Ringkasan Khotbah

11 April 2021
Man of Sorrows (5)
Pdt. Agus Marjanto, M.Th · Yesaya 53:10-12

Yesaya 53:10-12

Perikop Yesaya pasal 53 hanya 12 ayat. Tetapi dalam 12 ayat ini merangkum hal-hal yang paling fundamental dari pengorbanan Yesus Kristus, Man of Sorrows. Yesaya menuliskannya 700 tahun sebelum Kristus Yesus datang, menggenapi apa yang menjadi nubuatan ini. Tetapi kalau kita membacanya, ini bukan saja suatu nubuatan. Tetapi Tuhan membawa kita untuk mengerti salib Yesus Kristus, seperti apa sesungguhnya dimensi-dimensinya melalui Yesaya 53. Kalau kita orang Kristen yang sejati, kalau kita sungguh-sungguh dilahirbarukan, maka kita sudah menerima berkat salib kepada kita. Di dalam isi hati Tuhan, Tuhan berkehendak. Perhatikan kalimat ini: Di dalam isi hati Tuhan, Tuhan berkehendak bukan saja kita menerima berkat salib, tetapi kita menyelidiki sampai dalam seluruh motif dan apa yang terjadi, dan kedalaman dimensi-dimensi tentang salib ini. Banyak dari kita menerima hadiah dari orang lain, kemudian kita mengatakan cuma terima kasih. Apakah terima kasih cukup kita lakukan di hadapan Tuhan? Seharusnya umat Tuhan masuk lebih dalam kepada dimensi-dimensi pemberian Tuhan ini. Ketika kita diselamatkan oleh Tuhan, bukan cuma kalimat ‘terima kasih’. Orang yang mau masuk ke dalam dimensi itu, kita tanya mengapa saya boleh mendapatkan hal ini? Siapa Engkau yang memberikan hal ini? Apa yang ada di dalam isi hati-Mu di balik seluruh pemberian ini? Aku ingin mengenalnya. Semua anugerah yang Tuhan berikan bukan cuma saudara terima, lalu saudara nikmati. Kemudian bahkan saudara lupa siapa pemberinya. Ada satu lagu yang indah, menyatakan bahwa orang Kristen berbeda dengan dulu ketika dulu aku menghargai pemberian Tuhan, tetapi sekarang aku menghargai pemberinya.

Saya masih ingat akan satu cerita reality show di TV “Undercover Boss”. Saya suka sekali karena seakan-akan ada paralelitasnya pada Yesus Kristus yang kenosis. Kristus yang datang, tetapi menyembunyikan diri-Nya. Mungkin saudara tahu tentang reality show ini. Jadi ada boss yang punya perusahaan yang besar lalu dia membuat dirinya tidak dikenali untuk masuk ke perusahaan itu, bahkan menjadi cleaning service, kasir, bekerja bersama-sama mereka untuk mengetahui performa anak buahnya dan mengetahui pergumulan anak buahnya. Di akhir cerita, seluruh anak buahnya dibawa ke head quarters-nya dan big boss ini membuka seluruh penyamarannya. Semua anak buahnya terkejut karena ternyata boss itu sudah pernah bekerja bersama dengan mereka. boss itu biasanya orang yang generous, akan memberikan kebutuhan-kebutuhan staff-nya. Ada yang dikasih $5000, ada yang disekolahkan. Saya menyukai ending terakhirnya karena selalu akan menyentuh hati kita, dan orang tersebut tiba-tiba dikasih $10.000. Saya melihat yang terakhir bahkan orang itu berlutut dan menangis-nangis, memeluk boss-nya dan berkata, “Terima kasih, terima kasih.” Seluruh episode adalah seperti itu, kecuali satu yang saya sangat-sangat terperangah dengan satu orang ini. Ketika bosnya akan memberikan scholarship $5000, orang tersebut yang sebenarnya dulu adalah narapidana, kemudian keluar dan bisa bekerja di tempat itu, terus-menerus dengan air mata melihat boss-nya, dia tertunduk dan mengatakan satu kalimat ini, “Why me? (Mengapa aku?) Aku tidak layak untuk dapat ini, kenapa aku?” Dia tidak sekedar bicara terima kasih. Anugerah membuat dia berpikir siapa saya? Kenapa saya boleh dapat ini? Billy Graham pernah mengatakan kalau dia pergi ke surga, satu kalimat pertama yang dia akan ucapkan di surga di hadapan Allah yaitu, “Why have You chosen me?” Ini adalah orang-orang yang mengerti apa itu anugerah, apa itu salib sesungguhnya. Banyak dari kita bahkan tidak pernah berterima kasih. Kita ignore hidup yang sudah dibeli, dibuat seenak-enaknya dalam hidup kita. Allah menghendaki kita bukan saja mendapatkan keselamatan, tetapi ayat-ayat Alkitab ini diberikan untuk kita mendalami sebenarnya apa isi hati Bapa, apa motifnya, bagaimana cara kerjanya dan segala sesuatu yang bersangkut dengan dimensi-dimensi salib. Mari kita sekarang pikirkan beberapa hal berkenaan dengan ayat 10-12.

Yang pertama,saudara bisa melihat ayat-ayat ini isi hati Bapa dan isi hati sang Anak. Di sini dikatakan ‘Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan’, berarti itu isi hati Bapa. Tetapi di tempat yang lain, Anak menjadi puas. Ia akan melihat terang dan menjadi puas. Puas adalah isi hati terdalam dari seseorang. Sekarang saya akan jelaskan hal ini. Pengorbanan Kristus adalah kehendak, adalah isi hati Bapa. Saya ulangi lagi, beberapa minggu lalu saya pernah mengatakan; Kristus tidak pernah harus wajib untuk menyelesaikan dosa manusia. Kristus tidak pernah terdesak harus mati di atas kayu salib karena desakan dosa kita. Ya benar, dosa hanya bisa diselesaikan hanya melalui salib Yesus Kristus, tetapi tidak berarti Kristus harus datang ke salib karena dosa kita. Sekali lagi. bahwa dosa tidak pernah menjadi faktor pendorong Allah kedua Tritunggal bertindak. Lalu kalau begitu apa yang menjadi faktor pendorong Allah oknum kedua bertindak dari surga turun ke bumi dan diremukkan? Yaitu ketaatan-Nya kepada Bapa-Nya. Dia sangat menyadari berkenaan dengan ketaatan-Nya ini. Dalam ayat ke-11 dikatakan ‘maka hamba-Ku itu sebagai orang yang benar akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya’. Hikmat dalam bahasa Indonesia adalah knowledge di dalam bahasa inggris itu adalah bicara mengenai pengertiannya. Jadi apa maksudnya? Artinya bahwa tindakan Kristus adalah berdasarkan pengetahuan-Nya. Itu artinya Kristus sepenuhnya sadar, mengerti, mau, berkehendak. Bahwa Dia akan diremukkan oleh Allah. Sang Anak tidak dijebak untuk melakukan hal ini. Sang Anak tidak didesak untuk melakukan ini. Sang Anak benar-benar sadar dengan kemauan-Nya mengerjakan karya ini. Semua pekerjaan-Nya di dalam pengertian-Nya, sepenuhnya sadar akan ketaatan-Nya dan seluruh konsekuensi ketaatan-Nya dan buah ketaatan-Nya.

