[simple_crumbs root="Home" /]
kembali

29 October 2023

Pdt. Agus Marjanto, M.Th

Jesus Christ is the Radiance of God’s Glory (4) - The Dominion of God

Efesus 1:19-23

Siapa yang tidak tahu bahwa Allah itu menguasai? Seluruh agama di dunia ini mengakui bahwa Allahlah yang menciptakan dunia dan karena Allah yang menciptakan dunia, Dia adalah Allah yang menguasai seluruh dunia bahkan orang-orang yang tidak memiliki agama, memiliki budaya, tetapi orang-orang ini tetap memikirkan ada sesuatu yang tinggi yang di atas sana, yang menguasai semuanya meskipun belum tentu berpribadi. Agama yang menyatakan adanya wahyu Allah hanya ada 3. Yang pertama adalah Islam, yang ke-2 adalah Judaism dan yang ke-3 adalah kekristenan. Dari tiga agama ini, siapa yang tidak mengakui bahwa Allah itu menguasai? Tetapi apa yang dinyatakan di dalam Alkitab mencengangkan seluruh agama dan budaya. Apa yang dinyatakan dalam Alkitab adalah satu prinsip ini dan ini yang memisahkan antara kekristenan dengan seluruh agama yang lain, karena di dalam kekristenan, di dalam Alkitab, diajarkan bahwa Allah menguasai, memerintah seluruh dunia melalui Yesus Kristus saja. Di dalam ayat-ayat Efesus pasal pertama ini mengandung hal-hal yang luar biasa penting. Dalam ayat ke-20 dinyatakan bahwa Allah menunjukkan penguasaan-Nya kepada dunia dengan membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di surga. Perhatikan di kitab Efesus, dalam seluruh kalimat ini tidak ada kematian Yesus Kristus. Dimulai dari kebangkitan Yesus dan naik ke surga. Kematian Kristus Yesus adalah ketaatan seorang anak kepada Bapa-Nya, tetapi kebangkitan Yesus Kristus adalah peninggian dari Bapa kepada Anak. Kuasa Allah yang maha tinggi. Dan juga dominion, penguasaan-Nya, atas seluruh malaikat. Seluruh kuasa kegelapan dinyatakan melalui Dia membangkitkan Yesus dan menaikkan Yesus ke sebelah kanan-Nya. Tetapi bukan itu saja, bukan saja Allah menyatakan kuasa-Nya melalui membangkitkan Yesus dan mendudukkan Yesus di sebelah kanan-Nya. Di dalam ayat Efesus juga dikatakan Allah menjalankan penguasaan-Nya dengan membuat seluruh kuasa yang di surga, yang di bumi, saat ini maupun yang akan datang, semuanya diletakkan di bawah kaki Yesus Kristus. 

Lihatlah prinsip ini, penguasaan Allah kepada seluruh dunia tidak dijalankan di luar Yesus Kristus. Banyak dari manusia yang beragama menyatakan Allah berkuasa. Allah menguasai, the dominion of God, tetapi orang-orang ini menolak tunduk kepada Yesus Kristus. Itu adalah sesuatu yang absurd. Itu adalah agama pikiran manusia itu sendiri. Sekali lagi Alkitab dengan jelas menyatakan Allah menguasai seluruh dunia hanya di dalam Yesus Kristus. Di dalam Filipi 2 dinyatakan: Seluruh lutut akan bertelut, seluruh lidah akan mengaku bahwa Yesus Kristus Tuhan, dilanjutkan dengan tanda koma bukan tanda titik; bagi kemuliaan Bapa. Bagi kemuliaan Allah Bapa. Bukankah seharusnya adalah semua lutut bertelut dan semua lidah mengaku Allah Engkau yang menguasai kami. Tetapi tidak, semua lidah mengaku semua lutut bertelut kepada Allah? Tidak. Kepada siapa? Kepada Yesus Kristus. Oh kalau kepada Yesus Kristus berarti tidak mengakui Allah? Tidak! Alkitab mengatakan kepada Yesus Kristus dan kemudian bagi kemuliaan Bapa. Kalimat inilah yang membedakan agama Kristen dengan seluruh agama. Itulah sebabnya di dalam Alkitab maka prinsipnya adalah taat kepada Kristus adalah taat kepada Allah Bapa, menghormati sang Anak itu menghormati Bapa. Percaya kepada Anak itu percaya kepada Bapa. Bahkan dalam Yohanes 14: 21 dan seterusnya dikatakan “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya dialah yang mengasihi Aku dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapaku.” Ini adalah suatu prinsip di dalam Alkitab yang luar biasa signifikan. Allah di surga tidak terlihat oleh mata kita. Kesucian-Nya tidak terlihat, Wisdom-Nya tidak terlihat, kesetiaan-Nya tidak terlihat dan pemerintahan-Nya juga tidak terlihat. Seluruh sifat-Nya dan seluruh pekerjaan-Nya bisa terlihat jika dan hanya jika kita mengenal Yesus Kristus saja. Kita sudah belajar berkenaan dengan bagaimana kesucian Tuhan, kekudusan Allah yang tidak terlihat itu kita bisa lihat di dalam diri Yesus Kristus. Bagaimana kesetiaan Allah yang kita tidak kenal itu bisa kita lihat dalam diri Yesus Kristus. Bagaimana hikmat Allah yang tidak terselami itu kita bisa lihat di dalam diri Yesus Kristus. Dan saat ini bagaimana penguasaan Allah yang sesungguhnya itu dinyatakan di dalam diri Yesus Kristus. Ibrani sekali lagi menyatakan Dia adalah cahaya kemuliaan Allah. Sekali lagi kita tidak bisa melihat matahari, kita hanya melihat sinarnya saja. Kita tidak bisa memegang matahari, tetapi kita bisa merasakan hangatnya matahari. Demikian pula Allah Bapa yang ada di surga itu tidak mungkin terhampiri oleh kita. Tetapi itu tidak berarti Dia tidak bisa dikenal sama sekali. Dia mengirimkan anak yang tunggal inkarnasi di dunia. Ini adalah prinsip pertama yang penting. Ketika kita bicara mengenai The dominion of God (penguasaan Allah), maka itu hanya dilakukan oleh Allah kepada seluruh isi dunia di dalam Kristus Yesus. 

