Ringkasan Khotbah

4 May 2025
Kebangkitan Yesus dan Kerajaan Allah
Pdt. Agus Marjanto, M.Th · Yoh 3:3,5; Kis 1:3

Yoh 3:3,5; Kis 1:3

Kita terus memikirkan mengenai kebangkitan Yesus Kristus. Alkitab mengatakan 40 hari setelah Yesus bangkit, Dia tetap ada di bumi ini. Dia menampakkan diri kepada Maria. Dia menampakkan diri kepada Petrus. Dia menampakkan diri kepada rasul-rasul. Dia menampakkan diri kepada Tomas. Dia menampakkan diri kepada 500 orang lebih. Sebelum pergi ke surga, berapa lama? 40 hari. Sekarang pertanyaannya adalah: ‘Engkau menampakkan diri untuk apa Tuhan?’ Tidak seperti pikiran kita. Dia bukan menampakkan diri untuk show off. “Hei, saya sudah bangkit ya. Kau percaya sama aku ya! Eh, engkau Tomas, kau tidak percaya? Engkau harus percaya sama aku ya. Aku sudah bangkit ya.” Yesus menampakkan diri bukan untuk pamer. Alkitab mengatakan, Dia menampakkan diri, menampakkan diri berulang-ulang sepanjang 40 hari untuk satu bisnis. Untuk satu hal saja, yaitu menyatakan Kerajaan Allah. Dia mengajar Kerajaan Allah. 

VBS dalam beberapa bulan, kita harap ada ratusan orang di sini dan akan mengajar Parables of the Kingdom of God. Seluruh dari pelayanan Yesus, seluruh yang Dia kerjakan, seluruh pengajaran dari parables-Nya, kalau saudara teliti baik-baik, hanya bicara satu hal yaitu Kerajaan Allah. Kenapa harus bicara begitu banyak untuk satu hal? Karena Kerajaan Allah sesuatu yang luar biasa besarnya. Kerajaan Allah diajarkan Yesus setiap parablesnya memiliki aspek-aspek tertentu dari Kerajaan Allah. Yesus inkarnasi. Yesus mengajar. Yesus mati. Yesus bangkit. Seluruhnya adalah untuk menghadirkan satu hal, Kerajaan Allah. Ketika Dia naik ke surga, Dia menurunkan Roh Kudus-Nya, membuat satu persatu orang pilihan-Nya lahir baru. Orang yang lahir baru bisa melihat, bisa masuk, bisa berkarya, bisa menjadi saksi untuk Kerajaan Allah! Itu sesuatu yang luar biasa penting. 

Semua anak-anak remaja, kalau engkau sudah menyerahkan dirimu kepada Kristus, maka engkau harus tahu kenapa engkau tidak mati hari ini dan pergi ke surga? Karena Allah memiliki satu rencana dalam hidupmu yaitu meneguhkan Kerajaan-Nya dalam hatimu, dan mengekspansi Kerajaan-Nya melalui hidupmu. Ini adalah isi hati Yesus. Yesus sendiri mengatakan, “Engkau murid-Ku, jikalau engkau mau berdoa, berdoalah demikian: Bapa kami di Surga.” Bukan ‘Bapa-Ku’ tetapi ‘Bapa kami‘, itu artinya engkau semua murid-Ku. Engkau bersuara dengan teriakan yang sama. Engkau berdoa dengan doa yang sama. “Bapa kami yang di surga. Dikuduskanlah nama-Mu. Datanglah Kerajaan-Mu.” 

Bisnis kita adalah Kerajaan Allah. Kalau saudara dan saya dilahirbarukan, engkau harus tahu. Kita harus tahu bahwa kita adalah orang-orang yang diberikan umur untuk mengokohkan Kerajaan Allah di muka bumi ini. Di dalam diri kita, dalam keluarga kita, dalam masyarakat kita dan juga di tengah-tengah dunia. Karena hanya dengan itu, maka kemuliaan Bapa di surga terjadi di muka bumi. Alkitab mengatakan: ‘Maka kemuliaan Allah akan menyapu ke seluruh muka bumi.’ Oh, kalimat itu kalimat yang bagus, bukan? Oh, kemuliaan Allah menyapu seluruh muka bumi. Tetapi, kita lupa tanya bagaimana caranya? Bagaimana Tuhan melakukan semuanya ini? Alkitab mengatakan: ‘Bapa kami di surga. Dikuduskan, dipermuliakanlah nama-Mu’. Kemudian, Kerajaan Allah datang di dalam diriku dan melalui diriku kepada dunia, melalui apa? Melalui datanglah Kerajaan-Mu. Jadi kehendak-Mu di bumi seperti di surga. 

