Ringkasan Khotbah

1 December 2024
A Disappointing Hope
Pdt. Agus Marjanto, M.Th · Yoh 1:11

Yoh 1:11

Tema pada siang hari ini adalah Natal, Suatu Pengharapan Yang Mengecewakan. Saudara-saudara, bukankah seharusnya Alkitab menyatakan di dalam Yesus Kristus terdapat seluruh janji Allah dan janji Allah itu tidak pernah mengecewakan kita? Dan kita sendiri mengharapkan segala sesuatu ke depan, masa depan kita di dalam Kristus Yesus? Tetapi kenapa hari ini kita memikirkan mengenai pengharapan yang mengecewakan, pengharapan yang tidak pernah terjadi? Sesungguhnya saudara-saudara, berbicara mengenai Natal adalah berbicara berkenaan dengan kehadiran Mesias dan kehadiran Mesias adalah satu titik yang diharapkan orang Israel ribuan tahun sebelumnya. Di balik pengharapan Israel itu, mereka mengharapkan Yesus Kristus yang hadir. Mesias adalah harapan yang ditunggu oleh seluruh bangsa Israel. Ini bukan sekedar pengharapan, tetapi pengharapan yang memiliki harga hidup dan mati bagi mereka. Ini bukan sekedar pengharapan, tetapi pengharapan yang terus-menerus itu diturunkan dari generasi ke generasi. 

Kita adalah orang-orang yang sebenarnya tidak mengerti apa yang sesungguhnya terjadi di dalam latar belakang Israel. Dan di dalam hidup kita, kita tidak pernah punya pengharapan yang diturunkan kepada anak cucu kita, sehingga urgency kehadiran Kristus dan ayat-ayat Alkitab bagi kita semuanya tawar. Tetapi bagi orang-orang Israel, mereka sebentar lagi mati dan kemudian Mesias belum datang. Dia bicara kepada anaknya, “Tunggu anakku, suatu hari Mesias akan datang, suatu hari Mesias akan menolong kita, suatu hari Mesias akan membebaskan kita dari penjajahan ini. Dia akan mengangkat kita menuju kemuliaan. Sekarang kita dihina dan miskin. Jangan engkau kehilangan hati anakku, ingat Mesias akan datang.” Dan kemudian bapak itu mati dan anak itu kemudian tumbuh kembang di dalam pengharapan Mesias. Tetapi mereka adalah orang Yahudi yang terus-menerus dihina, terus-menerus dimiskinkan, terus-menerus berada dalam konflik. Sampai sekarang bahkan, saudara bisa melihat semua bangsa menggempur mereka. Mereka mati satu per satu tanpa ketenangan dalam hidup. Mereka bertumbuh kembang dalam pengharapan kapan Mesias datang, kapan Mesias datang. Anak tersebut sampai tua, Mesias belum datang. Dan dia bicara lagi kepada anaknya dengan prinsip yang sama seperti bapaknya. Dan orang ini mati. Dan kemudian anak itu tumbuh kembang dalam pengharapan Mesias. Saudara bisa bayangkan ratusan ribuan tahun, itu tidak pernah kita alami. Maka sesungguhnya Natal itu adalah hari jawaban Allah terhadap penungguan ini, penantian ini. 

Tetapi sesuatu yang unik terjadi di sini. Israel menunggu Mesias, Israel mengharapkan dengan sepenuh hati Mesias kapan datang. Di tempat yang lain, Allah memberikan Mesias. Tetapi kita tahu semua cerita Alkitab, kenapa tidak menjadi satu antara kehendak Allah akan Mesias dan harapan Israel akan Mesias? Kenapa tidak bisa bertemu 2 hal ini? Yohanes 1:11 menyatakan Kristus datang kepada milik kepunyaan-Nya tetapi milik kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Kita tahu semua bahwa Yesus Kristus, sejak Dia baru mau dilahirkan, sudah ditolak di seluruh Betlehem. Dan setelah 33½ tahun kehidupan-Nya, Dia harus dimatikan di kayu salib. Seluruh perjalan hidup-Nya adalah penolakan Israel kepada Mesias ini. Kenapa tindakan Allah yang mengirimkan Mesias ini tidak bisa match dengan pengharapan Mesias dari orang-orang Israel? Ya, karena orang Kristen mengatakan, kita mengatakan, prinsip Alkitab mengatakan, karena ada dosa yang menggelapkan mata mereka. Dosa yang membuat Israel tidak bisa melihat dengan tepat sesungguhnya siapa Kristus. Yesus pernah berseru demikian, “Israel, Israel, seandainya engkau tahu apa yang bisa mendatangkan damai sejahtera atasmu, akan tetapi sekarang hal ini tersembunyi di depan matamu.” Ya, karena dosa. Tetapi apa sesungguhnya bentuk dosa itu? 

