Ringkasan Khotbah

29 August 2016
Ketaatan (1)
· Mazmur 95:1-11, 1 Petrus 1:14-16 Hari ini dan beberapa minggu di depan kita akan berbicara mengenai satu topik yang penting yaitu ketaatan. Ini adalah topik yang sangat penting, tetapi topik yang sulit. Tidak ada dari kita semua yang ahli dalam masalah ketaatan dan semua kita adalah orang yang bergumul di dalam ketaatan kepada Tuhan tetapi biarlah kita boleh memikirkannya karena seluruh esensi Allah menyatakan diri-Nya dan kehendak-Nya ujung akhirnya adalah obedience (ketaatan). Dia menyatakan diri-Nya kepada kita, menyatakan Firman-Nya, menebus hidup kita, memberikan Roh kudus untuk memimpin kita seumur hidup setiap hari, Dia memberikan Firman-Nya yang kita bisa baca maka seluruhnya berujung kepada satu hal yaitu ketaatan. Allah menyatakan diri-Nya kepada Musa berujung kepada satu hal yaitu Musa taat kepada Dia. Allah menyatakan Diri-Nya kepada Yehezkiel yang berujung kepada satu hal yaitu Yehezkiel taat kepada Dia. Allah menyatakan Diri-Nya kepada Abraham, kita dapat melihat ujungnya adalah Abraham taat kepada Dia. Ketaatan adalah hal yang essential di dalam kehidupan kekristenan. Biarlah kita tidak menipu diri kita sendiri, kita mungkin saja beribadah, memberikan persembahan, melakukan pelayanan demi pelayanan tetapi pertanyaan yang paling dasar di dalam hidup kita oleh Allah yaitu apakah kita berjalan di dalam jalan ketaatan atau tidak. Jalan ketaatan adalah jalan iman, jalan serupa dengan Kristus dan jalan di dalam pengudusan. Di dalam kitab Efesus, ada dua kata yang begitu tajam yaitu the son of obedience, dan the son of disobedience. Satu adalah anak-anak yang taat/penurut dan satunya lagi adalah anak-anak yang durhaka di hadapan Allah yang mata-Nya melihat seluruh jalan hidupmu dan yang mata-Nya tidak bisa dikelabui oleh fenomena beragama. Dia mengerti siapa sebenarnya orang yang sungguh-sungguh taat kepada Dia ataupun orang yang pura-pura taat di dalam ibadah kekristenan tetapi hatinya bengkok dan bahkan menggunakan Firman untuk tidak taat kepada Dia. Allah tidak melihat berapa saudara rajin, berapa saudara memberikan persembahan, berapa saudara melayani. Banyak orang memberikan persembahan untuk show dirinya, memberikan pelayanan karena di tempat lain dia tidak dihargai, berjuang keras untuk kebesarannya sendiri, maka semuanya itu putaran-putaran untuk diri dan bukan untuk ketaatan kepada Allah. Allah akan melihat jikalau melayani itu adalah karena saudara mau taat kepada Dia, memberikan persembahan karena saudara taat kepada Dia dan kalau saudara benar-benar berjuang untuk Kristus adalah karena saudara mau taat kepada Dia. Tiga hal berkenaan dengan aspek ketaatan: Natur ketaatan (ontic, ontological) Pada hakekatnya ketaatan itu adalah hal yang Yesus katakan, sangkal diri, pikul salib dan ikut Aku. Biarlah kita boleh mengingat tiga hal ini. Kekristenan itu intinya adalah ketaatan dan ketaatan itu hakekatnya adalah sangkal diri, pikul salib dan mengikut Kristus. Suatu hari Yesus Kristus mengatakan kepada semua orang yang berduyun-duyun datang kepada Dia dan Dia menyatakan itu ketika Dia berjalan menuju ke Yerusalem, tetapi karena begitu banyak orang yang baru mendapatkan makanan dan berkat dan mujizat dari Dia, maka orang yang datang mungkin ratusan, mungkin ribuan orang berduyun-duyun lalu kemudian Dia berbalik, Dia menyatakan, “Barangsiapa tidak membenci ayahnya ibunya saudaranya laki laki perempuan dan orang-orang seisi rumahnya, dia tidak dapat menjadi murid-Ku, barangsiapa yang tidak menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku dia tidak bisa menjadi murid-Ku”. Apa yang Yesus mau katakan dengan hal itu, perjalanan mengikut Dia, yang adalah Tuhan, dan perjalanan di dalam obedience (ketaatan). Saudara bisa menjadi pengikut gereja tetapi saudara tidak pernah menjadi pengikut Kristus. Tanda orang yang mengikut Aku adalah orang itu mentaati Firman-Ku, orang itu menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku. Kalau saudara membaca buku William Ames (seorang Puritan), dia adalah orang pertama membangun Reformed Covenant Theology sebagai framework di dalam cara melihat Alkitab. William Ames mengatakan bahwa ibadah itu intinya adalah ketaatan, dan ketaatan itu adalah submissive performance of the will of God for the glory of God, suatu ketertundukan, suatu pernyataan dirinya mau tunduk kepada kehendak Allah untuk kemuliaan Allah. Mengikut Kristus adalah suatu panggilan ketika Firman itu sampai di dalam hidup kita. Saudara perhatikan poin ini, bandingkan apa yang dikatakan oleh para nabi di dalam Alkitab dengan para pemimpin dunia yang tidak bertanggung jawab ketika mereka mengatakan bahwa Allah berbicara kepada mereka. Pemimpin-pemimpin dunia yang tidak bertanggung jawab mengatakan bahwa mereka mendapatkan visi dari Tuhan dan yang mereka bicarakan adalah visi tentang kemakmuran, visi tentang hal yang besar, tetapi perhatikan apapun saja perkataan mereka baik itu visi maupun Tuhan berbicara kepada mereka atau penglihatan, lihat ujung akhirnya tidak ada ketaatan, di mana mereka harus sangkal diri, pikul salib dan ikut Kristus. Perhatikan baik-baik, ketika Allah berbicara kepada Yesaya, maka dia akan menjadi seorang yang sama sekali tidak dianggap oleh seluruh Israel ketika dia berkotbah, saudara lihat ketika Allah bicara kepada Yehezkiel maka dia harus dengan panas hati karena tidak rela, tapi dia harus taat, ketika Allah berbicara kepada Abraham, saudara-saudara bisa melihat orang yang hidupnya nyaman, tentram lalu dibuat oleh Tuhan terus menerus struggle setiap hari sampai mati. Allah memberikan Daniel pernyataan, dan ketika dinyatakan kepada Daniel maka dia harus dibawa ke Babel, dan seumur hidup harus berjalan di dalam sangkal diri, pikul salib, ikut Kristus, Thy will be done. Jikalau saudara mengerti ketaatan, saudara akan langsung mengetahui mana hamba Tuhan sejati mana palsu. Saudara langsung mengetahui mana kalimat Tuhan yang sejati, mana yang palsu, karena Allah itu suci adanya dan Allah itu benar adanya, dan apa yang dipikirkan berbeda dengan apa yang dipikirkan kita, dan cenderung hati kita adalah untuk diri kita, kenyamanan dan segala hal keberdosaan di dunia ini. Ketika Allah menyatakan diri-Nya di dalam kesucian pasti kita akan harus sangkal diri dan pikul salib, tidak bisa tidak. Ini begitu jelas di dalam Alkitab, ketika Allah berinteraksi menyentuh Ayub, maka seumur hidupnya berada dalam kesulitan demi kesulitan, pergumulan demi pergumulan. Jikalau Tuhan hadir di gereja ini, Tuhan hadir di dalam hidup-Mu, maka sebenarnya salah satu tanda adalah kita terus-menerus akan bergumul dan tidak ada rest (istirahat). Ketika Allah datang kepada Musa, Musa tidak bisa santai. Ketika Allah datang kepada Abraham, Abraham tidak bisa rest. Ketika Allah bicara kepada Ayub, apakah Ayub bisa tenang? Jawabannya adalah tidak. Jika demikian, apakah hidup orang Kristen tidak ada ketenangan? Tidak. Di luar kita mengalami kesulitan dan terus bergumul tetapi rest-nya ada di dalam hatimu karena engkau taat. Satu rest yang Tuhan ciptakan yang berbeda, kelihatannya tidak ada damai, tetapi ada damai, tidak ada sejahtera tapi ada sejahtera, itulah sebabnya Yesus katakan Aku memberikan sejahtera padamu dan sejahtera yang Aku berikan kepadamu lain daripada dunia ini, dunia ini sama sekali tidak mengenal sejahtera ini. Berbahagialah jikalau Tuhan memberikan pergumulan demi pergumulan. Kita tidak mencari pergumulan, kita tidak mencari-cari sendiri kesusahan. Tetapi kalau Tuhan menyatakan sesuatu kepada kita, maka ketika berjalan di dalam ketaatan kita akan penuh dengan pergumulan. Di luar, kita mengalami kesulitan yang luar biasa, tapi di dalamnya ada sejahtera Tuhan. Sejahtera itu adalah karena kita berjalan di dalam jalan Tuhan. Natur dari ketaatan adalah bicara mengenai sangkal diri, pikul salib, dan ikut Kristus. Mengapa saya harus taat Di dalam relasinya dengan Tuhan maka dua hal ini yang membuat kita harus taat kepada Dia yaitu: Dia Pencipta dan kita ciptaan. Kalimat pertama dari kitab Kejadian 1:1 sudah langsung membuat sebuah perbedaan kualitatif antara Pencipta dan ciptaan. Manusia sehebat apapun tetap dia adalah ciptaan. Kita boleh ada, boleh tidak ada. Dia selalu harus ada. Kalimat pertama dari Kejadian 1:1 sudah menghapus semua orang yang menginginkan dirinya sama seperti Allah ataupun mengangkat daripada ilah sama seperti Allah. Sama sekali berbeda, Dia adalah Pencipta dan kita adalah ciptaan-Nya. Implikasi dari kalimat Pencipta dan ciptaan adalah ordo. Kita harus menjadi orang yang mengerti ordo. Apakah saudara mengerti seluruh kesesakan, kehancuran dari dunia ini adalah karena tidak menghormati ordo. Bawahan melawan atasannya, rakyat melawan pemimpin yang ada yang diangkat oleh Tuhan, gereja yang di bawah melawan yang di atas, istri melawan suami, dan anak melawan orang tua. Jika manusia membalikkan seluruh ordo yang seharusnya maka seluruh tatanan dunia ini akan hancur. Lalu bagaimana dengan para pemimpin yang tidak beres, suami yang kejam dan pemerintah yang tidak benar? Itu satu-persatu akan kita selesaikan. Tetapi minimal di dalam hati, hal pertama yang harus ditetapkan adalah ordo. Dia Pencipta dan kita ciptaan. Begitu kalimat ini muncul, langsung terlihat perbedaan. Kita tidak akan pernah sama dengan Dia. Dia berhak untuk memutuskan segala sesuatu tanpa pertimbangan kita. Berkenaan dengan ordo, maka selalu di situ ada tuntutan dan kewajiban ketaatan. Jika kita perhatikan, seluruh pergumulan pergerakan agama-agama di dunia, baik di luar maupun di dalam Kristen selalu berusaha untuk menghancurkan konsep ordo atau berusaha untuk melunakkan ordo. Membuat ordo ini sedemikian rupa itu mengecil. Salah satu contohnya adalah atheist. A = tidak, Theist = God, maka Atheist = tidak ada Tuhan. Sebenarnya ketika bicara tidak ada Tuhan, apa motivasi dan implikasinya? Kalau tidak ada Tuhan, aku bisa bebas. Kalau tidak ada Tuhan, aku tidak perlu taat. Seluruh pergerakan agama itu sebenarnya hanya ingin satu, yaitu tidak mau mengakui adanya ordo, dan jika mau mengakui ada ordo itu sedemikian rupa dikecilkan. Ada pengajaran-pengajaran dari karismatik berusaha untuk menurunkan Kristus Yesus menjadi satu jajaran yang sama dengan kita. Mereka suka dengan kalimat-kalimat Yesus itu sahabat, teman yang baik dan teman yang manis. Semua itu tidak salah tetapi ketika mereka menyatakan hal itu, 'Tuhan itu baik kepada engkau, Tuhan itu menyayangi engkau, Tuhan itu mengasihi dan menghibur engkau. Kalimat-kalimat itu tidak salah, tetapi saya mau tanya spirit-nya apa? Ujungnya apa? Apakah jemaat yang seperti itu adalah jemaat yang menghormati adanya hidup yang taat? Bukankah mereka akan berusaha untuk merendahkan Kristus dengan spirit mereka. Spirit itu penting. Di dalam Maleakhi dikatakan, engkau berikan perpuluhan maka tingkap-tingkap di langit akan dibukakan memberkati engkau. Kalimat dari Maleakhi ini tidak salah. Tetapi perhatikan baik-baik, Maleakhi menulis dan berkhotbah tentang hal itu untuk menghancurkan hati yang tamak, greedy. Mereka menyimpan uang untuk dirinya sendiri. Maka Maleakhi mengatakan, engkau tidak berikan perpuluhan. Berikan perpuluhan, uji Tuhan, Dia akan memberikan tingkap-tingkap langit itu dibukakan bagimu. Kau pikir Tuhan itu penipu? Saudara, itu mau menghancurkan dari hati yang tamak. Tetapi sekarang hamba-hamba Tuhan pakai ayat itu, 'Berikan perpuluhan, kalau kau berikan perpuluhan, kau akan diberikan Tuhan begitu banyak uang. Engkau beri sepuluh diberikan seratus, seratus diberikan seribu, seribu diberikan sepuluh ribu, engkau akan kaya luar biasa. Lihat ini janji Tuhan, tingkap-tingkap langit itu dibukakan'. Saudara, kalimatnya sama bukan? Ayat Alkitabnya sama bukan? Tetapi spirit-nya berbeda. Spirit-nya yaitu aku memberikan, supaya aku dapat lebih banyak. Aku memberikan lebih banyak lagi. Maka itu spirit-nya adalah berusaha tamak! Satu kalimat yang sama, Maleakhi mengatakan itu untuk menghancurkan dosa ketamakan. Satu kalimat yang sama dari Maleakhi dipakai oleh hamba Tuhan dengan spirit yang lain yaitu membangkitkan dosa ketamakan. Yesus itu sahabat, Yesus itu Gembala yang baik, Yesus itu temanmu. Kalau engkau menangis, engkau akan diberikan “tissue” untuk menghapus air matamu, Tuhan akan menggendongmu. Kalimat itu tidak salah, karena memang itu dinyatakan di dalam Alkitab. Tetapi perhatikan ketika ada hamba Tuhan yang menyatakan hal itu, saya mau tahu ujung akhirnya untuk mendorong jemaat supaya taat atau sebenarnya melunakkan ordo? Biar kita boleh mengerti apa yang Alkitab nyatakan, Allah itu Pencipta dan kita adalah ciptaan. Ada Ordo, dan begitu ada ordo harus ada ketaatan. Karena Dia menyatakan diri-Nya, Dia Bapa dan kita anak. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Dia mengasihi kita dengan kasih yang suci. Ingat akan sepuluh perintah Allah. Kita tidak suka diperintah, tetapi saya mau membawa saudara mengerti cinta kasih Tuhan dan mengerti apa yang ada di dalam motivasi hati-Nya. Bukan untuk menurunkan ordo, tetapi untuk mendorong kita semakin taat kepada Dia. 10 perintah Allah dimulai dari ayat yang ketiga, Keluaran 20:3-17, semuanya berbicara mengenai, jangan. Kita mungkin tidak suka dengan kalimat-kalimat seperti itu. Tetapi ketika Tuhan menumbuhkan rohani kita, maka kita akan melihat secara comprehensive lebih daripada semuanya. Mengingat 10 perintah Allah, kita harus mengingat preamble / pembukaan Keluaran 20:1-2. Sebelum perintah itu dinyatakan, Allah menyatakan 'Akulah yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, Akulah yang membawa engkau keluar dari tempat perbudakan'. Apa yang ada di dalam isi hati Allah sebelum Dia menyatakan hukum-hukum-Nya, yaitu love, cinta. Dia menyatakan Aku mengasihi engkau, mata-Ku ada padamu, Aku tidak membiarkan engkau, Aku tidak rela melihat engkau berada di dalam penderitaan, engkau Aku tuntun dengan tangan-Ku yang tidak kelihatan keluar dari mereka, dari tempat perbudakan dari Mesir itu. Aku mengasihi engkau. Ketika Firman, ketetapan dan perintah itu diberikan kepada kita, apa yang menjadi isi hati Allah? Love, cinta. Dia mencintai saudara dan saya, maka disini mengenal motivasi Allah itu penting sekali. Salah satu teknik dari Setan adalah dia berusaha membuat engkau tidak taat dengan engkau memikirkan hal yang salah, meragukan motivasi Allah. Jikalau itu terjadi, engkau merasa Dia adalah Allah yang kejam, Allah yang tidak suka ketika engkau tertawa, Allah yang tidak suka ketika engkau itu gembira. Tidak! Ketika Dia menyatakan perintah-Nya, itu keluar dari isi hati-Nya untuk care kepada kita, untuk memperhatikan kita. Mata-Nya melihat engkau dan saya supaya jangan celaka. Dia mencintai engkau dan saya. Pdt Rudi Gunawan, menyatakan di dalam bahasa aslinya, bahasa Ibrani, kata jangan ini adalah don't, bukan no. Kalimat Tuhan itu boleh sebenarnya dikatakan jangan ada padamu allah lain. Jangan mencuri, jangan bersaksi dusta. Dia adalah Allah yang suci dan berdaulat. Tetapi Dia adalah Allah yang tidak pernah memaksa untuk kita taat. Dia adalah Allah suci, berdaulat dan Allah yang mengasihi kita. Ketika Firman-Nya diberitakan kepada kita maka itu adalah untuk kebaikan kita. Penting sekali kita mengenal Allah supaya mengenal motivasi-Nya dan mengenal motivasi-Nya dengan trust (percaya) kepada Dia. Banyak orang Kristen tidak membaca Firman sehingga tidak pernah trust kepada Tuhan. Banyak orang Kristen tidak membaca Firman, saudara mungkin beribadah, mendengarkan kotbah yang bagus, saudara mungkin pulang memuji Tuhan karena kotbahnya bagus. Tetapi engkau tidak pernah taat dan tidak ada keintiman dengan Tuhan karena engkau tidak membaca Firman, dan terus-menerus meragukan motivasi-Nya. Setan akan berusaha membuat engkau seperti itu, karena inti semuanya adalah Firman. Dari Firman, kita bisa mengenal Allah, kita bisa mengerti motivasi dan isi hati-Nya dan saudara mengerti hati-Nya yang tidak terlihat oleh matamu, mengerti kebaikan-Nya dan engkau mentaati-Nya. Firman itu penting untuk kita mengenal motivasi Pencipta dan penting untuk kita taati. Karena taat kepada Firman itu akan mengarahkan seluruh hidup kita. Dengan saudara membaca Firman baik-baik, saudara akan semakin mengenal Allah. Semakin saudara mengenal Allah, saudara tidak meragukan isi hati-Nya. Semakin saudara tidak meragukan isi hati-Nya, saudara akan belajar untuk mempercayai Dia dan saudara mentaati-Nya. Jangan mau ditipu oleh setan. Engkau mungkin memiliki banyak pelayanan, banyak ibadah, tetapi engkau sangat sedikit sekali di dalam obedience. Pada pagi hari ini, panggilan bagi saudara-saudara sekalian, belajar taat. Sepanjang satu tahun ini, bertumbuhlah di dalam ketaatan di dalam jalan Kristus. Belajar taat bukan belajar dengan, 'aku mau taat!', tidak mungkin. Belajar taat adalah dengan belajar mengenal Dia yang memiliki Firman yang akan kita taati. Kiranya nama-Nya ditakuti dan nama-Nya dikasih di dalam hati kita semua.