Hal yang ke-2, dalam Efesus 1 penguasaan Allah kepada dunia ini melalui Yesus Kristus terbagi menjadi dua keadaan. Pertama yaitu kepada seluruh dunia yang melawan Yesus Kristus dan diperlakukan sebagai musuh. Yang ke-2 adalah penguasaan Yesus Kristus, penguasaan Allah kepada manusia yang mau takluk kepada Yesus Kristus, maka menjadi Kepala Gereja. Perhatikan ayat 22, “Segala sesuatu telah diletakan-Nya di bawah kaki Kristus, dan Kristus telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.” Ini adalah 2 hal yang berbeda. Ini adalah 2 keadaan yang berbeda. Yang pertama adalah ditaklukkan. Yang ke-2 adalah sebagai Kepala. Gambaran ketika bicara mengenai diletakkan di bawah kaki Yesus Kristus, itu adalah gambaran dari panglima-panglima perang dalam Perjanjian Lama ketika mereka memenangkan peperangan terhadap raja-raja. Yang akan dilakukan yaitu mereka akan menyeret raja tersebut, seluruh dari panglima-panglima musuh semuanya diseret dan harus diletakkan di bawah dan mereka akan meminta orang-orang bawahannya (bukan panglimanya) untuk meletakkan kakinya di atas tengkuk, di leher dari musuhnya. Itu bicara berkenaan dengan penguasaan total, musuhnya sudah tidak bisa apa-apa lagi. Itu bicara berkenaan dengan penelanjangan seluruh kekuatan kuasa. Sungguh-sungguh tidak memiliki kekuatan apapun saja untuk melawan. Mereka melakukan itu satu persatu, bahkan oleh prajurit yang paling rendah pun disuruh untuk meletakkan kakinya di atas raja yang ditaklukan. Baru setelah itu, raja itu dibunuh. Apakah saudara tahu itulah yang akan dikerjakan oleh Allah Bapa di surga. Mari kita melihat 1 Korintus 15:24 dan seterusnya dikatakan: “Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia (Yesus) membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya." Apa yang terjadi sekarang? Apa yang ada di dalam ayat ini?. Sejak dari Yesus datang ke dunia, sampai Yesus datang untuk yang ke-2 kalinya di dalam kosmik drama yang kita tidak bisa lihat maka Allah Bapa menyerahkan satu persatu kuasa di bawah kaki Yesus. Sampai akhir seluruh ini terjadi, maka baru seluruh kuasa kegelapan dihancurkan dan semua orang-orang jahat dihancurkan oleh Allah. Gambaran itu adalah gambaran Perjanjian Lama. Allah menguasai seluruh dunia dengan menaklukkan setiap kepala di bawah kaki-Nya, musuh Allah.  

