Ringkasan Khotbah

14 August 2016
Natal dan Kenapa Ada Kejahatan
· Matius 2 : 13-18 Peristiwa di Martin Place, Sydney dan kemudian di Cairns, ada 8 anak dibunuh, peristiwa yang mengejutkan bagi orang-orang Australia ini sebenarnya biarlah mengingatkan kita apa yang sesungguhnya terjadi setiap hari dan setiap jam di dalam dunia ini. Di dalam Alkitab, Matius 2, sebenarnya ketika Kristus datang ke dalam dunia juga di dalam keadaan seperti itu. Dari jaman dulu sampai jaman sekarang. Kristus datang ke dalam dunia, bukan ke dalam dunia yang aman dan nyaman, most liveable city in the world, tidak, tetapi ketika Kristus datang ke dalam dunia itu di dalam kekacauan, kerusakan, bangsa Israel sedang dijajah oleh Roma, dan kalau kita lihat di situ ada pembunuhan oleh Herodes. Karena tertipu, dia marah sekali, dia ingin membunuh Anak itu dan kemudian karena tidak dapat Anak itu, maka dia membunuh bayi-bayi lain, anak-anak di bawah 2 tahun dibunuh semuanya karena Kristus datang ke dalam dunia. Ketika tahun ini kita merayakan Natal lagi, itu merupakan satu anugerah Tuhan yang besar dan sekaligus satu hal yang patut kita syukuri, kita memuji Tuhan atas segala kebaikan yang Tuhan berikan, akan segala pimpinan Tuhan. Tetapi sesungguhnya selalu di dalam Alkitab, di dalam hidup anak-anak Tuhan di tengah segala kesukaan, tetap kesukaan orang Kristen adalah di dalam kepedihan. Sorrowing but yet rejoicing. Di dalam kesedihan tetapi sekaligus di dalam sukacita. Kita akan pikirkan bersama bagaimana kita boleh berdukacita di tengah-tengah dunia yang melihat segala dosa dan kejahatan manusia, tetapi sekaligus kita boleh tetap bersukacita di dalam Tuhan di dalam kehendak dan pimpinan-Nya yang berdaulat atas kehidupan kita, seluruh alam semesta ini. Dua hal yang saya coba pikirkan dengan peristiwa yang terjadi di Sydney, dan juga terjadi di tempat lain. Saya mengamati ada dua hal yang menurut prinsip Alkitab yang menarik sebenarnya. Dalam keadaan tegang, di dalam keadaan mereka khususnya ketika menunggu belasan jam akan orang-orang di dalam hostage. Dua kata yang sering muncul di dalam keadaan itu adalah let us hope and pray. Kita berharap dan berdoa. Saya kadang-kadang heran waktu mereka dalam keadaan seperti demikian mereka boleh mengatakan ini. Orang-orang di Australia, salah satu benua yang sangat gelap, yang semakin hari semakin sekuler, semakin hari semakin tidak ada Tuhan. Tetapi di dalam keadaan seperti itu maka kemudian mereka mengatakan marilah kita hope and pray, marilah kita berharap dan berdoa. Tetapi persoalannya adalah berdoa kepada siapa? Karena mereka sendiri sudah declare mereka atheis, mereka tidak percaya Tuhan, gereja-gereja Australia semakin kosong. Harap kita boleh melihat di situ, di dalam keadaan yang demikian, mereka mau tidak mau mengatakan mari kita berharap dan berdoa. Kedua adalah kita sebenarnya hidup di jaman post modern yang sekali lagi menolak hal-hal yang bersifat absolut. Seorang penulis mengatakan satu-satunya yang mereka yakini yaitu bahwa there is no absolute truth. Tidak ada kebenaran yang absolut. Tetapi sekali lagi di dalam keadaan seperti Sydney siege, ISIS, Taliban membunuh 140 anak-anak yang masih kecil di sekolah mereka, orang-orang dunia mulai mengatakan ini adalah kejahatan, mereka boleh mengatakan dengan conviction yang dalam ini adalah pure evil. Di dalam jaman post modern adalah jaman yang sebenarnya tidak ada yang absolutely wrong, tidak ada absolutely evil, kejahatan dalam jaman post modern adalah seperti film Forest Gump. Film itu diawali dan diakhiri dengan bulu yang terbang kemana-mana. Tidak bisa ambil keputusan. Indecisiveness. Itu adalah ciri-ciri orang-orang post modern yang di dalam keadaan menghadapi kesulitan, penderitaan, kejahatan yang besar, maka sebenarnya mereka mulai mengatakan ini adalah pure evil, ini adalah kejahatan yang betul-betul absolut. Persoalannya adalah ketika mereka mengatakan ini adalah kejahatan yang absolut, dengan conviction mengatakan ini adalah pure evil, sesungguhnya mereka mau mengatakan sebenarnya mereka menerima adanya absolute truth, absolute goodness. C.S. Lewis mengatakan orang-orang yang membenci, yang marah dalam keadaan seperti demikian baru sadar ini adalah kejahatan, dengan yakin ini adalah kejahatan yang harus kita tolak, tetapi sesungguhnya sebenarnya secara tidak sadar mereka mengatakan di balik pikiran mereka adanya absolute good. Kebaikan yang absolut. Bahwa ada Allah yang memberi standar apa yang absolut yang jahat dan yang baik. Tuhanlah yang memberi standar itu sehingga mereka baru bisa mengatakan bahwa ini adalah absolute evil dan ini adalah absolute good. Paling tidak ada 4 prinsip tentang apa yang Alkitab katakan tentang fakta mengapa adanya kejahatan dan pembunuhan, adanya kekejaman yang begitu rupa yang terjadi di tengah-tengah dunia ini. Kejahatan ada atas ijin Tuhan Dari Amsal 21:1. Ultimately adalah karena Allah yang mengijinkan kejahatan itu terjadi. Alkitab menyatakan kepada kita, dosa ada di tengah-tengah dunia ini bukan karena Allah tidak mampu menahan dosa, bukan karena Allah yang tidak berdaulat atas segala sesuatu, tidak! Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa Allah adalah Allah yang berdaulat atas segala sesuatu. Hati raja adalah seperti batang air di tangan Tuhan, dialirkan ke mana Dia ingini. Dia mengalirkan sesuai dengan keinginan-Nya. Allah adalah Allah yang berdaulat atas segala sesuatu, selembar rambutmu pun tidak akan jatuh kecuali dikehendaki oleh Tuhan. Yesaya 46 mengatakan: Tuhan berkata, “Akulah Allah dan tidak ada seperti Aku.” Keputusan-Ku akan terjadi dan segala kehendak-Ku akan terlaksana. Jadi jikalau ada kejahatan dan kekejaman di tengah-tengah dunia ini, mengapa Tuhan mengijinkan terjadi seperti itu? Ultimately adalah karena sebenarnya Tuhan mengijinkan dosa masuk dari mulai Adam dan Hawa. Tuhan mengijinkan itu. Iblis sebenarnya tidak bisa berbuat apa-apa kalau tidak diijinkan. Tentu pertanyaan selanjutnya adalah kenapa Allah mengijinkan kejahatan-kejahatan yang begitu dahsyat terjadi di tengah-tengah dunia ini? Jahatnya Dosa Tuhan mau menunjukkan betapa mengerikannya dosa itu. Ketika Kristus lahir, ada bayi-bayi dibunuh. Mengapa hal itu terjadi? Ketika manusia melawan Tuhan, melawan kehendak-Nya, maka manusia menjadi begitu jahat dan begitu kejam. Suatu kali pemeran Passion of The Christ, Jim Caviezel, diwawancara di TV. Filem Passion of The Christ adalah filem yang penuh kekejaman, kekerasan terjadi di situ khususnya ketika Tuhan Yesus dicambuk, dihajar sampai mengerikan luar biasa. Reporter menanyakan kenapa engkau main film begitu mengerikan, ketika Tuhan Yesus disiksa seperti demikian, maka Jim mengatakan satu kalimat yang saya rasa tepat: Memang mengerikan. Memang betul yang kamu katakan mengerikan, kejam, dan mengerikan luar biasa dan itulah dosamu dan dosaku. Terjadi di tengah-tengah dunia ini karena memang itulah ketika manusia melawan Tuhan. Kejahatan-kejahatan yang terjadi secara real dinyatakan. Orang-orang marah luar biasa, orang-orang benci dan murka sedalam-dalamnya ketika melihat kekejaman, kejahatan yang sedemikian rupa. Tetapi sebenarnya itu adalah Tuhan mau menyatakan itulah dosa manusia yang sebenarnya kadang-kadang tidak kita pikir, tidak kita lihat. Tidak lihat seperti yang Alkitab katakan ketika Tuhan mengatakan Ia adalah terang dan di dalam Dia tidak ada kegelapan sama sekali. Dia adalah suci. Ketika kita mengenal Allah, berhadapan dengan Tuhan yang suci yang adalah terang, di dalam Dia tidak ada kegelapan sama sekali. Ketika para serafim berkeliling memuji tahta Tuhan yang duduk di atas tahta dan mereka memuji Tuhan: Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, Yesaya melihat pandangan itu dan kemudian dia gemetar. Dia sadar, matilah aku, celakalah aku, aku manusia berdosa karena aku hidup di tengah bangsa yang najis bibir dan aku orang yang najis bibirnya. Najis yang melawan Tuhan. Dia mati. Seorang yang terhormat, Yesaya seorang yang sangat dihargai oleh orang Israel pada waktu itu, tetapi ketika dia berhadapan dengan Tuhan, melihat kesucian dan kemuliaan Tuhan, maka dia sadar betapa mengerikannya dosa. Celakalah aku, mati aku di hadapan Tuhan yang suci dan mulia itu. Tetapi di dunia ini tidak banyak orang menyadari kebobrokan seperti Yesaya menyadari kebobrokan dirinya di hadapan Tuhan. Manusia merasa sehari-hari seperti biasa saja terjadi. Ini sesuatu yang tidak kita lihat. Seperti mungkin kekayaan laut yang dicuri di Indonesia. Kita tidak tahu semua sebelum ini, kecuali orang-orang tertentu yang hidup di daerah kelautan dan perikanan. Kita tidak tahu bahwa menurut pemerintah, 300 trilyun setiap tahun kekayaan Indonesia, ikannya, lobsternya yang paling bagus dikeruk oleh negara asing. Ketika dibongkar, dikasih tahu inilah yang terjadi, baru orang marah dan mencaci maki serta setuju harus dibakar dan ditenggelamkan semua kapal asing itu. Demikianlah dosa manusia, yang kita baru sadari ketika kita melihat di depan mata kita. Puncak dari dosa, kejahatan, kekejaman dan juga sakit penyakit yang bukan hanya orang dunia alami tetapi juga orang Kristen alami, kita baru menyadari sebenarnya bahwa betapa mengerikannya dosa itu. Biarlah kita boleh sadar bahwa bukan hanya marah terhadap kejahatan, tetapi biarlah kita boleh melihat hati kita dan boleh menyadari itu adalah dosa kita juga. Tuhan murka dan membenci dosa karena di dalam Dia tidak ada kegelapan sama sekali. Dia adalah Terang itu. Kita perlu sekali menyadari akan hal ini, maka hal inilah yang mendorong kita untuk datang kepada Tuhan, kepada Kristus, sang Bayi kudus itu yang lahir 2000 tahun yang lalu. Tuhan ingin manusia mengenal-Nya Ultimately kedaulatan Tuhan. Tuhan yang mengijinkan dosa itu masuk. Kenapa manusia bisa jatuh dalam dosa, kita bisa pikir dengan segala macam cara, pasti pada akhirnya karena Tuhan mengijinkan itu terjadi karena Tuhan sendiri yang meletakkan pohon pengetahuan baik dan jahat di tengah-tengah taman itu. Kalau Tuhan tidak meletakkan pohon tersebut di taman itu, atau Tuhan tidak memberi perintah untuk tidak makan buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat itu, maka manusia tidak akan jatuh dalam dosa. Tetapi karena ada pilihan dan kehendak bebas pada waktu itu, dan Tuhan menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah, boleh memilih atau mengambil keputusan seperti Tuhan sendiri yang juga adalah seorang pribadi yang mengambil keputusan, bertindak, punya kehendak. Manusia juga diciptakan menurut gambar dan rupa Allah yang seperti demikian. Kita mungkin tidak akan bisa jawab seluruhnya kenapa manusia bisa jatuh dalam dosa dalam keadaan yang begitu baik yang Tuhan ciptakan. Yang Tuhan ciptakan semuanya sempurna, sempurna sebagai permulaan. Semua buah dari pohon di taman boleh dimakan semuanya kecuali satu pohon. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, diberikan sepasang laki-laki dan perempuan dan kemudian mereka diberi kerja semua hal yang manusia boleh kerjakan untuk hidup memuliakan Tuhan, untuk hidup berkenan, beribadah, dan menjadi hidup yang berkelimpahan yang Tuhan sediakan, itu semua Tuhan sudah siapkan. Tetapi hanya ada satu larangan, yaitu pohon pengetahuan baik dan jahat. Tuhan sengaja letakkan pohon itu sebagai ujian kepada manusia. Ujian pada manusia supaya manusia taat pada Dia bukan karena ada benefit, karena segala yang menguntungkan bagi manusia, tetapi karena Tuhan mengatakan pada manusia: "Aku menaruh itu supaya engkau taat kepada-Ku, apapun yang Aku katakan. Taat kepada-Ku, yang Aku perintahkan sudah jelas, taat kepada-Ku tanpa ada pikiran apapun." Taat dan percaya pada Tuhan, apa yang Tuhan katakan. Tuhan juga sebenarnya pasti sudah tahu bahwa Adam dan Hawa akan jatuh di dalam dosa. Tetapi kalau kita melihat selanjutnya, pertanyaannya adalah: Kenapa Tuhan mengijinkan hal itu? Dari situ pembunuhan, kekejaman dan kerusakan terjadi. Saya setuju dengan seorang teolog yang mengatakan bahwa Tuhan mengijinkan dosa itu masuk, untuk menyatakan karakter Dia yang lebih jelas kepada manusia. Allah mengijinkan dosa masuk supaya manusia sadar, makin mengenal Dia, karena ketika dosa masuk, Tuhan berjanji untuk mengampuni dosa manusia, Tuhan berjanji akan mengutus Anak-Nya yang tunggal, keturunan dari perempuan itu, untuk mati menanggung dosa manusia yang akan diremukkan tumit-Nya sementara Dia akan meremukkan kepala dari si ular. Dengan manusia jatuh dalam dosa dan kemudian Kristus datang ke dunia untuk menebus dosa manusia, maka Allah menyatakan karakter-Nya dengan lebih jelas. Karena di dalam konteks manusia yang berdosa itulah kemudian Allah mengutus Yesus Kristus datang ke dalam dunia. Dari mulai sebelumnya, dan konteks saat sampai Kristus datang sebagai bayi, banyak dosa, kekejaman dan kejahatan terjadi di situ. Tetapi dalam konteks itulah Kristus datang ke dalam dunia sebagai manusia, dan Dia mentaati, menderita seumur hidup-Nya bahkan sampai Dia mati di atas kayu salib untuk menebus dosa kita. Melalui seluruhnya itu, kejatuhan manusia dalam dosa, kedatangan Kristus, kematian-Nya, kebangkitan-Nya dari kematian, maka sebenarnya Tuhan mau menyatakan diri-Nya, menyatakan siapa Dia dengan lebih utuh dan jelas dan menunjukkan kemuliaan-Nya. Manusia baru menyadari bukan hanya betapa jahatnya dan ngerinya dosa, tetapi sekaligus manusia mulai menyadari betapa besarnya anugerah Tuhan melalui Yesus Kristus. Manusia makin menyadari melihat keadilan Tuhan yang murka terhadap dosa ketika menghukum Yesus Kristus di atas kayu salib, tetapi manusia sekaligus menyadari betapa besarnya kasih Allah. Keadilan Allah dan kasih-Nya dinyatakan melalui kedatangan, kematian di atas kayu salib, kebangkitan Kristus, manusia makin mengenal Dia. Melalui dosa masuk dan Kristus menebus dosa manusia, Allah juga menyatakan murka-Nya terhadap dosa tetapi sekaligus menyatakan belas kasihan-Nya kepada manusia. Tuhan juga menyatakan kesucian-Nya melalui hukuman-Nya terhadap dosa, tetapi sekaligus menyatakan bahwa Dia adalah Allah yang murah hati dan penuh dengan anugerah. Juga melalui kematian dan kebangkitan-Nya, kita boleh melihat kesabaran dan bijaksana Allah, sehingga melalui semuanya itu, Allah dan kemuliaan-Nya dinyatakan dengan lebih jelas daripada jika manusia tidak jatuh dalam dosa. Jadi dosa, Tuhan pakai di dalam kedaulatan-Nya, datang ke dalam dunia, kemudian Dia menebus langsung sejak manusia jatuh dalam dosa di Kejadian 3, bagaimana sejak kejadian itu Tuhan langsung berkata bahwa Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dengan perempuan ini, antara keturunannya dengan keturunanmu. Keturunannya akan meremukkan kepala si ular dan keturunan ular akan meremukkan tumitnya. Jadi sejak manusia jatuh dalam dosa sudah ada rencana, bahkan sejak dari kekekalan, itu dinyatakan pada saat itu bahwa Aku akan melakukan penebusan, akan mengampuni, akan memberikan jalan keluar bagi kesulitan manusia. Dan melalui seluruhnya itu Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya, diri-Nya, betapa besar-Nya kasih Tuhan sekaligus betapa murka-Nya Dia terhadap dosa. Dan inilah yang menguatkan dan mendorong kita. Tuhan bekerja di dalam segala sesuatu, termasuk penderitaan, dosa manusia untuk menyatakan diri-Nya, mau manusia kembali kepada Tuhan. Kisah Para Rasul 4:27-28, segala yang dilakukan Herodes, Pilatus, segenap Israel untuk melawan Yesus hanyalah untuk melaksanakan, tanpa mereka sadari sesungguhnya, segala sesuatu yang Allah telah tentukan dari semula. Jadi kalau kita bisa melihat, semua ditentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Nya. Kita makin mengenal, mengerti, sadar, betapa Allah di dalam segala kelimpahan karakter-Nya, kita makin mengagumi, menghormati dan taat kepada Tuhan. Inilah alasan yang ketiga kenapa Tuhan membiarkan dosa masuk, kenapa begitu banyak ada kejahatan di tengah dunia ini. Supaya kita memuliakan Kristus Supaya kita yang percaya kepada Kristus, mengalami dan menyatakan bahwa Kristus adalah segala-galanya. Dia lebih berharga dari apapun di dalam dunia ini. Kalau masih ada waktu yang Tuhan berikan, kita masuk akhir tahun 2014, biarlah kita boleh mengingat bahwa ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Hal ini mendorong kita untuk menyatakan kepada dunia bahwa Kristus adalah segala-galanya. Bahwa Dia lebih berharga dari apapun di dalam dunia ini. Paulus mengatakan di dalam Filipi: "Segala sesuatu aku anggap rugi karena pengenalan akan Kristus Yesus Tuhanku lebih mulia dari semuanya, bahkan segala sesuatu kuanggap sampah". Dalam bahasa Yunani, sampah sebenarnya kotoran hewan. Seperti kotoran hewan, aku jijik, aku mau buang, dibandingkan dengan memperoleh Kristus. Ketika kita mengalami kesulitan, penderitaan, bahkan kematian, bagaimana kita yang di dalam Tuhan meresponi. Tuhan menginginkan kita, mengingatkan kita bahwa Dia adalah segala-galanya, yang paling utama, Dia yang seharusnya dipegang sebagai harta yang paling berharga, bukan apa yang kita miliki, bukan rumah, bukan uang, bahkan bukan istri atau suami atau anak-anak kita. Itu adalah anugrah yang Tuhan berikan tetapi tidak boleh menjadi yang utama dalam kehidupan kita. Kesulitan, malapetaka, penderitaan, kematian yang kita alami yaitu menjadi suatu peringatan kepada kita bahwa kita boleh berkata seperti Paulus: "Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan". Habakuk 3:17-18 menjadi suatu keindahan yang baik yang dinyatakan kepada kita. Kesimpulan dari kitab Habakuk, kelaparan, segala penderitaan, kemiskinan yang mereka alami, aniaya, penderitaan, kehilangan yang mereka alami, anak-anak Tuhan khususnya, bagaimana kita bisa berespon pada keadaan itu baiklah menjadi suatu pengalaman dan kenyataan di tengah dunia ini bahwa sumber sukacitaku bukanlah hal-hal yang ada di dunia ini, tetapi biarlah kita boleh menyatakan bahwa sumber sukacitaku hanyalah di dalam Tuhan, di dalam Kristus. Seperti pemazmur mengatakan: "Sekalipun hatiku dan dagingku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya". Biarlah kesulitan yang kita hadapi, penderitaan, aniaya mengingatkan kita bahwa segala yang kita miliki ini bukan menjadi tujuan utama yang paling berharga dan penting di tengah dunia ini. Tuhan mengijinkan kesulitan dan aniaya terjadi, penderitaan, kejahatan terjadi di dunia ini bukan hanya bagi orang yang tidak percaya tetapi juga bagi anak-anak Tuhan. Tetapi bagi kita, anak-anak Tuhan, hal itu justru memberi pengharapan, kesadaran. Respons kita kepada dunia, hati kita yang mengalami, biarlah kita boleh menyatakan kepada dunia bahwa Tuhan adalah segala-galanya, yang paling berharga, bahwa sekalipun hatiku dan dagingku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. Karena di hadapan Allah ada sukacita berlimpah-limpah dan di tangan kanan-Nya ada nikmat senantiasa. Biarlah natal kali ini mengingatkan kita di tengah segala penderitaan yang ada di tengah dunia ini mengingatkan kita kembali kepada Tuhan, pada fokus, pada apa yang Tuhan inginkan, kembali kepada menyatakan Kristus adalah segala-galanya, Dia yang paling utama sehingga kita bisa berkata seperti Paulus bahwa hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Kita bisa mengalami mati itu sebagai keuntungan, to die is gain. Saya tutup dengan satu kisah dari Alkitab bagaimana Abraham disuruh untuk mempersembahkan Ishak, anaknya. Abraham membawa Ishak ke Gunung Muria. Di atas gunung itu Abraham mempersembahkan, mengikat Ishak dan siap menyembelih anaknya yang dikasihinya. Maka Malaikat Tuhan datang dan berkata: "Abraham, jangan kau apa-apakan anak itu karena Aku sudah melihat hatimu, mengerti bahwa engkau tidak segan-segan mempersembahkan anakmu satu-satunya yang kau kasihi kepada-Ku.” A.W. Tozer mengatakan suatu kalimat yang indah dari kalimat Tuhan kepada Abraham itu. Tuhan seolah-olah berkata kepada Abraham, "Aku sudah melihat hatimu. Kau siap mempersembahkan yang paling penting, yang paling berharga, yang paling kau kasihi di dalam dunia ini. Biarlah ini mendorong kita, menghiburkan kita, dan pada Natal kali ini kita boleh diingatkan sekali lagi bahwa Kristus adalah segala-galanya, Dialah yang paling utama, Dialah yang paling berharga. Kepada Dialah kita boleh datang, pada Dialah kita bahkan ketika meninggal-pun kita boleh berkata itu adalah untungku karena aku bertemu Kristus, aku mendapatkan Kristus untuk selama-lamanya.