Mazmur 95:1-11, 1 Petrus 1:14-16

Hari ini dan beberapa minggu di depan kita akan berbicara mengenai satu topik yang penting yaitu ketaatan. Ini adalah topik yang sangat penting, tetapi topik yang sulit. Tidak ada dari kita semua yang ahli dalam masalah ketaatan dan semua kita adalah orang yang bergumul di dalam ketaatan kepada Tuhan tetapi biarlah kita boleh memikirkannya karena seluruh esensi Allah menyatakan diri-Nya dan kehendak-Nya ujung akhirnya adalah obedience (ketaatan). Dia menyatakan diri-Nya kepada kita, menyatakan Firman-Nya, menebus hidup kita, memberikan Roh kudus untuk memimpin kita seumur hidup setiap hari, Dia memberikan Firman-Nya yang kita bisa baca maka seluruhnya berujung kepada satu hal yaitu ketaatan. Allah menyatakan diri-Nya kepada Musa berujung kepada satu hal yaitu Musa taat kepada Dia. Allah menyatakan Diri-Nya kepada Yehezkiel yang berujung kepada satu hal yaitu Yehezkiel taat kepada Dia. Allah menyatakan Diri-Nya kepada Abraham, kita dapat melihat ujungnya adalah Abraham taat kepada Dia. Ketaatan adalah hal yang essential di dalam kehidupan kekristenan. Biarlah kita tidak menipu diri kita sendiri, kita mungkin saja beribadah, memberikan persembahan, melakukan pelayanan demi pelayanan tetapi pertanyaan yang paling dasar di dalam hidup kita oleh Allah yaitu apakah kita berjalan di dalam jalan ketaatan atau tidak. Jalan ketaatan adalah jalan iman, jalan serupa dengan Kristus dan jalan di dalam pengudusan. Di dalam kitab Efesus, ada dua kata yang begitu tajam yaitu the son of obedience, dan the son of disobedience. Satu adalah anak-anak yang taat/penurut dan satunya lagi adalah anak-anak yang durhaka di hadapan Allah yang mata-Nya melihat seluruh jalan hidupmu dan yang mata-Nya tidak bisa dikelabui oleh fenomena beragama. Dia mengerti siapa sebenarnya orang yang sungguh-sungguh taat kepada Dia ataupun orang yang pura-pura taat di dalam ibadah kekristenan tetapi hatinya bengkok dan bahkan menggunakan Firman untuk tidak taat kepada Dia. Allah tidak melihat berapa saudara rajin, berapa saudara memberikan persembahan, berapa saudara melayani. Banyak orang memberikan persembahan untuk show dirinya, memberikan pelayanan karena di tempat lain dia tidak dihargai, berjuang keras untuk kebesarannya sendiri, maka semuanya itu putaran-putaran untuk diri dan bukan untuk ketaatan kepada Allah. Allah akan melihat jikalau melayani itu adalah karena saudara mau taat kepada Dia, memberikan persembahan karena saudara taat kepada Dia dan kalau saudara benar-benar berjuang untuk Kristus adalah karena saudara mau taat kepada Dia.

