebagai aplikasi dari satu konsep teologia ini, hari ini saya akan berbicara beberapa hal rohani berkenaan dengan kerendahan hati. Rendah hati adalah taat kepada Allah. Definisi rendah hati adalah aku mau mendengarkan Firman-Mu dan mentaati-Mu. Rendah hati bukan sopan santun, bukan suatu kebaikan hati, bukan diukur oleh orang lain. Definisi rendah hati di dalam hidup dan di dalam Firman Tuhan menyatakan satu hal yang paling utama yaitu ketaatan kepada Tuhan. Yang taat adalah yang rendah hati, yang tidak taat meskipun orangnya suka memberi, meskipun murah hati, orang itu di hadapan Allah adalah orang yang sombong. Orang yang membuka telinganya, yang mau menyimpan Firman-Nya, yang mau mendengarkan pengajaran-Nya, dan menjalankan kehendak-Nya adalah orang yang rendah hati. Ketika melihat baptisan itu, selain kita akan menemukan hal yang paling utama di dalam Kerajaan Allah di dalam biblical theology berkenaan dengan Yesus adalah Mesias, hari itu adalah hari pagelaran Sang Anak Allah merendahkan hati-Nya, merendahkan diri-Nya di depan publik. Ketika saya merenungkan hal ini, hati saya tersentuh. Dua pribadi yang bisa dilihat dalam Perjanjian Baru dan dua pribadi yang luar biasa besar ini melebihi seluruh rasul. Yang satu adalah Yesus Kristus dan Dia adalah Anak Allah, yang satunya lagi adalah Yohanes Pembaptis, nabi yang dikatakan lebih besar dari seluruh nabi dalam Perjanjian Lama. Dua-duanya begitu rendah hati meskipun ini ada suatu perbedaan yang tidak bisa dibandingkan karena Yesus pasti jauh lebih rendah hati dari Yohanes Pembaptis tetapi saudara bisa melihat suatu keindahan yang luar biasa. Anak Allah turun, Alkitab mengatakan Dia adalah Anak yang ada di dalam dekapan Allah Bapa, Dia mendapatkan sukacita di dalam kekekalan dan kegembiraan yang tiada henti-hentinya. Sekarang Dia mau menjelma menjadi manusia, bersalutkan tubuh yang berpeta teladan dosa, yang bisa mati, yang bisa rusak, yang bisa disakiti. Sekarang Anak Allah bukan saja berpeta teladan dosa dalam tubuh-Nya tetapi Dia mau datang kepada seorang manusia yang diciptakan dengan tangan dan hembusan mulut-Nya, kemudian mau berlutut di depan umum. Ini adalah seorang yang luar biasa. Kalau melihat siapa Yesus Kristus dari ukuran manusia saja, Dia adalah orang yang luar biasa. Kalau saudara melihat Dia adalah Allah yang kekal yang datang dan mau berlutut di depan Yohanes Pembaptis, saudara bisa melihat bagaimana dia merendahkan diri-Nya dan merendahkan hati-Nya. Itulah sebabnya Yohanes Pembaptis mengatakan bahwa dirinya tidak layak untuk membaptiskan Yesus. Tetapi kemudian saudara perhatikan apa definisi rendah hati yang tadi saya katakan, Yesus menjawab: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah". Rendah hati tidak diukur orang itu baik kepada saya atau tidak, yang memberikan makanan kepada kita, yang senyum kepada saya adalah orang yang rendah hati karena saya adalah somebody yang diperhitungkan sebagai manusia, tidak! Itu adalah suatu pikiran yang self-centered (diri menjadi patokan untuk mendefinisikan sesuatu) tetapi kita harus melihat orang rendah hati atau tidak dari satu pikiran saja yaitu dia mau menggenapkan seluruh rencana Allah atau tidak, dia mau taat kepada Allah atau tidak. Itu namanya rendah hati dan di luar itu adalah kesombongan. Saudara mungkin baik sama saya, saudara mungkin baik dengan beberapa orang atau seluruh orang di sini, saudara pikir saudara adalah orang baik tetapi Alkitab tidak mengatakan hal demikian. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan setiap perbuatan baik pun adalah sesuatu kekotoran di hadapan Allah seperti kain kotor. Jangan bangga kepada dirimu sendiri, kepada moralitasmu sendiri! Ketika kita tidak mau mendengar Firman Tuhan, tidak mau bertobat, tidak mau untuk melakukan ketaatan di hadapan Allah, kita diperhitungkan sebagai orang yang luar biasa sombong/angkuh dan Allah begitu marah kepada orang-orang yang sombong. Orang-orang yang rendah hati mungkin keras kepada orang lain, orang-orang yang rendah hati mungkin sulit untuk dimengerti orang lain. Yesus adalah orang yang paling sulit dimengerti oleh seluruh manusia sampai saat ini termasuk kita tapi Dia adalah seorang yang rendah hati, Dia pemimpin dari seluruh umat-Nya, Dia Mesias, Dia adalah Anak Allah yang menghapus dosa dunia tapi Dia juga Anak Allah yang memberikan kepada kita contoh bagaimana kita hidup. Dia adalah pribadi yang rendah hati. Hanya orang yang rendah hati memiliki pertumbuhan rohani. Kerendahan hati adalah mau mendengarkan Firman dan menetapkan hati untuk mau taat maka itu adalah kunci untuk mengenal seluruh pribadi Allah dan rencana-Nya yang akan dibukakan kepada