Wahyu 6:1-6
Di dalam menafsir kitab Wahyu kita perlu mengetahui bahwa ini adalah penglihatan yang terjadi sepanjang Yesus datang pertama sampai Yesus datang yang kedua. Ini adalah sesuatu yang bersifat continue, terus-menerus, bukan menunjuk kepada zaman tertentu. Tidak ada abad tanpa penunggang kuda merah, dan tidak ada abad tanpa penunggang kuda hitam. Sejak Yesus datang pertama sampai kedua kali, semua kuda putih, kuda hitam, dan kuda merah akan terus berjalan bersama-sama, mesti makin lama menuju kepada zaman akhir, makin intens, saya tidak punya waktu untuk menjelaskan secara detail. Kuda yang kedua adalah bicara mengenai penganiayaan gereja yang memakai pedang untuk menyembelih anak-anak Tuhan. kuda yang ketiga berbicara mengenai kesulitan ekonomi yang ditujukan oleh dunia kepada kita anak-anak Tuhan, dan sejak Yesus datang pertama kali, sejak gereja didirikan kita akan melihat di manapun saja pada zaman apapun saja, dunia akan menganiaya gereja. Pertama, di dalam bentuk fisik, begitu banyak martir yang ada, begitu banyak orang yang dipenjara, dan begitu banyak orang yang difitnah. Dan yang kedua adalah melalui ekonomi, gereja dan anak-anak Tuhan akan sulit sekali berjalan di dalam kejujuran dan iman di tengah-tengah dunia yang menganiaya secara ekonomi. Ketika kitab ini dibuka, maka ini adalah kejujuran Kristus kepada gereja dan kepada kita, dan Kristus sendiri sudah mengatakan kepada murid-murid-Nya, “Bahwa sepanjang di dunia engkau akan mengalami aniaya, tetapi kuatkan hatimu karena Aku sudah mengalahkan dunia.”
Di dalam keadaan ekonomi sekarang yang sulitnya luar biasa dan mungkin sekali akan makin sulit ke depan, maka saya akan membawa apa yang sudah Yesus Kristus katakan kepada gereja-Nya sebenarnya. Saya akan membawa gereja ini melihat khususnya penunggang kuda yang ketiga yang disebutkan, dikatakan bahwa penunggang ini memegang sebuah timbangan di tangannya, itu berbicara mengenai sesuatu yang sifatnya ekonomi. Kemudian dikatakan, ‘aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata, “Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar.”’ Apa artinya? Satu dinar adalah upah satu buruh harian, dan saudara bisa bayangkan artinya adalah saudara-saudara bekerja sepanjang satu hari, dan seluruh penghasilan saudara hanya cukup untuk membeli makanan pokok (beras), yang harganya adalah satu dinar itu. Ini adalah bentuk dari luar biasa mahalnya harga. Sekali lagi, satu upah harian satu hari saudara hanya cukup untuk membeli makanan pokok untuk saudara sehari. Kalau saudara melihat hal ini, saudara mengingat dari doa Bapa Kami, saudara akan melihat relasinya karena apa yang terjadi pada doa Bapa Kami akan menjadi jawaban dari kesulitan kita di dalam akhir zaman. “Berikan makanan kami secukupnya hari ini.” Satu orang bekerja satu dinar dan itu hanya cukup untuk membeli makan bagi orang itu sehari. Saudara bisa bayangkan bagaimana dengan istrinya, bagaimana dengan anaknya, bagaimana dengan kebutuhan lain; sekolah anak kita, kesehatan, apalagi kalau sampai sakit, berapa ratus juta rupiah ketika seseorang itu sakit. Semua itu tidak terbayar, jangan bicara mengenai tabungan, jangan bicara mengenai masa depan, pendapatan sehari hanya cukup untuk kebutuhan makan saja sehari. Itu artinya harga barang-barang menjadi terlalu tinggi dan bagaimana kalau besok dipecat, pasti ada kekhawatiran yang luar biasa besar. Tapi perhatikan ini, bukan bencana kelaparan universal seperti kekeringan, kenapa? Karena harga-harga ini meskipun tinggi, barang-barang tersebut masih bisa didapat, tetapi harganya luar biasa tinggi. Di dalam keadaan seperti ini kita masih bisa mendapatkan gandum sebanyak yang kita inginkan asalkan kita punya uang yang banyak untuk membayarnya. Dan inilah menjadi inti keadaan ini, di sinilah iman itu diuji. Keadaan ini kemudian dipersulit dengan kalimat ke-2, “tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu.” Apa artinya? Minyak dan anggur itu melambangkan kenyamanan hidup dan tersedia secara berlimpah, dengan dua kalimat ini maka saudara akan menemukan sekarang gambaran utuh apa yang terjadi pada zaman akhir. Dan sekali lagi ketika saya bicara mengenai zaman akhir, itu bukan hanya beberapa tahun saja sebelum Yesus datang, itu terjadi sejak Yesus datang pertama sampai kedua kalinya.
