Ringkasan Khotbah

28 September 2025
Eksposisi Matius: Yesus Menyembuhkan Hamba Centurion
Pdt. Agus Marjanto, M.Th · Mat 8:5-13, Luk 7:1-5

Mat 8:5-13, Luk 7:1-5

Kita sudah sampai ke dalam pelajaran ke-2 yang Yesus katakan di dalam perikop ini. Saya sudah mengatakan kepada saudara-saudara perikop ini menceritakan sesuatu yang Yesus sendiri mau tuju. Titik berat peristiwa ini sesungguhnya bukan bicara mengenai kesembuhan. Peristiwa yang dikerjakan oleh Yesus ini memang kesembuhan, tetapi ada suatu pelajaran yang lebih besar yang Yesus sedang tujukan kepada kita. Jika kesembuhan itu bukan akhir dari tujuan Yesus dalam perikop ini, apa sesungguhnya yang Yesus mau tuju dengan keadaan ini? Maka saya sudah mengatakan kepada saudara-saudara, lihatlah bagaimana Matius menuliskannya dengan cermat. Matius menuliskan dua kali, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu … “ Ini adalah titik berat dari perikop ini. Sekali lagi saudara-saudara, sebagai orang reformed marilah kita belajar Alkitab dengan baik-baik. Ketika saudara membaca Alkitab, saudara menginterpretasikannya. Apalagi saudara mengotbahkannya, saudara harus mengajar kepada jiwa kita suatu hati yang sungguh-sungguh belajar, rendah hati dan mengerti kehendak Tuhan itu apa. Sungguh-sungguh bergantung kepada Roh Kudus untuk tidak melewatkan hal terpenting dari seluruh perikop ini. Cara berpikir dari reformed theology, spiritualitas yang diturunkan oleh bapak-bapak dari reformed theology dan puritan, membuat mata kita makin lama makin jeli apa sesungguhnya yang menjadi titik vokal dari segala sesuatu di depan kita termasuk perikop ini.

Kalau saudara-saudara dan saya tidak mengerti prinsip ini, maka kita akan mengotbahkan seperti ini, “Saudara-saudara lihat bahwa Yesus bisa menyembuhkan. Maka saudara-saudara punya sakit-penyakit, Yesus itu menyembuhkan, percayalah! Percayalah seperti centurion ini yang dipuji imannya, saudara harus memiliki iman yang besar supaya saudara sembuh. Tetapi kalau saudara memiliki iman yang kecil saudara tidak akan sembuh.” Saudara-saudara, apakah benar seperti itu? Sama sekali tidak benar. Jikalau memang tujuan Yesus adalah bicara mengenai kesembuhan, mengapa hanya ada satu demi satu orang di tengah-tengah ribuan orang yang sakit pada waktu itu yang disembuhkan? Dan saudara bisa melihat misalnya saja dengan perikop sebelumnya di mana orang kusta itu bahkan tidak memiliki iman yang besar, dan dia disembuhkan. Saudara-saudara, maka kita tidak bisa menggabungkan antara iman besar atau kecilnya dengan hasil kesembuhan atau tidak.

Saudara-saudara, Yesus berkuasa untuk menyembuhkan, tetapi Dia datang ke dunia bukan berprofesi penyembuh. Dia adalah Mesias, yang diurapi secara khusus untuk misi tertentu. Dan misi-Nya adalah misi penyelamatan, rekonsiliasi antara manusia yang berdosa dengan Allah yang suci. Adalah benar bahwa salah satu tanda mesianik adalah pembebasan. Itulah sebabnya ada penyembuhan. Tetapi itu tidak berarti bahwa Yesus harus menyembuhkan. Nanti di dalam kedatangan-Nya yang kedua, maka sebuah pembebasan dan kesembuhan itu akan terjadi. Sekali lagi saudara-saudara tidak bisa untuk menghubungkan dua hal ini: imannya besar atau imannya kecil itu akan terlihat dari apakah dia disembuhkan atau tidak. Sepanjang sejarah gereja sampai saat ini, saudara akan menemukan begitu banyak anak-anak Tuhan berada dalam penderitaan yang luar biasa, tetapi ketika saudara membaca tulisan mereka satu persatu, saudara tahu orang ini memiliki iman yang luar biasa besar. Salah satunya yang masih hidup pada saat ini dan masih menderita namanya adalah Joni Eareckson Tada. Kalau saudara-saudara bisa mencatat, saudara bisa mengingat, saudara cari bukunya. Orang ini seorang wanita, dan dia adalah lumpuh dari leher ke bawah. Tetapi Tuhan sekarang pakai dia untuk boleh meng-encourage, membangkitkan iman semua orang-orang yang cacat. Saudara-saudara membaca bukunya, saudara akan melihat keindahan di tengah-tengah kegelapan. Seorang yang memiliki kekuatan yang besar di dalam iman di tengah-tengah lumpuhnya tubuhnya.