Saudara-saudara, sebelum kita masuk di dalam beberapa hal saya mau memberikan kepada saudara-saudara satu prinsip ini. Apa yang kita beritakan pagi ini bukan untuk merendahkan Israel. Saudara, biarlah kita ingat dosa yang ada pada mereka yang menolak Mesias adalah dosa yang juga ada pada kita pada pagi hari ini. Bahkan dosa bagi Israel yang tidak mau bertobat itu ada pada orang Kristen saat ini yang mengaku menerima Kristus sekalipun. Allah sudah memperingatkan kita melalui Paulus ketika dia bicara kepada orang-orang jemaat Kristen di Roma. Di dalam Roma 11:20-21 dikatakan, “Israel dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Jangan kamu sombong, tetapi takutlah! Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu, hai gereja Tuhan.” Biarlah kita mengingat apa yang terjadi pada Israel, dosa Israel ketika mereka berespon kepada Yesus Kristus dapat terjadi dalam hidupmu dan hidupku. Kita tidak lebih baik daripada mereka, bahkan yang mengaku kita adalah orang kristen. 

Pada pagi hari ini, kita akan melihat apa yang membuat pengharapan Mesias mereka itu dikecewakan. Mereka mengharapkan Mesias dan Allah mengirimkan Mesias, tetapi mereka tidak menerima karena mereka memiliki pandangan tentang Mesias yang lain dengan apa yang Allah berikan. Pikiran mereka tentang Mesias adalah beda dengan kenyataan dari apa yang Yesus nyatakan dan apa yang Yesus lakukan di tengah-tengah dunia. Salah satu masalah di dalam kekristenan adalah ketika seseorang itu mengaku aku menerima Yesus Kristus, aku percaya kepada Yesus Kristus. Pertanyaan ke-2 adalah Yesus yang mana yang kau percaya? Apakah Yesus yang ada dalam Alkitab? Saudara-saudara perhatikan baik-baik, kalau saudara dan saya tidak membiasakan diri untuk mendengar Firman Tuhan, tidak dengar-dengaran akan Alkitab, akan Firman Tuhan setiap hari, maka sangat mungkin kita memiliki kepercayaan akan Mesias yang lain yang bukan dari Alkitab. John Calvin menyatakan kecenderungan hati manusia itu adalah membuat ilah. Hati kita adalah pabriknya ilah. Dan ketika kita mempercayai Mesias yang lain yang tanpa kita sadari ternyata bukan di dalam Alkitab, maka semua pengharapan-pengharapan itu menjadi mengecewakan, pudar, karena memang Tuhan tidak pernah bekerja dan berjanji dengan seperti itu. Mari kita sekarang masuk di dalam beberapa poin ini, mengapa Israel kecewa di dalam harapan Mesias mereka ketika mereka melihat Yesus.

Yang pertama, karena Israel mengharapkan Mesias yang membereskan masalah-masalah physical ketika mereka ada di bumi ini, tetapi Allah mengirimkan Mesias yang membereskan kita dari masalah-masalah rohani yang paling dalam yang terjadi pada saat ini, yang mempengaruhi hidup kita saat ini sampai kepada kekekalan. Israel mengharapkan Mesias yang seperti apa? Kalau aku mendapatkan Mesias, maka aku yang miskin jadi kaya, aku yang sakit jadi sembuh, aku yang hidup biasa saja akan hidup penuh dengan mujizat. Kalau aku mendapatkan Mesias, maka aku yang dijajah ini akan dibebaskan dengan kemampuan Dia berperang. Kalau Mesias datang di tengah-tengah kami, maka keluarga kami yang hina ini akan dimuliakan, bangsa kami yang dijajah ini akan dimerdekakan. 

