Ringkasan Khotbah

23 October 2016
Ketaatan (5): Sikap sejati di dalam ketaatan
· Yohanes 14:15-27 Orang Kristen yang sejati adalah orang Kristen yang mendengarkan suara dari Gembala kita. Yesus Kristus mengatakan: Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku. Dan di dalam ayat ini dikatakan bahwa barangsiapa mengasihi Aku, dia akan mentaati Firman-Ku. Ini adalah sesuatu yang jelas terlihat, hitam di atas putih berkenaan dengan definisi orang Kristen. Ketika kita mengatakan: Aku mengasihi Kristus, Aku mencintai Dia, Aku merindukan Dia. Semua kalimat itu adalah kosong belaka, kecuali jikakalau di belakang kalimat itu ada satu obedience, ada satu hati yang rela taat di hadapan Allah. Seluruh gereja, pemimpinnya adalah Kristus. Kristus adalah kepala gereja. Dan Kristus mengajarkan satu kalimat yang merupakan inti semua gereja yang sejati adalah Thy will be done, kehendak-Mu jadi. Ini adalah kalimat yang sama, yang diucapkan oleh semua murid, oleh semua bapa gereja dan jikalau kita adalah orang-orang Kristen yang sejati di dalam Kristus. Kecuali kita adalah orang-orang palsu, yang mengaku diri pergi ke gereja, melayani, mendengarkan ibadah hari minggu tetapi tidak pernah taat di dalam hidup kita. Kristus itu kepala gereja dan kepada Dialah kita taat, melalui Dia, kita taat kepada Allah Bapa di Surga. Dan Roh Kudus, Allah oknum ketiga dikirimkan oleh Allah untuk mendampingi orang Kristen, Untuk apa? Ada orang mengatakan: Roh Kudus ada, untuk aku berkarunia Roh. Roh Kudus ada, untuk aku berbahasa roh. Yohanes pasal 14, 15, dan 16. Tiga pasal adalah bicara berkenaan dengan doktrin Roh Kudus. Ini adalah bicara mengenai person of Holy Spirit. Tiga pasal ini dengan jelas mengatakan: Aku akan memberikan kepadamu Penghibur, Aku akan memberikan kepadamu Penolong, Aku memberikan kepadamu Roh yang lain yang akan mendampingi kamu dan itu adalah Roh Kudus. Jadi untuk apa Roh Kudus itu? Jawabannya adalah supaya mengingatkan engkau akan Firman-Ku dan supaya engkau mentaati Firman-Ku. Roh Kudus itu ada, untuk membawa kita mengingat siapa Raja kita, mengingat apa yang dikatakan oleh Dia, dan membawa kita memiliki kuasa untuk boleh taat kepada Firman Tuhan. Hari ini saya akan berbicara mengenai sikap yang genuine, sikap yang sejati di dalam ketaatan. Bagaimana saya harus taat? Dengan sikap seperti apa saya harus taat? Engkau Allah, aku tahu kehendak-Mu adalah aku taat. Maka sekarang aku mau taat. Tetapi Alkitab menyatakan; ada ketaatan yang pura-pura, ada ketaatan yang setengah hati, ada ketaatan yang tidak disukai oleh Tuhan. Ketaatan seperti apa yang Tuhan itu inginkan? Tuhan menginginkan kita taat tanpa menunda. Lihat Lukas 9:59-60. Kalimat Yesus dalam ayat ini begitu tajam dan seringkali mencengangkan. Yesus mengatakan “Biarkan orang mati menguburkan orang mati tetapi engkau ikutlah Aku”. Ini bukan perumpamaan, ini adalah sesuatu kenyataan. Mengapa seakan-akan Tuhan begitu kejam dan tidak berperasaan? Kalau orang mau menikah, tanggal pernikahannya masih dapat dirubah tetapi orang meninggal tidak dapat memilih atau mengubah tanggalnya. Dan orang yang meninggal itu bukan tetangganya, tetapi papanya. Alkitab bahkan mengatakan: “Hormatilah Papamu, Ibumu”. Orang ini mendengarkan suara Kristus dan mengikut Kristus, tetapi dia mau menguburkan papanya yang meninggal terlebih dahulu. Jawab Yesus, “Biarkan orang mati menguburkan orang mati”. Kalimat ini seakan-akan tidak masuk akal. Tetapi perhatikan baik-baik. Yesus itu menginginkan ketika kita mengerti apa yang sudah Dia lakukan di atas kayu salib, ketika mengerti siapa Raja yang memerintah dan siapa Allah yang sejati maka Dia adalah yang paling prioritas dari seluruh hidup kita, bukan papamu, bukan kematian, bahkan bukan istri dan anakmu. Ketika Allah memerintah biarlah kita mengerti bahwa ini adalah perintah dari oknum pertama dari seluruh dunia ini yang harus dihormati. Ini tidak berarti bahwa kalau ada kesulitan atau apapun saja, mungkin ada kematian lalu kemudian saudara-saudara harus bereskan di gereja dulu. Yesus itu mau hati. Suatu hari Elia bertemu dengan Elisa. Elia mengatakan kepada Elisa untuk ikut dia melayani Tuhan, tetapi Elisa bilang bahwa dia ingin pamit kepada orangtuanya dahulu. Setelah pamit, baru kemudian Elisa mengikuti Elia. Tidak salah untuk berpamitan tetapi mengapa di dalam Lukas 9:59-60 tidak diperbolehkan? Yesus itu menginginkan melihat hati. Ada orang yang mempunyai macam-macam alasan, rasionalisasi yang seakan-akan baik, berteologis tetapi sebenarnya hatinya memang tidak pernah mau taat. Biarlah kita boleh jujur dan sungguh-sungguh menjawab kepada Tuhan bukan dengan alasan ingin menunda ketaatanmu. Richard Baxter seorang puritan menyatakan: Penundaan itu adalah sesuatu temporary dari penolakan dan itu adalah bentuk dari penyangkalan. Ketika bicara mengenai ketaatan, poin yang pertama adalah Tuhan menginginkan kita taat tanpa menunda. Obedience itu bersifat here and now, di sini sekarang. Jikalau saudara mengerti Firman dan kemudian tidak mentaati-Nya dengan segera, maka ada masalah rohani. Makin saudara menunda ketaatan, makin hati kita sulit untuk taat. Sebenarnya ketaatan yang pertama itu adalah yang paling mudah. Maka ketika Firman itu datang, ketika tugas dari Tuhan itu datang, ketika Tuhan itu dengan jelas menyatakan sesuatu kepadamu, maka langsung hati itu harus siap mengatakan ya Tuhan aku mau, ya Tuhan beri aku kekuatan. Ya Tuhan, hatiku tidak terlalu suka tetapi aku mau taat. Jangan pernah menunda ketaatan. Tuhan menginginkan kita taat dengan tekun dan bersemangat. Taat dengan terus menerus semangat sampai akhir, bukan ketaatan hari ini lalu kemudian besok kita kehilangan api. Bukan kemudian ketaatan sampai besok lalu kemudian kita kelelahan sampai selanjutnya. Lihat Lukas 17:7-10. Yesus mengatakan ini menjadi prinsip dalam hidup kita melayani Dia dan berespon kepada Dia. Yesus mengatakan ada seorang pekerja menggembalakan ternak tuannya, membajak ladangnya dari pagi sampai sore, kecapean sekali dan begitu sampai di rumah kemudian ingin mandi, makan, dan berkumpul dengan istri dan anaknya. Tetapi ketika dia pulang, tuannya ingin makan bersama dengan istri dan anak-anaknya, sehingga dia harus menyiapkan makanan tuannya. Alkitab mengatakan “ikat pinggangmu dan layani aku.” Setelah menyaksikan tuan dan keluarganya makan, dia harus membereskan dan merapikannya, kemudian barulah dia boleh makan. Dan tidak ada satu kata terima kasih sekalipun! Perhatikan baik-baik apa yang Yesus Kristus itu katakan kepada kita. Dia adalah Allah yang menginginkan untuk kita mentaati dan melayani Dia dengan tekun dan bersemangat sampai akhir. Dan Alkitab mengatakan, “Setelah semuanya selesai maka katakanlah kepada tuan itu, kami hamba-hamba yang tidak berguna dan kalau kami melakukan semua itu adalah karena itu memang tugas yang harus diberikan kepada kami dan kami harus jalankan.” Jikalau saudara membaca bagian Alkitab ini maka saudara akan menemukan bahwa seakan-akan Allah yang kita layani itu persis seperti raja-raja kuno yang besar yang harus dihormati. Allah lebih daripada mereka, Yesus Kristus lebih daripada mereka. Jangan kita pernah berpikir kasihan hamba itu dan kejamnya tuan itu. Jikalau saudara mengerti siapa Dia, dan jikalau kita mengerti siapa yang kita layani, kita akan menemukan tidak ada hal yang lebih indah daripada melayani Tuhan yang seperti ini. Mengapa hamba ini mau? Karena tuannya mengasihi dia. Mengapa hamba ini rela? Karena melihat kebesaran tuan itu, kasihnya, dan bagaimana dia memperlakukan hamba-hambanya. Satu hari di tengah-tengah peperangan dengan Filistin, Daud sedang bersembunyi supaya tidak diketahui oleh orang Filistin dan sewaktu-waktu nyawa mereka terancam. Kemudian Daud mengatakan satu kalimat dengan tidak sengaja, dia mengatakan: “Oh alangkah senangnya jikalau aku bisa minum air dari perigi Betlehem”. Satu orang jendralnya mendengar apa yang menjadi isi hati Daud lalu kemudian dengan diam-diam, dia jalan pergi untuk mengambil air satu teguk untuk dipersembahkan kepada Daud. Seperti apa pengabdian orang ini? Jawabanya karena dia menghormati Daud yang besar, karena dia mengasihi Daud. Itupun kemudian Daud tahu tidak boleh minum ini kemudian dituangkan semuanya, dicurahkan tidak diminum satu tetespun. Daud mencintai orang-orang di bawahnya. Tuhan itu mencintai saudara dan saya. Kalau kita tidak mendalami, tidak mengenal Tuhan yang mencintai kita, maka setiap kali pelayanan kita akan sungut-sungut. Setiap kali kita diminta untuk taat, kita akan rasa berat sekali. Tetapi kalau kita makin mengenal Tuhan, makin melihat kebesaran Tuhan dan kebaikan-Nya dan keagungan-Nya dan kemuliaan-Nya maka akan ada sesuatu kerinduan yang taat dengan tekun dan bersemangat sampai akhir. Taat dengan ucapan syukur, obedience with thanksgiving. Melayani dan taat kepada Tuhan tanpa bersungut-sungut. Sungut-sungut itu adalah tanda ketaatan setengah hati, tidak sepenuhnya, dan setengah hati di hadapan Allah sama sekali tidak diperhitungkan. Perhatikan di dalam Alkitab ada orang-orang yang ketaatannya dengan setengah hati dan bersungut-sungut. Kain membawa persembahannya dengan bersungut-sungut dan dengan tidak rela. Israel yang keluar dari tanah Mesir, seakan-akan mereka mengikuti Allah karena Allah itu menjumpai mereka dan memimpin dengan tiang awan dan tiang api. Tetapi di dalamnya mereka terus menerus bersungut-sungut, tidak puas untuk hidup. Ketika Lot memimpin isteri dan anak-anaknya keluar, isteri Lot tidak bersungut-sungut, Alkitab tidak mengatakan complain-nya, tetapi gerakan tubuhnya sudah langsung tahu hatinya hanya setengah jalan mengikut Tuhan. Ketaatannya setengah hati dan terpaksa. Alkitab mengatakan, isteri Lot langsung jadi tiang garam. Allah tidak menghendaki sesuatu ketaatan yang sambil bersungut-sungut. Allah tidak menghendaki satu ketaatan yang setengah hati. Berikan semuanya atau tidak sama sekali. Relakan hati kita untuk diajar dalam hal ini. Ananias dan Safira memberikan persembahan setengahnya tetapi mereka katakan memberikan semuanya. Langsung Petrus yang ada Roh Kudus mengatakan, "hatimu tidak beres, Engkau menyembunyikan sesuatu." Kemudian, mereka mati di saat itu. Allah dengan jelas menyatakan, Dia tidak menghendaki ketaatan yang setengah hati, biarlah kita boleh belajar dan minta Roh Kudus mengajarkan kepada kita ketaatan dengan