Kis 1:8-11
Ayat-ayat ini jelas mengatakan sebelum Yesus Kristus ke Surga kalimat terakhir yang keluar dari mulut-Nya adalah, “Kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem, Yudea, Samaria, sampai ke ujung bumi”. Saudara perhatikan, ini adalah kalimat terakhir dari Yesus sebelum Dia naik ke Surga, tidak ada kalimat lain lagi setelah kalimat ini. Kalimat ini sebelumnya adalah “Pergi, jadikan seluruh bangsa murid-Ku”. Saudara-saudara ini adalah kalimat yang keluar dari isi hati Yesus Kristus tepat sebelum Dia naik ke Surga, artinya tepat Dia meninggalkan murid-murid-Nya. Yesus tidak menyatakan di kalimat terakhir-Nya adalah, “Jadilah penatua, jadilah pengurus gereja, jadilah engkau aktif ya semua di gereja.” Ya itu tidak salah, tetapi Yesus menyatakan, “Engkau menjadi saksi-Ku, apa pun jabatanmu, apakah engkau penatua, jadilah saksi-Ku, apakah engkau hamba Tuhan, jadilah saksi-Ku, apakah engkau jemaat biasa, jadilah saksi-Ku.” Tetapi bukan itu saja, ketika bicara berkenaan dengan saksi, itu bukan sesuatu statement, status berhenti, titik di situ, statis, tetapi ada sesuatu yang bergerak. Ya Tuhan aku jadi saksi, aku duduk di sini, aku bisa jadi saksi, tetapi Yesus tidak mengatakan demikian. “Kamu adalah saksi-saksi-Ku dari Yerusalem, Yudea, Samaria, sampai ke ujung bumi.” Ini bicara misi, ini bicara mengenai ‘keluar’, ini bicara berkenaan bagaimana melalui diri pribadi, melalui gereja, saudara-saudara keluar menjadi saksi Kristus. Di dalam kasus dari murid-murid-Nya, maka injil itu melalui hidup mereka, bergerak keluar dari gereja Yerusalem ke tempat yang lain. Sekali lagi Saudara-saudara, biarlah kita boleh mengerti misi itu bukan aktivitas gereja. Lalu misi itu apa? dan bagaimana misi itu ada hubungannya dengan Kristus naik ke Surga? Secara sederhana maka saya akan bicara mengenai 3 hal ini di dalam beberapa ayat yang begitu jelas bagi kita.
Pertama adalah misi, gerakan Injil oleh murid-murid yang bergerak keluar dari Yerusalem itu adalah hasil dari perintah mulut Yesus Kristus itu sendiri. Saudara-saudara perhatikan dan biarlah saya boleh dengan hati yang jujur dan tulus di hadapan Tuhan. Saudara mari uji Firman, jujur kepada diri kita sendiri, perhatikan baik-baik apa yang saya akan bicara di tempat ini. Ada orang yang bertanya mengapa harus misi? Mengapa gereja harus bermisi? Maka saya akan menjawab dan lihat baik-baik. Titik referensinya bukan saya dan bukan saudara, tetapi titik referensinya adalah Alkitab, bukan mengapa gereja harus bermisi? Tetapi saudara-saudara perhatikan, gereja itu ada untuk misi. Gereja itu ada untuk misi. Saudara dan saya sudah diselamatkan, dan saudara dan saya belum ke surga adalah untuk satu tugas ini, yaitu misi. Gereja ada bukan untuk mengumpulkan orang Kristen, gereja ada untuk diutus keluar. Kenapa gereja ada untuk misi? Karena Kristus tidak ada lagi di bumi. Kristus memiliki satu tugas di dalam hati-Nya dan tugas itu adalah menghadirkan Kerajaan Allah di muka bumi ini. Dan Dialah yang membuka Kerajaan Allah hadir di muka bumi ini, dan setelah tugas-Nya itu selesai, maka kemudian Dia naik ke Surga dan sebelum Dia naik ke Surga, Dia mengumpulkan gereja-Nya yang sejati, tidak ada Yudas di situ. Dan seluruh murid-Nya sudah dididik 3,5 tahun lamanya, memiliki satu tugas ke depan, melanjutkan apa yang Yesus sudah kerjakan, yaitu memperluas dari Kerajaan Allah yang sudah dimulai oleh kehidupan Yesus di muka bumi. Yesus yang tadinya mencari jiwa-jiwa, sekarang Dia tidak lagi bisa mencari jiwa-jiwa, karena tubuh-Nya sekarang di surga. Dia menyerahkan itu kepada kita, tongkat estafet itu sekarang diberikan Kristus kepada kita. Apakah kita tidak berdosa kalau kemudian kita menyimpannya sendiri?
