Ringkasan Khotbah

17 August 2025
Yerikho – Keselamatan di Tengah Penghakiman
Pdt. Michael Densmoor · Yos 6:20-27

Yos 6:20-27

Selama saya di sini, saya membuat seminar mengenai Islamologi tetapi saya sering dapat pertanyaan yang berbeda dari teman-teman di sini terutama dari pemuda. Bagaimana kami menjawab pertanyaan dari teman-teman di kantor? Katanya Allah penuh kasih. Kenapa Allah yang penuh kasih menghakimi orang? Dan kalau kita membaca perikop ini, kita melihat dengan jelas seolah-olah Allah kejam menghakimi orang. Semua orang meninggal di kota Yerikho, baik yang muda, yang tua, yang miskin, yang kaya. Kalau Allah itu penuh kasih, kenapa dibantai seluruh kota? Maka banyak orang di dunia ini melihat kota Yerikho dan berkata, “Tidak mungkin Allah Alkitab menjadi Allah yang benar.” 

Saya berpikir; Manusia zaman ini banyak alasan untuk menolak Injil. Sebenarnya kita semua ingin ada keadilan di dalam dunia, betul? Dari kecil semua anak protes kalau orangtua mereka tidak adil. Di Indonesia, semua orangtua coba kalau harus bagi adil dengan semua anak. Hal itu mustahil dilakukan. Saya punya dua anak perempuan, beda hanya satu tahun lebih sedikit. Satu hidupnya membuat saya hemat uang banyak. Satu membuat saya boros uang banyak. Satu, dia mau melayani Tuhan, mau menikah, menjadi ibu. Satu lagi mau menjadi penyanyi opera. Saya kasih tahu: les musik itu mahal luar biasa. Selain waktu, antar-jemput, semua uang saya dikeluarkan, bayar guru. Semakin mahir, semakin mahal. Tapi tidak pernah anak saya yang sulung mengeluh, “Kok tidak adil? Dia lebih banyak habiskan uang Papa daripada saya.” Kenapa? Karena tidak mungkin ada keadilan seperti itu. Ada Tuhan memberi bakat tertentu kepada orang yang perlu dikembangkan. Jadi orang tua berpikir; saya mau bikin adil persis. Atau anak merasa; Wah, kenapa Papa sayang dia, bukan sayang saya? Mungkin sampai hari ini banyak pemuda kita masih sentimen; Kenapa bapak tidak kasih saya? Ditambah lagi kita lihat masalah di dunia ini: Ukrania, Palestina dan lain sebagainya. Kita kita tahu dunia ini memerlukan keadilan. Maka di zaman ini, orang berpikir; perlu ada keadilan tetapi bagaimana mungkin ada keadilan? Dan waktu saya masuk di kantor atau di universitas, saya coba membagikan Injil, orang berkata, “Bagaimana Allah bisa mengasihi kalau Dia menghakimi?” Kita mau ada keadilan, tapi keadilan berarti harus ada penghakiman. Nah, ini masalah di dunia ini. Kalau saya diperlakukan tidak baik, saya akan berbuat sesuatu untuk membela diri. Setelah itu, orang yang diperlakukan dengan tidak baik oleh saya, dia akan balas dendam lagi kepada saya. Maka di seluruh dunia, kita lihat keadilan berarti vengeance/ balas dendam. Nah, di dalam Alkitab, kita melihat bagaimana siklus balas dendam ini bisa diputus. Hanya di dalam Alkitab Injil, kita melihat bagaimana Tuhan bisa adil dan penuh kasih. Dan seluruh dunia yang menuntut kasih dan keadilan, hanya bisa mendapatkannya di dalam Kristus. Di dalam ayat-ayat yang kita baca, ayat 21 bicara bagaimana mereka ditumpas. Kemudian ayat 22 dan 23 bicara mengenai keselamatan. Ayat 23 bicara lagi bagaimana kota dibakar. Dan ayat 25 bicara lagi mengenai Rahab diselamatkan. Keadilan, keselamatan. Keadilan, keselamatan. Kita lihat di sini bagaimana Tuhan memadukan keadilan dan kasih untuk menyelamatkan manusia. Jadi untuk menjawab pertanyaan yang kita dengar di universitas dan di kantor, kita melihat cerita Yerikho. 