kita. Hanya orang yang rendah hati memiliki pertumbuhan rohani. Kalau saudara dan saya berada pada posisi yang tidak bertumbuh rohani berarti karena kita sombong di hadapan Allah. Kalau kita mau mengenal Allah, mengetahui rencana-Nya, jadilah orang rendah hati dan saudara akan mengerti Firman Tuhan dengan begitu jelas. C.S Lewis adalah seorang penulis yang brilliant sekali, awalnya adalah seorang atheis lalu kemudian menjadi orang Kristen. Dia adalah penulis buku anak-anak misalnya The Chronicles of Narnia dan banyak tulisan-tulisan lainnya. C.S Lewis menyatakan orang sombong sama sekali tidak mungkin akan mengenal Allah dan rencana-Nya, tidak mungkin mendapatkan apapun dari Tuhan karena C.S Lewis dengan sedikit bercanda mengatakan orang sombong selalu melihat orang lain lebih rendah dari dia tetapi engkau harus tahu Allah ada di atasmu. Orang yang selalu melihat/memandang lebih rendah orang lain dan segala sesuatu, tidak mau diajar, tidak mungkin akan kenal Tuhan karena untuk mengenal Allah harus melihat ke atas. Ini adalah suatu prinsip. Yesus Kristus mengatakan: “Aku bersyukur kepada-Mu Bapa di surga karena Engkau sembunyikan bagi orang-orang bijak/sombong tapi Engkau bukakan kepada orang-orang miskin yang kecil”. Ini tidak berarti kalau saudara tidak punya uang dan ada di kolong jembatan baru rendah hati. Ini tidak berarti orang kaya semuanya sombong. Banyak orang kaya yang hatinya baik dan rendah hati. Banyak orang miskin, yang tidak punya apa-apa tetap sombong luar biasa. Prinsip ini sama seperti akar segala kejahatan adalah cinta uang, bukan akar segala kejahatan adalah punya uang. Ada orang tak punya uang tapi jahatnya luar biasa karena hatinya cinta uang. Ada orang kaya punya uang tapi dia tak cinta uang, tetapi banyak juga orang kaya yang cinta uang. Hal-hal seperti ini bukan dilihat di depan tapi di dalam hatinya. Orang yang rendah hati akan dibukakan jalan Tuhan, orang yang rendah hati akan mengerti rencana Tuhan. Satu sikap yang baik adalah jikalau kita berada dalam kesulitan, air mata dan segala kepedihan apa pun saja, biarlah kita boleh berlutut kepada Tuhan dan mau belajar taat. Jikalau kita berada dalam posisi seperti itu, tak pernah tidak, Tuhan akan bukakan satu persatu. Tetapi kalau kita berpikir Dia adalah Allah yang sederajat dengan kita, Dia tak pernah akan membuka isi hati-Nya kepada kita. Itu adalah kunci dan sesuatu yang penting sekali. Kalau kita sungguh-sungguh takut kepada Tuhan, minta belas kasihan Tuhan untuk dibukakan seluruh rencana-Nya maka tak mungkin tidak, di dalam anugerah Tuhan yang besar di dalam Alkitab Tuhan akan berbicara kepada kita menyatakan rencana-Nya, menyatakan hal-hal yang mulia karena ini adalah jalan yang dituntut oleh Kristus karena Dia adalah contoh hidup sebagai satu pribadi manusia sejati yang menyatakan bagaimana harus hidup di hadapan Allah yaitu dengan kerendahan hati. Kerendahan hati adalah state of heart/attitude of heart. Kerendahan hati tidak tergantung dari posisi tinggi atau rendah. Saudara harus mengerti bahwa kerendahan hati adalah state of heart/attitude of heart. Kerendahan hati adalah di dalam hati kita mau taat kepada Tuhan atau tidak. Kalau orang sudah menetapkan diri taat kepada Tuhan, kadang Tuhan membawanya untuk menjadi kecil, dia harus taat; kadang Tuhan membawanya menjadi besar, dia harus taat. Semuanya bukan untuk diri tetapi semuanya demi Kristus yang kita taati. Biar kita boleh melihat prinsip Firman Tuhan ini dan tidak tertipu dengan fenomena. Seperti mengatakan hamba Tuhan yang bangun gedung gereja besar itu pasti dia sombong, maunya besar-besar, pasti sombong. Tidak! Segala sesuatu adalah dari ketaatan. Ada orang yang dipanggil kecil, ada orang yang dipanggil besar, ada orang yang dipanggil menjadi orang yang kaya dan ada orang yang dipanggil menjadi orang yang miskin, ada orang yang dari bawah dinaikkan ke atas dan yang dari atas diturunkan ke bawah. Saudara perhatikan baik-baik, Abraham keluar dari Ur-Kasdim maka Abraham keluar dari orang yang kaya menjadi perantau biasa. Sebaliknya dengan Daud, anak yang sama sekali tidak dilihat oleh orang tuanya dan orang lain tetapi Tuhan mengurapi dia dari seorang penjaga kawanan kambing domba saja kemudian Tuhan naikkan dia sampai memiliki kekayaan yang luar biasa, saudara tidak pernah bisa mengatakan Daud adalah seorang yang sombong karena dia adalah orang yang sungguh-sungguh dekat di hati Tuhan. Kalau melihat Nehemia yang merupakan juru minuman raja dan dia ada di istana raja lalu Tuhan menyuruh dia pulang ke Yerusalem untuk membangun tembok Yerusalem, mengawasinya dan orang seperti ini artinya menjadi mandor bangunan. Saudara bisa