Ringkasan Khotbah

3 April 2021
Behold The Man (2)
Pdt. Agus Marjanto, M.Th · Zakharia 6:12 -15

Zakharia 6:12 -15

Di dalam beberapa hari ini kami terus mengajak saudara-saudara untuk merenungkan berita salib. Ini adalah satu berita yang tidak dikenal oleh dunia, dihindarkan oleh dunia bahkan banyak orang kristen sekalipun menghindarkannya. Alkitab menyatakan berita tentang salib itu adalah batu sandungan bagi orang Yahudi dan berita salib itu adalah kebodohan bagi orang Yunani. Tetapi Paulus itu menyatakan “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” Kalau saudara-saudara tanya kepada Paulus apa yang engkau inginkan jikalau engkau diberikan satu kesempatan untuk meminta kepada Tuhan dan pasti dikabulkan apa yang akan engkau inginkan? Bahkan Paulus tidak pernah menyatakan aku ingin mengabarkan injil seluas-luasnya padahal dia mengabarkan injil itu sampai kepada Efesus bahkan. Saudara-saudara, dia tidak mengatakan aku akan membangun gereja yang sebanyak-banyaknya padahal begitu banyak gereja yang dibangun oleh dia, dia bahkan tidak mengatakan aku mau untuk bisa berkotbah dengan penuh kekuatan dan kuasa padahal dia adalah seorang rasul yang menuliskan begitu kitab yang kita baca berzaman-zaman sampai sekarang mempertobatkan kita. Dia tidak berpikir sesuatu yang phenomena dia berpikir inti untuk mendapatkan hal-hal itu apa? Ada satu titik di mana kalau dia dapatkan, kalau dia berdiri, maka seluruh hal itu kelimpahan dalam hidup, dipakai oleh Allah, berubah karakter, semuanya terjadi. Maka dia mengatakan titik itu adalah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya. Persekutuan di dalam penderitaan-Nya itulah sebabnya dalam 1 Korintus, dia menyatakan bagi anak-anak Allah, bagi orang-orang pilihan Kristus yang tersalib adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Itulah sebabnya kenapa kita pikir terus, meditasi terus, mengunyah melahap sedemikian rupa untuk berita tentang salib.

Biarlah kita ingat bahwa Tuhan di dalam kedaulatan-Nya itu menetapkan satu simbol salib ini di tengah-tengah gereja-Nya sepanjang masa untuk kita selalu diingatkan bahwa mengingat di mana sumber kuasa sesungguhnya. Bukan di tempat kuburan yang terbuka tetapi di tempat kayu salib di mana Kristus tergantung yang begitu sangat kasar dan begitu sangat tidak halus seperti ini karna kalau itu ada di dalam isi hati kita kuasa Allah itu bekerja. Mengenal Kristus yang tersalib adalah segala-galanya bagi umat Allah karena itu akan mengubah hidup itu akan mendorong kita untuk berbicara kepada dunia, itu akan membuat kita memiliki kemampuan untuk bertekun sampai habis. Dari-Nya ada kuasa ketika kita memberitakan injil dan juga ada pengampunan dan penyuciaan ketika kita berkonflik di dalam bahkan keluarga kita itu terpampang di Golgota 2000 tahun yang lalu. Tetapi Tuhan meminta kita untuk terus memikirkan dan minta Roh Kudus itu membawa mata hati kita ke Golgota maka ada kekuatan transformasi mulai dari titik salib itu kepada seluruh kehidupan kita. Hari ini kita memikirkan terus berkenaan satu tema ini, satu tema yang dimunculkan oleh Pilatus pada waktu Yesus disesah “Behold the man”. Apakah orang jahat itu bisa mengatakan sesuatu yang benar, pasti dia tidak tahu yang benar tetapi kalimat itu sendiri sebenarnya adalah kalimat dari Tuhan yang dinyatakan, dititipkan kepada dia. Tuhan boleh memakai siapapun saja, orang benar bahkan orang yang fasik. Banyak dari bangsa-bangsa, suku-suku itu dibangunkan. Itu bukan oleh satu orang hamba Tuhan yang diurapi. Tetapi adalah oleh orang-orang yang jahat yang dipakai Tuhan untuk menyiksa gereja Tuhan. Saudara-saudara, orang-orang seperti Mao Tse Tung di Cina dipakai oleh Allah untuk membuat kebangunan rohani di dalam gereja Tuhan. Billy Graham berkotbah di mana pun saja tidak bisa mencapai pertumbuhan kuantitas daripada orang yang bertobat di Cina. Apakah Mao Tse Tung orang benar? Jawabannya adalah tidak, tetapi tindakannya dan seluruh perkataannya, di dalam kedaulatan Allah dipakai oleh Allah untuk membangunkan kerohanian gereja, untuk memberikan pertobatan, ini adalah cara kerja Allah yang unik; semakin kita itu membaca Alkitab, maka saya mengutip kalimat dari C.S Lewis, ‘Allah kita itu adalah Allah yang tidak terduga.’ Banyak dari kita berpikir kalau kita mengenal Dia tetapi kita tidak merenungkan Firman-Nya dan kita tidak bisa membedakan apa yang terjadi di dunia maka kita berpikir ya seperti itu cara kerja Tuhan tetapi Tuhan memanggil kita untuk makin mengenal Dia, semakin kita mengenal Dia, semakin kita sadar kita tidak mengenal Dia. Siapa yang bisa mengerti pikiran-Mu ya Tuhan, siapa yang bisa mengantisipasi langkah-langkah-Mu ya Tuhan? Tidak ada satu manusia pun, Dia adalah satu-satunya Pribadi, pada posisinya, pada kelasnya sendiri dan Dialah yang mengatur seluruh hidup kita. Ketika kita itu bersentuhan sedikit dan dibukakan sedikit saja akan pekerjaan-Nya, hati kita sangat-sangat kagum, takjub dan hancur hati. Pilatus orang yang jahat dan dia menyesah Yesus Kristus. Yesus dicabik-cabik seluruh daging, dimahkotai duri, dipakaikan jubah ungu yang sudah usang dan juga diberikan satu buluh yang terkulai seperti itu, seluruhnya adalah penghinaan, seluruhnya adalah penyiksaan, seluruhnya adalah malu di depan seluruh umat manusia, kalimat itu bagi Pilatus dan semua orang Yahudi artinya apa? Adalah sindiran, adalah hinaan, adalah olok-olokkan bagi orang-orang dunia ini yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini maka dia tidak mungkin akan bisa mengerti sesungguhnya siapa Yesus Kristus itu. Di dalam mata orang-orang ini adalah lapisan-lapisan yang tidak pernah ditebus oleh mereka sendiri, sama seperti kita kalau bukan anugerah Tuhan saudara duduk di sini sudah mendengarkan berita salib puluhan tahun tetapi tidak pernah ada perubahan di dalam hidup, tidak pernah ada pertobatan dengan air mata, engkau tetap sama dengan orang-orang yang alkitab katakan yang pikirannya dibutakan oleh ilah zaman ini engkau agree setuju dengan Yesus Kristus, tetapi tidak pernah mau takluk kepada Dia, engkau terus memegang dosa kalau engkau memiliki masalah dengan suami atau isterimu, engkau tetap sampai mati pegang itu, engkau mengharapkan orang lain itu bertobat, engkau sendiri itu tidak pernah bertobat, itu adalah orang-orang yang melihat Yesus Kristus yang sebelumnya mengatakan, “Hosana hosana!,” tetapi pada saatnya dia akan mengatakan, “Salibkan Dia! Aku tidak mau lagi dengar Dia dan tidak mau lagi Dia ada di depanku!”

Lihatlah manusia ini ketika Pilatus itu menyatakan hal ini, Yohanes melihatnya lain. Yohanes teringat akan kalimat Yohanes Pembaptis, gurunya. Dia sekarang bisa menjadikan satu puzzle ini, “Ah, ini adalah Lamb of God”. Dia teringat akan kalimat Yohanes Pembaptis, “Behold the Lamb of God!,” domba Allah yang diremukan. Ketika melihat manusia Kristus ini, dia menyadari adanya jalan penebusan yang disediakan Allah baginya. Tuhan menyediakan daging untuk bisa dimatikan dan pangkal keselamatan kita. Saudara-saudara, perhatikan baik-baik kalimat-kalimat pertama dalam poin ini, saya yakin saudara-saudara tetap ada di sini, saudara-saudara mengerti, tetapi poinnya bukan mengerti poinnya, mengalami atau tidak? Saudara bisa melihat dari buahnya bukan dari pengertian doktrinnya dan apa buah yang ada kepada orang-orang yang mengerti ini penebusan yang sejati? Yaitu pertobatan, hidup dari diri sendiri menjadi hidup bagi Allah. Kalau saudara tahu Dia menebus dosa tetapi tidak pernah mengalaminya, maka hidup kita itu tidak berubah. Karena yang berubah itu adalah orang yang mengalami, itulah sebabnya ketika seseorang itu tidak mengalami tetapi mengerti, saudara akan terseret-seret hidup di dalam kekristenan karena saudara berada berjalan di dalam agama Kristen. Saudara akan sulit sekali ketika makin lama makin masuk ke dalam Firman. Saudara akan merasa terlalu lama kotbahnya, saudara akan rasa ini ngomong apa sih? Kekristenan? Ya, sudah terima Yesus Kristus selesai. Kenapa saya musti kasih perpuluhan, gereja butuh uang ya? Kenapa saya musti mengabarkan Injil, itu semua tidak akan pernah mendorong saudara secara alamiah karena memang tidak pernah mengalami. Kalau saudara-saudara mengerti apa yang seperti ini minta sama Tuhan, Tuhan kasihani aku biarlah aku bukan saja mengerti peristiwa ini tetapi aku mengalami.