Sekarang lihat apa yang Alkitab katakan setelah sang Anak melakukan korban, yang sangat menyakiti hati-Nya bahkan Dia mengatakan, “Bapa, kalau seandainya mungkin cawan ini lalu dari pada-Ku.” Setelah sang Anak menyelesaikan seluruh korban-Nya, yang sangat menyakiti hati-Nya, apa yang muncul di dalam isi hati-Nya? Satu kata, ‘puas’. Bukan pahit, frustasi, marah; tetapi puas. Alkitab mengatakan, dari pekerjaan-Nya maka kehendak Tuhan akan terlaksana oleh-Nya. Ada kesukaan dalam diri-Nya Allah. Ada perkenanan Allah yang berlimpah-limpah terjadi di dalam tangan Penebus, di dalam pekerjaan yang Kristus lakukan. Itu artinya Bapa dipermuliakan. Bapa dibuat bersukacita karena pekerjaan tangan Anak. Anak itu puas, dan apa artinya? Ini adalah kedalaman Kristus kepada Bapa-Nya (beyond understanding). Bapa mengasihi Anak. Di gunung transfigurasi dan di dalam baptisan Yohanes, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” Anak mengasihi Bapa, di dalam seluruh karya-Nya, seluruh pengorbanan-Nya, dan di atas kayu salib. Allah mewahyukan kepada kita, ‘Inilah Anak-Ku yang Kukasihi’, tetapi Aku mengaruniakan Anak-Ku yang tunggal karena Aku mengasihi dunia’. Yohanes 3:16. Lihatlah isi hati bapa dan lihatlah isi hati Anak.

Yang kedua mari kita lihat ayat-ayat ini. Ada prinsip dari pembenaran, prinsip penebusan yang begitu solid di dalam hidup kita. Dalam ayat ke-11 dikatakan, ‘Hambaku itu sebagai orang benar akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya’. Dalam Alkitab NIV, itu berbicara berkenaan dengan ‘my righteous servant will justify many’ dan banyak sekali bagian dari Alkitab berbicara berkenaan dengan ini. Ada satu kata dalam bahasa Indonesia, dua-duanya kata ‘benar’ tetapi mempunyai arti yang sungguh-sungguh berbeda. Dalam bahasa Inggris, kata ‘benar’ ada ditulis ‘righteous’ (my righteous servant) dan ‘justify’. Ini berbicara berkenaan dengan teologia yang solid, justify, justification adalah istilah hukum, legal. Artinya di hadapan hukum orang dikatakan benar. Misalnya ada seseorang yang terdakwa lalu setelah pengadilan, kemudian Hakim memutuskan bahwa dia adalah benar, itu artinya dia di-justify sebagai orang yang berarti tidak bersalah. Jadi ini adalah bicara berkenaan dengan keadaan status di depan hukum. Kita mengingat bahwa pengadilan terakhir di surga kepada kita semua adalah pengadilan yang bicara mengenai hukum. Di dalam Alkitab, justification artinya diampuni oleh Allah, dibebaskan dari guilt of sin, dan dari kutukan Allah. Lawan kata justify/dibenarkan adalah dikutuk. Galatia 3:10 menyatakan, “karena semua orang yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk.”

Apa itu righteous? Kembali lagi di dalam ayat yang ke-11 dikatakan ‘hambaku itu sebagai orang yang benar, ‘righteous, my righteous one. Righteous adalah kata ‘benar’, dalam arti kata seluruh tindakan orang ini tidak bersalah sama sekali, tidak ada dosa, moralnya perfect, benar. Jadi berbicara tentang righteous adalah berbicara dengan kehidupan sehari-hari. Yesus Kristus pernah menantang semua orang yang menantang Dia. Kalau Aku berbuat dosa, tunjukkanlah itu. TheRighteous One artinya bahwa Yesus Kristus, semua yang dikatakan, semua yang dilakukan, semua yang dipikirkan, semua langkah-Nya, seluruh gerakan tubuh-Nya, apa pun saja semua tidak ada yang berdosa. Righteous berbicara mengenai tindakan. Righteous bukan bicara mengenai pengadilan.

Saya sudah jelaskan berkenaan dengan justify dan righteous. Kita sebagai orang Kristen selalu menekankan mengenai doktrin ini dan benar: Kita dibenarkan karena iman di dalam Yesus Kristus. Kita tidak dibenarkan karena perbuatan tetapi kita dibenarkan karena iman.Tetapi saya perlu untuk menjelaskan: Apakah benar kita tidak dibenarkan karena perbuatan? Perhatikan baik-baik! Kita dibenarkan oleh perbuatan Kristus yang kita terima dengan iman yang dianugerahkan kepada kita. Jadi apakah perbuatan menentukan kita pergi ke surga atau tidak? Jawabannya adalah Ya! Allah di surga sudah menetapkan bahwa kita harus 100% kudus dan tidak bercacat cela. Tidak ada satu noda pun di dalam hidup kita, tidak ada satu kesalahan pun di dalam hidup kita, baru kita bisa pergi mendekat kepada Dia dan berada di dalam kekekalan bersama Dia selama-lamanya. Jangan berpikir bahwa hukum Allah tidak lagi berlaku. Hukum Allah itu menyatakan sifat Allah, dan itu berbicara mengenai kesucian. Hukum Allah yang menyatakan kesucian ini kekal selama-lamanya. Kemarin saya membaca satu buku dan ada satu kalimat yang mengagetkan saya. Bisa ada sesuatu side effect yang perlu dijelaskan, tetapi penekanannya adalah sesuatu yang benar. Buku itu menyatakan “Law of God/Hukum Allah sifatnya kekal, tetapi gospel sifatnya temporal. Kita bisa pergi ke surga karena gospel, karena Injil kasih karunia Yesus Kristus. Itu menjadi penekanan supaya kita bisa memenuhkan hukum-hukum surgawi. Hukum Allah tetap kekal sampai selama-lamanya, karena pribadi Allah sendiri di dalam kesucian-Nya dinyatakan. Tetapi kita di dalam Kristus melalui Injil, kita dibuat benar dan memiliki kuasa untuk melakukan hukum-hukum Allah itu. Sekali lagi, apakah kita dibenarkan oleh perbuatan? Jawabannya adalah Ya! Tetapi bukan perbuatan kita tetapi adalah perbuatan Yesus Kristus yang ‘The righteous one’. Kebenaran Kristus itu dikenakan. Bahasa teologianya adalah diimputasikan kepada kita. Imputasi adalah sesuatu yang begitu nyata di dalam beberapa parabel Kristus. Jadi ada orang yang pergi ke rumah pesta, tetapi tidak memakai baju pesta dan tuan rumah mengusir dia keluar. Yang bisa ikut pesta adalah orang yang pakai baju pesta. Yaitu baju putih yang dikenakan kepada dia. Ini adalah ilustrasi yang bagus sekali, ini berbicara mengenai imputasi. Amputasi itu memotong. Imputasi itu memasukkan sesuatu dari luar. Seperti baju-baju pesta, baju putih adalah kebenaran Kristus dan kebenaran Kristus diberikan, dipakai oleh kita. Perhatikan bahwa kebenaran itu tidak secara hakekat (ontological).  Inti itu adalah tidak menjadi milik kita. Itu adalah Kristus yang dikenakan kepada kita. Ini imputasi, ini bukan infuse. Saudara ketika pergi ke rumah sakit diinfus, saudara dimasukkan air dan air itu menjadi satu dengan tubuh kita dan tidak bisa dipisahkan lagi, menjadi bagian kita. Tetapi kebenaran Kristus bukan diinfus, tetapi diimputasi, dikenakan kepada kita. Perhatikan apa yang terjadi di kayu salib yaitu dosa kita diberikan kepada Kristus dan kebenaran Kristus diimputasikan kepada kita. Ada pertukaran besar, transaksi besar yang terjadi. Itulah sebabnya dalam ayat ini dikatakan, hambaku ini sebagai orang yang benar (the righteous one), maka akan membenarkan banyak orang (justify many). Kebenaran, seluruh tindakan Kristus yang tidak bercacat cela itu benar, sekarang diberikan untuk membenarkan kita di depan Sang Hakim dari alam semesta, Allah Yang Maha Kuasa.

