Ringkasan Khotbah

12 February 2023
Bentukan Allah Kepada Pelayan-Nya (4)
Pdt. Agus Marjanto, M.Th · Nehemia 1:1-5

Nehemia 1:1-5

Saudara-saudara, kita terus memikirkan apa yang Tuhan kehendaki bagi kita semua, khususnya orang awam dan juga hamba-hamba Tuhan. Saudara-saudara, berkali-kali orang bertanya kepada kami. Apa itu kehendak Allah? Banyak orang bertanya itu adalah karena ada urusan pribadinya. Apakah aku bekerja ini atau itu supaya aku dapat untung banyak? Apa itu kehendak Allah? Pergi ke kota ini atau kota itu supaya saya aman, tentram. Apa kehendak Allah supaya aku dapat jodoh yang aku sendiri sayang? Saudara-saudara, Allah akan take care dengan hal-hal tersebut, tetapi di dalam Alkitab Allah sendiri memiliki rencana-Nya dan kita diminta untuk boleh masuk di dalam rencana-Nya. Kalau saudara mau tahu apa itu apa kehendak Allah, salah satu kehendak Allah yang begitu jelas pada pagi hari ini saya akan nyatakan kepada saudara-saudara. Allah menghendaki semua saudara bergerak untuk melayani-Nya. Allah menghendaki semua dari saudara bergerak untuk melayani-Nya. Saya tanya kepadamu untuk apa engkau ada Roh Kudus di dalam hatimu? 

Di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, saudara akan melihat continuity dan discontinuity. Continuity-nya adalah Roh Kudus bekerja. Roh Kudus bukan bekerja dalam Perjanjian Baru saja tetapi juga dalam Perjanjian Lama. Tetapi discontinuity-nya yaitu di dalam Perjanjian Lama, Roh Kudus bekerja pada orang tertentu, orang tertentu yang dipilih-Nya, tetapi di dalam Perjanjian Baru, kitab Yoel sudah menubuatkan, Aku akan mencurahkan Roh-Ku, ke seluruh manusia – laki-laki dan perempuan. Mereka akan bermimpi, mereka akan bernubuat. Apa yang dikatakan oleh Alkitab adalah bicara berkenaan dengan orang-orang tersebut bergerak atas nama Tuhan untuk menyatakan kemuliaan Allah di seluruh muka bumi ini. Yesus sendiri menyatakan; “Pergilah, jadikan seluruh bangsa murid-Ku.” Dan sebelum engkau pergi, engkau harus ada di kota ini tunggu sampai Roh Kudus itu turun. Begitu Roh Kudus turun, langsung mereka tersebar ke seluruh bumi. Ini adalah kehendak Allah. Gereja ada bukan untuk mengumpulkan orang Kristen. Saudara dan saya dipenuhi oleh Roh Kudus bukan supaya santai dan nonton TV. Kita itu ditebus dengan darah yang mahal Yesus Kristus bukan untuk menikmati hidup ini. Alkitab mengatakan, kita ditebus dengan darah yang mahal untuk menjadikan kita satu umat kerajaan-Nya, menjadi imam-imam bagi Allah. 

Hai jemaat, saya tanya kepadamu, apakah engkau mau tahu apa kehendak Allah? Kalau engkau mau tahu kehendak Allah, ini kehendak Allah. Bukan hamba Tuhan saja yang harus bergerak tetapi saudara dan saya harus bergerak bersama-sama. Nehemia itu bukan imam. Nehemia bukan raja. Nehemia juga sesungguhnya bukan nabi. Dia adalah seorang pekerja di bawah raja Artahsasta. Tetapi orang ini dilatih oleh Tuhan di dalam ruang doanya membuat dia mempunyai hati yang lembut untuk melihat segala sesuatu dari tahta Allah. Allah sudah mendidik dia di dalam tempat yang tersembunyi sehingga apa yang menjadi kehendak Allah itu menjadi kehendak isi hatinya dan kemudian Tuhan di dalam dorongan hati, tidak ada malaikat, tidak ada hamba Tuhan lain, dorongan hati, membuat Nehemia untuk pergi dari tempat raja Artahsasta.