Hal yang pertama, Behold the Man adalah berbicara mengenai kalimat-kalimat sindiran, hinaan, mempermalukan, perendahan Kristus. Bagian kedua Yohanes melihatnya ini adalah jalan penebusan. “He is the Lamb of God”, dan hari ini kita akan masuk ke dalam poin yang ketiga, apa artinya “Behold the Man”, apa yang Tuhan mau nyatakan dengan kalimat ini? Saudara-saudara, ternyata kalimat yang diucapkan oleh Pilatus sudah pernah 600 tahun sebelumnya itu diucapkan dari mulut nabinya Tuhan. Tentu Pilatus tidak pernah mengetahui tentang hal ini dan tidak menyangka dan tidak pernah memikirkannya. Tetapi ketika saudara dan saya melihat Alkitab, saudara akan tahu bahwa itu adalah kalimat yang Tuhan sendiri nyatakan kepada nabi-Nya.

Mari kita melihat Zakharia 6:12 -15, “Katakanlah kepadanya: Beginilah Firman TUHAN semesta alam: Inilah orang yang bernama Tunas. Ia akan bertunas dari tempatnya dan ia akan mendirikan bait TUHAN.” Saudara perhatikan, ‘Behold the manwhose name is the Branch.’ 13 “Dialah yang akan mendirikan bait TUHAN, dan dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas takhtanya. Di sebelah kanannya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua.” 14 “Dan mahkota itu akan tetap tinggal dalam bait TUHAN sebagai tanda peringatan akan Heldai, Tobia, Yedaya dan akan Yosia bin Zefanya.”15 “Orang-orang dari jauh akan datang untuk turut membangun bait TUHAN; maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu. Dan hal ini akan terjadi, apabila kamu dengan baik-baik mendengarkan suara TUHAN Allahmu.” Perhatikan baik-baik Zakharia 6:12-15 adalah suatu nubuatan yang hampir setiap katanya itu penting. Saudara-saudara seorang teolog menyatakan ini adalah salah satu nubuatan Mesianic yang paling luar biasa dan berharga dan tidak ada ucapan kenabian yang lebih jelas di seluruh Perjanjian Lama mengenai Pribadi Penebus yang dijadikan, jabatan yang harus Dia penuhi dan misi yang harus Dia capai. Di dalam ayat-ayat ini saudara akan menemukan natur Mesias, jabatan Mesias dan pekerjaan Mesias yang Tuhan gabungkan di dalam satu kata “Behold the Man”. Ini adalah kata yang sama yang Pilatus itu katakan tetapi mari kita lihat apa yang Tuhan maksudkan dengan Behold the Man ini:

Hal yang pertama adalah mari kita pikirkan satu kata di dalam Zakharia 6 adalah beginilah firman Tuhan semesta alam inilah orang yang bernama Tunas, Branch. Di dalam bahasa indonesianya kadang cabang atau tunas dan di dalam bahasa aslinya itu bisa dipakai dua-duanya, cabang atau tunas. Saya akan memakai tunas. Saudara-saudara saudara perhatikan Tunas ini siapa. Pada pasal sebelumnya, Zakharia 3:8-9, saudara akan menemukan Tunas ini siapa. Saudara-saudara saya akan bacakan 3:8, “Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu–sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas.” 3:9, “Sebab sesungguhnya permata yang telah Kuserahkan kepada Yosua satu permata yang bermata tujuh sesungguhnya Aku akan mengukirkan ukiran di atasnya, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan Aku akan menghapuskan kesalahan negeri ini dalam satu hari saja.” Dan di dalam Yesaya 11:1 disebut sebagai Tunas dari tunggul Isai dan kalau saudara melihat dalam Perjanjian Lama bahkan dalam kitab Wahyu, Tunas dari Daud, sehingga seluruh kalimat kata ini menggambarkan satu Pribadi yang adalah hamba Allah dan Tunas yang menunjukan seorang keturunan Daud yang sekali lagi menyatakan kemanusiaan Mesias. Sekarang perhatikan yang kedua di sini dikatakan bahwa Tunas itu dari tempatnya Dia akan mendirikan Bait Tuhan dan orang-orang yang dari jauh akan datang untuk turut membangun bait Tuhan. Tunas adalah sesuatu yang kecil, tunas adalah sesuatu yang tunggal dan bahkan tunas dikatakan di dalam Yesaya 53, Tunas yang muncul dari tanah yang kering. Maka nubuatan ini menyatakan bahwa Pribadi ini memiliki permulaan yang sangat-sangat kecil, tidak penting, tidak diperhitungkan tetapi pada waktunya akan bercabang dari tempatnya dan mendirikan Bait Tuhan dan semua orang dari kejauhan akan datang kepada-Nya. Ini bicara berkenaan sesuatu yang nanti secara gradually akan membesar apakah saudara memiliki sense sesuatu ingatan akan apa yang Yesus katakan? Yesus pernah mengatakan hal kerajaan Allah adalah seumpama biji sesawi yang kecil tetapi akan menjadi pohon yang besar dan burung-burung akan hadir bertengger di dalamnya. Yesus mengajarkan bukan sekali Dia mengajarkan beberapa kali misalnya saja adalah kerajaan Allah itu seumpama ragi hanya sedikit saja satu saja tetapi ketika dia bergerak mengkamiri seluruh adonan ini menggambarkan berkenaan dengan ini adalah sesuatu yang kecil sekali tidak diperhitungkan tetapi secara gradual akan melebar dan menyentuh setiap bagian dan semua bagian itu harus akan mau tidak mau bersentuhan dengan pribadi ini dan pribadi ini akan menguasai, melingkupi seluruh dunia ini. Lihatlah Yesus Kristus yang nothing pada waktu Pilatus menghaikimi ini tetapi Dialah yang mendatangkan Kerajaan Allah yang besar yang menguasai seluruh bumi dan seluruh lutut akan bertelut di dalam kerajaan ini. Dia yang tidak berdaya, yang berlutut di taman Getsemani, perlahan demi perlahan tetapi pasti akan membuat seluruh lutut kita berlutut di depan Dia, semua manusia kenal atau tidak kenal, besar atau kecil dari setiap zaman akan bersentuhan dengan Dia.

Dan kemudian, hamba Allah, Tunas ini, akan menghapuskan dosa negeri ini di dalam satu hari saja. Saudara-saudara, pada waktu Yesus Kristus mati melalui tindakan itu, melalui hari itu, hari itu adalah hari Allah menghadirkan keselamatan dari-Nya bagi seluruh umat manusia jikalau Kalvari itu ada di dalam diri kita, jikalau Kalvari itu ada di dalam hatimu hari, di mana Kalvari itu ditanam di dalam hatimu, Allah akan menghapuskan seluruh dosamu masa lampau dan masa depan di dalam satu hari saja.

Hal yang lain Tunas ini akan membangun Bait Tuhan di mana orang-orang yang jauh itu dan bagi orang Yahudi yang jauh itu adalah Gentiles dia akan bersatu di dalamnya. Ini adalah berbicara mengenai tubuh-Nya yang akhirnya menjadi tubuh spiritual yaitu gereja. Saya akan mengingatkan saudara-saudara akan satu peristiwa ini, peristiwa yang membuat orang-orang Yahudi itu ingin membunuh Yesus. Pada waktu Yesus itu setelah Dia dibaptis di sungai Yordan, maka pelayanan pertamanya setelah itu adalah pergi ke Bait Suci dan apa yang dilakukan di dalam Bait Suci? Injil Yohanes menyatakan Dia begitu marah Dia memporakporandakan seluruh tempat berjualan di Bait Suci. Dia melepaskan seluruh binatang untuk korban yang ada pada waktu itu dan kemudian Dia mengenyam tali dan kemudian membuat orang itu kocar-kacir dari bait suci itu. Kristus itu luar biasa marah!