bayangkan seorang juru minuman raja diturunkan pangkatnya menjadi mandor bangunan. Sebaliknya, Daniel adalah orang yang tak ada apa-apanya pada waktu remaja, mungkin pada waktu Nebukadnezar datang, dia sedang main bola dan dibawa secara paksa pergi ke Babel, dilatih dan Tuhan menyertai dia dan dia menjadi seorang perdana menteri yang melayani 6-7 raja yang pernah hidup. Ini adalah orang-orang yang Tuhan angkat. Saudara tidak akan mendapatkan dosa Daniel dituliskan di dalam Alkitab, Tuhan berkenan kepada dia. Maka sekali lagi, masalah menjadi orang rendah hati atau orang sombong bukan pada kedudukan. Menjadi orang rendah hati atau sombong adalah pada hati saudara yang saudara tetapkan di hadapan Allah seperti apa. Kerendahan hati akan mendapatkan pengujian pada titik-titik krusial. Saudara tidak akan memiliki satu kerendahan hati atau memiliki satu kesombongan kalau dibandingkan dengan orang yang jauh melebihi saudara. Misalnya saya tidak pernah iri dengan Pak Tong, mau iri sampai selangit pun tak bisa mengejar dia. Semua orang mengatakan: saya tidak iri, saya orang rendah hati dan saya mau belajar dari dia. Semua mengatakan demikian karena dia ada di atas dan penuh dengan talenta, kita mau iri apanya. Tapi kalau saudara-saudara bertemu dengan seorang yang satu level, yang kurang lebih ekonominya, pekerjaannya kurang lebih sama, bidangnya sama, sama-sama diperhadapkan di dalam satu gereja dan dalam satu pelayanan yang sama, di situ ujian kerendahan hati muncul. Tak mudah! Di saat seperti itu, saudara mulai iri hati, mulai ingin lebih besar dari orang itu, mulai untuk tidak mau mengikut Kristus Yesus. Apalagi kalau saudara adalah orang yang sudah makan asam garam, sudah berumur, sudah kerja di mana-mana lalu ketemu orang yang lebih muda, biasanya saudara akan hina dia, biasanya saudara akan berkata bahwa dia tidak tahu apa-apa, saya sudah tahu dari dulu. Saya sudah sering mendengar kalimat itu ratusan kali tetapi saya bersyukur kepada Tuhan karena memang lebih baik kita pada status posisi tidak tahu apa-apa sehingga saya bisa belajar. Salah satu pelajaran yang saya pelajari adalah jangan sombong. Kalau saudara adalah orang yang sudah makan asam garam dan mengerti banyak hal, saudara pikir anak-anak kecil dengan hal-hal sederhana tak ada gunanya lalu kemudian meninggikan diri. Yesus Kristus mengatakan jangan engkau hina anak kecil karena merekalah yang empunya kerajaan Surga. Saya katakan satu prinsip ini yaitu Yesus tunduk, Yesus menekuk lututnya menghadap Yohanes Pembaptis. Siapa Yohanes Pembaptis? Nothing, di hadapan Kristus tidak ada apa-apanya, dia manusia yang berdosa, tetapi Dia menjadi contoh seluruh gereja untuk mau menundukkan diri kepada seorang yang juga memiliki umur yang tidak beda jauh dari Dia, se-level dengan Dia dan kemudian Dia menundukkan diri kepada Yohanes Pembaptis. Ini adalah perendahan diri, perendahan hati dari Anak Allah kepada satu manusia yang berdosa. Saudara melihat cara Tuhan yang Tuhan inginkan untuk kita boleh hidup di tengah-tengah dunia ini. Jadilah orang yang rendah hati dan kita melihat ini yang dikerjakan oleh Yesus Kristus. Apa pekerjaan Mesias? Pekerjaan Mesias yang pertama adalah salib dan untuk memikul salib, Dia harus merendahkan diri-Nya di hadapan Allah. Pekerjaan Mesias yang kedua yang besar adalah Pentakosta maka dikatakan Roh Kudus turun ke atas Yesus Kristus. Itu mau menyatakan siapa yang nantinya akan membaptis umat-Nya dengan Roh Kudus yaitu Mesias ini. Pada waktu hari Pentakosta, ketika Yesus Kristus sudah naik ke atas kemudian mencurahkan Roh Kudus-Nya kepada gereja-Nya. Itu adalah hari lahirnya gereja. Gereja ada karena Roh Kudus bekerja di dalamnya dan ketika Roh Kudus bekerja di dalamnya maka gereja dicelikkan dengan pekerjaan Kristus yang ada di atas kayu salib. Ini adalah pekerjaan Mesias yaitu pertama harus mati di atas kayu salib dan kedua membaptis umat-Nya dengan Roh Kudus. Dua hal ini yaitu salib dan Pentakosta adalah satu hubungan yang tidak terpisahkan dan ini adalah pekerjaan Mesias yang menghasilkan dua hal ini. Pentakosta selalu dimengerti memberikan karunia-karunia. Pentakosta harus dimengerti sebagai kuasa untuk mengerti secara penuh apa arti salib. Maka orang-orang yang ada di Pentakosta diurapi oleh Roh Kudus. Petrus berkotbah tentang Yesus Kristus yang tersalib, bukan berkotbah mengenai karunia bahasa roh, karunia lidah, karunia yang lain, dia berkotbah tentang siapa Yesus Kristus. Itulah sebabnya maka Yohanes Pembaptis mengatakan satu kalimat “aku bukan Mesias” saat orang-orang bertanya kepada dia. Aku membaptis kamu dengan air tapi nanti Mesias yang datang akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Roh