Meskipun saudara dan saya rasa ini doktrin terlalu berat, “Aku tidak rasa apa-apa kok, aku tidak rasa imputasi-imputasi.” Tetapi saudara dan saya harus memandang hidup ini dari kacamata Alkitab, Tuhan mengerjakan apa dan di dalam rohani terjadi apa dan di dalam alam kosmik yang tidak terlihat terjadi seperti apa. Di sini dikatakan lebih lanjut adalah, ‘hambaku akan membenarkan banyak orang’, saya suka sekali dengan tafsiran dari James Durham di dalam hal ini. Dia mengatakan kata ‘banyak’ adalah sesuatu kata yang ada di tengah dari dua ekstrim. Ekstrim yang pertama adalah tidak ada atau sedikit sekali, dan ekstrim yang kedua adalah all (semuanya). Alkitab dengan jelas menyatakan banyak yang akan dibenarkan. Di dalam kitab Wahyu yang dibenarkan, yang naik ke surga ada 144.000 orang. Ini bukan bicara tepat 144.000, tetapi ini adalah sesuatu bilangan yang sifatnya simbol. 144.000 adalah 12x12x1000. 12 pertama adalah 12 suku Israel itu adalah Perjanjian Lama. 12 lainnya adalah 12 murid Yesus dalam Perjanjian Baru. Dan 1000 selalu adalah angka yang sifatnya adalah multitude (besar). Maka arti 144.000 yaitu di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru ada begitu banyak orang-orang yang diselamatkan. Bukan sedikit atau bukan tidak ada. Tetapi banyak. Tetapi juga bukan semua. Perhatikan, tidak semua, tidak setiap manusia diselamatkan oleh Yesus Kristus. Yesaya 53 sudah menyatakan kondisi ini, ini adalah berbicara berkenaan dengan doktrin pilihan. Allah di dalam kedaulatan-Nya mengasihi kepada siapa yang mau dikasihi dan membenci kepada siapa yang mau dibenci. Ketika kita mendengarkan hal ini, pikiran kita yang berdosa selalu akan mengatakan Allah tidak adil. Tetapi sebenarnya seharusnya membuat hati kita remuk dan bertanya kepada Tuhan, “Mengapa Engkau memilih aku?” Kalimat yang penting ini: Korban Kristus Yesus cukup untuk menebus semua orang, tetapi efektif hanya kepada orang-orang yang dipilih-Nya saja. Ini adalah kalimat teologia yang penting sekali. Kalau tidak semua orang diselamatkan, apakah darah Yesus tidak cukup untuk menebus semua orang? Jawabannya adalah cukup. Tetapi di dalam kedaulatan-Nya, pencurahan darah-Nya efektif kepada orang-orang yang dipilih-Nya saja. Dalam Yohanes 17 maka prinsip ini begitu jelas. Yesus berdoa kepada Bapa-Nya, Bapa di surga, bukan untuk semua manusia aku berdoa, tetapi hanya untuk mereka saja. Perhatikan baik-baik: Aku berdoa hanya untuk mereka saja, Aku berdoa untuk orang-orang yang percaya kepada pemberitaan mereka. Jadi Yesus sendiri di tempat itu yang menentukan siapa yang mau ditebus. Ini membuat kita harus menyadari bahwa semua anugerah yang Tuhan berikan kepada kita di dalam Kristus adalah sesuatu karya-Nya yang besar bagi kita. Membuat kita seharusnya tunduk dan takut kepada Dia. Sadarlah, Alkitab dengan jelas menyatakan kita sudah diciptakan di dalam Kristus Yesus dan kita sudah ditebus oleh Dia, maka Allah mempersiapkan pekerjaan yang mulia untuk kita lakukan di dalam-Nya. Kita dipilih, tetapi ketika kalimat ‘kita dipilih’, saudara dan saya harus mengerti dipilih untuk apa? Kecelakaan dari orang Kristen adalah kita mengatakan bahwa aku sudah diselamatkan dalam Kristus Yesus tetapi hidupnya bukan mengabdi kepada Allah. Kalau kita dipilih, kita diselamatkan, kita ditebus maka artinya hidup kita sudah dibeli oleh Dia. Dan hidup yang cuma satu kali ini dimiliki oleh Dia untuk dijalankan, untuk diarahkan supaya seluruh kehendak Dia jadi dalam hidup kita.

Mari kita lihat sekali lagi Yesaya 53, bagian yang ketiga apa yang ada yang kita temukan, yaitu bagian ketiga Yesaya 53:12 menyatakan apa yang akan Bapa lakukan kepada Anak yang sudah taat kepada Dia. Di dalam ayat 12 dinyatakan Bapa akan mengangkat Anak, Bapa akan meninggikan Anak. Perhatikan ayat 12, perhatikan aktif dan pasif: Sebab itu Aku (Allah), akan membagikan kepadanya, (kepada Kristus), orang-orang besar sebagai rampasan. Jadi Allah yang aktif, Kristusnya pasif dan Kristus akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan. Maka ini adalah bicara Kristus yang pasif karena Kristus akan memperoleh yaitu sebagai ganti, karena Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya. Di sini Kristus yang aktif. Saudara bisa melihat sekarang mana yang pasif dan mana yang aktif. Kapan Kristus aktif dan kapan Kristus pasif. Semua ini terangkum dalam satu kalimat ini; Pendeta Stephen Tong pernah mengkhotbahkannya, saya sangat-sangat terkejut dengan kalimat ini dan saya menyadari ini adalah prinsip kehidupan Kristus dan prinsip kehidupan rohani kita semua. Prinsipnya: Kristus secara aktif mau merendahkan Diri-Nya, maka Allah Bapa secara aktif akan meninggikan Dia. Kristus secara aktif merendahkan diri-Nya dan Kristus secara pasif akan ditinggikan oleh Allah. Ini adalah hasil, reward, dari pengorbanan-Nya. Saya tidak bicara panjang lebar di dalam area ini tetapi saya sudah pernah bicara beberapa kalimat yang penting berkenaan dengan inilah kerohanian kita. Barangsiapa mau secara aktif meninggikan dirinya, Allah akan secara aktif merendahkan dirinya. Barangsiapa mau secara aktif merendahkan dirinya maka Allah secara pasif akan meninggikan dia. Biarlah kita boleh mengerti apa yang menjadi bagian kita dan apa yang menjadi bagian Allah. Coba refleksikan kalimat ini! Bukankah itu sering terjadi di dalam hidup kita? Di dalam hidup saya berkali-kali kalimat ini terjadi. Entah ketika saya sadar atau tidak saya berusaha untuk meninggikan diri, pada saat itu langsung Allah akan merendahkan saya. Ketika saya belajar untuk merendahkan diri, pada waktunya Allah akan meninggikan. Ketika Kristus sudah merendahkan diri dan perendahan diri Kristus disebut kenosis secara teologi. Filipi 2:9-10 menyatakan demikian: Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! Ini adalah sesuatu pemenuhan apa yang Yesaya ayat 12 itu katakan, Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan dan dia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan. Segala kerajaan dan dominion dan siapa pun saja akan diletakkan di bawah kaki Kristus, demikian firman Tuhan. Ini adalah sesuatu nubuatan dari Yesaya yang sampai saat ini kita belum bisa melihat secara mata tetapi Yesaya sudah mengatakan Kristus, Man of Sorrows itu menderita; pasti hal itu akan terjadi.