Perhatikan kapan Yesus itu marah. Yesus marah beberapa kali, tetapi marah pertama dan marah terakhir, kedua-duanya adalah waktu Dia di Bait Suci. Perhatikan baik-baik, Yesus direndahkan pertama kali itu adalah di tempat sungai Yordan dibaptis dan Yesus direndahkan terakhir adalah di atas kayu salib. Yesus marah pertama kali adalah di Bait Suci, Yesus marah terakhir juga di Bait Suci. Saudara-saudara apa yang ada ditulis di dalam kitab injil ini adalah sangat menggugah kita sebenarnya. Dari seluruh planet alam semesta, maka mata Allah ada pada bumi, dan di antara seluruh bumi, mata Allah ada pada Israel, dan di antara seluruh Israel, maka mata Allah ada pada Yerusalem, dan di antara seluruh Yerusalem, mata Allah ada pada Bait Allah, dan di situ Allah itu marah. Dan di tengah-tengah kemarahan-Nya, Dia mengucapkan satu kalimat yang tidak bisa dimengerti sampai kapan pun saja oleh orang Yahudi “Rombak Bait Suci ini dan dalam tiga hari aku akan membangunnya kembali.” Hah, rombak Bait Suci? Itu menyakiti hati orang Yahudi terdalam! Apa yang membuat kamu sakit terdalam, apa yang membuat kita sakit terdalam, misalnya saja saudara dihina, ya, marah, tetapi tidak terdalam, tetapi beberapa dari kita kalau anak kita yang dihina, wah, itu menyakitkan sekali. Kalau saya sebagai hamba Tuhan tidak punya banyak uang, makan seadanya saya masih bisa tanggung, tetapi kalau anak saya musti makan nasi sama garam waduh saya nangis. Semua ilustrasi ini menyatakan apa sesungguhnya yang paling dalam ketika itu disinggung oleh seseorang atau oleh Tuhan maka saudara akan menjadi marah dan Yesus bicara, itu hal yang terdalam bagi orang Israel dan Dia itu marah sekali. Yesus marah, Israel juga marah, “Rombak Bait Suci ini dan dalam tiga hari Aku akan membangunnya kembali.” Karena engkau sudah membuat rumah doa menjadi sarang penyamun. Rumah doa itu adalah satu gabungan antara Allah dan manusia, bukankah kita di dalam satu agama itu mengharapkan pertemuan Allah dan manusia berdosa? Bukankah inti dari seluruh agama di dunia itu seperti itu? Orang-orang Yahudi juga di antara seluruh agama di dunia yang paling ketat itu adalah agama Yahudi mereka memiliki ritual-ritual yang melampaui Hindu, Budha, atau Islam sekalipun jangan bicara mengenai orang Kristen yang paling tidak tahu aturan. Tetapi mereka itu berusaha untuk saleh sedemikian rupa dan di situlah mereka berpikir akan ada pertemuan, penerimaan akan Allah yang Suci dan manusia yang berdosa. Tetapi Yesus mengatakan “Rombak Bait Suci ini dan dalam tiga hari aku akan membangunnya kembali.” Dan injil Yohanes mencatat yang Dia maksudkan adalah tubuh-Nya yang akan mati dan bangkit pada hari yang ketiga. Saudara-saudara perhatikan apa pekerjaan Mesias, Dia akan membuat seluruh mata manusia yang berharap kepada agama, berharap kepada batu-batu di dalam tempat penyembahan ini, maka sekarang Dia bawa seluruh mata manusia menuju kepada tubuh-Nya. Pertemuaan Allah yang Suci dan manusia yang berdosa tidak bisa di dalam agama pertemuan Allah yang Suci dan manusia yang berdosa adalah pada tubuh Yesus Kristus yang terpaku pada kayu salib. Itulah sebabnya kenapa Zakharia menyatakan manusia Tunas ini akan membangun bait Tuhan, itu tubuh-Nya.

Saudara-saudara poin yang lain dan ini adalah poin yang sangat penting saudara-saudara dikatakan dalam Zakharia 6:13, “Dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas takhtanya. Di sebelah kanannya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua.” Ini adalah sesuatu yang luar biasa unik dalam Zakharia. Saudara hanya bisa menemukan ini di kitab Zakharia dan di Mazmur 110. Setiap nabi yang bernubuat Mesianic itu ada keunikan-keunikan sendiri. Misalnya Mikha, Mikha itu mengatakan bahwa kalau Mesias itu datang Dia akan ada di Bethlehem. Misalnya Yesaya 53, Yesaya mengatakan kalau Mesias itu datang Dia tidak akan dikenali dan akan dibuang oleh orang, Man of sorrow. Tetapi Zakharia mengatakan sesuatu yang unik. Perhatikan baik-baik, Zakharia mengatakan Mesias ini kalau datang Dia akan menggabungkan dua jabatan yaitu imam dan raja di dalam diri-Nya. Saudara-saudara mungkin bagi kita orang-orang yang Indonesia, orang-orang yang bukan orang Israel, kita tidak terlalu masalah bahkan kita juga tidak terlalu perduli, tetapi Saudara-saudara perhatikan dalam seluruh Perjanjian Lama tidak ada satupun orang yang memangku dua jabatan ini bersama-sama. Saudara-saudara akan menemukan jabatan raja dan jabatan nabi bergabung ada misalnya Daud dan Salomo. Saudara akan menemukan gabungan nabi dan imam ada yaitu Yesaya, tetapi saudara tidak akan menemukan gabungan raja dan imam di dalam satu orang. Kalau mereka mau dengan kekuatannya, raja mau jadi imam, Tuhan itu marah. Lihatlah apa yang terjadi pada Saul, Ketika Samuel meminta Saul untuk menunggu karena Samuel adalah nabi dan imam dan Saul itu raja. Samuel tidak datang-datang kemudian raja Saul itu kemudian rasa gundah gulana, rasa takut, kuatir, maka kemudian dia bertindak sebagai imam, membakar korban itu. Tindakan itu langsung membuat menyulut Allah itu marah, langsung Samuel mengatakan hari ini juga Tuhan undur daripadamu. Saudara-saudara tidak ada raja yang boleh menjadi imam. Ini tidak ada satu orang yang menggabungkan dua hal ini. Ada satu gambaran dalam kitab Perjanjian Baru, satu Pribadi yang menggabungkan dua ini namanya Melkisedek. Dia adalah raja Salem, imam Yang Mahatinggi sehingga Abraham itu datang kepada dia dan memberikan persembahan tetapi siapa Melkisedek? Tidak ada orang yang tahu. Alkitab mengatakan Dia tidak berbapa, Dia tidak beribu dan Dia itu terus menerus dari generasi ke generasi, Dia kekal adanya. Maka kita tahu Melkisedek adalah Allah Pribadi kedua Tritunggal itu sendiri. Zakharia ratusan tahun sebelumnya sudah menyatakan hal ini Mesias itu, Tunas itu, maka Dia kalau datang akan menggabungkan dua jabatan ini di dalam diri-Nya, Raja dan Imam.

Saudara-saudara, raja itu memerintah tetapi imam itu adalah bersyafaat. Imam itu yang mengorbankan untuk penebusan dosa maka ini adalah imam yang bertahta di dalam kedudukan raja. Dan semua itu tersembunyi bagi mata kita sampai kalimat-kalimat Zakharia ini digenapi dalam Perjanjian Baru. Waktu Yesus itu datang dan kemudian Dia diadili, disesah, menjalani Via Dolorosa dan dipaku di atas kayu salib di antara seluruh ribuan orang yang mencemooh Dia, di tengah-tengah seluruh kehinaan-Nya, dan semua orang siapapun saja tidak ada yang menghargai-Nya, di tengah-tengah salib sesungguhnya kalimat-kalimat yang keluar adalah kalimat-kalimat yang mengecam orang-orang di bawah tetapi tiba-tiba Tunas ini mengatakan, “Bapa, ampunilah mereka karena mereka itu tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Penjahat sebelumnya di kanan atau di kiri Yesus Kristus yang dua-duanya itu menghujat Yesus tetapi salah satu orang itu memperhatikan kalimat Yesus ini dan kemudian Roh Kudus itu bekerja menyatakan siapakah Yesus ini, terhadap doa ini, terhadap doa seorang imam di atas kayu salib ini, maka penjahat itu mengatakan, “Yesus, ingatlah aku ketika Engkau datang sebagai Raja.” Penjahat itu, adalah orang pertama yang bisa melihat nubuatan Zakharia. Dia mengggabungkan dua, Raja dan Imam. Luar biasa!

Pilatus mengatakan Behold the man! Pilatus mau menyatakan kasian orang ini, kalimat behold the Man itu artinya adalah penghinaan bagi Kristus tetapi perhatikan bagaimana Allah maksudkan waktu-waktu itu. Zakharia menyatakan behold the Man, apa yang Allah lihat kepada Kristus? Apa yang tersembunyi yang kita tidak tahu yang Allah lihat kepada Kristus? Ketika Pilatus mengatakan behold the Man, bagi Allah adalah Dia sedang memuliakan Anak-Nya. Ini adalah pemuliaan diri Yesus Kristus. Behold the Man, Dia adalah Tunas, Dia adalah hamba-Ku, demikian kata Allah. Seluruhnya ini tersembunyi bagi kita. Salib Kristus dan penderitaan-Nya itu adalah kemuliaan-Nya. Oh itulah sebabnya beberapa jam sebelum itu, Yesus pernah mengatakan kepada Bapa-Nya, “Bapa telah tiba saatnya, permuliakan Anak-Mu supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.” Salib dan penderitaaan Kristus adalah kemuliaan Kristus. Bukan karena ada sesuatu yang baik dan mulia di dalam penderitaan itu unseen, tetapi karena salib dan penderitaan itu menggenapkan secara tuntas seluruh kehendak Allah dan itu kemuliaan seorang Manusia Kristus. Cerita ini cerita yang tersembunyi yang sangat indah dan mulia. Gereja Tuhan, kita harus melihat terus manusia ini. Ini adalah panggilan dari Allah kepada kita. Umat-Ku, behold the Man! Kenapa? Apa faedahnya bagi kita? Apa benefit dari melihat Manusia Kristus ini bagi kita? Bukankah kita boleh lihat yang lain saja? Masalah kita juga sudah banyak. Saudara-saudara salah satu masalah rohani yang sulit dalam hidup kita adalah kita sulit untuk menetapkan mata kita terus menerus menatap Yesus Kristus. Kita mudah sekali distract, apalagi zaman sekarang seluruhnya berubah dan begitu cepat terburu-buru. Misalnya saya mau melihat email atau mau membuat sesuatu makalah di dalam komputer, tiba-tiba ada pop-up lalu kemudian kita lihat dan tidak, tidak mau lihat dan kemudian ada pop-up lagi ada pop-up lagi dan kemudian kita klik lalu kemudian kita akhirnya browsing hal yang menarik itu akhirnya membuat kita itu bergeser dan semua pekerjaan kita hanya kita kerjakan setengah jam dan seluruh yang kita tidak perlu dikerjakan perlu tiga jam. Bukankah itu yang terjadi? Menetapkan sesuatu terus menerus di mata kita itu tidak mudah. Kita mudah sekali distract, tetapi Tuhan mengatakan Behold the Man, kenapa?