Pertama, kita perlu mengerti bahwa Allah memiliki rencana untuk dunia yang memberontak melawan Dia. Sejak taman Firdaus, Allah menyatakan pola itu kepada kita. Manusia berpikir; Semua orang tidak ada cacat, tidak ada dosa, semua orang baik. Seorang antropolog namanya Margaret Mead pergi ke pedalaman Papua New Guinea. Dan dia lihat orang itu begitu ramah, hidup berkomunitas dan dia berkesimpulan, “Lihat, manusia yang tidak tercemar oleh dunia luar begitu baik.” Tetapi semakin dia menguasai bahasa mereka, semakin dia mengerti suku ini dan dia melihat suku ini pun punya kekerasan dan kebencian yang begitu dalam. Mereka suka berperang dan memotong kepala orang. Jadi di pendalaman Papua New Guinea pun, tanpa hubungan dengan luar, kita lihat, betul Alkitab; ada sifat dosa di setiap orang. Maka kalau manusia di luar masih berkesimpulan bahwa humanity/manusia yang lain itu baik pada dasarnya dan kalau kita anggap orang baik, berarti Allah harus berbuat baik kepada semua orang. Akhirnya kita berkesimpulan; Allah harus seperti seorang kung-kung (kakek) yang hanya akan berbuat baik kepada kita. Yah, kita selalu suka ke rumah popo yah, ke rumah kung-kung? Di gereja kita di Pusat ada seorang ibu seperti popo untuk anak saya. Dia punya tas ajaib. Oh, saya serius, ini tas dia itu ajaib. Setiap kali ketemu, pertama lihat saya, hal pertama yang keluar adalah traktat, “Coba bagikan ini kepada orang.” Setelah dia keluar tumpukan traktat, saya pikir tasnya kosong. Dan dia lihat istri saya, “Ini ada gelang giok untuk kamu.” Dan dia lihat anak-anak, dia mulai keluarin barang lain, barang lain. Ini kaya yang main sulap yah. Dan kita berpikir Allah seperti itu. Kalau saya baik, dan Allah seperti popo dan kung-kung saya, setiap kali menghadapi Dia, berkat, berkat. Dan kita berpikir pada hari saya mati maka hadapi Dia, simsalabim. Wah, berkati hidup saya. Atau juga di dunia ini banyak orang berpikir bahwa dosa adalah urusan saya secara pribadi. Dan dosa saya tidak mengganggu dan tidak pengaruhi orang lain. Jadi apa urusan itu sama kamu dan apa urusannya dengan Tuhan? Yang penting saya baik. Mereka tidak sadar bahwa dosa adalah kanker yang menyebar dan menyentuh seluruh masyarakat. Maka kita lihat bagaimana Tuhan menegakkan sebuah pola bagaimana Dia mengurusi masalah dosa di dunia ini. 

Ada tiga bagian di dalam pola Allah ini. Pertama, kehancuran kuasa Iblis. Yang kedua adalah penghakiman terhadap orang berdosa. Yang ketiga adalah kemurahan hati terhadap orang yang bertobat. Jadi di dalam taman Firdaus, kita lihat ketiga hal ini. Waktu Adam berdosa, Allah harus memproses Adam dan Hawa. Pertama, Adam dan Hawa dikutuk oleh Tuhan, dibilang harus bekerja keras, harus melahirkan dengan rasa sakit. Tetapi setelah itu, Allah memberikan kepada mereka sebuah korban yang dapat membayar hutang dosa mereka dan Allah memberi janji bahwa keturunan dari Hawa akan meremukkan kepala ular. Kemudian di Kejadian 4 dengan Kain dan Habel, dan di situlah kita lihat bagaimana orang seperti Kain yang tidak bertobat dihukum oleh Allah. Maka pola Allah langsung ditegakkan; Berkat, keselamatan bagi orang yang bertobat. Kita lihat penghakiman untuk orang yang tidak bertobat. Dan kita lihat kehancuran kuasa Iblis. 

