Ringkasan Khotbah

17 April 2025
The Feast of The Lamb
Pdt. Agus Marjanto, M.Th · Kel 12:1-3, 5-11, 14-15, 46-47

Kel 12:1-3, 5-11, 14-15, 46-47

Hari ini kita akan bicara mengenai perjamuan Anak Domba. Perjamuan Anak Domba atau disebut sebagai Perjamuan Kawin Anak Domba, ada di dalam Wahyu pasal yang ke-19. Tetapi apa yang terjadi di dalam Wahyu pasal 19, haruslah kita mengerti dari Perjamuan terakhir Yesus kepada murid-murid-Nya. Maka pada malam hari ini kita akan memusatkan pikiran dan perhatian hati kita untuk menyelidiki apa sesungguhnya yang Yesus bicara pada malam terakhir dan melakukan Perjamuan Terakhir bersama dengan murid-murid-Nya. Kalau saudara-saudara mempelajari keempat Kitab Injil, maka kita akan menemukan satu prinsip ini: bahwa perjamuan terakhir Yesus kepada murid-murid-Nya adalah sesungguhnya perjamuan Paskah orang Israel yang setiap tahun diadakan tetapi diberikan makna dan arah yang baru. 

Saudara-saudara, perjamuan Paskah adalah satu hari raya paling puncak dari seluruh orang Israel. Yahweh di dalam Perjanjian Lama dalam kitab Exodus sudah menyatakan, “Engkau harus lakukan ini dari turun temurun.” Dan ini adalah sesuatu yang selama-lamanya dari generasi ke generasi. Kalau saudara-saudara melihat orang Yahudi, sampai pada tahun ini pun mereka tidak akan berani melewatkan Hari Raya Paskah mereka. Pada waktu itu maka seluruh Yerusalem berkumpul dari semua orang-orang pendatang, orang-orang asli dari Israel, yang datang ke Yerusalem untuk melakukan Paskah yang berpusat pada Bait Allah. Tentara Romawi seluruhnya berjaga karena takut kerusuhan besar akan terjadi, karena Paskah sendiri mau menyatakan satu hal yaitu adanya Mesias yang akan datang. Orang-orang Israel berkumpul mungkin jutaan di sana, dan semua tentara Roma berjaga-jaga. 

Dan sebenarnya apa yang terjadi terhadap Yesus Kristus adalah kejahatan yang puncak dan kegelapan itu sedang masuk di dalam kehidupan Dia dan bersama murid-murid-Nya. Di tengah-tengah seperti itu, Yesus menarik diri dan membawa murid-murid-Nya untuk makan Perjamuan Paskah di lantai atas di tempat yang Dia sudah sewa. Yohanes pasal 13-16, saudara baca perlahan-lahan, maka saudara akan tahu seluruh yang diajarkan oleh Yesus di dalam Farewell Discourse tersebut. Tetapi inti dari apa yang Yesus lakukan pada malam hari itu, hanya beberapa jam saja, yaitu Perjamuan terakhir-Nya. Saudara-saudara, Perjamuan Terakhir adalah sesuatu yang luar biasa penting. Ini sangat-sangat kaya di dalam setiap elemen yang dipakainya. Malam hari itu, tanggal 14 Nisan נִיסָן. Bagi orang Israel, mulai itu adalah dari malam hari. Jadi kalau di dalam tanggalan kita adalah tanggal 13 Nisanנִיסָן. Tanggal 13 Nisanנִיסָן jam 6 sore kita, itu adalah tanggal 14 Nisanנִיסָן orang Israel, maka mereka melalukan perjamuan persiapan Paskah. Besoknya jam 2 atau 3, maka satu domba akan disembelih di Bait Suci. 

Saudara-saudara, sekarang kita akan akan menyelidiki apa yang sebenarnya Yesus mau katakan melalui seluruh simbol Perjanjian Terakhir. Kalau saudara-saudara melihat bagian-bagian Akitab atau saudara melihat extra Biblical dari orang-orang Yahudi yang turun temurun melakukan Paskah, mungkin kita semua akan bingung karena semua urutannya dan semua elemennya ada yang berubah-ubah. Bahkan kalau saudara melihat dari 4 kitab Injil, Matius, Markus dan Lukas, maka itu berbeda dengan apa yang ditulis oleh Yohanes. Maka sebenarnya saudara harus mengerti bahwa apa yang Tuhan tinggalkan kepada kita di dalam Alkitab adalah bukan bicara tentang ritualnya, tetapi inti teologinya. Sekali lagi, Tuhan mau kita mengerti signifikansi teologisnya dari seluruh elemen dan semua yang diajarkan melalui simbol ini, bukan ritualnya. Sekarang kita akan melihat elemen-elemen, khususnya 4 elemen penting sekali di dalam Perjamuan Terakhir, yang semuanya adalah adopt dari Perjamuan Paskah orang Israel. Empat elemen penting itu apa? 

