Mazmur 73

31 March 2019
Mazmur 73
Pdt. Agus Marjanto, M.Th · Mazmur 73:27-28

Mazmur 73:27-28

Mazmur 73 ini di-compose oleh Asaf, orang yang ditunjuk oleh Daud untuk memimpin pujian pada waktu dia hidup. Dia menyanyi di hadapan kemah suci atau kemah pertemuan sebelum Bait Allah itu dibangun oleh Salomo. Asaf membuat nyanyian pada Mazmur 50 dan juga Mazmur 73-83. Kalau saudara-saudara melihat 150 Mazmur, sebagian besar itu di-compose oleh Daud, ada beberapa di-compose oleh Asaf dan sisanya kebanyakan di-compose oleh Bani Korah atau anak-anak Korah. Kalau saudara-saudara membaca Mazmur 73, kunci Mazmur ini adalah ayat ke-28 yang merupakan proklamasi pemazmur dan proklamasi ini memiliki perbandingannya, opposite-nya, yaitu di dalam ayat ke -27.

Saya akan membawa saudara-saudara mengingat kembali ke dalam eksposisi kita di dalam Mazmur 1. Saya sudah pernah mengatakan bahwa seluruh 150 Mazmur akan dilihat dari kacamata Mazmur 1. Mazmur 1 adalah pintu gerbang untuk melihat keseluruhan Mazmur dan di dalam Mazmur 1 ada dua jenis manusia, orang benar dan orang fasik. Di dalam Mazmur 1 dikatakan orang benar itu mencintai Firman Tuhan Allah, orang fasik itu berjalan di dalam orang berdosa. Di dalam Mazmur 73 ini, orang benar itu mencari wajah Allah dan orang fasik itu menjauh dari pada Allah. Orang benar itu suka mendekat kepada Allah, orang fasik itu meninggalkan Allah, tidak mungkin mendekat dan mencari Allah. Tetapi jikalau kita sungguh-sungguh anak Allah, jikalau sungguh-sungguh Roh Kudus itu ada di dalam hati kita, seberapapun masalah yang terjadi pada anak-anak Allah, dia akan mendekat kepada Allah, entah dia jatuh, menderita, berdosa besar, ataupun dia pernah menyakiti hati Allah dengan berzinah dengan ilah-ilah yang lain, jikalau dia adalah anak Allah yang sejati, uniknya, dia akan kembali kepada Allah. Daud begitu dalam di dalam dosanya, dia memiliki kemampuan untuk kembali kepada Allah. Samson sangat take it for granted untuk seluruh anugerah Allah, tetapi di akhir hidupnya, dia berteriak kepada Tuhan meminta bantuan-Nya, untuk hidup terakhirnya bisa kembali mempermuliakan YHWH. Mungkin orang-orang ini adalah orang yang sempat menikmati dosa dalam hidupnya, tetapi di dalam isi hatinya yang terdalam, Roh Kudus meneriakkan kerinduan yang terdalam, ya Abba ya Bapa. Sekali lagi, perbedaan antara anak Allah dan orang-orang yang dimurkai oleh Allah, adalah bukan pada tatanan dosanya. Saya mengatakan ini bukan untuk kita take it for granted di dalam anugerah dan kemudian kita mempermainkan Allah di dalam dosa. Setiap dosa itu menyakiti hati Allah tetapi apa perbedaannya? Jikalau orang itu ada Roh Kudus di dalam hatinya, jika orang itu sungguh-sungguh lahir baru, ketika dia berdosa, dia akan menangis untuk dosanya. Ketika dia berdosa, dia melihat dirinya kotor, dan dia akan berteriak kepada Allah minta pengampunan dia akan mendekat kepada Allah. Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah demikian kata Mazmur.