Tiga hal berkenaan dengan aspek ketaatan:

  1. Natur ketaatan (ontic, ontological)

  2. Pada hakekatnya ketaatan itu adalah hal yang Yesus katakan, sangkal diri, pikul salib dan ikut Aku. Biarlah kita boleh mengingat tiga hal ini. Kekristenan itu intinya adalah ketaatan dan ketaatan itu hakekatnya adalah sangkal diri, pikul salib dan mengikut Kristus. Suatu hari Yesus Kristus mengatakan kepada semua orang yang berduyun-duyun datang kepada Dia dan Dia menyatakan itu ketika Dia berjalan menuju ke Yerusalem, tetapi karena begitu banyak orang yang baru mendapatkan makanan dan berkat dan mujizat dari Dia, maka orang yang datang mungkin ratusan, mungkin ribuan orang berduyun-duyun lalu kemudian Dia berbalik, Dia menyatakan, “Barangsiapa tidak membenci ayahnya ibunya saudaranya laki laki perempuan dan orang-orang seisi rumahnya, dia tidak dapat menjadi murid-Ku, barangsiapa yang tidak menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku dia tidak bisa menjadi murid-Ku”. Apa yang Yesus mau katakan dengan hal itu, perjalanan mengikut Dia, yang adalah Tuhan, dan perjalanan di dalam obedience (ketaatan). Saudara bisa menjadi pengikut gereja tetapi saudara tidak pernah menjadi pengikut Kristus. Tanda orang yang mengikut Aku adalah orang itu mentaati Firman-Ku, orang itu menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku.

    Kalau saudara membaca buku William Ames (seorang Puritan), dia adalah orang pertama membangun Reformed Covenant Theology sebagai framework di dalam cara melihat Alkitab. William Ames mengatakan bahwa ibadah itu intinya adalah ketaatan, dan ketaatan itu adalah submissive performance of the will of God for the glory of God, suatu ketertundukan, suatu pernyataan dirinya mau tunduk kepada kehendak Allah untuk kemuliaan Allah. Mengikut Kristus adalah suatu panggilan ketika Firman itu sampai di dalam hidup kita. Saudara perhatikan poin ini, bandingkan apa yang dikatakan oleh para nabi di dalam Alkitab dengan para pemimpin dunia yang tidak bertanggung jawab ketika mereka mengatakan bahwa Allah berbicara kepada mereka. Pemimpin-pemimpin dunia yang tidak bertanggung jawab mengatakan bahwa mereka mendapatkan visi dari Tuhan dan yang mereka bicarakan adalah visi tentang kemakmuran, visi tentang hal yang besar, tetapi perhatikan apapun saja perkataan mereka baik itu visi maupun Tuhan berbicara kepada mereka atau penglihatan, lihat ujung akhirnya tidak ada ketaatan, di mana mereka harus sangkal diri, pikul salib dan ikut Kristus.

    Perhatikan baik-baik, ketika Allah berbicara kepada Yesaya, maka dia akan menjadi seorang yang sama sekali tidak dianggap oleh seluruh Israel ketika dia berkotbah, saudara lihat ketika Allah bicara kepada Yehezkiel maka dia harus dengan panas hati karena tidak rela, tapi dia harus taat, ketika Allah berbicara kepada Abraham, saudara-saudara bisa melihat orang yang hidupnya nyaman, tentram lalu dibuat oleh Tuhan terus menerus struggle setiap hari sampai mati. Allah memberikan Daniel pernyataan, dan ketika dinyatakan kepada Daniel maka dia harus dibawa ke Babel, dan seumur hidup harus berjalan di dalam sangkal diri, pikul salib, ikut Kristus, Thy will be done. Jikalau saudara mengerti ketaatan, saudara akan langsung mengetahui mana hamba Tuhan sejati mana palsu. Saudara langsung mengetahui mana kalimat Tuhan yang sejati, mana yang palsu, karena Allah itu suci adanya dan Allah itu benar adanya, dan apa yang dipikirkan berbeda dengan apa yang dipikirkan kita, dan cenderung hati kita adalah untuk diri kita, kenyamanan dan segala hal keberdosaan di dunia ini. Ketika Allah menyatakan diri-Nya di dalam kesucian pasti kita akan harus sangkal diri dan pikul salib, tidak bisa tidak. Ini begitu jelas di dalam Alkitab, ketika Allah berinteraksi menyentuh Ayub, maka seumur hidupnya berada dalam kesulitan demi kesulitan, pergumulan demi pergumulan. Jikalau Tuhan hadir di gereja ini, Tuhan hadir di dalam hidup-Mu, maka sebenarnya salah satu tanda adalah kita terus-menerus akan bergumul dan tidak ada rest (istirahat). Ketika Allah datang kepada Musa, Musa tidak bisa santai. Ketika Allah datang kepada Abraham, Abraham tidak bisa rest. Ketika Allah bicara kepada Ayub, apakah Ayub bisa tenang? Jawabannya adalah tidak. Jika demikian, apakah hidup orang Kristen tidak ada ketenangan? Tidak. Di luar kita mengalami kesulitan dan terus bergumul tetapi rest-nya ada di dalam hatimu karena engkau taat. Satu rest yang Tuhan ciptakan yang berbeda, kelihatannya tidak ada damai, tetapi ada damai, tidak ada sejahtera tapi ada sejahtera, itulah sebabnya Yesus katakan Aku memberikan sejahtera padamu dan sejahtera yang Aku berikan kepadamu lain daripada dunia ini, dunia ini sama sekali tidak mengenal sejahtera ini. Berbahagialah jikalau Tuhan memberikan pergumulan demi pergumulan. Kita tidak mencari pergumulan, kita tidak mencari-cari sendiri kesusahan. Tetapi kalau Tuhan menyatakan sesuatu kepada kita, maka ketika berjalan di dalam ketaatan kita akan penuh dengan pergumulan. Di luar, kita mengalami kesulitan yang luar biasa, tapi di dalamnya ada sejahtera Tuhan. Sejahtera itu adalah karena kita berjalan di dalam jalan Tuhan. Natur dari ketaatan adalah bicara mengenai sangkal diri, pikul salib, dan ikut Kristus.

  3. Mengapa saya harus taat

  4. Di dalam relasinya dengan Tuhan maka dua hal ini yang membuat kita harus taat kepada Dia yaitu:

    1. Dia Pencipta dan kita ciptaan.

    2. Kalimat pertama dari kitab Kejadian 1:1 sudah langsung membuat sebuah perbedaan kualitatif antara Pencipta dan ciptaan. Manusia sehebat apapun tetap dia adalah ciptaan. Kita boleh ada, boleh tidak ada. Dia selalu harus ada. Kalimat pertama dari Kejadian 1:1 sudah menghapus semua orang yang menginginkan dirinya sama seperti Allah ataupun mengangkat daripada ilah sama seperti Allah. Sama sekali berbeda, Dia adalah Pencipta dan kita adalah ciptaan-Nya. Implikasi dari kalimat Pencipta dan ciptaan adalah ordo. Kita harus menjadi orang yang mengerti ordo. Apakah saudara mengerti seluruh kesesakan, kehancuran dari dunia ini adalah karena tidak menghormati ordo. Bawahan melawan atasannya, rakyat melawan pemimpin yang ada yang diangkat oleh Tuhan, gereja yang di bawah melawan yang di atas, istri melawan suami, dan anak melawan orang tua. Jika manusia membalikkan seluruh ordo yang seharusnya maka seluruh tatanan dunia ini akan hancur. Lalu bagaimana dengan para pemimpin yang tidak beres, suami yang kejam dan pemerintah yang tidak benar? Itu satu-persatu akan kita selesaikan. Tetapi minimal di dalam hati, hal pertama yang harus ditetapkan adalah ordo. Dia Pencipta dan kita ciptaan. Begitu kalimat ini muncul, langsung terlihat perbedaan. Kita tidak akan pernah sama dengan Dia. Dia berhak untuk memutuskan segala sesuatu tanpa pertimbangan kita. Berkenaan dengan ordo, maka selalu di situ ada tuntutan dan kewajiban ketaatan.

