Kej 5:21-24, Ibr 11:5, Yud 1:14-16, Kej 4:17-18
Apa artinya berjalan bersama dengan Allah? Satu ayat kunci ada di Amos pasal 3:3 menyatakan apa arti kata berjalan bersama-sama itu. “Berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum berjanji?” Untuk seseorang bisa berjalan bersama dengan pribadi yang lain harus ada satu hal ini: kesepakatan. Ada sesuatu yang sama-sama disepakati, yang dua-duanya agree, setuju untuk hal ini dan saya akan mengelaborasi apa itu artinya berjalan bersama dengan Tuhan.
Yang pertama berjalan bersama dengan Allah itu artinya bergaul dengan Allah. Di dalam bahasa Indonesia ada satu tulisan, tulisannya berbeda dengan yang lain, tidak ditulis berjalan bersama dengan Allah tapi bergaul dengan Allah. Ini bukan sesuatu yang salah karena ini adalah sesuatu yang menggambarkan berjalan bersama Allah dalam bahasa aslinya memang ada aspek intimacy, ada suatu relasi berdasarkan hormat dan kasih. Dan bicara mengenai hormat dan kasih itu adalah bicara mengenai godly, bicara mengenai kesalehan hidup. Nanti di akhir saya akan menegaskan atau akan menyatakan pada saudara-saudara kenapa kata kesalehan ini penting. Saudara-saudara, orang yang berjalan bersama dengan Allah memiliki pergaulan erat dengan Tuhan. Orang yang berjalan dengan Allah itu memiliki ikatan dengan Allah di dalam iman, itulah sebabnya dalam Ibrani dikatakan karena iman Henokh diangkat. Kalau kita memakai kalimat Calvin berbicara mengenai double bond maka kita boleh mengatakan demikian: iman melekatkan Henokh dengan Allah dan Roh Kudus melekatkan Allah dengan Henokh. Ini adalah orang yang intim dengan Firman. Orang yang berjalan bersama dengan Allah, bergaul dengan Allah itu, tidak bisa tidak harus memiliki asumsi utamanya, dasarnya adalah Firman.
Saudara-saudara, ini adalah hal yang paling mendasar dan kalau kita mau melayani di tahun-tahun depan lebih lagi, itu artinya panggilan saudara dan saya bukan beraktivitas di luar tetapi menyelidiki membaca merenungkan Firman. Berapa banyak dari kita yang begitu banyak pelayanan tetapi sangat sedikit merenungkan Firman? Sungguh-sungguh merenungkan Firman, membaca Firman. Saudara tentu didorong untuk melayani di dalam gereja, mengabarkan Injil keluar, belajar studi teologia tetapi itu tetap tidak bisa menggantikan intimasi kita dengan Firman setiap hari. Ada sesuatu yang aneh kalau saudara masuk di dalam seminari, kalau saya melihat itu ya memang hidup kita, kita semua sudah begitu jatuh dalam dosa itu selalu disintegrate. Saudara-saudara, banyak sekali orang-orang di seminari termasuk saya yang menyukai buku teologia tetapi tidak mencintai Alkitab padahal Alkitab itu jauh lebih luas, lebih dalam dari buku teologia, seminar teologia apa pun. Salah satu hal yang terus didorong di dalam seminari adalah belajar Firman, baca Firman setiap hari, baca Firman, saat teduh, bible study setiap hari. Dan ini yang saya mau mengingatkan bagi kita semua dan bagi jiwa kita saudara-saudara: baca Firman. Belajar berjalan bersama dengan Allah itu tidak mungkin bisa dilepaskan dari intimasi dengan Dia di dalam Firman-Nya, “Mungkinkah dua orang berjalan bersama-sama jikalau mereka tidak sepakat?” Mungkinkah kita berjalan bersama dengan Allah ketika dia berbicara melalui Firman-Nya dan kita tidak mau mendengar?