Yang pertama, adalah Domba Paskah. Saudara-saudara, tadi kita baca dari kitab Keluaran, domba itu harus berumur satu tahun, jantan dan tidak boleh ada cacatnya, dan harus dipanggang, tidak boleh direbus atau dimakan dengan mentah. Dan pada tanggal 4 Nisanנִיסָן daripada Keluaran, maka domba itu harus disembelih dan darahnya harus dibubuhkan di pintu rumah di mana orang Israel berada untuk makan Paskah pada waktu itu. Dan bukan itu saja, dagingnya itu harus dimakan semuanya, tidak boleh ada yang sisa. Pada waktu mereka memakannya, maka mereka harus berikat pinggang, mereka harus sedia kasut pada kaki mereka, mereka pegang tongkat di tangan, karena itu tandanya mereka buru-buru, sebentar lagi mereka akan keluar dari Mesir dipimpin oleh Yahweh. Saudara-saudara, kita tahu inti yang sesungguhnya itu apa. Domba itu adalah melambangkan ada satu pribadi Mesias yang akan datang untuk dimatikan. Dan darahnya diberikan di atas pintu itu sehingga malaikat maut akan melewati pintu itu dan tidak masuk di dalam setiap keluarga di pintu di dalam rumah itu. Paskah artinya pass over. Itu artinya Tuhan melewati hukuman-Nya, tidak datang kepada kita, sehingga kita tidak mati. 

Saudara perhatikan baik-baik, yang selamat dalam Keluaran pasal 12 adalah bukan Israel. Kalau orang itu orang Israel, tetapi tidak ada darah di ambang pintu itu, maka dia pasti mati. Sebaliknya, jikalau ada orang asing berlindung kepada keluarga itu dan ada darah itu, dia akan hidup. Ini adalah gambaran yang begitu sederhana bagi saudara dan saya. Jangan berpikir bahwa kalau kita ada dalam gereja yang sebagus apa pun, saudara dan saya akan diselamatkan. Saudara-saudara, tidak peduli saudara anggota gereja mana pun saja, tetapi kalau tidak ada darah Kristus yang kita terima sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, maka kita tidak akan diselamatkan. Bukan keanggotaan gereja, bukan status sosial kita, tetapi adalah apakah darah Kristus itu kita terima di dalam hati kita. 

Kemudian di sini dikatakan perintahnya adalah harus dipanggang. Kenapa dipanggang? Karena dipanggang prosesnya itu jauh lebih cepat daripada direbus atau hal yang lain atau dimasak. Dengan dipanggang maka darah itu akan cepat hilang, cepat menguap. Maka ini bicara berkenaan dengan darah yang seluruhnya tercurah bagi seluruh umat. Dan bukan itu saja, Tuhan mengatakan, “Engkau harus makan dagingnya.” Tidak pernah boleh ada daging yang sisa, harus semuanya dimakan. Saudara-saudara, ini suatu perintah yang penting. Ini adalah bayang-bayang dari Kristus dengan seluruh karya-Nya. Keseluruhan karya Kristus-lah yang menghidupkan kita. Kita orang Kristen selalu berpikir bahwa aku diselamatkan karena darah Kristus. Saudara-saudara, itu adalah kebenaran yang 50%. Kebenaran yang sesungguhnya adalah kita diselamatkan karena the whole Christ, keseluruhan dari karya Kristus, pribadinya. 

Tetapi ada satu lagi perintah yang penting dan sering kali kita melupakannya. Setelah orang Israel keluar dari Mesir pada waktu itu, Tuhan menginstitusikan perayaan Paskah ini. Tuhan bicara di dalam ayat 46-47 yang tadi kita baca, Dia mengatakan demikian, “Sedikit pun dari daging itu tidak boleh kamu bawa ke luar rumah dan tulangnya tidak boleh kamu patahkan. Segenap Israel harus melakukannya pada tanggal yang sama, waktu yang sama.” Saudara coba bayangkan, ini satu perintah yang sering kali kita tidak terlalu perhatikan. Kamu harus makan domba itu seluruhnya dan tulangnya tidak boleh kamu patahkan. Dan ketika engkau mau memakannya, dagingnya itu tidak boleh kamu bawa ke luar rumah. Saudara bayangkan satu keluarga ada di sana, mungkin 7, 8, 10, 12 orang dan kemudian ada domba di sana. Dengan perintah itu, apa maksud Allah? Saya sangat surprised. Tadinya perintah ini saya sama sekali tidak pedulikan, tetapi ketika saya terus mempelajari Alkitab, saya makin menemukan apa yang indah dari perintah ini. Sekali lagi. Kita bersama-sama dengan keluarga dan kemudian ada domba di depan kita harus dihabiskan, tapi tulangnya tidak boleh dipatahkan dan dagingnya tidak boleh dibawa ke luar. Apa maksud Tuhan? Itu artinya seluruh keluarga itu harus duduk di sana. Kalau kita sekarang kan tidak saudara. Kita makan, terus ambil nasi, ambil ayam, lalu kita nonton TV, untuk itu ayamnya mesti dipotong. Yang satu makan di sana, yang satu makan di sini. Saudara-saudara, ini bukan sesuatu bicara mengenai tata krama, ada satu kebenaran utama yang Tuhan bicara, apa itu? Unity. Kesatuan. 