      Jika kita perhatikan, seluruh pergumulan pergerakan agama-agama di dunia, baik di luar maupun di dalam Kristen selalu berusaha untuk menghancurkan konsep ordo atau berusaha untuk melunakkan ordo. Membuat ordo ini sedemikian rupa itu mengecil. Salah satu contohnya adalah atheist. A = tidak, Theist = God, maka Atheist = tidak ada Tuhan. Sebenarnya ketika bicara tidak ada Tuhan, apa motivasi dan implikasinya? Kalau tidak ada Tuhan, aku bisa bebas. Kalau tidak ada Tuhan, aku tidak perlu taat. Seluruh pergerakan agama itu sebenarnya hanya ingin satu, yaitu tidak mau mengakui adanya ordo, dan jika mau mengakui ada ordo itu sedemikian rupa dikecilkan. Ada pengajaran-pengajaran dari karismatik berusaha untuk menurunkan Kristus Yesus menjadi satu jajaran yang sama dengan kita. Mereka suka dengan kalimat-kalimat Yesus itu sahabat, teman yang baik dan teman yang manis. Semua itu tidak salah tetapi ketika mereka menyatakan hal itu, ‘Tuhan itu baik kepada engkau, Tuhan itu menyayangi engkau, Tuhan itu mengasihi dan menghibur engkau. Kalimat-kalimat itu tidak salah, tetapi saya mau tanya spirit-nya apa? Ujungnya apa? Apakah jemaat yang seperti itu adalah jemaat yang menghormati adanya hidup yang taat? Bukankah mereka akan berusaha untuk merendahkan Kristus dengan spirit mereka. Spirit itu penting. Di dalam Maleakhi dikatakan, engkau berikan perpuluhan maka tingkap-tingkap di langit akan dibukakan memberkati engkau. Kalimat dari Maleakhi ini tidak salah. Tetapi perhatikan baik-baik, Maleakhi menulis dan berkhotbah tentang hal itu untuk menghancurkan hati yang tamak, greedy. Mereka menyimpan uang untuk dirinya sendiri. Maka Maleakhi mengatakan, engkau tidak berikan perpuluhan. Berikan perpuluhan, uji Tuhan, Dia akan memberikan tingkap-tingkap langit itu dibukakan bagimu. Kau pikir Tuhan itu penipu? Saudara, itu mau menghancurkan dari hati yang tamak. Tetapi sekarang hamba-hamba Tuhan pakai ayat itu, ‘Berikan perpuluhan, kalau kau berikan perpuluhan, kau akan diberikan Tuhan begitu banyak uang. Engkau beri sepuluh diberikan seratus, seratus diberikan seribu, seribu diberikan sepuluh ribu, engkau akan kaya luar biasa. Lihat ini janji Tuhan, tingkap-tingkap langit itu dibukakan’. Saudara, kalimatnya sama bukan? Ayat Alkitabnya sama bukan? Tetapi spirit-nya berbeda. Spirit-nya yaitu aku memberikan, supaya aku dapat lebih banyak. Aku memberikan lebih banyak lagi. Maka itu spirit-nya adalah berusaha tamak! Satu kalimat yang sama, Maleakhi mengatakan itu untuk menghancurkan dosa ketamakan. Satu kalimat yang sama dari Maleakhi dipakai oleh hamba Tuhan dengan spirit yang lain yaitu membangkitkan dosa ketamakan. Yesus itu sahabat, Yesus itu Gembala yang baik, Yesus itu temanmu. Kalau engkau menangis, engkau akan diberikan “tissue” untuk menghapus air matamu, Tuhan akan menggendongmu. Kalimat itu tidak salah, karena memang itu dinyatakan di dalam Alkitab. Tetapi perhatikan ketika ada hamba Tuhan yang menyatakan hal itu, saya mau tahu ujung akhirnya untuk mendorong jemaat supaya taat atau sebenarnya melunakkan ordo? Biar kita boleh mengerti apa yang Alkitab nyatakan, Allah itu Pencipta dan kita adalah ciptaan. Ada Ordo, dan begitu ada ordo harus ada ketaatan.

    3. Karena Dia menyatakan diri-Nya, Dia Bapa dan kita anak.

    4. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Dia mengasihi kita dengan kasih yang suci. Ingat akan sepuluh perintah Allah. Kita tidak suka diperintah, tetapi saya mau membawa saudara mengerti cinta kasih Tuhan dan mengerti apa yang ada di dalam motivasi hati-Nya. Bukan untuk menurunkan ordo, tetapi untuk mendorong kita semakin taat kepada Dia. 10 perintah Allah dimulai dari ayat yang ketiga, Keluaran 20:3-17, semuanya berbicara mengenai, jangan. Kita mungkin tidak suka dengan kalimat-kalimat seperti itu. Tetapi ketika Tuhan menumbuhkan rohani kita, maka kita akan melihat secara comprehensive lebih daripada semuanya. Mengingat 10 perintah Allah, kita harus mengingat preamble / pembukaan Keluaran 20:1-2. Sebelum perintah itu dinyatakan, Allah menyatakan ‘Akulah yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, Akulah yang membawa engkau keluar dari tempat perbudakan’. Apa yang ada di dalam isi hati Allah sebelum Dia menyatakan hukum-hukum-Nya, yaitu love, cinta. Dia menyatakan Aku mengasihi engkau, mata-Ku ada padamu, Aku tidak membiarkan engkau, Aku tidak rela melihat engkau berada di dalam penderitaan, engkau Aku tuntun dengan tangan-Ku yang tidak kelihatan keluar dari mereka, dari tempat perbudakan dari Mesir itu. Aku mengasihi engkau.

      Ketika Firman, ketetapan dan perintah itu diberikan kepada kita, apa yang menjadi isi hati Allah? Love, cinta. Dia mencintai saudara dan saya, maka disini mengenal motivasi Allah itu penting sekali. Salah satu teknik dari Setan adalah dia berusaha membuat engkau tidak taat dengan engkau memikirkan hal yang salah, meragukan motivasi Allah. Jikalau itu terjadi, engkau merasa Dia adalah Allah yang kejam, Allah yang tidak suka ketika engkau tertawa, Allah yang tidak suka ketika engkau itu gembira. Tidak! Ketika Dia menyatakan perintah-Nya, itu keluar dari isi hati-Nya untuk care kepada kita, untuk memperhatikan kita. Mata-Nya melihat engkau dan saya supaya jangan celaka. Dia mencintai engkau dan saya. Pdt Rudi Gunawan, menyatakan di dalam bahasa aslinya, bahasa Ibrani, kata jangan ini adalah don’t, bukan no. Kalimat Tuhan itu boleh sebenarnya dikatakan jangan ada padamu allah lain. Jangan mencuri, jangan bersaksi dusta. Dia adalah Allah yang suci dan berdaulat. Tetapi Dia adalah Allah yang tidak pernah memaksa untuk kita taat. Dia adalah Allah suci, berdaulat dan Allah yang mengasihi kita. Ketika Firman-Nya diberitakan kepada kita maka itu adalah untuk kebaikan kita. Penting sekali kita mengenal Allah supaya mengenal motivasi-Nya dan mengenal motivasi-Nya dengan trust (percaya) kepada Dia. Banyak orang Kristen tidak membaca Firman sehingga tidak pernah trust kepada Tuhan. Banyak orang Kristen tidak membaca Firman, saudara mungkin beribadah, mendengarkan kotbah yang bagus, saudara mungkin pulang memuji Tuhan karena kotbahnya bagus. Tetapi engkau tidak pernah taat dan tidak ada keintiman dengan Tuhan karena engkau tidak membaca Firman, dan terus-menerus meragukan motivasi-Nya. Setan akan berusaha membuat engkau seperti itu, karena inti semuanya adalah Firman. Dari Firman, kita bisa mengenal Allah, kita bisa mengerti motivasi dan isi hati-Nya dan saudara mengerti hati-Nya yang tidak terlihat oleh matamu, mengerti kebaikan-Nya dan engkau mentaati-Nya. Firman itu penting untuk kita mengenal motivasi Pencipta dan penting untuk kita taati. Karena taat kepada Firman itu akan mengarahkan seluruh hidup kita. Dengan saudara membaca Firman baik-baik, saudara akan semakin mengenal Allah. Semakin saudara mengenal Allah, saudara tidak meragukan isi hati-Nya. Semakin saudara tidak meragukan isi hati-Nya, saudara akan belajar untuk mempercayai Dia dan saudara mentaati-Nya. Jangan mau ditipu oleh setan. Engkau mungkin memiliki banyak pelayanan, banyak ibadah, tetapi engkau sangat sedikit sekali di dalam obedience. Pada pagi hari ini, panggilan bagi saudara-saudara sekalian, belajar taat. Sepanjang satu tahun ini, bertumbuhlah di dalam ketaatan di dalam jalan Kristus. Belajar taat bukan belajar dengan, ‘aku mau taat!’, tidak mungkin. Belajar taat adalah dengan belajar mengenal Dia yang memiliki Firman yang akan kita taati. Kiranya nama-Nya ditakuti dan nama-Nya dikasih di dalam hati kita semua.