Hal yang ke-4, yang terakhir.Ayat 12 juga menyatakan berkenaan dengan apa yang Yesus kerjakan saat ini di surga. Di situ dikatakan sekalipun Kristus menanggung dosa banyak orang, tadi saya sudah katakan di atas kayu salib Dia menanggung seluruh dosa kita. Di bumi Dia menanggung dosa kita. Dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak. Dalam bahasa Indonesia tidak jelas, karena ini intinya adalah bicara mengenai syafaat; bersyafaat itu melebihi daripada doa syafaat. Apa itu bersyafaat? Adalah seseorang yang berfungsi sebagai mediator di hadapan Allah dan manusia dan meminta Allah menerima manusia yang berdosa karena korban-Nya. Roma 8 dengan jelas menyatakan dari pensyafaat ini. Pensyafaat ini dikatakan disini ayat 31: Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Perhatikan ‘Pembela bagi kita’? Kalau kita berpikir sekarang, kira-kira apa yang dikerjakan Yesus Kristus di surga sekarang? Kita jangan berpikir bahwa Dia santai di surga, tetapi Dia bersyafaat bagi kita. Tetapi ketika Dia bersyafaat, sekali lagi syafaat itu adalah Dia mengaplikasikan korban-Nya di hadapan Allah untuk membela umat-Nya. Apakah Dia berdoa dengan kalimat-kalimat? Mungkin, tetapi Alkitab tidak mencatat. Di dalam Alkitab ada dua Pribadi yang bersyafaat bagi umat Allah. Yang pertama adalah Yesus Kristus dan yang kedua adalah Roh Kudus yang berdoa kepada Allah dengan permohonan yang tidak terucapkan, berarti tidak ada kalimat. Karena syafaat melebihi dari doa itu sendiri dan syafaat adalah mengaplikasikan karya-Nya di hadapan Allah bagi umat.

Saya akan memberikan gambarannya. Beberapa tahun yang lalu saya sudah pernah mengatakan ini. Sungguh-sungguh terjadi dalam sebuah kerajaan dan ada satu orang yang jahat, kemudian raja mengadili dan menjatuhi hukuman mati. Pada waktu hari hukuman mati, ribuan orang berkumpul untuk orang ini dipancung kepalanya. Tetapi tepat sebelum waktu pemancungan, ada satu orang dari belakang berjalan di tengah-tengah kerumunan massa menuju kepada raja yang di depan sana. Kemudian orang ini tanpa bicara apapun saja dia membuka bajunya dan seluruh tubuhnya penuh dengan luka-luka. Dia mengangkat tangan kanannya, tetapi tangan kanannya pernah terpotong karena peperangan, sehingga hanya lengannya saja yang terangkat. Siapa orang itu? Orang ini adalah orang pahlawan perang di dalam Kerajaan itu. Seseorang yang sudah mengorbankan segala sesuatunya untuk kemenangan demi kemenangan peperangan dalam kerajaan tersebut. Seluruh tubuhnya menyatakan bagaimana dia berkorban untuk kerajaan tersebut. Orang ini adalah kakak dari penjahat ini. Tanpa dia berbicara, dia buka seluruh baju atasnya dan terlihat seluruh luka-lukanya. Dia mengangkat tangannya yang terpotong di medan perang, dia mengaplikasikan seluruh jasanya untuk menebus adiknya. Langsung Raja mengatakan, “Bebaskan orang ini!” Hal yang sama terjadi di surga bagi kita. Kristus Yesus ada di sebelah kanan Allah. Wahyu 5 menyatakan bahwa: Dia adalah singa dari Yehuda, tetapi Dia adalah Domba yang tersembelih. Seluruh surga termasuk Allah melihat korban-Nya dan Dia berada di tengah-tengah Allah dan kita umat-Nya mengaplikasikan seluruh korban ini tanpa berbicara. Tetapi tetap ada dalam posisi itu sampai seluruh umat-Nya satu generasi demi satu generasi masuk di hadapan Allah Bapa di surga. Itulah yang Kristus kerjakan bagi gereja-Nya sepanjang abad. Itulah sebabnya dikatakan Dia menanggung dosa banyak orang dan bersyafaat bagi pemberontak-pemberontak seperti saudara dan saya.

Saya akan akhiri seri ini dengan kalimat ini: Seluruh kebenaran-kebenaran ini adalah kebenaran yang nyata yang terjadi kepada kita, kepada saudara dan saya. Apakah kita merasa atau tidak, kita mengerti atau tidak, kita tahu atau tidak, kita sadar atau tidak; ini semua terjadi kepada kita. Justification terjadi pada kita karena Allah mengaplikasikan righteous. Dan saat ini sampai kedatangan Kristus yang kedua, Dia berada di surga bersyafaat bagi kita. Ini seluruh adalah kebenaran-kebenaran yang nyata yang Alkitab katakan kepada kita. Karena kematian-Nya, maka Dia akan melihat umur keturunan-Nya berlanjut. Kalau kita adalah orang yang sungguh-sungguh sejati di dalam Kristus terlepas kita mengerti atau tidak seluruh kebenaran ini nyata dalam hidup kita. Tetapi di tempat yang lain Allah menginginkan saudara dan saya mengerti apa yang sesungguhnya terjadi. Ini bukan doktrin mati. Tetapi ini adalah suatu realita di dalam alam rohani kita. Banyak kita yang tidak peduli. Banyak kita yang juga tidak mau mengerti. Tetapi sebenarnya keselamatan sudah diberikan Allah kepada kita. Kita seperti orang yang down syndrome.

Suatu hari ada seorang yang down syndrome, kemudian dia bermasalah dengan ginjalnya dan harus mengadakan cangkok ginjal, kalau tidak dia akan mati. Kemudian karena papa mama dan seluruh saudaranya tahu maka mereka berdoa, mereka cari-cari di hospital demi hospital, di dalam dan di luar negeri sampai mendapatkan donor ginjal yang tepat. Akhirnya dilakukanlah operasi, operasi yang sangat beresiko dan ditentukan keberhasilannya di dalam masa-masa waktu kritis setelah operasi. Apakah tubuhnya bisa menerima ginjal donor ini? Setelah operasi, orang yang down syndrome itu tertidur, tapi mama dan papa dan kakak-kakaknya di sekeliling ranjangnya menanti waktu-waktu ini. Karena kalau anak ini bangun, berarti operasinya berhasil, anak ini selamat. Tetapi kalau dia tidak bangun berarti seluruh tubuhnya reject ginjal yang baru. Seluruh keluarganya berdoa sungguh-sungguh, melakukan apa yang bisa dilakukan untuk anak ini hidup. Tiba-tiba mata anak tersebut terbuka. Begitu mata anak tersebut terbuka seluruh keluarga ini bersorak-sorak. Mereka meneteskan air mata, dipeluk satu-persatu anak-anaknya. Anak yang down syndrome dicium-cium karena artinya kehidupan bagi anak ini. Itu artinya anak ini bisa berkumpul dengan orang tuanya dan mereka bisa saling mencintai. Kemudian anak yang down syndrome cuma lihat ke atas, ke kanan, ke kiri dan kemudian dia bilang, “Berisik! Berisik! Apa sih ini? Berisik!” Saya katakan pada saudara-saudara kita tidak tahu sebenarnya apa yang Dia sudah kerjakan dalam hidup kita, kita down syndrome rohani. Maka mintalah pengertian dari Tuhan. Membuat kita semakin mengenal Dia dan mengenal firman. Semua yang sudah terjadi pada kita biarlah kita boleh semakin mengerti sehingga kita boleh menghargai apa yang Dia kerjakan dalam hidup kita. Kiranya kasihan Dia memberkati kita terus.