Matius 2 : 13-18

Peristiwa di Martin Place, Sydney dan kemudian di Cairns, ada 8 anak dibunuh, peristiwa yang mengejutkan bagi orang-orang Australia ini sebenarnya biarlah mengingatkan kita apa yang sesungguhnya terjadi setiap hari dan setiap jam di dalam dunia ini. Di dalam Alkitab, Matius 2, sebenarnya ketika Kristus datang ke dalam dunia juga di dalam keadaan seperti itu. Dari jaman dulu sampai jaman sekarang. Kristus datang ke dalam dunia, bukan ke dalam dunia yang aman dan nyaman, most liveable city in the world, tidak, tetapi ketika Kristus datang ke dalam dunia itu di dalam kekacauan, kerusakan, bangsa Israel sedang dijajah oleh Roma, dan kalau kita lihat di situ ada pembunuhan oleh Herodes. Karena tertipu, dia marah sekali, dia ingin membunuh Anak itu dan kemudian karena tidak dapat Anak itu, maka dia membunuh bayi-bayi lain, anak-anak di bawah 2 tahun dibunuh semuanya karena Kristus datang ke dalam dunia. Ketika tahun ini kita merayakan Natal lagi, itu merupakan satu anugerah Tuhan yang besar dan sekaligus satu hal yang patut kita syukuri, kita memuji Tuhan atas segala kebaikan yang Tuhan berikan, akan segala pimpinan Tuhan. Tetapi sesungguhnya selalu di dalam Alkitab, di dalam hidup anak-anak Tuhan di tengah segala kesukaan, tetap kesukaan orang Kristen adalah di dalam kepedihan. Sorrowing but yet rejoicing. Di dalam kesedihan tetapi sekaligus di dalam sukacita. Kita akan pikirkan bersama bagaimana kita boleh berdukacita di tengah-tengah dunia yang melihat segala dosa dan kejahatan manusia, tetapi sekaligus kita boleh tetap bersukacita di dalam Tuhan di dalam kehendak dan pimpinan-Nya yang berdaulat atas kehidupan kita, seluruh alam semesta ini.

Dua hal yang saya coba pikirkan dengan peristiwa yang terjadi di Sydney, dan juga terjadi di tempat lain. Saya mengamati ada dua hal yang menurut prinsip Alkitab yang menarik sebenarnya. Dalam keadaan tegang, di dalam keadaan mereka khususnya ketika menunggu belasan jam akan orang-orang di dalam hostage. Dua kata yang sering muncul di dalam keadaan itu adalah let us hope and pray. Kita berharap dan berdoa. Saya kadang-kadang heran waktu mereka dalam keadaan seperti demikian mereka boleh mengatakan ini. Orang-orang di Australia, salah satu benua yang sangat gelap, yang semakin hari semakin sekuler, semakin hari semakin tidak ada Tuhan. Tetapi di dalam keadaan seperti itu maka kemudian mereka mengatakan marilah kita hope and pray, marilah kita berharap dan berdoa. Tetapi persoalannya adalah berdoa kepada siapa? Karena mereka sendiri sudah declare mereka atheis, mereka tidak percaya Tuhan, gereja-gereja Australia semakin kosong. Harap kita boleh melihat di situ, di dalam keadaan yang demikian, mereka mau tidak mau mengatakan mari kita berharap dan berdoa.

Kedua adalah kita sebenarnya hidup di jaman post modern yang sekali lagi menolak hal-hal yang bersifat absolut. Seorang penulis mengatakan satu-satunya yang mereka yakini yaitu bahwa there is no absolute truth. Tidak ada kebenaran yang absolut. Tetapi sekali lagi di dalam keadaan seperti Sydney siege, ISIS, Taliban membunuh 140 anak-anak yang masih kecil di sekolah mereka, orang-orang dunia mulai mengatakan ini adalah kejahatan, mereka boleh mengatakan dengan conviction yang dalam ini adalah pure evil. Di dalam jaman post modern adalah jaman yang sebenarnya tidak ada yang absolutely wrong, tidak ada absolutely evil, kejahatan dalam jaman post modern adalah seperti film Forest Gump. Film itu diawali dan diakhiri dengan bulu yang terbang kemana-mana. Tidak bisa ambil keputusan. Indecisiveness. Itu adalah ciri-ciri orang-orang post modern yang di dalam keadaan menghadapi kesulitan, penderitaan, kejahatan yang besar, maka sebenarnya mereka mulai mengatakan ini adalah pure evil, ini adalah kejahatan yang betul-betul absolut. Persoalannya adalah ketika mereka mengatakan ini adalah kejahatan yang absolut, dengan conviction mengatakan ini adalah pure evil, sesungguhnya mereka mau mengatakan sebenarnya mereka menerima adanya absolute truth, absolute goodness. C.S. Lewis mengatakan orang-orang yang membenci, yang marah dalam keadaan seperti demikian baru sadar ini adalah kejahatan, dengan yakin ini adalah kejahatan yang harus kita tolak, tetapi sesungguhnya sebenarnya secara tidak sadar mereka mengatakan di balik pikiran mereka adanya absolute good. Kebaikan yang absolut. Bahwa ada Allah yang memberi standar apa yang absolut yang jahat dan yang baik. Tuhanlah yang memberi standar itu sehingga mereka baru bisa mengatakan bahwa ini adalah absolute evil dan ini adalah absolute good.

Paling tidak ada 4 prinsip tentang apa yang Alkitab katakan tentang fakta mengapa adanya kejahatan dan pembunuhan, adanya kekejaman yang begitu rupa yang terjadi di tengah-tengah dunia ini.

  1. Kejahatan ada atas ijin Tuhan

  2. Dari Amsal 21:1. Ultimately adalah karena Allah yang mengijinkan kejahatan itu terjadi. Alkitab menyatakan kepada kita, dosa ada di tengah-tengah dunia ini bukan karena Allah tidak mampu menahan dosa, bukan karena Allah yang tidak berdaulat atas segala sesuatu, tidak! Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa Allah adalah Allah yang berdaulat atas segala sesuatu. Hati raja adalah seperti batang air di tangan Tuhan, dialirkan ke mana Dia ingini. Dia mengalirkan sesuai dengan keinginan-Nya. Allah adalah Allah yang berdaulat atas segala sesuatu, selembar rambutmu pun tidak akan jatuh kecuali dikehendaki oleh Tuhan. Yesaya 46 mengatakan: Tuhan berkata, “Akulah Allah dan tidak ada seperti Aku.” Keputusan-Ku akan terjadi dan segala kehendak-Ku akan terlaksana. Jadi jikalau ada kejahatan dan kekejaman di tengah-tengah dunia ini, mengapa Tuhan mengijinkan terjadi seperti itu? Ultimately adalah karena sebenarnya Tuhan mengijinkan dosa masuk dari mulai Adam dan Hawa. Tuhan mengijinkan itu. Iblis sebenarnya tidak bisa berbuat apa-apa kalau tidak diijinkan. Tentu pertanyaan selanjutnya adalah kenapa Allah mengijinkan kejahatan-kejahatan yang begitu dahsyat terjadi di tengah-tengah dunia ini?

  3. Jahatnya Dosa

  4. Tuhan mau menunjukkan betapa mengerikannya dosa itu. Ketika Kristus lahir, ada bayi-bayi dibunuh. Mengapa hal itu terjadi? Ketika manusia melawan Tuhan, melawan kehendak-Nya, maka manusia menjadi begitu jahat dan begitu kejam. Suatu kali pemeran Passion of The Christ, Jim Caviezel, diwawancara di TV. Filem Passion of The Christ adalah filem yang penuh kekejaman, kekerasan terjadi di situ khususnya ketika Tuhan Yesus dicambuk, dihajar sampai mengerikan luar biasa. Reporter menanyakan kenapa engkau main film begitu mengerikan, ketika Tuhan Yesus disiksa seperti demikian, maka Jim mengatakan satu kalimat yang saya rasa tepat: Memang mengerikan. Memang betul yang kamu katakan mengerikan, kejam, dan mengerikan luar biasa dan itulah dosamu dan dosaku. Terjadi di tengah-tengah dunia ini karena memang itulah ketika manusia melawan Tuhan. Kejahatan-kejahatan yang terjadi secara real dinyatakan. Orang-orang marah luar biasa, orang-orang benci dan murka sedalam-dalamnya ketika melihat kekejaman, kejahatan yang sedemikian rupa. Tetapi sebenarnya itu adalah Tuhan mau menyatakan itulah dosa manusia yang sebenarnya kadang-kadang tidak kita pikir, tidak kita lihat. Tidak lihat seperti yang Alkitab katakan ketika Tuhan mengatakan Ia adalah terang dan di dalam Dia tidak ada kegelapan sama sekali. Dia adalah suci. Ketika kita mengenal Allah, berhadapan dengan Tuhan yang suci yang adalah terang, di dalam Dia tidak ada kegelapan sama sekali. Ketika para serafim berkeliling memuji tahta Tuhan yang duduk di atas tahta dan mereka memuji Tuhan: Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, Yesaya melihat pandangan itu dan kemudian dia gemetar. Dia sadar, matilah aku, celakalah aku, aku manusia berdosa karena aku hidup di tengah bangsa yang najis bibir dan aku orang yang najis bibirnya. Najis yang melawan Tuhan. Dia mati. Seorang yang terhormat, Yesaya seorang yang sangat dihargai oleh orang Israel pada waktu itu, tetapi ketika dia berhadapan dengan Tuhan, melihat kesucian dan kemuliaan Tuhan, maka dia sadar betapa mengerikannya dosa. Celakalah aku, mati aku di hadapan Tuhan yang suci dan mulia itu. Tetapi di dunia ini tidak banyak orang menyadari kebobrokan seperti Yesaya menyadari kebobrokan dirinya di hadapan Tuhan. Manusia merasa sehari-hari seperti biasa saja terjadi. Ini sesuatu yang tidak kita lihat. Seperti mungkin kekayaan laut yang dicuri di Indonesia. Kita tidak tahu semua sebelum ini, kecuali orang-orang tertentu yang hidup di daerah kelautan dan perikanan. Kita tidak tahu bahwa menurut pemerintah, 300 trilyun setiap tahun kekayaan Indonesia, ikannya, lobsternya yang paling bagus dikeruk oleh negara asing. Ketika dibongkar, dikasih tahu inilah yang terjadi, baru orang marah dan mencaci maki serta setuju harus dibakar dan ditenggelamkan semua kapal asing itu. Demikianlah dosa manusia, yang kita baru sadari ketika kita melihat di depan mata kita. Puncak dari dosa, kejahatan, kekejaman dan juga sakit penyakit yang bukan hanya orang dunia alami tetapi juga orang Kristen alami, kita baru menyadari sebenarnya bahwa betapa mengerikannya dosa itu. Biarlah kita boleh sadar bahwa bukan hanya marah terhadap kejahatan, tetapi biarlah kita boleh melihat hati kita dan boleh menyadari itu adalah dosa kita juga. Tuhan murka dan membenci dosa karena di dalam Dia tidak ada kegelapan sama sekali. Dia adalah Terang itu. Kita perlu sekali menyadari akan hal ini, maka hal inilah yang mendorong kita untuk datang kepada Tuhan, kepada Kristus, sang Bayi kudus itu yang lahir 2000 tahun yang lalu.