  1. Beberapa hal ini, karena pertama itu adalah sumber penebusan dan cinta kasih Allah kepada kita. Kalau saudara dan saya melihat Kristus Yesus, saudara akan menemukan keselamatan dan cinta Tuhan dalam hidup kita. Ketika penjahat itu melihat Yesus Kristus, dia memperhatikan kalimat Yesus pertama kali itu saja. Tidak ada yang memperhatikan kalimat-kalimat itu, penjahat di sampingnya juga tidak, satu-satunya penjahat itu memperhatikan. Begitu kalimat itu diperhatikan, Roh Kudus bekerja dan kemudian membuka sesungguhnya siapa Yesus Kristus dan dia mendapat keselamatan. Ketika mata kita melihat Yesus Kristus, maka keselematan dari Allah dihadirkan kepada kita. Di dalam Perjanjian Lama, Allah sudah menekankan hal ini. Musa meninggikan tongkat ular itu maka semua orang yang memandangnya menjadi sembuh. Tentu tidak bicara tentang ular itu setan, kita selalu pikir ular itu setan. Tetapi intinya adalah memandang pertolongan yang dari Tuhan dan di dalam seluruh dispensasi dari apa yang ada dalam hidup ini maka itu adalah salib. Melihat Kristus yang tersalib. Perhatikan satu kalimat ini, keselamatan hadir pada kita ketika mata kita melihat Kristus dan mata Allah melihat Kristus. Keselamatan hadir pada kita ketika mata kita dan mata Allah itu bertemu di dalam diri Yesus Kristus. Keselamatan terjadi jikalau Allah melihat kita melalui Yesus Kristus yang ada di tengah-tengah antara kita dengan Allah. Dan pada saat yang sama ketika kita memohon kepada Allah yang suci itu melalui mediator Yesus Kristus. Jikalau kedua mata ini, mata manusia yang berdosa dan Allah yang sejati melihat pada titik yang sama Yesus Kristus, di situ keselamatan bagi kita. Jikalau kita itu mau mengeluarkan Yesus Kristus, Dia tidak lagi menjadi mediator maka ketika mata Allah itu yang suci bertemu dengan mata kita yang berdosa maka akan ada murka yang besar. Behold the Man dan itu adalah undangan keselamatan. Kalau saudara dan saya rasa kurang dikasihi, minta kepada Tuhan, minta kepada Tuhan penuhkan hatiku dengan cinta-Mu dan Tuhan akan membawa kita untuk melihat Dia yang terpaku di atas kayu salib. Dia adalah sumber penebusan. Suatu hari, Charles Spurgeon pada umur lima belas tahun, di London dia sedang berjalan dan masuk ke dalam sebuah gereja yang kecil dan gereja itu berisi kurang lebih berisi 10-20 orang tetapi masalahnya adalah ketika dia sudah tunggu di sana, pengkhotbahnya itu tidak datang lalu kemudian beberapa orang majelis dan kemudian mereka ngomong-ngomong dan kemudian salah satu dari aktivis atau majelis itu maju ke depan, dia adalah seorang tukang sepatu sebenarnya dan kemudian kebaktian itu dibubarkan karena aneh sekali saudara-saudara dan kemudian dia berusaha untuk berkhotbah dan ketika dia berkhotbah, dia tidak bisa berkhotbah. Saudara-saudara, dia cuman berkhotbah sepuluh menit dan dia mengulang-ulang kata yang sama dan kalimat yang sama itu diambil dari Yesaya 45:22. Dan di dalam bahasa inggrisnya adalah “Look unto me, berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi. Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain.” Dan Spurgeon mendengarkannya, masuk di dalam pikirannya, mau masuk ke dalam hatinya tetapi tidak terlalu dalam, dia keluar dari gereja tersebut dan seorang itu melihat dia karena dia kelihatan begitu galau dan orang itu mengatakan kepada Charles Spurgeon yang muda ini, dengan kalimat seperti ini, “Anak muda, engkau kelihatan menderita, aku katakan kepadamu bahwa dalam hidup ini engkau menderita dan sesudah mati juga engkau akan menderita kecuali apabila engkau mendengarkan Firman Tuhan tadi.” Charles Spurgeon lalu kemudian terkejut. Dan kemudian ia menyadari akan pentingnya Firman itu. Orang tua itu mengatakan lihatlah Kristus anak muda, maka engkau akan diselamatkan. Lihatlah, lihatlah Kristus, anak muda! Saudara tahu, itulah hari pertobatan Charles Spurgeon, the prince of preacher. Behold the Man, karena dari situ kita akan mendapatkan cinta Tuhan. Behold the man, perhatikan Dia, teliti Dia, tetapkan itu dalam mata rohani kita. Ketika segala sesuatu berada dalam kesulitan yang besar, mata kita mau memandang siapa? Maka Tuhan mengatakan “lihat, lihat Anak-Ku itu.”
  1. Saudara-saudara hal yang kedua, semua dari kita diminta oleh Tuhan untuk melihat Manusia itu karena ini adalah rahasia jalan yang dipakai oleh Allah untuk mengkuduskan dan membuat kita itu kuat, bertekun sampai akhir di tengah-tengah seluruh penderitaan kita. Ada satu ayat Alkitab yang agung sekali, kalau Tuhan pimpin suatu hari, mungkin akan mengadakan eksposisi. Ibrani 12:1-4, “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam imam, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.”

Di dalam ayat-ayat ini, ada dua hal yang menjadi pergumulan besar kita orang Kristen, yang pertama adalah dosa dan yang kedua adalah penghinaan atau penderitaan. Dan bagaimana kita bisa melaluinya dan bagaimana kita bisa mengalahkan itu semua? Atau bagaimana proses pengudusan ini terjadi? Dan kemenangan itu kita dapatkan? Maka Ibrani menyatakan dengan mata yang tertuju kepada Yesus Kristus. Behold the Man. Saudara-saudara, Yesus Kristus itu bukanlah satu object yang saudara dengar pada hari Minggu saja, dua jam terus selesai. Saudara-saudara kita perlu menetapkan mata yang tertuju kepada Dia setiap hari. Apa yang kita perhatikan Saudara? Kalau saudara suka dengan sesuatu, biasanya Saudara akan browsing internet dan terus perhatikan hal itu. Kalau saudara sedang cinta seseorang, saudara akan memperhatikan seseorang itu dan terus melihat orang itu. Saudara-saudara, ada satu kalimat yang saya dengar itu adalah kita akan menjadi seperti seorang yang kita perhatikan terus. Semua, semua hamba Tuhan juga seperti itu, semua. Ketika saya suatu hari saya keluar dari seminari dan berkhotbah, lalu kemudian ada beberapa orang mengatakan, “Kamu berkhotbah persis seperti hamba Tuhan itu.” Cara berpikirnya, cara menyampaikannya, semuanya sama seperti hamba Tuhan itu. Itu tidak salah tetapi dalam hidup kita, Tuhan mau kita mempunyai mata yang tertuju kepada Yesus Kristus dan maka akan ada suatu proses pengudusan yang menjadi serupa Yesus Kristus. Saudara-saudara jangan mata tertuju kepada pendeta atau hamba Tuhan, sehebat apapun saja, saudara dan saya akan serupa dengan pendeta itu, tidak perlu saudara-saudara, saudara dan saya serupa dengan Yesus Kristus. Saudara-saudara salah satu proses pengudusan begitu jelas saudara-saudara, lihat dalam Alkitab itu adalah Yohanes Rasul. Alkitab mengatakan dialah rasul satu-satunya ada di bawah salib Yesus Kristus. Saudara lihat bagaimana ada perubahan pengudusan yang luar biasa terjadi pada dia. Saudara tahu siapakah Rasul Yohanes itu? Rasul Yohanes dan Yakobus, dua kakak beradik, dan dua-duanya disebut sebagai Boarnerges. Boarnerges adalah anak guntur. Kenapa disebut sebagai anak guntur? Karena mereka mudah marah. Ketika suatu hari mereka mengabarkan Injil, ditolak dan kemudian dia bicara kepada Gurunya, Yesus, “Yesus, kita berdoa supaya orang itu dikirim api saja, mati.” Yohanes adalah orang yang luar biasa mudah marah, mudah murka. Tetapi saudara-saudara, sekarang kita semua, gereja melihat Yohanes, saudara ingat apa? Yaitu Rasul kasih. Kasihlah satu dengan yang lain, kasihlah satu dengan yang lain, itu tidak berarti marah itu selalu dosa. Karena di dalam extra biblical maka dicatat bahwa Yohanes itu ketika dia sedang berendam di satu kolam lalu kemudian ada seorang pengajar sesat, dia cepat keluar, tidak mau jadi satu kolam di sana. Saudara-saudara tetapi dia memiliki marah yang tepat. Dan seluruh kemarahannya adalah karena cinta kepada Tuhan itu ada dalam hatinya. Kalau kita menyadari betapa banyak karakter-karakter di dalam hidup kita yang tidak beres, minta Roh Kudus untuk mengajarkan kita penderitaan dan salib Yesus Kristus dan melihat pribadi-Nya karena melalui perjalanan kita dengan melihat Yesus Kristus maka perubahan pengudusan itu terjadi.