thanksgiving. Mungkin saudara pernah menyuruh anak saudara mengerjakan sesuatu dan kemudian ketika sebelum dia mengerjakan, napasnya diambil dulu. Apa perasaan saudara? Jengkelnya luar biasa. Engkau mengerjakan bukan dengan ketaatan atau cinta. Engkau mengerjakan bukan dengan understanding tetapi terpaksa. Siapa suami yang tahan isterinya memberikan kepada dia pelayanan, makanan dengan terus bersungut-sungut? Ketika saya mengatakan seperti ini, karena saudara harus tahu, kita adalah mempelai wanita Kristus. Kristus adalah mempelai pria dari gereja-Nya. Banyak orang ke gereja itu terus bersungut-sungut atau sekedar tuntutan hati nurani supaya enak, supaya minggu ini tidak rasa bersalah. Ada thanksgiving? Sama sekali tidak. Di dalam hal-hal seperti ini, saudara harus mengerti itu mendukakan hati Tuhan dan sangat-sangat tidak berkenan di hadapan Tuhan dan semua ini adalah sesuatu kebuntuan rohani. Sekarang saya akan memberitahukan jalan keluarnya terhadap hal ini. Mintalah kepada Tuhan, berdoa kepada Tuhan untuk saudara boleh bertumbuh secara rohani, bertumbuh melihat kemuliaan Kristus dan gereja. Gereja itu mulia sekali dan saya berharap saudara-saudara bisa melihat apa yang saya lihat. Ada orang yang menikah lalu kemudian terus menerus sungut-sungut, melayani keluarganya dengan terus mengeluh. Mengapa? Karena cinta tanpa kedewasaan itu tidak cukup untuk menjalankan pernikahan. Hanya orang-orang yang dewasa/mature, yang bisa menjalani pernikahan itu sampai akhir. Dan apa artinya orang yang mature? Orang yang mature itu adalah orang yang mengerti tanggung jawabnya karena melihat pentingnya tugasnya, melihat pentingnya hal yang dikerjakannya. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan kalau suami meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, keduanya menjadi satu daging. Kalimat meninggalkan ayahnya dan ibunya itu bicara berkenaan dengan independent. Meninggalkan ayahnya dan ibunya itu bicara berkenaan dengan satu kedewasaan. Orang dewasalah yang orang itu mengerti. Anak kecil tidak ngerti. Cinta itu tidak cukup, harus ada kedewasaan. Jika kita tidak melihat kemuliaan Kristus, pasti hidup kita mengikut Tuhan sambil bersungut-sungut. Saudara akan complain apapun saja. Alkitab menyatakan Allah begitu marah terhadap hal ini. Kita pikir Dia itu siapa? Dia begitu mulia, Dia menyatakan rahasia-Nya, menyatakan kehendak-Nya, Dia menyatakan penebusan-Nya kepadamu dan saya. Dia memberikan sepenuh hatinya. Dia dari surga turun ke dunia. Dan kita memberikan hidup kita, jangankan hidup, uang kita yang dari Dia pun kita berikan sambil kita sungut-sungut. Saudara mengatakan bahwa Allah itu mengerti? Alkitab menyatakan, tidak sama sekali. Ketaatan kita harus dengan thanksgiving. Saya mau mengingatkan saudara-saudara berkenaan dengan sepuluh perintah Allah, dan semua Israel harus mentaati sepuluh perintah Allah itu. Tuhan tidak langsung mengatakan, "Perintah pertama, kedua, ketiga, keempat." Tidak. Tuhan mengatakan, "Akulah Allah yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir, yang memberikan pembebasan kepadamu." Akulah Allah itu yang menegaskan kepada kita apa yang sudah dibuat-Nya sebelum kita taat kepada Dia. Siapa engkau Allah? Apa hak-Mu Engkau memberikan perintah-perintah ini supaya aku taat dan Engkau menginginkan aku taat sepenuhnya? Aku adalah Allah yang membebaskan engkau. Aku adalah Allah yang menyelamatkan engkau. Aku adalah Allah yang mengasihi engkau dengan sepenuh hati. Jangan sungut-sungut di hadapan Allah. Jangan engkau memberikannya dengan setengah hati. Jikalau hari ini, engkau memiliki sikap seperti itu, bertobatlah dan minta Roh Kudus untuk mengubah hatimu, membawa kita untuk melihat cinta kasih Kristus, dan itu akan menghilangkan sungut-sungut kita. Saudara-saudara, sungut-sungut itu adalah ketidak-relaan. Tidak rela karena tidak melihat sesuatu hal yang penting dan mulia. Ada orang yang tua yang lalu kemudian batuk-batuk terus minta dibelikan obat oleh anak laki-lakinya tetapi dia tidak mau melakukannya dengan alasan sudah jam 9 malam, apotek sudah pada tutup. Tetapi ketika jam 2 pagi, tiba-tiba anaknya ditelepon pacarnya yang juga minta dibelikan obat batuk dan segera dia belikan pacarnya obat dan mengantar obat tersebut. Apa yang membedakan? Yang membedakan adalah satu rela dan satu tidak rela. Apa yang membedakan rela dan tidak rela? Adalah melihat kemuliaan orang yang dilayani, melihat hatinya ada di situ atau tidak. Saya berharap Roh Kudus menumbuhkan rohani kita untuk melihat dan menghargai kemuliaan Kristus yang sudah mati bagi kita. Tuhan menghendaki ketaatan yang genuine. Taatlah dengan satu maksud yaitu The Glory of God. Thomas Watson menyatakan, "Let's we obey the God's will, with the pure eye to His Glory." Biarlah kita boleh mentaati Dia dan kehendak-Nya dengan mata yang murni untuk kemuliaan Dia saja. Alkitab menyatakan begitu banyak perintah Tuhan dan setiap kali perintah terdapat janji. Alkitab menyatakan dan adalah benar bahwa ketika kita taat maka kita akan banyak berkat yang mengikuti kita. Penyediaan Allah, kesetiaan Allah akan dinyatakan kepada kita. Keselamatan yang dari Tuhan akan diberikan kepada orang-orang yang taat kepada Dia. Alkitab dengan jelas menyatakan misalnya seperti,"Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu." Kalimat itu berlaku dan sudah dibuktikan oleh semua orang yang taat kepada dia. Orang-orang yang menjalankan kehendak-Nya, mencari pimpinan-Nya, mau untuk mentaati rencana-Nya. Tidak pernah Allah itu berhutang. Tuhan akan menyediakan kepada kita apa yang kita memang perlukan. Kalau saudara melihat orang-orang yang dipakai Tuhan seperti Adoniram Judson, Charles Wesley, D.L. Moody, saudara akan melihat bagaimana pimpinan, penyertaan dan berkat-berkat Allah diberikan kepada orang-orang yang taat kepada Dia. D.L. Moody di tengah-tengah lautan yang luar biasa bergelombang, dia begitu takut, tetapi karena dia adalah orang yang memberitakan Injil, dan dia mau taat kepada Tuhan, maka kemudian Tuhan meredakan lautan itu. Charles Wesley, John Wesley, orang yang terus berkotbah dengan kuda itu, suatu hari, ada orang yang mau menembak dia. Tetapi pada saat yang sama Tuhan hentikan orang itu. Alkitab itu hidup. Kalau melihat autobiografi dan biografi orang-orang yang dipakai Tuhan, saudara akan melihat setiap janji Allah itu digenapi kepada orang-orang yang taat kepada Dia. Saya akan memberikan satu cerita yang sangat terkenal, perbandingan antara dua orang. Yang pertama adalah ateis Max Jukes dan satu lagi adalah orang yang Tuhan pakai dalam ke-Kristenan, Jonathan Edward. Perhatikan apa yang ada di tengah-tengah dua orang ini dengan keturunannya. Max Jukes tinggal di negara bagian New York, dia adalah seorang ateis. Dia menikah dengan seorang yang ateis juga. Dari pernikahan ini lahir 1029 keturunan. 300 orang mati muda. Dari mereka yang hidup, 100 orang pernah dikirim ke penjara selama rata-rata 13 tahun, 190 orang menjadi pelacur, 100 orang menjadi alkoholik. Keluarga itu merugikan negara bagian sebesar 1.2 juta US dolar. Mereka tidak memberikan kontribusi apapun kepada masyarakat kecuali hal yang jahat. Tetapi perhatikan kehidupan Jonathan Edward. Dia tinggal di negara bagian yang sama, state yang sama, dan pada waktu yang hampir-hampir sama. Ia adalah seorang yang percaya Tuhan, menyerahkan hidupnya bagi Tuhan, menikah dengan orang yang takut akan Tuhan, dari persatuan ini, dilacak 729 keturunan. 300 nya menjadi pengkotbah, 65 profesor perguruan tinggi, 13 presiden universitas, 60 pengarang, 30 dipilih menjadi anggota kongres, dan seorang menjadi wakil presiden Amerika Serikat. Saudara bisa perhatikan baik-baik orang yang takut akan Tuhan dan orang yang tidak takut akan Tuhan. Akan ada perbedaan yang besar, karena kita tidak bisa melihatnya pada waktu dia hidup, tetapi saudara akan melihatnya bagaimana berkat Tuhan itu menyertai karena memang Alkitab menyatakan berkat, penyertaan, dan pimpinan Tuhan kepada orang-orang yang takut dan taat kepada Dia. Tetapi, terlepas dari semua itu, Alkitab menyatakan, Alkitab mendorong kita untuk tidak hanya sekedar mengambil keuntungan yang diberikan kepada kita ketika kita itu mau taat, tetapi, biarlah kita boleh didorong di dalam ketaatan karena untuk satu hal ini, The Glory of The Father. Kemuliaan Allah di surga. Ini yang Alkitab nyatakan dan Tuhan dorong kepada semua nabi dan rasul-Nya. Musa diminta oleh Tuhan untuk masuk ke tanah perjanjian dan Tuhan sendiri menyatakan, Aku akan mengirimkan malaikat-Ku kepadanya dan engkau akan mendapatkan seluruh profit yaitu tanah yang berlimpah susu dan madu. Tetapi seluruh berkat Tuhan itu diberikan kepada dia di dalam ketaatan. Maka Musa itu menginginkan satu hal yaitu Engkau sendiri. Show me Thy Glory. Orang yang taat tidak akan ditinggalkan oleh Tuhan. Orang yang taat akan diberikan janji-janji oleh Tuhan dan janji-janji ini akan hidup. Tetapi poin keempat ini saudara lakukan bukan untuk mendapatkan profit, lakukanlah ini dengan sukacita karena Dia adalah Allah yang menebus kita, yang mati bagi kita, Allah yang kepadanya jiwa kita itu berasal dan jiwa kita itu menuju. Maka belajarlah di dalam ketaatan untuk nama Tuhan dipermuliakan dan tidak ada contoh yang lain selain Yesus Kristus pada waktu di Getsemani, di saat sebenarnya dia tidak memiliki sesuatu kewajiban untuk menebus manusia, Yesus Kristus itu diperhadapkan dengan cawan murka Allah. Dia tidak takut untuk mati, dia tidak takut untuk menderita, tetapi yang Dia takutkan adalah Allah itu murka kepada Dia. Maka, di saat seperti itu, ada keinginan dari hati-Nya yang terdalam, "Aku mau supaya cawan ini lalu dari pada-Ku." Tetapi Alkitab menyatakan, Yesus berdoa, "Tetapi biarlah Kehendak-Mu saja yang jadi." Ketaatan Yesus bukan karena profit atau karena ada berkat yang akan diberikan kepada Dia. Ketaatan Dia adalah supaya Kehendak Tuhan, Nama Tuhan dipermuliakan. Itu adalah satu-satunya keinginan hidup-Nya. Biarlah kita boleh sekali lagi menginginkan apa yang Alkitab itu ajarkan kepada kita. Pertama taatlah dengan segera. Kedua, taatlah dengan tekun dan semangat sampai akhir. Ketiga, taatlah dengan thanksgiving dan jangan bersungut-sungut. Keempat, taatlah dengan satu tujuan dan satu maksud saja, The Glory of God. Kiranya Tuhan boleh memimpin hidup kita dan membawa hati kita untuk makin hari makin taat kepada Dia.