Jikalau Alkitab menyatakan 2000 tahun yang lalu ada seorang yang baik diadili secara tidak bersalah dan mati, maka ini menyatakan kita hanya boleh kagum. Dan kalau itu terjadi, kita hanya boleh kagum. Tetapi kalau Alkitab mencatat, ada orang kudus yang hidupnya tanpa dosa tetapi dimatikan, dan kemudian bangkit pada hari yang ke-3 tanpa ada satu pun manusia yang membangkitkan, dan ini sudah dikatakan sebelumnya, maka biarlah seluruh manusia yang hidup memperhatikan. Ini adalah satu peristiwa yang tidak pernah ada di dunia ini sebelumnya. Ini adalah peristiwa yang tidak terulang. Ini peristiwa yang tidak pernah terjadi kepada kita. Kristus itu bangkit, Kristus itu bangkit tanpa ada yang membangkitkan. Jikalau Yesus itu lahir, dan Yesus mengajar baik-baik dan Yesus itu mati, maka itu cuma agama. Tetapi kalau Dia itu lahir, Dia mati, dan Dia bangkit, itu artinya Allah yang datang ke dunia ini. Dan lihatlah Manusia ini! Bukankah Dia sudah berbicara sebelumnya tentang kebangkitan-Nya? Dia melampaui seluruh manusia yang pernah hidup, Dia melampaui daripada kita semua, mengapa kita tidak mempercayai-Nya? Mengapa kita mempercayai berita dari manusia-manusia yang mati? Jangan menyatakan bahwa kekristenan itu sama seperti semua agama. Kekristenan melampaui seluruh agama. Seluruh agama membuat jalannya sendiri dari bawah untuk bisa diterima oleh Allah di atas, tetapi Alkitab menyatakan Kristus datang dari sorga dan turun ke dunia untuk membawa kita ke sorga. Ini suatu perbedaan besar, yang satu adalah dari bawah ke atas dan yang satu lagi adalah dari atas ke bawah. Suatu hari ada 2 filsuf yang sedang berbicara, yang satu takut akan Tuhan dan yang satu lagi tidak. Yang tidak takut akan Tuhan bertanya, “Apa yang harus aku lakukan untuk membuat suatu agama baru yang bisa menarik begitu banyak pengikut?” Maka Filsuf yang takut akan Tuhan itu menjawab, “Mudah saja, 3 hal ini engkau lakukan, yang pertama adalah katakan kalimat-kalimat yang tidak pernah dikatakan manusia sebelumnya, yang kedua adalah lakukan tindakan-tindakan yang tidak pernah bisa dibuat oleh manusia sebelumnya, dan yang ketiga adalah katakan kapan kamu mati dan kamu benar-benar bangkit dan kemudian katakan kapan kamu bangkit dan genapi itu.” Lihatlah Manusia ini, yang disesah oleh Pilatus, Kayafas, Hanas dan dimatikan, tetapi Dia bangkit. Pada pagi hari ini kita akan melihat signifikansi kebangkitan Kristus. Mari kita pikirkan, apakah ada bedanya hidup ini dengan kenyataan Yesus bangkit dan hidup ini dengan kenyataan Yesus tidak bangkit. Seandainya Kristus tidak bangkit, apa yang terjadi? Saudara-saudara, jikalau Kristus tidak bangkit, maka kita tidak memiliki pengharapan akan hidup yang lebih baik. Sekali lagi, jikalau Kristus tidak bangkit, kita tidak akan memiliki pengharapan apa pun saja untuk hidup itu lebih baik. Pengharapan adalah satu-satunya yang bisa membuat manusia itu terus memiliki kekuatan untuk hidup, tetapi pengharapan itu tidak boleh kosong. Saudara-saudara perhatikan, kalau Kristus tidak bangkit, maka kejahatan akan berkuasa di setiap DNA hidup manusia. Bukan saja segi kehidupan tetapi sungguh-sungguh kejahatan akan berkuasa di dalam setiap DNA kita. Jikalau Kristus tidak bangkit maka tidak ada pengharapan hidup menjadi lebih baik, karena kejahatan akan menang dan tidak akan ada yang bisa menaklukkannya. Setiap kali saudara melihat ada hal yang mendukakan di dalam hidup seseorang, di dalam manusia itu muncul suatu pengharapan. Pertanyaannya, mengapa? Maka marilah melihat kehidupan. Kalau saudara-saudara melihat ada orang yang menipu, orang yang berbohong, saudara kemudian dirugikan dan saudara tidak bisa apa-apa untuk membalasnya, kita selalu akan berkata suatu hari pasti kebohongan itu akan terbongkar. Kalau ada seseorang yang dibunuh dan tidak ada yang mau mengaku, tidak ditemukan pembunuhnya, maka orangtuanya meskipun dengan putus asa akan mengatakan suatu hari kebenaran akan diungkapkan dan suatu saat pasti akan ada balasan yang setimpal dengan pembunuh itu. Kalau saudara ada di tengah-tengah peperangan, kota saudara dihancurkan, rumah saudara dihancurkan, anak saudara diculik, bom ada di mana-mana seperti yang terjadi di Syria atau Myanmar saat ini. Bukan saja orang Kristen yang mati, tetapi siapa pun dimatikan karena urusannya adalah politik yang mau berkuasa. Dalam keadaan-keadaan seperti itu, apa yang muncul di dalam pikiran orang-orang yang menderita pada waktu itu, apa yang membuat mereka tetap bisa bertahan? Pengharapan. Pengharapan bahwa yang jahat ini akan dimatikan. Pengharapan, suatu saat, entah itu 1 minggu, entah itu 1 tahun, bahwa yang jahat itu akan kalah. Pengharapan bahwa kejahatan itu akan berhenti dan berakhir. Saya tanya, dari mana saudara memiliki kepastian bahwa pengharapan itu akan benar-benar terjadi, bukan pengharapan yang kosong saja? Dari mana kita bisa berharap yang baik akan datang setelahnya? Kita mengatakan pasti kebenaran akan dinyatakan, pasti ada balasan yang setimpal, pasti yang baik akan datang. Saya tanya kepada semua umat manusia di dunia, bagaimana kita bisa yakin bahwa itu pasti akan terjadi? Bagaimana kalau pengharapan itu sesuatu yang kosong? Apa dasar pengharapan kita? Apakah dasar pengharapan kita itu benar-benar suatu realita atau imajinasi kita? Apa dasar dunia ini memiliki pengharapan yang pasti bahwa tetap ada suatu jalan keluar jikalau suatu yang jahat itu terjadi? Bahwa tetap ada sesuatu yang baik di depan kehidupan kita sehingga hidup ini tetap adalah hidup yang memiliki arti dan layak dihidupi? Kalau saudara pun bukan orang kristen, saudara belum mengenal Yesus Kristus, darimana saudara memiliki kepastian seperti itu? Saudara perhatikan baik-baik, Alkitab mengajarkan pengharapan bahwa sesuatu yang baik ada di depan saudara, pengharapan itu ada dan pasti, karena Kristus itu sudah bangkit. Kebangkitan Kristus bukan saja memberikan keselamatan bagi para pengikut-Nya, kebangkitan Kristus memberikan berkat universal bagi setiap manusia yang hidup di dunia