  1. Hal yang ketiga, perhatikan bagaimana cara lihat Allah itu dalam case ini berbeda dengan cara lihat manusia. Oh ini sesuatu yang benar-benar mencelakakan dan sangat ngeri. Saudara perhatikan satu peristiwa, dua cara pandang yaitu behold the Man dan semua orang mengatakan yah, ini orang hina tetapi behold the Man, Allah mengatakan, “Ini Tunas, hamba-Ku yang mulia.” Centurion, kepala dari seratus pasukan dan dia salah satu orang yang memaku daripada Yesus Kristus. Dan ketika salib Yesus itu di tegakkan, dia lihat manusia ini dan kemudian Roh Kudus itu bekerja dan kemudian dia bisa mengatakan sungguh orang ini Anak Allah. Orang lain lihat, sungguh orang ini orang memalukan, dia mengatakan sungguh ini agung. Menakutkan atau tidak? Saudara sadar atau tidak? Kita melihat segala sesuatu dengan cara pandang tertentu, kalau cara pandangnya itu berbeda dengan cara pandangnya Allah, sangat, sangat membuat celaka dalam hidup kita. Apa saja! Saudara menghina-hina seseorang padahal orang itu adalah orang yang dikasihi Allah, saudara celaka. Kita itu mencari-cari kesalahan orang padahal Allah itu menyatakan orang itu benar, celakalah kita. Saudara hati-hati dalam menilai segala sesuatu, hati-hati ketika mulut kita mengatakan sesuatu cemoohan. Hati-hati ketika kita mengkritik seseorang. Oh ini gereja tidak benar, oh ini pengajaran tidak beres tetapi kemudian Allah mengatakan yang ini yang beres, yang itu yang tidak, hati-hati. Di dalam kitab Wahyu ada jemaat Sardis dan jemaat Smirna. Dan jemaat Sardis adalah satu gereja yang sangat kaya dan sangat-sangat terkenal tetapi Tuhan mengatakan, “Kamu disebut hidup padahal kamu mati, kamu disebut kaya padahal kamu telanjang.” Tetapi kepada jemaat Smirna, “Kekuatanmu tidak seberapa tetapi engkau setia dan engkau memiliki ketekunan.” Saudara-saudara yang paling penting bukan pandangan orang banyak, yang paling penting adalah pandangan Allah kepada kita. Jangan lihat seseorang menilai sesuatu apalagi di dalam urusan opini massa. Saudara-saudara yang viral pada waktu itu salibkan Dia, oh kalau kita semuanya kan begitu kemudian like, like like. Saya katakan kepada saudara-saudara, kalau kita ada di sana, kita akan mengatakan, “Salibkan dia, salibkan dia!” Perhatikan Pilatus itu mempunyai kekuatan bukan dari Yahudi, dari Romawi, paling atas, punya pasukan bisa menghancurkan orang Yahudi, itu pun bisa tidak bisa tahan oleh massa, apalagi kita. Kita selalu akan bicara mengenai opini massa, oh yang ini benar, yang itu benar, iman kita akan makin lama makin kecil, kekuatan kita makin lama makin kecil lalu kemudian kita akhirnya berpihak kepada dia dan bahkan kita terus menyudutkan orang yang berhadapan dengan kita. Realitas yang sebenarnya tidak ditentukan oleh pendapat massa. Realitas yang sesungguhnya bukan juga ditentukan oleh pikiran kita yang berdosa. Tetapi realitas yang sesungguhnya ditentukan oleh Allah, Dialah yang memiliki kekuatan dan hak menginterpretasikan segala sesuatu. Setiap kali kita salah membaca, pasti akan salah berespon dan hasilnya fatal. Semua orang itu salah membaca Yesus. Dan ketika dia salah baca, maka salah respond, dan ketika salah respond dan kemudian mereka akan memakukan Yesus. Dan sampai di titik itu, sangat mungkin dosa ini tidak akan kembali. Saudara jarang sekali menemukan orang yang menyalibkan Yesus kemudian bertobat, saudara tidak mungkin menemukan itu. Biarlah kita bisa hati-hati di dalam hal ini.
  1. Hal yang keempat adalah lihatlah pekerjaan Allah yang besar dalam hidup kita. Ketika Pilatus mengatakan behold the Man, apa yang Allah maksudkan dengan kalimat ini melebihi daripada pengadilan Pilatus. Zahkaria menyatakan kepada kita, kalimat itu adalah bicara berkenaan dengan rencana Allah yang besar bagi seluruh bumi melalui hamba-Nya. Perhatikan baik-baik. Hari ini kita semua datang di sini dengan seluruh permasalahan kita. Mungkin saudara ada yang bermasalah dalam keluarga. Mungkin saudara sedang remuk hati karena dikhinati oleh seorang yang saudara sayangi. Mungkin saudara ditinggalkan oleh seorang yang saudara cintai. Mungkin saudara disalahpahami saat ini. Mungkin saudara berada di dalam sakit penyakit yang tidak bisa dikatakan oleh siapapun saja. Mungkin saudara punya masalah dalam keuangan, masalah suami istri atau anak-anak dan saudara-saudara datang ke gereja, saudara berharap masalah saudara bisa diselesaikan oleh Tuhan. Saudara-saudara terus menerus terpaku oleh pikirannya masalah ini tetapi sekarang perhatikan apa yang Tuhan maksudkan ketika mengatakan behold the Man? Saudara, Allah mau mengingatkan, mengangkat mata saudara ke langit, memperluas perspektif horizon saudara sehinggga membuat saudara mengerti hidup itu begitu luas, ada pekerjaan Allah yang begitu luas dibandingkan dengan masalah saudara saat ini. Behold the Man adalah panggilan saudara-saudara untuk memusatkan hati, pikiran, mata, kekuatan, seluruh umur untuk pekerjaan Allah. Saudara tidak dipanggil untuk menyelesaikan hal-hal kecil di dunia ini, Saudara dan saya dipanggil untuk bergabung dengan pasukannya Allah untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Allah di dunia ini, pekerjaan yang mulia dan jangan kuatir untuk seluruh masalah kita karena Allah kita adalah Allah yang setia. Dia menyatakan bahwa, “Cari dulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya akan di tambahkan kepadamu.” Pikirkan apa yang menjadi rencana-Nya, pergumulan-Nya, pergumulan Allah di dalam bumi ini. Jangan ignorance, jangan tidak peduli, itu adalah satu senjata setan dalam hidup kita. Kita menjadi pengikut setan ketika kita ignorance dengan pekerjaan-pekerjaan dan maksud Allah. Dengan jelas Zakharia mengatakan lihatlah Hamba-Ku, lihatlah Tunas, behold the Man. Dia yang akan menghadirkan bait Allah di bumi ini.

Pada diri-Nya, pada tubuh-Nya, maka akan ada Allah yang Suci dan manusia yang berdosa dan bait Allah ini akan berisi orang-orang yang jauh akan datang membangun di dalamnya dan ini adalah kehendak Allah, ini adalah isi hati Tuhan. Dia yang mengirimkan Manusia Kristus ini, Dialah juga yang menggerakkan Roh Kudus kepada seluruh hamba-hamba-Nya dan gereja-Nya ke seluruh bumi untuk menggabungkan seluruh Nation. Letakkan hati kita kepada misi-Nya, letakkan hati kita kepada pengabaran Injil, bahwa hidup kita seumur hidup sampai mati untuk memproklamirkan manusia Yesus ini di tengah bangsa-bangsa, perlebar horizon kita, tinggikan perspektif kita, kita tidak diciptakan untuk sesuatu yang kecil. Saya hanya punya waktu hidup satu kali. Kalau engkau membereskan masalahmu, engkau tidak akan beres. Tapi kalau engkau itu membawa hidup ini untuk melihat apa yang Tuhan kehendaki dan memikirkannya, menggumulkannya untuk bisa dijalankan, engkau akan lihat bagaimana Tuhan itu hidup. Dan itu adalah janji-Nya. Behold the Man, Ia bukan hina ketika Pilatus mengatakan behold the Man, Allah sedang mempermulikan diri Yesus Kristus.