Kedua, apa artinya berjalan bersama dengan Allah? Harus setuju sepakat di dalam kesucian. Allah sendiri adalah Allah yang suci adanya, kita harus sepakat dengan Dia berjalan di dalam kesucian seumur hidup kita. Saudara-saudara, bicara mengenai kesucian adalah bicara mengenai sesuatu yang panjang, lebar dan dalam. Saya akan bicarakan kesucian ini secara aplikasi langsung yang singkat saja dan saya melihat ada sesuatu yang penting untuk bicara di dalam poin yang singkat ini. Saya akan bicara mengenai tiga hal, hanya tiga saja, tetapi biarlah kita boleh sama-sama untuk melakukannya karena tiga hal ini termasuk di dalam kesucian. Ketika kita bicara mengenai kesucian, kita selalu bicara mengenai dosa seksual bukan? Hanya itu saja bukan? Maka saudara-saudara kita akan bicara mengenai tiga hal:
- Berikan seluruh hati kita dan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Kita tidak mungkin bisa berjalan bersama dengan Allah kalau kita tidak memberikan seluruh. Saudara mengatakan, “Tuhan pakai uangku, Tuhan pakai waktuku, Tuhan pakai profesiku, Tuhan pakai ini dan ini dan ini.” Orang-orang lain bisa terkesima dengan kita tetapi sesungguhnya ada satu bagian dalam hidup kita yang kita sembunyikan, kita tidak memberikan seluruhnya bagi Tuhan. Kesucian itu adalah dipisahkan untuk seluruhnya dimiliki oleh Allah. Ini adalah piala yang suci, ini adalah tanah yang suci, itu artinya adalah sepenuhnya didedikasikan untuk Allah saja. Seluruh hatiku adalah milikmu Tuhan, pakailah apa pun saja, pakailah kesucian, tidak menyisakan satu bagian pun di dalam hati kita untuk diri kita sendiri. Dan ketika Tuhan menunjuk bagian yang satu itu dan kita mempertahankan, kita tahu itu adalah ilah kita.
Tuhan pakailah semuanya, Engkau pakai, Engkau bahkan boleh ambil semuanya, kecuali pacar saya yang ini saya tidak mau. Tuhan, ini jangan Engkau sentuh! Tuhan, aku persembahkan seluruh keluargaku tapi jangan anakku menjadi hamba Tuhan. Ini tidak boleh disentuh! Oh Tuhan, Engkau boleh pakai aku di mana pun saja tetapi aku harus tinggal di Sydney, tidak mau pergi ke pedesaan, ini jangan disentuh! Kesucian adalah bicara dipisahkan, didedikasikan bagi Allah keseluruhannya. Tuhan, Engkau boleh membuat aku miskin tetapi jangan menyinggung hatiku. Apakah sungguh-sungguh saudara memberikan keseluruhan itu? Dia sudah memberikan seluruhnya dan tidak mungkin dua orang berjalan bersama-sama kalau tidak sepakat.
Apakah kita mau memberikan keseluruhannya? Kalau saudara-saudara melihat dalam Alkitab, saudara akan menemukan hidup itu luar biasa kompleks, tetapi ini yang dilihat Allah. Saudara-saudara, contoh yang paling sederhana adalah bicara mengenai Daud. Daud itu orang yang mengejar kesucian tetapi dia jatuh dalam dosa yang fatal, tetapi uniknya Allah tetap melihat hati Daud itu wholehearted, seluruhnya dipersembahkan untuk Allah. Sehingga ketika Daud jatuh dalam dosa dan Allah menghajar dia, Daud menerima seluruh hajaran itu. Seluruh hatinya bagi Allah. Saudara bisa menjadi orang yang tidak berdosa seperti Daud tetapi sebenarnya hati kita tidak sepenuhnya pernah dipersembahkan untuk Allah. Berjalan dengan Allah itu berjalan dalam kesucian. Pertama, adalah berikan seluruh hati kita. Tidak ada satu reserved, tidak ada satu bagian yang disisakan.
- Jangan melakukan dosa yang sengaja. Saudara, usahakan sebisa mungkin di dalam anugerah Tuhan jangan melakukan dosa yang sengaja. Kita itu terpeleset, sama saudara itu jatuh sengaja, itu dua hal yang berbeda jauh. Seluruh dosa mendukakan Roh Kudus. Orang Puritan mengatakan seluruh dosa itu mendukakan Roh Kudus, tetapi dosa yang sengaja itu memprovokasi kemarahan Allah.