ini, karena Dialah yang memerintah dunia ini dan bukan kejahatan. Setiap air mata, setiap duka penderitaan dunia ini, dari mana kita bisa memiliki pengharapan bahwa besok akan menjadi lebih baik? Bukan karena perasaan duka itu lenyap dan air mata ini hilang karena berjalannya waktu, tetapi sungguh-sungguh karena ada jawaban atas kedukaan dan penderitaan yang kita alami. Dari mana pengharapan itu muncul dan berdasar? Sekali lagi, dari kenyataan 2000 tahun yang lalu Kristus bangkit. Alkitab mencatat, waktu itu pagi-pagi benar beberapa wanita pergi ke kubur Yesus Kristus. Kalimat itu menyentuh hati saya dan membuat saya menyadari bahwa wanita ini memperlihatkan langkah hidup setiap kita, saudara dan saya. Sesungguhnya langkah hidup kita adalah langkah hidup menuju kepada kuburan, langkah hidup menuju kematian. Tetapi ketika sampai di tempat kuburan itu, mereka sangat terkejut karena menemukan kuburan yang sudah terbuka. Mereka masuk ke dalamnya, dan kemudian ada malaikat di depan mereka yang berkata, “Mengapa engkau mencari yang hidup di tengah-tengah yang mati?” Ini adalah proklamasi dari sorgawi. Saudara-saudara, lihatlah di mana pemimpin-pemimpin agama sekarang? Di mana seluruh jenderal dan semua orang berkuasa di dunia ini? Di mana seluruh orang yang kita kasihi? Saudara akan menemukan ada kuburannya, tetapi saudara-saudara tidak akan pernah menemukan kuburan dari Yesus Kristus, karena Dia hidup, karena Dia bangkit. Saudara-saudara, lihatlah sorga memberikan anugerah yang besar bagi hidup manusia. Lihatlah inti kekristenan dikabarkan di dalam kubur. Mengapa engkau mencari yang hidup di tengah-tengah yang mati? Maria Magdalena pertamanya sangat terkejut dan kemudian dia keluar bersama-sama dengan wanita-wanita yang lain. Wanita-wanita yang lain itu kemudian pergi, tetapi Maria Magdalena tidak pergi. Dia melihat apa yang sebenarnya terjadi tetapi dia tidak bisa mengerti, lalu air matanya bercucuran karena di dalam pikirannya pastilah mayat Yesus sudah dicuri. Kemudian di tengah-tengah Maria yang terus-menerus menangis, seorang pria mendekati dia dan bertanya, “Wanita, mengapa engkau menangis?” Maria berpikir ini adalah penjaga taman, dan matanya tidak bisa melihat jelas karena penuh dengan air mata penderitaan. Maria kemudian mengatakan, “Pak, jikalau engkau mengambil mayatnya, katakan di mana bapak meletakkannya, aku ingin mengambilnya.” Maria berpikir bahwa ini adalah penjaga taman. Lalu penjaga taman itu berbicara dengan perlahan, “Maria.” Maria yang penuh dengan air mata tidak bisa melihat apa pun saja karena kegelapan dan kesedihan ada di dalam hatinya, tetapi telinganya sekarang mendengar satu suara yang dia pernah kenal. Yesus pernah mengatakan domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku. Dia langsung tau. Maria kemudian melihat penjaga taman itu dan berkata, “Rabuni, Guru!” Lalu Maria mengusap air matanya dan dia melihat Yesus Kristus yang bangkit. Oh, dari mana pengharapan setiap orang yang menderita dan yang penuh dengan air mata? Apa yang membuat air mata kita kering, apakah itu waktu? Tidak, tetapi Yesus yang bangkit! Jikalau Yesus tidak bangkit, maka dunia ini dikendalikan oleh yang jahat. Kalau Yesus tidak bangkit, maka semua kalimat-Nya adalah kebohongan. Kalau Yesus tidak bangkit, maka ternyata Hanas, Kayafas, Pilatus, dan Herodeslah yang benar. Kalau Yesus tidak bangkit, memang benar Kayafas itu layak marah, karena Yesus menyamakan diri-Nya dengan Allah. Kalau Yesus tidak bangkit, maka benarlah Pilatus yang menanyakan apa itu kebenaran. Kebenaran itu adalah sesuatu yang perlu dipertanyakan dan saya tidak tahu dan tidak mungkin tahu akan kebenaran dan tidak ada urusannya kebenaran dengan hidupku. Kalau Yesus tidak bangkit, maka murid-murid-Nya akan terus sampai mati di dalam pengejaran dan ketakutan. Kalau Kristus tidak bangkit, maka semua orang yang mengikut Dia akan kembali menjadi nelayan, menangkap ikan untuk makan, hidup di dalam kerutinan dan menunggu hari kematian dan itulah arti manusia. Kalau Kristus tidak bangkit, maka hidup kita yang sudah berdosa ini hanya akan disimpulkan dengan satu kalimat yaitu sia-sia. Apa sih artinya hidup? Hanya beberapa puluh tahun saja dan isinya adalah kedukaan, kesakitan, kejahatan, entah kita ditimpa kejahatan atau kita berbagian di dalam kejahatan lalu mati. Tetapi karena Kristus sudah bangkit, maka ada pengharapan yang pasti, ada kekudusan yang bertumbuh kembang, ada kehidupan yang bertumbuh, ada kasih yang sejati hadir, ada kehancuran terhadap dosa, ada penyembuhan di dalam penderitaan, ada kebangkitan kita dari kematian. Karena Kristus bangkit, maka ketaatan itu memiliki nilai yang tinggi dan kerja keras bagi Tuhan itu tidak pernah sia-sia. Saudara-saudara, perhatikan baik-baik, di titik pusat problem umat manusia, terdapat the problem of evil. Kita semua memiliki problem dan di titik pusat problem umat manusia terdapat the problem of evil. Allah menjawab-Nya bukan dengan kalimat. Allah memberikan jalan keluar bukan dengan kalimat-kalimat-Nya saja, tetapi dengan kehadiran Anak-Nya yang tunggal di titik pusat kejahatan, di titik pusat penderitaan yaitu salib dan kubur. Dan Dia bangkit tepat di titik pusat singgasananya setan yaitu kuburan. Perhatikan langkah kaki Yesus Kristus, Dia dari sorga masuk ke dunia, masuk ke dalam pusat evil, dan Dia bangkit dari kubur. Itulah pengharapan setiap umat manusia di dalam hal yang paling dasar. Itulah sebabnya Ayub memiliki kekuatan di dalam hidup meskipun seluruh anaknya mati. Dari ribuan tahun yang lalu, dari mana kekuatan Ayub? Ketika dia memiliki satu the problem of evil yang luar biasa sulit, Dia mengatakan, “I know my Redeemer lives.” Matanya memandang dari kejauhan dan sampai kepada kuburan yang kosong, kuburan Yesus Kristus. Wanita-wanita itu dengan kesedihan berjalan menuju kuburan dan kakinya itu mewakili kita, karena kita adalah manusia yang berjalan menuju ke kuburan. Tetapi perhatikan baik-baik, di dalam Kristus terusan kuburan itu adalah kehidupan. Maria