Ketika bicara berkenaan dengan Perjamuan Kudus, ketika bicara mengenai Perjamuan Paskah, dan nanti saudara-saudara akan lihat di dalam Perjamuan Kawin Anak Domba, saudara akan menemukan satu tema besar ini: selain dari penebusan, adalah kesatuan! Kesatuan umat. Kesatuan murid. Yudas harus keluar dari sana karena dia bukan orang yang diselamatkan. Kesatuan. Telah berkali-kali Tuhan mengatakan kesatuan gereja, orang-orang yang ditebus oleh Tuhan. Dan kalau saudara-saudara membaca Perjanjian Lama, saudara akan tahu Exodus mula-mula itu adalah Paskah yang sifatnya keluarga. Saudara-saudara, ini adalah makan keluarga. Tetapi ketika nanti 10 Hukum itu datang melalui Musa, maka ini akan menjadi makan satu makanan seluruh bangsa. Tetapi suatu hari Israel akan makin lama makin besar, maka akan kembali menjadi family meal. Maka berkali-kali Yesus mengatakan hal-hal seperti ini, “Kasihilah satu dengan yang lain sebagaimana Aku mengasihi engkau.” Rasul-rasul mengatakan, “Saling menerima, saling mengampuni.” Yesus bahkan mengatakan jikalau engkau mau beribadah, tetapi engkau mempunyai suatu prasangka dengan sesamamu, selesaikan itu dulu baru engkau beribadah. Saudara-saudara, kesatuan. Kita sebagai orang-orang Kristen selalu memikirkan mengenai penebusan-penebusan dan kita tidak peduli dengan orang lain, kita tidak mudah untuk bergaul dengan orang lain. Saudara-saudara, ini bukan sesuatu hal urusan psychology, ini adalah sesuatu yang rohani. Saya sudah bicara mengenai elemen yang pertama adalah daging domba. 

Elemen penting ke-2 adalah roti tidak beragi. Malam itu seluruh bangsa Israel harus makan roti tidak beragi dan bukan itu saja, makan roti tidak beragi itu selama 7 hari berturut-turut. Jadi saudara-saudara, hari raya roti tidak beragi itu ada 7 hari dan hari pertamanya itu adalah hari domba dikorbankan di Bait Allah. Saudara-saudara, ada sesuatu yang aneh di sini. Kalau saudara membaca Exodus pasal 12, dengan baik-baik saudara membaca perlahan demi perlahan, saudara akan menemukan keanehannya. Urusan roti tidak beragi ini, Tuhan memerintahkan luar biasa keras. Yang makan roti beragi, maka dia harus dilenyapkan! Dan Tuhan mengatakan perayaan ini, ketetapan roti tidak beragi ini, persis seperti perayaan Anak Domba itu, itu harus merupakan ketetapan turun-temurun sampai selamanya. Saudara membaca dalam Exodus pasal 12, kata ‘harus’ itu begitu sangat ditekankan. Kamu harus makan roti tidak beragi. Apa maksudnya? Kenapa Tuhan begitu keras dalam urusan roti tidak beragi? 

Saudara-saudara, pertama-tama tentu kita akan mengerti kenapa orang Israel sebelum mereka keluar harus membuat roti tidak beragi dan membawa roti tidak beragi itu dalam perjalanannya, adalah karena buru-buru. Ragi perlu waktu untuk mengembang dan menghampiri semuanya, maka Israel harus buru-buru, dia tidak mungkin bisa membuat roti yang beragi. Tetapi kalau seperti itu saja, tidak mungkin Tuhan begitu serius. Dan yang melanggar hukumannya adalah mati. Maka kenapa harus roti tidak beragi yang dimakan? Ini adalah suatu pelajaran yang luar biasa penting sekali lagi. 