Matius 2 : 13-18 Peristiwa di Martin Place, Sydney dan kemudian di Cairns, ada 8 anak dibunuh, peristiwa yang mengejutkan bagi orang-orang Australia ini sebenarnya biarlah mengingatkan kita apa yang sesungguhnya terjadi setiap hari dan setiap jam di dalam dunia ini. Di dalam Alkitab, Matius 2, sebenarnya ketika Kristus datang ke dalam dunia juga di dalam keadaan seperti itu. Dari jaman dulu sampai jaman sekarang. Kristus datang ke dalam dunia, bukan ke dalam dunia yang aman dan nyaman, most liveable city in the world, tidak, tetapi ketika Kristus datang ke dalam dunia itu di dalam kekacauan, kerusakan, bangsa Israel sedang dijajah oleh Roma, dan kalau kita lihat di situ ada pembunuhan oleh Herodes. Karena tertipu, dia marah sekali, dia ingin membunuh Anak itu dan kemudian karena tidak dapat Anak itu, maka dia membunuh bayi-bayi lain, anak-anak di bawah 2 tahun dibunuh semuanya karena Kristus datang ke dalam dunia. Ketika tahun ini kita merayakan Natal lagi, itu merupakan satu anugerah Tuhan yang besar dan sekaligus satu hal yang patut kita syukuri, kita memuji Tuhan atas segala kebaikan yang Tuhan berikan, akan segala pimpinan Tuhan. Tetapi sesungguhnya selalu di dalam Alkitab, di dalam hidup anak-anak Tuhan di tengah segala kesukaan, tetap kesukaan orang Kristen adalah di dalam kepedihan. Sorrowing but yet rejoicing. Di dalam kesedihan tetapi sekaligus di dalam sukacita. Kita akan pikirkan bersama bagaimana kita boleh berdukacita di tengah-tengah dunia yang melihat segala dosa dan kejahatan manusia, tetapi sekaligus kita boleh tetap bersukacita di dalam Tuhan di dalam kehendak dan pimpinan-Nya yang berdaulat atas kehidupan kita, seluruh alam semesta ini. Dua hal yang saya coba pikirkan dengan peristiwa yang terjadi di Sydney, dan juga terjadi di tempat lain. Saya mengamati ada dua hal yang menurut prinsip Alkitab yang menarik sebenarnya. Dalam keadaan tegang, di dalam keadaan mereka khususnya ketika menunggu belasan jam akan orang-orang di dalam hostage. Dua kata yang sering muncul di dalam keadaan itu adalah let us hope and pray. Kita berharap dan berdoa. Saya kadang-kadang heran waktu mereka dalam keadaan seperti demikian mereka boleh mengatakan ini. Orang-orang di Australia, salah satu benua yang sangat gelap, yang semakin hari semakin sekuler, semakin hari semakin tidak ada Tuhan. Tetapi di dalam keadaan seperti itu maka kemudian mereka mengatakan marilah kita hope and pray, marilah kita berharap dan berdoa. Tetapi persoalannya adalah berdoa kepada siapa? Karena mereka sendiri sudah declare mereka atheis, mereka tidak percaya Tuhan, gereja-gereja Australia semakin kosong. Harap kita boleh melihat di situ, di dalam keadaan yang demikian, mereka mau tidak mau mengatakan mari kita berharap dan berdoa. Kedua adalah kita sebenarnya hidup di jaman post modern yang sekali lagi menolak hal-hal yang bersifat absolut. Seorang penulis mengatakan satu-satunya yang mereka yakini yaitu bahwa there is no absolute truth. Tidak ada kebenaran yang absolut. Tetapi sekali lagi di dalam keadaan seperti Sydney siege, ISIS, Taliban membunuh 140 anak-anak yang masih kecil di sekolah mereka, orang-orang dunia mulai mengatakan ini adalah kejahatan, mereka boleh mengatakan dengan conviction yang dalam ini adalah pure evil. Di dalam jaman post modern adalah jaman yang sebenarnya tidak ada yang absolutely wrong, tidak ada absolutely evil, kejahatan dalam jaman post modern adalah seperti film Forest Gump. Film itu diawali dan diakhiri dengan bulu yang terbang kemana-mana. Tidak bisa ambil keputusan. Indecisiveness. Itu adalah ciri-ciri orang-orang post modern yang di dalam keadaan menghadapi kesulitan, penderitaan, kejahatan yang besar, maka sebenarnya mereka mulai mengatakan ini adalah pure evil, ini adalah kejahatan yang betul-betul absolut. Persoalannya adalah ketika mereka mengatakan ini adalah kejahatan yang absolut, dengan conviction mengatakan ini adalah pure evil, sesungguhnya mereka mau mengatakan sebenarnya mereka menerima adanya absolute truth, absolute goodness. C.S. Lewis mengatakan orang-orang yang membenci, yang marah dalam keadaan seperti demikian baru sadar ini adalah kejahatan, dengan yakin ini adalah kejahatan yang harus kita tolak, tetapi sesungguhnya sebenarnya secara tidak sadar mereka mengatakan di balik pikiran mereka adanya absolute good. Kebaikan yang absolut. Bahwa ada Allah yang memberi standar apa yang absolut yang jahat dan yang baik. Tuhanlah yang memberi standar itu sehingga mereka baru bisa mengatakan bahwa ini adalah absolute evil dan ini adalah absolute good. Paling tidak ada 4 prinsip tentang apa yang Alkitab katakan tentang fakta mengapa adanya kejahatan dan pembunuhan, adanya kekejaman yang begitu rupa yang terjadi di tengah-tengah dunia ini. Kejahatan ada atas ijin Tuhan Dari Amsal 21:1. Ultimately adalah karena Allah yang mengijinkan kejahatan itu terjadi. Alkitab menyatakan kepada kita, dosa ada di tengah-tengah dunia ini bukan karena Allah tidak mampu menahan dosa, bukan karena Allah yang tidak berdaulat atas segala sesuatu, tidak! Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa Allah adalah Allah yang berdaulat atas segala sesuatu. Hati raja adalah seperti batang air di tangan Tuhan, dialirkan ke mana Dia ingini. Dia mengalirkan sesuai dengan keinginan-Nya. Allah adalah Allah yang berdaulat atas segala sesuatu, selembar rambutmu pun tidak akan jatuh kecuali dikehendaki oleh Tuhan. Yesaya 46 mengatakan: Tuhan berkata, “Akulah Allah dan tidak ada seperti Aku.” Keputusan-Ku akan terjadi dan segala kehendak-Ku akan terlaksana. Jadi jikalau ada kejahatan dan kekejaman di tengah-tengah dunia ini, mengapa Tuhan mengijinkan terjadi seperti itu? Ultimately adalah karena sebenarnya Tuhan mengijinkan dosa masuk dari mulai Adam dan Hawa. Tuhan mengijinkan itu. Iblis sebenarnya tidak bisa berbuat apa-apa kalau tidak diijinkan. Tentu pertanyaan selanjutnya adalah kenapa Allah mengijinkan kejahatan-kejahatan yang begitu dahsyat terjadi di tengah-tengah dunia ini? Jahatnya Dosa Tuhan mau menunjukkan betapa mengerikannya dosa itu. Ketika Kristus lahir, ada bayi-bayi dibunuh. Mengapa hal itu terjadi? Ketika manusia melawan Tuhan, melawan kehendak-Nya, maka manusia menjadi begitu jahat dan begitu kejam. Suatu kali pemeran Passion of The Christ, Jim Caviezel, diwawancara di TV. Filem Passion of The Christ adalah filem yang penuh kekejaman, kekerasan terjadi di situ khususnya ketika Tuhan Yesus dicambuk, dihajar sampai mengerikan luar biasa. Reporter menanyakan kenapa engkau main film begitu mengerikan, ketika Tuhan Yesus disiksa seperti demikian, maka Jim mengatakan satu kalimat yang saya rasa tepat: Memang mengerikan. Memang betul yang kamu katakan mengerikan, kejam, dan mengerikan luar biasa dan itulah dosamu dan dosaku. Terjadi di tengah-tengah dunia ini karena memang itulah ketika manusia melawan Tuhan. Kejahatan-kejahatan yang terjadi secara real dinyatakan. Orang-orang marah luar biasa, orang-orang benci dan murka sedalam-dalamnya ketika melihat kekejaman, kejahatan yang sedemikian rupa. Tetapi sebenarnya itu adalah Tuhan mau menyatakan itulah dosa manusia yang sebenarnya kadang-kadang tidak kita pikir, tidak kita lihat. Tidak lihat seperti yang Alkitab katakan ketika Tuhan mengatakan Ia adalah terang dan di dalam Dia tidak ada kegelapan sama sekali. Dia adalah suci. Ketika kita mengenal Allah, berhadapan dengan Tuhan yang suci yang adalah terang, di dalam Dia tidak ada kegelapan sama sekali. Ketika para serafim berkeliling memuji tahta Tuhan yang duduk di atas tahta dan mereka memuji Tuhan: Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, Yesaya melihat pandangan itu dan kemudian dia gemetar. Dia sadar, matilah aku, celakalah aku, aku manusia berdosa karena aku hidup di tengah bangsa yang najis bibir dan aku orang yang najis bibirnya. Najis yang melawan Tuhan. Dia mati. Seorang yang terhormat, Yesaya seorang yang sangat dihargai oleh orang Israel pada waktu itu, tetapi ketika dia berhadapan dengan Tuhan, melihat kesucian dan kemuliaan Tuhan, maka dia sadar betapa mengerikannya dosa. Celakalah aku, mati aku di hadapan Tuhan yang suci dan mulia itu. Tetapi di dunia ini tidak banyak orang menyadari kebobrokan seperti Yesaya menyadari kebobrokan dirinya di hadapan Tuhan. Manusia merasa sehari-hari seperti biasa saja terjadi. Ini sesuatu yang tidak kita lihat. Seperti mungkin kekayaan laut yang dicuri di Indonesia. Kita tidak tahu semua sebelum ini, kecuali orang-orang tertentu yang hidup di daerah kelautan dan perikanan. Kita tidak tahu bahwa menurut pemerintah, 300 trilyun setiap tahun kekayaan Indonesia, ikannya, lobsternya yang paling bagus dikeruk oleh negara asing. Ketika dibongkar, dikasih tahu inilah yang terjadi, baru orang marah dan mencaci maki serta setuju harus dibakar dan ditenggelamkan semua kapal asing itu. Demikianlah dosa manusia, yang kita baru sadari ketika kita melihat di depan mata kita. Puncak dari dosa, kejahatan, kekejaman dan juga sakit penyakit yang bukan hanya orang dunia alami tetapi juga orang Kristen alami, kita baru menyadari sebenarnya bahwa betapa mengerikannya dosa itu. Biarlah kita boleh sadar bahwa bukan hanya marah terhadap kejahatan, tetapi biarlah kita boleh melihat hati kita dan boleh menyadari itu adalah dosa kita juga. Tuhan murka dan membenci dosa karena di dalam Dia tidak ada kegelapan sama sekali. Dia adalah Terang itu. Kita perlu sekali menyadari akan hal ini, maka hal inilah yang mendorong kita untuk datang kepada Tuhan, kepada Kristus, sang Bayi kudus itu yang lahir 2000 tahun yang lalu. Tuhan ingin manusia mengenal-Nya Ultimately kedaulatan Tuhan. Tuhan yang mengijinkan dosa itu masuk. Kenapa manusia bisa jatuh dalam dosa, kita bisa pikir dengan segala macam cara, pasti pada akhirnya karena Tuhan mengijinkan itu terjadi karena Tuhan sendiri yang meletakkan pohon pengetahuan baik dan jahat di tengah-tengah taman itu. Kalau Tuhan tidak meletakkan pohon tersebut di taman itu, atau Tuhan tidak memberi perintah untuk tidak makan buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat itu, maka manusia tidak akan jatuh dalam dosa. Tetapi karena ada pilihan dan kehendak bebas pada waktu itu, dan Tuhan menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah, boleh memilih atau mengambil keputusan seperti Tuhan sendiri yang juga adalah seorang pribadi yang mengambil keputusan, bertindak, punya kehendak. Manusia juga diciptakan menurut gambar dan rupa Allah yang seperti demikian. Kita mungkin tidak akan bisa jawab seluruhnya kenapa manusia bisa jatuh dalam dosa dalam keadaan yang begitu baik yang Tuhan ciptakan. Yang Tuhan ciptakan semuanya sempurna, sempurna sebagai permulaan. Semua buah dari pohon di taman boleh dimakan semuanya kecuali satu pohon. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, diberikan sepasang laki-laki dan perempuan dan kemudian mereka diberi kerja semua hal yang manusia boleh kerjakan untuk hidup memuliakan Tuhan, untuk hidup berkenan, beribadah, dan menjadi hidup yang berkelimpahan yang Tuhan sediakan, itu semua Tuhan sudah siapkan. Tetapi hanya ada satu larangan, yaitu pohon pengetahuan baik dan jahat. Tuhan sengaja letakkan pohon itu sebagai ujian kepada manusia. Ujian pada manusia supaya manusia taat pada Dia bukan karena ada benefit, karena segala yang menguntungkan bagi manusia, tetapi karena Tuhan mengatakan pada manusia: "Aku menaruh itu supaya engkau taat kepada-Ku, apapun yang Aku katakan. Taat kepada-Ku, yang Aku perintahkan sudah jelas, taat kepada-Ku tanpa ada pikiran apapun." Taat dan percaya pada Tuhan, apa yang Tuhan katakan. Tuhan juga sebenarnya pasti sudah tahu bahwa Adam dan Hawa akan jatuh di dalam dosa. Tetapi kalau kita melihat selanjutnya, pertanyaannya adalah: Kenapa Tuhan mengijinkan hal itu? Dari situ pembunuhan, kekejaman dan kerusakan terjadi. Saya setuju dengan seorang teolog yang mengatakan bahwa Tuhan mengijinkan dosa itu masuk, untuk menyatakan karakter Dia yang lebih jelas kepada manusia. Allah mengijinkan dosa masuk supaya manusia sadar, makin mengenal Dia, karena ketika dosa masuk, Tuhan berjanji untuk mengampuni dosa manusia, Tuhan berjanji akan mengutus Anak-Nya yang tunggal, keturunan dari perempuan itu, untuk mati menanggung dosa manusia yang akan diremukkan tumit-Nya sementara Dia akan meremukkan kepala dari si ular. Dengan manusia jatuh dalam dosa dan kemudian Kristus datang ke dunia untuk menebus dosa manusia, maka Allah menyatakan karakter-Nya dengan lebih jelas. Karena di dalam konteks manusia yang berdosa itulah kemudian Allah mengutus Yesus Kristus datang ke dalam dunia. Dari mulai sebelumnya, dan konteks saat sampai Kristus datang sebagai bayi, banyak dosa, kekejaman dan kejahatan terjadi di situ. Tetapi dalam konteks itulah Kristus datang ke dalam dunia sebagai manusia, dan Dia mentaati, menderita seumur hidup-Nya bahkan sampai Dia mati di atas kayu salib untuk menebus dosa kita. Melalui seluruhnya itu, kejatuhan manusia dalam dosa, kedatangan Kristus, kematian-Nya, kebangkitan-Nya dari kematian, maka sebenarnya Tuhan mau menyatakan diri-Nya, menyatakan siapa Dia dengan lebih utuh dan jelas dan menunjukkan kemuliaan-Nya. Manusia baru menyadari bukan hanya betapa jahatnya dan ngerinya dosa, tetapi sekaligus manusia mulai menyadari betapa besarnya anugerah Tuhan melalui Yesus Kristus. Manusia makin menyadari melihat keadilan Tuhan yang murka terhadap dosa ketika menghukum Yesus Kristus di atas kayu salib, tetapi manusia sekaligus menyadari betapa besarnya kasih Allah. Keadilan Allah dan kasih-Nya dinyatakan melalui kedatangan, kematian di atas kayu salib, kebangkitan Kristus, manusia makin mengenal Dia. Melalui dosa masuk dan Kristus menebus dosa manusia, Allah juga menyatakan murka-Nya terhadap dosa tetapi sekaligus menyatakan belas kasihan-Nya kepada manusia. Tuhan juga menyatakan kesucian-Nya melalui hukuman-Nya terhadap dosa, tetapi sekaligus menyatakan bahwa Dia adalah Allah yang murah hati dan penuh dengan anugerah. Juga melalui kematian dan kebangkitan-Nya, kita boleh melihat kesabaran dan bijaksana Allah, sehingga melalui semuanya itu, Allah dan kemuliaan-Nya dinyatakan dengan lebih jelas daripada jika manusia tidak jatuh dalam dosa. Jadi dosa, Tuhan pakai di dalam kedaulatan-Nya, datang ke dalam dunia, kemudian Dia menebus langsung sejak manusia jatuh dalam dosa di Kejadian 3, bagaimana sejak kejadian itu Tuhan langsung berkata bahwa Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dengan perempuan ini, antara keturunannya dengan keturunanmu. Keturunannya akan meremukkan kepala si ular dan keturunan ular akan meremukkan tumitnya. Jadi sejak manusia jatuh dalam dosa sudah ada rencana, bahkan sejak dari kekekalan, itu dinyatakan pada saat itu bahwa Aku akan melakukan penebusan, akan mengampuni, akan memberikan jalan keluar bagi kesulitan manusia. Dan melalui seluruhnya itu Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya, diri-Nya, betapa besar-Nya kasih Tuhan sekaligus betapa murka-Nya Dia terhadap dosa. Dan inilah yang menguatkan dan mendorong kita. Tuhan bekerja di dalam segala sesuatu, termasuk penderitaan, dosa manusia untuk menyatakan diri-Nya, mau manusia kembali kepada Tuhan. Kisah Para Rasul 4:27-28, segala yang dilakukan Herodes, Pilatus, segenap Israel untuk melawan Yesus hanyalah untuk melaksanakan, tanpa mereka sadari sesungguhnya, segala sesuatu yang Allah telah tentukan dari semula. Jadi kalau kita bisa melihat, semua ditentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Nya. Kita makin mengenal, mengerti, sadar, betapa Allah di dalam segala kelimpahan karakter-Nya, kita makin mengagumi, menghormati dan taat kepada Tuhan. Inilah alasan yang ketiga kenapa Tuhan membiarkan dosa masuk, kenapa begitu banyak ada kejahatan di tengah dunia ini. Supaya kita memuliakan Kristus Supaya kita yang percaya kepada Kristus, mengalami dan menyatakan bahwa Kristus adalah segala-galanya. Dia lebih berharga dari apapun di dalam dunia ini. Kalau masih ada waktu yang Tuhan berikan, kita masuk akhir tahun 2014, biarlah kita boleh mengingat bahwa ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Hal ini mendorong kita untuk menyatakan kepada dunia bahwa Kristus adalah segala-galanya. Bahwa Dia lebih berharga dari apapun di dalam dunia ini. Paulus mengatakan di dalam Filipi: "Segala sesuatu aku anggap rugi karena pengenalan akan Kristus Yesus Tuhanku lebih mulia dari semuanya, bahkan segala sesuatu kuanggap sampah". Dalam bahasa Yunani, sampah sebenarnya kotoran hewan. Seperti kotoran hewan, aku jijik, aku mau buang, dibandingkan dengan memperoleh Kristus. Ketika kita mengalami kesulitan, penderitaan, bahkan kematian, bagaimana kita yang di dalam Tuhan meresponi. Tuhan menginginkan kita, mengingatkan kita bahwa Dia adalah segala-galanya, yang paling utama, Dia yang seharusnya dipegang sebagai harta yang paling berharga, bukan apa yang kita miliki, bukan rumah, bukan uang, bahkan bukan istri atau suami atau anak-anak kita. Itu adalah anugrah yang Tuhan berikan tetapi tidak boleh menjadi yang utama dalam kehidupan kita. Kesulitan, malapetaka, penderitaan, kematian yang kita alami yaitu menjadi suatu peringatan kepada kita bahwa kita boleh berkata seperti Paulus: "Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan". Habakuk 3:17-18 menjadi suatu keindahan yang baik yang dinyatakan kepada kita. Kesimpulan dari kitab Habakuk, kelaparan, segala penderitaan, kemiskinan yang mereka alami, aniaya, penderitaan, kehilangan yang mereka alami, anak-anak Tuhan khususnya, bagaimana kita bisa berespon pada keadaan itu baiklah menjadi suatu pengalaman dan kenyataan di tengah dunia ini bahwa sumber sukacitaku bukanlah hal-hal yang ada di dunia ini, tetapi biarlah kita boleh menyatakan bahwa sumber sukacitaku hanyalah di dalam Tuhan, di dalam Kristus. Seperti pemazmur mengatakan: "Sekalipun hatiku dan dagingku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya". Biarlah kesulitan yang kita hadapi, penderitaan, aniaya mengingatkan kita bahwa segala yang kita miliki ini bukan menjadi tujuan utama yang paling berharga dan penting di tengah dunia ini. Tuhan mengijinkan kesulitan dan aniaya terjadi, penderitaan, kejahatan terjadi di dunia ini bukan hanya bagi orang yang tidak percaya tetapi juga bagi anak-anak Tuhan. Tetapi bagi kita, anak-anak Tuhan, hal itu justru memberi pengharapan, kesadaran. Respons kita kepada dunia, hati kita yang mengalami, biarlah kita boleh menyatakan kepada dunia bahwa Tuhan adalah segala-galanya, yang paling berharga, bahwa sekalipun hatiku dan dagingku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. Karena di hadapan Allah ada sukacita berlimpah-limpah dan di tangan kanan-Nya ada nikmat senantiasa. Biarlah natal kali ini mengingatkan kita di tengah segala penderitaan yang ada di tengah dunia ini mengingatkan kita kembali kepada Tuhan, pada fokus, pada apa yang Tuhan inginkan, kembali kepada menyatakan Kristus adalah segala-galanya, Dia yang paling utama sehingga kita bisa berkata seperti Paulus bahwa hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Kita bisa mengalami mati itu sebagai keuntungan, to die is gain. Saya tutup dengan satu kisah dari Alkitab bagaimana Abraham disuruh untuk mempersembahkan Ishak, anaknya. Abraham membawa Ishak ke Gunung Muria. Di atas gunung itu Abraham mempersembahkan, mengikat Ishak dan siap menyembelih anaknya yang dikasihinya. Maka Malaikat Tuhan datang dan berkata: "Abraham, jangan kau apa-apakan anak itu karena Aku sudah melihat hatimu, mengerti bahwa engkau tidak segan-segan mempersembahkan anakmu satu-satunya yang kau kasihi kepada-Ku.” A.W. Tozer mengatakan suatu kalimat yang indah dari kalimat Tuhan kepada Abraham itu. Tuhan seolah-olah berkata kepada Abraham, "Aku sudah melihat hatimu. Kau siap mempersembahkan yang paling penting, yang paling berharga, yang paling kau kasihi di dalam dunia ini. Biarlah ini mendorong kita, menghiburkan kita, dan pada Natal kali ini kita boleh diingatkan sekali lagi bahwa Kristus adalah segala-galanya, Dialah yang paling utama, Dialah yang paling berharga. Kepada Dialah kita boleh datang, pada Dialah kita bahkan ketika meninggal-pun kita boleh berkata itu adalah untungku karena aku bertemu Kristus, aku mendapatkan Kristus untuk selama-lamanya.
 