Saudara perhatikan baik-baik, bagi Israel, seseorang dikatakan Mesias itu harus bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan di dunia ini dan kelepasan dari penderitaan di dunia ini. Mesias yang sejati bagi mereka adalah Mesias yang harus bisa membereskan kesusahan dunia ini. Tetapi Allah tidak bermaksud demikian. Allah mengirimkan Mesias bukan untuk membereskan penderitaan sementara dunia ini melainkan menghancurkan akar penderitaan di dunia ini, yaitu dosamu dan dosaku. Masalah utama itu bukan Romawi. Masalah utama itu bukan kesalahan orang lain kepada kita. Masalah utama itu adalah dosamu dan dosaku. Masalah utama adalah keterpisahan kita dengan Allah. Dosa lebih jahat dari semua penderitaan. Dosa lebih jahat dari semua kejahatan. Karena dosa menjadi ibu penderitaan dan kejahatan. Dosa begitu jahat sampai-sampai dosalah yang membuat malaikat menjadi setan. Dan sepanjang dosa itu masih bercokol di dalam hati saudara dan saya, maka cepat atau lambat hidup kita pasti akan menderita. Saya akan berikan contoh dalam poin ini. 

Sebelum saya masuk di dalam penjelasan kembali kepada poin yang pertama ini, saudara-saudara, sekali lagi, ketika dosa itu masih bercokol di dalam hati kita, kita masih memegang dosa itu, Allah itu konfrontasi dengan kita dan kemudian kita tetap mau memegang dosa itu dan tidak mau melepaskannya, maka saudara akan tahu cepat atau lambat hidup kita akan menderita. Banyak dari kita yang kehilangan hal-hal yang baik yang bahkan Tuhan berikan sebagai berkat di dunia ini karena kita memegang dosa kita dan tidak mau melepaskannya. Saya ambil contoh, banyak orang yang memegang dosa seksual dan tidak mau melepaskannya padahal jalan Tuhan itu memberikan kesucian dan hasilnya, maka orang-orang tersebut kehilangan keluarga yang baik, kehilangan nama yang baik di tengah-tengah dunia ini, dan saudara-saudara, nanti ada orang yang mencibir mereka dan kemudian mereka tersinggung dengan orang itu, padahal masalahnya ada di dalam dosa kita. 

Contoh yang lain saudara-saudara, dan sebagai gembala dan orang yang ada di sinode saya mengerti hal ini terjadi pada kita berkali-kali dan juga terjadi di banyak-banyak gereja. Banyak orang yang memegang dosa kesombongan dan membenarkan diri sendiri terus daripada mau menaklukkan dan merendahkan diri di bawah otoritas dan hasilnya yaitu kehilangan satu gereja yang baik dan benar dalam hidup mereka. Puluhan tahun mereka cari lagi tidak pernah mendapatkannya. Kenapa? Karena mereka memegang mukanya, dirinya, kesombongannya. Begitu sudah tersinggung semua kebenaran itu hilang. Ketika mereka perlahan demi perlahan sudah tidak lagi bisa menjumpai Firman, dan kejahatan demi kejahatan masuk, dan satu persatu dari dosa-dosa yang lain itu masuk karena Firman yang sejati tidak ditegakkan di dalam hati mereka. Jika dosa menguasai di dalam hati kita maka cepat atau lambat hidup kita akan menderita. Banyak dari kita kehilangan hal-hal yang baik yang terbaik di dalam dunia ini karena kita memegang dosa tersebut dan kita tidak mau melepaskannya. 