Perhatikan kalimat dari Yesus. Mata Yesus adalah bumi. Saudara berpikir kita mau masuk ke surga, maka mata kita ke surga. Ya, suatu hari kita akan berkumpul dengan Allah, tinggal di dalam Kerajaan-Nya di surga. Tetapi dalam Kitab Wahyu pun, bukan bumi ditarik ke surga. Tetapi sebaliknya, seluruh consummation terjadi jika surga turun ke bumi. Di sini. Di Alexandria. Di perumahan saudara. Itu adalah sesuatu pengajaran Alkitab. Kita selalu berpikir, kita kerja di sini, menderita di sini, sudah pokoknya aku ingin pergi ke surga. Aku sudah terima Yesus Kristus. Pokoknya kalau mati pergi ke surga. Apa yang aku kerjakan di sini adalah bisnisku, pergumulanku, penderitaanku, semuanya di sini. Tidak, kita ada di sini. Kita bukan hidup dengan bisnis kita. Kita hidup dengan bisnis Kerajaan Surga. Saudara dan saya tidak mungkin bisa mengerti prinsip ini, kecuali saudara dan saya lahir baru. Saudara tidak mungkin bicara ini kepada orang Kristen yang belum lahir baru. Karena Yesus sendiri mengatakan, “Barangsiapa yang lahir baru, baru dia bisa melihat Kerajaan Allah.” Barangsiapa itu lahir baru, maka dia bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah. Barangsiapa yang lahir baru, dia bisa melihat Kemuliaan Allah di dalam Kerajaan-Nya. Barangsiapa yang lahir baru, dia bisa melihat dan dia bisa mengakui bahwa Allah di dalam Kristus Yesus memerintah atas hidupnya. Jikalau dia belum lahir baru, dia tidak mungkin bisa melihat. Kalau dia tidak lahir baru, dia tidak mungkin masuk. Kalau dia tidak lahir baru, dia tidak mungkin bisa submit. Maka, di sini kelahiran baru artinya saudara dan saya yang tadinya mati rohani, kemudian dihidupkan. Apa artinya ‘dihidupkan’? Saudara dan saya makin menyadari, tiba-tiba saudara dan saya menyadari ada Allah yang bertakhta dan ada Allah yang memiliki kehendak dalam hidupku. Apa itu kelahiran baru? Tiba-tiba, kita menyadari bahwa hidup yang hanya satu kali ini adalah hidup yang seharusnya ditaklukkan oleh Kristus Yesus. Hidup yang seharusnya didedikasikan bagi Kristus. Hidup yang dipakai secara habis-habisan oleh Kristus Yesus. Saudara dan saya tidak mungkin bisa dapat kesimpulan ini, kecuali saudara dan saya dilahirbarukan. Itulah sebabnya kenapa dalam Alkitab kelahiran baru itu sangat-sangat penting dan itulah sebabnya kenapa di dalam gereja begitu banyak kepalsuan. Di dalam gereja banyak orang Kristen palsu. Mungkin juga di gereja kita banyak orang Kristen palsu. Dia pergi ke gereja. Dia aktif di gereja, tetapi sebenarnya tidak pernah melihat kemuliaan Kerajaan Allah. Orang yang melihat kemuliaan Kerajaan Allah, Alkitab mengatakan: ‘Orang itu seperti seorang yang pergi ke ladang, kemudian dia bekerja di sana. Itu adalah ladang milik orang lain. Dan ketika dia menggali ladang itu, ternyata ada harta yang terpendam di sana. Oh, dia melihat ini harta yang sangat-sangat berharga, maka dia menutupnya dan dia pulang.’ Alkitab mengatakan: ‘Dia menjual semuanya. Dia datang kepada pemilik ladang itu untuk menyerahkan seluruh uang yang didapat itu untuk membeli ladang itu,’ Yesus mengatakan, “Hal Kerajaan Surga adalah seperti ini.” Maka apa artinya? Orang yang sudah dibukakan tentang Kerajaan Allah, dia memiliki nilai hidup yang berlainan daripada sebelumnya. Kalau saudara-saudara belum dibukakan Kerajaan Allah, belum ada kelahiran baru, saudara pergi ke gereja pun mesti disuruh-suruh. Baca Firman pun mesti disuruh-suruh. Jangan bicara mengenai hidup berdedikasi bagi Allah, karena seluruhnya cuma agama dan Yesus sendiri sudah mengatakan, “Orang yang beragama itu bebannya besar, berat sekali, karena isinya cuma boleh ini, tidak boleh itu.” Saudara cuma lihat aturan ini, aturan itu. Saudara akan lelah sekali. Saudara akan rasa seperti ada satu batu besar menimpa saudara. Saudara akan berjalan pergi ke gereja itu pun, susahnya luar biasa. Yang membuat engkau pergi ke gereja hanya satu, yaitu rasa bersalah. Cuma rasa bersalah. Tetapi kalau orang lihat Kerajaan Allah, maka saudara akan melihat kebesaran Allah, kemuliaan-Nya, keindahan-Nya dan pekerjaan-Nya yang luas dan begitu menggairahkan di dalam hidup kita. Di dalam hatimu akan ada api. Dan engkau tidak rela api itu dimatikanoleh dosa, oleh dunia, karena itu begitu menggairahkan hidup. Begitu besar melebihi daripada apa yang kita bisa duga. Kerajaan Allah begitu berharga. Ya, ketika kita melakukannya, ketika kita taat kepada Dia, maka itu sulit, maka itu akan bertentangan dengan dunia ini, tetapi Yesus Kristus mengatakan, “Jangan khawatir, cari dulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka Aku menambahkan segala sesuatunya kepadamu.” 