Melihat pergerakan dari Nehemia ini, saya terus teringat kalimat Yesus; “Pergi, jadikanlah seluruh bangsa murid-Ku.” Saudara-saudara, sekali lagi perhatikan, Yesus tidak mengatakan, “Jadikan seluruh bangsa murid-Ku,” melainkan Yesus mengatakan, “Pergi, jadikan seluruh bangsa murid-Ku.” Berarti ada sesuatu perintah untuk kita inisiatif pergi.  Ada sesuatu kehendak untuk kita memutuskan harus pergi. Saya tanya pada saudara-saudara, engkau kalau mau pergi itu dorongannya apa? Yaitu holiday – yaitu engkau pergi tamasya, engkau pergi ke Amerika, engkau pergi ke Jepang, engkau pergi ke Bali saudara-saudara, engkau pergi. Itupun ketika saudara mulai pergi sudah beberesnya capek, ngapain yah pergi? Setelah pergi, sudah menikmati Bali, Jepang, pulang, capek juga yah pergi? Saudara didorong oleh sesuatu kenikmatan, maka saudara pergi. Tetapi siapa yang didorong oleh api-Nya Allah untuk pergi memberitakan injil untuk menjadikan seluruh bangsa murid-Ku? Saudara sadar bahwa ini adalah sesuatu yang sulitnya luar biasa. Pergi untuk holiday saja buat kita kadang-kadang capek. Apalagi pergi meninggalkan comfort zone  raja Artahsasta dengan seluruh kemudahannya di istana, pergi untuk menjadi tukang bangunan, untuk membangun tembok Yerusalem, ini untuk apa hidup seperti ini? Tetapi saudara-saudara perhatikan, tidak ada satu kehendak Allah yang jadi kalau tidak ada satu orang pun yang mau pergi. Penebusan oleh Yesus Kristus pun, Yesus harus pergi ke dunia. Saudara dengarkan kalimat Yesus itu di sepanjang Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru. “Pergi Abraham, keluar dari Ur-Kasdim!” “Pergi Musa, keluar dari Mesir.” “Pergi Yunus, engkau akan ke Niniwe.” “Pergi Daniel, engkau akan ke Babylon.” “Dan pergi seluruh Rasul-Ku dari Yerusalem, Yudea, sampai Samaria sampai ke ujung bumi.” Mereka ada yang pergi dekat, ada yang pergi yang jauh. Tetapi mereka semua mendengarkan kata ini, “Pergi! Aku memiliki kehendak bagimu, pergi!”

Pada waktu Babel itu dibangun menaranya, maka seluruh pemimpin Babel itu mengatakan, “Datang, datang kemari, ke sini, berkumpul.” Yesus mengatakan, “Pergi!” ‘Pergi’, bagi Nehemia adalah keluar dari kenyamanan hidup. ‘Pergi’, bagi Nehemia adalah pergi dari kestabilan hidup menuju ke masa depan yang tidak diketahui. Seluruh kalimat ini kalau saudara dengar, saudara pasti akan pikir, oh itu cuma hamba Tuhan full-time, sama sekali bukan! Itu adalah suatu prinsip Allah bagi kita semua, baik itu seorang hamba Tuhan full-time maupun seorang jemaat. Sekali lagi saudara-saudara, inilah kehendak Allah, yaitu Roh Tuhan itu datang kepada kita, melahirbarukan kita, membuat suatu progressive sanctification dalam hidup kita untuk kita hidup bagi Allah dan bukan bagi diri sendiri. Dan Roh itu mengurapi kita menjadi pelayan-Nya. Saudara tidak mendapatkan satu kalimat pun Roh Allah mengurapi Nehemia, tetapi kita tahu bahwa ada Roh Allah yang mengurapi dia. Roh Allah yang mengurapi dia yang akan memimpin kita. Roh Allah yang mengurapi dia, juga yang akan membentuk kita menjadi pelayan-pelayan-Nya.