Mengapa Israel kecewa terhadap Mesias? Karena bagi mereka, bagi orang Israel, hal-hal rohani itu tidak penting, dosa itu tidak peduli, tetapi yang paling penting apakah Engkau bisa menjawab kebutuhan-kebutuhanku. Kalau Engkau adalah Mesias yang sejati, Engkau mampu mengubah hidupku menjadi menang, menjadi makmur, menjadi mulia, menjadi kaya. Kalau Engkau Mesias yang sejati, Engkau bisa menang memimpin aku menghancurkan Romawi. Orang itulah masalah dalam hidupku. Tetapi Allah tidak melihatnya demikian. Masalah utama bukan orang lain, bukan penjajah itu, masalah utama juga bukan kemiskinan, masalah utama adalah bercokolnya dosa dalam hati kita semua. Masalah utama adalah terputusnya relasi dengan Allah dan Firman-Nya. Itulah sebabnya Alkitab mengajarkan kepada kita, ketika seseorang itu bertobat artinya orang itu ditebus Allah di dalam dosanya, maka dia dijadikan mulia. Meskipun dia masih dalam penjajahan, meskipun dia masih dalam kesakitan, meskipun terminal ill dan akhirnya dia mati, meskipun dia harus tetap menanggung hukuman seperti seorang penjahat di sebelahnya Yesus itu, meskipun dunia melihatnya tetap penjahat, tetapi Allah, sorga dan anak-anak Tuhan melihatnya sebagai orang kudus Allah. Kemuliaan seseorang tidak ditentukan seberapa musuh menghina dia, meskipun mungkin Israel masih dihina, dijajah, tetapi Allah akan membela mereka. Di dalam Kristus, Allah tidak berjanji untuk meniadakan penderitaan kita, tetapi Dia berjanji akan menyertai kita, Imanuel! Bahkan ketika kita berada di dalam kegelapan dan penderitaan. Sepanjang mata kita melihat Yesus Kristus adalah pemenuhan kebutuhan physical saat ini, saudara missed the target!

Hal yang ke-2, kenapa Israel kecewa dalam harapan Mesias mereka? Karena Israel mengharapkan Mesias untuk bangsa mereka sendiri, Juruselamat bagi diri sendiri, tetapi Allah mengutus Mesias adalah bagi semua orang, Juruselamat semua bangsa. Lukas yang tadi kita baca mengatakan kesukaan besar bagi seluruh bangsa. Saudara-saudara, ini adalah dosa kesombongan. Kesombongan menyatakan diri sendirilah yang terpenting. Diri menjadi pusat, yang paling utama. Dosa peninggian diri sendiri. Saudara akan menemukan di dalam Alkitab, secara umum dan bahkan secara khusus pada waktu hari Natal, maka Allah menyatakan sangat-sangat muak dengan orang-orang yang seperti ini, orang-orang yang sombong. Saudara bisa melihat itu di kitab Amsal, saudara bisa melihat itu di kitab Mazmur, saudara bisa melihat di Perjanjian Lama bagaimana raja-raja yang sombong itu kemudian diturunkan oleh Allah dan sebelum Yesus dilahirkan ada nyanyian pujian Maria (Magnificat). Saya sudah pernah mengkotbahkan mengeskposisi bagian itu. Dan apa yang dikatakan dalam pujian Maria itu? Allah merendahkan orang-orang yang congkak dan kemudian meninggikan orang-orang yang rendah hati. Allah sangat-sangat muak dengan orang-orang sombong. Israel menginginkan Juruselamat adalah untuk dirinya sendiri, untuk bangsanya sendiri, dengan maksud untuk menghancurkan, mengalahkan bangsa lain. Mereka berpikir bahwa mereka adalah bangsa pilihan yang mendapatkan hak istimewa, mata Allah hanya kepada mereka saja. 

Saudara-saudara, ya benar mereka adalah bangsa pilihan, dari seluruh bangsa mereka dipilih oleh Allah, bukan Tirus, bukan Sidon, bukan Mesir, bukan Median Persia tetapi Israel yang dipilih oleh Allah, tetapi dipilih untuk apa? Dipilih untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain. Dipilih untuk menyalurkan berkat Mesias bagi seluruh bangsa yang lain. Tetapi di sini doctrine of election disalahgunakan. Israel dengan memikirkan bahwa aku adalah bangsa pilihan, dia meninggikan dirinya, mereka membuat menara gading bagi dirinya, mereka membanggakan diri menjadi umat pilihan dan menikmati diri, “Aku umat pilihan, di tengah-tengah seluruh bangsa lihat diriku umat pilihan.” Tetapi mereka tidak mengabarkan kemuliaan Mesias di antara bangsa-bangsa lain. Tetapi hati Allah: ‘Mesias bagi bangsa-bangsa, keselamatan bagi bangsa bangsa.’ 