  5. Tuhan ingin manusia mengenal-Nya

  6. Ultimately kedaulatan Tuhan. Tuhan yang mengijinkan dosa itu masuk. Kenapa manusia bisa jatuh dalam dosa, kita bisa pikir dengan segala macam cara, pasti pada akhirnya karena Tuhan mengijinkan itu terjadi karena Tuhan sendiri yang meletakkan pohon pengetahuan baik dan jahat di tengah-tengah taman itu. Kalau Tuhan tidak meletakkan pohon tersebut di taman itu, atau Tuhan tidak memberi perintah untuk tidak makan buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat itu, maka manusia tidak akan jatuh dalam dosa. Tetapi karena ada pilihan dan kehendak bebas pada waktu itu, dan Tuhan menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah, boleh memilih atau mengambil keputusan seperti Tuhan sendiri yang juga adalah seorang pribadi yang mengambil keputusan, bertindak, punya kehendak. Manusia juga diciptakan menurut gambar dan rupa Allah yang seperti demikian. Kita mungkin tidak akan bisa jawab seluruhnya kenapa manusia bisa jatuh dalam dosa dalam keadaan yang begitu baik yang Tuhan ciptakan. Yang Tuhan ciptakan semuanya sempurna, sempurna sebagai permulaan. Semua buah dari pohon di taman boleh dimakan semuanya kecuali satu pohon. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, diberikan sepasang laki-laki dan perempuan dan kemudian mereka diberi kerja semua hal yang manusia boleh kerjakan untuk hidup memuliakan Tuhan, untuk hidup berkenan, beribadah, dan menjadi hidup yang berkelimpahan yang Tuhan sediakan, itu semua Tuhan sudah siapkan. Tetapi hanya ada satu larangan, yaitu pohon pengetahuan baik dan jahat. Tuhan sengaja letakkan pohon itu sebagai ujian kepada manusia. Ujian pada manusia supaya manusia taat pada Dia bukan karena ada benefit, karena segala yang menguntungkan bagi manusia, tetapi karena Tuhan mengatakan pada manusia: “Aku menaruh itu supaya engkau taat kepada-Ku, apapun yang Aku katakan. Taat kepada-Ku, yang Aku perintahkan sudah jelas, taat kepada-Ku tanpa ada pikiran apapun.” Taat dan percaya pada Tuhan, apa yang Tuhan katakan. Tuhan juga sebenarnya pasti sudah tahu bahwa Adam dan Hawa akan jatuh di dalam dosa. Tetapi kalau kita melihat selanjutnya, pertanyaannya adalah: Kenapa Tuhan mengijinkan hal itu? Dari situ pembunuhan, kekejaman dan kerusakan terjadi. Saya setuju dengan seorang teolog yang mengatakan bahwa Tuhan mengijinkan dosa itu masuk, untuk menyatakan karakter Dia yang lebih jelas kepada manusia. Allah mengijinkan dosa masuk supaya manusia sadar, makin mengenal Dia, karena ketika dosa masuk, Tuhan berjanji untuk mengampuni dosa manusia, Tuhan berjanji akan mengutus Anak-Nya yang tunggal, keturunan dari perempuan itu, untuk mati menanggung dosa manusia yang akan diremukkan tumit-Nya sementara Dia akan meremukkan kepala dari si ular. Dengan manusia jatuh dalam dosa dan kemudian Kristus datang ke dunia untuk menebus dosa manusia, maka Allah menyatakan karakter-Nya dengan lebih jelas. Karena di dalam konteks manusia yang berdosa itulah kemudian Allah mengutus Yesus Kristus datang ke dalam dunia. Dari mulai sebelumnya, dan konteks saat sampai Kristus datang sebagai bayi, banyak dosa, kekejaman dan kejahatan terjadi di situ. Tetapi dalam konteks itulah Kristus datang ke dalam dunia sebagai manusia, dan Dia mentaati, menderita seumur hidup-Nya bahkan sampai Dia mati di atas kayu salib untuk menebus dosa kita. Melalui seluruhnya itu, kejatuhan manusia dalam dosa, kedatangan Kristus, kematian-Nya, kebangkitan-Nya dari kematian, maka sebenarnya Tuhan mau menyatakan diri-Nya, menyatakan siapa Dia dengan lebih utuh dan jelas dan menunjukkan kemuliaan-Nya. Manusia baru menyadari bukan hanya betapa jahatnya dan ngerinya dosa, tetapi sekaligus manusia mulai menyadari betapa besarnya anugerah Tuhan melalui Yesus Kristus. Manusia makin menyadari melihat keadilan Tuhan yang murka terhadap dosa ketika menghukum Yesus Kristus di atas kayu salib, tetapi manusia sekaligus menyadari betapa besarnya kasih Allah. Keadilan Allah dan kasih-Nya dinyatakan melalui kedatangan, kematian di atas kayu salib, kebangkitan Kristus, manusia makin mengenal Dia. Melalui dosa masuk dan Kristus menebus dosa manusia, Allah juga menyatakan murka-Nya terhadap dosa tetapi sekaligus menyatakan belas kasihan-Nya kepada manusia. Tuhan juga menyatakan kesucian-Nya melalui hukuman-Nya terhadap dosa, tetapi sekaligus menyatakan bahwa Dia adalah Allah yang murah hati dan penuh dengan anugerah. Juga melalui kematian dan kebangkitan-Nya, kita boleh melihat kesabaran dan bijaksana Allah, sehingga melalui semuanya itu, Allah dan kemuliaan-Nya dinyatakan dengan lebih jelas daripada jika manusia tidak jatuh dalam dosa. Jadi dosa, Tuhan pakai di dalam kedaulatan-Nya, datang ke dalam dunia, kemudian Dia menebus langsung sejak manusia jatuh dalam dosa di Kejadian 3, bagaimana sejak kejadian itu Tuhan langsung berkata bahwa Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dengan perempuan ini, antara keturunannya dengan keturunanmu. Keturunannya akan meremukkan kepala si ular dan keturunan ular akan meremukkan tumitnya. Jadi sejak manusia jatuh dalam dosa sudah ada rencana, bahkan sejak dari kekekalan, itu dinyatakan pada saat itu bahwa Aku akan melakukan penebusan, akan mengampuni, akan memberikan jalan keluar bagi kesulitan manusia. Dan melalui seluruhnya itu Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya, diri-Nya, betapa besar-Nya kasih Tuhan sekaligus betapa murka-Nya Dia terhadap dosa. Dan inilah yang menguatkan dan mendorong kita. Tuhan bekerja di dalam segala sesuatu, termasuk penderitaan, dosa manusia untuk menyatakan diri-Nya, mau manusia kembali kepada Tuhan. Kisah Para Rasul 4:27-28, segala yang dilakukan Herodes, Pilatus, segenap Israel untuk melawan Yesus hanyalah untuk melaksanakan, tanpa mereka sadari sesungguhnya, segala sesuatu yang Allah telah tentukan dari semula. Jadi kalau kita bisa melihat, semua ditentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Nya. Kita makin mengenal, mengerti, sadar, betapa Allah di dalam segala kelimpahan karakter-Nya, kita makin mengagumi, menghormati dan taat kepada Tuhan. Inilah alasan yang ketiga kenapa Tuhan membiarkan dosa masuk, kenapa begitu banyak ada kejahatan di tengah dunia ini.

  7. Supaya kita memuliakan Kristus

  8. Supaya kita yang percaya kepada Kristus, mengalami dan menyatakan bahwa Kristus adalah segala-galanya. Dia lebih berharga dari apapun di dalam dunia ini. Kalau masih ada waktu yang Tuhan berikan, kita masuk akhir tahun 2014, biarlah kita boleh mengingat bahwa ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Hal ini mendorong kita untuk menyatakan kepada dunia bahwa Kristus adalah segala-galanya. Bahwa Dia lebih berharga dari apapun di dalam dunia ini. Paulus mengatakan di dalam Filipi: “Segala sesuatu aku anggap rugi karena pengenalan akan Kristus Yesus Tuhanku lebih mulia dari semuanya, bahkan segala sesuatu kuanggap sampah”. Dalam bahasa Yunani, sampah sebenarnya kotoran hewan. Seperti kotoran hewan, aku jijik, aku mau buang, dibandingkan dengan memperoleh Kristus. Ketika kita mengalami kesulitan, penderitaan, bahkan kematian, bagaimana kita yang di dalam Tuhan meresponi. Tuhan menginginkan kita, mengingatkan kita bahwa Dia adalah segala-galanya, yang paling utama, Dia yang seharusnya dipegang sebagai harta yang paling berharga, bukan apa yang kita miliki, bukan rumah, bukan uang, bahkan bukan istri atau suami atau anak-anak kita. Itu adalah anugrah yang Tuhan berikan tetapi tidak boleh menjadi yang utama dalam kehidupan kita. Kesulitan, malapetaka, penderitaan, kematian yang kita alami yaitu menjadi suatu peringatan kepada kita bahwa kita boleh berkata seperti Paulus: “Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”. Habakuk 3:17-18 menjadi suatu keindahan yang baik yang dinyatakan kepada kita. Kesimpulan dari kitab Habakuk, kelaparan, segala penderitaan, kemiskinan yang mereka alami, aniaya, penderitaan, kehilangan yang mereka alami, anak-anak Tuhan khususnya, bagaimana kita bisa berespon pada keadaan itu baiklah menjadi suatu pengalaman dan kenyataan di tengah dunia ini bahwa sumber sukacitaku bukanlah hal-hal yang ada di dunia ini, tetapi biarlah kita boleh menyatakan bahwa sumber sukacitaku hanyalah di dalam Tuhan, di dalam Kristus. Seperti pemazmur mengatakan: “Sekalipun hatiku dan dagingku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya”. Biarlah kesulitan yang kita hadapi, penderitaan, aniaya mengingatkan kita bahwa segala yang kita miliki ini bukan menjadi tujuan utama yang paling berharga dan penting di tengah dunia ini. Tuhan mengijinkan kesulitan dan aniaya terjadi, penderitaan, kejahatan terjadi di dunia ini bukan hanya bagi orang yang tidak percaya tetapi juga bagi anak-anak Tuhan. Tetapi bagi kita, anak-anak Tuhan, hal itu justru memberi pengharapan, kesadaran. Respons kita kepada dunia, hati kita yang mengalami, biarlah kita boleh menyatakan kepada dunia bahwa Tuhan adalah segala-galanya, yang paling berharga, bahwa sekalipun hatiku dan dagingku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. Karena di hadapan Allah ada sukacita berlimpah-limpah dan di tangan kanan-Nya ada nikmat senantiasa.