Sehingga kita lihat peristiwa di Yerikho sebagai peringatan untuk kita tentang pola Allah. Yerikho adalah kota yang dikuasai oleh Iblis. Banyak berhala di sana. Mereka menyembah dewa ini dan dewa itu. Mereka memberi anak sebagai korban kepada dewa mereka. Ada pelacuran yang terjadi di kuil-kuil dewa ini. Dan waktu kota Yerikho runtuh, kita lihat tanda bahwa kuasa Iblis runtuh di situ. Tetapi kita juga lihat keselamatan Allah untuk mereka yang bertobat. Minggu lalu kita bicara bagaimana Rahab mengucapkan satu kalimat yang menarik. Dia berkata, “Bersumpah akan berlaku ramah kepada saya.” ‘Berlaku ramah’ adalah istilah terpenting dalam Perjanjian Lama. Bahasa Ibrani itu hesed atau kasih setia Allah. Rahab mengerti, satu-satunya harapan dia adalah kasih setia Allah untuk menyelamatkan dia. Tetapi selama 40 tahun, seluruh kota mendengar berita yang sama dengan Rahab, tapi mereka menolaknya. Maka ada penghakiman bagi mereka yang berulang-ulang dengar Injil tetapi menolaknya. Tetapi untuk setiap orang yang dengar berita Injil dan bertobat, ada keselamatan. Jadi pola Allah diungkapkan di taman Firdaus. Pola ini diberikan kepada kita untuk kita mengingat melalui kota Yerikho. 

Dan pola ini digenapi pada saat Kristus datang. Kristus datang, ada inaugurasi dan juga ada konsumasi. Kedatangan pertama kali dan kedua kali. Dan di antara kedua kali, ada keberlangsungan dari Kerajaan Allah ini. Waktu pertama kali Kristus datang, Kerajaan Allah diinagurasi dan waktu Dia datang, Dia menghancurkan kuasa Iblis. Maka di dalam salib, Iblis coba mengganggu Kristus sehingga Dia tidak jadi naik ke salib. Tapi akhirnya waktu Dia mati sebagai korban dosa manusia, kuasa Iblis di atas manusia sudah runtuh. Dan selama kita sekarang menantikan Kristus datang untuk kedua kali, kita menawarkan kepada dunia ini keselamatan. Yesus berkata di dalam Markus 2: “Bagaimana bisa merampas harta orang kuat kalau dia tidak diikat terlebih dahulu?” Maka waktu Dia mati di atas kayu salib, Iblis diikat oleh Yesus. Dan sekarang kita mengambil harta yang ada kerajaan Iblis dan membawa itu masuk ke dalam Kerajaan Yesus. Apa merupakan harta terpenting untuk Iblis? Jiwa-jiwa manusia. Iblis punya tujuan untuk membawa sebanyak mungkin orang masuk neraka bersama dengan dia. Dan waktu Kristus meremukkan kepala ular, dia mengikat Iblis dan Iblis tidak berdaya lagi. Sehingga sekarang kita bisa menarik keluar dari kerajaan kegelapan membawa itu di dalam kerajaan terang. Dan waktu Kristus datang kembali kedua kali, Dia akan menggenapi rencana Dia dan semua musuh-musuh akan di bawah kaki-Nya, semua yang menolak Kristus akan dihakimi. 

Jadi kita lihat di dalam perikop ini, satu pola yang Allah menentukan dari awal sampai akhir. Dan kalau kita mengerti polanya, kita juga perlu memahami tawaran Allah. Karena kita semua di bawah hukuman dosa maka Allah menawarkan pilihan kepada dunia ini. Waktu Yerikho, sangkakala berbunyi, runtuh semua temboknya. Akan berbunyi lagi sebuah sangkakala. Kita membaca sangkakala ini yang berbunyi, kitab Wahyu 11. Kita lihat di Wahyu 11:15-18. Akan datang sehari lain, sama seperti Yerikho, 7 hari bisa melihat Tuhan akan menghakimi. Dan pada hari terakhir, bunyi sangkakala, penghakiman itu datang. Sekarang Tuhan sabar dengan dunia ini, menunggu hari Tuhan itu. Dan kita membaca di dalam Wahyu 11. Di sini kita melihat bahwa pada akhir zaman, akan datang satu hari yang sangat menakutkan. Sangkakala itu akan berbunyi sekali lagi. Dan ini bukan satu hari yang penuh denga pesta pora karena ini adalah hari yang paling sedih. Semua orang yang menolak berita Injil akan dihancurkan. Semua akan terima apa yang mereka minta selama ini. Maka lihat di sini, ada satu peristiwa besar yang diwakili oleh kota Yerikho ini. Maka kita perlu bertanya; Kita diselamatkan dari apa? Ada enam hal yang anda perlu mengerti tentang penghakiman Allah.