Banyak cara yang Alkitab nyatakan bagaimana anak-anak Tuhan itu mendekat kepada Tuhan. Dengan menghampiri Firman-Nya, ingin diajar dan mengerti isi hati Tuhan, itu adalah mendekat kepada Tuhan. Dengan merenungkan kematian-Nya, kita ingin mendekat kepada Golgota ketika saudara dan saya menikmati dan hadir di dalam Perjamuan Kudus, kita disatukan di dalam union with Christ. Dengan mengantisipasi kedatangan Kristus yang kedua dan menjagai hidup kita untuk berjalan di dalam kesucian dan kebenaran, kita mendekat kepada Allah. Ketika kita pada pagi hari membaca Alkitab dan menikmati janji-janji-Nya, itu adalah usaha anak Tuhan untuk mendekat kepada Allah. Dengan berkumpul setiap Minggu di dalam gereja, kita mendekat kepada Allah karena Allah hadir bertahta di atas puji-pujian umat-Nya di gereja-Nya yang sejati, tetapi, perhatikan satu kalimat di bawah ini, usaha mendekat kepada Allah di dalam bentuk yang paling diberkati adalah ketika kita menghadap kepada Dia dengan lutut di dalam doa. Hari ini kita akan bicara berkenaan dengan bagaimana Tuhan mengajar pemazmur di dalam doa. Ketika kita mencurahkan rahasia hati kita yang terdalam kepada Allah di dalam Yesus Kristus dan Allah menyatakan rahasia cinta-Nya kepada kita itu adalah keadaan di mana kita mendekat kepada Allah yang paling diberkati.

Di dalam doa, telinga Allah mendengar isi hati kita, dan telinga kita mendengarkan suara kasih-Nya. Perhatikan bahwa esensi doa adalah mendekat kepada Allah di dalam Yesus Kristus. Di dalam doa kita masuk secara aktual di dalam hadirat Allah secara rohani menghadap kepada tahta Allah. Saya mengucapkan satu kalimat yang mungkin buat saudara sesuatu yang sederhana tetapi ini adalah sesuatu yang menakjubkan jikalau kita melihat kebenaran Alkitab. Allah itu adalah Allah yang Suci, kita manusia sebaik apapun adalah manusia yang berdosa, maka kalimat-kalimat di dalam pemazmur ini adalah sesuatu kemustahilan dalam hidup kita. Alkitab mengatakan bahwa dia itu mendekat kepada Allah. Bagaimana mungkin yang berdosa itu mendekat kepada Allah? Tahta Allah yang Suci adalah tahta yang menghadap kepada penghakiman-Nya, tahta Allah yang Suci adalah tahta keadilan-Nya. Tetapi ada satu hal yang menakjubkan di dalam Alkitab kita, Ibrani 4:16; “Sebab itu, marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri tahta kasih karunia supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan pada waktunya.” Sekarang, di dalam Yesus Kristus, Dia adalah Imam Besar itu. Ketika kita datang kepada Allah yang Suci, di dalam Yesus Kristus, maka tahta penghakiman-Nya itu menjadi seat of mercy, menjadi sesuatu tahta rahmat demikian kata Alkitab. Biarlah kita sebagai orang Kristen menghargai hal ini dan minta Roh Kudus mengajarkannya sampai hati kita terdalam, saudara jangan asal hidup sedemikian rupa tanpa mengerti apa yang sesungguhnya terjadi.

Perhatikan apa yang akan saya katakan setiap kali kita datang di dalam doa. Kita datang di dalam doa karena kita datang di dalam Yesus Kristus. Pada waktu kita berdoa sebenarnya kita masuk di dalam tahta kasih karunia dan kita boleh meminta apapun saja terutama adalah meminta seturut apa yang Alkitab katakan, maka seluruhnya itu akan menjadi milik kita di dalam Kristus Yesus, itu adalah doa. Doa bukan sekedar, “Tuhan hari ini aku mau tidur,” “Terima kasih Tuhan pacarku sudah tidak marah-marah sama aku,” “Terima kasih Tuhan suamiku atau istriku bisa mengerti aku lagi,” “Terima kasih Tuhan aku dapat kenaikan gaji.” Ya, saudara bisa mengucapkan hal-hal itu tetapi kita sering melupakan apa yang Alkitab katakan bahwa doa itu kita masuk di dalam tahta kasih karunia. Di dalam anugerah Tuhan saudara-saudara akan melihat orang yang masuk ke dalam tahta kasih karunia akan mengalami banyak hal yaitu sifat-sifat Allah dan pribadi Allah, dia akan mengalami Allah sendiri. Musa mendekat di dalam tahta kasih karunia Allah dan Allah mengajarkan Musa kemuliaan-Nya dan pada waktu itu Musa menjadi terpukau karena kehadiran Allah yang Maha Tinggi itu. Yang memenuhi langit di atas langit itu sekarang hadir di depan matanya dan ketika Dia itu jalan maka jalan-Nya Allah itu mengundang ketakutan dan teror (Majestic greatness of God). Sehingga saudara-saudara bisa melihat orang-orang seperti ini, yang menghadap Allah di dalam tahta kasih karunia, tidak satu ucapan yang bisa keluar dari mulutnya kecuali kegentaran, takut yang suci, airmata dan hanya satu mulut saja yang dia ucapkan, “kasihanilah aku ya Tuhan.” Yesaya masuk ke dalam tahta kasih karunia Allah dalam doa dan Allah menyatakan kesucian-Nya. Yesaya mendengar seluruh penghuni surga menyuarakan, “Suci, suci, sucilah Tuhan.” Kebesaran Allah memenuhi seluruh pribadi Yesaya dan dia gemetar, kegentaran akan kematian yang mendekat itu terjadi karena Allah itu hadir tanpa satu titik hitam di dalam kemurnian-Nya. Perhatikan baik-baik setiap kali Allah menjumpai umat-Nya di dalam tahta kasih karunia, pertama-tama pasti ada kegentaran dan takut yang besar tetapi karena di dalam Yesus Kristus, maka mereka semua mendengarkan kalimat-kalimat pengampunan, belas kasihan, dan cinta dari Allah yang Suci itu di dalam tahta kasih karunia. Allah menjalankan belas kasihan-Nya lebih daripada keadilan-Nya, itulah sebabnya Daud menginginkan terus datang ke dalam tahta kasih karunia. Dia menyatakan jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran Tuhan hatiku dan dagingku bersorak-sorak kepada Allah yang hidup.