Saudara-saudara, jelas sekali, Yesus sebelum pergi ke surga Dia mengatakan, “Pergi, jadikan seluruh bangsa murid-Ku dan ajarkan apa yang Aku katakan kepadamu.” Saudara-saudara, ketika Yesus itu sudah tidak ada lagi di muka bumi, sekali lagi tugas-Nya diberikan kepada gereja. Saudara-saudara, tentu gereja tidak memiliki kekuatan, kuasa dan ability di dalam mengerjakan ini sendiri, harus ada Roh Kudus. Dan minggu depan kita memperingati Roh Kudus hadir. Kita tidak bicara berkenaan dengan Roh Kudus di tempat ini sekarang, tetapi kita harus menyadari, misi bukan aktivitas gereja, misi adalah alasan kenapa gereja itu ada.
Sekarang pertanyaannya adalah misi itu apakah harus pergi ke tempat jauh? Jawabannya adalah kehendak Allah yang jadi. Ada orang yang ditentukan untuk melakukan misi di tempat yang dekat atau kadang ke tempat yang jauh. Tetapi sekali lagi yang saya mau tegaskan, pasti pergi. “Oh Pak, berarti mesti pindah rumah?” Tidak, tetapi itu akan membuat engkau keluar dari comfort zone-mu. Di dalam berbagai macam bentuk pelayanan, nanti saya akan jelaskan lagi hal ini, tetapi sekarang, kalau saudara-saudara mengerti prinsip ini, kita harus membuka hati kepada Tuhan dan terus doa, “Tuhan, apa kehendak-Mu? Tuntun aku ke tempat yang Engkau kehendaki.” Kita tentu boleh membuat suatu perencanaan, tetapi Yakobus mengatakan, engkau jangan memiliki sesuatu kepastian terlebih dahulu, tanya sama Tuhan, mungkin Tuhan berkehendak ke sana. Sekali lagi apakah itu harus pergi ke tempat jauh? Tidak. Ketika saya bicara mengenai misi, adalah bicara mengenai Injil, memberitakan Kristus, itu pertama. Tetapi saya tidak mau berhenti dari pada penginjilan saja, karena banyak orang Kristen yang tidak jujur, menyimpan dosa di dalam hal ini, melawan gerakan Roh Kudus dalam hal ini. Aku mau memberitakan Injil, tetapi aku menentukan tempat kediaman aku sendiri, aku menentukan kepada siapa aku mau memberitakan. Saudara-saudara, ketika bicara kepada murid-murid-Nya, Yesus bicara bukan saja, “Engkau jadikan semua bangsa murid-Ku, tetapi pergi!” Yesus bukan saja bicara, “Engkau akan menjadi saksi-saksi-Ku”, tetapi “Engkau akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, Yudea, Samaria sampai ke ujung bumi.” Yesus Kristus mau membuat suatu arah arus dalam hidup kita keluar, untuk seluruh jemaat yang tahu hidup bukan untuk diri sendiri, gereja tidak dibuat untuk membuat sesuatu yang besar. Saya tidak menyalahkan gereja yang besar, apakah gereja kita dibuat besar atau sedang atau kecil, biar kehendak Tuhan saja yang jadi, tetapi harus gereja bermisi. Apakah harus pergi jauh? belum tentu, tapi pasti keluar. Di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, nabi dan rasul dan kumpulan gereja, saudara lihat seluruhnya mereka bergerak atau dibuat, dipaksa Tuhan bergerak? Sekali lagi saudara-saudara, hal yang pertama adalah sebelum Yesus naik ke Surga, misi adalah kalimat terakhir-Nya.