Biarlah natal kali ini mengingatkan kita di tengah segala penderitaan yang ada di tengah dunia ini mengingatkan kita kembali kepada Tuhan, pada fokus, pada apa yang Tuhan inginkan, kembali kepada menyatakan Kristus adalah segala-galanya, Dia yang paling utama sehingga kita bisa berkata seperti Paulus bahwa hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Kita bisa mengalami mati itu sebagai keuntungan, to die is gain. Saya tutup dengan satu kisah dari Alkitab bagaimana Abraham disuruh untuk mempersembahkan Ishak, anaknya. Abraham membawa Ishak ke Gunung Muria. Di atas gunung itu Abraham mempersembahkan, mengikat Ishak dan siap menyembelih anaknya yang dikasihinya. Maka Malaikat Tuhan datang dan berkata: “Abraham, jangan kau apa-apakan anak itu karena Aku sudah melihat hatimu, mengerti bahwa engkau tidak segan-segan mempersembahkan anakmu satu-satunya yang kau kasihi kepada-Ku.” A.W. Tozer mengatakan suatu kalimat yang indah dari kalimat Tuhan kepada Abraham itu. Tuhan seolah-olah berkata kepada Abraham, “Aku sudah melihat hatimu. Kau siap mempersembahkan yang paling penting, yang paling berharga, yang paling kau kasihi di dalam dunia ini. Biarlah ini mendorong kita, menghiburkan kita, dan pada Natal kali ini kita boleh diingatkan sekali lagi bahwa Kristus adalah segala-galanya, Dialah yang paling utama, Dialah yang paling berharga. Kepada Dialah kita boleh datang, pada Dialah kita bahkan ketika meninggal-pun kita boleh berkata itu adalah untungku karena aku bertemu Kristus, aku mendapatkan Kristus untuk selama-lamanya.