Yohanes 19:1-6
 
 

Jikalau Alkitab menyatakan 2000 tahun yang lalu ada seorang yang baik diadili secara tidak bersalah dan mati, maka ini menyatakan kita hanya boleh kagum. Dan kalau itu terjadi, kita hanya boleh kagum. Tetapi kalau Alkitab mencatat, ada orang kudus yang hidupnya tanpa dosa tetapi dimatikan, dan kemudian bangkit pada hari yang ke-3 tanpa ada satu pun manusia yang membangkitkan, dan ini sudah dikatakan sebelumnya, maka biarlah seluruh manusia yang hidup memperhatikan. Ini adalah satu peristiwa yang tidak pernah ada di dunia ini sebelumnya. Ini adalah peristiwa yang tidak terulang. Ini peristiwa yang tidak pernah terjadi kepada kita. Kristus itu bangkit, Kristus itu bangkit tanpa ada yang membangkitkan. Jikalau Yesus itu lahir, dan Yesus mengajar baik-baik dan Yesus itu mati, maka itu cuma agama. Tetapi kalau Dia itu lahir, Dia mati, dan Dia bangkit, itu artinya Allah yang datang ke dunia ini. Dan lihatlah Manusia ini! Bukankah Dia sudah berbicara sebelumnya tentang kebangkitan-Nya? Dia melampaui seluruh manusia yang pernah hidup, Dia melampaui daripada kita semua, mengapa kita tidak mempercayai-Nya? Mengapa kita mempercayai berita dari manusia-manusia yang mati? Jangan menyatakan bahwa kekristenan itu sama seperti semua agama. Kekristenan melampaui seluruh agama. Seluruh agama membuat jalannya sendiri dari bawah untuk bisa diterima oleh Allah di atas, tetapi Alkitab menyatakan Kristus datang dari sorga dan turun ke dunia untuk membawa kita ke sorga. Ini suatu perbedaan besar, yang satu adalah dari bawah ke atas dan yang satu lagi adalah dari atas ke bawah. Suatu hari ada 2 filsuf yang sedang berbicara, yang satu takut akan Tuhan dan yang satu lagi tidak. Yang tidak takut akan Tuhan bertanya, “Apa yang harus aku lakukan untuk membuat suatu agama baru yang bisa menarik begitu banyak pengikut?” Maka Filsuf yang takut akan Tuhan itu menjawab, “Mudah saja, 3 hal ini engkau lakukan, yang pertama adalah katakan kalimat-kalimat yang tidak pernah dikatakan manusia sebelumnya, yang kedua adalah lakukan tindakan-tindakan yang tidak pernah bisa dibuat oleh manusia sebelumnya, dan yang ketiga adalah katakan kapan kamu mati dan kamu benar-benar bangkit dan kemudian katakan kapan kamu bangkit dan genapi itu.” Lihatlah Manusia ini, yang disesah oleh Pilatus, Kayafas, Hanas dan dimatikan, tetapi Dia bangkit. Pada pagi hari ini kita akan melihat signifikansi kebangkitan Kristus. Mari kita pikirkan, apakah ada bedanya hidup ini dengan kenyataan Yesus bangkit dan hidup ini dengan kenyataan Yesus tidak bangkit. Seandainya Kristus tidak bangkit, apa yang terjadi? Saudara-saudara, jikalau Kristus tidak bangkit, maka kita tidak memiliki pengharapan akan hidup yang lebih baik. Sekali lagi, jikalau Kristus tidak bangkit, kita tidak akan memiliki pengharapan apa pun saja untuk hidup itu lebih baik. Pengharapan adalah satu-satunya yang bisa membuat manusia itu terus memiliki kekuatan untuk hidup, tetapi pengharapan itu tidak boleh kosong. Saudara-saudara perhatikan, kalau Kristus tidak bangkit, maka kejahatan akan berkuasa di setiap DNA hidup manusia. Bukan saja segi kehidupan tetapi sungguh-sungguh kejahatan akan berkuasa di dalam setiap DNA kita. Jikalau Kristus tidak bangkit maka tidak ada pengharapan hidup menjadi lebih baik, karena kejahatan akan menang dan tidak akan ada yang bisa menaklukkannya. Setiap kali saudara melihat ada hal yang mendukakan di dalam hidup seseorang, di dalam manusia itu muncul suatu pengharapan. Pertanyaannya, mengapa? Maka marilah melihat kehidupan. Kalau saudara-saudara melihat ada orang yang menipu, orang yang berbohong, saudara kemudian dirugikan dan saudara tidak bisa apa-apa untuk membalasnya, kita selalu akan berkata suatu hari pasti kebohongan itu akan terbongkar. Kalau ada seseorang yang dibunuh dan tidak ada yang mau mengaku, tidak ditemukan pembunuhnya, maka orangtuanya meskipun dengan putus asa akan mengatakan suatu hari kebenaran akan diungkapkan dan suatu saat pasti akan ada balasan yang setimpal dengan pembunuh itu. Kalau saudara ada di tengah-tengah peperangan, kota saudara dihancurkan, rumah saudara dihancurkan, anak saudara diculik, bom ada di mana-mana seperti yang terjadi di Syria atau Myanmar saat ini. Bukan saja orang Kristen yang mati, tetapi siapa pun dimatikan karena urusannya adalah politik yang mau berkuasa. Dalam keadaan-keadaan seperti itu, apa yang muncul di dalam pikiran orang-orang yang menderita pada waktu itu, apa yang membuat mereka tetap bisa bertahan? Pengharapan. Pengharapan bahwa yang jahat ini akan dimatikan. Pengharapan, suatu saat, entah itu 1 minggu, entah itu 1 tahun, bahwa yang jahat itu akan kalah. Pengharapan bahwa kejahatan itu akan berhenti dan berakhir. Saya tanya, dari mana saudara memiliki kepastian bahwa pengharapan itu akan benar-benar terjadi, bukan pengharapan yang kosong saja? Dari mana kita bisa berharap yang baik akan datang setelahnya? Kita mengatakan pasti kebenaran akan dinyatakan, pasti ada balasan yang setimpal, pasti yang baik akan datang. Saya tanya kepada semua umat manusia di dunia, bagaimana kita bisa yakin bahwa itu pasti akan terjadi? Bagaimana kalau pengharapan itu sesuatu yang kosong? Apa dasar pengharapan kita? Apakah dasar pengharapan kita itu benar-benar suatu realita atau imajinasi kita? Apa dasar dunia ini memiliki pengharapan yang pasti bahwa tetap ada suatu jalan keluar jikalau suatu yang jahat itu terjadi? Bahwa tetap ada sesuatu yang baik di depan kehidupan kita sehingga hidup ini tetap adalah hidup yang memiliki arti dan layak dihidupi? Kalau saudara pun bukan orang kristen, saudara belum mengenal Yesus Kristus, darimana saudara memiliki kepastian seperti itu? Saudara perhatikan baik-baik, Alkitab mengajarkan pengharapan bahwa sesuatu yang baik ada di depan saudara, pengharapan itu ada dan pasti, karena Kristus itu sudah bangkit. Kebangkitan Kristus bukan saja memberikan keselamatan bagi para pengikut-Nya, kebangkitan Kristus memberikan berkat universal bagi setiap manusia yang hidup di dunia ini, karena Dialah yang memerintah dunia ini dan bukan kejahatan. Setiap air mata, setiap duka penderitaan dunia ini, dari mana kita bisa memiliki pengharapan bahwa besok akan menjadi lebih baik? Bukan karena perasaan duka itu lenyap dan air mata ini hilang karena berjalannya waktu, tetapi sungguh-sungguh karena ada jawaban atas kedukaan dan penderitaan yang kita alami. Dari mana pengharapan itu muncul dan berdasar? Sekali lagi, dari kenyataan 2000 tahun yang lalu Kristus bangkit. Alkitab mencatat, waktu itu pagi-pagi benar beberapa wanita pergi ke kubur Yesus Kristus. Kalimat itu menyentuh hati saya dan membuat saya menyadari bahwa wanita ini memperlihatkan langkah hidup setiap kita, saudara dan saya. Sesungguhnya langkah hidup kita adalah langkah hidup menuju kepada kuburan, langkah hidup menuju kematian. Tetapi ketika sampai di tempat kuburan itu, mereka sangat terkejut karena menemukan kuburan yang sudah terbuka. Mereka masuk ke dalamnya, dan kemudian ada malaikat di depan mereka yang berkata, “Mengapa engkau mencari yang hidup di tengah-tengah yang mati?” Ini adalah proklamasi dari sorgawi. Saudara-saudara, lihatlah di mana pemimpin-pemimpin agama sekarang? Di mana seluruh jenderal dan semua orang berkuasa di dunia ini? Di mana seluruh orang yang kita kasihi? Saudara akan menemukan ada kuburannya, tetapi saudara-saudara tidak akan pernah menemukan kuburan dari Yesus Kristus, karena Dia hidup, karena Dia bangkit. Saudara-saudara, lihatlah sorga memberikan anugerah yang besar bagi hidup manusia. Lihatlah inti kekristenan dikabarkan di dalam kubur. Mengapa engkau mencari yang hidup di tengah-tengah yang mati? Maria Magdalena pertamanya sangat terkejut dan kemudian dia keluar bersama-sama dengan wanita-wanita yang lain. Wanita-wanita yang lain itu kemudian pergi, tetapi Maria Magdalena tidak pergi. Dia melihat apa yang sebenarnya terjadi tetapi dia tidak bisa mengerti, lalu air matanya bercucuran karena di dalam pikirannya pastilah mayat Yesus