Di dalam Lukas 11, ada satu peristiwa di mana banyak orang mengerumuni Yesus dan mereka semua meminta Yesus membuktikan bahwa diri-Nya Mesias, mereka meminta tanda/the sign of Mesias kepada Yesus Kristus. Dan saudara masih ingat apa yang dikatakan Yesus kepada semua orang banyak itu? Yesus mengatakan, “Zaman ini, generasi ini, engkau ini jahat. Engkau meminta tanda Mesias? Aku katakan kepadamu, Allah tidak akan memberikan kepadamu tanda Mesias kecuali tanda Yunus.” Apa itu tanda Yunus? Niniwe. Lawannya Israel bertobat. Bangsa-bangsa lain bertobat. Hati Allah ada pada bangsa lain. Hati Allah ingin memberkati seluruh bangsa, seluruh manusia. Sekarang gereja perhatikan, hai umat Allah, hai kaum pilihan Allah perhatikan. Kenapa berkat itu hanya sampai di tangan kita saja? Kenapa kita seperti orang Israel, tidak mau bergerak agar kemuliaan Allah dikenal di bangsa-bangsa? Kenapa kita menahan berita itu? Bukankah kita adalah bangsa pilihan, umat pilihan Allah sendiri, imam-imam kerajaan untuk memberitakan perbuatan-Nya yang ajaib? Itu adalah kesalahan Israel. Orang-orang Israel menolak Yesus Kristus karena bagi mereka Kristus kalau datang adalah untuk diri mereka, memberkati diri mereka. Kristus, Engkau adalah milikku. Aku dapat perlakuan spesial dari Engkau. 

Saudara-saudara, ini adalah hal yang kecil, tetapi beberapa waktu yang lalu mengganggu saya, karena buat saya, saya kemudian mempertanyakan iman seperti apa yang dimiliki oleh gereja, oleh kita semua. Kejadiannya adalah pada waktu covid dan kita semua simpang-siur kan saudara-saudara? Kita semua takut akan serbuan/sapuan covid itu, banyak orang-orang yang mati bahkan. Dan kemudian saya menemukan ada satu kitab, satu bagian Alkitab yang muncul berulang kali di gereja-gereja, juga di Facebook, di mana-mana, di Instagram dan bagian Alkitab itu adalah Mazmur 91, dan dikatakan: ‘Meski seribu orang rebah di sisimu, sepuluh ribu rebah di kananmu, malapetaka itu tidak akan menimpa engkau.’ Dan dengan ayat-ayat itu kita menghibur umat Tuhan, menghibur diri kita sendiri. Jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain dengan cara seperti itu. Kita tidak akan diperlakukan spesial oleh Allah. Mesias yang diutus oleh Allah itu untuk seluruh bangsa, bukan cuma kita. Kita tidak lebih baik daripada mereka. Di dalam hal itu kita tidak lebih spesial daripada mereka. Kita spesial karena kita ditebus untuk dimiliki oleh Allah untuk kita boleh berjalan dalam kesucian dan memberitakan Dia di antara seluruh bangsa, itu spesialnya. Kita bukan spesial karena orang lain itu, bangsa-bangsa lain yang tidak kenal Tuhan itu akan kena covid, kita akan tahan terhadap covid, bukan itu. Kita tahu begitu banyak saudara-saudara seiman kita yang kena, mati dengan covid. Lalu bagaimana kalau kita berada dalam tengah bahaya? Ya, ketika kita berada dalam bahaya, kita berseru minta kepada Tuhan pertolongan-Nya. Dalam banyak peristiwa, di dalam kesetiaan-Nya, Allah itu menolong umat-Nya. Tetapi pertolongan-Nya adalah berdasarkan kemurahan hati-Nya. Dan orang-orang yang menyadari bahwa dirinya tidak layak ditolong, dialah yang akan tahu apa artinya kebaikan-kebaikan Tuhan yang akan diberikan. Mesias itu akan menolong kita karena belas kasihan-Nya, bukan karena kita orang pilihan dan orang itu adalah bukan orang pilihan. Kita sering menggunakan Mesias untuk diri kita, untuk kepentingan kita, bukan kita hidup bagi Dia tetapi Dia ada untuk kita. Dan itulah sebabnya orang-orang Israel akan menolak Yesus Kristus karena Dia sama sekali tidak bisa mengikuti apa yang orang-orang Israel mau. Pikiran-Nya adalah menggenapi kehendak Allah Bapa untuk seluruh manusia yang ditebus-Nya. 