Yohanes 14:15-27


Orang Kristen yang sejati adalah orang Kristen yang mendengarkan suara dari Gembala kita. Yesus Kristus mengatakan: Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku. Dan di dalam ayat ini dikatakan bahwa barangsiapa mengasihi Aku, dia akan mentaati Firman-Ku. Ini adalah sesuatu yang jelas terlihat, hitam di atas putih berkenaan dengan definisi orang Kristen. Ketika kita mengatakan: Aku mengasihi Kristus, Aku mencintai Dia, Aku merindukan Dia. Semua kalimat itu adalah kosong belaka, kecuali jikakalau di belakang kalimat itu ada satu obedience, ada satu hati yang rela taat di hadapan Allah. Seluruh gereja, pemimpinnya adalah Kristus. Kristus adalah kepala gereja. Dan Kristus mengajarkan satu kalimat yang merupakan inti semua gereja yang sejati adalah Thy will be done, kehendak-Mu jadi. Ini adalah kalimat yang sama, yang diucapkan oleh semua murid, oleh semua bapa gereja dan jikalau kita adalah orang-orang Kristen yang sejati di dalam Kristus. Kecuali kita adalah orang-orang palsu, yang mengaku diri pergi ke gereja, melayani, mendengarkan ibadah hari minggu tetapi tidak pernah taat di dalam hidup kita. Kristus itu kepala gereja dan kepada Dialah kita taat, melalui Dia, kita taat kepada Allah Bapa di Surga. Dan Roh Kudus, Allah oknum ketiga dikirimkan oleh Allah untuk mendampingi orang Kristen, Untuk apa? Ada orang mengatakan: Roh Kudus ada, untuk aku berkarunia Roh. Roh Kudus ada, untuk aku berbahasa roh. Yohanes pasal 14, 15, dan 16. Tiga pasal adalah bicara berkenaan dengan doktrin Roh Kudus. Ini adalah bicara mengenai person of Holy Spirit. Tiga pasal ini dengan jelas mengatakan: Aku akan memberikan kepadamu Penghibur, Aku akan memberikan kepadamu Penolong, Aku memberikan kepadamu Roh yang lain yang akan mendampingi kamu dan itu adalah Roh Kudus. Jadi untuk apa Roh Kudus itu? Jawabannya adalah supaya mengingatkan engkau akan Firman-Ku dan supaya engkau mentaati Firman-Ku. Roh Kudus itu ada, untuk membawa kita mengingat siapa Raja kita, mengingat apa yang dikatakan oleh Dia, dan membawa kita memiliki kuasa untuk boleh taat kepada Firman Tuhan.