Kudus bicara mengenai keselamatan, api bicara mengenai penghakiman dan penghukuman. Di dalam ayat 12 dikatakan alat penampi sudah di tangan Kristus, Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan. Yohanes Pembaptis bukan Mesias lalu siapa engkau dan siapa Mesias itu? Aku membaptis dengan air dan akulah orang yang berseru-seru di padang gurun itu, aku bukan Mesias. Kalau Mesias itu datang, Dia akan membaptis engkau dengan Roh Kudus dan dengan api. Sekali lagi, pekerjaan Mesias yang kedua adalah Pentakosta dan karena Pentakosta itu Mesias akan membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api yaitu yang satu diselamatkan, yang satu dihakimi. Tidak pernah dari saudara, saya dan seluruh umat manusia di dunia ini yang berada dalam status quo. Ketika saudara mendengarkan Injil, ketika mendengarkan hamba Tuhan berkotbah, ketika membaca Firman Tuhan, ketika melihat Kristus Yesus maka hanya dua kemungkinan di dalam diri umat manusia sepanjang jaman yaitu saudara diselamatkan atau saudara dihakimi di dalam kekekalan. Ini adalah berita yang satu penghiburan dan yang satu kecelakaan. Dikatakan dalam Alkitab, Yesus Kristus datang jangan sangka Aku akan memberikan damai di bumi, tidak! Aku datang untuk menyatakan api, Aku datang akan memberikan pedang. Orang-orang akan terpisah dari isi keluarganya satu persatu. Itu mau menyatakan pekerjaan Mesias adalah salib dan Pentakosta. Salib dan Pentakosta akan menghasilkan dua golongan yang berbeda yaitu yang satu akan diselamatkan dan satu lagi yang tidak percaya akan dihukum/dihakimi. Saya tidak tahu saudara ada di bagian mana. Ayat-ayat ini selalu saya ingat ketika saya berada di dalam setiap KKR, saya selalu ingat ketika mengabarkan injil sudah dengan sepenuh hati dan berpeluh lalu saya mengatakan siapa yang mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat? Siapa yang membuka hati dan mau taat kepada Dia? Saya tahu bahwa panggilan itu akan membelah seluruh pendengar menjadi dua bagian. Ada yang mengatakan “saya mau” dan ada yang mengatakan “tidak, aku tidak percaya, aku tidak mau terima”. Maka orang-orang tersebut dikatakan di dalam Alkitab adalah orang-orang yang akan dihakimi. Gereja memiliki kuasa untuk itu, gereja memiliki kuasa untuk menutup dan membuka, Firman Tuhan memiliki kuasa untuk memisahkan domba dan kambing, semua dikatakan dalam Alkitab. Jika saudara beritakan Injil kepada satu demi satu orang, saudara akan tahu Injil akan memisahkan, Injil akan membuat orang takluk, Injil akan membuat orang berontak. Alkitab dengan jelas menyatakan Dia yang akan datang akan membaptis engkau dengan Roh Kudus dan dengan api. Dia akan memisahkan umat manusia bahkan kita sendiri di sini menjadi dua bagian. Saya tidak tahu saudara ada di mana, saya tidak tahu saudara yang menerima Roh Kudus atau saudara yang akan menerima api. Kiranya Tuhan menolong membuat kita diselamatkan.
 
 

Pada hari Natal, minimal ada tiga hal terpenting yang tidak boleh dilupakan ketika saudara merayakan Natal. Natal adalah tentang Kristus itu sendiri. Saudara harus mengingat Kristus, mengingat pribadi Kristus dan apa yang menjadi isi hati dan tujuan-Nya Dia hadir di tengah-tengah dunia ini. Ingat pekabaran Injil Natal adalah peperangan rohani. Natal berarti Allah oknum kedua Tritunggal, datang ke dunia ini. Dari tidak terbatas menjadi terbatas. Yang Roh, sekarang mengambil rupa daging yang berpeta teladan budak dan berpeta teladan dosa. Ini adalah Natal. Saudara perhatikan, ini adalah satu pribadi Kristus yang hadir dari surga turun ke dalam dunia, satu-satunya titik kontak yang ada di dalam sejarah antara kekekalan dan kesementaraan. Bukankah dalam Alkitab ada tertulis: Kristus adalah Raja, Kristus adalah Nabi, Kristus adalah Imam, Kristus adalah Gembala yang agung, Kristus adalah Pendoa syafaat kita. Sebelum Dia memangku seluruh jabatan itu, sebelum jabatan itu dikerjakan oleh Dia dan diberikan oleh Allah Bapa kepada Dia, maka satu pekerjaan yang harus Dia kerjakan terlebih dahulu adalah Dia menjadi misionaris. Pada saat Natal, gereja bukan hanya bersekutu, tetapi gereja harus mengabarkan Injil. Kalau gereja sebagus apapun saja Theologianya, saudara dan saya tidak mengabarkan Injil, pasti kaki dian akan dipindahkan dari gereja ini. Sebaliknya, gereja yang mengabarkan Injil, dan bersemangat bagi Tuhan tetapi tidak memiliki Theologia, pasti cepat atau lambat tinggal hitungan waktu akan menjadi liar. Dua hal ini harus kita miliki. Satu, di dalam, kita berakar. Kedua, di luar, kita merambat. Ini adalah sesuatu spirit daripada Christmas, yaitu mengabarkan Injil. Misionaris. Ingat akhir zaman. Tidak ada yang tahu