 

Mazmur 95 Kita akan kembali membahas mengenai aspek-aspek ketaatan/obedience. Alkitab ditulis untuk kita membaca, mengerti, dan taat pada-Nya. Tuhan menyatakan diri-Nya kepada kita untuk boleh mengenal Dia dan taat kepada-Nya. Ketaatan adalah persembahan hidup kita di hadapan Allah. Jikalau itu tidak ada, maka seluruh ibadah kita menjadi kosong dan munafik. Jikalau itu tidak ada, maka ibadah kepada Allah itu menjadi suatu kekejian dan membuat Allah sangat muak terhadap ibadah kita. Ibadah yang sejati bukan hanya di hari Minggu saja, tetapi di dalam setiap hidup kita dari Senin sampai kembali kepada Senin, terus seumur hidup kita di dalam jalan obedience. Minggu lalu saya sudah mengatakan 2 alasan mengapa harus taat yaitu: Kita harus menyadari bahwa Allah itu pencipta dan kita ciptaan. Kita adalah manusia yang Alkitab katakan seperti suatu butir pasir di dalam seluruh pantai di dunia. Umur-Nya kekal sampai kekal, sedangkan kita hanya berumur beberapa puluh tahun. Kuasa-Nya besar tanpa ada satupun yang bisa melawan, kita manusia yang hanya bisa seperti itu saja. Tetapi Allah dari dahulu sudah menanggung di dalam kerendahan hati-Nya, seluruh pemberontakan kita. Allah sudah menanggung di dalam hati-Nya seluruh kedurhakaan manusia yang tidak mau mengakui ke-Allahan-Nya. Jika engkau adalah orang-orang yang sudah diciptakan oleh Allah dan sudah ditebus oleh Kristus, biarlah engkau boleh memiliki hati nurani yang dilembutkan kembali. Kita harus taat karena Dia adalah pencipta dan kita ciptaan. Kita harus taat karena Dia adalah Allah yang mengasihi kita. Sebelum Allah memberikan 10 perintah, Dia sudah menyatakan kepada orang Israel: “Aku yang membawa engkau keluar dari Mesir”, kalimat itu sudah menyatakan bahwa Allah mengasihi menyelamatkan dan memimpin orang Israel. Setelah itu baru Allah berkata, “Jangan mencuri, berzinah, membunuh, jangan ada allah lain di hadapan-Ku, jangan membuat patung untuk menyerupai kebesaran-Ku”. Kalimat seperti ini membuat orang tidak suka menjadi orang Kristen karena mereka berpikir banyak yang tidak boleh kita lakukan. Tidak. Jikalau kita sebagai orang tua berkata kepada anak “jangan!”, karena kita tidak ingin anak kita melarat, mati, miskin dan hancur. Tetapi anak tidak akan tahu, pengertiannya belum sampai, pada saat seperti itu trust harus ada, iman harus ada. Meskipun kita tidak sadar, tidak mengerti, tapi kita boleh mengerti, menyadari satu hal bahwa Dia adalah Allah yang mengasihi engkau dan saya. Pada hari ini akan saya tambahkan hal ketiga alasan mengapa harus taat. Karena Kristus menebus kita, kita milik Kristus dan kita menerima kebaikan Kristus. Kita orang berdosa yang ditebus oleh Kristus, harganya sudah dibayar lunas oleh Kristus bukan dengan pembayaran materi dunia yang fana tapi dengan darah-Nya yang sangat berharga, precious blood of Jesus Christ our Lord. Kalimat ini adalah kalimat yang orang Israel tahu karena kalimat ini adalah kalimat di dalam konteks perbudakan. Kalau saudara lihat di dalam Alkitab “Aku Paulus hamba Kristus”. Kalimat hamba dalam bahasa aslinya adalah “doulos” yang berarti budak. Jadi Paulus menyebut dirinya “aku budak Kristus”. Paulus begitu bangga mengatakan dirinya adalah budak. Ini orang bodoh, orang gila. Tidak. Perhatikan baik-baik konsep budak dalam Ibrani. Kalau ada seseorang menjadi budak, karena dibeli, karena orang miskin yang berhutang kemudian dibeli dari orang yang dia hutang. Orang Ibrani diatur oleh Tuhan mempunyai tahun tertentu saat budak itu harus dibebaskan, disebut Tahun Yobel. Pada Tahun Yobel budak harus bebas. Jadi dalam konsep orang Ibrani tidak pernah ada seorang tuan memiliki hak untuk memiliki budak seumur hidup atas kemauannya sendiri. Maka dia harus bebas. Begitu dia bebas, maka dia boleh bebas ke mana saja, dia tidak lagi menjadi budaknya. Tetapi kalau seorang budak kemudian berpikir bahwa tuannya begitu baik, sungguh-sungguh mengasihi dia dan menyadari tidak ada tuan yang seperti ini baiknya di seluruh dunia, maka, ketika budak ini sudah dibebaskan, dia boleh kembali kepada tuannya, dan mengatakan: “Tuan, saya ingin menjadi budakmu lagi”. Ketika dia kembali dan menjadi budak, maka hukum Ibrani adalah kalau mau sungguh-sungguh kembali dengan hatinya, dia menjadi budak seumur hidup dan tidak ditarik lagi. Konsep budak seperti ini ada dalam pikiran Paulus. Aku budak Kristus. Paulus mau menyatakan, di seluruh dunia, tidak ada yang lebih baik dan yang akan mengasihi dirinya lebih daripada Kristus. Dia menyertai, menebus kita dengan darah-Nya, memberi seluruh kebaikan kepada kita, tidak ada tuan yang lebih bijak, lebih benar, lebih baik, lebih indah daripada Kristus. Meskipun sudah dilepaskan, aku menjadi merdeka, aku tidak mau menjadi merdeka, aku mau menjadi budak Dia seumur hidup kita. Ini adalah konsep mengapa kita mau taat kepada Allah, karena kita sudah menerima kebaikan Kristus. Sekarang saya akan masuk ke poin besar ketiga dari aspek ketaatan. Nature dari ketaatan, sangkal diri, pikul salib dan ikut Kristus. Berkenaan dengan mengapa harus taat, seperti yang sudah dibahas tadi Signifikansi atau pentingnya ketaatan Ketaatan adalah tanda kesejatian. Alkitab mengatakan dengan jelas ada guru palsu, nabi palsu ada iman yang palsu. Ini adalah sesuatu yang akan menghancurkan dunia kita, yaitu kepalsuan. Kalau saudara memberli jam tangan yang saudara pikir Rolex yang asli dan mahal yang berharga 50 juta, tapi setelah tahu itu palsu, ruginya 50 juta. Kalau saudara menikah dengan pasangan yang saudara pikir sama-sama saling mengasihi, tetapi setelah menikah baru mengetahui bahwa cintanya itu palsu dan hanya menginginkan uang saudara saja, maka maka saudara akan menangis seumur hidup. Kalau saudara memiliki gereja, pengajaran, doktrin Alkitab yang saudara pikir benar, tetapi ternyata salah, maka ruginya seumur kekekalan. Perhatikan, apa saja yang palsu akan merugikan kita. Salah satu hal yang penting mengenai tanda kesejatian iman kalau orang itu sungguh-sungguh sudah dilahirbarukan adalah obedience. Kemauan dan kerelaan untuk taat. Mungkin awalnya dia tidak rela, tetapi hati nuraninya terus diberi tahu oleh Tuhan untuk taat, dia lari, dia kembali lagi, mau taat karena dia tahu bahwa ketaatan adalah pengharapan jiwanya. Jiwanya tidak pernah tenang kalau tidak taat. Kalau dia adalah orang Kristen sejati, maka suara hati nuraninya akan menang terhadap hidupnya. Kalau dia orang Kristen palsu, maka dia akan mematikan suara hati nuraninya dan kemudian membatu dan tidak taat lagi. Yohanes 14:15,23. Yesus mengatakan, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menaati segala perintah-Ku”. Di dalam Reformed Theology, di dalam Alkitab, bahwa ketaatan adalah buah dari Roh Kudus yang ditanam di dalam hati kita. Roh Kudus ada dalam hati kita. Saudara dilahirbarukan dan buahnya adalah ketaatan. Ini adalah suatu hal yang penting. Biarlah kita boleh mengasihi Kristus dengan menaati Dia baik di dalam gereja maupun di dalam kehidupan sehari-hari. Jika ada teriakan-teriakan untuk taat, maka engkau adalah milik Kristus. Ketaatan adalah kunci membuka rahasia rohani dan berjalan di dalam pertumbuhan rohani. Oswald Chambers mengatakan bahwa Firman Allah bukanlah dimengerti dengan akademis. Untuk mengerti Firman Allah, saudara harus membuka pengertian itu dengan ketaatan. Firman Allah seakan-akan seperti amplop tertutup yang dimeteraikan oleh Tuhan kepada kita. Dari dahulu, bapa-bapa gereja sudah mengajarkan kepada kita, meterainya dibuka dengan ketaatan. Tanpa ketaatan, saudara tidak bisa mengerti Firman Allah. Ketaatan ada di depan baru pengertian di belakang. Ayat Alkitab mengandung rahasia-rahasia rohani yang Tuhan sudah nyatakan. Bukan rahasia lagi kecuali di dalam anugerah Tuhan. Yohanes 7:17. “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, baru dia akan tahu”. Dalam pikiran kita, aku tahu dulu baru aku mau taat. Tapi di dalam prinsip rohani tidak. Saudara tetapkan hati dulu untuk taat, baru saudara tahu. Karena panggilan Allah adalah panggilan hati, Allah ingin hatimu diletakkan terlebih dahulu baru engkau mengerti jalan hidupmu seperti apa. Taat dahulu baru saudara akan tahu nanti Tuhan akan memberikan yang baik. Orang-orang yang Tuhan pakai di seluruh dunia, selalu taat dulu baru mengerti. Ini adalah prinsip dari poin ini bahwa orang bisa berjalan di dalam pertumbuhan rohani membuka rahasia rohani adalah dengan ketaatan. Dalam poin ini saya juga ingin share hal yang mungkin saudara juga pernah mengalaminya. Apakah saudara merasa tidak bertumbuh secara rohani? Hal ini bisa berjalan bertahun-tahun lamanya. Saudara bisa ikut di dalam pelayanan di koor, guru sekolah minggu, liturgis. Tetapi saudara menyadari bahwa saudara tidak bertumbuh pesat di dalam kerohanian, bahkan mungkin tidak bertumbuh. Saya sarankan kepada saudara-saudara, untuk berdoa minta anugerah dari Roh Kudus untuk sekali lagi mengingatkan saudara akan satu titik di masa lampau yang Tuhan pernah bicara pribadi kepada saudara dan kemudian saudara tidak taat pada waktu itu dan kemudian saudara melupakannya. Perhatikan baik-baik, di titik itu, kalau saudara tidak taat, saudara boleh berjalan terus bertahun-tahun, bahkan aktif di dalam pelayanan, mungkin orang lain mengatakan bahwa saudara menjadi berkat bagi orang lain, bagi gereja, tetapi Roh Kudus sebenarnya menginginkan, mengingatkan untuk kembali ke titik itu. Sampai saudara dealing dengan Tuhan