Apa yang diperlukan gereja masa kini? Orang-orang yang berdoa, orang-orang yang datang ke dalam tahta kasih karunia Allah setiap hari. Kita tidak kekurangan orang-orang pandai, atau mereka yang mengerti teologia, atau mereka yang bisa runningchurch. Kita kekurangan orang-orang yang melihat Allah di tempat yang Maha Tinggi, yang melihat Allah di dalam segala sesuatunya, di dalam tahta Allah, yang melihat visi yaitu Allah, pribadi Allah sendiri dan isi hatinya dinyatakan di dalam kita. Jikalau di dalam hidup kita engkau pertama-tama melayani dengan semangat, dengan janji, dengan ketekunan tetapi akhirnya kita mulai melambat, kita mulai capai, kita mulai dikalahkan dengan hal-hal sehari-hari, kita mulai sakit hati karena hal ini dan hal itu, asal kita harus tahu bahwa itu bukan karena karakter kita, karena sehebat apapun saja karakter kita, kita tidak mungkin bertahan seumur hidup dengan kekuatan api. Ketekunan seumur hidup dengan api yang makin membara kuncinya cuma satu, melihat Allah di tempat tertinggi dan itu artinya kita berdoa datang ke tempat kasih karunia Allah. Apa yang kurang dari GRII ini? Saya tidak perduli dengan gereja yang lain, saya perduli dengan apa yang ada di depan saya. Sekarang engkau menikmati kotbah tetapi engkau tidak datang ke tempat tahta kasih karunia Allah. Engkau memikirkan bahwa kotbah itu adalah segala-galanya, ya kotbah itu penting sekali tetapi datang ke tempat tahta kasih karunia Allah itu adalah sangat penting. Gereja ini harus menjadi gereja yang menghargai teologia gereja ini harus menjadi gereja yang menghargai Firman Tuhan, itu artinya bukan saja engkau mendengarkan Firman Tuhan dan menikmatinya tetapi melakukannya. Tetapi gereja ini memerlukan ratusan ribuan orang yang berlutut yang berdoa, belajarlah berdoa, belajarlah dengan kesadaran masuk ke dalam tahta kasih karunia Allah.