Hari ini saya akan berbicara mengenai sikap yang genuine, sikap yang sejati di dalam ketaatan. Bagaimana saya harus taat? Dengan sikap seperti apa saya harus taat? Engkau Allah, aku tahu kehendak-Mu adalah aku taat. Maka sekarang aku mau taat. Tetapi Alkitab menyatakan; ada ketaatan yang pura-pura, ada ketaatan yang setengah hati, ada ketaatan yang tidak disukai oleh Tuhan. Ketaatan seperti apa yang Tuhan itu inginkan?

  1. Tuhan menginginkan kita taat tanpa menunda.

  2. Lihat Lukas 9:59-60. Kalimat Yesus dalam ayat ini begitu tajam dan seringkali mencengangkan. Yesus mengatakan “Biarkan orang mati menguburkan orang mati tetapi engkau ikutlah Aku”. Ini bukan perumpamaan, ini adalah sesuatu kenyataan. Mengapa seakan-akan Tuhan begitu kejam dan tidak berperasaan? Kalau orang mau menikah, tanggal pernikahannya masih dapat dirubah tetapi orang meninggal tidak dapat memilih atau mengubah tanggalnya. Dan orang yang meninggal itu bukan tetangganya, tetapi papanya. Alkitab bahkan mengatakan: “Hormatilah Papamu, Ibumu”. Orang ini mendengarkan suara Kristus dan mengikut Kristus, tetapi dia mau menguburkan papanya yang meninggal terlebih dahulu. Jawab Yesus, “Biarkan orang mati menguburkan orang mati”. Kalimat ini seakan-akan tidak masuk akal. Tetapi perhatikan baik-baik. Yesus itu menginginkan ketika kita mengerti apa yang sudah Dia lakukan di atas kayu salib, ketika mengerti siapa Raja yang memerintah dan siapa Allah yang sejati maka Dia adalah yang paling prioritas dari seluruh hidup kita, bukan papamu, bukan kematian, bahkan bukan istri dan anakmu. Ketika Allah memerintah biarlah kita mengerti bahwa ini adalah perintah dari oknum pertama dari seluruh dunia ini yang harus dihormati. Ini tidak berarti bahwa kalau ada kesulitan atau apapun saja, mungkin ada kematian lalu kemudian saudara-saudara harus bereskan di gereja dulu. Yesus itu mau hati.

    Suatu hari Elia bertemu dengan Elisa. Elia mengatakan kepada Elisa untuk ikut dia melayani Tuhan, tetapi Elisa bilang bahwa dia ingin pamit kepada orangtuanya dahulu. Setelah pamit, baru kemudian Elisa mengikuti Elia. Tidak salah untuk berpamitan tetapi mengapa di dalam Lukas 9:59-60 tidak diperbolehkan? Yesus itu menginginkan melihat hati. Ada orang yang mempunyai macam-macam alasan, rasionalisasi yang seakan-akan baik, berteologis tetapi sebenarnya hatinya memang tidak pernah mau taat. Biarlah kita boleh jujur dan sungguh-sungguh menjawab kepada Tuhan bukan dengan alasan ingin menunda ketaatanmu.

    Richard Baxter seorang puritan menyatakan: Penundaan itu adalah sesuatu temporary dari penolakan dan itu adalah bentuk dari penyangkalan. Ketika bicara mengenai ketaatan, poin yang pertama adalah Tuhan menginginkan kita taat tanpa menunda. Obedience itu bersifat here and now, di sini sekarang. Jikalau saudara mengerti Firman dan kemudian tidak mentaati-Nya dengan segera, maka ada masalah rohani. Makin saudara menunda ketaatan, makin hati kita sulit untuk taat. Sebenarnya ketaatan yang pertama itu adalah yang paling mudah. Maka ketika Firman itu datang, ketika tugas dari Tuhan itu datang, ketika Tuhan itu dengan jelas menyatakan sesuatu kepadamu, maka langsung hati itu harus siap mengatakan ya Tuhan aku mau, ya Tuhan beri aku kekuatan. Ya Tuhan, hatiku tidak terlalu suka tetapi aku mau taat. Jangan pernah menunda ketaatan.

  3. Tuhan menginginkan kita taat dengan tekun dan bersemangat.

  4. Taat dengan terus menerus semangat sampai akhir, bukan ketaatan hari ini lalu kemudian besok kita kehilangan api. Bukan kemudian ketaatan sampai besok lalu kemudian kita kelelahan sampai selanjutnya. Lihat Lukas 17:7-10. Yesus mengatakan ini menjadi prinsip dalam hidup kita melayani Dia dan berespon kepada Dia. Yesus mengatakan ada seorang pekerja menggembalakan ternak tuannya, membajak ladangnya dari pagi sampai sore, kecapean sekali dan begitu sampai di rumah kemudian ingin mandi, makan, dan berkumpul dengan istri dan anaknya. Tetapi ketika dia pulang, tuannya ingin makan bersama dengan istri dan anak-anaknya, sehingga dia harus menyiapkan makanan tuannya. Alkitab mengatakan “ikat pinggangmu dan layani aku.” Setelah menyaksikan tuan dan keluarganya makan, dia harus membereskan dan merapikannya, kemudian barulah dia boleh makan. Dan tidak ada satu kata terima kasih sekalipun! Perhatikan baik-baik apa yang Yesus Kristus itu katakan kepada kita. Dia adalah Allah yang menginginkan untuk kita mentaati dan melayani Dia dengan tekun dan bersemangat sampai akhir. Dan Alkitab mengatakan, “Setelah semuanya selesai maka katakanlah kepada tuan itu, kami hamba-hamba yang tidak berguna dan kalau kami melakukan semua itu adalah karena itu memang tugas yang harus diberikan kepada kami dan kami harus jalankan.” Jikalau saudara membaca bagian Alkitab ini maka saudara akan menemukan bahwa seakan-akan Allah yang kita layani itu persis seperti raja-raja kuno yang besar yang harus dihormati. Allah lebih daripada mereka, Yesus Kristus lebih daripada mereka. Jangan kita pernah berpikir kasihan hamba itu dan kejamnya tuan itu. Jikalau saudara mengerti siapa Dia, dan jikalau kita mengerti siapa yang kita layani, kita akan menemukan tidak ada hal yang lebih indah daripada melayani Tuhan yang seperti ini. Mengapa hamba ini mau? Karena tuannya mengasihi dia. Mengapa hamba ini rela? Karena melihat kebesaran tuan itu, kasihnya, dan bagaimana dia memperlakukan hamba-hambanya.

    Satu hari di tengah-tengah peperangan dengan Filistin, Daud sedang bersembunyi supaya tidak diketahui oleh orang Filistin dan sewaktu-waktu nyawa mereka terancam. Kemudian Daud mengatakan satu kalimat dengan tidak sengaja, dia mengatakan: “Oh alangkah senangnya jikalau aku bisa minum air dari perigi Betlehem”. Satu orang jendralnya mendengar apa yang menjadi isi hati Daud lalu kemudian dengan diam-diam, dia jalan pergi untuk mengambil air satu teguk untuk dipersembahkan kepada Daud. Seperti apa pengabdian orang ini? Jawabanya karena dia menghormati Daud yang besar, karena dia mengasihi Daud. Itupun kemudian Daud tahu tidak boleh minum ini kemudian dituangkan semuanya, dicurahkan tidak diminum satu tetespun. Daud mencintai orang-orang di bawahnya. Tuhan itu mencintai saudara dan saya. Kalau kita tidak mendalami, tidak mengenal Tuhan yang mencintai kita, maka setiap kali pelayanan kita akan sungut-sungut. Setiap kali kita diminta untuk taat, kita akan rasa berat sekali. Tetapi kalau kita makin mengenal Tuhan, makin melihat kebesaran Tuhan dan kebaikan-Nya dan keagungan-Nya dan kemuliaan-Nya maka akan ada sesuatu kerinduan yang taat dengan tekun dan bersemangat sampai akhir.

  5. Taat dengan ucapan syukur, obedience with thanksgiving.

  6. Melayani dan taat kepada Tuhan tanpa bersungut-sungut. Sungut-sungut itu adalah tanda ketaatan setengah hati, tidak sepenuhnya, dan setengah hati di hadapan Allah sama sekali tidak diperhitungkan. Perhatikan di dalam Alkitab ada orang-orang yang ketaatannya dengan setengah hati dan bersungut-sungut. Kain membawa persembahannya dengan bersungut-sungut dan dengan tidak rela. Israel yang keluar dari tanah Mesir, seakan-akan mereka mengikuti Allah karena Allah itu menjumpai mereka dan memimpin dengan tiang awan dan tiang api. Tetapi di dalamnya mereka terus menerus bersungut-sungut, tidak puas untuk hidup. Ketika Lot memimpin isteri dan anak-anaknya keluar, isteri Lot tidak bersungut-sungut, Alkitab tidak mengatakan complain-nya, tetapi gerakan tubuhnya sudah langsung tahu hatinya hanya setengah jalan mengikut Tuhan. Ketaatannya setengah hati dan terpaksa. Alkitab mengatakan, isteri Lot langsung jadi tiang garam. Allah tidak menghendaki sesuatu ketaatan yang sambil bersungut-sungut. Allah tidak menghendaki satu ketaatan yang setengah hati. Berikan semuanya atau tidak sama sekali. Relakan hati kita untuk diajar dalam hal ini. Ananias dan Safira memberikan persembahan setengahnya tetapi mereka katakan memberikan semuanya. Langsung Petrus yang ada Roh Kudus mengatakan, “hatimu tidak beres, Engkau menyembunyikan sesuatu.” Kemudian, mereka mati di saat itu.