Pada hari Natal, minimal ada tiga hal terpenting yang tidak boleh dilupakan ketika saudara merayakan Natal. Natal adalah tentang Kristus itu sendiri. Saudara harus mengingat Kristus, mengingat pribadi Kristus dan apa yang menjadi isi hati dan tujuan-Nya Dia hadir di tengah-tengah dunia ini. Ingat pekabaran Injil Natal adalah peperangan rohani. Natal berarti Allah oknum kedua Tritunggal, datang ke dunia ini. Dari tidak terbatas menjadi terbatas. Yang Roh, sekarang mengambil rupa daging yang berpeta teladan budak dan berpeta teladan dosa. Ini adalah Natal. Saudara perhatikan, ini adalah satu pribadi Kristus yang hadir dari surga turun ke dalam dunia, satu-satunya titik kontak yang ada di dalam sejarah antara kekekalan dan kesementaraan. Bukankah dalam Alkitab ada tertulis: Kristus adalah Raja, Kristus adalah Nabi, Kristus adalah Imam, Kristus adalah Gembala yang agung, Kristus adalah Pendoa syafaat kita. Sebelum Dia memangku seluruh jabatan itu, sebelum jabatan itu dikerjakan oleh Dia dan diberikan oleh Allah Bapa kepada Dia, maka satu pekerjaan yang harus Dia kerjakan terlebih dahulu adalah Dia menjadi misionaris. Pada saat Natal, gereja bukan hanya bersekutu, tetapi gereja harus mengabarkan Injil. Kalau gereja sebagus apapun saja Theologianya, saudara dan saya tidak mengabarkan Injil, pasti kaki dian akan dipindahkan dari gereja ini. Sebaliknya, gereja yang mengabarkan Injil, dan bersemangat bagi Tuhan tetapi tidak memiliki Theologia, pasti cepat atau lambat tinggal hitungan waktu akan menjadi liar. Dua hal ini harus kita miliki. Satu, di dalam, kita berakar. Kedua, di luar, kita merambat. Ini adalah sesuatu spirit daripada Christmas, yaitu mengabarkan Injil. Misionaris. Ingat akhir zaman. Tidak ada yang tahu tepatnya kapan Yesus Kristus lahir. Pasti bukan tanggal 25 Desember. Kalau saudara menghitung dengan tepat, maka saudara akan mengerti bahwa hari mati dari Tuhan Yesus, Jumat Agung dan Paskah itu boleh sangat mendekati dari aslinya. Tapi kalau tanggal 25 Desember, pasti bukan hari lahirnya Yesus Kristus. Karena pada waktu itu gembala-gembala ada di padang dan kalau ada di padang berarti bukan musim hujan. Desember adalah musim hujan yang terlebat ada di Israel, sehingga pasti bukan tanggal itu. Tetapi dalam kedaulatan Allah, ada orang yang mengatakan ini adalah sesuatu pergolakan politik yang berdosa memindahkan itu, pun Tuhan pakai, itu namanya providensia Allah. Maka Dia memindahkan dari hari lahirnya Yesus Kristus yang kita tidak tahu, ke tanggal 25 Desember. Ini bukan tanpa arti, Allah bekerja di dalam gereja-Nya, di alam semesta dan juga dalam sejarah. Allah bekerja dengan Firman-Nya. Mengapa tanggal 25 Desember? Saudara perhatikan, tanggal 25 Desember, satu minggu setelah itu, pasti tahun baru. 25 Desember adalah hari Tuhan datang dan tahun baru adalah masa yang baru. Perhatikan baik-baik, dalam Alkitab, setiap Tuhan datang, itu selalu masa yang baru. Ketika Adam dan Hawa berdosa, begitu Tuhan datang, dia langsung harus keluar dari Taman Eden, itu adalah nasib yang baru. Begitu Tuhan datang di Bethlehem, itu adalah New Testament, New Covenant. Old Covenant and New Covenant, satu masa yang baru. Tuhan datang pada akhir zaman, itu juga masa yang baru, yaitu dari satu langit dan bumi yang baru dan pada waktu itu, nasib manusia ditentukan dalam kekekalan apakah di dalam neraka yang kekal atau di dalam surga yang kekal. Ketika berbicara berkenaan dengan Tuhan datang, itu artinya pada hari Natal, saudara harus ingat Eskatologi. Kita harus mengingat akhir zaman. Eschatos adalah last things. Logi/Logos itu adalah doktrin. Eskatologi adalah doktrin/ajaran mengenai hal-hal terakhir. Kitab Yohanes mengatakan, dulu Allah mengirim nabi-nabi-Nya, tetapi pada zaman akhir, Allah itu berbicara melalui Anak-Nya. Ingat Natal, saudara ingat Kristus, ingat mengabarkan Injil, ingat interospeksi karena hari baru, zaman baru, tahun baru akan tiba, dan kesudahan zaman akan tiba. Itu yang diajarkan dalam hikmat Allah dan kedaulatan-Nya. Ketika saudara mengingat Natal, ingatlah bahwa hidup kita sedang berjalan menuju titik akhir, bahwa suatu hari kita tidak akan ada di dunia lagi karena kita adalah seorang yang Alkitab katakan hanya musafir saja hidup di dunia ini. Pengkhotbah mengatakan, “letakkan kekekalan dalam setiap hati manusia”, kalimat itu begitu jelas sekali aplikasinya. Allah menetapkan kekekalan dalam hati kita dan bagi orang Kristen, saudara menyadari waktu yang menggeser, maka kita sebenarnya yang akan digeser dari dunia ini. Kita bukan pemilik dunia ini tetapi hanya sementara saja di dunia ini. Kita hanya punya hak guna pakai saja. Milikilah apa yang Alkitab katakan “Engkau adalah pendatang-pendatang di dunia ini”. Hari ini saya akan berbicara mengenai 5 mental musafir. Dalam Alkitab, orang-orang yang Tuhan pakai selalu memiliki mental musafir. Yosua, Musa, Abraham, semua nabi dan rasul, memiliki mental musafir. Sadar hidup di 2 kerajaan Kita harus sadar selalu bahwa kita hidup di dalam 2 kerajaan, warga negara dunia ini dan warga negara Surga. Tubuh kita ada di dunia tetapi hati kita milik Allah. Orang yang tidak sadar ini maka hidupnya akan sama dengan dunia. Martin Luther mengatakan hidup di dalam 2 kerajaan, two kingdoms. Satu adalah kerajaan dunia, satu adalah kerajaan surga. Kerajaan dunia berbeda dengan Kerajaan Surga. Jangan sama seperti dunia ini. Dunia ini dengan segala kenikmatannya akan hancur lenyap demikian kata Kristus Yesus. Jikalau kita memang anak Tuhan, kita harus menyadari bahwa kita adalah satu-satunya jenis makhluk hidup yang berada dalam tension 2 kerajaan ini. Kerajaan dunia penuh dengan orang-orang yang tidak mengenal Kristus. Orang dunia akan mencari sebisa mungkin makan dengan usaha apapun saja dan dengan etika apapun saja. Kita katakan tidak bisa. Kita ada di dalam kerajaan Surga, tetapi bisa kena PHK dan disakiti hatinya. Orang dunia begitu di PHK, begitu disakiti hatinya, maka dia akan membalasnya. Kita tidak bisa. Ini menjadi sesuatu yang sulit. Kita bukan orang dunia, karena kita milik Allah tapi ada di dunia. Tetapi kita juga belum pergi ke Surga, tapi kita milik Surga, ini jadi sesuatu yang sulit. Kalimat Yesus ini, menjelaskan dengan tepat bahwa kita berada dalam tension ini. Mari kita lihat Yohanes 17:9,14-17. Kalimat-kalimat Yesus ini dengan jelas menyatakan ada satu pembagian. Saudara dan saya berbeda dengan dunia. Saudara dan saya bukan dari dunia. Saudara dan saya dari Allah, dari Surga diletakkan di dunia ini. Jangan lupa engkau milik siapa. Biarlah kita boleh mengerti seorang musafir adalah seorang yang bermental sadar selalu berada di dalam 2 kerajaan, kerajaan Allah dan kerajaan dunia. Kita tidak boleh ikut serta dalam dunia meski kita hidup di dalam dunia. Memiliki cara pandang alkitabiah Mental musafir selalu memiliki cara pandang Alkitabiah/Biblical. Itu tidak berarti doa itu tidak perlu, tidak. Itu tidak berarti praise and worship itu salah, tidak. Yang saya katakan adalah yang paling penting adalah Firman. Manusia bahkan di dalam gereja, ingin berbicara dengan Tuhan, tetapi tidak pernah memberikan kesempatan Tuhan bicara dengan kita. Yesus Kristus menyatakan satu kalimat, dan kalimat ini mendefinisikan seluruhnya. “Barangsiapa mengasihi Aku, dia akan mentaati Firman-Ku.” Tidak pernah ada kalimat yang lain “Barangsiapa mengasihi Aku, dia akan berdoa pagi, siang, sore, malam.” Tapi berdoa perlu atau tidak? Perlu! Raksasa-raksasa rohani adalah orang yang berdoa. Tapi selain berdoa, dia digerakkan oleh Firman. Mengerti Firman itu penting. Mengerti Firman itu akan memberikan kepada kita arah, karena Firman adalah penunjuk arah, penerang, dan yang menyucikan. Sucikan mereka dalam Firman-Mu. Apa yang menyucikan kita? Di dalam Alkitab cuma 3. - Pertama, darah Kristus menyucikan (1 Yohanes). - Kedua, Roh Kudus adalah Roh yang menyucikan dan - Ketiga, Firman itu yang menyucikan. Firman itu penting sekali. Karena Firman itu akan mengfokuskan kita kepada kemuliaan Kristus. Dunia ini penuh dengan hal-hal yang akan memikat hati kita. Saudara ingat, kita ada di dalam 2 kerajaan, kerajaan dunia dan kerajaan Allah. Dan kalau kita ada dalam kerajaan dunia ini, dunia ini penuh dengan hal-hal yang mengikat hati kita. Pertama kali manusia jatuh ke dalam dosa, Hawa melihat buah itu dan Alkitab mengatakan buah itu menarik hatinya. Mari kita cek di dalam hati kita. Apa yang saudara lihat kemudian saudara terpikat? Bukankah itu kemudian akan menjebloskan kita ke dalam dosa yang mengikat? Dunia ini bukan dunia yang netral. Dunia ini begitu indah kemasannya, saudara akan terpikat. Hawa melihat buah itu dan buah itu menarik hatinya. Dia terpikat. Alkitab menyatakan orang yang mengikuti jalan ini di dalam 1 Yohanes 2 dikatakan orang yang mengikuti jalan dunia ini dengan seluruh keinginannya, akan lenyap. Ada satu jenis tanaman, yang memiliki bau yang luar biasa memikat lebah/lalat. Tanaman ini juga memiliki lendir yang sangat kuat. Lalat/lebah akan tertarik kemudian dia akan meletakkan kakinya di lendir itu, dan menyedot lendir itu dengan mulutnya dan dia akan menikmati lendir tersebut, tetapi ketika dia sudah menempelkan kakinya dan menikmati dan dia mau terbang, ketika dia mau terbang, dia menyadari bahwa kakinya itu tidak bisa diangkat karena lengket dengan lendir tersebut. Dia kemudian menyadari bahwa dirinya tidak bisa lepas, dan kemudian dia berusaha sekuat tenaga begitu sekuat tenaga, lendir kanan kiri akan lengket ke tubuhnya, dan perhatikan apa yang terjadi ada sesuatu yang menarik. Lalat ini ingin lepas tetapi di tempat yang lain dia terus menghisap dengan kenikmatan. Dia menikmati, tetapi dia ingin lepas. Sama seperti itu saudara-saudara! Kita begitu melihat dunia dan memperhatikannya, saudara akan terpikat dan setelah terpikat, saudara-saudara menyadari pendeta itu bilang aku berdosa, aku tahu, aku ingin lepas. Saudara ingin lepas tetapi tidak bisa lepas, tubuh saudara ingin terus menikmati. Apa yang terjadi akhirya pada lebah tersebut? Lebah itu kemudian akan berusaha untuk menggerakan tubuh itu tetapi tidak bisa dan lendir akan menutupi seluruh tubuhnya, pada akhirnya saudara akan melihat sayapnya itu akan