Sekarang kita kembali melihat inti sebenarnya yang Yesus mau ajarkan. Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira centurion, bukan orang Yahudi tapi orang Romawi. Dan setelah Dia menyembuhkan, maka Yesus mengatakan, “Aku berkata kepadamu …” Ada dua. Pertama adalah “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai dari seorang pun di antara orang Israel.” Ke-2, “Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak, dan Yakub di dalam Kerajaan Surga, sedangkan anak-anak kerajaan ini akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” Saya sudah mengeksposisi kalimat yang kedua Yesus ini. Sekali lagi inti kalimat kedua dari Yesus ini adalah melalui kesembuhan hamba centurion ini yang adalah bukan orang Israel, maka Yesus sedang memproklamasikan, membuka mata seluruh Israel, hati-Nya bukan saja kepada Israel tetapi kepada seluruh bangsa-bangsa yang lain. Dan sekali lagi, di dalam gereja ini saya berkali-kali katakan pada saudara-saudara, “Apa yang menjadi inti isi hati Tuhan?” Saya tidak akan membuang waktumu. Engkau dan saya harus melihat dengan tepat apa yang menjadi isi hati Tuhan. Saya tidak punya keinginan sama sekali untuk membuang waktumu dan waktuku. Saya tidak akan berkhotbah untuk segala sesuatu yang sifatnya sampingan, segala sesuatu yang tidak terlalu penting, yang boleh ada yang yang boleh tidak ada. Saya akan bicara mengenai sesuatu yang absolut. Jikalau engkau tidak mau mendengarkan, biarlah engkau sendiri bertanggung jawab di hadapan Allah. Dan ketika saya mengatakan ini adalah karena saya mengasihi jiwa kita.

Saudara perhatikan baik-baik isi hati Tuhan. Isi hati Tuhan adalah misi. Isi hati Tuhan adalah keselamatan bagi bangsa-bangsa, bukan saudara dan saya sendiri. Isi hati Tuhan adalah nanti pada waktu kekekalan dibuka, setiap suku, setiap bangsa, setiap bahasa ada perwakilannya di depan takhta Anak Domba. Dan itu salah satu alasan utama kenapa kita masih ada di tempat ini, kenapa gereja ini ada. Gereja ini ada bukan mengumpulkan orang Kristen. Gereja ini ada untuk meminta visi dari Allah, sehingga hidup kita yang hanya satu kali dan singkat ini bukan memikirkan diri kita sendiri, bukan rencana kita sendiri, bukan memperkaya diri kita sendiri, tetapi sungguh-sungguh mau dipakai oleh Tuhan agar kemuliaan yang terjadi dilihat oleh seluruh bangsa. Saudara mau melawan saya dalam hal ini, silakan lihat baik-baik apa yang Alkitab katakan. Biarlah engkau sendiri berhadapan dengan Allah yang menciptakan kita dan melahirbarukan kita. Tidak ada hal yang lain di dalam Alkitab yang begitu sangat jelas, salah satunya yang begitu jelas adalah hati Allah kepada bangsa-bangsa. Yesus menyembuhkan, selesai? Yesus menyembuhkan, semua orang tepuk tangan? Tidak. Yesus menyembuhkan, khusus pilih yang disembuhkan adalah orang Romawi, hamba orang Romawi, bukan orang Ibrani. Begitu sudah sembuh, selesai? Yesus kemudian lihat tepuk tangan, semua orang memuji Tuhan, tidak. Dia mengatakan satu kalimat yang luar biasa tajam: “Aku katakan kepadamu sesungguhnya ya …”. Kalau Yesus sudah katakan, “Aku katakan sesungguhnya …”, itu tekanannya berat sekali. Orang-orang asing dari Timur, Barat akan makan bersama Abraham, Ishak dan Yakub. Abraham dan Ishak dan Yakub itu siapa? Itu bapaknya orang Israel. Tetapi anak-anak kerajaan ini akan dicampakkan di dalam kegelapan, itu artinya pakai bahasa sekarang: “Oh Yesus, engkau menyembuhkan ya. Orang Romawi kau sembuhkan. Aku katakan kepadamu orang Yahudi, mereka orang-orang dari segala bangsa yang engkau sebut kafir itu akan makan bersama dengan keluarga besarmu, engkau sendiri akan keluar dari rumahmu!”