    Allah dengan jelas menyatakan, Dia tidak menghendaki ketaatan yang setengah hati, biarlah kita boleh belajar dan minta Roh Kudus mengajarkan kepada kita ketaatan dengan thanksgiving. Mungkin saudara pernah menyuruh anak saudara mengerjakan sesuatu dan kemudian ketika sebelum dia mengerjakan, napasnya diambil dulu. Apa perasaan saudara? Jengkelnya luar biasa. Engkau mengerjakan bukan dengan ketaatan atau cinta. Engkau mengerjakan bukan dengan understanding tetapi terpaksa. Siapa suami yang tahan isterinya memberikan kepada dia pelayanan, makanan dengan terus bersungut-sungut? Ketika saya mengatakan seperti ini, karena saudara harus tahu, kita adalah mempelai wanita Kristus. Kristus adalah mempelai pria dari gereja-Nya. Banyak orang ke gereja itu terus bersungut-sungut atau sekedar tuntutan hati nurani supaya enak, supaya minggu ini tidak rasa bersalah. Ada thanksgiving? Sama sekali tidak. Di dalam hal-hal seperti ini, saudara harus mengerti itu mendukakan hati Tuhan dan sangat-sangat tidak berkenan di hadapan Tuhan dan semua ini adalah sesuatu kebuntuan rohani.

    Sekarang saya akan memberitahukan jalan keluarnya terhadap hal ini. Mintalah kepada Tuhan, berdoa kepada Tuhan untuk saudara boleh bertumbuh secara rohani, bertumbuh melihat kemuliaan Kristus dan gereja. Gereja itu mulia sekali dan saya berharap saudara-saudara bisa melihat apa yang saya lihat. Ada orang yang menikah lalu kemudian terus menerus sungut-sungut, melayani keluarganya dengan terus mengeluh. Mengapa? Karena cinta tanpa kedewasaan itu tidak cukup untuk menjalankan pernikahan. Hanya orang-orang yang dewasa/mature, yang bisa menjalani pernikahan itu sampai akhir. Dan apa artinya orang yang mature? Orang yang mature itu adalah orang yang mengerti tanggung jawabnya karena melihat pentingnya tugasnya, melihat pentingnya hal yang dikerjakannya. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan kalau suami meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, keduanya menjadi satu daging. Kalimat meninggalkan ayahnya dan ibunya itu bicara berkenaan dengan independent. Meninggalkan ayahnya dan ibunya itu bicara berkenaan dengan satu kedewasaan. Orang dewasalah yang orang itu mengerti. Anak kecil tidak ngerti. Cinta itu tidak cukup, harus ada kedewasaan. Jika kita tidak melihat kemuliaan Kristus, pasti hidup kita mengikut Tuhan sambil bersungut-sungut. Saudara akan complain apapun saja. Alkitab menyatakan Allah begitu marah terhadap hal ini. Kita pikir Dia itu siapa? Dia begitu mulia, Dia menyatakan rahasia-Nya, menyatakan kehendak-Nya, Dia menyatakan penebusan-Nya kepadamu dan saya. Dia memberikan sepenuh hatinya. Dia dari surga turun ke dunia. Dan kita memberikan hidup kita, jangankan hidup, uang kita yang dari Dia pun kita berikan sambil kita sungut-sungut. Saudara mengatakan bahwa Allah itu mengerti? Alkitab menyatakan, tidak sama sekali. Ketaatan kita harus dengan thanksgiving. Saya mau mengingatkan saudara-saudara berkenaan dengan sepuluh perintah Allah, dan semua Israel harus mentaati sepuluh perintah Allah itu. Tuhan tidak langsung mengatakan, “Perintah pertama, kedua, ketiga, keempat.” Tidak. Tuhan mengatakan, “Akulah Allah yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir, yang memberikan pembebasan kepadamu.” Akulah Allah itu yang menegaskan kepada kita apa yang sudah dibuat-Nya sebelum kita taat kepada Dia. Siapa engkau Allah? Apa hak-Mu Engkau memberikan perintah-perintah ini supaya aku taat dan Engkau menginginkan aku taat sepenuhnya? Aku adalah Allah yang membebaskan engkau. Aku adalah Allah yang menyelamatkan engkau. Aku adalah Allah yang mengasihi engkau dengan sepenuh hati. Jangan sungut-sungut di hadapan Allah. Jangan engkau memberikannya dengan setengah hati. Jikalau hari ini, engkau memiliki sikap seperti itu, bertobatlah dan minta Roh Kudus untuk mengubah hatimu, membawa kita untuk melihat cinta kasih Kristus, dan itu akan menghilangkan sungut-sungut kita.

    Saudara-saudara, sungut-sungut itu adalah ketidak-relaan. Tidak rela karena tidak melihat sesuatu hal yang penting dan mulia. Ada orang yang tua yang lalu kemudian batuk-batuk terus minta dibelikan obat oleh anak laki-lakinya tetapi dia tidak mau melakukannya dengan alasan sudah jam 9 malam, apotek sudah pada tutup. Tetapi ketika jam 2 pagi, tiba-tiba anaknya ditelepon pacarnya yang juga minta dibelikan obat batuk dan segera dia belikan pacarnya obat dan mengantar obat tersebut. Apa yang membedakan? Yang membedakan adalah satu rela dan satu tidak rela. Apa yang membedakan rela dan tidak rela? Adalah melihat kemuliaan orang yang dilayani, melihat hatinya ada di situ atau tidak. Saya berharap Roh Kudus menumbuhkan rohani kita untuk melihat dan menghargai kemuliaan Kristus yang sudah mati bagi kita.

  7. Tuhan menghendaki ketaatan yang genuine.

  8. Taatlah dengan satu maksud yaitu The Glory of God. Thomas Watson menyatakan, “Let’s we obey the God’s will, with the pure eye to His Glory.” Biarlah kita boleh mentaati Dia dan kehendak-Nya dengan mata yang murni untuk kemuliaan Dia saja. Alkitab menyatakan begitu banyak perintah Tuhan dan setiap kali perintah terdapat janji. Alkitab menyatakan dan adalah benar bahwa ketika kita taat maka kita akan banyak berkat yang mengikuti kita. Penyediaan Allah, kesetiaan Allah akan dinyatakan kepada kita. Keselamatan yang dari Tuhan akan diberikan kepada orang-orang yang taat kepada Dia. Alkitab dengan jelas menyatakan misalnya seperti,”Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.” Kalimat itu berlaku dan sudah dibuktikan oleh semua orang yang taat kepada dia. Orang-orang yang menjalankan kehendak-Nya, mencari pimpinan-Nya, mau untuk mentaati rencana-Nya. Tidak pernah Allah itu berhutang. Tuhan akan menyediakan kepada kita apa yang kita memang perlukan. Kalau saudara melihat orang-orang yang dipakai Tuhan seperti Adoniram Judson, Charles Wesley, D.L. Moody, saudara akan melihat bagaimana pimpinan, penyertaan dan berkat-berkat Allah diberikan kepada orang-orang yang taat kepada Dia. D.L. Moody di tengah-tengah lautan yang luar biasa bergelombang, dia begitu takut, tetapi karena dia adalah orang yang memberitakan Injil, dan dia mau taat kepada Tuhan, maka kemudian Tuhan meredakan lautan itu. Charles Wesley, John Wesley, orang yang terus berkotbah dengan kuda itu, suatu hari, ada orang yang mau menembak dia. Tetapi pada saat yang sama Tuhan hentikan orang itu. Alkitab itu hidup. Kalau melihat autobiografi dan biografi orang-orang yang dipakai Tuhan, saudara akan melihat setiap janji Allah itu digenapi kepada orang-orang yang taat kepada Dia.