Dan sekarang terakhir, hal yang ke-3. Kenapa Israel kecewa dengan pengharapan mereka akan Mesias? Karena Israel mengharapkan Mesias yang berpihak kepada mereka dan mengikuti agenda mereka. Saudara-saudara, bukan saja Mesias hanya untuk bangsa sendiri dan bukan bangsa lain tetapi adalah Mesias yang berpihak kepada mereka. Pro sama mereka, mengikuti agenda mereka. Apa artinya dengan kalimat itu? Titik referensinya bukan Kristus, titik referensinya adalah diriku. Aku punya masalah dan Engkau sekarang membereskan masalahku. Aku punya agenda dan Engkau ikuti agendaku. Aku punya musuh dan Engkau sekarang berpihaklah kepadaku. Israel mengharapkan Mesias yang berpihak kepada mereka dan mengikuti agenda mereka. Tetapi Allah mengirimkan Mesias yang memimpin Israel. Mesias yang ada di depan dan seluruh Israel harus di belakang Dia. Bukan Mesias yang mengikuti agenda Israel tetapi Mesias yang menyatakan kebenaran dan kekudusan di tengah-tengah kaum Israel. Mesias yang bertindak, yang mengajar, yang berbicara, untuk menguduskan orang-orang yang ada di depan-Nya. Alkitab dengan jelas menyatakan kekudusan adalah pribadi Allah, ini adalah sifat Allah yang paling inti. Alkitab mengatakan Allah mengutus Yesus Kristus karena tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah tetapi Anak Tunggal Bapa, Dialah yang menyatakan kepada Israel. Kristus Yesus datang untuk menyatakan siapa Allah itu sesungguhnya. Dan kekudusan dan kebenaran dinyatakan, merupakan kemuliaan Allah yang tersembunyi itu. Dan ketika Kristus mengajarkan kemuliaan Allah di dalam kekudusan dan kebenaran, itulah anugerah. 

Orang Kristen sekarang kalau bicara mengenai ‘anugerah’ itu apa? Ketika Allah di dalam Kristus Yesus, di dalam Firman-Nya, di dalam gereja mengajar kita jalan yang sempit, jalan yang suci, jalan kebenaran. Ketika Dia mengajar, itu anugerah. Beberapa waktu yang lalu ketika kita mempersiapkan misi, ada pertanyaan dan kemudian ada satu hal yang saya teringat seseorang bicara kepada saya ‘anugerah’ itu apa? Ada seseorang yang mengatakan, dan ini adalah benar, anugerah itu adalah sesuatu yang tidak pernah bisa diberikan oleh manusia. Kata anugerah itu hanya miliknya Allah. Yesus Kristus yang datang itu adalah penuh dengan kebenaran dan anugerah/full of grace and truth. Kebenaran dan anugerah. Dan grace itu apa? Makanan? Saudara bisa mendapatkan itu dari orang lain. Uang? Saudara bisa mendapatkan itu dari orang lain. Apa pun saja. Tetapi ketika seseorang itu mengajar jalan kesucian, jalan kebenaran, saudara tidak akan dapatkan itu dari company mana pun. Saudara tidak dapatkan itu dari semua orang yang pernah lahir bahkan agama-agama sekali pun. Dan itu diberikan oleh Yesus Kristus kepada Israel. Jalan kebenaran dari Allah, jalan kesucian dari Allah. Setiap kali Dia berbicara, apa pun saja yang dikatakan-Nya, saudara lihat dalam Injil, itu adalah kebenaran yang menyucikan. Dia kebenaran yang menyucikan, diberikan kepada murid-murid-Nya, kepada orang-orang Israel, apakah orang Israel menerima atau tidak, itu urusan lain. 