Kesulitan ekonomi bagi gereja dari sudah sejak Yesus pertama datang sampai kedua dan bahkan terjadi kepada tujuh gereja di Wahyu ini, tetapi makin lama makin intens, makin lama makin sulit, makin lama makin gelap menuju akhir zaman. Perhatikan sekali lagi, ‘jangan rusakkan minyak dan anggur itu,’ sekali lagi kita memiliki gambaran utuh yaitu menuju kepada akhir zaman dan itu adalah waktu kita. Karena sejak dari pertama sampai terakhir Yesus datang saudara dan saya akan melihat orang-orang tertentu yang kaya yang dapat menikmati makanan mereka dengan berlimpah dengan segala kenyamanan hidup lainnya, tetapi pada saat yang sama gereja, (orang Kristen) jikalau dia beriman, menjadi makin miskin dan hampir tidak memiliki cukup makanan untuk menghidupi keluarganya.
Saya berikan sesuatu yang lebih mudah, menuju kepada akhir zaman, maka ekonomi dari anak-anak Tuhan, saudara dan saya kalau kita sungguh-sungguh beriman, makin lama akan makin merosot. Kehidupan kita akan makin lama makin sulit, kecuali saudara dan saya mengkompromikan iman. Gereja mula-mula mengerti keadaan ini, waktu itu hampir tidak ada orang yang tetap bisa masuk di dalam serikat dagang kalau mereka tidak mengorbankan keyakinannya. Dan ketika masuk ke dalam serikat dagang, baru mereka bisa bekerja, itu artinya mereka harus mengikuti nilai-nilai kepercayaan hidup orang-orang kafir, harus menyembah Allah mereka, harus hidup sensual seperti mereka, dan jikalau tidak mau masuk dalam prinsip-prinsip dan nilai-nilai mereka, mereka akan dikeluarkan. Dan ini terjadi sepanjang masa sejak Yesus datang pertama, dunia menindas anak-anak Tuhan dan menyebabkan kita menderita dan kekurangan fisik. Sering sekali anak-anak Allah disingkirkan dari pekerjaan karena mereka bersikeras untuk setia kepada keyakinan mereka atau mereka menolak untuk bekerja pada hari Minggu. Mereka akan kekurangan pendapatan dibandingkan dengan rekan-rekannya dan akibatnya maka keluarga-keluarga ini dipaksa untuk bekerja dua, tiga dan istri dan suami bekerja, dan kehidupan keluarga menjadi imbalance. Sekali lagi, ini bukan kelaparan dunia, tetapi ini adalah sesuatu keadaan yang membuat gereja sangat sulit jika mau tetap setia kepada panggilan-Nya.
Pada pagi ini saya tidak bermaksud untuk mengeksposisi ayat-ayat ini lebih dalam, tetapi saya akan masuk dalam aplikasi. Ketika Alkitab membuka kita kepada masa-masa di depan yang lebih sulit lagi, kita harus mengerti apa yang Tuhan inginkan dengan kita membaca ayat ini. Kitab ini bisa dibaca untuk membuat kita bisa mengantisipasi suatu masa di depan yang lebih sulit, antisipasinya bukan untuk mendapatkan uang lebih banyak. Tetapi untuk berjalan di dalam kebenaran dan tidak jatuh di dalam dosa. Saya akan bicara secara singkat beberapa prinsip apa yang Alkitab katakan untuk kita mengantisipasinya.
Yang pertama, jikalau kita mengalami kesulitan ekonomi yang makin besar ke depan, biarlah kita selalu mengingat keadaan ini bukan di luar tangan Kristus. Kenapa? Karena Kristuslah yang secara aktif membuka materai ini sendiri dengan tangan-Nya, maka saudara mempercayakan diri dan keluarga kita kepada Kristus untuk kehendak-Nya jadi, itu adalah kunci utama kehidupan. Dari sekarang biarlah kita boleh mendidik jiwa kita tidak mempercayakan diri kita kepada tabungan kita, kepada uang kita; tetapi mempercayakan diri kepada Kristus sang penjaga dari tubuh dan jiwa kita. Mempercayakan diri kepada Kristus yang memelihara hidup kita, belajar bersyukur akan apa yang sudah Dia berikan kepada kita itu penting sekali, buang hati yang tidak puas, perangi kekhawatiran karena kita belum memiliki makanan. Kekhawatiran adalah sesuatu yang akan menggocoh kita ke depan. Khawatir tidak akan membawa kita kemana-mana, khawatir tidak akan bisa dihancurkan dengan memiliki sesuatu. Kita sering sekali untuk mengejar sesuatu untuk mengisi kekhawatiran. Tetapi saudara harus tahu ini adalah sesuatu jebakan yang luar biasa. Ketika itu saudara dapatkan, ternyata saudara akan tahu, saudara akan khawatir lebih besar. Kekhawatiran tidak bisa dihancurkan dengan memiliki. Khawatir dihancurkan dengan kepercayaan kepada sang pemberi hidup yaitu Kristus. Saya katakan pada saudara, percayakan hati dan hidup kita kepada Kristus yang dengan aktif membuka meterai itu sehingga kuda hitam ini berjalan. Apa kehendak Kristus dengan ‘mengizinkan’ dunia itu menganiaya gereja secara ekonomi? Adalah untuk gereja, saudara dan saya, makin dimurnikan imannya, makin disucikan, makin nyata apakah kita bersandar kepada Kristus atau kepada uang.