bergerak sedikit kemudian akhirnya diam, karena semakin dia bergerak sedikit, semakin seluruhnya akan terikat dan setelah itu dia hanya akan bisa menghisap-hisap, kemudian lendir akan menutupi mulutnya juga dan kemudian diam. Tinggal tunggu dalam hitungan detik, tiba-tiba bunga itu akan menutup dan membuka kembali, saudara akan menemukan tubuh lalat sudah dihisap seluruhnya oleh bunga tersebut, dan itu yang dilakukan dunia kepada kita. Ini adalah peperangan di dalam konsep beauty. Kalau kita melihat sesuatu yang indah dari dunia, saudara tidak bisa lepaskan karena hati saudara terpikat kepada dia. Maka satu-satunya untuk melepaskannya adalah hati saudara harus terpikat kepada sesuatu yang lebih indah daripada dunia. Dan itu adalah keindahan dari Kristus (the beauty of Christ). Apa yang lebih mulia daripada dunia ini, yaitu the glory of Christ. Tetapi permasalahannya, saudara bisa dapatkan di mana? Satu-satunya, Firman. Itu sebabnya jika saudara dan saya tidak terus menerus mendalami Firman, sehebat apapun janjimu, pasti gagal. Sehebat apapun engkau punya perjuangan menjadi orang Kristen, pasti setan akan mengalahkan kita. Di dalam 2 Korintus 4:4, Firman itu menyatakan kemuliaan kepada Kristus. Banyak orang tahu bahwa Kristus mulia, tetapi tidak pernah punya pengalaman dan pengenalan dengan Kristus yang mulia, karena tidak membaca Firman. Makin saudara dan saya melihat satu bagian Firman, maka saudara dan saya akan dibukakan oleh kemuliaan Kristus dan makin saudara dan saya terpikat oleh kemuliaan Kristus dengan sendirinya saudara-saudara akan tidak terpikat dengan kemuliaan dunia ini. Mental musafir adalah mental berperang mematikan dosa Mental musafir adalah mental berperang, bukan santai. Kita menikmati hidup di dalam Tuhan itu benar, tapi bukan enjoy life. Hidup di dalam Tuhan adalah hidup yang diberikan pergumulan-pergumulan untuk kita boleh bertumbuh. Spiritual Warfare. Selalu milikilah hati yang penuh dengan urapan dan api dari Surga untuk berperang terhadap dunia ini terhadap setan dan terhadap dosa. Ini adalah suatu Theologia tentang war yang penting. Sejak manusia jatuh dalam dosa, nubuatan Allah yang muncul pertama kali diucapkan oleh Tuhan di Surga kepada manusia, bukan oleh nabi. Oleh Allah, adalah “Aku akan mengadakan permusuhan antara keturunanmu dan keturunannya”. Nubuatan pertama Allah itu bukan damai tetapi perang. Saudara jangan pernah berpikir bahwa kita bisa hidup damai di dalam dunia kalau kita sungguh adalah murid Kristus. Kita selalu berada di dalam pergumulan, tension, struggle, peperangan. Perang terhadap dosa, setan, dunia ini, dan peperangan itu tidak ada habis-habisnya sampai mati. Sungguh-sungguh peperangan itu begitu intense. Di dalam Alkitab, seluruh ayat Alkitab itu adalah penting adanya. Tetapi hanya ada beberapa ayat Alkitab atau beberapa kejadian di dalam Alkitab di mana Allah Tritunggal hadir bersama-sama. Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus. Salah satunya adalah pada waktu Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Di situ Allah Bapa bicara, Allah Roh Kudus datang, Allah Anak ada. Satu peristiwa dimana 3 pribadi oknum Tritunggal hadir bersama-sama, tidak banyak. Salah satu perikop di mana Allah Tritunggal hadir bersama-sama adalah di dalam Efesus 6, di mana ada peperangan rohani. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, dan engkau berdoa dalam Roh, dan engkau berdiri teguh di dalam Tuhan, seluruhnya Allah Tritunggal muncul bersama-sama. Ini adalah keseriusan. Seorang prajurit yang tidak sadar dirinya ada di medan pertempuran, dia pasti adalah prajurit yang pasti akan mati duluan. Kita harus berperang. Salah satu peperangan yang sengit itu bukan hanya di luar tetapi di dalam yaitu mematikan dosa. Mortification of Sin (John Owen). William Gurnall, seorang penulis Puritan, dia mengatakan, kalau engkau mau dipakai oleh Allah untuk berperang terhadap dunia dan setan, peperangan pertama yang harus engkau hadapi dan engkau bereskan adalah matikan terlebih dahulu dosamu. Mematikan dosa. Ini adalah mental musafir. Kesalehan Mental musafir adalah kesalehan (2 Petrus 3:11-14). Petrus menyatakan waktu itu akan datang. Bumi yang baru dan langit yang baru, dan sambil menunggu itu, Petrus katakan, engkau harus hidup saleh. Ini kata yang luar biasa penting. Kalau saudara-saudara membaca buku-buku Theologia abad ke 16, abad ke 17 maka saudara akan menemukan bahwa ini adalah satu Core. Calvin sendiri menulis satu buku khusus, Intituio bab 4, mengenai kesalehan hidup orang Kristen. Hidup di tengah dunia dengan prinsip Kristiani adalah hidup di dalam jalan yang sempit dan jalan itu adalah jalan kesalehan. Kesalehan dalam bahasa inggrisnya disebut Godliness, di dalam bahasa Yunaninya disebut Eusebia. Di dalam bahasa Latinnya Pietas/ Piety juga di dalam bahasa Inggrisnya. Dan di dalam Perjanjian Lama, maka saudara akan menemukan kata ini artinya adalah fear of The Lord, takut akan Allah. Dalam buku-buku Reformator dan bapak-bapak gereja, saudara akan menemukan satu prinsip ini, Inner Sanctum dari setiap orang Kristen adalah kesalehan dan hal yang paling dalamnya adalah Union with Christ. Hidup orang Kristen intinya adalah kesalehan, tetapi inti kesalehan itu adalah kesatuan secara mistik dengan Yesus Kristus, Union with Christ. Saya akan jelaskan agar saudara-saudara bisa menginterospeksi diri. Apa itu kesalehan? Kesalehan didefinisikan dalam tulisan Calvin dengan tepat seperti ini, kesalehan bukan terdiri dari ketakutan yang ingin melarikan diri dari penghakiman Allah, karena tidak bisa meluputkan diri maka timbul ketakutan, tidak! Kesalehan adalah perasaan tulus yang mengasihi Allah sebagai Bapa yang sama besar dengan rasa takut dan hormat kepada-Nya sebagai Tuhan, merangkul kebenaran-Nya dan takut menyakiti hati-Nya lebih daripada takut akan kematian. Itu adalah fear of the Lord. Takut karena di dalamnya itu ada dua ketakutan dan itu adalah ketakutan yang suci. Yang pertama adalah karena kita melihat kasih-Nya dan kita sungguh-sungguh takut dan hormat kepada Dia. Satu adalah sebagai Bapa dan satu adalah sebagai Tuhan. Kalau saudara-saudara terus menerus menekankan mengenai cinta kasih Allah, saudara tidak akan pernah memiliki kesalehan. Karena kesalehan ada faktor yang kedua adalah menghormati Dia sebagai Tuhan. Kalau saudara-saudara terus menerus bicara mengenai Tuhan yang menakutkan, itu adalah bukan agama Kristen. Agama Kristen adalah Tuhan itu adalah Bapa tetapi kata Bapa disini adalah bukan seperti Bapa dunia, Bapa di sini adalah sebutan ancient near East, Timur dekat kuno. Dan Timur dekat kuno itu my Father, my Lord, my King. Maka ini adalah bicara mengenai yang transcendent dan immanent menjadi satu. Yang jauh dan dekat menjadi satu. Yang penguasa itu memperhatikan kita, tetapi Dia tetap penguasa. Berjalanlah di dalam pemikiran seperti ini. Visi kekekalan Mental musafir adalah berjalanlah dengan mempertahankan visi eternity, visi kekekalan. Ibrani 11:13-16 adalah catatan mengenai orang-orang hebatnya Allah. Saudara akan menemukan saksi-saksi iman. Saudara-saudara akan menemukan orang-orang yang dengan gagah perkasa beriman kepada Allah dengan seluruh kesulitan hidup mereka, bahkan dunia ini akan mematikan mereka, tetapi tidak bisa menaklukan mereka. Penulis Ibrani, menuliskan mereka semua disebut sebagai orang yang beriman, Abraham adalah bapa beriman, dan mereka adalah saksi-saksi iman, mereka memiliki satu penglihatan yang sama. Ibrani 11:13 mengatakan mereka semua merasa diri adalah musafir, dan mereka itu memiliki satu penglihatan yang sama yaitu visi kota Allah yaitu Sion. Saudara, hiduplah di tengah-tengah dunia dengan terus-menerus mata dan hati saudara memandang ke Surga. Saudara bukan hidup untuk dunia tetapi akan menuju kepada kota Allah itu. Mempertahankan visi kekekalan. Jonathan Edward berseru di dalam doanya “Oh Lord, stamp my eye-balls with eternity.” “Oh Tuhan, beri cap kekekalan pada bola mataku.” Hidup ini adalah perjalanan, bukan menuju kematian. Hidup ini adalah perjalanan menuju ke kota Allah yaitu Sion, perjalanan menuju kekekalan. Seorang Bishop dari Scotland yang sangat terkenal, dia mati muda, tetapi dipakai oleh Tuhan luar biasa, Robert Murray M’Cheyne, kalau saudara-saudara melihat kuburannya di Scotland, terdapat tulisan “Eternity”. Pembuat kuburan itu mau menyatakan, Robert Murray M’Cheyne tidak ada di situ, dia ada di dalam kekekalan. Saudara-saudara, lihatlah yang kekal. Lihatlah Kristus duduk di sebelah kanan Allah Bapa di surga. Ada tulisan seorang puritan yang luar biasa “The Saints’ Everlasting Rest”. Rest orang-orang yang suci yaitu di dalam kekekalan itu. Mempertahankan visi kekekalan menyebabkan kita tidak akan dikalahkan oleh dunia ini. Saya akan akhiri dengan seorang yang bernama Adoniram Judson, misionaris yang pergi ke Burma, dia mengalami kesulitan demi kesulitan dalam hidupnya sebagai seorang misionaris. Sepanjang 7 tahun hanya ada 1 orang yang bertobat. Istri pertamanya mati dan kemudian dia mengalami begitu banyak penyakit dan juga penjara. Terakhir kali, dia berada di dalam sebuah kapal, dan hampir mati, sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya, dia mengatakan “Hatiku sekarang sangat bergembira, aku sangat senang, seperti seorang anak yang pulang dari sekolah ke rumah, aku sangat kuat sekarang, aku akan bertemu dengan Kristus.” Hatinya rest itu ada pada rumahnya yang sesungguhnya. Saudara bisa pergi ke manapun saja. Pada waktu saudara sudah pergi 20-30, dalam hatimu saudara tetap ingin pulang rumah bukan? The Saints’ Everlasting Rest. Rumah kita bukan ada di dunia ini. Kita hanya musafir. Saudara, pandanglah kekekalan dan engkau akan mendapatkan sesuatu kedamaian yang sejati dan kekuatan untuk hidup di tengah-tengah dunia ini. “Oh Lord, stamp my eye-balls with eternity.” Kiranya saudara-saudara menyadari, sepanjang satu tahun ini apakah kita hidup persis dunia atau kita itu sungguh-sungguh hidup seperti anak Tuhan yang Tuhan nyatakan sebagai seorang musafir. Dan jikalau belum, bertobatlah, tahun depan, saudara ingat 5 hal ini, itu akan memberikan kekuatan, direction, fokus hidup yang sesungguhnya, sebagai umat Tuhan.
 