Hal yang ke-2, hal yang pertama adalah misi dibuat oleh Yesus Kristus sendiri, yang ke-2 adalah keluarga, jemaat, gereja yang menjalankan misi akan dipelihara oleh Kristus yang naik ke Surga. Di manakah Yesus sekarang? Di Surga, Dia sudah naik. Alkitab mengatakan ya, dia yang berasal dari Surga, Dia yang sekarang turun, Dia naik. Muhammad tidak pernah naik, Buddha tidak pernah naik, pendiri-pendiri agama tidak pernah naik. Yang berhak naik adalah yang berasal dari Surga. Yesus sekarang ada di mana? Di surga. Kemudian pertanyaannya, apa yang Dia lakukan di sana? Tidur? Oh, di tengah-tengah dari tahta-Nya Dia menikmati?
Saudara-saudara lihatlah apa yang ada di sana yang dikatakan di dalam Alkitab, sekali lagi saya akan mengingatkan dengan singkat berkenaan dengan Wahyu 5. Saya tidak akan bicara dengan detail, saya mau untuk mengingatkan saja di dalam hal ini. Saudara dan saya bisa melihat Yesus di tahta itu apa yang dikerjakan? Wahyu 5 menyatakan pertama-tama Yohanes menangis dengan keras karena tidak ada satu orang pun yang dapat membuka materai gulungan itu. Tetapi akhirnya hanya singa dari Yehuda itu yang memiliki kuasa dan hak untuk membukanya. Dan setelah itu singa dari Yehuda itu duduk di tahta Allah. Dan singa dari Yehuda itu adalah seperti anak domba yang sudah disembelih dan Alkitab kemudian menyatakan tahta itu sekarang bukan saja tahta Allah, tetapi tahta Allah dan tahta Anak Domba. Itu bicara berkenaan dengan otoritas, bicara berkenaan dengan kekuatan dan kuasa Yesus Kristus. Perhatikan sekarang apa yang ada saat ini? Sekali lagi detik ini, tanggal ini, hari ini, ketika saudara dan saya ada di sini, apa yang terjadi sekarang di surga? Apa yang Yesus lakukan? Hai jemaat apa yang Yesus kerjakan? Dia sedang ada di atas tahta-Nya dan memegang gulungan Kitab itu. Dan apa yang mau dikatakan oleh Kitab Wahyu? Dialah yang memegang sejarah kita, sejarah umat manusia secara keseluruhan memegang nasib keluargamu dan aku. Dialah yang mengarahkan sejarah, memerintah sejarah, berdaulat atas sejarah, sejarah dari besar sampai kecil sampai apa pun yang kita kerjakan sehari-hari dan apa pun yang terjadi ada di dalam kontrol-Nya. Biarlah coba pikirkan baik-baik, apa itu artinya bagi kita, apa itu artinya bagi Yohanes, apa itu artinya bagi murid-murid yang lain, apa itu artinya bagi Martha, Lazarus, Maria, Bartimeus, perempuan dari Siro-Fenisia? Ya pribadi-pribadi itu adalah yang Kristus itu kasihi, yang Yesus itu datang dan tolong, yang di dalam air mata mereka menangis dan Kristus itu tahu dimana Bartimeus itu terlupakan oleh seluruh teman-temannya teriak, “Have mercy on me, the Son of David, have mercy on me”, dan Yesus itu datang dan menyembuhkan dia. Dan dia yang menyembuhkan itu sekarang di atas tahta memegang sejarah. Dia bukan saja menyembuhkan Bartimeus, ya, Dia tahu isi hati Bartimeus, Dia tahu apa yang diperlukan, Dia menyediakan dan Dia memegang sejarah. Sama seperti seseorang yang baik kepada saudara-saudara, tiba-tiba orang ini kemudian menjadi presiden, menjadi perdana mentri yang saudara sewaktu-waktu boleh datang kepada dia. Yang dia itu tahu dari seluruh kehidupan kita dan men-supply seluruh kehidupannya. Oh, perhatikan apa yang dipikirkan dari Bartimeus, Dia yang mengasishi Bartimeus itu sekarang memegang kedudukan tertinggi di seluruh muka bumi. Itu bicara berkenaan dengan penyediaan Kristus dan cinta kasih-Nya di tempat yang tertinggi, di takhta kanan Allah kepada saudara dan saya. Dia akan menyediakan kebutuhanmu dan aku, dan seluruh apa pun yang terjadi dalam hidup kita. Ketika engkau dan saya masuk di dalam menjalankan misinya Allah, dia akan menyediakan seluruhnya dan Dia akan melindungi kita. Dia ada di atas takhta, mengatasi seluruh musuh gereja. Kristus katakan, “Pergi! Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, Yudea, Samaria sampai ke ujung bumi.”