- Segera akui dosa jika Tuhan menunjukkan kesalahan kita melalui hati nurani kita atau melalui providensia-Nya. Di tahun depan, di hari ke depan ini, mari belajar berjalan bersama dengan Tuhan. Kalau kita berdosa atau kita bersalah dan Tuhan kemudian melalui hati nurani membuat kita tidak tenang, cepat akui dosa itu dan jangan sembunyikan di hadapan Allah. Dan kalau Tuhan menyingkapkan dosa itu melalui pemimpin-pemimpin kita, melalui ordo atau melalui sesama kita, saudara jangan melawan. Kita jangan melawan. Saudara-saudara, lihatlah apa yang ada sekali lagi pada Daud atau pada Abraham atau siapa pun saja hal ini terjadi. Saudara lihat Yeremia, Yeremia memiliki kesalahan. Saudara lihat Abraham, Abraham memiliki kesalahan. Saudara lihat Ayub, Ayub memiliki kesalahan. Saudara lihat Daud, Daud memiliki kesalahan. Tetapi saudara perhatikan, ketika Tuhan menghardik dia melalui orang-orang sekitar, pemimpin atau Tuhan sendiri menghardik, saudara lihat bagaimana respon mereka orang yang berjalan bersama dengan Allah. Orang itu cepat sekali akan mengakuinya dan meminta pengampunan dari Tuhan.
Saya sudah bicara hal pertama berjalan bersama dengan Allah adalah memiliki intimasi khususnya di dalam Firman. Kedua, berjalan bersama dengan Allah adalah berjalan dalam kesucian-Nya.
Ketiga, berjalan bersama dengan Allah adalah melibatkan Allah di dalam segala keputusan-keputusan hidup. Saudara belajar untuk berubah di dalam doa. Saudara jangan berdoa sesudah saudara dapat rumah atau saudara sudah pindah atau saudara dapat pekerjaan, lalu saudara minta didoakan atau berdoa, “Tuhan berkati aku di dalam pekerjaan.” Sebaliknya, sebelum saudara mencari rumah, sebelum saudara mencari pekerjaan, sebelum saudara pindah dari kota atau saudara memindahkan anak saudara pindah sekolah, apa pun saja setiap dari keputusan hidup, saudara bertanya kepada Tuhan terlebih dahulu. Allah dan nama-Nya adalah bisnis hidup kita, Firman-Nya adalah rel hidupku, dan kemuliaan-Nya adalah akhir semua tindakanku. Kita diciptakan bukan untuk melawan Dia. Kita diciptakan bukan untuk menggunakan Dia, tetapi kita diciptakan untuk bekerja bersama-sama dengan Dia dan melayani Dia. Libatkan Allah di dalam seluruh keputusan besar maupun kecil. Sekali lagi, banyak orang Kristen sekali pun memanggil nama Tuhan kalau sudah terjepit, kalau sudah kepepet. Sebelumnya dia ingat apa pun saja tetapi tidak melibatkan Allah dengan sungguh-sungguh. Banyak anak muda yang sudah jatuh cinta terlebih dahulu baru kemudian berdoa. Untuk apa berdoa, Saudara juga tidak berani putus, Saudara sudah jalan terlebih dahulu, Saudara tidak melibatkan Allah di dalam area itu. Saudara, libatkan Allah di dalam seluruh keputusan hidup.
Keempat, belajar berjalan dengan Allah adalah berusaha belajar peka akan pimpinan-Nya. Saudara-saudara, pimpinan Tuhan berarti Allah itu di depan, berarti ada arah, ada kecepatannya. Gereja harus memperhatikan hal ini. Gereja bukan hanya berisi menciptakan program-program lalu selesai. Gereja bukan berisi menciptakan seminar demi seminar lalu kemudian selesai, tetapi ada panggilan spesifik untuk bergerak ke mana di dalam gereja lokal. Melihat arah Tuhan bekerja dan melihat kecepatan-Nya. Saudara-saudara, saya gentar dengan kalimat itu. Ketika bicara mengenai arah dan ketika bicara mengenai kecepatan, Pdt. Stephen Tong sendiri mengatakan, dia mendefinisikan revival itu apa. Ketika saudara-saudara bicara mendefinisikan revival maka saudara-saudara akan melihat gereja ini dan gereja itu. Oh gereja ini tidak ada revival, gereja itu ada revival. Saudara mendefinisikan revival itu apa? Oh kalau revival itu banyak anak mudanya, oh kalau revival itu banyak orang di dalam gerejanya bertepuk tangan lalu meloncat-loncat dengan gairah. Pdt. Stephen Tong menggunakan satu istilah revival adalah memiliki kecepatan yang sama dengan kecepatan Roh Kudus bergerak. Wah, ini menakutkan saudara-saudara.