Spurgeon mengatakan, “We seems to put the mercy seat underneath the pulpit.” Kita terlihat meletakkan tahta kasih karunia di bawah mimbar. Spurgeon menyatakan harinya akan tiba di mana kita akan naik (ascend from the pulpit to the mercy of seat) dan membuktikan bahwa doa bersama-sama di dalam sebuah gereja adalah kekuatan yang paling berkuasa untuk membuat pendosa itu bertobat melalui Firman. Saya sama sekali tidak menduga bahwa apa yang ada di dalam mazmur 73 ini adalah berkenaan dengan doa. Sebagai hamba Tuhan saya hanya membuka dan kemudian saya berdoa dan kemudian memilih satu pasal dan tujuan saya adalah mengeskposisi ayat tersebut tetapi pada pagi hari ini Tuhan menghadirkan ayat ini adalah bicara berkenaan dengan doa. Ini adalah undangan bagi kita sekalian, jikalau saudara mau tahu apa kehendak Allah pada pagi hari ini, maka ini adalah kehendak Allah, adalah meminta kita datang ke tempat tahta kasih karunia Allah di dalam doa dengan lutut. Saya sudah mengatakan kepada saudara-saudara di dalam gereja ini yang paling penting adalah dua hal yang pertama adalah mimbar karena mimbar itu adalah masinisnya. Sebesar apapun kereta api, sehebat apapun saja, tergantung dari gerbong pertama, masinis itu membawanya ke mana. Apakah masinis membawa ke kanan atau ke kiri, maka seluruh gerbong akan mengikuti, saudara dan saya harus hati-hati apa yang diajarkan dari mimbar. Jikalau masinis itu mulai melambat, seluruh gereja akan melambat, jikalau masinis itu mulai tidak beres di dalam teologia dan mengkompromikan banyak hal, maka seluruh gerbong itu akan menuju ke sana. Mimbar itu penting sekali tetapi hal kedua yang tidak kalah pentingnya adalah pembakaran batu bara di dalam kereta api itu dan itu adalah doa. Masinis sehebat apapun saja dia, tidak bisa menjalankan kereta itu satu meter lebih tanpa bahan bakar karena yang menjalankan seluruh kegiatan gereja adalah Tuhan. Maka kita semua harus merendahkan diri di hadapan Dia, bergantung selalu kepada Dia, minta tolong selalu kepada Dia. Ini adalah undangan bagi seluruh saudara khususnya jemaat GRII Sydney, berdoa. Berdoa adalah hal yang sungguh-sungguh vital karena kita sedang bersama-sama datang di hadapan Allah dan itu adalah apa yang Alkitab nyatakan. Spurgeon sendiri tidak pernah menyatakan doa pribadi di rumahmu itu adalah sesuatu yang powerful. Dia adalah seorang pengkhotbah, dia disebut sebagai the prince of preacher. Tetapi dia sangat mendorong, dia sangat menghargai, dia sangat membutuhkan jemaatnya itu berkumpul berdoa. Pemazmur mencari wajah Allah dan pemazmur mengajar kepada kita, ketika dia mencari wajah Allah di dalam doa, maka ada beberapa hal yang akan terjadi. Saudara secara singkat saya akan bicara mengenai tiga hal.

Pertama, di dalam doa, anak-anak Allah akan mendapat kejelasan akan kesulitan-kesulitan di dalam hidup. Ada banyak kesulitan dalam hidup ini. Bahkan anak-anak Tuhan yang mempelajari teologia saja sering tidak sanggup merekonsiliasikan apa itu kenyataan hidup, kebaikan, dan sifat-sifat Allah. Hidup ini terlalu aneh. Pemazmur berada dalam kebingungan yang besar. Dia penuh kesukaran melihat kejadian-kejadian di dunia ini, Dia tidak bisa melihat bagaimana orang saleh itu penuh kesulitan dan orang jahat itu makmur. Orang benar itu kesulitan untuk mengerti jalan-jalan Tuhan. Dan orang benar itu imannya mulai goyah, dia ingin meninggalkan imannya. Di dalam ayat 21 dikatakan ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya aku dungu tidak mengerti. Pemazmur sakit hati ketika melihat hidup yang dia sendiri tidak bisa simpulkan. Di dalam teologia Kristen saudara akan mempelajari apa yang disebut sebagai doktrin tentang providensia Allah. The providence adalah doktrin menyatakan Allah akan menyediakan kebutuhan bagi seluruh anak-anak–Nya. Seperti Abraham; Tuhan menyediakan domba menggantikan Ishak. Atau dalam ayat-ayat Perjanjian Baru seperti; bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit sesungguhnya demikian tidak seekor pun dilupakan Allah apalagi kita anak-anak Allah, umat Allah. Tetapi ternyata ketika kita mengerti doktrin yang benar tentang providensia ini, ternyata tidak semudah itu untuk menerapkan di dalam hidup yang kita lihat. Pemazmur kesulitan akan adanya doktrin yang benar dan menyambungkannya dengan kenyataan hidup yang kejam. Ketika kita melihat hidup ini yang sangat sulit untuk bisa menerimanya, saudara harus memiliki satu pegangan bagaimana caranya aku bisa melihat hidup ini dan apa pegangannya? Pegangan itu adalah teologia yang sejati, dalam hal ini adalah providensia Allah. Pun ketika pemazmur melihat doktrin providensia Allah, dia tetap sulit untuk memegangnya ketika melihat kenyataan kehidupan yang kejam. Dunia ini aneh, kejam, bahkan ketika kita melihatnya iman kita goncang, apalagi jikalau itu terjadi pada kita. Ini adalah peristiwa yang menggoncangkan pemazmur. Yesus sendiri pernah mengatakan jika harinya tidak diperpendek maka orang pilihanpun banyak yang jatuh. Pemazmur sulit sekali menyelaraskan semuanya ini. Sampai dia masuk dalam tempat kudus Allah, ayat 17, masuk ke dalam takhta kasih karunia Allah. Ada satu kalimat Charles Spurgeon yang luar biasa dalam hal ini, dia mengatakan seperti ini: There are many enigmas in providence and many mysteries in scripture which we shall never comprehend until we learn solution on our knees. Ada banyak hal yang tidak bisa kita pikirkan, yang aneh, dan banyak misteri di dalam scripture, dan kita tidak mungkin bisa mengertinya sampai kita mempelajarinya dengan lutut kita. Teolog yang terbaik bukanlah seorang yang membaca buku terbanyak, tetapi orang yang berdoa banyak. Doa akan membuat kita jelas akan segala sesuatu yang sulit kita mengerti di dunia ini. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah maka dia tidak sulit lagi melihat.