Saudara tahu untuk membuat ragi dari zaman Israel sampai sekarang, pada zaman lalu (pada zaman Israel), itu adalah fermentasi anggur dan kemudian disimpan di tempat yang hangat. Untuk ragi itu kemudian bisa berkembang, dimasukkan ke dalam adonan dan kemudian menunggu waktu untuk bisa berkembang. Sampai tadi dalam perjalanan, saya tanya sama istri saya, “Ragi ini sebenarnya benda hidup atau benda mati ya?” Saudara-saudara, karena ini bisa mati, tetapi kalau saudara-saudara berikan di tempat yang tepat, di suhu yang agak hangat, itu akan terus hidup. Membuat ragi itu waktunya lama. Dan pada waktu zaman Israel, jikalau ada adonan kemudian diberikan ragi, maka roti yang beragi ini, saudara-saudara perhatikan: maka kalau saudara mau membuat roti yang ke-2, saudara ambil sedikit adonan roti yang beragi yang pertama, dimasukkan di dalam adonan yang ke-2 sehingga ini bisa mengembang dan beragi, dan demikian seterusnya untuk roti yang ke-3, roti ke-4, dan roti ke-5. Sehingga saudara mengerti maka roti yang satu akan memiliki hubungan dengan roti yang sebelumnya. Maka apa artinya Israel harus makan roti tidak beragi? Artinya adalah pemutusan total dari kehidupan lamamu. Engkau tidak lagi punya relasi dengan kehidupan lamamu dengan Mesir! 

Orang Kristen yang sejati adalah orang Kristen yang meninggalkan dunia ini meskipun masih ada di dunia. Roti yang tidak beragi bicara mengenai new beginning, permulaan yang baru di dalam hidup. Itulah sebabnya saudara bisa melihat di dalam Keluaran 12:1-2. Ketika bicara mengenai Paskah, maka Allah membuat Paskah itu adalah bulan yang pertama dari keseluruhan bulan dalam tahun itu. Ketika bicara mengenai Paskah adalah bicara mengenai sesuatu yang baru, yang lepas, terpisah, tidak ada hubungannya lagi dengan yang lama. Itulah sebabnya saudara-saudara, ketika Israel di padang gurun, tiba-tiba mereka mengeluh seperti ini, “Oh di Mesir itu enak, aku dapat sayuran, aku dapat buah-buahan, aku bisa minum air di sana. Sedangkan di padang gurun ini, 40 tahun aku berjalan, semuanya kering kerontang dan seluruhnya setiap hari aku makan manna.” Orang Israel sangat-sangat menggerutu pada waktu itu. Dan saudara-saudara, apa yang dikerjakan oleh Tuhan kepada orang-orang Israel yang menggerutu? Allah kemudian memberikan burung puyuh, dan ketika burung puyuh itu jatuh dan mereka makan, Allah murka dan mematikan mereka detik itu juga. Kenapa Allah begitu marah ketika mereka menggerutu? Karena inti dari mereka menggerutu adalah mereka mau melibatkan diri mereka kembali terhubung dengan yang lama. Ingin bersatu lagi dengan Mesir. Ingin bersatu lagi dengan dosanya yang lama. Tidak bisa melihat anugerah dan kepuasan di dalam hidup baru yang Tuhan berikan. Mereka malah mengidam-idamkan suatu kehidupan yang dunia yang berdosa, bahkan mereka berada di dalam tekanan penjajahan pun, itu malah lebih baik daripada ikut bersama dengan Tuhan. Tuhan sudah bicara dalam Kitab Keluaran, “Jikalau ada yang makan roti yang beragi, harus lenyap.” Tidak ada yang tidak suci bisa bergabung bersama dengan Tuhan di surga. Saudara-saudara, hari itu adalah hari dari bulan pertama sepanjang tahun itu. 

Dan sekarang saya akan masuk ke sesuatu yang lebih penting lagi tentang roti yang tidak beragi ini. Pada waktu Yesus di perjamuan akhir, ada sesuatu yang unik kalau saudara perhatikan. Di dalam ke-4 Injil, tidak sekali pun menyebut hidangan domba Paskah. Apakah ada Domba Paskah di Perjamuan Yesus terakhir ini? Tadi poin yang pertama ini adalah sesuatu yang penting sekali. Domba Paskah sejak dari Exodus itu sudah dituliskan. Tetapi ke-4 Injil tidak menulis satu kalimat pun mengenai hidangan domba ini. Kalau saudara melihat scholar membahas itu panjang lebar, puluhan, ratusan buku mengenai hal ini. Dan yang lebih unik lagi, kenapa di perjamuan terakhir Yesus malah menunjuk roti dan anggur sebagai simbol korban-Nya dan bukan pada Domba Paskah? Bukankah seharusnya simbol redemption adalah Domba Paskah? Tetapi Yesus mengatakan, “Inilah tubuh-Ku yang dipecahkan bagimu. Inilah darah-Ku yang dicurahkan bagimu.” Saudara-saudara, lihat ada suatu perubahan arah dari simbol yang dipakai Tuhan untuk menyatakan karya keselamatan. Mengapa Kristus tidak menyebut-nyebut mengenai domba ini? Dan mengapa Yesus melakukan perubahan ini? 