Minggu yang lalu kita sudah masuk ke dalam poin ke-3, saya akan teruskan poin ini. Seorang pelayan adalah seorang yang dibentuk oleh Roh Allah untuk mengenal pribadi Allah. Pribadi Allah yang seperti apa yang dikenal oleh Nehemia? Kalau saudara mau tahu pribadi Allah seperti apa yang kita kenal sekarang maka saudara cek lah di dalam isi doamu. Bukan di dalam statement t, Allah seperti apa yang engkau kenal? Kita akan bilang, Allah itu Maha Kuasa, Allah itu mengasihi saya, tetapi kalau doa, isinya cuma kuatir, isinya cuma minta , maka kita sesungguhnya tidak mempercayai Dia Maha Kuasa dan Dia mengasihi kita. Saudara-saudara, Nehemia di dalam doanya memuji Allah, pertama-tama memuji Allah dengan sifat yang pertama yaitu kedaulatan Allah. Kedaulatan Allah yang mengikatkan perjanjian dengan dia. Perjanjian kasih dengan Nehemia. Saudara perhatikan, di dalam bahasa aslinya adalah covenant of love atau loving covenant.  Saudara-saudara, ini adalah satu sifat Allah yang sangat perlu kita kenal yaitu kedaulatan Allah.

Saudara-saudara, saya sendiri percaya bahwa sifat ini adalah sifat yang paling dasar, paling pertama Tuhan ajarkan kepada kita tetapi yang paling akhir kita mengertinya. Di belakang tadi sebelum kami pergi ke sini, maka kami selalu berdoa bersama-sama, saya dengan penerjemah. Dan Hika tanya sama saya, kenapa Pak Agus bisa katakan kalimat ini? Orang ini orang peka. Saya berharap dia bisa menjadi hamba Tuhan. Saya tidak tahu apakah Tuhan kehendaki atau tidak, saya cuman berharap. Apa yang saya tulis, dia kadang tanya dan pertanyaannya itu tepat. Dia biasa baca buku banyak sekali, maka ketika dia baca satu kalimat ini, dia mungkin belum pernah baca di buku lain jadi dia tanya. Sekali lagi, kedaulatan Allah adalah hal yang pertama yang Tuhan mau kenalkan kepada kita, tetapi sesungguhnya adalah hal paling akhir yang kita itu mengerti. Dari mana saya bisa mengerti kalimat ini? Saudara-saudara, saya merenung-renung, di dalam Kejadian 1:1 dikatakan; “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Kalimat pertama itu saja artinya Allah itu berdaulat. Allah memiliki hak kedaulatan. Yang menciptakan itu artinya berdaulat atas seluruh ciptaan-Nya. Tetapi pada waktu kitab Wahyu terakhir, maka saudara akan diperlihatkan pagelaran daripada kedaulatan Allah yang tidak terbantahkan itu. Dan di antara Kejadian sampai Wahyu, saudara akan melihat seluruh goncangan kehidupan di dunia ini terjadi. Dan seluruh goncangan itu adalah goncangan seorang manusia selalu ingin menjadi Allah tetapi selalu orang-orangnya yang Tuhan pakai selalu mengatakan, “Let God be God, let man be man.” Belum lagi dalam hidup kita, jikalau ada sesuatu mystery of providence yang terjadi, sesuatu enigma, sesuatu yang asing yang terjadi kepada kita, kita sulit sekali mengerti kedaulatan Allah itu ada di mana. Kedaulatan Allah yang mengasihi kita akan menghasilkan mystery of providence. Saudara-saudara sekali lagi, kedaulatan Allah itu adalah sesuatu yang masih melingkupi seluruh dunia kita tetapi bukan saja dunia external sampai ke DNA sumsum kita. Saudara, seluruhnya, kalau melihat seluruhnya adalah kedaulatan Allah! Kedaulatan Allah adalah sifat yang sulit sekali kita kenal tetapi berkali-kali terus Tuhan ajarkan kepada kehidupan gereja-Nya, membentuk hamba-hamba-Nya. Kalau saudara dan saya ingin menjadi seorang pelayan Tuhan, ada bentukan-bentukan dari Roh Kudus dalam hidup kita. Salah satu bentukan utamanya yaitu Roh Kudus akan mengajarkan kepada kita apa artinya Allah berdaulat.