Kenapa Yesus mesti ngomong begini? Kenapa mesti kasarnya kayak begini? Banyak orang tidak suka seorang pengkhotbah begitu tajam. Silakan saudara lihat Alkitab baik-baik. Ketika seorang pengkhotbah tajam kepada jemaat, dia harus tajam kepada jiwanya terlebih dahulu. Kita harus jujur di hadapan Allah, kita sendiri adalah orang yang berdosa. Saya sendiri adalah orang yang menginginkan keluarga saya semuanya baik, tidak ada urusan dengan kehendak Tuhan. Saya punya rencana seluruhnya baik, tidak ada urusan dengan kehendak Tuhan. Uang adalah untuk saya dan untuk anak-anak saya, tidak ada urusan dengan pekerjaan Tuhan. Itu pun saya inginkan. Tetapi Alkitab itu begitu tajam di dalam jiwa kita. Alkitab itu tidak kompromi sedikit pun dengan dosa kita. Kita diciptakan dan kita ditebus bukan untuk hidup kita sendiri, demikian kata Alkitab, tetapi untuk kehendak Allah itu jadi di tengah-tengah dunia melalui dan di dalam hidup kita. Oh ini kalimat yang tajam, kasarnya luar biasa, “Aku katakan kepadamu sesungguhnya …” Saudara-saudara, Yesus mengatakan, “Aku katakan kepadamu sesungguhnya orang-orang seperti ini akan kumpul dari Timur dan Barat semuanya akan duduk bersama bapakmu yang kau sebut bapak Abraham, Ishak, dan Yakub, tetapi anak-anak kerajaan ini akan masuk ke dalam kegelapan.” Yesus begitu marah, begitu sedih, begitu menghakimi kepada orang Israel yang sudah dipilih menjadi umat Allah tetapi yang hidupnya itu adalah untuk diri. Mereka tidak berbuah. Itulah sebabnya Yesus mengatakan persis seperti Yesaya dan Yeremia katakan, “Maka pohon anggur ini akan dipotong dan dibuang.” Hati misi. Hati yang mengasihi akan bangsa-bangsa. Hati yang menginginkan Kristus dipermuliakan dan kemuliaan-Nya dilihat di tengah-tengah bangsa-bangsa, itu bukan hasil dari didikan gereja, itu bukan hasil dari aktivitas gereja, itu adalah hasil dari Roh Kudus yang bekerja kepada diri seseorang. Mungkin orang yang diselamatkan itu pertama-tama bentukan itu belum terjadi tapi akan menuju ke sana. Jadi kalau saudara-saudara sudah berpuluh-puluh tahun tidak pernah ada bentukan ini, berpuluh-puluh tahun tidak pernah ada kerinduan seperti ini, apakah saudara tidak mau mengecek apa yang terjadi pada jiwa saudara melalui Alkitab ini? Yesus mengatakan kepada orang Yahudi, “Mereka akan diselamatkan, kamu akan dibuang.” Saudara-saudara, ini adalah titik berat pertama: “Aku berkata kepadamu.”

Titik berat kedua dari Aku berkata kepadamu. Yesus mau menyatakan bagaimana sejak awal hatinya kepada seluruh bangsa dan Yahudi harus bergerak. Pada pagi ini saya akan memberikan kepada saudara-saudara pengertian titik berat yang pertama yaitu menyatakan pelajaran tentang iman. Melalui kesembuhan, kemudian Matius tulis, selesai, semua orang puji Yesus? Tidak. Melalui kesembuhan, kemudian Matius mendengarkan apa yang dikatakan oleh Yesus, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, iman seperti ini atau iman dengan besarnya seperti ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.” Wah, ini sekali lagi menyinggung, saudara-saudara. Dua kali disinggung. Iman yang seperti ini di tengah-tengah kamu, ini kan orang Israel semua, tidak ada. Saudara-saudara, kalau kemarin kita lihat di tempatnya Pak Tong ada anak kecil yang main biola, umur tujuh tahun. Lalu kemarin kita bicara sama beberapa orang. Saya tanya kepada Samantha, tadi yang main biola, hati dia baiknya luar biasa, dia yang melatih anak-anak, “Sam, kamu minder enggak?” Minder banget. Jadi cuma diperlihatkan aja dia minder. Betul dong, 7 tahun kita semua masih main layangan, dia sudah main biola. Padahal yang namanya Samantha mungkin di tengah-tengah kita salah satu yang terbaik. Dan kemudian ada seorang yang bermain biola umur 7 tahun, saudara-saudara gak usah diomongin apa-apa sudah rasa minder. Pak Tong diam aja padahal. Coba saudara bayangkan kalau anak umur 7 tahun ada di sini dan kemudian Stephen Tong ada di sini, dan dia main, terus kemudian dia mengatakan, “Aku berkata sesungguhnya orang seperti ini di sini gak ada satu pun.” Bukan minder lagi saudara-saudara, sepertinya dihina. Dan inilah Yesus. Orang seperti ini tidak ada di sini, seluruh Israel tidak ada. Sekarang saya tanya kalau saudara adalah orang bangsa Israel, apa yang dia banggakan? Israel tidak pernah membanggakan uang. Israel membanggakan aku memiliki iman yang sejati. Kalimat Yesus tepat masuk di dalam inti keagungan orang Israel, diruntuhkan tepat di jantungnya. Oh, ini menyakitkan saudara-saudara, menyakitkan. Mereka bukan cuma minder, mereka sakit. Orang ini imannya besar, iman seperti ini tidak ada di seluruh Israel.