Hal yang kedua, di dalam doa, anak-anak Allah akan mendapatkan pembebasan. Doa adalah ibu (mother) dari seluruh deliverence (pembebasan) yang diberikan Allah kepada kita. Di dalam Efesus 1 ada kalimat bahwa di dalam Yesus Kristus, kita mendapatkan segala berkat rohani di dalam surga dan berkat rohani itu adalah pilihan Allah di dalam Kristus sampai kepada pengudusan, sampai kepada kemuliaan. Itu artinya seluruh kehidupan kita dari isi hatinya Allah sampai kepada kita pergi ke surga. Dan itu adalah berkat-berkat rohani. Tetapi di tempat yang lain, berkat-berkat rohani adalah segala sesuatu yang kita perlukan untuk menjalani hidup di dunia ini dari surga yang hanya Allah saja yang bisa memberikannya kepada kita. Dunia bisa berpura-pura memberikannya, tetapi itu adalah sesuatu yang sebentar lagi akan hilang. Sesuatu yang sangat berharga, bernilai dan sifatnya kekal diberikan hanya oleh Allah kepada kita. Dan itu adalah berkat-berkat rohani di dalam surga. Perhatikan kuncinya, itu hanya akan diberikan kepada kita di dalam Kristus melalui doa. Pemazmur mengajarkan ketika dia berada dalam kesulitan, dungu tidak mengerti, dia terus menerus mencari Allah. Dia tidak beranjak dari situ, dia mencari Allah. Dia bahkan bahwa mengatakan seperti hewan aku di dekat-Mu tetapi aku tetap di dekat-Mu. Ada satu kata sederhana yang sangat menyentuh hati saya. Aku tetap, tetap Tuhan, tetap di dekat-Mu. Ini adalah undangan ketekunan di dalam doa. Pemazmur mengetahui satu-satunya jalan keluar untuk pertolongannya adalah dari Allah di dalam doa. Ibrani 4:16 mengatakan supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan pada waktunya. Apapun saja masalahnya, dari yang kecil sampai yang terbesar bahkan the problem of evil, pertolongan kita dari mana? Allah menyatakan, pertolongan kita adalah dari takhta kasih karunia. Allah sendiri mengatakan, datanglah di dalam Yesus Kristus. Mintalah dan Aku akan menolongmu tepat pada waktunya. Hanya di dalam takhta-Ku saja engkau akan mendapatkan kasih karunia-Ku. Hanya di dalam takhta-Ku saja kita akan mendapatkan kasih karunia pertolongan Tuhan. Dia tidak akan lebih cepat dan tidak akan lebih lambat pada waktunya. Itulah sebabnya saya katakan berkali-kali, orang yang tidak mau berdoa adalah orang yang paling sombong di depan mata Tuhan. Ada satu kalimat kutipan mengatakan demikian, if you are only pray when you are in trouble, you are in trouble. Doa itu seperti mendaki tangga yang dilihat oleh Yakub. Doa membuat awan gelap itu mundur, doa membuat hati kita bertumbuh di dalam iman dan cinta. Doa membuat setiap berkat dari surga datang kepada kita. Doa di dalam Kristus akan membebaskan kita tidak perduli berapa banyak dan berapa kuat musuh kita.