Sekarang kita akan masuk ke dalam apa itu kedaulatan Allah. Saudara-saudara, kedaulatan Allah adalah hak Allah yang tidak terbantahkan untuk memerintah seluruh ciptaan-Nya. Kedaulatan Allah adalah bahwa Allah memiliki otoritas tertinggi dan penguasaan yang absolut terhadap semua tatanan ciptaan. Pemerintahan-Nya menjangkau semua manusia, ciptaan, bumi, semua events yang terdahulu, sekarang yang terjadi, juga di masa depan termasuk kepada gereja-Nya. Dia melakukan kehendak-Nya secara bebas di dalam kesucian, kebenaran, kasih, keadilan dengan seluruh sifat-sifat-Nya, dan itu membentuk suatu kemuliaan yang tidak tertandingi pada Dia. Seorang pengkhotbah mengatakan demikian, kedaulatan Allah secara sederhana dikatakan bahwa Allah itu Allah. Ini bukan sekedar nama saja tetapi artinya adalah kepenuhan realita pemerintahan-Nya. Ini artinya Allah selalu melakukan apa yang Dia inginkan, kapan Dia inginkan, di mana Dia inginkan terjadi dan dengan apa atau siapa Dia inginkan itu terjadi. Dan dalam semuanya itu, Allah dealing dengan umat-Nya dengan keabsolutan kedaulatan-Nya, di dalam perjanjian kasih yang tidak mungkin Dia khianati.

Sekali lagi saudara-saudara, ketika saudara-saudara melihat kitab Nehemia, saudara akan melihat kedaulatan Allah yang di dalam kedaulatan-Nya membuat sesuatu ikatan perjanjian kasih dengan Nehemia. Dan perjanjian kasih-Nya itu kekal, tidak berubah, tidak mungkin dikhianati meskipun hal-hal yang tidak terduga terjadi di dalam kehidupan kita. Saudara-saudara, kedaulatan Allah yang membuat loving covenant ini adalah suatu kebenaran hakiki dari Alkitab, suatu kenyataan hidup yang saudara dan saya harus belajar dan dikenal oleh anak-anak Tuhan, gereja Tuhan. Saudara-saudara, lihatlah crucial-nya pengenalan akan kedaulatan Allah ini. Saudara-saudara, Alkitab menyatakan, orang yang mengenal kedaulatan Allah yang membuat perjanjian kasih dengan Dia, maka orang tersebut memiliki benteng di dalam hidupnya. Saudara-saudara, kedaulatan Allah yang mengasihi kita akan menjadi seperti gunung yang tinggi, yang menjulang, yang menjadi perlindungan kita, pelayan-pelayan Tuhan, hamba-hamba Tuhan di hadapan musuhnya.

Saudara-saudara, Mazmur 46:2 khususnya, LAI memberitakan satu judul Allah kota benteng kita. Mazmur 46:2 mengatakan; “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut.” Ayat yang ke-7, “Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumi pun hancur. TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela.” Dan ayat yang terakhir dikatakan; “TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela.” Saudara-saudara ketika bicara mengenai ‘Sela’ sekali lagi saudara di dalam bahasa aslinya saudara-saudara, ini adalah sesuatu penekanan. Sekali lagi saya katakan, semakin kita mengenal Allah itu berdaulat, Ia mengasihi kita, saudara akan sadar memiliki benteng yang aman untuk tempat berlindung. Itulah sebabnya kalau saudara-saudara membaca biography atau autobiography, orang-orang yang dipakai oleh Allah, orang itu makin mengenal Allah, saudara akan melihat kestabilan, kedamaiannya itu tidak tergoncangkan.