Hal yang kedua. Bagaimana kita mengantisipasi dengan seluruh keadaan ini ke depan? Tetapkan hati untuk melakukan kehendak Allah. Ingatlah bahwa hidup kita bukan untuk mengejar uang. Hidup kita bukan diciptakan untuk mengejar kebutuhan. Kita hidup untuk melakukan kehendak Allah. Tetapkan hati untuk melakukan kehendak Allah. Tetapkan mata untuk melihat kehendak Allah dan menggenapinya, bukan menetapkan mata untuk melihat uang. Saya akan jelaskan terlebih dahulu ini. Ini bukan pengajaran high spirituality. Orang-orang high spirituality mengatakan uang itu tidak perlu, yang perlu itu hal-hal rohani. Alkitab mengatakan tidak. Yesus sendiri katakan manusia bukan hidup dari roti saja, tapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah; artinya roti itu perlu, uang itu perlu. Biarlah kita juga boleh ingat bahwa kita ini diciptakan dari nafas Allah dan dari debu tanah dunia ini. Artinya sampai kapan pun kita akan bergantung pada 2 hal ini. Yang pertama adalah dengan nafas Allah, itu adalah hal-hal yang sifatnya rohani. Yang kedua adalah dengan bumi ini, karena kita diciptakan dari debu. Kita bukan malaikat yang tidak perlu urusan-urusan dan kebutuhan bumi ini. Tetapi perhatikan baik-baik, Alkitab mengatakan: “Saudara dan saya harus mengerti mana yang di depan, mana yang di belakang; mana yang pertama, mana yang kedua.” Biarlah kita boleh mengingat bahwa kita tidak diciptakan untuk mengejar hal-hal kebutuhan di bumi ini. Sebaliknya, Alkitab dengan jelas mengatakan, “Nyatakan kebutuhanmu kepada Tuhan.” Tuhan yang bertanggung jawab kepada kebutuhan kita, mata kita sekarang bertanggung jawab menjalankan kehendak Allah.
Poin yang ke-3. Tetapkan hati untuk memberikan perpuluhan dan hidup suci. Ini adalah bentuk nyata, paling dasar dari berjalan dalam patron Doa Bapa Kami. Sekali lagi saudara, utamakan kehendak Tuhan. Utamakan pekerjaan Tuhan. Hargai karakter Tuhan. Saudara mungkin bertanya, “Hah, saya mesti mengutamakan pekerjaan Tuhan, kehendak Tuhan, Firman Tuhan, karakter Tuhan di tengah-tengah kesulitan ekonomi ini, Pak? Saya harus memberikan perpuluhan?” Jawabannya adalah ya. Karena ini adalah kehendak Allah. Sebaliknya dengan memberikan perpuluhan, saudara dan saya berjalan di dalam jalan kasih karunia. Saya akan jelaskan kalimat ini, supaya jangan setan memberikan pikiran yang kemudian menjadi side effect dan kita jatuh di dalamnya. Kita tidak sedang bicara mengenai teologi sukses. Anda beri perpuluhan, maka tingkap-tingkap di langit dibuka untuk saudara. Itu bukan perpuluhan. Itu namanya investasi. Kita juga tidak bicara berkenaan dengan hukum legalism. Hukum tabur tuai; engkau memberi kepada Tuhan, Tuhan akan memberi kepadamu. Sebaliknya, kalau kita bisa memberi karena Tuhan sudah memberi terlebih dahulu. Kita tidak sedang berjalan di dalam hukum tabur tuai. Kita berada di dalam hukum kasih karunia. Tetapi di sini yang saya mau ingatkan kepada, sepanjang Alkitab Allah tidak pernah berhutang. Jangan kamu khawatir; demikian kata Alkitab. Cari dulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu. Di tengah-tengah kesulitan ke depan. Maka prioritaskan Allah dan pekerjaan-Nya dan karakter-Nya. Allah yang utama, yang pertama. Pekerjaan-Nya yang utama dan yang pertama. Biarlah kita boleh mengenal Allah yang kita sembah di dalam Kristus Yesus. Dia tidak pernah berhutang kepada anak-anak-Nya. Dia tahu apa yang kita perlukan. Alkitab mengatakan bahwa Dia akan mencukupi kebutuhan kita dalam kekayaan dan kemurahan-Nya di dalam Kristus Yesus. Sebaliknya berjalanlah di dalam patron Doa Bapa Kami. Maka saudara dan saya akan melihat bagaimana baiknya Tuhan itu.