Yang pertama, penghakiman Allah merupakan penghakiman pribadi. Ini bukan kebetulan. Kita orang Indonesia suka sekali istilah kebetulan. Semua kebetulan, kebetulan. Tapi kadang-kadang kalau ada hal buruk yang terjadi kepada kita, kita juga pikir itu kebetulan. Tidak ada penyebabnya. Kalau misalnya saya di luar ada gelas yang ditaruh di atas meja. Terus saya ga hati-hati, terus meja kesenggol. Terus waktu kesenggol, gelasnya jatuh. Terus pecah. Orang datang; Eh, kenapa? Orang ga pernah merasa bersalah, betul? Dia tidak bilang, “Maaf, saya tidak hati-hati sehingga gelasnya pecah. Saya bertanggung jawab.” Apa yang kita katakan di dalam bahasa Indonesia? Gelasnya jatuh. Wah, itu mujizat, yah. Gelas bisa di atas meja tiba-tiba bisa lompat sampai ke bawah. Saya punya staff, dia bawa motor ke pasar. Waktu dia di dalam, ada orang mencuri motor dia. Terus dia lapor ke kantor; Motor dicuri. Ga ada yang bertanggung jawab, betul? Dicuri. Bukan salah dia, salah kunci atau tidak pakai kunci double. Tidak menjadi dosanya orang yang sengaja mencuri barang orang lain. Yah, dicuri. Jatuh. Tetapi kita lihat di Alkitab, penghakiman Allah bersifat pribadi bukan impersonal, itu bukan random atau celaka, itu adalah keputusan Allah yang terjadi di atas dosa kita. Dan kita lihat di dalam kitab Wahyu bagaimana seluruh alam semesta mendukung kehendak Allah ini, materai ini di buka laut nya teracun, materai lain dibuka ada dua batu yang jatuh dari langit, kita lihat lagi ada bisul, ada penyakit pada manusia, terus menerus kita lihat di dalam kitab Wahyu bagaimana alam semesta mendukung penghakiman Allah. Karena ini bukan kebetulan, ini adalah perintah dari Allah dan alam semesta mengerjakan. 

Hal yang kedua, kita perlu mengetahui bahwa murka Allah pasti akan datang, Paulus waktu dia di Athena, dia berkothbah kepada tokoh-tokoh masyarakat di sana dan dia berkata bahwa Allah sudah menentukan tanggal dan para hari itu Tuhan tidak akan mengabaikan lagi kelalaian manusia untuk menolak Dia dan dia menentukan satu orang yang akan menjadi hakim manusia, dan itu yang terjadi di kota Yerikho, datang tanggal itu, dipimpin oleh Yosua, sangkakala berbunyi waktunya sudah selesai. Selama 40 tahun Yerikho mendengar Injil, mereka tahu bagaimana Tuhan menenggelamkan tentara Firaun di laut, mereka dengar bagaimana raja dari Amori bisa di bunuh oleh tentara Israel dan mereka gementar tapi tidak bertobat, banyak orang tahu akan datang hari penghakiman tetapi tidak ada pertobatan dan pada hari itu sangkakala berbunyi dan tidak lagi ditunda. Yerikho tidak bisa bertobat lagi, akan datang waktunya untuk dunia in, sangkakala ini akan berbunyi lagi dan tidak ada kesempatan untuk seorang pun untuk bertobat. 