Magdalena lalu diminta oleh Yesus Kristus untuk pergi ke murid-murid-Nya yang lain. Maria lari sekencang-kencangnya dengan suatu perasaan yang bergembira, dia masuk ke rumah murid-murid yang berkumpul itu, dan mengatakan, “Aku sudah melihat Tuhan, aku sudah melihat Tuhan!” Behold the Man! Jikalau engkau dan saya telah melihat Tuhan, maka akan ada kuasa kebangkitan. Ada gairah di dalam hidup. Ada api yang tidak terpadamkan untuk berbicara kepada seluruh manusia yang hidup yang kita temui, “Aku sudah melihat Tuhan.” Saudara-saudara, kisah kebangkitan Kristus itu belum semuanya. Kisah kebangkitan itu menyatakan ada suatu pengharapan di bumi ini. Tetapi kisah kebangkitan itu akan membawa kita kepada sesuatu yang jauh lebih mulia daripada kebangkitan itu sendiri. Apa itu? Yesus bukan saja bangkit, tetapi Dia akan naik ke sorga, dan dari sana Dia akan datang untuk menjadi Raja dan Hakim bagi seluruh umat manusia. Kalau saudara memperhatikan satu bagian Firman Tuhan maka kalimat “Behold the Man” muncul sekali lagi. Di mana itu? Di Wahyu 1:7. Mari kita melihat Wahyu 1:7, “Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.” Saudara, ini adalah kata “Behold” yang ke-3 yang ditulis oleh Yohanes, tetapi bukan didengar dari Pilatus, bukan didengar dari gurunya yaitu Yohanes Pembaptis, tetapi ini adalah deklarasi Allah di sorga sendiri yang memperlihatkan Yesus yang akan datang untuk kedua kali. Yohanes dengan mata rohaninya melihat dengan penglihatan yang akan datang itu. Yohanes kemudian menyatakan kepada seluruh pendengarnya, “Behold, lihatlah Dia akan datang.” Saudara-saudara, Yesus itu sungguh-sungguh rendah hati. Tadi pagi ketika saya menuju ke sini, pikiran saya terus memikirkan mengenai apa yang terjadi pada hari Kebangkitan itu. Sungguh-sungguh, Raja Gereja kita itu rendah hati. Dia dimatikan, dipermalukan, di depan ribuan orang, tetapi ketika Dia bangkit, hanya beberapa orang saja yang tahu. Kita semua ingin kalau kita dipermalukan tidak ada orang yang tahu. Kita ingin kalau kita juara, kita menang, semua orang tahu dan bertepuk tangan bagi kita. Kalau kita gagal, kita tidak akan masuk ke dalam rekaman, terus kemudian disiarkan di Facebook kita. Kalau kita nyanyi fals, tidak mungkin direkam lalu kemudian disiarkan di dalam Instagram kita. Tapi kalau kita sudah nyanyi diulang-ulang sampai bagus sekali, main piano diulang-ulang sampai bagus sekali, yang terbaik dimasukkan ke dalam Facebook kita. Tetapi Yesus tidak. Yesus itu ketika dihina, dipertontonkan di depan semua manusia yang hidup. Tetapi ketika Dia bangkit, saya tidak bisa mengerti kenapa Dia bangkit itu pagi-pagi benar. Ketika Dia mati, kenapa jam 12 siang sampai jam 3 siang? Bukankah seharusnya terbalik? Bukan itu saja. Ketika Dia bangkit, maka Dia menampakkan diri kepada beberapa orang saja dan orang-orang yang kecil. Maria Magdalena adalah salah satu orang yang pernah dirasuk setan sebelumnya. Orang ini, orang yang tidak dihargai bahkan di masyarakat. Kemudian Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Saudara-saudara, kalau saya yang bangkit, orang pertama yang saya akan datangi adalah Kayafas. Dia lagi tidur lalu saya akan toel-toel dia, dia buka mata, saya akan tersenyum. Dia langsung jantungan saat itu. Saya tidak tahu kenapa Yesus pakai cara ini. Dia tidak memproklamirkan bahwa diri-Nya itu benar, dianggap benar oleh Allah di depan semua orang yang membenci Dia. Dia tunggu. Anak Manusia yang merendahkan diri-Nya secara aktif, maka secara pasif Dia menunggu waktu Bapa di sorga memproklamirkan diri-Nya. Pada saat itu, Allah di sorga mengatakan, “Lihat, Dia datang dengan awan-awan.” Semua manusia harus lihat Dia dan juga semua yang sudah memakukan-Nya. Lihat Dia! Raja Gereja kita sangat rendah hati. Dia menunggu waktu dari deklarasi kemenangan-Nya. Wahyu Yohanes dilihat Yohanes di Pulau Patmos. Di saat seperti itu, Yohanes dan gereja-gereja yang baru itu semuanya berada di dalam penderitaan yang besar. Penglihatan ini dan kitab ini diberikan kepada gereja yang sedang menderita pada waktu itu, untuk memperlihatkan bahwa sesungguhnya bukan tentara Romawi ini yang menang, tetapi sesungguhnya yang mengontrol segala sesuatu adalah Kristus Yesus yang sudah naik di atas tahta Allah. Di dalam penglihatan Yohanes, Yohanes melihat melampaui jaman sesuatu yang pasti terjadi. Dikatakan di sini, Kristus itu datang dengan awan-awan. Apa artinya? Ini menyatakan keilahian dan kemuliaan Yesus Kristus. Ini adalah penggenapan dari Daniel 7:13. Kalau saudara-saudara melihat Daniel 7:13, maka saudara-saudara akan melihat kalimat Daniel yang menyatakan, “Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti Anak Manusia; datanglah Ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai Raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.’ Saudara-saudara, ketika berbicara mengenai Yesus yang datang dengan awan-awan, maka pada waktu Dia naik ke sorga juga dengan awan-awan. Ini adalah bicara berkenaan dengan Shekinah Glory (kemuliaan Allah yang hadir). Alkitab dengan jelas berkali-kali menyatakan, Allah yang terang itu adalah Allah yang berjalan dengan awan yang kelam. Awan menyatakan kemuliaan Allah. The Son of Man (Anak Manusia itu), kata itu ketika dinyatakan bicara mengenai keilahian Kristus. Alkitab menyatakan semua mata akan melihat, maka ini bicara berkenaan dengan sesuatu yang universal, engkau dan saya akan melihat, juga semua orang jahat, semua orang yang menikamnya. Ya, ini adalah ayat yang menyatakan kepastian pengadilan Yesus Kristus, tetapi juga berbicara kepada orang-orang yang tidak mau bertobat, karena kita semua ada di dalam pengadilan itu. Saudara-saudara, biarlah kita boleh menyadari yang melawan Yesus pada malam hari itu, yang menyalibkan Yesus pada hari itu, yang meludahi Yesus pada hari itu, akan melihat kedatangan Yesus dengan awan-awan. Tetapi ini juga berbicara bahwa semua orang yang tidak mau mempercayai Kristus, semua orang yang tidak mau bertobat, apa pun agamanya, apakah itu juga