tepatnya kapan Yesus Kristus lahir. Pasti bukan tanggal 25 Desember. Kalau saudara menghitung dengan tepat, maka saudara akan mengerti bahwa hari mati dari Tuhan Yesus, Jumat Agung dan Paskah itu boleh sangat mendekati dari aslinya. Tapi kalau tanggal 25 Desember, pasti bukan hari lahirnya Yesus Kristus. Karena pada waktu itu gembala-gembala ada di padang dan kalau ada di padang berarti bukan musim hujan. Desember adalah musim hujan yang terlebat ada di Israel, sehingga pasti bukan tanggal itu. Tetapi dalam kedaulatan Allah, ada orang yang mengatakan ini adalah sesuatu pergolakan politik yang berdosa memindahkan itu, pun Tuhan pakai, itu namanya providensia Allah. Maka Dia memindahkan dari hari lahirnya Yesus Kristus yang kita tidak tahu, ke tanggal 25 Desember. Ini bukan tanpa arti, Allah bekerja di dalam gereja-Nya, di alam semesta dan juga dalam sejarah. Allah bekerja dengan Firman-Nya. Mengapa tanggal 25 Desember? Saudara perhatikan, tanggal 25 Desember, satu minggu setelah itu, pasti tahun baru. 25 Desember adalah hari Tuhan datang dan tahun baru adalah masa yang baru. Perhatikan baik-baik, dalam Alkitab, setiap Tuhan datang, itu selalu masa yang baru. Ketika Adam dan Hawa berdosa, begitu Tuhan datang, dia langsung harus keluar dari Taman Eden, itu adalah nasib yang baru. Begitu Tuhan datang di Bethlehem, itu adalah New Testament, New Covenant. Old Covenant and New Covenant, satu masa yang baru. Tuhan datang pada akhir zaman, itu juga masa yang baru, yaitu dari satu langit dan bumi yang baru dan pada waktu itu, nasib manusia ditentukan dalam kekekalan apakah di dalam neraka yang kekal atau di dalam surga yang kekal. Ketika berbicara berkenaan dengan Tuhan datang, itu artinya pada hari Natal, saudara harus ingat Eskatologi. Kita harus mengingat akhir zaman. Eschatos adalah last things. Logi/Logos itu adalah doktrin. Eskatologi adalah doktrin/ajaran mengenai hal-hal terakhir. Kitab Yohanes mengatakan, dulu Allah mengirim nabi-nabi-Nya, tetapi pada zaman akhir, Allah itu berbicara melalui Anak-Nya. Ingat Natal, saudara ingat Kristus, ingat mengabarkan Injil, ingat interospeksi karena hari baru, zaman baru, tahun baru akan tiba, dan kesudahan zaman akan tiba. Itu yang diajarkan dalam hikmat Allah dan kedaulatan-Nya. Ketika saudara mengingat Natal, ingatlah bahwa hidup kita sedang berjalan menuju titik akhir, bahwa suatu hari kita tidak akan ada di dunia lagi karena kita adalah seorang yang Alkitab katakan hanya musafir saja hidup di dunia ini. Pengkhotbah mengatakan, “letakkan kekekalan dalam setiap hati manusia”, kalimat itu begitu jelas sekali aplikasinya. Allah menetapkan kekekalan dalam hati kita dan bagi orang Kristen, saudara menyadari waktu yang menggeser, maka kita sebenarnya yang akan digeser dari dunia ini. Kita bukan pemilik dunia ini tetapi hanya sementara saja di dunia ini. Kita hanya punya hak guna pakai saja. Milikilah apa yang Alkitab katakan “Engkau adalah pendatang-pendatang di dunia ini”. Hari ini saya akan berbicara mengenai 5 mental musafir. Dalam Alkitab, orang-orang yang Tuhan pakai selalu memiliki mental musafir. Yosua, Musa, Abraham, semua nabi dan rasul, memiliki mental musafir. Sadar hidup di 2 kerajaan Kita harus sadar selalu bahwa kita hidup di dalam 2 kerajaan, warga negara dunia ini dan warga negara Surga. Tubuh kita ada di dunia tetapi hati kita milik Allah. Orang yang tidak sadar ini maka hidupnya akan sama dengan dunia. Martin Luther mengatakan hidup di dalam 2 kerajaan, two kingdoms. Satu adalah kerajaan dunia, satu adalah kerajaan surga. Kerajaan dunia berbeda dengan Kerajaan Surga. Jangan sama seperti dunia ini. Dunia ini dengan segala kenikmatannya akan hancur lenyap demikian kata Kristus Yesus. Jikalau kita memang anak Tuhan, kita harus menyadari bahwa kita adalah satu-satunya jenis makhluk hidup yang berada dalam tension 2 kerajaan ini. Kerajaan dunia penuh dengan orang-orang yang tidak mengenal Kristus. Orang dunia akan mencari sebisa mungkin makan dengan usaha apapun saja dan dengan etika apapun saja. Kita katakan tidak bisa. Kita ada di dalam kerajaan Surga, tetapi bisa kena PHK dan disakiti hatinya. Orang dunia begitu di PHK, begitu disakiti hatinya, maka dia akan membalasnya. Kita tidak bisa. Ini menjadi sesuatu yang sulit. Kita bukan orang dunia, karena kita milik Allah tapi ada di dunia. Tetapi kita juga belum pergi ke Surga, tapi kita milik Surga, ini jadi sesuatu yang sulit. Kalimat Yesus ini, menjelaskan dengan tepat bahwa kita berada dalam tension ini. Mari kita lihat Yohanes 17:9,14-17. Kalimat-kalimat Yesus ini dengan jelas menyatakan ada satu pembagian. Saudara dan saya berbeda dengan dunia. Saudara dan saya