Di hadapan Allah mungkin gereja kita adalah gereja yang belum bangun, dan begitu banyak gereja yang belum bangun. Sebaliknya, kalau saudara melihat pekerjaan setan. setan itu tidak pernah akan membuang waktu satu detik pun. Saudara-saudara, Pdt. Stephen Tong sekali lagi pernah mengatakan kita perlu belajar dari setan. Kita semua muridnya bingung apa maksudnya belajar dari setan. Pak Tong pernah mengatakan setan itu rajin sampai akhir meski tahu tidak ada upah. Kita orang Kristen malasnya luar biasa. Sudah malas mendengar khotbah yang baik, sudah malas dengar khotbah yang dalam, sudah malas beribadah apalagi malas melayani. Pakai kalimat seperti ini pun mungkin beberapa orang sudah tersinggung. Kalau kita mau maki-maki setan dia tetap tidak apa-apa. “Setan lu!“ Tidak apa-apa, dia tetap kerja keras. Saudara-saudara, di dalam beberapa hal kadang orang Kristen lebih jahat daripada setan. Kadang ada orang yang melakukan dosa kemudian ditanya, “Kenapa kamu melakukan dosa?” “Setan yang menggocoh aku.” Lalu setannya bilang,”Yang kemarin, memang aku yang menggocoh dia, tetapi yang sekarang, dia yang memfitnah aku.” Setan itu kerjanya cepat, kita terlalu lambat. Roh Kudus membangunkan gereja-Nya untuk kita berjalan bersama dengan Allah. Lihat pimpinan-Nya, lihat arah-Nya, lihat kecepatan-Nya. Jangan melawan! Tetapi relakan hati untuk terus berlari menuju apa yang Tuhan kehendaki.
Saudara perhatikan, Lot dan isterinya dan keluarganya melawan. Ketika Tuhan melalui malaikat minta dia cepat ke luar dari Sodom Gomora, cepat ke luar ke bukit itu, maka Lot dan keluarganya tidak mau, lambat-lambat, enggan meninggalkan kota yang sangat makmur itu. Sampai ketika malaikat itu memperlama waktunya dan mendorong dia untuk lebih cepat, isteri Lot berbalik melihat Sodom Gomora, menginginkan hatinya tetap di situ. Berjalan bersama Tuhan itu mempresaposisikan bahwa dunia tidak kita sukai lagi. Ya, kita harus lakukan yang terbaik di dunia ini tetapi dunia bukan di dalam isi hati kita. Daya tariknya tidak menahan kita di sini lagi. Aku hidup bukan untuk mendirikan kota yang disebut dengan namaku, tetapi aku hidup untuk mendirikan sebuah kota yang disebut dengan nama Allah.
Kelima, yang terakhir, Henokh berjalan bersama dengan Allah, dia memproklamasikan Injil di dunia ini. Di dalam KItab Yudas dikatakan bahwa Henokh memproklamasikan Injil. Dia menyatakan kedatangan Tuhan yang kedua. Ketika bicara mengatakan kedatangan yang kedua, apakah Henokh begitu jelas tahu berkenaan dengan step-step-nya Kristus datang yang kedua? Mungkin sekali tidak, kita yang tahu. Tetapi Allah menitipkan kalimat-Nya kepada mulut Henokh untuk diproklamasikan. Saudara-saudara, dikatakan Henokh keturunan ke-7 dari Adam. Kenapa dikatakan keturunan ke-7 dari Adam? Karena Yudas mau membedakan, kita tahu membedakan antara Henokh dari anak terang dan Henokh anak kegelapan. Henokh menyatakan, berkhotbah sesungguhnya, Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya.