Saudara-saudara, ini adalah suatu yang penting. Jawabannya adalah karena Yesus tahu bahwa persembahan Anak Domba Paskah itu akan berhenti. Sekali lagi. Yesus tahu bahwa persembahan Anak Domba Paskah itu akan segera berhenti. Minimal ada 2 hal. Hal yang pertama adalah Yesus tahu bahwa di dalam beberapa tahun ke depan Bait Allah akan dihancurkan. Yesus sendiri sudah menubuatkan hal ini. Suatu hari murid-murid-Nya mengatakan kepada Yesus, “Lihatlah Bait Allah ini, hebatnya luar biasa!” Tetapi Yesus kemudian mengatakan, “Engkau katakan hebat, nanti akan ada waktunya bahwa satu batu tidak akan menumpuk di atas batu yang lain.” Pada tahun 70 ADJenderal Titus mengepung dan kemudian menghancurkan Bait Suci. Dan ketika Bait Suci itu terbakar, mereka sangat kaget karena mereka melihat ada cairan emas keluar dari lapisan batu bata yang dipakai. Seluruh batu itu kemudian dibuka satu persatu untuk mendapatkan emas itu. Itulah sebabnya Bait Allah itu tidak ada lagi di dalam waktu dekat. Padahal ritual pemotongan anak domba itu tergantung dari beradanya Bait Allah, keluarga demi keluarga tidak bisa memotong sendiri, harus di Bait Allah. Yesus tahu bahwa persembahan Domba Paskah itu akan berakhir nantinya. Itu adalah alasan pertama mengapa ke-4 Injil tidak berbicara apa pun saja mengenai Domba Paskah. 

Tetapi hal yang ke-2 yang lebih penting daripada itu adalah karena Domba Paskah yang dimakan orang Israel setiap tahunnya itu adalah menunjuk kepada Mesias, dan itu adalah Yesus Kristus sendiri. Sebentar lagi korban Paskah itu akan mengalami penggenapannya, yaitu Yesus Kristus, Domba Allah yang akan dimatikan. Karena kematian Yesus Kristus, pembunuhan anak domba tidak diperlukan lagi. Dan akan sangat aneh jikalau kita pemercaya diharuskan membunuh anak domba untuk memperingati fakta bahwa mereka tidak perlu lagi membunuh anak domba. Maka di dalam perjamuan terakhir, Yesus mengokohkan suatu ritual yang sederhana tetapi memiliki makna kedalaman yang sama di dalam redemption, tanpa mengurangi sifat pengorbanannya. Dan ritual yang sederhana ini kemudian dijadikan sakramen, diinstitusikan dan itu akan tersebar ke seluruh gereja di seluruh muka bumi seluruh bangsa. Maka Yesus menggunakan roti dan anggur yang juga merupakan elemen dari Passover meal. Saudara-saudara sekarang perhatikan, bahwa dengan roti dan anggur maka sakramen itu tidak bergantung lagi kepada ritual Bait Allah. Dan dengan roti dan anggur maka seluruh manusia di muka bumi yang percaya ini, bangsa apa pun saja bisa melakukan sakramen ini. Sekali lagi, ini adalah suatu simbol berkenaan dengan redemption, sama seperti anak domba, tetapi saudara-saudara masih ingat dalam poin yang pertama memakan anak domba, itu adalah suatu simbol untuk perintah kesatuan. Lalu bagaimana dari perintah ini bisa digenapi oleh roti dan anggur? Sama, karena roti dan anggur harus dimakan bersama, sama dengan domba paskah itu di meja makan bersama. Tetapi lebih daripada itu, Saudara-saudara perhatikan 1 Korintus 10:16. 1 Korintus pasal 10:16 & 17 menyatakan, “Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti adalah satu, maka kita, sekali pun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.” 

Sekali lagi, ketika saudara-saudara bicara mengenai perjamuan Tuhan, Perjamuan Kudus, ketika saudara dan saya mengangkat roti dan memakannya, mengangkat anggur dan meminumnya, saudara selalu akan berpikir berkenaan dengan redemption dan itu tidak salah. Tetapi saudara-saudara, ada makna ke-2 yang sama pentingnya, ini adalah bicara mengenai unity. Maka, jikalau hati kita tidak mau untuk menerima satu dengan yang lain, kita sebenarnya tidak berbagian di dalam perjamuan Tuhan ini. Kita bahkan tidak tahu apa yang Tuhan itu maksudkan. Dan kalau saudara-saudara membaca kitab Lukas dalam poin ini, Yesus mengajarkan berkenaan dengan unity ini di dalam perjamuan terakhir, adalah di tengah-tengah seluruh murid-Nya saling mengadu mengatakan siapa yang lebih besar satu dengan yang lain. Sekali lagi, bicara mengenai perjamuan terakhir, Yesus bicara berkenaan dengan perjamuan Paskah di Exodus atau pun Perjamuan Kudus di tempatnya kita, maka saudara memikirkan pertama mengenai redemption, ke-2 berkenaan dengan unity. 