Ketiga, kita lihat murka Allah itu final, waktu Tuhan menghakimi dunia ini, tidak ada suara di Surga, waktu materai itu dibuka, seluruh Surga berkata: ini sudah waktunya. Dan setelah itu sangkakala berbunyi dan Surga mulai bernyanyi, jadi di sini kita melihat bagaimana hal terakhir sudah datang dan tidak mungkin akan dirubah lagi. Tidak ada peluang lagi untuk bernegosiasi untuk masa depanmu. Saya datang ke Indonesia, saya heran dengan semangat atau ketekunan orang Indonesia untuk bernegosiasi segala sesuatu, mungkin karena saya dari Amerika soal harga itu harga pas, bayar, selesai. Semua di Indonesia bisa ditawar, mau beli ini, tawar, harga jadi. Orangtua bilang, “Kita tidak akan keluar makan malam ya, ” kita masih tawar menawar di situ akhirnya tetap keluar. Lebih mengherankan lagi kalau orang yang dipecat di kantor, saya kenal beberapa orang setelah pecat hari Jumat, hari Senin masuk kantor, terus bos nya datang, “Hei, aku sudah bilang kamu dipecat jangan datang lagi.” Sepanjang hari dia masih di kantor. Terus hari Senin sore dia bilang, “Jangan datang besok, ya”, Terus hari Selasa pagi masuk lagi ke kantor, Rabu masuk ke kantor lagi, hari Jumat berikut dia sudah diangkat lagi jadi staff di kantor. Kita merasa, wah keputusan tidak pernah final, kita selalu merasa bahwa kalau Tuhan mengucapkan sesuatu yaitu nanti bisa ditawar pada Tuhan, tetapi pada hari ini, waktu kita mati dan berhadapan dengan Tuhan, tidak ada tawar-menawar. 

Banyak orang saya ketemu di Australia berpikir ada reinkarnasi, kalau saya tanya setelah mati apakah yang terjadi dalam hidupmu? Mereka berpikir oh, nanti saya kembali lagi. Tahu gak yang paling menarik bagi saya reinkarnasi dari India sama Barat, mau tahu ini sesuatu perbedaannya ? Reinkarnasi di Barat selalu maju tidak pernah mundur, di India kalau karmanya buruk kembali jadi tikus. Tapi kalau kita sapi kita hidupnya baik, mungkin menunya rumput dengan sempurna akhirnya kita kembali jadi perdana menteri kali. Tetapi kalau kita menjadi manusia tidak berfaedah kepada manusia akhirnya kita kembali bisa jadi kecoa. Di Barat lain, kita gak pernah mundur di sini, karir kita harus selalu naik pangkat, gaji lebih besar, kita dari apartment kecil beli kondominium, dari kondominium beli rumah di Chatswood, kemudian dari Chatswood kita beli rumah dengan swimming pool di North West suburb, selalu maju gak pernah mundur ya, juga dalam hidup saya. Waktu saya mati reinkarnasi jadi lebih tinggi sedikit, lebih cakep, gak pernah ada orang reinkarnasi jadi pelacur sakit AIDS. Jadi reinkarnasi di Barat pun gak punya dasar di dalam kenyataan, tapi dalam Alkitab, kita melihat dengan jelas, ada permulaan dan ada akhir, ada hari sangkakala itu berbunyi, itu final, tidak ada cara bernegosiasi lagi.

Yang keempat, hari penghakiman ini adalah hari yang mengerikan karena pada hari ini tidak ada keselamatan yang ditawarkan lagi kepada manusia. Pintu Surga ditutup rapat dan di kunci, berapa banyak perumpamaan dari Yesus mengenai waktu pintu ditutup dan orang di luar mencoba masuk tetapi tidak dibuka ulang. Kita berpikir Allah seperti kung-kung-mu, asal saya bujuk, Dia pasti buka pintu kembali, tetapi waktu kita dikunci di luar pesta dan tidak boleh masuk, Yesus berkali-kali berkata hanya ada tangisan dan penderitaan. Ini bukan kalimat saya untuk menakutkan kamu masuk Surga, ini adalah ajaran Yesus sendiri yang menggambarkan Surga. Dan kalau kita dengar Yesus berkata bahwa Surga seperti orang menderita atau ada tangisan, atau kita dengar ajaran Yesus bara api yang tidak dipadamkan, mungkin ini metafora. Mungkin tidak akan ada api ada setan dengan ini pitchfork, gak tahu pitchfork bahasa indonesia apa? Ya udah pokoknya pitchfork lah. Ini metafora yang menggambarkan suatu realita yang jauh lebih buruk dari apa yang kita bayangkan. Jonathan Edwards memberi khotbah Sinners in the Hands of an Angry God, dan dia berkata bahwa manusia seperti laba-laba yang bergantung di atas api, dan sebentar lagi, sarang laba-laba akan terhangus dan dia akan jatuh ke dalam api. Dan waktu orang yang dengar khotbahnya sadar bagaimana neraka begitu mengerikan, mereka diremukkan. Mereka menagis, mereka berdoa minta pengampunan kepada Tuhan karena mereka sadar mengenai realita neraka.