Maka saudara akan menemukan ketika kebenaran dan kesucian itu dealing dengan orang Israel yang berdosa, kita manusia yang berdosa, maka teguran demi teguran, hardikan demi hardikan itu terjadi. Kalimat yang keras itu terus-menerus diucapkan-Nya. Kalimat-kalimat Yesus begitu banyak sekali yang keras, menegur mereka, melukai hati mereka bahkan begitu dalam sampai-sampai mereka tidak bisa lagi menerima kalimat-kalimat-Nya. Suatu hari Yesus mengatakan kepada semua orang Israel yang mengagumi Bait Suci, Dia mengatakan, “Rombak Bait Suci ini dan dalam 3 hari Aku akan membangunnya kembali.” Oh, itu adalah kalimat yang keras. Kalimat yang menegur mereka, menghina mereka sebagai satu nation dan satu agama. Di tempat yang lain Dia mengatakan, di depan semua orang, “Jikalau hidup keagamaanmu tidak lebih baik daripada hidup keagamaan ahli Taurat dan orang Farisi, engkau tidak bisa masuk dalam Kerajaan Surga.” Apa artinya? Artinya bahwa orang Farisi dan ahli Taurat tidak masuk Kerajaan Surga dan mereka juga tidak. Suatu hari Yesus mengatakan di depan orang-orang Yahudi, “Kamu bukan anak Abraham. Bapamu itu Iblis.” Suatu hari Yesus mengatakan, “Jangan engkau kira Aku datang untuk memberikan damai. Aku datang untuk memberikan pedang. Aku datang untuk memberikan api kepada dunia ini.” Yesus suatu hari mengatakan, “Hai engkau semua, engkau itu adalah seperti orang yang diundang ke perjamuan kawin tetapi engkau menolaknya, maka Bapa-Ku di Surga akan mengundang tempat-tempat yang lain, orang-orang yang lain.” Suatu hari di tengah-tengah kota itu, Yesus mengatakan, “Celaka engkau Khorazim! Celaka engkau Betsaida! Penghakiman terhadap Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada penghakiman padamu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau pikir engkau akan dimuliakan? Tidak. Engkau akan diturunkan.” Dia bicara berkali-kali, “Hai kamu keturunan ular beludak! Kamu itu kuburan; luarnya putih tetapi dalamnya itu tulang-belulang.” Perkataan-perkataan Yesus itu begitu keras karena Dia menyatakan kebenaran dan kesucian di tengah-tengah dosa manusia. Kalimat-Nya lebih banyak menyalahkan orang Yahudi daripada membelanya di depan Romawi. Belum lagi berkali-kali Yesus menolak mengisi agenda mereka. 

Suatu hari, begitu banyak orang Yahudi datang pagi-pagi mencari Yesus minta dilayani. Dan Petrus kemudian mengatakan, “Hai Yesus, itu banyak sekali orang yang datang untuk Engkau layani.” Dan saudara apakah masih ingat Yesus bicara apa kepada Petrus? “Tidak, sekarang kita akan pergi melayani di tempat yang lain.” Dan berkali-kali di dalam Alkitab, banyak orang Yahudi mau mengangkat Dia, mau menjadikan Dia raja, Dia kemudian langsung menghilang, pergi dari tempat itu, Dia tidak mau masuk dalam agendanya orang Yahudi. Suatu hari ketika Dia berjalan dan begitu banyak orang mengikut Dia, Dia berbicara di depan mereka semua, mata bertatap dengan mata, “Kamu ikut aku bukan karena Engkau melihat tanda Mesias. Kamu ikut aku karena supaya engkau kenyang.” Kalimat-Nya begitu keras sampai banyak orang mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. 