Tetapi yang kedua, dikatakan di sini terhadap gereja, kepada orang-orang yang ditebus-Nya, maka Yesus bukan meletakkan kaki-Nya di atas kepala dari gereja. Tetapi Alkitab mengatakan Dia menjadi Kepala Gereja yang adalah tubuh-Nya. Dia bukan menghadapi gereja seperti musuh-Nya, tetapi Dia menyatukan gereja sebagai tubuh-Nya. Bahkan Dia mengatakan “Barang siapa melawan gereja-Ku, dia melawan Aku.” Dan bukan itu saja, kalau saudara-saudara melihat dalam ayat-ayat Alkitab ini, ada sesuatu kalimat yang luar biasa unik di sini. Ayat 23, jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia. Ini adalah ayat yang sangat unik sekali. Kalau saudara dan saya tidak mengerti latar belakangnya, saudara dan saya bisa sangat danger untuk mengerti ayat ini. Gereja yang adalah kepenuhan Kristus (The fullness of Jesus Christ), kepenuhan Yesus Kristus. Apakah Kristus tidak penuh tanpa gereja? Gereja di sini dikatakan memenuhi atau melengkapi Kristus. Berarti Kristus tidak penuh bukan? Berarti Kristus tidak lengkap bukan? Perhatikan baik-baik, secara hakekat, secara ontologi, Kristus adalah Tuhan; Dia sepenuhnya itu penuh, sepenuhnya itu lengkap adanya. Dia sempurna penuh. Dia sebenarnya tidak memerlukan apapun termasuk kita. Tetapi kalimat ini menunjukkan bagaimana kasih dan harga yang diberikan Kristus kepada kita yaitu gereja-Nya. Jemaat yang adalah kepenuhan Kristus. Itu artinya ini adalah gambaran gereja sebagai tubuh Kristus dan mempelai Kristus. Sering sekali bukan kita mengatakan Yesus Kristus adalah mempelai laki-laki dan gereja adalah mempelai wanita? Sering sekali bukan dikatakan bahwa Kristus adalah Kepala dan kita adalah tubuh-Nya? Perhatikan baik-baik, apakah ada kepala yang lengkap tanpa tubuh? Apakah ada seorang suami yang lengkap tanpa istri? Juga sebaliknya, apakah ada tubuh yang lengkap tanpa kepala? Atau istri yang lengkap tanpa suami? Yesus Kristus menyatakan bahwa tanpa kita, Dia tidak lengkap. Bukan secara ontological, bukan secara hakekat bahwa Dia memerlukan kita. Tidak! Tetapi di dalam konteks penebusan, Dia menjadi satu dengan kita, sehingga di dalam diri-Nya Dia memperhitungkan kita sebagai kelengkapan-Nya. John Calvin menyatakan, “Tuhan kita, Yesus Kristus, dan bahkan Allah Bapa menganggap diri mereka tidak sempurna kecuali kita dipersatukan dengan-Nya.” Adalah kehendak Allah agar kita dipersatukan dengan-Nya. Seolah-olah seorang ayah berkata, “Rumahku terasa kosong bagiku ketika aku tidak melihat anakku di dalamnya.” Atau seorang suami yang berkata “Aku seperti hanya setengah laki-laki jika istriku tidak bersamaku.” Martyn Lloyd-Jones mengatakan dengan hati-hati sekali dan hormat kepada Tuhan “Gereja adalah kepenuhan Kristus, kepala saja tidaklah lengkap, kepala membutuhkan tubuh, dan anda tidak dapat membayangkan kepala tanpa tubuh. Jadi tubuh dan kepala adalah satu dalam pengertian mistik ini, demikian juga kita jemaat Tuhan adalah bagian dari kepenuhan Tuhan kita Yesus Kristus.” Perhatikan betapa kasihnya dan berharganya kita di hadapan Allah. Kita berharga bukan secara hakekat kita berharga, kita tidak berharga apapun saja, tetapi kita menjadi berharga karena Dia bekerja kepada kita. Perhatikan bagaimana approach Yesus Kristus begitu berbeda di dalam dominion ini. Yang pertama dianggapnya sebagai musuh, yang tidak mau tunduk di dalam hatinya, maka kepalanya harus ada di bawah kaki-Nya. Tetapi sebaliknya yang mau tunduk kepada Dia, maka Dia menjadikan diri-Nya Kepala bagi gereja-Nya. Hanya ada dua penguasaan di dunia ini. Apakah saudara dan saya menjadi musuh dari Kristus Yesus atau yang ke-2 adalah Dia menjadi kepala kita.