Yang kelima, penghakiman Allah tepat dan benar, Allah tidak pernah akan salah menilai orang, tidak ada pengacara di Surga karena tidak perlu naik banding, tidak perlu pembela. Allah tahu semua perkara hidup kita dan Dia akan menghakimi dengan tepat. Banyak orang berpikir kalau saya baik dibanding dia pasti Tuhan akan menerima saya, tetapi dari Roma 2 & 3 kita tahu bahwa tidak ada orang yang baik, Paulus berkata orang Yahudi dan orang Kafir semuanya adalah orang yang tidak benar. Kita juga tidak ada orang Kristen yang baik dan tidak baik, kita pun di GRII masih di bawah penilaian standard Allah yang sama, jadi tidak ada orang yang bisa berbuat begitu baik sehingga Allah mau membuka Surga bagi dia. Di gereja seperti kita, di mana Injil diberitakan terus, masih ada banyak di antara kita yang berpikir kalau saya baik, Tuhan terima saya. Tapi memiliki baju GRII, beli fellowship jaket tidak akan berguna membawa kamu masuk Surga. Allah tidak akan pernah salah untuk menentukan tempat kekekalan seseorang, jadi Allah melihat setiap tingkah laku kita, Dia melihat hati kita, Dia tahu ada iman kepada Kristus apa tidak.

Yang keenam, kita melihat bahwa murka Allah tidak bisa dicegahkan. Yerikho adalah sebuah gambar tentang penghakiman Allah yang akan datang, kita ini melawan Tuhan, Tuhan hancurkan kota Yerikho. Akan datang saatnya Tuhan juga akan membawa penghakiman yang sama bukan hanya kepada Yerikho tetapi ke seluruh dunia, dan sama seperti Yerikho bukan sebuah peperangan, pertempuran. Yerikho, mereka putar berkali-kali tidak perlu pedang bisa runtuhkan satu kota, itu adalah Allah yang meruntuhkan kota dengan tidak perlu apa-apa. Dan di dalam 2 Tesalonika 2, kita membaca mengenai kedatangan Kristus kedua kali, dan kita dengar bagaimana Yesus akan mengalahkan anti-Yesus. Tahu gak caranya? Tidak dengan pertempuran, bukan dengan Malaikat naik kuda mereka akan datang dengan pedang melawan ini para roh jahat, ini tidak akan seperti Marvel punya superhero. Saya nonton itu dengan anak saya, Thanos with cincin ya, kita di Indonesia sudah lama pakai cincin itu ya kan, terus mereka semua superhero harus keluar lawan Thanos ini, perang terus kayak rapat sinode. 2 Tesalonika 2 memberitahu kepada kita cara Yesus mengalahkan kuasa anti-Yesus, dengan nafas runtuh semua kuasa iblis, dengan sangkakala langsung runtuh tembok Yerikho. 