Hal yang ke-3 saya akan bicara secara singkat saja. Elemen yang ke-3 adalah sayur pahit. Ini bicara mengenai celery atau lettuce, dan sebelum dimakan dicelupkan ke dalam air garam. Ini adalah makanan pembuka sebelum makanan utama itu disajikan. Sayur pahit yang dicelupkan dalam air garam adalah bicara berkenaan dengan kepahitan Israel sewaktu diperbudak di Mesir sepanjang 430 tahun. Maka sayur pahit ini disebut dalam bahasa aslinya dalam bahasa Israel adalah maror. Kalau saudara-saudara mengingat maror, saudara mungkin mengingat mara. Saudara mengingat maradari mana? Yaitu kitab Ruth. Naomi itu sudah kehilangan suaminya dan ke-2 anak laki-lakinya dan kemudian kembali ke Yerusalem dan kemudian orang memanggilnya Naomi, tapi Naomi mengatakan, “Jangan panggil aku Naomi, panggil aku Mara, karena Tuhan sudah memukul aku sedemikian keras sehingga aku sangat-sangat pahit.” Saudara, kita mesti ingat bahwa di tengah-tengah seluruh pekerjaan Allah menyelamatkan orang Israel dengan tangan yang sangat kuat, backdrop-nya itu adalah evil yang luar biasa jahanam, suatu kepahitan yang sudah 430 tahun lamanya. Maka, setiap tahun orang Israel bersama dengan anak-anaknya makan Paskah, mereka makan sayur pahit ini, dan kemudian seluruh keluarga itu oleh orang tuanya diceritakan apa yang terjadi. Dan kalau saudara-saudara melihat di dalam kitab Yohanes secara khususnya, sangat mungkin Yesus mencelupkan sayur pahit ini dan memberikannya kepada Yudas dan setelah itu Yudas pergi untuk mengkhianatinya. 

Dan sekarang adalah elemen yang ke-4. Saudara-saudara, elemen ke-4 yang ada di dalam perayaan perjamuan terakhir Yesus Kristus adalah anggur. Minum anggur di dalam perjamuan Paskah itu dilakukan 4 kali. Dan keempat anggur menyimbolkan 4 berkat yang ada di dalam Keluaran 6:5-6. saudara lihat di dalam dua ayat ini, ada 4 berkat yang besar dan nanti setiap berkatnya itu adalah diwakilkan dengan meminum anggur. Saudara perhatikan, maka di dalam Exodus 6:6-7 mengatakan, “Sebab itu katakanlah kepada orang Israel: Akulah Tuhan, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir.” Itu adalah berkat pertama. Ke-2 adalah: “Aku akan melepaskan kamu dari perbudakan mereka.” Itu adalah berkat ke-2. Sekarang berkat ke-3, “Aku akan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat.” Dan kemudian berkat yang ke-4, “Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.” Empat berkat ini diucapkan di dalam tatanan dari Passover meal dengan 4 kali minum anggur. 

Mari kita sekarang akan melihat sedikit apa yang terjadi di dalam Passover Seder סֶדֶר. Saudara-saudara, seder סֶדֶרitu artinya adalah order (tatanan). Saya akan jelaskan saudara-saudara. Di dalam orang Israel, ketika bicara berkenaan dengan Passover celebration, itu adalah sesuatu yang besar, itu bukan cuma makan Paskah. Passover celebration itu adalah termasuk hari raya roti tidak beragi. Dan awalnya itu adalah hari raya Paskah. Nah sekarang di dalam hari raya Paskah itu ada Passover meal, ada makan malam Paskah. Dan di dalam Passover meal itu ada susunannya, itu namanya adalah seder סֶדֶר. Kalau saudara-saudara membaca buku-buku di mana pun, kita akan sangat kebingungan karena setiap generasi itu memiliki susunan yang berbeda-beda, kadang ada yang panjang ada yang pendek. Di Injil, maka saudara akan menemukan hal-hal yang penting yang menjadi inti saja yang dimunculkan di sini. Dan kalau saudara-saudara melihat dari Passover sederסֶדֶר di dalam tahun-tahun ini, saudara akan menemukan minimal ada mungkin 11, mungkin 15 daripada tatanan. Saya berusaha untuk membuang sesuatu yang membuat saudara-saudara kebingungan. Sekarang saya akan munculkan Passover sederסֶדֶר yang lebih disederhanakan. 