Ya, Tuhan, aku tahu, tapi aku tidak punya uang, besok bayar cicilan rumah. Ya, Tuhan, aku tahu, tapi itu kelihatan terlalu tinggi bagiku. Engkau tahu, aku sakit. Aku sakit cancer. Aku sudah lumpuh. Aku sudah tua. Aku ndak punya kekuatan lagi. Ya, Tuhan, Kau tentu tahu, aku punya masalah besar di kantorku. Tuhan, aku tahu Engkau punya misi. Mungkin itu buat orang-orang lain, tapi bagi aku… aku terlalu muda. Aku bahkan takut menghadapi orang lain. Ya, Tuhan, itu mungkin adalah orang-orang yang kau pilih. Billy Graham, Stephen Tong dan orang-orang hebat itu, tapi Engkau tahu kan, Tuhan, bahwa aku ini sekarang tiap hari bergumul dengan anakku. Aku terus punya masalah suami istri yang gak terselesaikan. Apakah Engkau tahu, Tuhan, kesulitanku? Tuhan, Engkau lupa bahwa aku masih ada di dunia ini bukan? Aku punya masalah dengan sama seperti semua orang. Ya, Tuhan, apakah Engkau tahu?
Jemaat, biarlah kita ingat. Tuhan tahu. Dia tahu. Dan, Dia sekarang memerintah, bersyafaat, mengendalikan seluruh kehidupan dunia dan juga kehidupan kita. Dia yang mengatur seluruhnya untuk kita boleh menjalankan dengan efektif seluruh misi yang kita mau jalankan. Dia mengatur seluruhnya untuk kebaikan kita, asal engkau dan saya mau rela melibatkan Dia di dalam seluruh kehendak-Nya. Dia tahu dan Dia menolong dan bertindak tepat pada waktu-Nya. Dia tahu kita ditempatkan di muka bumi dengan seluruh masalah kita. Dan, seluruh masalah kita ada di tangan-Nya. Dia yang mengendalikan seluruh masalah dalam hidup kita. Dia melihat semuanya dan menyediakan apa yang kita perlukan. Dia bukannya memerintah, lalu kemudian membuat kita setengah mati untuk bagaimana bisa memenuhi daripada perintah-Nya dan hidup di tengah-tengah dunia seperti 2 hal yang berbeda. Hanya saja Dia mengatakan, “Cari dulu Kerajaan-Ku dan Aku akan menambahkan segala sesuatunya kepadamu.”
Dia tahu dan Dia menyediakan hal-hal apa pun saja yang besar dan kecil di dalam penyediaannya untuk hidup kita. Dia mendengarkan doa kita. Dan, itulah yang memberikan penopangan seluruh misi kita di tengah-tengah dunia. Saya akan menampilkan satu gambar kepada saudara-saudara, dan anak-anak, harap engkau bisa melihatnya dan engkau mengingatnya. Ini adalah satu camp konsentrasi yang ada di Jerman. Namanya adalah Ravensbruck. Dan, apakah engkau tahu, anak-anak? Anak-anak yah, jangan orangtua. Apakah engkau tahu orang yang di sebelah kanan namanya siapa? Namanya adalah Corrie ten Boom. Dan orang yang di sebelah kirinya, apakah engkau tahu namanya? Namanya adalah Betsie. Betsie adalah kakak dari Corrie ten Boom. Di Ravensbruck adalah camp konsentrasi Nazi yang pada waktu itu ada 130 ribu wanita Yahudi itu disekap di sana dan hanya 40 ribu orang yang hidup. Dan, saya akan ceritakan engkau mengenai satu hal ini. Saputangan. Hah?! Apa itu saputangan? Apa urusannya saputangan dengan penjara itu?