sudah dicuri. Kemudian di tengah-tengah Maria yang terus-menerus menangis, seorang pria mendekati dia dan bertanya, “Wanita, mengapa engkau menangis?” Maria berpikir ini adalah penjaga taman, dan matanya tidak bisa melihat jelas karena penuh dengan air mata penderitaan. Maria kemudian mengatakan, “Pak, jikalau engkau mengambil mayatnya, katakan di mana bapak meletakkannya, aku ingin mengambilnya.” Maria berpikir bahwa ini adalah penjaga taman. Lalu penjaga taman itu berbicara dengan perlahan, “Maria.” Maria yang penuh dengan air mata tidak bisa melihat apa pun saja karena kegelapan dan kesedihan ada di dalam hatinya, tetapi telinganya sekarang mendengar satu suara yang dia pernah kenal. Yesus pernah mengatakan domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku. Dia langsung tau. Maria kemudian melihat penjaga taman itu dan berkata, “Rabuni, Guru!” Lalu Maria mengusap air matanya dan dia melihat Yesus Kristus yang bangkit. Oh, dari mana pengharapan setiap orang yang menderita dan yang penuh dengan air mata? Apa yang membuat air mata kita kering, apakah itu waktu? Tidak, tetapi Yesus yang bangkit! Jikalau Yesus tidak bangkit, maka dunia ini dikendalikan oleh yang jahat. Kalau Yesus tidak bangkit, maka semua kalimat-Nya adalah kebohongan. Kalau Yesus tidak bangkit, maka ternyata Hanas, Kayafas, Pilatus, dan Herodeslah yang benar. Kalau Yesus tidak bangkit, memang benar Kayafas itu layak marah, karena Yesus menyamakan diri-Nya dengan Allah. Kalau Yesus tidak bangkit, maka benarlah Pilatus yang menanyakan apa itu kebenaran. Kebenaran itu adalah sesuatu yang perlu dipertanyakan dan saya tidak tahu dan tidak mungkin tahu akan kebenaran dan tidak ada urusannya kebenaran dengan hidupku. Kalau Yesus tidak bangkit, maka murid-murid-Nya akan terus sampai mati di dalam pengejaran dan ketakutan. Kalau Kristus tidak bangkit, maka semua orang yang mengikut Dia akan kembali menjadi nelayan, menangkap ikan untuk makan, hidup di dalam kerutinan dan menunggu hari kematian dan itulah arti manusia. Kalau Kristus tidak bangkit, maka hidup kita yang sudah berdosa ini hanya akan disimpulkan dengan satu kalimat yaitu sia-sia. Apa sih artinya hidup? Hanya beberapa puluh tahun saja dan isinya adalah kedukaan, kesakitan, kejahatan, entah kita ditimpa kejahatan atau kita berbagian di dalam kejahatan lalu mati. Tetapi karena Kristus sudah bangkit, maka ada pengharapan yang pasti, ada kekudusan yang bertumbuh kembang, ada kehidupan yang bertumbuh, ada kasih yang sejati hadir, ada kehancuran terhadap dosa, ada penyembuhan di dalam penderitaan, ada kebangkitan kita dari kematian. Karena Kristus bangkit, maka ketaatan itu memiliki nilai yang tinggi dan kerja keras bagi Tuhan itu tidak pernah sia-sia. Saudara-saudara, perhatikan baik-baik, di titik pusat problem umat manusia, terdapat the problem of evil. Kita semua memiliki problem dan di titik pusat problem umat manusia terdapat the problem of evil. Allah menjawab-Nya bukan dengan kalimat. Allah memberikan jalan keluar bukan dengan kalimat-kalimat-Nya saja, tetapi dengan kehadiran Anak-Nya yang tunggal di titik pusat kejahatan, di titik pusat penderitaan yaitu salib dan kubur. Dan Dia bangkit tepat di titik pusat singgasananya setan yaitu kuburan. Perhatikan langkah kaki Yesus Kristus, Dia dari sorga masuk ke dunia, masuk ke dalam pusat evil, dan Dia bangkit dari kubur. Itulah pengharapan setiap umat manusia di dalam hal yang paling dasar. Itulah sebabnya Ayub memiliki kekuatan di dalam hidup meskipun seluruh anaknya mati. Dari ribuan tahun yang lalu, dari mana kekuatan Ayub? Ketika dia memiliki satu the problem of evil yang luar biasa sulit, Dia mengatakan, “I know my Redeemer lives.” Matanya memandang dari kejauhan dan sampai kepada kuburan yang kosong, kuburan Yesus Kristus. Wanita-wanita itu dengan kesedihan berjalan menuju kuburan dan kakinya itu mewakili kita, karena kita adalah manusia yang berjalan menuju ke kuburan. Tetapi perhatikan baik-baik, di dalam Kristus terusan kuburan itu adalah kehidupan. Maria Magdalena lalu diminta oleh Yesus Kristus untuk pergi ke murid-murid-Nya yang lain. Maria lari sekencang-kencangnya dengan suatu perasaan yang bergembira, dia masuk ke rumah murid-murid yang berkumpul itu, dan mengatakan, “Aku sudah melihat Tuhan, aku sudah melihat Tuhan!” Behold the Man! Jikalau engkau dan saya telah melihat Tuhan, maka akan ada kuasa kebangkitan. Ada gairah di dalam hidup. Ada api yang tidak terpadamkan untuk berbicara kepada seluruh manusia yang hidup yang kita temui, “Aku sudah melihat Tuhan.” Saudara-saudara, kisah kebangkitan Kristus itu belum semuanya. Kisah kebangkitan itu menyatakan ada suatu pengharapan di bumi ini. Tetapi kisah kebangkitan itu akan membawa kita kepada sesuatu yang jauh lebih mulia daripada kebangkitan itu sendiri. Apa itu? Yesus bukan saja bangkit, tetapi Dia akan naik ke sorga, dan dari sana Dia akan datang untuk menjadi Raja dan Hakim bagi seluruh umat manusia. Kalau saudara memperhatikan satu bagian Firman Tuhan maka kalimat “Behold the Man” muncul sekali lagi. Di mana itu? Di Wahyu 1:7. Mari kita melihat Wahyu 1:7, “Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.” Saudara, ini adalah kata “Behold” yang ke-3 yang ditulis oleh Yohanes, tetapi bukan didengar dari Pilatus, bukan didengar dari gurunya yaitu Yohanes Pembaptis, tetapi ini adalah deklarasi Allah di sorga sendiri yang memperlihatkan Yesus yang akan datang untuk kedua kali. Yohanes dengan mata rohaninya melihat dengan penglihatan yang akan datang itu. Yohanes kemudian menyatakan kepada seluruh pendengarnya, “Behold, lihatlah Dia akan datang.” Saudara-saudara, Yesus itu sungguh-sungguh rendah hati. Tadi pagi ketika saya menuju ke sini, pikiran saya terus memikirkan mengenai apa yang terjadi pada hari Kebangkitan itu. Sungguh-sungguh, Raja Gereja kita itu rendah hati. Dia dimatikan, dipermalukan, di depan ribuan orang, tetapi ketika Dia bangkit, hanya beberapa orang saja yang tahu. Kita semua ingin kalau kita dipermalukan tidak ada orang yang tahu. Kita ingin kalau kita juara, kita menang, semua orang tahu dan bertepuk tangan bagi kita. Kalau kita gagal, kita tidak akan masuk ke dalam rekaman, terus kemudian disiarkan di Facebook kita. Kalau kita nyanyi fals, tidak mungkin direkam lalu kemudian disiarkan di dalam Instagram kita. Tapi kalau kita sudah nyanyi diulang-ulang sampai bagus sekali, main piano diulang-ulang sampai bagus sekali, yang terbaik dimasukkan ke dalam Facebook kita. Tetapi Yesus tidak. Yesus itu ketika dihina, dipertontonkan di depan semua manusia yang hidup. Tetapi ketika Dia bangkit, saya tidak bisa mengerti kenapa Dia bangkit itu pagi-pagi benar. Ketika Dia mati, kenapa jam 12 siang sampai jam 3 siang? Bukankah seharusnya terbalik? Bukan itu saja. Ketika Dia bangkit, maka Dia menampakkan diri kepada beberapa orang saja dan orang-orang yang kecil. Maria Magdalena adalah salah satu orang yang pernah dirasuk setan sebelumnya. Orang ini, orang yang tidak dihargai bahkan di masyarakat. Kemudian Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Saudara-saudara, kalau saya yang bangkit, orang pertama yang saya akan datangi adalah Kayafas. Dia lagi tidur lalu saya akan toel-toel dia, dia buka mata, saya akan tersenyum. Dia langsung jantungan saat itu. Saya tidak tahu kenapa Yesus pakai cara ini. Dia tidak memproklamirkan bahwa diri-Nya itu benar, dianggap benar oleh Allah di depan semua orang yang membenci Dia. Dia tunggu. Anak Manusia yang merendahkan diri-Nya secara aktif, maka secara pasif Dia menunggu waktu Bapa di sorga memproklamirkan diri-Nya. Pada saat itu, Allah di sorga mengatakan, “Lihat, Dia datang dengan awan-awan.” Semua manusia harus lihat Dia dan juga semua yang sudah memakukan-Nya. Lihat Dia! Raja Gereja kita sangat rendah hati. Dia menunggu waktu dari deklarasi kemenangan-Nya. Wahyu Yohanes dilihat Yohanes di Pulau Patmos. Di saat seperti itu, Yohanes dan gereja-gereja yang baru itu semuanya berada di dalam penderitaan yang besar. Penglihatan ini dan kitab ini diberikan kepada gereja yang sedang menderita pada waktu itu, untuk memperlihatkan bahwa sesungguhnya bukan tentara Romawi ini yang menang, tetapi sesungguhnya yang mengontrol segala sesuatu adalah Kristus Yesus yang sudah naik di atas tahta Allah. Di dalam penglihatan Yohanes, Yohanes melihat melampaui jaman sesuatu yang pasti terjadi. Dikatakan di sini, Kristus itu datang dengan awan-awan. Apa artinya? Ini menyatakan keilahian dan kemuliaan Yesus Kristus. Ini adalah penggenapan dari Daniel 7:13. Kalau saudara-saudara melihat Daniel 7:13, maka saudara-saudara akan melihat kalimat Daniel yang menyatakan, “Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti Anak Manusia; datanglah Ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai Raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.’ Saudara-saudara, ketika berbicara mengenai Yesus yang datang dengan awan-awan, maka pada waktu Dia naik ke sorga juga dengan awan-awan. Ini adalah bicara berkenaan dengan Shekinah Glory (kemuliaan Allah yang hadir). Alkitab dengan jelas berkali-kali menyatakan, Allah yang terang itu adalah Allah yang berjalan dengan awan yang kelam. Awan menyatakan kemuliaan Allah. The Son of Man (Anak Manusia itu), kata itu ketika dinyatakan bicara mengenai keilahian Kristus. Alkitab menyatakan semua mata akan melihat, maka ini bicara berkenaan dengan sesuatu yang universal, engkau dan saya akan melihat, juga semua orang jahat, semua orang yang menikamnya. Ya, ini adalah ayat yang menyatakan kepastian pengadilan Yesus Kristus, tetapi juga berbicara kepada orang-orang yang tidak mau bertobat, karena kita semua ada di dalam pengadilan itu. Saudara-saudara, biarlah kita boleh menyadari yang melawan Yesus pada malam hari itu, yang menyalibkan Yesus pada hari itu, yang meludahi Yesus pada hari itu, akan melihat kedatangan Yesus dengan awan-awan. Tetapi ini juga berbicara bahwa semua orang yang tidak mau mempercayai Kristus, semua orang yang tidak mau bertobat, apa pun agamanya, apakah itu juga kekristenan, akan masuk di dalam pengadilan hari itu. Ayat ini juga mengatakan dan bangsa-bangsa di bumi akan meratapi Dia, itu artinya bahwa Kristus pada hari itu akan membalas musuh-musuh-Nya. Ini bukan ratapan pertobatan atau dukacita, tetapi ini adalah ratapan putus asa. Zakaria 12 menyatakan ini adalah seperti seseorang yang kehilangan anak laki-lakinya, anak sulungnya, yang memukul-mukul dada mereka dengan ratapan keputusasaan. Di dalam Wahyu 6 dinyatakan orang-orang yang tidak beriman akan menyembunyikan diri di dalam gua-gua dan celah-celah gunung dan mereka itu meratap, berteriak dengan suara yang nyaring kepada gunung itu dan kepada batu karang itu dan mengatakan, “Runtuhlah menimpa kami. Matikan kami supaya kami tidak melihat murka Anak Domba. Runtuhlah menimpa kami dan matikan kami, supaya kami tidak menghadapi murka Anak Domba itu.” Apa arti sesungguhnya Wahyu 1:7 ini? Seluruh kalimat ini menyatakan Kristus di dalam kemuliaan-Nya akan menghakimi semua umat manusia. Allah di sorga menyatakan kepada kita semua, “Behold… Lihatlah Dia datang dengan awan-awan.” Apa yang diinjak-injak oleh Pilatus itu sekarang diproklamirkan sendiri oleh Allah di sorga. Lihatlah Manusia ini. Lihatlah Manusia ini. Dia datang dengan awan-awan. Seluruh manusia akan melihat Dia dan seluruh bangsa akan meratap karena Dia. Saudara-saudara, perhatikanlah. Di dalam sejarahnya kita, penglihatan Yohanes ini belum terjadi. Mata Yohanes itu menembus waktu, diberikan penglihatan oleh Allah akan sesuatu yang pasti terjadi. Kalau ini ditulis di dalam Kitab Wahyu untuk kita jemaat Tuhan sesungguhnya, apa maksud Tuhan menyatakan kalimat ini kepada kita? Apa maksud Tuhan menyatakan kalimat ini kepada gereja sepanjang masa? Apa maksud Tuhan menyatakan sesuatu hal yang pasti terjadi di depan ini kepada Yohanes? Maka ini adalah suatu desakan, urgensi dari Allah meminta perhatian kita, seakan-akan Allah itu menyatakan berhentilah sebentar. Berhentilah sebentar dan pikirkanlah jam yang dinantikan itu semakin mendekat. Datanglah kemari. Perhatikan. Pikirkan sungguh-sungguh, karena pasti setiap mata akan melihat peristiwa ini. Aku mau pastikan kepadamu jemaat-Ku, matamu pasti akan melihat Dia datang dengan awan-awan. Behold the Man! Ini bukan lagi masalah pilihan atau preferensi. Allah menyatakan ini adalah kebutuhanmu. Kebutuhanmu! Secara tegas Dia menyatakan ini adalah kebutuhan kita. Allah mau menyatakan apakah engkau manusia sadar bahwa kita sedang ditarik oleh Allah dengan kekuatan-Nya yang tidak terlihat tetapi tidak tertahankan untuk menuju kepada titik ini, untuk melihat Kristus datang dengan awan-awan. Perhatikan baik-baik! Saya sungguh-sungguh bergantung kepada Roh Kudus untuk memasukkan kalimat ini ke dalam hati kita. Saat ini Allah sedang dengan kekuatan yang tidak terlihat, tetapi tidak tertahankan menarik semua dari kita dibawa ke hadirat-Nya untuk mendapati diri kita akan didakwa di hadapan Hakim semesta Allah, Anak Domba yang telah tersembelih. Sekali lagi, kalimat ini begitu penting. Ketika saya mendapatkannya, saya sangat-sangat terkejut. Saat ini Allah sedang menarik kita dengan kekuatan yang tidak terlihat, dengan kekuatan yang tidak tertahankan, untuk membawa kita menuju kepada tahta pengadilan itu. Itulah sebabnya maka Yohanes berteriak, “Lihatlah! Dia datang dengan awan-awan.” Kita sedang ditarik oleh Allah menuju kepada titik itu. Mau tidak mau saudara harus melihat Dia! Behold the Man! Ini bukan saja invitation lagi, tetapi ini adalah desakan, suatu urgensi. Saudara dan saya harus menetapkan hal ini. Ini adalah sesuatu yang tidak mungkin terhindarkan dari hidup kita. Suka atau tidak, Allah menyeret seluruh umat manusia ke titik itu! Kita sungguh-sungguh diberikan peringatan oleh Tuhan dari ayat ini. Tetapi sebaliknya, secara paradoks kalimat ini diberikan kepada kita saat kita hidup. Kalimat ini pasti akan terjadi dan kita ditarik menuju kalimat ini. Mau tidak mau akan melihat Dia untuk menghakimi kita. Tetapi ini belum terjadi pada kita saat ini, tetapi pasti akan terjadi. Maka ini adalah kalimat peringatan. Ini adalah kalimat untuk mengantisipasi ke depan. Maka paradoksnya yaitu ini adalah kalimat peringatan yang keras, kalimat hajaran untuk membuat kita sadar. Tetapi ini adalah kalimat cinta untuk membuat saudara bertobat pada hari ini. Kalimat cinta untuk membuat saudara dan saya menyadari hal ini, untuk saudara bisa sungguh-sungguh melihat Manusia ini dan takluk kepada Dia sebelum hari penghakiman yang besar itu terjadi. Yohanes memproklamasikan apa yang dilihatnya. Behold the Lamb of God! Dia mendengarkannya dari Yohanes Pembaptis. Behold the Man! Dia mendengarkannya dari Pilatus. Tetapi sekarang Allah sendiri mengungkapkan tentang Anak-Nya. Lihat Dia, Dia datang dengan awan-awan. Allah sendiri yang memproklamirkan! Itu membuat Yohanes gemetar, membuat Yohanes mau mati. Dia tahu itu adalah satu sumber keselamatan bagi manusia jikalau manusia mau memperhatikan kalimat ini. Maka sekarang dia memproklamirkan kepada seluruh gereja. Behold! Lihatlah Dia akan datang dengan awan-awan. Sekarang saya akan tutup dengan kepastian ini. Perhatikan baik-baik. Yesus datang pertama kali dalam penghinaan, Dia akan kembali dengan kemuliaan. Dia datang pertama kali untuk dibunuh, Dia akan datang kembali untuk membunuh. Dia datang pertama kali untuk melayani, Dia akan datang untuk dilayani. Dia datang pertama kali sebagai hamba yang menderita, Dia akan datang kembali sebagai Raja penakluk. Tantangan yang dibuat di dalam Kitab Wahyu ini bagi setiap manusia adalah supaya setiap manusia bersiap dengan kedatangan-Nya kembali, karena mau tidak mau, setiap manusia yang hidup atau yang mati akan melihat Manusia ini di dalam kemuliaan-Nya. Apakah hati kita mau takluk? Apakah kita mengantisipasi, mempersiapkan diri terhadap kalimat ini yang muncul ketiga kali pada waktu Dia datang untuk kedua kali? Kiranya Tuhan memberikan takut akan Dia dalam hidup kita.
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more