Saya bawa saudara-saudara untuk melihat satu ayat Alkitab ini. Semuanya baca. Yohanes 6:66. Mari kita membaca bersama-sama. Siapa yang mengundurkan diri? Murid-murid-Nya. Tidak ikut Dia lagi. Apakah kita tidak gentar dengan ayat-ayat ini? Mungkin kita tidak mengenal Kristus yang sesungguhnya sehingga kita tidak mungkin mengundurkan diri. Kita mengikuti Kristus dengan pandangan kita, Kristus hasil proyeksi jiwa kita. Apakah saudara dan saya menyadari bahwa Kristus yang sejati bahkan ditinggalkan oleh semua murid-murid-Nya di atas kayu salib? Oh pengharapan itu mengecewakan. Seluruh orang-orang Israel sakit hati mereka tidak terbendung lagi. Kecewa. Bukan seperti ini Mesias yang aku harapkan. Harusnya Dia membela aku. Aku ini bangsa pilihan. Seharusnya Dia berpihak kepada kami. Seharusnya Mesias itu penuh kebaikan. Kaya, pemimpin militer, bukan lahir di kandang, bukan anak tukang kayu biasa. Seharusnya Mesias itu membereskan masalahku, tidak mempermalukan aku. Kamu Yesus, Kamu tidak melakukan semuanya ini bagiku, Kamu malah membuat kami lebih malu. Engkau malah mengatakan bahwa pohon kalau tidak berbuah akan ditebang. Saya mau tanya, siapa yang Engkau maksud? Kami kan? Perkataan-Mu selalu keras, tidak ada belas kasihan bagi kami. Kami kecewa, harapan kami tidak terkabul, Kristus. Engkau harus tahu masalah kami tetap ada, Engkau lihat Romawi begitu tambah kuat, ekonomi kami makin sulit, hidup kami makin sulit, konflik makin bertambah. Dan sekarang hidup kami musti dibebani dengan kehadiran-Mu, satu orang dengan seluruh perkataan-Mu yang kami tidak suka. Pengajaran-Mu bukan menghibur, memberatkan. Kami tidak menyukai Mesias seperti ini. Sama sekali tidak berpihak kepada kami. Engkau tidak berguna bagi hidup kami. Itulah saudara-saudara, seluruh pengharapan itu kecewa. Harusnya Engkau lembut padaku, baik kepadaku, mengerti kalau aku berada dalam dosa, terima aku apa adanya. Engkau kan kasih, katanya. Jikalau semua yang saya katakan tadi semua ada pada Kristus, saya tanya, kenapa Kristus harus dipaku di atas kayu salib? 

Dan saya akan akhiri dengan satu tulisan Dietrich Bonhoeffer yang menyatakan bagaimana cara kerja Allah di dalam Kristus itu: ‘Allah menempuh jalan yang menakjubkan di tengah-tengah manusia tetapi Dia tidak menuruti pandangan dan pendapat manusia. Allah tidak menempuh jalan yang ingin ditentukan oleh manusia bagi-Nya. Sebaliknya, jalan Allah melampaui segala pemahaman, bebas dan menentukan pilihan-Nya sendiri di luar segala bukti. Di mana akal budi marah, di mana sifat kita memberontak, di mana kesalehan pura-pura kita dengan cemas menjauhkan kita dari-Nya, di situlah Tuhan senang berada. Di sana Dia mengacaukan akal sehat kita. Di sana Dia memperburuk sifat kita, membuat makin nyata hitamnya kesalehan kita, di situlah Dia ingin berada. Dan tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi jalan-Nya ini. Dan tidak ada satu pun yang dapat mengenalnya dan mengerti jalan ini. Hanya orang yang rendah hati, yang mempercayai-Nya dan bersukacita akan karya dan perbuatan-Nya.’ Sekali lagi, hanya orang yang rendah hati yang bisa mempercayai-Nya dan bersukacita akan perbuatan-Nya. 

Yesus pernah mengatakan demikian, “Aku bersyukur kepada-Mu Bapa karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.” Siapa yang mau menerima Mesias dan takluk kepada Dia, Mesias yang membereskan dosa kita? Mesias yang untuk kita dan untuk bangsa-bangsa. Mesias yang memimpin kita dan semua dari kita takluk kepada Dia tanpa ada satu area pun yang tidak kita berikan. Siapa yang mau untuk Dia datang kepada kita dan kita mengenal Dia? Kiranya Firman ini tidak terjadi dalam hidup kita: ‘Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.’ Mari kita berdoa. 


Wahyu 5:9-14; Wahyu 7:9-17
 
 

Matius 26:6-13, Yohanes 12:3-5, 7
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more