Sekarang saya akan membawa saudara-saudara untuk meneliti apa arti ketika Yesus bicara imannya besar. Kalau kita tidak hati-hati maka kita pikir Yesus memuji orang ini imannya besar dan tanda dari iman yang besar sekali lagi adalah kesembuhan. Sekali lagi, banyak dari kita terpengaruh oleh orang-orang yang mengatakan, “Oh, imanmu belum besar, maka engkau belum disembuhkan, belum terjadi mukjizat karena imanmu belum besar.” Saudara-saudara, ini adalah suatu pengajaran yang berbahaya dan akan meracuni, akan mengompromikan iman kita. Sekali lagi saya tidak mengatakan bahwa iman itu tidak akan ada hasilnya. Dan dalam banyak hal Tuhan mengabulkan doa-doa dari orang yang beriman. Juga memberikan kesembuhan. Tetapi tidak berarti, saudara dan saya bisa langsung menghubungkan antara besar atau kecilnya iman dengan hasilnya. Kalau saudara-saudara melihat Matius 8:26, maka saudara akan bisa melihat sebenarnya Matius sengaja memberikan suatu komparasi antara centurion ini dengan murid-murid. Ketika itu murid-murid Yesus ada dalam perahu dan kemudian angin ribut yang besar terjadi dan mereka ketakutan. Murid-murid mengatakan, “Tuhan, Tuhan, tolonglah kami binasa.” Lalu Yesus mengatakan kepada mereka, “Mengapa kamu ketakutan hai kamu yang kurang percaya?” Saudara perhatikan kalimat ini. Mengapa engkau takut, betapa kecilnya imanmu? Itu arti aslinya. Kalau saudara-saudara menghubungkan antara iman dengan hasilnya, maka iman yang besar akan menghasilkan Yesus menyembuhkan. Iman yang kecil akan menghasilkan Yesus menenangkan badai. Kalau begitu saudara mau imannya besar atau kecil? Kalau kecil imannya, Yesus akan memberikan result yaitu badai itu akan tenang. Kalau imannya besar akan menyembuhkan.

Di tempat yang lain saudara-saudara perhatikan, Yesus pernah mengatakan, “Jikalau imanmu kecil sebesar biji sesawi saja, engkau akan bisa memindahkan gunung.” Jadi sekarang saudara kepingin iman besar atau iman kecil? Saudara mau memindahkan gunung? Saudara mau menenangkan badai atau saudara mau sembuh? Tentu seluruh pelajaran yang dikatakan dalam Alkitab tidak bermaksud menghubungkan antara besar kecilnya iman dengan hasil. Hasil tidak serta-merta dapat menunjukkan iman seseorang itu seperti apa. Orang Israel di padang gurun itu bahkan berdoanya ngotot minta daging, dan tiba-tiba mukjizat terjadi. Daging diturunkan dari surga. Oh, imannya berhasil bukan? Doanya dijawab bukan? Tetapi ketika mereka memakan daging itu, Tuhan marah. Sekali lagi, jawaban doa tidak serta-merta adalah hasil besar atau kecilnya iman. Jadi kalau begitu, ketika Yesus mengatakan iman seperti ini tidak pernah Aku jumpai di seluruh Israel, artinya apa? Ini iman seperti apa yang Yesus puji? Iman dengan derajat seperti ini, sebesar ini, itu iman seperti apa?