Pada waktu itu, maka Corrie ten Boom itu dipaksa untuk kerja paksa di penjara ini. Apakah engkau tahu itulah misinya? Misinya yaitu Tuhan memberikan beban untuk menyelamatkan banyak orang Yahudi dari Nazi. Tetapi karena misi itu, maka Corrie ten Boom bersama dengan kakaknya dimasukkan dalam penjara. Itulah misi Allah bagi keluarga ini. Tadi saya sudah katakan bahwa apakah harus pergi keluar jauh? Mungkin tidak. Apakah itu harus mengabarkan Injil di depan ribuan orang atau seperti saya berkhotbah di depan ratusan orang? Mungkin tidak. Tuhan memiliki setiap kita kalau engkau dan saya taat, misinya untuk digenapi sebelum kita mati. Saya tidak tahu misimu apa. Tuhan yang akan memberitahu kepada kita. Tetapi pasti engkau dan saya tidak ditentukan hidup dalam dunia ini dengan duduk!
Bagi keluarga ten Boom adalah mereka menjadi saksi bagi orang-orang Yahudi dan menyelamatkan mereka, tetapi akhirnya mereka sendiri yang harus masuk. Engkau tahu di sana sulitnya luar biasa. Bahkan tempatnya itu penuh dengan kutu-kutu. Pagi-pagi mereka harus pergi keluar jam 4 pagi, jam 4.30 pagi dengan begitu kedinginan dan mulai dari pagi sampai malam mereka harus bekerja. Sulitnya luar biasa dan berkali-kali mereka ditimpa penyakit. Dan, sering sekali orang-orang yang Tuhan pakai adalah bukan orang-orang yang semuanya itu seperti Superman, tidak pernah ada kejatuhan. Suatu hari, di tengah-tengah hatinya yang lelah dan kerohanian yang down, Corrie ten Boom bahkan sampai merasa Tuhan itu tidak memperhatikan dia lagi. Suatu hari dia sakit pilek dan kemudian dia mengatakan kepada kakaknya, “Betsie, alangkah baiknya kalau kita memiliki saputangan.” Tapi sekarang, bahkan ini pun tidak aku miliki. Aku bahkan sulit untuk menahan pilekku dan kemudian mengeluarkan air dari hidungku. Yang sebenarnya kalau mereka mau untuk tidak melakukan pekerjaan apapun saja untuk Tuhan, mereka ada di tempat asalnya yaitu di Belanda. Dan, mereka adalah orang yang punya banyak hal, apalagi hanya sekedar saputangan. Tetapi untuk mengerjakan pekerjaan Tuhan ini, mereka kemudian harus ditahan. Berada di dalam kesulitan dan kemiskinan yang luar biasa, hanya untuk bisa mengeluarkan apa yang ada di hidungnya karena pilek bahkan tidak mampu. “Betsie, alangkah baiknya kalau kita punya saputangan, tapi sekarang tidak.” Dan kemudian Betsie mengatakan, “Kenapa kita tidak berdoa sama Tuhan?” Dan kemudian Corrie ten Boom yang sedang down imannya, dia mengatakan, “Hah?! Berdoa? Untuk saputangan? Urusan tidak penting sekali.” Tapi Betsie tidak mempedulikan Corrie ten Boom, dan Betsie kemudian menarik Corrie ten Boom dan langsung berdoa. “Bapa, di dalam nama Tuhan Yesus, berikan kami saputangan karena adikku Corrie ten Boom sedang sakit pilek. Amin.” Selesai. Corrie kemudian meninggalkan kakaknya sambil menggeleng-geleng kepala. Beberapa jam kemudian, dia lagi ada di dekat jendela di dalam barak itu, kemudian tiba-tiba ada seorang perempuan tahanan yang biasa ada di klinik lalu tiba-tiba mengatakan, “Corrie, Corrie.” “Eh, ada apa?” “Ini aku berikan kamu sedikit hadiah.” “Hadiah apa?” “Ini saputangan.” Corrie langsung terkejut. “Loh, kamu tahu dari mana?” “Gak tahu, aku menemukan satu lembar kain yang sudah kuno dan memang ini sekarang sedang dijahit dan aku kemudian teringat sama kamu. Aku sekarang kasih sama kamu.” Sejak saat ini, di mana pun saja Corrie ten Boom melihat saputangan, maka ini adalah lambang penyediaan Allah bagi dia.