Hal yang ketiga, terakhir, di dalam doa, anak-anak Allah akan mendapat janji dan melihat penyataan janji Allah di dalam doanya. Di dalam doa maka Allah mengangkat jiwa kita, kita melihat dunia ini dan segala sesuatunya tidak secara paralel. Kita tidak melihat dunia ini di dalam single level. Kita melihat segala sesuatunya sekarang dari takhta Allah dari atas. Doa itu persis seperti saudara-saudara pergi ke mana-mana dan kemudian melihat pemandangan yang indah sampai kemudian saudara menemukan, membawa drone dan mengangkatnya dan melihat sekeliling saudara, saudara bukan saja melihat yang indah, saudara akan terkesima dengan segala sesuatunya. Salah satu hal yang pasti dilakukan Pendeta Stephen Tong ketika mengajak kami pergi kemana-mana adalah kami diajar terus melihat segala sesuatu dari tempat tertinggi, baik itu gunung tertinggi atau gedung tertinggi suatu kota. Sampai saya melihat Mazmur 73, saya sulit sekali untuk melihat segala sesuatunya sampai saya masuk ke dalam tempat kudusnya Allah melihat segala sesuatu dan aku memperhatikan kesudahan mereka. Kau taruh mereka di tempat-tempat yang licin, Kau jatuhkan mereka sampai hancur, mereka binasa dalam sekejap mata. Mereka lenyap habis oleh karena kedahsyatan-Mu ya Tuhan. Seperti mimpi pada waktu terbangun, rupa wajah mereka Engkau pandang hina ya Allah. Ini adalah jalan yang luas yang ujungnya adalah kebinasaan. Ini adalah akhir dari orang fasik. Ketika kita itu berdoa, Allah di dalam anugerah-Nya mengangkat hati kita. Kita akan melihat hadirat Allah dan janji-janji Allah kepada kita. Mazmur 73 ketika pemazmur itu masuk ke tempat tertinggi Allah maka dia melihat janji Allah bahwa jikalau dia tetap berada di dalam jalan orang benar dia tidak akan binasa. Saudara hanya bisa mempelajarinya dengan Firman dan ketika kita dibawa untuk mendekat kepada Allah, Firman ini menjadi suatu kenyataan yang benar-benar kita lihat.

Kesimpulan dari semuanya adalah belajarlah berdoa. Saya mengatakan begini bukan karena saya expert di dalam doa. Saya sudah mengatakan pada saudara-saudara dari seluruh pelajaran apapun saja, pelajaran teologia, filsafat, biblical, atau systematic teology, hal yang paling sulit di dalam hidup saya adalah belajar berdoa. Tetapi ini adalah suara hati saya kepadamu jemaat. Mari belajar berdoa bersama-sama. Belajar berdoa sampai Tuhan itu menyatakan kepada kita kuasa-Nya melalui gereja kita yang berlutut berdoa. Saya terus berdoa kiranya Tuhan terus memanggil orang-orang berdoa karena dengan semakin banyaknya orang berdoa di dalam sebuah gereja, maka gereja tersebut pasti hidup dan gereja tersebut pasti ada pengharapan. Karena orang-orang ini sama-sama berlutut menangis minta belas kasihan Tuhan di depan. Kita tidak memiliki apapun saja. Kita tidak memiliki apapun saja selain daripada yang diberikan Tuhan kepada kita. Belajarlah berdoa. Belajarlah masuk di dalam takhta Maha Suci-Nya penuh kasih karunia yang dari Tuhan. Sampai aku masuk ke dalam tempat Maha Kudus Allah dan memperhatikan kesudahannya. Aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan Allah dan aku suka dekat dengan Allah. Kiranya Tuhan dipermuliakan. Mari kita berdoa.


Matius 6:9-10
 
 

Matius 6:9-10
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more