    Saya akan memberikan satu cerita yang sangat terkenal, perbandingan antara dua orang. Yang pertama adalah ateis Max Jukes dan satu lagi adalah orang yang Tuhan pakai dalam ke-Kristenan, Jonathan Edward. Perhatikan apa yang ada di tengah-tengah dua orang ini dengan keturunannya. Max Jukes tinggal di negara bagian New York, dia adalah seorang ateis. Dia menikah dengan seorang yang ateis juga. Dari pernikahan ini lahir 1029 keturunan. 300 orang mati muda. Dari mereka yang hidup, 100 orang pernah dikirim ke penjara selama rata-rata 13 tahun, 190 orang menjadi pelacur, 100 orang menjadi alkoholik. Keluarga itu merugikan negara bagian sebesar 1.2 juta US dolar. Mereka tidak memberikan kontribusi apapun kepada masyarakat kecuali hal yang jahat. Tetapi perhatikan kehidupan Jonathan Edward. Dia tinggal di negara bagian yang sama, state yang sama, dan pada waktu yang hampir-hampir sama. Ia adalah seorang yang percaya Tuhan, menyerahkan hidupnya bagi Tuhan, menikah dengan orang yang takut akan Tuhan, dari persatuan ini, dilacak 729 keturunan. 300 nya menjadi pengkotbah, 65 profesor perguruan tinggi, 13 presiden universitas, 60 pengarang, 30 dipilih menjadi anggota kongres, dan seorang menjadi wakil presiden Amerika Serikat. Saudara bisa perhatikan baik-baik orang yang takut akan Tuhan dan orang yang tidak takut akan Tuhan. Akan ada perbedaan yang besar, karena kita tidak bisa melihatnya pada waktu dia hidup, tetapi saudara akan melihatnya bagaimana berkat Tuhan itu menyertai karena memang Alkitab menyatakan berkat, penyertaan, dan pimpinan Tuhan kepada orang-orang yang takut dan taat kepada Dia. Tetapi, terlepas dari semua itu, Alkitab menyatakan, Alkitab mendorong kita untuk tidak hanya sekedar mengambil keuntungan yang diberikan kepada kita ketika kita itu mau taat, tetapi, biarlah kita boleh didorong di dalam ketaatan karena untuk satu hal ini, The Glory of The Father. Kemuliaan Allah di surga. Ini yang Alkitab nyatakan dan Tuhan dorong kepada semua nabi dan rasul-Nya.

    Musa diminta oleh Tuhan untuk masuk ke tanah perjanjian dan Tuhan sendiri menyatakan, Aku akan mengirimkan malaikat-Ku kepadanya dan engkau akan mendapatkan seluruh profit yaitu tanah yang berlimpah susu dan madu. Tetapi seluruh berkat Tuhan itu diberikan kepada dia di dalam ketaatan. Maka Musa itu menginginkan satu hal yaitu Engkau sendiri. Show me Thy Glory. Orang yang taat tidak akan ditinggalkan oleh Tuhan. Orang yang taat akan diberikan janji-janji oleh Tuhan dan janji-janji ini akan hidup. Tetapi poin keempat ini saudara lakukan bukan untuk mendapatkan profit, lakukanlah ini dengan sukacita karena Dia adalah Allah yang menebus kita, yang mati bagi kita, Allah yang kepadanya jiwa kita itu berasal dan jiwa kita itu menuju. Maka belajarlah di dalam ketaatan untuk nama Tuhan dipermuliakan dan tidak ada contoh yang lain selain Yesus Kristus pada waktu di Getsemani, di saat sebenarnya dia tidak memiliki sesuatu kewajiban untuk menebus manusia, Yesus Kristus itu diperhadapkan dengan cawan murka Allah. Dia tidak takut untuk mati, dia tidak takut untuk menderita, tetapi yang Dia takutkan adalah Allah itu murka kepada Dia. Maka, di saat seperti itu, ada keinginan dari hati-Nya yang terdalam, “Aku mau supaya cawan ini lalu dari pada-Ku.” Tetapi Alkitab menyatakan, Yesus berdoa, “Tetapi biarlah Kehendak-Mu saja yang jadi.” Ketaatan Yesus bukan karena profit atau karena ada berkat yang akan diberikan kepada Dia. Ketaatan Dia adalah supaya Kehendak Tuhan, Nama Tuhan dipermuliakan. Itu adalah satu-satunya keinginan hidup-Nya.

Biarlah kita boleh sekali lagi menginginkan apa yang Alkitab itu ajarkan kepada kita. Pertama taatlah dengan segera. Kedua, taatlah dengan tekun dan semangat sampai akhir. Ketiga, taatlah dengan thanksgiving dan jangan bersungut-sungut. Keempat, taatlah dengan satu tujuan dan satu maksud saja, The Glory of God. Kiranya Tuhan boleh memimpin hidup kita dan membawa hati kita untuk makin hari makin taat kepada Dia.