Saudara-saudara, khotbahnya adalah berisi tentang 2 hal, yaitu yang pertama adalah kedatangan Kristus dan yang kedua adalah penghakiman terhadap orang yang tidak saleh, ungodly. Perhatikan ayat 15: “hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.” Kalau saudara-saudara melihat dalam bahasa aslinya, dan tercermin dari bahasa Inggris, saudara akan melihat tekanan dari ayat 15 ini. Di dalam satu ayat saja dengan jumlah dari word yang sangat terbatas ini di dalam bahasa aslinya, saudara akan menemukan kata ungodly itu 4 kali. Kalau saudara mendengar khotbah, misalnya saudara mendengarkan khotbah saya, atau saudara mendengarkan khotbah Pak Tong, atau mendengar khotbah siapa pun saja di dalam 1 tahun, maka saudara ketika ditanya,” Pak Agus khotbah apa?” Saudara musti meringkas dalam beberapa kalimat maka dari situ kita akan tahu tekanan khotbah saya. Mungkin union with Christ, mungkin Puritan. Henokh 365 tahun, 300 tahun berikutnya khotbah dan kemudian disarikan oleh Yudas dan Yudas mendengar ungodly, ungodly, ungodly.Ungodly bagi dia, dia sangat peka terhadap ketidaksalehan.
Maka poin pertama orang yang berjalan bersama dengan Allah, tadi saya katakan Henokh, adalah mau hormat dan mengasihi Allah. Hormat dan mengasihi Allah itu adalah kesalehan, godliness. Hidupnya sangat terganggu melihat orang fasik yang tidak takut sama Tuhan. Dan afeksinya, emosinya memuncak ketika melihat orang-orang tersebut dan dia menyatakan, “Allah akan menghakimi engkau orang-orang fasik!” Fasik, fasik. fasik. Kalimatnya bukan damai sejahtera, kalimatnya bukan sukacita bagimu, kalimatnya bukan kasih Allah kepadamu. Sekali lagi saudara-saudara, saya tidak tahu dari mana cara berpikir banyak sekali orang Kristen bahkan yang sudah lama melayani di gereja, yang tidak mengerti tekanan dari hati para hamba Tuhan dan para nabi. Seluruh kekristenan direduksi dengan cinta dan cinta itu adalah engkau tidak boleh menghakimi, engkau tidak boleh keras, engkau musti terima, engkau musti toleransi, engkau musti lembut, semuanya direduksi dalam pikiran itu. Saya tanya kekristenan itu dari mana? Ketika Henokh berbicara mengenai penghakiman kepada orang-orang fasik apakah tidak ada cinta? Dia ada cinta. Cinta yang suci. Dia adalah orang yang berjalan bersama dengan Allah. Orang yang belajar bersama dengan Allah memiliki titik berat yang sama dengan isi hatinya Allah, memiliki emosi yang sama dengan emosinya Allah. Itulah pelayanan. Pelayanan bukan aku main piano, aku konser Cantate Deo, bukan itu. Bukan berkhotbah sekali pun, bukan membuat seminar sekali pun.
Kalau seseorang sudah tidak ada lagi, apa yang akan dikenal dari orang itu? Henokh keturunan Kain yang jahat itu akan dikenal oleh jutaan orang dari generasi ke generasi: Ini, yang punya kota itu. Kalau saudara lewat di depan gedung perusahaan yang ada lambang perusahaannya maka kemudian, “Ini, yang punya bapak itu.” Saudara melihat presiden, “Oh ini seluruh negeri yang mengepalai adalah presiden itu.” Kalau saudara melihat ada satu gerakan atau satu gereja, dan gereja atau gerakan itu menjadi besar lalu kemudian saudara mengingat akan nama pendetanya, dia yang mendirikan gerakan ini atau dia yang membangun gereja ini. Henokh keturunan ke-7 dari Adam tidak mempedulikan itu. Dia tidak mempedulikan manusia mengenal dan mengenangnya sebagai apa. Matanya hanya satu: Tuhan nanti bicara tentang dia apa dan kemudian Tuhan menuliskan: “Henokh, orang ini berjalan bersama dengan Aku.” That’s it. Apa yang engkau cari hai seluruh jiwa? Penerimaan orang? Tepuk tangan orang? Bahkan itu atasan kita? Kalau kita diangkat oleh atasan, kita dikenal banyak orang, kita senang? Biarlah kita senang akan satu hal, kalau Tuhan mengatakan kepada kita kalau engkau sudah berjalan bersama dengan Aku. Itu mata kita. Belajarlah melayani. Belajar berjalan bersama dengan Allah.
GRII Sydney
GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more