Terakhir. Bagaimana respon kita terhadap penguasaan Allah? Sekali lagi gereja ini harus minta Tuhan menguasai kita. Tidak ada gunanya saudara pergi pulang, pergi pulang setiap minggu, aktif sana aktif sini, tetapi Tuhan memandang kita bukan orang yang rela dikuasai. Saudara bisa lakukan itu untuk agama, tetapi tidak bisa lakukan itu untuk Yesus Kristus. Saudara bisa menipu agama, tetapi tidak mungkin menipu penguasaan Allah. Gereja yang berharga adalah gereja yang mau takluk kepada Dia. Dan jikalau di dalam hati kita memberontak, doa kepada Tuhan untuk menaklukkan kita sekali lagi. GRII Sydney ke depan mau apa? Mau membangun satu gedung gereja yang besar, lalu orang-orang melihatnya dan tepuk tangan oh ini gereja hebat, membuat orang-orang kemudian iri hati kepada kita? Untuk apa seluruh hal-hal dunia itu? Kalau kita mau membangun sesuatu yang besar, harus karena kita taat kepada Tuhan. Kita memerlukan orang-orang yang taat. Dalam Alkitab, Yesus Kristus mengatakan: kalau engkau tidak mau menyangkal diri, memikul salib maka engkau tidak mungkin menjadi murid-Ku. Terlalu banyak cheerleader di dalam gereja. Terlalu banyak orang-orang penggembira di dalam gereja. Terlalu banyak pelayan-pelayan dalam gereja, aktivis-aktivis dalam gereja, pengunjung-pengunjung dalam gereja, tetapi terlalu sedikit murid. Yang rela ditundukkan Kristus, Dia akan menjadi Kepalanya; yang tidak rela ditundukkan, kaki Kristus akan ada di atas kepalanya. Mari belajar untuk menundukkan diri di bawah pemerintahan Yesus Kristus melalui taat pada Firman. Penguasaan Kristus akan gereja adalah melalui Firman dan kita umat harus belajar taat kepada Firman. Di dalam poin ini pun saya bisa bicara panjang lebar karena kita tahu terlalu banyak gereja yang hura-hura, tetapi tidak membahas Firman. Kita suka untuk mendengar sesuatu yang mudah, sesuatu yang tidak menantang, sesuatu yang tidak masuk di dalam hati karena kita tidak mau Firman, kita cuma mau komunitas. Penguasaan Kristus akan kita adalah melalui satu hal yaitu Firman dan kita mendengar dan kita belajar taat.

Seorang hamba Tuhan pernah ditanya oleh seseorang, "Pak, saya tidak mau untuk dikuasai oleh Tuhan, dikuasai oleh Tuhan itu tidak enak, saya tidak mau dikuasai oleh Tuhan Yesus karena dikuasai oleh Tuhan Yesus akan hidup penuh dengan risiko." Apakah saudara mengerti apa yang disebut sebagai penguasaan Yesus Kristus? Itu adalah sama seperti kita memberikan sebuah lembar kertas yang kosong, kemudian kita memberikan tanda tangan dan menyerahkan kepada Tuhan dan Dia memiliki hak untuk menuliskan apapun saja yang terjadi di dalam hidup kita. Itu penguasaan Allah. Oh, betapa mengerikan hidup seperti itu bukan? Begitu meresikokan hidup kita di depan bukan? Tetapi saya teringat akan kalimat hamba Tuhan itu. Dia mengatakan, Tetapi kalau engkau hidup di luar penguasaan Yesus Kristus, itu lebih berisiko." Saya akan tutup dengan perkataan dari C.S. Lewis ini, “Hidup yang paling aman, yang paling berharga, adalah tepat di tengah dari genggaman tangan Allah.” Apakah hidup kita mau bahagia? Apakah hidup kita mau bernilai? Apakah hidup kita mau damai sejahtera? Apakah hidup kita sungguh-sungguh mau berarti di dalam masa depan? Relakan untuk Dia memerintah dan menguasai hidup kita. Dan kita akan tahu bahwa kita ada di tangan yang paling berhak dan paling tepat. Semua orang-orang di surga nanti, yang menyanyi Worthy is the Lamb, adalah orang-orang yang sudah mempercayakan hidupnya di bawah penguasaan Singa dari Yehuda dan yang sudah ditebus oleh Anak Domba Allah itu. Oh, GRII Sydney mau ke mana? Ke depan kita mau kemana? Mau main gereja-gerejaan, mau tipu-tipuan sama Tuhan, mau main agama-agama. Buat apa? Biarlah kita boleh belajar taat kepada Tuhan yang mengasihi kita. Maukah engkau? Kalaupun kita tidak mau, kita doa sama Tuhan, “Tuhan berikan aku kemauan. Taklukkan hatiku, taklukkan hidupku.” Mari kita berdoa.

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^