Kedaulatan Allah itu menjadi benteng kita. Kedaulatan Allah itu menjadi gunung yang tinggi, yang menjulang, yang melindungi kita tempat kita berteduh. Suatu saat di tengah-tengah seluruh turbulensi yang ada pada Tuhan kita, di tengah-tengah seluruh olokan-olokan daripada musuh-musuh-Nya, dan musuh-Nya salah satu yang paling utama yaitu Pilatus ketika menatap dengan sangat-sangat tajam ke depan mata daripada Yesus Kristus. Yesus tidak memiliki apa-apa. Seluruh daripada murid-Nya meninggalkan Dia. Hati-Nya perihnya luar biasa. Dan semua orang mengolok-olokan Dia, Dia hanya seorang diri. Dengan kesombongan Pilatus menyatakan, “Engkau tidak mau bicara dengan aku, tidak tahukah Engkau, aku berkuasa untuk membebaskan Engkau dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?” Seorang diri, tidak ada yang membela, kesepian, seluruh musuh di depan Dia. Seorang paling sombong itu melihat mata-Nya. Apa yang menjadi benteng dari gunung yang menjulang, yang Yesus itu nyatakan? Yesus menjawab, “Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas.” Kedaulatan Allah, Allah-Ku yang tetap akan memerintah. Allah-Ku tetap akan di atas tahta. Untuk sementara Dia memberikan kuasa itu kepadamu. Engkau bisa berlaku apapun saja kepada-Ku, tetapi Aku pastikan, itu bukan dari dirimu sendiri. Allah-Ku, Bapa-Ku yang menghendaki semuanya ini dan Aku mau menyerah kepada Dia. Tetapi engkau lihat, Dia akan bertahta sampai selama-lamanya. Dan seluruh musuh-Nya hancur di hadapan kaki-Nya.” Itu kedaulatan Allah yang melindungi hamba-hamba-Nya. Jemaat, mari melayani Tuhan. Ketika kita melayani Tuhan, lihat bentukan Dia di dalam hidup kita. Kedaulatan Allah. Kedaulatan Allah adalah suatu penghiburan bagi pelayan-pelayan Tuhan yang berada di pihak-Nya. Kenapa penghiburan? Karena semua musuh-Nya tidak akan pernah menang pada akhirnya. Kenapa penghiburan? Karena semua usaha hamba-hamba Tuhan, pelayan-pelayan Tuhan, saudara dan saya tidak akan sia-sia pada akhirnya. Kenapa penghiburan? Meskipun kita menghadapi mystery daripada providensia-Nya, pada akhirnya, setelah semuanya dibuka, maka kemuliaan Allah kita yang baik itu akan memenuhi seluruh muka bumi.

Nehemia bersyukur memuji Yahweh yang berdaulat. Allah, engkau adalah Allah yang berdaulat. Ya Tuhan Allah semesta langit. Allah yang Maha Besar dan dahsyat. Nehemia mengakui, Nehemia bersyukur, saudara perhatikan di saat-saat seperti itu bersyukur dan tetap mengakui memegang kedaulatan Allah. Di tengah-tengah seluruh kegelapan yang menyelimutinya, dia melihat, dia mempercayai dan kepercayaannya itu tidak akan sia-sia, bahwa Allah tidak pernah kalah. Allah tetap di atas tahta dan memerintah dengan seluruh semarak keagungan-Nya. Meskipun di bumi ini, kotamu dan umatmu sedang dikalahkan dan pekerjaanmu itu terbengkalai. Dan namamu itu diinjak-injak oleh musuh, tetapi aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau tetap di atas tahta-Mu dan tidak terkalahkan. Siapa yang mau berpihak kepada Tuhan? Siapa yang mau berperang dengan musuh dan berpihak kepada Tuhan? Siapa yang mau melayani bumi ini bersama-sama dengan Dia? Orang tersebut pasti dihiburkan dengan kedaulatan Allah yang mengikat perjanjian kekal di dalam cinta-Nya kepada kita di dalam Kristus Yesus. Allah seperti apa yang kita kenal hai jemaat? Saya tidak tanya Allah seperti apa yang engkau tahu. Allah seperti apa yang dealing personally dengan engkau dan saya. Kiranya Dia mengajar kedaulatan-Nya di dalam hidup kita sehingga kita layak untuk menjadi hamba-Nya.

GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more