Hal yang ke-4 adalah di dalam masa sulit ekonomi, maka saudara eratkan hubungan keluarga kita; suami, istri, dan anak-anak. Hadapi bersama. Jangan saling menyalahkan. Berdoalah semakin sering di dalam satu keluarga, berlutut suami, istri, dan anak-anak. Ingat bahwa keluarga kita adalah sekutu paling dasar yang Tuhan tetapkan dalam perjuangan iman kita. Ingat juga bahwa peperangan ini bukan peperangan pribadi kita, tetapi peperangan dari seluruh komunitas gereja, termasuk anak-anak kita. Mungkin kita akan berhasil, tetapi anak-anak kita mungkin gagal. Latih mereka mengandalkan Tuhan dalam doa mulai dari saat ini. Latih anak kita, di jiwa kita dan juga anak-anak kita memiliki hati yang content, ada kepuasan sehingga kita tidak mengejar hal-hal duniawi. Saya bukan ahli ekonomi. Yang saya bicara adalah hal-hal dasar hidup sebagai manusia. Kadang ini ada dalam Alkitab tertulis dengan jelas, tetapi kadang ini adalah sesuatu yang secara implisit ada dalam Alkitab. Tetapi perhatikan beberapa hal yang paling dasar ini supaya sebagai keluarga mesti hati-hati. Yang pertama adalah jangan hutang untuk makan. Cukupkan dirimu dengan apa yang ada padamu. Ke-2, jangan hutang untuk beli barang-barang yang sekunder mulai dari sekarang. Banyak anak-anak muda membeli barang-barang yang luar biasa mahal dan tidak memikirkan seperti apa masa depan. Hal yang ke-3, jikalau ada kelebihan uang maka coba untuk tabung. Tetapi ini adalah 3 hal yang begitu common sebagai seorang manusia apalagi menghadapi/mengantisipasi hal yang lebih sulit.
Yang terakhir, yang ke-5 adalah milikilah jiwa yang murah hati kepada orang lain dan yang irit bagi diri sendiri. Hal seperti ini kelihatannya sederhana. Saya tidak sedang bicara mengenai moralitas. Tetapi ini adalah satu buah dari iman. Anak-anak dunia boros untuk dirinya sendiri dan kikir dengan orang lain. Ada orang mengatakan ekonomi dasarnya cuma satu. Jadi sebenarnya ekonomi itu cuma satu hal, yaitu bagaimana memindahkan uang yang ada di kantongmu menuju kepada kantong saya. Itu bukan orang Kristen. Kita selalu memikirkan diri. Kita selalu mementingkan diri. Kita tidak peduli dengan orang lain. Mati; orang lain juga gak apa-apa. Itu bukan urusanku, ini adalah ciri dari anak kegelapan. Di dalam kitab Wahyu dikatakan; Anak kegelapan memiliki ciri memiliki tanda 666. Apa itu artinya? Itu adalah egoism yang paling puncak. Segala sesuatu adalah untuk diriku. Aku tidak peduli akan engkau. Aku juga tidak peduli untuk pekerjaan Tuhan. Aku tidak peduli apapun saja. Apakah engkau sekarang tahu Pak Agus, ini adalah masa sulit. Aku harus memikirkan diriku. Itulah saringan dari Tuhan. Apakah kita anak Tuhan sejati atau tidak? Melalui kesulitan ini setiap orang akan bisa membaca apa tanda di dalam otakmu, di dalam dahimu. Apakah itu 666? Itulah sebabnya Yesus mengatakan: “Membuka materai ini untuk menyaring kita.” Gereja dilatih beda dengan dunia. Gereja mula-mula apa yang menjadi milikku, hartaku itu milik bersama. Ini artinya saling memperhatikan. Sekali lagi, ini bukan pengajaran moralitas untuk engkau berbuat baik, tetapi ini berbicara berkenaan dengan seperti apa iman berbuah. Kiranya Tuhan boleh memimpin kita untuk melewati hari-hari yang sulit mungkin ke depan. Mari kita berdoa.
GRII Sydney
GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more