bukan dari dunia. Saudara dan saya dari Allah, dari Surga diletakkan di dunia ini. Jangan lupa engkau milik siapa. Biarlah kita boleh mengerti seorang musafir adalah seorang yang bermental sadar selalu berada di dalam 2 kerajaan, kerajaan Allah dan kerajaan dunia. Kita tidak boleh ikut serta dalam dunia meski kita hidup di dalam dunia. Memiliki cara pandang alkitabiah Mental musafir selalu memiliki cara pandang Alkitabiah/Biblical. Itu tidak berarti doa itu tidak perlu, tidak. Itu tidak berarti praise and worship itu salah, tidak. Yang saya katakan adalah yang paling penting adalah Firman. Manusia bahkan di dalam gereja, ingin berbicara dengan Tuhan, tetapi tidak pernah memberikan kesempatan Tuhan bicara dengan kita. Yesus Kristus menyatakan satu kalimat, dan kalimat ini mendefinisikan seluruhnya. “Barangsiapa mengasihi Aku, dia akan mentaati Firman-Ku.” Tidak pernah ada kalimat yang lain “Barangsiapa mengasihi Aku, dia akan berdoa pagi, siang, sore, malam.” Tapi berdoa perlu atau tidak? Perlu! Raksasa-raksasa rohani adalah orang yang berdoa. Tapi selain berdoa, dia digerakkan oleh Firman. Mengerti Firman itu penting. Mengerti Firman itu akan memberikan kepada kita arah, karena Firman adalah penunjuk arah, penerang, dan yang menyucikan. Sucikan mereka dalam Firman-Mu. Apa yang menyucikan kita? Di dalam Alkitab cuma 3. - Pertama, darah Kristus menyucikan (1 Yohanes). - Kedua, Roh Kudus adalah Roh yang menyucikan dan - Ketiga, Firman itu yang menyucikan. Firman itu penting sekali. Karena Firman itu akan mengfokuskan kita kepada kemuliaan Kristus. Dunia ini penuh dengan hal-hal yang akan memikat hati kita. Saudara ingat, kita ada di dalam 2 kerajaan, kerajaan dunia dan kerajaan Allah. Dan kalau kita ada dalam kerajaan dunia ini, dunia ini penuh dengan hal-hal yang mengikat hati kita. Pertama kali manusia jatuh ke dalam dosa, Hawa melihat buah itu dan Alkitab mengatakan buah itu menarik hatinya. Mari kita cek di dalam hati kita. Apa yang saudara lihat kemudian saudara terpikat? Bukankah itu kemudian akan menjebloskan kita ke dalam dosa yang mengikat? Dunia ini bukan dunia yang netral. Dunia ini begitu indah kemasannya, saudara akan terpikat. Hawa melihat buah itu dan buah itu menarik hatinya. Dia terpikat. Alkitab menyatakan orang yang mengikuti jalan ini di dalam 1 Yohanes 2 dikatakan orang yang mengikuti jalan dunia ini dengan seluruh keinginannya, akan lenyap. Ada satu jenis tanaman, yang memiliki bau yang luar biasa memikat lebah/lalat. Tanaman ini juga memiliki lendir yang sangat kuat. Lalat/lebah akan tertarik kemudian dia akan meletakkan kakinya di lendir itu, dan menyedot lendir itu dengan mulutnya dan dia akan menikmati lendir tersebut, tetapi ketika dia sudah menempelkan kakinya dan menikmati dan dia mau terbang, ketika dia mau terbang, dia menyadari bahwa kakinya itu tidak bisa diangkat karena lengket dengan lendir tersebut. Dia kemudian menyadari bahwa dirinya tidak bisa lepas, dan kemudian dia berusaha sekuat tenaga begitu sekuat tenaga, lendir kanan kiri akan lengket ke tubuhnya, dan perhatikan apa yang terjadi ada sesuatu yang menarik. Lalat ini ingin lepas tetapi di tempat yang lain dia terus menghisap dengan kenikmatan. Dia menikmati, tetapi dia ingin lepas. Sama seperti itu saudara-saudara! Kita begitu melihat dunia dan memperhatikannya, saudara akan terpikat dan setelah terpikat, saudara-saudara menyadari pendeta itu bilang aku berdosa, aku tahu, aku ingin lepas. Saudara ingin lepas tetapi tidak bisa lepas, tubuh saudara ingin terus menikmati. Apa yang terjadi akhirya pada lebah tersebut? Lebah itu kemudian akan berusaha untuk menggerakan tubuh itu tetapi tidak bisa dan lendir akan menutupi seluruh tubuhnya, pada akhirnya saudara akan melihat sayapnya itu akan bergerak sedikit kemudian akhirnya diam, karena semakin dia bergerak sedikit, semakin seluruhnya akan terikat dan setelah itu dia hanya akan bisa menghisap-hisap, kemudian lendir akan menutupi mulutnya juga dan kemudian diam. Tinggal tunggu dalam hitungan detik, tiba-tiba bunga itu akan menutup dan membuka kembali, saudara akan menemukan tubuh lalat sudah dihisap seluruhnya oleh bunga tersebut, dan itu yang dilakukan dunia kepada kita. Ini adalah peperangan di dalam konsep beauty. Kalau kita melihat sesuatu yang indah dari dunia, saudara tidak bisa lepaskan karena hati saudara terpikat kepada dia. Maka satu-satunya untuk melepaskannya adalah hati saudara harus terpikat kepada sesuatu yang lebih indah daripada dunia. Dan itu adalah keindahan dari Kristus (the beauty of Christ). Apa yang lebih mulia daripada dunia ini, yaitu the glory of Christ. Tetapi permasalahannya, saudara bisa dapatkan