kekristenan, akan masuk di dalam pengadilan hari itu. Ayat ini juga mengatakan dan bangsa-bangsa di bumi akan meratapi Dia, itu artinya bahwa Kristus pada hari itu akan membalas musuh-musuh-Nya. Ini bukan ratapan pertobatan atau dukacita, tetapi ini adalah ratapan putus asa. Zakaria 12 menyatakan ini adalah seperti seseorang yang kehilangan anak laki-lakinya, anak sulungnya, yang memukul-mukul dada mereka dengan ratapan keputusasaan. Di dalam Wahyu 6 dinyatakan orang-orang yang tidak beriman akan menyembunyikan diri di dalam gua-gua dan celah-celah gunung dan mereka itu meratap, berteriak dengan suara yang nyaring kepada gunung itu dan kepada batu karang itu dan mengatakan, “Runtuhlah menimpa kami. Matikan kami supaya kami tidak melihat murka Anak Domba. Runtuhlah menimpa kami dan matikan kami, supaya kami tidak menghadapi murka Anak Domba itu.” Apa arti sesungguhnya Wahyu 1:7 ini? Seluruh kalimat ini menyatakan Kristus di dalam kemuliaan-Nya akan menghakimi semua umat manusia. Allah di sorga menyatakan kepada kita semua, “Behold… Lihatlah Dia datang dengan awan-awan.” Apa yang diinjak-injak oleh Pilatus itu sekarang diproklamirkan sendiri oleh Allah di sorga. Lihatlah Manusia ini. Lihatlah Manusia ini. Dia datang dengan awan-awan. Seluruh manusia akan melihat Dia dan seluruh bangsa akan meratap karena Dia. Saudara-saudara, perhatikanlah. Di dalam sejarahnya kita, penglihatan Yohanes ini belum terjadi. Mata Yohanes itu menembus waktu, diberikan penglihatan oleh Allah akan sesuatu yang pasti terjadi. Kalau ini ditulis di dalam Kitab Wahyu untuk kita jemaat Tuhan sesungguhnya, apa maksud Tuhan menyatakan kalimat ini kepada kita? Apa maksud Tuhan menyatakan kalimat ini kepada gereja sepanjang masa? Apa maksud Tuhan menyatakan sesuatu hal yang pasti terjadi di depan ini kepada Yohanes? Maka ini adalah suatu desakan, urgensi dari Allah meminta perhatian kita, seakan-akan Allah itu menyatakan berhentilah sebentar. Berhentilah sebentar dan pikirkanlah jam yang dinantikan itu semakin mendekat. Datanglah kemari. Perhatikan. Pikirkan sungguh-sungguh, karena pasti setiap mata akan melihat peristiwa ini. Aku mau pastikan kepadamu jemaat-Ku, matamu pasti akan melihat Dia datang dengan awan-awan. Behold the Man! Ini bukan lagi masalah pilihan atau preferensi. Allah menyatakan ini adalah kebutuhanmu. Kebutuhanmu! Secara tegas Dia menyatakan ini adalah kebutuhan kita. Allah mau menyatakan apakah engkau manusia sadar bahwa kita sedang ditarik oleh Allah dengan kekuatan-Nya yang tidak terlihat tetapi tidak tertahankan untuk menuju kepada titik ini, untuk melihat Kristus datang dengan awan-awan. Perhatikan baik-baik! Saya sungguh-sungguh bergantung kepada Roh Kudus untuk memasukkan kalimat ini ke dalam hati kita. Saat ini Allah sedang dengan kekuatan yang tidak terlihat, tetapi tidak tertahankan menarik semua dari kita dibawa ke hadirat-Nya untuk mendapati diri kita akan didakwa di hadapan Hakim semesta Allah, Anak Domba yang telah tersembelih. Sekali lagi, kalimat ini begitu penting. Ketika saya mendapatkannya, saya sangat-sangat terkejut. Saat ini Allah sedang menarik kita dengan kekuatan yang tidak terlihat, dengan kekuatan yang tidak tertahankan, untuk membawa kita menuju kepada tahta pengadilan itu. Itulah sebabnya maka Yohanes berteriak, “Lihatlah! Dia datang dengan awan-awan.” Kita sedang ditarik oleh Allah menuju kepada titik itu. Mau tidak mau saudara harus melihat Dia! Behold the Man! Ini bukan saja invitation lagi, tetapi ini adalah desakan, suatu urgensi. Saudara dan saya harus menetapkan hal ini. Ini adalah sesuatu yang tidak mungkin terhindarkan dari hidup kita. Suka atau tidak, Allah menyeret seluruh umat manusia ke titik itu! Kita sungguh-sungguh diberikan peringatan oleh Tuhan dari ayat ini. Tetapi sebaliknya, secara paradoks kalimat ini diberikan kepada kita saat kita hidup. Kalimat ini pasti akan terjadi dan kita ditarik menuju kalimat ini. Mau tidak mau akan melihat Dia untuk menghakimi kita. Tetapi ini belum terjadi pada kita saat ini, tetapi pasti akan terjadi. Maka ini adalah kalimat peringatan. Ini adalah kalimat untuk mengantisipasi ke depan. Maka paradoksnya yaitu ini adalah kalimat peringatan yang keras, kalimat hajaran untuk membuat kita sadar. Tetapi ini adalah kalimat cinta untuk membuat saudara bertobat pada hari ini. Kalimat cinta untuk membuat saudara dan saya menyadari hal ini, untuk saudara bisa sungguh-sungguh melihat Manusia ini dan takluk kepada Dia sebelum hari penghakiman yang besar itu terjadi. Yohanes memproklamasikan apa yang dilihatnya. Behold the Lamb of God! Dia mendengarkannya dari Yohanes Pembaptis. Behold the Man! Dia mendengarkannya dari Pilatus. Tetapi sekarang Allah sendiri mengungkapkan tentang Anak-Nya. Lihat Dia, Dia datang dengan awan-awan. Allah sendiri yang memproklamirkan! Itu membuat Yohanes gemetar, membuat Yohanes mau mati. Dia tahu itu adalah satu sumber keselamatan bagi manusia jikalau manusia mau memperhatikan kalimat ini. Maka sekarang dia memproklamirkan kepada seluruh gereja. Behold! Lihatlah Dia akan datang dengan awan-awan. Sekarang saya akan tutup dengan kepastian ini. Perhatikan baik-baik. Yesus datang pertama kali dalam penghinaan, Dia akan kembali dengan kemuliaan. Dia datang pertama kali untuk dibunuh, Dia akan datang kembali untuk membunuh. Dia datang pertama kali untuk melayani, Dia akan datang untuk dilayani. Dia datang pertama kali sebagai hamba yang menderita, Dia akan datang kembali sebagai Raja penakluk. Tantangan yang dibuat di dalam Kitab Wahyu ini bagi setiap manusia adalah supaya setiap manusia bersiap dengan kedatangan-Nya kembali, karena mau tidak mau, setiap manusia yang hidup atau yang mati akan melihat Manusia ini di dalam kemuliaan-Nya. Apakah hati kita mau takluk? Apakah kita mengantisipasi, mempersiapkan diri terhadap kalimat ini yang muncul ketiga kali pada waktu Dia datang untuk kedua kali? Kiranya Tuhan memberikan takut akan Dia dalam hidup kita.
 
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more