kembali di titik itu dan mengatakan aku mau taat, baru akan ada pertumbuhan rohani yang pesat. Kita sering memberikan kepada Tuhan sesuatu yang Tuhan tidak minta dan kita pikir itu adalah ketaatan. Bayangkan seandainya saudara pulang rumah, kemudian anak anda menyambut, membukakan sepatu dan kaus kaki saudara bahkan membuatkan teh manis hangat untuk saudara. Tetapi saudara tahu sebenarnya bahwa anak yang baik sekali ini menyimpan sesuatu. Saudara tanya, “Apakah dia sudah belajar hari ini?” “Belum,” jawabnya. “Yang aku kehendaki kamu belajar, aku tidak menghendaki engkau malas. Aku menghendaki engkau belajar, bukan buka sepatu Papa.” Orang Kristen banyak yang seperti ini. Tuhan sudah bicara sesuatu kepada engkau, engkau tidak peduli, engkau lakukan apapun saja yang Tuhan tidak inginkan. Maka sebelum kembali ke titik itu, obedience, di tempat yang Tuhan itu nyatakan, kita tidak akan maju. Semua ketaatan adalah bicara mengenai here and now, saat ini, di tempat ini. Suatu hari Allah bicara kepada Abraham, “Abraham, aku mau engkau persembahkan anakmu yang tunggal itu, Ishak, di gunung Moria, besok.” Perhatikan kalimat Tuhan itu menyatakan bahwa Tuhanlah yang menentukan jenis persembahan (anakmu yang tunggal Ishak), tempat persembahan (di gunung Moria) dan waktu persembahan (besok). Seringkali Tuhan memberitahu apa tuntutannya, kapan waktunya yaitu sekarang, kemudian kita mengatakan, tidak Tuhan, aku beri yang lain. Kembali ke titik itu baru ada damai sejahtera dalam hatimu. Di dalam poin kedua ini hal yang lain yang saya akan share adalah jikalau ada kalimat-kalimat Allah yang secara umum di dalam Alkitab tidak kita taati, jangan bermimpi meminta petunjuk-Nya secara spesifik. Ini adalah prinsip. Siapakah Allah? Allah itu Suci, Besar, berkuasa, Pencipta kita, kalimat-Nya tidak pernah boleh gagal. Siapakah manusia? Bukankah kita boleh ada sekarang dan boleh tidak ada besok? Mengapa kalimat-Nya kita anggap seperti angin? Kalau engkau tidak taat di dalam kalimat-kalimat Allah yang begitu jelas, jangan mimpi minta penyertaan pimpinan-Nya yang secara spesifik. Kita sudah ditipu oleh setan dan oleh diri kita sendiri. Seluruh kalimat ini adalah kalimat-kalimat yang tidak mudah bagi kita, tapi ini adalah prinsip Alkitab. Jalan ketaatan itu adalah jalan yang paling aman. Orang berpikir mengikut Yesus itu beresiko. Alkitab memang mengatakan demikian: “orang benar itu banyak kemalangannya”. Jikalau mengikut Tuhan itu beresiko dan kita mau keluar, apakah ikut dunia atau ikut setan tidak ada resiko? Alkitab mengatakan bahwa mengikut setan jauh lebih beresiko. Mengikut dunia atau setan, kita pasti akan merasakan pahitnya racun itu di belakang. Mengikut Tuhan itu seperti obat, rasanya tidak enak pertama, tapi setelah minum akan merasa tubuhmu makin membaik. Ini adalah cara kerja Tuhan. Alkitab dengan jelas mengatakan jikalau mengikut Tuhan Itu adalah kehidupan yang paling aman dan paling berbahagia. Lihat Yeremia 7:23, biarlah ayat ini saudara hafal dan pegang seumur hidup saudara. Hati saya sering sekali sedih karena melihat begitu banyak orang di dalam gereja yang begitu bodoh. Dan ketika saya mengatakan bodoh, bukan saya mengatai mereka, tapi Alkitab mengatakan: “janganlah mengikuti dunia ini yang menguasai engkau pada waktu hari kebodohanmu”. Alkitab dengan jelas mengatakan ada puluhan nabi yang memberi kesaksian bahwa ikut Kristus itu adalah jalan yang paling aman. Tapi kita mengikut orang yang bahkan matinya-pun seperti apa kita tidak tahu. Kita mengikut prinsip hidup mereka yang sebenarnya di dalamnya ada kesia-siaan dan kekosongan. Janji Allah itu sungguh terbukti. Alkitab menyatakan: “Aku akan menjadi Allahmu dan engkau akan menjadi umat-Ku, dengarkan suara-Ku yang Ku-perintahkan kepadamu, supaya engkau berbahagia”. Hidup yang dipakai Allah. Jikalau engkau adalah orang Kristen sejati, maka Allah sudah mengubah hatimu dan melembutkan hatimu, dan Allah memberikan suatu kalimat di dalam hatimu dan jiwamu yang akan terus mengiang yaitu: “Tuhan pakai aku, aku hidup cuma satu kali, kalau tidak dipakai, untuk apa? Semua benda dipakai untuk kegunaannya. Jiwa kita yang sudah dilahirbarukan, terus akan berbicara minta untuk dipakai Tuhan. Satu hal yang paling membuat saya takut adalah bila Tuhan tidak pakai lagi. Suatu hari saya sudah sampai di depan kampus saya untuk tes sekolah teologia. Saya waktu itu di mobil, hujan turun lebat sekali, seiring dengan hujan, air mata saya terus berderai, takut sekali. Takut Tuhan tidak pakai. Orang yang sudah dilahirbarukan, ketika dia melihat Alkitab dan buku-buku rohani, dia akan melihat kemuliaan orang-orang yang dipakai. Jiwanya sama sekali tidak tertarik melihat orang-orang dunia yang kaya raya dan hebat. Aku tidak ingin seperti orang itu, aku ingin hidup terus dipakai oleh Tuhan. Bagaimana dan apa yang menjadi kondisi Tuhan memakai kita adalah di dalam ketaatan kepada Dia. Ketaatan akan memberikan kuasa ketika kita bersaksi menyatakan Firman. Salah satu hal lain lagi yang saya paling takutkan dalam hidup saya adalah jika saya banyak berkhotbah, tetapi semuanya tumpul, ini menakutkan. Jikalau tiap kali berkotbah akademisnya bagus, tetapi tidak ada kuasa, untuk apa? Pertanyaannya, kuasa lahir dari mana? Kuasa lahir dari urapan Roh Kudus, dan urapan Roh Kudus dinyatakan kepada kita dalam satu kondisi, bukan syarat, yaitu ketaatan.Saya punya satu gereja yang besar. Saya diletakkan di situ. Kalau Tuhan kehendaki saya keluar dari situ, tetapi saya tetap di situ, maka saya akan berkotbah tetapi tanpa ketaatan. Pendengar mungkin tidak tahu, tetapi hati nurani kita yang terdalam mengerti, Tuhan sebenarnya tidak menyuruh saya bicara di situ, itu adalah ketidaktaatan. Biarlah kita boleh menjadi orang Kristen yang bersaksi dengan penuh kuasa, yaitu di dalam ketaatan. Ketaatan adalah kemuliaan kita. Kalau saudara adalah orang yang lahir baru, maka saudara akan melihat biografi, dari orang-orang yang dipakai oleh Tuhan, melihat hidup mereka yang sulit. Adoniram Judson, Hudson Taylor, Martin Luther, Calvin hidupnya sulit. John Huss dibakar hidup-hidup. John Knox dianiaya, John Wycliffe hidupnya sulit sekali. John Owen, 12 anaknya seluruhnya mati satu persatu, hidup yang sulit. Tetapi ketika saudara membaca, hati saudara bergetar terus karena saudara lihat kemuliaan manusia yang hidup. Kemuliaannya bukan dari berapa banyak orang menyanjung dia atau dari kehidupannya yang nyaman dan bukan dari uangnya yang banyak. Kemuliaan yang membuat kita gemetar dalam hati kita adalah ketaatan orang itu di hadapan Allah. Kalau saudara adalah orang yang dilahirbarukan, saudara akan tahu itu adalah kemuliaan-Mu dan kemuliaanku Engkau di dalam kamarmu yang terdalam, ketika engkau sendiri dan berlutut dan menyembah Tuhan dan mengatakan: “Thy will be done”. Itu adalah kemuliaan-Mu dan kemuliaanku. Lihat seluruh rentangan sejarah hidup kita, satu persatu, apakah itu jalan dari ketaatan kepada ketaatan, jalan dari kemuliaan kepada kemuliaan. Mengapa engkau memberontak terhadap jiwamu yang sudah dilahir-barukan oleh Tuhan? Di dalam jiwamu ada Roh Kudus yang terus bicara kepadamu untuk terus taat, karena itu adalah jalan kemuliaan. Ketaatan akan memberikan God's rest dalam hidup dan mati kita. Mazmur 95, memiliki beberapa bagian. Bagian pertama menyatakan kebesaran Tuhan, “Bersorak-soraklah ...”. Itu bicara mengenai kebesaran Allah, tetapi untuk apa dinyatakan kebesaran itu? Jawabannya adalah untuk kita taat (ayat 7b). Orang yang tidak taat disebut mencobai Allah. Jangan keraskan hatimu. Allah yang besar memanggil untuk ketaatan, lalu kepada orang yang tidak taat (ayat 11), “Sebab itu ... mereka tidak akan masuk ke dalam tempat perhentian-Ku”. Di dalam bahasa aslinya ini adalah quality of God's rest. Orang-orang puritan mengatakan bahwa jika kita mau memiliki kenikmatan dan kemudahan di dalam ranjang kematian kita, tidak ada rahasia yang lain selain melakukan ketaatan di dalam hidup kita. Saya belajar banyak dari orang-orang puritan, mereka diurapi Tuhan, setiap kalimatnya begitu menusuk hati kita. Mari kita pikirkan perkataan itu lagi. Pada hari-hari terakhir orang yang mau mati, air mata terus mengalir karena mengingat masa lalunya yaitu seluruh pemberontakan dia di hadapan Allah, ketidaktaatan di hadapan Allah. Jikalau itu begitu banyak bagaimana mungkin orang itu bisa mati di dalam kenyamanan dan ketenangan. Ia ingin hidup lagi untuk menebus waktunya, tapi sudah tidak ada. Mari kita belajar dari hal ini. Bila Tuhan masih memberikan kita umur, mengapa menunggu sampai hari kematian kita. Hari itu tidak ada kenyamanan dan ketenangan dalam hidup kita. Alkitab menyatakan jalan ketaatan itu akan memberikan di dalam hati kita yang terdalam, God's rest. Apa yang membuat kita mempunyai sukacita dan damai sejahtera? Mengingat bahwa di masa lalu, engkau berada dalam masa sulit tetapi taat. Itulah sebabnya ini adalah panggilan untuk ketenangan jiwa kita (Mazmur 95). John Flavel mengatakan bagian terakhir ini. The scriptures teach us (Alkitab mengajar kita) tiga hal ini. Pertama, the best way of living (jalan hidup terbaik). Kedua, the noblest way of suffering (jalan penderitaan yang luhur). Ketiga, the most comfortable way of dying (jalan kematian yang tenang, yang nyaman). Biarlah kita boleh di dalam beberapa minggu ini didorong oleh Tuhan untuk belajar taat.
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more