di mana? Satu-satunya, Firman. Itu sebabnya jika saudara dan saya tidak terus menerus mendalami Firman, sehebat apapun janjimu, pasti gagal. Sehebat apapun engkau punya perjuangan menjadi orang Kristen, pasti setan akan mengalahkan kita. Di dalam 2 Korintus 4:4, Firman itu menyatakan kemuliaan kepada Kristus. Banyak orang tahu bahwa Kristus mulia, tetapi tidak pernah punya pengalaman dan pengenalan dengan Kristus yang mulia, karena tidak membaca Firman. Makin saudara dan saya melihat satu bagian Firman, maka saudara dan saya akan dibukakan oleh kemuliaan Kristus dan makin saudara dan saya terpikat oleh kemuliaan Kristus dengan sendirinya saudara-saudara akan tidak terpikat dengan kemuliaan dunia ini. Mental musafir adalah mental berperang mematikan dosa Mental musafir adalah mental berperang, bukan santai. Kita menikmati hidup di dalam Tuhan itu benar, tapi bukan enjoy life. Hidup di dalam Tuhan adalah hidup yang diberikan pergumulan-pergumulan untuk kita boleh bertumbuh. Spiritual Warfare. Selalu milikilah hati yang penuh dengan urapan dan api dari Surga untuk berperang terhadap dunia ini terhadap setan dan terhadap dosa. Ini adalah suatu Theologia tentang war yang penting. Sejak manusia jatuh dalam dosa, nubuatan Allah yang muncul pertama kali diucapkan oleh Tuhan di Surga kepada manusia, bukan oleh nabi. Oleh Allah, adalah “Aku akan mengadakan permusuhan antara keturunanmu dan keturunannya”. Nubuatan pertama Allah itu bukan damai tetapi perang. Saudara jangan pernah berpikir bahwa kita bisa hidup damai di dalam dunia kalau kita sungguh adalah murid Kristus. Kita selalu berada di dalam pergumulan, tension, struggle, peperangan. Perang terhadap dosa, setan, dunia ini, dan peperangan itu tidak ada habis-habisnya sampai mati. Sungguh-sungguh peperangan itu begitu intense. Di dalam Alkitab, seluruh ayat Alkitab itu adalah penting adanya. Tetapi hanya ada beberapa ayat Alkitab atau beberapa kejadian di dalam Alkitab di mana Allah Tritunggal hadir bersama-sama. Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus. Salah satunya adalah pada waktu Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Di situ Allah Bapa bicara, Allah Roh Kudus datang, Allah Anak ada. Satu peristiwa dimana 3 pribadi oknum Tritunggal hadir bersama-sama, tidak banyak. Salah satu perikop di mana Allah Tritunggal hadir bersama-sama adalah di dalam Efesus 6, di mana ada peperangan rohani. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, dan engkau berdoa dalam Roh, dan engkau berdiri teguh di dalam Tuhan, seluruhnya Allah Tritunggal muncul bersama-sama. Ini adalah keseriusan. Seorang prajurit yang tidak sadar dirinya ada di medan pertempuran, dia pasti adalah prajurit yang pasti akan mati duluan. Kita harus berperang. Salah satu peperangan yang sengit itu bukan hanya di luar tetapi di dalam yaitu mematikan dosa. Mortification of Sin (John Owen). William Gurnall, seorang penulis Puritan, dia mengatakan, kalau engkau mau dipakai oleh Allah untuk berperang terhadap dunia dan setan, peperangan pertama yang harus engkau hadapi dan engkau bereskan adalah matikan terlebih dahulu dosamu. Mematikan dosa. Ini adalah mental musafir. Kesalehan Mental musafir adalah kesalehan (2 Petrus 3:11-14). Petrus menyatakan waktu itu akan datang. Bumi yang baru dan langit yang baru, dan sambil menunggu itu, Petrus katakan, engkau harus hidup saleh. Ini kata yang luar biasa penting. Kalau saudara-saudara membaca buku-buku Theologia abad ke 16, abad ke 17 maka saudara akan menemukan bahwa ini adalah satu Core. Calvin sendiri menulis satu buku khusus, Intituio bab 4, mengenai kesalehan hidup orang Kristen. Hidup di tengah dunia dengan prinsip Kristiani adalah hidup di dalam jalan yang sempit dan jalan itu adalah jalan kesalehan. Kesalehan dalam bahasa inggrisnya disebut Godliness, di dalam bahasa Yunaninya disebut Eusebia. Di dalam bahasa Latinnya Pietas/ Piety juga di dalam bahasa Inggrisnya. Dan di dalam Perjanjian Lama, maka saudara akan menemukan kata ini artinya adalah fear of The Lord, takut akan Allah. Dalam buku-buku Reformator dan bapak-bapak gereja, saudara akan menemukan satu prinsip ini, Inner Sanctum dari setiap orang Kristen adalah kesalehan dan hal yang paling dalamnya adalah Union with Christ. Hidup orang Kristen intinya adalah kesalehan, tetapi inti kesalehan itu adalah kesatuan secara mistik dengan Yesus Kristus, Union with Christ. Saya akan jelaskan agar saudara-saudara bisa menginterospeksi diri. Apa itu kesalehan? Kesalehan didefinisikan dalam tulisan Calvin dengan tepat seperti ini, kesalehan bukan terdiri dari ketakutan yang ingin melarikan diri dari penghakiman Allah, karena tidak bisa