Kalau saudara dan saya dilahirbarukan, maka saudara dan saya memiliki satu bisnis di dunia ini. Apa Pak? Beribadah? Mendidik anak? Hidup baik? Hidup suci? Mengabarkan Injil? Apa Pak tugasnya? Semua itu adalah permukaan luar. Saya sekarang mau tanya, “Saudara melakukan itu semua untuk apa?” Mendidik anak, Pak di dalam kekristenan. Saya tanya, “Engkau mendidik anak untuk apa?” Untuk anakku baik, untuk engga nakal, supaya engga bikin saya malu, untuk jadi orang Kristen yang nanti sukses. Tidak! Saudara dan saya mendidik anak supaya Tuhan menguasai dia, supaya dia tahu bahwa hidupnya adalah untuk satu, yaitu menggenapi seluruh panggilan Allah di dalam hidup, supaya dia tahu, dia memiliki satu bisnis sepanjang hidupnya, yaitu menghadirkan Kerajaan Allah di dalam dirinya dan melalui dirinya untuk dunia. 

Saudara, kita pergi ke sini untuk apa? Saya berkhotbah untuk apa? Oh, untuk membuat karakter kita menjadi lebih baik. Lebih baik pergi ke gereja, daripada ke nightclub. Bukan! Kita pergi ke gereja adalah untuk mendengarkan Firman. Kita melayani supaya Firman Tuhan itu berkuasa, bertakhta dan membuat kita boleh taat dengan anugerah Roh Kudus-Nya. Tuhan memasukkan kita di dalam Kerajaan-Nya dan ada misi Allah bagi kita di tengah-tengah dunia. Di dalam kerajaan-Nya, Dia memiliki kehendak dan juga Dia memiliki perintah untuk kita kerjakan. Orang-orang yang lahir baru akan melihat perintah itu menjadi sesuatu privilege yang besar. Dia akan mau rela, meskipun sulit. Dia akan mau dengan sukacita melangkah untuk melakukan perintah itu, meskipun dia mesti sangkal diri. Kadang kita itu gagal, tetapi kita akan bangkit lagi kemudian berjalan, belajar di dalam ketaatan. 

Saudara-saudara, seluruh remaja, dan seluruh pemuda, kalau engkau sudah kenal Kristus, kalau engkau sudah dilahirbarukan, engkau akan mengerti apa yang saya katakan. Kita memiliki satu bisnis. Bukan mendirikan company kita. Ya, mungkin Tuhan akan memakai itu. Bukan untuk membuat kita sukses. Ya, mungkin Tuhan akan memakai itu. Bukan membuat engkau menjadi pelajar ranking satu. Ya, mungkin Tuhan akan memakai itu. Tuhan akan memberikan kepadamu anugerah supaya engkau boleh menjadi nomor satu, tetapi itu bukan ending dari semuanya. Tetapi ending dari semuanya adalah satu hal, Kerajaan-Nya hadir di dalam diri kita, seluruh kehendak-Nya jadi. Di dalam hidup kita, di dalam keluargamu, di dalam seluruh pekerjaanmu dan juga melalui hidup kita yang hanya satu kali, engkau mengabarkan kerajaan-Nya, mengekspansi Kerajaan-Nya. 

Saya akan akhiri dengan satu kalimat sederhana ini. Life is like a coin. You can spend it, but just only once (Hidup itu adalah seperti koin, engkau mau pakai untuk apa?) Engkau mau gunakan untuk apa? Engkau dilahirbarukan, untuk bisa melihat Kerajaan Allah, untuk bisa masuk dikuasai oleh Allah. Dan sepanjang 40 hari, Yesus, Dia menunda pergi ke Surga. Dia pergi mengajar tentang satu hal ini, Kerajaan Allah. Kiranya kasihan Tuhan boleh menggugah hati kita. Mari kita berdoa. 

 
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more