Kristus tanpa mengeluarkan keringat, langsung iblis yang begitu mencengkeram hidupmu kuasanya hancur total, kehakiman Tuhan yang akan datang tidak mungkin dicegahkan. Seluruh kuasa iblis tidak bisa melawan, itu hari yang pasti, hari yang mengerikan, di mana setiap orang akan dihakimi dengan tepat. Jadi Allah memberi tawaran kepada dunia ini, pilihan, apakah kita mau di bawah penghakiman Tuhan atau terima keselamatan-Nya ditawarkan kepada manusia. Rahab, dia diselamatkan sekeluarga dibawa keluar dari Yerikho, Rahab tidak mati karena dia beriman dan dia berada di dalam ruang itu. Para pengintai berkata kasihlah tanda di jendelamu, taruhlah tali yang warna merah yang bisa jatuh dari jendela supaya kami tahu ini adalah tempatmu dan siapapun yang di dalam ruangan ini akan diberi keselamatan. Ini menarik bahwa di tengah-tengah penghakiman ada keselamatan, dan ini adalah cara Allah. Kita berpikir bahwa Allah memberi penghakiman atau memberi keselamatan, tetapi pola Allah adalah memberi keselamatan melalui penghakiman. Adam dan Hawa diusir dari Firdaus tetapi diselamatkan, Nuh diselamatkan walaupun ada air bah, anak sulung dari orang Israel diselamatkan karena mereka di bawah rumah di bawah darah, malaikat maut sedang melewati seluruh daerah Mesir, dan setiap orang yang ada di dalam rumah diselamatkan. Dan di Yerikho kita lihat hal yang sama, kalau saya di dalam rumah itu saya akan selamat, dan waktu Kristus datang Dia juga membuka pintu Surga bagi kita dengan melewati penderitaan. Jadi kita lihat Allah selalu menyelamatkan kita melalui penghakiman, Kristus menderita di atas kayu salib supaya kita tidak harus menderita. Ini adalah solusi Allah untuk masalah keadlian dunia ini, hanya di dalam salib, kita lihat keadilan dan kasih bisa dua-duanya coexist. Di tengah-tengah judgement ada satu tempat keselamatan.

Saya bertemu dengan pemimpin masjid kota Bogor, dia adalah pemimpin untuk masjid terbesar di situ. Dia punya kapalan di jidat karena dia begitu rajin sholat, akhirnya dia datang ketemu saya, kita makan bersama, dan saya mulai jelaskan kabar baik kepada dia. Dia mulai berbicara mengenai Israel dan Palestina, saya berkata kepada día, “Bagaimana masalah Israel dan Palestina bisa selesai? Karena orang Palestina merasa mereka benar, mereka melawan Israel, mereka membunuh orang Israel. Kemudian orang Israel, setelah anak mereka dibunuh mereka harus menyerang sehingga mereka membunuh anak orang Palestina. Sekarang orang Palestina harus balas dendam lagi membunuh anak orang Israel, terus-menerus siklus ini akan jalan dan tidak pernah selesai. Hanya ada satu solusi saya berkata, Yesus berkata, “Kau tampar pipi kiri, kasih pipi kanan”, pemimpin masjid terbesar di kota Bogor, dia tunduk kepala, dia merenung sedikit. “That’s too hard to do, saya tidak mungkin mengampuni seseorang seperti itu.” Allah kita mengampuni seseorang, Allah kita menanggung hukuman dosa kita di dalam korban Kristus supaya siapapun di dalam Yesus Kristus akan selamat. Maka kita lihat, maka di sini kita melihat nama Yosua menjadi semakin besar di seluruh tanah, Tuhan menyertai Yosua dan terdengar kabar tentang dia di seluruh negeri itu. Kita melihat di sini satu pengertian yang begitu indah bagi kita, akan datang Yosua lain, Yosua yang lebih sempurna, dan dia akan mengalahkan kuasa iblis. Dan nama dia akan menjadi lebih besar karena semua kota-kota Yerikho di seluruh dunia ini akan runtuh. Dan dia memberi diri sebagai tempat keselamatan bagi setiap orang yang percaya. Hari ini masuk ke dalam Kristus, jangan menjadi seperti orang Yerikho, jangan berpikir masih ada waktu besok, jangan berpikir bahwa dunia ini bisa menyelamatkanmu, jangan menjadi orang yang terus ke Gereja tidak pernah bertobat. Karena kita punya hakim yang lebih besar yang akan datang, tetapi dia adalah Juruselamat yang lebih besar daripada Yosua. Marilah kita berdoa.


Yosua 2:1-15, 23-24
 
 

Yohanes 3:1-16
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more