meluputkan diri maka timbul ketakutan, tidak! Kesalehan adalah perasaan tulus yang mengasihi Allah sebagai Bapa yang sama besar dengan rasa takut dan hormat kepada-Nya sebagai Tuhan, merangkul kebenaran-Nya dan takut menyakiti hati-Nya lebih daripada takut akan kematian. Itu adalah fear of the Lord. Takut karena di dalamnya itu ada dua ketakutan dan itu adalah ketakutan yang suci. Yang pertama adalah karena kita melihat kasih-Nya dan kita sungguh-sungguh takut dan hormat kepada Dia. Satu adalah sebagai Bapa dan satu adalah sebagai Tuhan. Kalau saudara-saudara terus menerus menekankan mengenai cinta kasih Allah, saudara tidak akan pernah memiliki kesalehan. Karena kesalehan ada faktor yang kedua adalah menghormati Dia sebagai Tuhan. Kalau saudara-saudara terus menerus bicara mengenai Tuhan yang menakutkan, itu adalah bukan agama Kristen. Agama Kristen adalah Tuhan itu adalah Bapa tetapi kata Bapa disini adalah bukan seperti Bapa dunia, Bapa di sini adalah sebutan ancient near East, Timur dekat kuno. Dan Timur dekat kuno itu my Father, my Lord, my King. Maka ini adalah bicara mengenai yang transcendent dan immanent menjadi satu. Yang jauh dan dekat menjadi satu. Yang penguasa itu memperhatikan kita, tetapi Dia tetap penguasa. Berjalanlah di dalam pemikiran seperti ini. Visi kekekalan Mental musafir adalah berjalanlah dengan mempertahankan visi eternity, visi kekekalan. Ibrani 11:13-16 adalah catatan mengenai orang-orang hebatnya Allah. Saudara akan menemukan saksi-saksi iman. Saudara-saudara akan menemukan orang-orang yang dengan gagah perkasa beriman kepada Allah dengan seluruh kesulitan hidup mereka, bahkan dunia ini akan mematikan mereka, tetapi tidak bisa menaklukan mereka. Penulis Ibrani, menuliskan mereka semua disebut sebagai orang yang beriman, Abraham adalah bapa beriman, dan mereka adalah saksi-saksi iman, mereka memiliki satu penglihatan yang sama. Ibrani 11:13 mengatakan mereka semua merasa diri adalah musafir, dan mereka itu memiliki satu penglihatan yang sama yaitu visi kota Allah yaitu Sion. Saudara, hiduplah di tengah-tengah dunia dengan terus-menerus mata dan hati saudara memandang ke Surga. Saudara bukan hidup untuk dunia tetapi akan menuju kepada kota Allah itu. Mempertahankan visi kekekalan. Jonathan Edward berseru di dalam doanya “Oh Lord, stamp my eye-balls with eternity.” “Oh Tuhan, beri cap kekekalan pada bola mataku.” Hidup ini adalah perjalanan, bukan menuju kematian. Hidup ini adalah perjalanan menuju ke kota Allah yaitu Sion, perjalanan menuju kekekalan. Seorang Bishop dari Scotland yang sangat terkenal, dia mati muda, tetapi dipakai oleh Tuhan luar biasa, Robert Murray M’Cheyne, kalau saudara-saudara melihat kuburannya di Scotland, terdapat tulisan “Eternity”. Pembuat kuburan itu mau menyatakan, Robert Murray M’Cheyne tidak ada di situ, dia ada di dalam kekekalan. Saudara-saudara, lihatlah yang kekal. Lihatlah Kristus duduk di sebelah kanan Allah Bapa di surga. Ada tulisan seorang puritan yang luar biasa “The Saints’ Everlasting Rest”. Rest orang-orang yang suci yaitu di dalam kekekalan itu. Mempertahankan visi kekekalan menyebabkan kita tidak akan dikalahkan oleh dunia ini. Saya akan akhiri dengan seorang yang bernama Adoniram Judson, misionaris yang pergi ke Burma, dia mengalami kesulitan demi kesulitan dalam hidupnya sebagai seorang misionaris. Sepanjang 7 tahun hanya ada 1 orang yang bertobat. Istri pertamanya mati dan kemudian dia mengalami begitu banyak penyakit dan juga penjara. Terakhir kali, dia berada di dalam sebuah kapal, dan hampir mati, sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya, dia mengatakan “Hatiku sekarang sangat bergembira, aku sangat senang, seperti seorang anak yang pulang dari sekolah ke rumah, aku sangat kuat sekarang, aku akan bertemu dengan Kristus.” Hatinya rest itu ada pada rumahnya yang sesungguhnya. Saudara bisa pergi ke manapun saja. Pada waktu saudara sudah pergi 20-30, dalam hatimu saudara tetap ingin pulang rumah bukan? The Saints’ Everlasting Rest. Rumah kita bukan ada di dunia ini. Kita hanya musafir. Saudara, pandanglah kekekalan dan engkau akan mendapatkan sesuatu kedamaian yang sejati dan kekuatan untuk hidup di tengah-tengah dunia ini. “Oh Lord, stamp my eye-balls with eternity.” Kiranya saudara-saudara menyadari, sepanjang satu tahun ini apakah kita hidup persis dunia atau kita itu sungguh-sungguh hidup seperti anak Tuhan yang Tuhan nyatakan sebagai seorang musafir. Dan jikalau belum, bertobatlah, tahun depan, saudara ingat 5 hal ini, itu akan memberikan kekuatan, direction, fokus hidup yang sesungguhnya, sebagai umat Tuhan.
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more