Mari kita melihat sekarang susunannya. Saudara-saudara, perhatikan di dalam 10 dari tatanan ini. Yang pertama adalah ada berkat dan kemudian berkat itu adalah dari yang head, papa dari seluruh keluarga itu. Dan setelah berkat, kemudian langsung seluruh keluarga akan minum cawan yang pertama. Cawan yang pertama itu adalah cawan berkat dari Exodus 6:6,“Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir.” Dan setelah itu kemudian mencuci tangan. Setelah itu kemudian makan sayur pahit yang tadi itu sangat mungkin diberikan kepada Yudas. Lalu kemudian membuka penutup dari roti tidak beragi itu dan kemudian cawan yang ke-2 diisi. Lalu yang ke-5, ketika cawan yang ke-2 masih terisi dan belum diminum, kemudian kepala keluarga itu menceritakan pekerjaan Tuhan di dalam Exodus, lalu diakhiri dengan menyanyi Hallel, itu adalah Mazmur pasal 113 sampai 114. Setelah itu seluruh keluarga akan meminum cawan yang ke-2. Cawan yang ke-2 adalah berkat yang ke-2 yaitu, “Aku akan melepaskan kamu dari perbudakan mereka.” Sekarang masuk ke bagian yang ke-6. Bagian yang ke-6 adalah inti dari seluruh Passover meal, yaitu mereka memecahkan roti itu dan membagikannya. Dan saudara-saudara di tempat ini, maka Yesus mengatakan, “Inilah tubuhku yang dipecahkan bagimu.” Dan kemudian masuk dalam urutan yang ke-7 adalah menceritakan kembali, menghidupkan kembali kisah dari Exodus lagi. 

Saudara-saudara, saya pause sebentar di dalam poin yang ke-7 ini. Salah satu tujuan utama dari Passover meal bagi orang-orang Israel adalah mereka mengingat. Itulah sebabnya Yesus mengatakan, “Ingatlah akan Aku.” Tetapi saudara harus mengerti bahwa pengertian orang Israel mengingat itu bukan cuma pekerjaan kognitif. Ketika bicara mengenai mengingat adalah mengingat untuk engkau itu berespon pada masa kini dan masa depan. Jadi bukan cuma mengingat terus kemudian menjadi suatu memori yang romantik di di masa lampau, tetapi adalah mengingat untuk mendorong kepada ketaatan. Ini adalah sesuatu yang menjadi inti, salah satu inti dari tujuan kenapa perayaan Passover meal itu diperlukan. Dan setelah mengingat dan menghidupkan kembali cerita penebusan di Exodus, maka seluruh keluarga meminum cawan yang ke-3 dan itu disebut sebagai the cup of redemption. Ayatnya ada di tempat, “Aku menebus engkau dengan tangan yang teracung dengan hukuman-hukuman yang berat.” Dan ketika Yesus mengangkat cawan itu dan kemudian membagikan, Yesus mengatakan, “Inilah cawan perjanjian yang baru.” Sekali lagi saudara-saudara perhatikan, bahwa Yesus memakai perayaan Paskah orang-orang Israel, tetapi Dia memasukkan arti yang baru dan mengarahkan kepada sesuatu yang baru, bukan kepada domba lagi tetapi kepada roti dan anggur. Setelah itu maka cawan yang ke-4 kemudian diisi. Cawan ke-4 yang diisi sudah ada di meja, dan mereka akan menyanyikan Hallel lagi, Mazmur pasal 115 sampai 118. Kalau saudara-saudara membaca misalnya Mazmur 118, maka dikatakan, “Hari ini adalah hari yang dijadikan Tuhan.” Saudara-saudara, ada nyanyian di Indonesia ‘Hari ini, hari ini, harinya Tuhan’, itu adalah Mazmur pasal 118. Dan ini adalah yang dinyanyikan oleh Yesus Kristus dari sejak Dia ada di meja sampai nanti Dia menuju ke tempat doa dari Yohanes pasal 17. 

Saudara-saudara, setelah cawan ke-3, cawan ke-4 itu diisi dan menyanyikan Hallel, maka biasanya seluruh keluarga akan meminum cawan yang ke-4 itu yang adalah cawan pujian. Dan berkat yang akan diucapkan yaitu: “Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.” Ini disebut sebagai the cup of praise. Tetapi saudara-saudara, ada sesuatu yang unik di sini, tempat ini, pada saat ini, kemudian Yesus mengatakan, “Aku tidak akan meminumnya lagi.” Dia meninggalkan cawan ke-4 itu dan tidak meminumnya. Dan Dia mengatakan, “Aku tidak akan meminumnya sampai kerajaan Allah itu datang.” Yesus tahu belum saatnya untuk Dia meminum cawan ke-4 ini. Belum saatnya untuk seluruh umat itu mengadakan suatu puji-pujian. Yesus meninggalkan cawan yang ke-4 dan tidak meminumnya, karena Dia tahu Dia memiliki cawan lain yang harus diminumnya terlebih dahulu sebelum cawan ke-4 ini diminum, yaitu cawan penderitaan dan kematian. Cawan murka Allah harus diminum terlebih dahulu sebelum cawan ke-4 ini diminum. 