Yakobus 1:21-25, Roma 8:28, Kejadian 50:20 Hari ini saya akan mengajak saudara-saudara melihat bagian Firman Tuhan berkenaan dengan aplikasi ketaatan. Tuhan menyatakan kepada kita bahwa kita harus taat kepada Dia dan mengaplikasikannya setiap hari di dalam hidup kita. Kita ingin taat tetapi masalahnya adalah Tuhan tidak datang dengan kasat mata yang bisa kita lihat begitu saja dan Dia tidak berbicara langsung di telinga kita. Jika demikian, seperti apakah bentuk aplikasi ketaatan sehari-harinya? Alkitab menyatakan kepada kita ada 4 prinsip aplikasi ketaatan. Taat kepada Tuhan melalui otoritas Allah menciptakan dunia ini, di dalamnya ada ordo dan tatanan. Yang di bawah harus taat kepada yang di atas, yang di atas harus taat lagi kepada yang di atasnya. Sampai demikian, yang paling atas di dalam dunia ini, manusia harus taat kepada Tuhan. Ini adalah sesuatu yang Tuhan nyatakan kepada kita. Dia memberikan tatanan di dalam pemerintahan; ada rakyat, ada pemerintah, dan pemerintah harus bertanggungjawab kepada Tuhan. Dalam keluarga, anak taat pada orang tua, dan orang tua harus bertanggung jawab kepada Tuhan. Dalam prinsip education, murid-murid harus taat kepada guru, dan guru harus taat kepada Tuhan. Dalam perdagangan Alkitab menyatakan: Hai hamba-hamba, engkau harus taat kepada tuanmu, dan tuan-tuan engkau harus taat dan takut kepada Allah. Ini adalah prinsip ketaatan kepada Allah melalui otoritas. Ini adalah prinsip Alkitab yang paling dasar. Di dalam kehidupan manusia, Allah menciptakan bukan semuanya berada di dalam kesejajaran. Tetapi ada ordo dan otoritas yang Tuhan nyatakan kepada kita. Kita diciptakan berdasarkan prinsip Allah Tritunggal, yaitu ada kesetaraan, sama-sama manusia tetapi ada ordo di dalam menjalankan fungsi dan pelayanan kita di tengah-tengah dunia. Jikalau kita tidak menghormati otoritas, sebenarnya kita juga tidak menghormati Tuhan. Anak-anak yang melawan orang tuanya, rakyat yang melawan pemerintah, murid yang melawan guru dan hamba yang melawan tuannya, pada prinsipnya adalah sama dengan melawan Allah secara langsung. Ini adalah prinsip-prinsip yang Tuhan nyatakan kepada kita dan perintah untuk memelihara ordo. Ketika Alkitab menyatakan seperti ini maka dalam pikiran kita sulit dan tidak mudah untuk dipahami. Firman Tuhan mengatakan untuk istri tunduk kepada suami, tetapi masalahnya adalah ada suami yang tidak bertanggung jawab dan memerintah istri macam-macam dan tidak bisa diterima. Perhatikan baik-baik, jika perintah suami bukan sesuatu perintah untuk kita itu berdosa langsung, istri tetap harus taat. Seorang anak tidak bisa mengatakan saya mau taat kepada Tuhan Yesus tetapi saya tidak mau taat kepada orang tua. Sekalipun seandainya orang tua kita belum mengenal Kristus, tidak takut akan Allah, tetapi kalau mereka menyatakan suatu perintah dan perintah itu tidak membawa kita kepada dosa langsung kepada Allah, maka kita harus taat dan tunduk. Ini adalah hal yang Tuhan nyatakan, karena Allah menciptakan seluruh dunia dengan ordo dan keserasian. Allah juga memberikan anugerah dan wahyu umum kepada mereka, dan mereka yang memelihara keluarga. Ini adalah prinsip-prinsip yang kita harus setujui. Akan tetapi, sampai berapa banyak dan berapa luas kita harus mentaati mereka? Jangan saudara taat atau tidak taat berdasarkan like or dislike. Tuhan sudah membawa kita berada di bawah orang itu, maka pasti ada rencana dan pimpinan Tuhan. Dalam konteks pekerjaan, mungkin saudara ingin keluar dari tempat kerja anda. Saudara boleh keluar secara baik-baik. Saudara menginginkan boss yang lebih baik itu tidak salah, tetapi seandainya itu tidak terjadi, seandainya Tuhan belum buka untuk hal itu, maka saudara taatlah. Sekali lagi, kecuali orang yang di atas kita meminta kita melakukan dosa langsung yang menghantam Allah melawan Allah; saudara dan saya harus di dalam ketaatan menjaga ordo. Di dalam ketaatan, Tuhan akan membentuk kita. Di dalam ketaatan itu ada penjagaan Allah terhadap kita ketika kita mau berbuat dosa. Celakalah jikalau kita ingin bebas. Kita akan celaka jika tidak ada orang yang akan memperingatkan, yang akan memberikan gesekan kepada kita dan yang akan memberikan warning kalau kita sudah berapa derajat lewat. Paling celaka itu adalah hamba Tuhan yang berusaha melepaskan ordo dari gereja. Padahal gerejalah yang menyatakan berkali-kali ada Pencipta dan ada ciptaan, ada Allah dan manusia. Gerejalah yang menyatakan bahwa kita harus taat kepada Allah, tetapi kita menyangkali. Kalau memang Tuhan meletakkan kita di situ biar kita boleh taat kepada Tuhan langsung. Tetapi kalau Tuhan belum nyatakan, belum meletakkan kita di situ, jangan memberontak. Banyak orang yang terus menerus memberontak. Jemaat memberontak kepada pengurus, pengurus memberontak kepada hamba Tuhan, hamba Tuhan memberontak kepada hamba Tuhan yang lebih senior. Itu seluruhnya mengacaukan ordo. Banyak perpecahan gereja yang bukan disebabkan karena teologia yang berbeda tetapi penyebabnya adalah ambisi manusia yang tidak mau berada di bawah ordo. Salah satu dari kecelakaan gereja yang saya takut sekali adalah kalau gereja itu independent, tidak memiliki sinode atau hanya sekedar nama agar pemerintah menaungi gereja itu. Hal seperti ini adalah penipuan, deception secara rohani yang tidak disadari. Jikalau Tuhan menyatakan sesuatu ordo kepada kita, biarkan itu ada. Karena itu artinya Tuhan mau membentuk kita, Tuhan mau menjagai kita. Prinsip kejatuhan Adam dan Hawa adalah “aku ingin seperti Allah, aku bebas, aku tidak mau ada di dalam ordo”. Biarlah keluargamu boleh harmonis, anak-anak mentaati orang tua, isteri taat kepada suami. Biarlah di dalam gereja boleh ada keharmonisan. Jemaat taat kepada pengurus, pengurus taat kepada hamba Tuhan, hamba Tuhan yang junior kepada yang senior, terus seperti itu dan kita semua takut kepada Tuhan. Biarlah di dalam satu pemerintahan, satu sekolah seluruhnya ordo ini tertanam. Apa yang akan dikerjakan oleh setan adalah untuk menjungkir-balikkan dan merusak ordo. Biarlah kita tidak menjadi orang yang begitu sombong di hadapan Allah. Miryam dan Harun, kakak kandung dari Musa sendiri. Miryam adalah orang yang berjasa kepada Musa, karena pada waktu Musa lahir, Musa lalu harus dihanyutkan di sungai, Miryamlah yang terus melihat adiknya sampai diambil oleh Putri Firaun. Pada waktu Musa sudah besar, Tuhan memilih Musa menjadi pemimpin. Miryam dan Harun suatu kali mengatakan, “bukankah Tuhan juga bicara kepada kita? Mengapa kita harus taat kepada Musa? “ Maka di situ Tuhan menyatakan penghakimannya kepada Miryam. Tuhan menghukum Miryam, Tuhan menyatakan Aku berbicara kepada hamba-hamba-Ku, tetapi lain kepada Musa, Aku berbicara muka dengan muka. Di tempat pekerjaan mungkin atasan kita adalah orang yang memiliki pendidikan yang lebih rendah dari kita, tetapi jika Tuhan menginginkan kita untuk taat, maka kita harus taat. Biarlah ini boleh menjadi pelajaran aplikasi pertama untuk kita taat kepada Tuhan. Biarlah kita boleh menjadi orang penurut-penurut Allah melalui Firman. Taat kepada Tuhan melalui Firman yang kita baca. Hal ini begitu jelas terdapat Yakobus 1:22-25. Ketika kita membaca dan mendengarkan Firman Tuhan, jangan hanya sekedar membaca tetapi renungkan Firman itu dan kemudian taatilah dan buat proyek ketaatan. Jangan membaca lalu melupakan. Alkitab menyatakan itu seperti seorang yang memandang kepada cermin, dia tahu, dia jelas tetapi begitu selesai dia meninggalkan cermin itu dan melupakannya. Tidak ada faedahnya sama sekali. Betapa banyaknya berkat yang dibuang karena kita memiliki sikap seperti itu. Begitu banyak orang di dalam gereja merasa begitu terinspirasi akan Firman yang di dengar, merasa disegarkan, dan tersentuh setelah mendengarkan Firman bahkan berlinang air mata tetapi begitu kotbah selesai, di dalam waktu hanya 5 menit melupakan semuanya. Sama sekali tidak memiliki satu komitmen untuk satu ketaatan. Kita seharusnya mendengarkan Firman dan kemudian memikirkan apa aplikasi dari Firman itu dalam hidup kita minimal di dalam satu minggu. Saya perkirakan 95% orang Kristen yang mendengarkan khotbah hanya mengingat ilustrasinya, tidak mengingat Firman-Nya. Bahkan banyak orang Kristen merasa diri pintar dan tidak perlu mencatat kotbah yang didengar. Kita seringkali dealing dengan Tuhan seperti main-main. Kita memperlakukan Firman seperti petasan. Orang begitu kagum akan petasan, setelah selesai melihatnya, lalu pulang, kemudian tidak ada urusan petasan dengan hidup kita dan tidak akan terjadi perubahaan hidup apapun. Kita memperlakukan Firman seperti itu. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa jangan kita membaca Firman lalu kemudian melupakannya tetapi kita harus mengaplikasikannya. Sesudah membaca Firman, saudara kemudian mengaplikasikannya. Saya ambil contoh poin pertama yang sudah dibicarakan mengenai mentaati Allah melalui ordo, mentaati Allah melalui otoritas. Jikalau saudara sudah berkeluarga, sesampai di rumah, cek ordo di dalam keluarga saudara. Apakah istri-istri sungguh sudah taat kepada suami? Apakah suami-suami sudah mengatakan aku sudah mengasihi istri? Ada satu tulisan seperti ini: harus di sini mentaati suami yang takut akan Tuhan. Mentaati suami bukan mentaati suami yang tidak beres hidupnya. Suami harus mengasihi istri, suami harus takut akan Tuhan. Istri harus taat kepada kepada suami. Anak-anak harus taat kepada orang tua. Cek di dalam ordo keluarga saudara, cek di dalam ordo di dalam penghormatan kepada Tuhan di dalam gereja atau sekolah anda, dan ini menjadi sesuatu proyek ketaatan. Kalau tidak, maka seluruh Firman yang kita dengar dan mengerti, terinspirasi tapi tidak berbuah karena kita itu hanya mendengar lalu melupakannya. Ada seorang pernah mengatakan kepada saya, yang biasanya kita kerjakan itu adalah virtual obedience (ketaatan maya) tidak pernah ada bentuknya. Taat kepadaTuhan melalui Firman yang tertanam di dalam hati. Lihat Yakobus 1:21.“Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu, dan terimalah dengan lemah-lembut Firman yang tertanam di dalam hatimu yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.” Terimalah dengan lembut hati Firman yang ada di mana? Yang tertanam di dalam hatimu. Ini adalah cara kerja Roh Kudus yang mengingatkan kita. Di dalam Roma 1:14 dikatakan bahwa anak-anak Allah akan mentaati Roh Allah/Roh Kudus, dan salah satu aspek utama dalam pekerjaan Roh Kudus adalah Dia akan bekerja di dalam hati dan pikiran kita, mencerahkan hati nurani kita dengan Firman yang pernah kita baca atau dengar sebelumnya. Banyak orang Kristen memiliki pengalaman seperti ini, ketika berada dalam temptation atau sebuah kondisi, tiba-tiba Firman itu muncul dalam pikiran kita, bahkan kita sendiri tidak mengingat kapan membaca atau mendengar Firman itu, bahkan tidak ingat siapa pengkotbahnya. Mungkin pada waktu itu engkau sedang diperhadapkan dengan sesuatu yang membawamu kepada perzinahan, lalu tiba-tiba Firman itu muncul, “Kuduslah kamu sebab Aku itu kudus adanya”. Mungkin saudara mau menekan hati nuranimu, lalu Alkitab menimbulkan dalam pikiran saudara dan Roh Tuhan itu menyatakan, “Jangan mendukakan Roh Kudus.” Atau mungkin ada kekuatiran muncul, lalu kemudian saudara langsung teringat, “Jangan kamu kuatir.” Di saat seperti itu, saya sebagai hamba Tuhan menyatakan kepada saudara, jangan melawan/menekan/berusaha untuk mematikan Firman itu, tetapi Alkitab mengatakan terimalah dengan lembut hati dan kemudian taat. Jikalau kita tidak mau menerimanya, maka kita akan menekan dan merasionalisasi tindakan berdosa kita. Misalnya, ketika diperhadapkan dengan satu godaan untuk melihat video porno, pada saat itu Firman mengingatkan untuk hidup kudus tetapi saudara tidak mau taat dan mulai menekan, Roh Kudus beberapa kali mengingatkan tetapi saudara tekan sampai ke titik tertentu saudara bilang saya tetap bagaimanapun sebagai orang muda harus belajar sex itu apa, saudara mulai merasionalisasi, nontonnya hanya 3 menit, sesekali tidak akan apa-apa, terus merasionalisasikan/membenarkan diri, lalu kemudian saudara akan masuk di dalam temptation. Alkitab mengatakan terimalah Firman dengan lembut, adalah bahaya yang besar kalau kita menutup suara Roh Kudus dalam hati kita. Jikalau kita membiarkan dosa yang kecil sekalipun tetapi dilakukan berkali-kali dan setelah itu dirasionalisasikan maka hati nurani bisa membatu dan semakin jatuh ke dalam dosa yang dalam. Rasionalisasi dosa yang tertinggi adalah agama. Ada orang membunuh karena alasan disuruh oleh agamanya. Hati nuraninya dikaburkan, dimatikan, dan rasionalisasi sudah sampai yang tertinggi. Saudara mengerti itu proses mematikan hidup kita dengan dosa, menyakitkan, maka sebagai orang Kristen hiduplah dengan hati nurani yang murni. Sebagai orang Kristen, Alkitab mengatakan ingat akan cara kerja Roh Kudus. Roh Kudus akan mengingatkan kita, menyadarkan kita dan Roh Kudus memakai kalimat yang lembut di dalam hati nuranimu, dan sekali lagi Alkitab mengatakan jangan mendukakan Roh Kudus Allah. Taat kepada Allah melalui keadaan hidup kita. Lihat Roma 8:28,” Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”. Kejadian 50:20, “ Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-reka untuk kebaikan dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar”. Poin ini adalah kita taat kepada Allah dengan kita menerima dengan syukur atas Tuhan yang memimpin kehidupan kita, disebut sebagai providensia Allah. Providence dalam teologi adalah karya atau kerja Allah di dalam seluruh bagian hidup kita. Orang Kristen tidak mengenal arti kata sial atau kebetulan. Allah sedang merencanakan sesuatu dalam hidup kita. Bukan kebetulan seorang anak dilahirkan prematur atau kebetulan mendapatkan pekerjaan atau teman hidup. Ada rencana Allah langsung di dalam hidup kita. Kristus adalah kepala gereja dan Kristus yang sama adalah pemilik alam semesta, Dia mengontrol kejadian-kejadian di dunia ini untuk memberikan kebaikan yang tertinggi bagi gereja-Nya. Jangan mempercayai bahwa hidup anda itu adalah just natural event. Jikalau kita mengerti prinsip Alkitab mengenai providensia, maka saudara akan menyadari bahwa jalan Allah bukan saja membawa kita dari sini menuju ke Surga tetapi prinsip ini akan membawa Surga ke dalam jiwa kita. Berapa banyak orang yang tidak bisa rest, sakit hati berkepanjangan, discourage seumur hidup karena sesuatu hal terjadi tahun-tahun sebelumnya? Sebagai hamba Tuhan saya katakan bangun, berdiri, lihat Firman, berjalan di dalam iman, bukan berjalan di dalam pengertianmu sendiri. Alkitab dengan jelas mengatakan Allah-lah yang mengontrol hidupmu, dan yang menyatakan itu kepadamu. Tujuan-Nya adalah untuk satu, mendatangkan kebaikan bagi semua orang yang terpanggil, terpilih sesuai dengan rencana-Nya, kecuali saudara berada dalam dosa dan kemudian sesuatu yang jahat terjadi di dalam hidupmu, maka seandainya pun itu terjadi, sebagai hamba Tuhan saya katakan kepadamu, bertobatlah, dan ketika engkau bertobat, engkau akan menyadari misteri providensia Allah, yaitu Dia akan membalik sesuatu akibat dosa menjadi kecemerlangan yang besar di dalam Kristus. Ini adalah cara kerja Allah yang sulit sekali dimengerti yang Tuhan nyatakan. Apapun saja yang terjadi, apakah itu baik atau tidak beruntung, apakah menyenangkan atau mendukakan hati kita di masa lampau, maka sekarang kita boleh rest di dalam Tuhan, di dalam Firman-Nya, terimalah itu sebagai sesuatu kehendak Allah dan terimalah itu di dalam ketaatanmu kepada Allah dan nantikan Tuhan bertindak akan mengubah segala sesuatunya. Setan itu seakan-akan membawa pertaruhan di dalam hidup kita, dia ingin menghancurkan iman kita. Maka di situ saudara rela taat kepada Tuhan dan Tuhan akan balikkan, bahkan kalaupun berdosa, bertobatlah. Ingat peristiwa Daud. Tuhan memperhitungkan dosa Daud karena keadilan dan kesucian-Nya harus ditegakkan, tetapi uniknya, dari seluruh anak Daud, anak kedua dari dia dan Batsyeba, Salomo, itu yang dinaikkan Tuhan di atas tahtanya. Apapun saja yang terjadi, Tuhan itu Yesus Kristus adalah Kepala Gereja dan alam semesta, Dialah yang mengatur segala sesuatunya untuk kebaikan kita, nantikan Dia, dan lihat bagaimana Dia akan membalikkan semuanya untuk kebaikan kita dan itu adalah spesialis pekerjaan-Nya. Perhatikan dua tokoh ini, pertama adalah Yusuf, Yusuf itu adalah anak kesayangan, tetapi kemudian dimasukkan ke dalam perigi, diambil orang, kemudian menjadi budak Potifar. Yusuf berpikir hidupnya sudah habis, tidak lagi akan bertemu keluarganya tetapi kemudian di bekerja kepada Potifar, ternyata bagus, Yusuf diangkat jabatannya lalu istri Potifar memfitnah dia dan dia masuk penjara. Tetapi akhirnya Jusuf menjadi orang yang menafsirkan mimpi Firaun dan menjadi tangan kanan Firaun sampai bertemu kembali dengan keluarganya. Hidup Jusuf naik turun. Yusuf kemudian menyarikan hidupnya dengan satu hal (Kejadian 50:20) engkau mereka-rekakan yang jahat bagi hidupku, tetapi Allah mereka-rekakan yang baik yaitu melindungi seluruh bangsa ini dari kesusahan besar. Bersyukur untuk air mata, kesulitan untuk segala hal terjadi dalam hidup kita, karena Tuhan memberikannya kepada kita untuk kebaikan kita. Satu lagi adalah Daniel. Daniel pada waktu itu masih remaja, tentera Nebukadnezar datang dan membawa Daniel ke Babel. Berpuluh-puluh tahun dan tidak pernah kembali ke negerinya, tetapi kalimat pertama dari Daniel 1, menyatakan betapa kemahirannya, dia menyatakan Allah-lah yang menaklukan Yoyakim ini dan membawa Israel kepada Nebukadnezar, dia tahu peristiwa natural event itu sebenarnya adalah campur tangan Allah langsung di dalam hidupnya yang membawa Daniel dari Israel menuju kepada Babel. Daniel mengerti rahasia ini, dia mengerti bahwa natural event, hal yang kelihatannya kebetulan dan biasa saja, tetapi dia melihat natural event itu adalah tangan Allah yang tidak kelihatan memindahkan dia dari Israel ke Babel. Ada orang yang mengerti poin ke-4 ini dan ada orang yang tidak mengerti. Perbedaannya adalah kalau saudara mengerti Allah intervensi secara langsung dan tidak ada natural event dalam hidup kita, itu adalah intervensi providensia-Nya, membawa Daniel dari Israel menuju ke Babel, dia tahu bahwa ke Babel adalah calling, maka dia lakukan yang terbaik, dia bersaksi bagi Tuhan di tengah-tengah kondisi seperti ini, dia memuliakan Tuhan dan membuat orang-orang tahu bahwa YHWH itu hidup.Tetapi kalau Daniel tidak mengerti poin ini dan kemudian dia di bawa ke Babel, yang terjadi adalah seumur hidup dia akan mengasihani dirinya sendiri, dia tidak akan kembali lagi menjadi seorang pemuda yang bersinar, dia akan hancur di dalam hidup ini. Orang yang tahu hidupnya begitu menderita tetapi kehendak Allah jadi, maka dia tahu, this is my calling. Ini panggilanku, ini bukan sialku, aku dipanggil untuk ini dan aku memuliakan Tuhan untuk hal ini, aku akan bersaksi dengan seluruh kepahitan di dalam hidupku. Ada orang yang dipanggil untuk menjadi hamba Tuhan di perdesaan, ada orang yang dipanggil untuk menyatakan Tuhan itu hidup di perkotaan, ada orang yang dipanggil untuk menyatakan kebesaran Allah kepada orang orang rendah, ada orang yang dipanggil untuk menyatakan kebesaran Allah kepada orang-orang yang besar, aristokrat, ada orang yang dipanggil menyatakan kebesaran Allah melalui kesehatan, kesulitan, penderitaan dan sakit penyakit. Saudara-saudara biar kita boleh mengerti, kita boleh taat kepada Tuhan, menerima seluruh yang dinyatakan-Nya di dalam Firman-Nya, di dalam ordo dan juga di dalam segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita. Saudara mengerti hal ini, kita akan memiliki satu rest di dalam Tuhan dan kita akan mengerti panggilan kita setiap hari untuk mempermuliakan Dia dalam seluruh bagian hidup kita, dan nantikanlah Tuhan sampai Dia sendiri mengulurkan tangan kepada kita dan memberikan sesuatu kegemilangan dan sinar di dalam hidup kita, kiranya nama-Nya dipermuliakan.
 
 

Exposition of Matthew (10) Cries To Repent Matthew 3: 1-10
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more