Dia ada di atas takhta. Dia ada di atas takhta! Dia memperhatikan seluruh dunia, Dia melihat seluruh sejarah. Dia menatap engkau dan saya menyediakan kepada seluruh misionarisnya. “Pergi, jadikan seluruh bangsa murid-Ku. Engkau akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, Yudea sampai ke ujung bumi!” Engkau pergi. Aku akan di atas takhta. Aku akan memperhatikan engkau. Aku akan menjagai engkau. Musuh kita tidak mungkin bisa menang terhadap kita. Teruskan apa yang Aku kerjakan sekarang. Saudara pikir, saudara hidup di sini dengan Kristus di atas takhta gak ada hubungannya. Saudara baca Alkitab.
Pertama adalah misi ada karena keluar dari mulut Kristus Yesus sendiri, ini perintah Kristus sendiri. Ke-2, misionaris-misionaris ditopang dan dijamin oleh Kristus yang duduk di atas takhta. Dan, terakhir ke-3, misi diteguhkan dan dikonfirmasi oleh kedatangan Kristus yang kedua. Ketika Yesus naik ke surga dan murid-murid menatap, tiba-tiba malaikat itu datang dan mengatakan, “Kenapa engkau melihat Dia yang diangkap ke surga? Dia yang diangkat ke surga, dia akan dengan cara yang sama, Dia akan turun. Dari mulut dari malaikat menubuatkan kedatangan Kristus yang kedua. Dan, saudara-saudara, Dia akan datang untuk kedua kali tentu akan menghakimi seluruh umat manusia. Dia juga akan mendatangi murid-murid-Nya. Dia akan mendatangi saudara dan saya. Aku sudah katakan kepadamu. Aku ke surga. Kamu pergi ke seluruh muka bumi. Aku di surga akan memperhatikan seluruhnya, mengontrol semuanya, dan memegang semuanya dengan kendaliku. Aku akan menyediakan seluruh kebutuhanmu. Dan, engkau, tugasmu sekarang adalah menjadi saksi-Ku. Jadikan seluruh bangsa murid-Ku. Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Melalui Roh-Ku, Aku akan menyertai engkau.
Saudara-saudara perhatikan, pada waktu kedatangan-Nya yang kedua. Dia akan menghadapi musuh-musuh-Nya dan, Dia mengumpulkan kita. Dan, saudara pikirkan apa yang akan dikatakan kepada kita? Dia sudah menepati janji-Nya. Dia sudah melakukan tugas-Nya. Tetapi, apakah engkau dan saya menepati janji kita? Apakah engkau dan saya memenuhi tugas kita? Dia adalah setia. Apakah kita setia? Dia sudah setia dalam seluruh tugas-Nya dan janji-Nya. Apakah kita setia? Kita diberikan anugerah dan itu adalah janji-Nya. Dia memberikan kepada kita dan anugerah itu diberikan. Kita terima anugerah. Apakah kita setia menggunakan anugerah itu untuk misi yang Tuhan sudah berikan kepada kita? Atau, kita menggunakan anugerah itu untuk keluarga kita sendiri? Untuk diri kita sendiri? Untuk kesenangan kita sendiri? Untuk tujuan kita sendiri? Dia akan datang untuk kedua kali. Dia setia. Apakah saudara dan saya setia? Kiranya Tuhan menjagai kita. Kiranya Tuhan sungguh-sungguh menyadarkan kita pagi ini. Mari kita berdoa.
GRII Sydney
GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more