Suatu hari lagi Kerajaan Allah akan sepenuhnya ditegakkan dan Yesus Kristus akan duduk di Perjamuan Mesianik yang meresmikan zaman yang baru. Kemudian setelah pekerjaannya itu selesai dan kemenangannya itu sempurna, Ia akan meminum cawan ini bersama dengan murid-muridnya, dan bukan itu saja, tapi bersama dengan seluruh orang yang ditebus-Nya, gereja Tuhan yang sejati. Namun tidak untuk saat ini, salib itu masih ada di depan-Nya. Dia meninggalkan cawan yang ke-4 ini dan kemudian Dia meminum seluruh cawan murka Allah itu sampai tuntas. Dan setelah Dia mati di atas kayu salib, Dia naik ke surga duduk di sebelah kanan Allah. Alkitab mengatakan Dia menyiapkan tempat bagi kita. Dan di sana Dia menunggu satu per satu dari mempelainya itu datang kepada Dia tanpa cacat tanpa kerut atau yang serupa itu, dari setiap suku setiap bangsa setiap bahasa di seluruh generasi. Dan setelah seluruh umat pilihan itu genap jumlahnya, maka perjamuan Anak Domba itu akan terjadi. Dia akan mengangkat di depan kita cawan yang ke-4, cawan puji-pujian, untuk selama-lamanya. Itu adalah perjamuan kawin Anak Domba. Dan apakah sekarang saudara tahu seluruh perjamuan ini memiliki satu per satu daripada koneksinya? Perjamuan paskah Israel, perjamuan akhir dari Yesus Kristus dan perjamuan nikah Anak Domba, seluruhnya menjadi satu kesatuan. Yesus sendiri mengatakan, “Aku tidak meminumnya sekarang, tetapi Aku akan meminumnya ketika kerajaan Allah itu datang.” Yesus sendiri sudah menubuatkan dalam perjamuan terakhir itu kemenangannya. Yesus sendiri sudah menetapkan bahwa akan ada Aku minum pada waktu itu. Saudara perhatikan, perjamuan terakhir membawa murid matanya kepada masa lalu yaitu kepada perjamuan Paskah dalam Exodus, tetapi Yesus juga membawa mereka matanya ke depan, kepada eskatologi, kepada akhir zaman, kepada perjamuan pernikahan Anak Domba. 

Dan itulah yang terus-menerus Yesus katakan, “Lakukan ini untuk mengingat Aku.” Saudara-saudara, bukan saja mengingat akan Dia mati, sudah pasti itu, tetapi mengingat juga perkataannya. “Aku akan minum lagi, Aku akan menang.” Seluruh gereja akan muncul di hadapan tahta Allah di dalam perjamuan kawin Anak Domba itu. Tidak ada satu pun yang meleset, tidak ada satu pun yang sudah dipilih akan binasa. Paulus mengatakan 1 Korintus 11:26, mari kita membaca bersama-sama: “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.” Hari itu pada Perjamuan Kawin Anak Domba, maka gereja Tuhan akan terlihat sangat putih sangat suci sangat murni sangat cemerlang. Alkitab mengatakan memakai kain linen yang putih bersih. Kalau saudara-saudara membandingkan dalam kitab Wahyu dengan pelacur, di dalamnya itu ada benda-benda mulia dan ada emas perak yang dimilikinya, tapi gereja Tuhan itu memakai kain linen yang putih bersih. Yesus sendiri akan berhasil untuk menyucikan kita, menyucikan orang-orang pilihan-Nya, dan kita menantikan hari itu. Apakah engkau menantikannya seturut dengan apa yang Tuhan sendiri hatinya menuju ke sana? Apakah engkau mendengarkan kalimat Yesus, “Aku sangat ingin minum makan Paskah ini bersama dengan engkau.” Ketika saya mempersiapkan khotbah hari ini, saya membaca Yohanes di dalam kitab Wahyu dan di akhir dari kitab ini maka Tuhan mengatakan, “Aku datang segera.” Dan Yohanes mengatakan, “Datanglah Tuhan, datanglah segera.” Dan itu adalah pengharapan kita. Kiranya kasihan Tuhan memimpin kita, membawa kita makin mengerti cinta kasih-Nya. Mari kita berdoa. 

 
 
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more