 

Mazmur 95:1-11, 1 Petrus 1:14-16 Hari ini dan beberapa minggu di depan kita akan berbicara mengenai satu topik yang penting yaitu ketaatan. Ini adalah topik yang sangat penting, tetapi topik yang sulit. Tidak ada dari kita semua yang ahli dalam masalah ketaatan dan semua kita adalah orang yang bergumul di dalam ketaatan kepada Tuhan tetapi biarlah kita boleh memikirkannya karena seluruh esensi Allah menyatakan diri-Nya dan kehendak-Nya ujung akhirnya adalah obedience (ketaatan). Dia menyatakan diri-Nya kepada kita, menyatakan Firman-Nya, menebus hidup kita, memberikan Roh kudus untuk memimpin kita seumur hidup setiap hari, Dia memberikan Firman-Nya yang kita bisa baca maka seluruhnya berujung kepada satu hal yaitu ketaatan. Allah menyatakan diri-Nya kepada Musa berujung kepada satu hal yaitu Musa taat kepada Dia. Allah menyatakan Diri-Nya kepada Yehezkiel yang berujung kepada satu hal yaitu Yehezkiel taat kepada Dia. Allah menyatakan Diri-Nya kepada Abraham, kita dapat melihat ujungnya adalah Abraham taat kepada Dia. Ketaatan adalah hal yang essential di dalam kehidupan kekristenan. Biarlah kita tidak menipu diri kita sendiri, kita mungkin saja beribadah, memberikan persembahan, melakukan pelayanan demi pelayanan tetapi pertanyaan yang paling dasar di dalam hidup kita oleh Allah yaitu apakah kita berjalan di dalam jalan ketaatan atau tidak. Jalan ketaatan adalah jalan iman, jalan serupa dengan Kristus dan jalan di dalam pengudusan. Di dalam kitab Efesus, ada dua kata yang begitu tajam yaitu the son of obedience, dan the son of disobedience. Satu adalah anak-anak yang taat/penurut dan satunya lagi adalah anak-anak yang durhaka di hadapan Allah yang mata-Nya melihat seluruh jalan hidupmu dan yang mata-Nya tidak bisa dikelabui oleh fenomena beragama. Dia mengerti siapa sebenarnya orang yang sungguh-sungguh taat kepada Dia ataupun orang yang pura-pura taat di dalam ibadah kekristenan tetapi hatinya bengkok dan bahkan menggunakan Firman untuk tidak taat kepada Dia. Allah tidak melihat berapa saudara rajin, berapa saudara memberikan persembahan, berapa saudara melayani. Banyak orang memberikan persembahan untuk show dirinya, memberikan pelayanan karena di tempat lain dia tidak dihargai, berjuang keras untuk kebesarannya sendiri, maka semuanya itu putaran-putaran untuk diri dan bukan untuk ketaatan kepada Allah. Allah akan melihat jikalau melayani itu adalah karena saudara mau taat kepada Dia, memberikan persembahan karena saudara taat kepada Dia dan kalau saudara benar-benar berjuang untuk Kristus adalah karena saudara mau taat kepada Dia. Tiga hal berkenaan dengan aspek ketaatan: Natur ketaatan (ontic, ontological) Pada hakekatnya ketaatan itu adalah hal yang Yesus katakan, sangkal diri, pikul salib dan ikut Aku. Biarlah kita boleh mengingat tiga hal ini. Kekristenan itu intinya adalah ketaatan dan ketaatan itu hakekatnya adalah sangkal diri, pikul salib dan mengikut Kristus. Suatu hari Yesus Kristus mengatakan kepada semua orang yang berduyun-duyun datang kepada Dia dan Dia menyatakan itu ketika Dia berjalan menuju ke Yerusalem, tetapi karena begitu banyak orang yang baru mendapatkan makanan dan berkat dan mujizat dari Dia, maka orang yang datang mungkin ratusan, mungkin ribuan orang berduyun-duyun lalu kemudian Dia berbalik, Dia menyatakan, “Barangsiapa tidak membenci ayahnya ibunya saudaranya laki laki perempuan dan orang-orang seisi rumahnya, dia tidak dapat menjadi murid-Ku, barangsiapa yang tidak menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku dia tidak bisa menjadi murid-Ku”. Apa yang Yesus mau katakan dengan hal itu, perjalanan mengikut Dia, yang adalah Tuhan, dan perjalanan di dalam obedience (ketaatan). Saudara bisa menjadi pengikut gereja tetapi saudara tidak pernah menjadi pengikut Kristus. Tanda orang yang mengikut Aku adalah orang itu mentaati Firman-Ku, orang itu menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku. Kalau saudara membaca buku William Ames (seorang Puritan), dia adalah orang pertama membangun Reformed Covenant Theology sebagai framework di dalam cara melihat Alkitab. William Ames mengatakan bahwa ibadah itu intinya adalah ketaatan, dan ketaatan itu adalah submissive performance of the will of God for the glory of God, suatu ketertundukan, suatu pernyataan dirinya mau tunduk kepada kehendak Allah untuk kemuliaan Allah. Mengikut Kristus adalah suatu panggilan ketika Firman itu sampai di dalam hidup kita. Saudara perhatikan poin ini, bandingkan apa yang dikatakan oleh para nabi di dalam Alkitab dengan para pemimpin dunia yang tidak bertanggung jawab ketika mereka mengatakan bahwa Allah berbicara kepada mereka. Pemimpin-pemimpin dunia yang tidak bertanggung jawab mengatakan bahwa mereka mendapatkan visi dari Tuhan dan yang mereka bicarakan adalah visi tentang kemakmuran, visi tentang hal yang besar, tetapi perhatikan apapun saja perkataan mereka baik itu visi maupun Tuhan berbicara kepada mereka atau penglihatan, lihat ujung akhirnya tidak ada ketaatan, di mana mereka harus sangkal diri, pikul salib dan ikut Kristus. Perhatikan baik-baik, ketika Allah berbicara kepada Yesaya, maka dia akan menjadi seorang yang sama sekali tidak dianggap oleh seluruh Israel ketika dia berkotbah, saudara lihat ketika Allah bicara kepada Yehezkiel maka dia harus dengan panas hati karena tidak rela, tapi dia harus taat, ketika Allah berbicara kepada Abraham, saudara-saudara bisa melihat orang yang hidupnya nyaman, tentram lalu dibuat oleh Tuhan terus menerus struggle setiap hari sampai mati. Allah memberikan Daniel pernyataan, dan ketika dinyatakan kepada Daniel maka dia harus dibawa ke Babel, dan seumur hidup harus berjalan di dalam sangkal diri, pikul salib, ikut Kristus, Thy will be done. Jikalau saudara mengerti ketaatan, saudara akan langsung mengetahui mana hamba Tuhan sejati mana palsu. Saudara langsung mengetahui mana kalimat Tuhan yang sejati, mana yang palsu, karena Allah itu suci adanya dan Allah itu benar adanya, dan apa yang dipikirkan berbeda dengan apa yang dipikirkan kita, dan cenderung hati kita adalah untuk diri kita, kenyamanan dan segala hal keberdosaan di dunia ini. Ketika Allah menyatakan diri-Nya di dalam kesucian pasti kita akan harus sangkal diri dan pikul salib, tidak bisa tidak. Ini begitu jelas di dalam Alkitab, ketika Allah berinteraksi menyentuh Ayub, maka seumur hidupnya berada dalam kesulitan demi kesulitan, pergumulan demi pergumulan. Jikalau Tuhan hadir di gereja ini, Tuhan hadir di dalam hidup-Mu, maka sebenarnya salah satu tanda adalah kita terus-menerus akan bergumul dan tidak ada rest (istirahat). Ketika Allah datang kepada Musa, Musa tidak bisa santai. Ketika Allah datang kepada Abraham, Abraham tidak bisa rest. Ketika Allah bicara kepada Ayub, apakah Ayub bisa tenang? Jawabannya adalah tidak. Jika demikian, apakah hidup orang Kristen tidak ada ketenangan? Tidak. Di luar kita mengalami kesulitan dan terus bergumul tetapi rest-nya ada di dalam hatimu karena engkau taat. Satu rest yang Tuhan ciptakan yang berbeda, kelihatannya tidak ada damai, tetapi ada damai, tidak ada sejahtera tapi ada sejahtera, itulah sebabnya Yesus katakan Aku memberikan sejahtera padamu dan sejahtera yang Aku berikan kepadamu lain daripada dunia ini, dunia ini sama sekali tidak mengenal sejahtera ini. Berbahagialah jikalau Tuhan memberikan pergumulan demi pergumulan. Kita tidak mencari pergumulan, kita tidak mencari-cari sendiri kesusahan. Tetapi kalau Tuhan menyatakan sesuatu kepada kita, maka ketika berjalan di dalam ketaatan kita akan penuh dengan pergumulan. Di luar, kita mengalami kesulitan yang luar biasa, tapi di dalamnya ada sejahtera Tuhan. Sejahtera itu adalah karena kita berjalan di dalam jalan Tuhan. Natur dari ketaatan adalah bicara mengenai sangkal diri, pikul salib, dan ikut Kristus. Mengapa saya harus taat Di dalam relasinya dengan Tuhan maka dua hal ini yang membuat kita harus taat kepada Dia yaitu: Dia Pencipta dan kita ciptaan. Kalimat pertama dari kitab Kejadian 1:1 sudah langsung membuat sebuah perbedaan kualitatif antara Pencipta dan ciptaan. Manusia sehebat apapun tetap dia adalah ciptaan. Kita boleh ada, boleh tidak ada. Dia selalu harus ada. Kalimat pertama dari Kejadian 1:1 sudah menghapus semua orang yang menginginkan dirinya sama seperti Allah ataupun mengangkat daripada ilah sama seperti Allah. Sama sekali berbeda, Dia adalah Pencipta dan kita adalah ciptaan-Nya. Implikasi dari kalimat Pencipta dan ciptaan adalah ordo. Kita harus menjadi orang yang mengerti ordo. Apakah saudara mengerti seluruh kesesakan, kehancuran dari dunia ini adalah karena tidak menghormati ordo. Bawahan melawan atasannya, rakyat melawan pemimpin yang ada yang diangkat oleh Tuhan, gereja yang di bawah melawan yang di atas, istri melawan suami, dan anak melawan orang tua. Jika manusia membalikkan seluruh ordo yang seharusnya maka seluruh tatanan dunia ini akan hancur. Lalu bagaimana dengan para pemimpin yang tidak beres, suami yang kejam dan pemerintah yang tidak benar? Itu satu-persatu akan kita selesaikan. Tetapi minimal di dalam hati, hal pertama yang harus ditetapkan adalah ordo. Dia Pencipta dan kita ciptaan. Begitu kalimat ini muncul, langsung terlihat perbedaan. Kita tidak akan pernah sama dengan Dia. Dia berhak untuk memutuskan segala sesuatu tanpa pertimbangan kita. Berkenaan dengan ordo, maka selalu di situ ada tuntutan dan kewajiban ketaatan. Jika kita perhatikan, seluruh pergumulan pergerakan agama-agama di dunia, baik di luar maupun di dalam Kristen selalu berusaha untuk menghancurkan konsep ordo atau berusaha untuk melunakkan ordo. Membuat ordo ini sedemikian rupa itu mengecil. Salah satu contohnya adalah atheist. A = tidak, Theist = God, maka Atheist = tidak ada Tuhan. Sebenarnya ketika bicara tidak ada Tuhan, apa motivasi dan implikasinya? Kalau tidak ada Tuhan, aku bisa bebas. Kalau tidak ada Tuhan, aku tidak perlu taat. Seluruh pergerakan agama itu sebenarnya hanya ingin satu, yaitu tidak mau mengakui adanya ordo, dan jika mau mengakui ada ordo itu sedemikian rupa dikecilkan. Ada pengajaran-pengajaran dari karismatik berusaha untuk menurunkan Kristus Yesus menjadi satu jajaran yang sama dengan kita. Mereka suka dengan kalimat-kalimat Yesus itu sahabat, teman yang baik dan teman yang manis. Semua itu tidak salah tetapi ketika mereka menyatakan hal itu, 'Tuhan itu baik kepada engkau, Tuhan itu menyayangi engkau, Tuhan itu mengasihi dan menghibur engkau. Kalimat-kalimat itu tidak salah, tetapi saya mau tanya spirit-nya apa? Ujungnya apa? Apakah jemaat yang seperti itu adalah jemaat yang menghormati adanya hidup yang taat? Bukankah mereka akan berusaha untuk merendahkan Kristus dengan spirit mereka. Spirit itu penting. Di dalam Maleakhi dikatakan, engkau berikan perpuluhan maka tingkap-tingkap di langit akan dibukakan memberkati engkau. Kalimat dari Maleakhi ini tidak salah. Tetapi perhatikan baik-baik, Maleakhi menulis dan berkhotbah tentang hal itu untuk menghancurkan hati yang tamak, greedy. Mereka menyimpan uang untuk dirinya sendiri. Maka Maleakhi mengatakan, engkau tidak berikan perpuluhan. Berikan perpuluhan, uji Tuhan, Dia akan memberikan tingkap-tingkap langit itu dibukakan bagimu. Kau pikir Tuhan itu penipu? Saudara, itu mau menghancurkan dari hati yang tamak. Tetapi sekarang hamba-hamba Tuhan pakai ayat itu, 'Berikan perpuluhan, kalau kau berikan perpuluhan, kau akan diberikan Tuhan begitu banyak uang. Engkau beri sepuluh diberikan seratus, seratus diberikan seribu, seribu diberikan sepuluh ribu, engkau akan kaya luar biasa. Lihat ini janji Tuhan, tingkap-tingkap langit itu dibukakan'. Saudara, kalimatnya sama bukan? Ayat Alkitabnya sama bukan? Tetapi spirit-nya berbeda. Spirit-nya yaitu aku memberikan, supaya aku dapat lebih banyak. Aku memberikan lebih banyak lagi. Maka itu spirit-nya adalah berusaha tamak! Satu kalimat yang sama, Maleakhi mengatakan itu untuk menghancurkan dosa ketamakan. Satu kalimat yang sama dari Maleakhi dipakai oleh hamba Tuhan dengan spirit yang lain yaitu membangkitkan dosa ketamakan. Yesus itu sahabat, Yesus itu Gembala yang baik, Yesus itu temanmu. Kalau engkau menangis, engkau akan diberikan “tissue” untuk menghapus air matamu, Tuhan akan menggendongmu. Kalimat itu tidak salah, karena memang itu dinyatakan di dalam Alkitab. Tetapi perhatikan ketika ada hamba Tuhan yang menyatakan hal itu, saya mau tahu ujung akhirnya untuk mendorong jemaat supaya taat atau sebenarnya melunakkan ordo? Biar kita boleh mengerti apa yang Alkitab nyatakan, Allah itu Pencipta dan kita adalah ciptaan. Ada Ordo, dan begitu ada ordo harus ada ketaatan. Karena Dia menyatakan diri-Nya, Dia Bapa dan kita anak. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Dia mengasihi kita dengan kasih yang suci. Ingat akan sepuluh perintah Allah. Kita tidak suka diperintah, tetapi saya mau membawa saudara mengerti cinta kasih Tuhan dan mengerti apa yang ada di dalam motivasi hati-Nya. Bukan untuk menurunkan ordo, tetapi untuk mendorong kita semakin taat kepada Dia. 10 perintah Allah dimulai dari ayat yang ketiga, Keluaran 20:3-17, semuanya berbicara mengenai, jangan. Kita mungkin tidak suka dengan kalimat-kalimat seperti itu. Tetapi ketika Tuhan menumbuhkan rohani kita, maka kita akan melihat secara comprehensive lebih daripada semuanya. Mengingat 10 perintah Allah, kita harus mengingat preamble / pembukaan Keluaran 20:1-2. Sebelum perintah itu dinyatakan, Allah menyatakan 'Akulah yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, Akulah yang membawa engkau keluar dari tempat perbudakan'. Apa yang ada di dalam isi hati Allah sebelum Dia menyatakan hukum-hukum-Nya, yaitu love, cinta. Dia menyatakan Aku mengasihi engkau, mata-Ku ada padamu, Aku tidak membiarkan engkau, Aku tidak rela melihat engkau berada di dalam penderitaan, engkau Aku tuntun dengan tangan-Ku yang tidak kelihatan keluar dari mereka, dari tempat perbudakan dari Mesir itu. Aku mengasihi engkau. Ketika Firman, ketetapan dan perintah itu diberikan kepada kita, apa yang menjadi isi hati Allah? Love, cinta. Dia mencintai saudara dan saya, maka disini mengenal motivasi Allah itu penting sekali. Salah satu teknik dari Setan adalah dia berusaha membuat engkau tidak taat dengan engkau memikirkan hal yang salah, meragukan motivasi Allah. Jikalau itu terjadi, engkau merasa Dia adalah Allah yang kejam, Allah yang tidak suka ketika engkau tertawa, Allah yang tidak suka ketika engkau itu gembira. Tidak! Ketika Dia menyatakan perintah-Nya, itu keluar dari isi hati-Nya untuk care kepada kita, untuk memperhatikan kita. Mata-Nya melihat engkau dan saya supaya jangan celaka. Dia mencintai engkau dan saya. Pdt Rudi Gunawan, menyatakan di dalam bahasa aslinya, bahasa Ibrani, kata jangan ini adalah don't, bukan no. Kalimat Tuhan itu boleh sebenarnya dikatakan jangan ada padamu allah lain. Jangan mencuri, jangan bersaksi dusta. Dia adalah Allah yang suci dan berdaulat. Tetapi Dia adalah Allah yang tidak pernah memaksa untuk kita taat. Dia adalah Allah suci, berdaulat dan Allah yang mengasihi kita. Ketika Firman-Nya diberitakan kepada kita maka itu adalah untuk kebaikan kita. Penting sekali kita mengenal Allah supaya mengenal motivasi-Nya dan mengenal motivasi-Nya dengan trust (percaya) kepada Dia. Banyak orang Kristen tidak membaca Firman sehingga tidak pernah trust kepada Tuhan. Banyak orang Kristen tidak membaca Firman, saudara mungkin beribadah, mendengarkan kotbah yang bagus, saudara mungkin pulang memuji Tuhan karena kotbahnya bagus. Tetapi engkau tidak pernah taat dan tidak ada keintiman dengan Tuhan karena engkau tidak membaca Firman, dan terus-menerus meragukan motivasi-Nya. Setan akan berusaha membuat engkau seperti itu, karena inti semuanya adalah Firman. Dari Firman, kita bisa mengenal Allah, kita bisa mengerti motivasi dan isi hati-Nya dan saudara mengerti hati-Nya yang tidak terlihat oleh matamu, mengerti kebaikan-Nya dan engkau mentaati-Nya. Firman itu penting untuk kita mengenal motivasi Pencipta dan penting untuk kita taati. Karena taat kepada Firman itu akan mengarahkan seluruh hidup kita. Dengan saudara membaca Firman baik-baik, saudara akan semakin mengenal Allah. Semakin saudara mengenal Allah, saudara tidak meragukan isi hati-Nya. Semakin saudara tidak meragukan isi hati-Nya, saudara akan belajar untuk mempercayai Dia dan saudara mentaati-Nya. Jangan mau ditipu oleh setan. Engkau mungkin memiliki banyak pelayanan, banyak ibadah, tetapi engkau sangat sedikit sekali di dalam obedience. Pada pagi hari ini, panggilan bagi saudara-saudara sekalian, belajar taat. Sepanjang satu tahun ini, bertumbuhlah di dalam ketaatan di dalam jalan Kristus. Belajar taat bukan belajar dengan, 'aku mau taat!', tidak mungkin. Belajar taat adalah dengan belajar mengenal Dia yang memiliki Firman yang akan kita taati. Kiranya nama-Nya ditakuti dan nama-Nya dikasih di dalam hati kita semua.
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more