Sekarang saudara-saudara perhatikan prinsipnya. Sekarang saya akan masuk ke dalam prinsip fundamental yang paling dasar dari iman yang sejati, yang dibuat, dibentuk oleh Roh Kudus. Perhatikan empat hal ini akan menjadi satu. Iman yang sejati yang dibentuk oleh Roh Kudus di dalam hati seseorang akan menghasilkan empat hal ini menjadi satu. Yang pertama, akan melihat kemuliaan Kristus. Yang ke-2, begitu melihat kemuliaan Kristus, menyadari ketidaklayakan diri. Ke-3, maka terjadi suatu penyerahan diri secara mutlak. Dan yang ke-4, pada akhirnya akan tunduk kepada kedaulatan Kristus. Sekali lagi, Roh Kudus ketika menciptakan iman yang sejati, dan iman itu akan terjadi pada saudara dan saya jikalau kita anak Tuhan. Dan di dalam keadaan-keadaan tertentu ketika kita menghadapi hidup maka Roh Kudus akan bekerja menumbuhkan iman itu. Ketika saudara rasa dan saya rasa ini beriman, saudara cek apakah itu dari Roh Kudus seturut dengan Alkitab atau itu adalah dari kedagingan kita. Kalau itu dari Roh Kudus, 4 hal mendasar ini akan terjadi dan ini akan saling berkait satu dengan yang lain. Pertama melihat kemuliaan Kristus. Ke-2 menyadari ketidaklayakan diri. Ke-3, memberikan, mendorong penyerahan diri. Dan yang ke-4 adalah tunduk sepenuhnya kepada kedaulatan Kristus.

Saudara-saudara, orang yang hatinya bisa melihat kemuliaan Kristus, yang pada saat yang sama menyadari ketidaklayakan diri, ini adalah bukan pengetahuan teologis, ini adalah kesadaran rohani yang diberikan oleh Roh Kudus. Saudara-saudara perhatikan sekarang dalam case centurion, apa yang Roh Kudus bentuk dalam hatinya. Centurion ini mengatakan, “Aku tidak layak engkau datang ke tempatku.” Saudara-saudara, ini bukan sopan santun. Ini sungguh-sungguh dia sadar bahwa tidak layak Kristus itu datang ke tempatnya. Dan bukan itu saja. Aku tidak pergi ke tempat-Mu bukan karena aku tidak mau, tetapi karena aku tidak layak untuk menghadap Engkau. Kalimat ini sendiri menyatakan bagaimana centurion itu mengerti kemuliaan Kristus. Saudara perhatikan, dia bisa melihat kemuliaan Kristus dan dia menyadari ketidaklayakan diri. Sekarang saudara coba bandingkan dengan kalimat tua-tua. Tua-tua itu mengatakan kepada Yesus, “Yesus, orang ini layak Engkau tolong, karena dia sudah bantu ini, bantu itu. Dia berjasa bagi bangsa kita.” Saudara-saudara perhatikan 2 orang yang berbeda. Yesus, orang ini layak engkau tolong. Orang ini mengatakan, “Aku tidak layak Engkau datang ke tempatku. Bahkan aku tidak pergi ke tempat-Mu karena aku tidak layak untuk menghadap Engkau.” Yohanes Pembaptis pernah mengatakan, “Aku membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”

Saudara-saudara perhatikan baik-baik, apakah engkau menyadari bahwa kita berdoa pun sesungguhnya tidak layak? Kita mendengar Firman pun tidak layak? Allah di surga adalah Allah yang layak untuk disembah. Tapi biarlah kita menyadari bahwa kita tidak layak, bahkan cuma untuk menyembah-Nya pun tidak layak. Centurion ini tahu Kristus itu begitu mulia, aku nothing. Siapa yang punya iman seperti centurion? Mungkin iman kita adalah persis tua-tua. Aku layak, aku sudah melayani, jadi Engkau layak untuk tolong aku. Aku sudah puluhan tahun memberikan perpuluhan kepada-Mu. Bukankah aku punya hak untuk Engkau dengar dan aku ditolong? Aku layak. Tetapi centurion mengatakan, “Tidak, aku tidak layak.” Saudara perhatikan baik-baik. Kalau dia sendiri sadar tidak layak untuk Yesus datang ke rumahnya atau dia datang ke tempat Yesus, saya tanya apakah dia memiliki kesadaran, kelayakan bahwa pasti doanya dijawab? Tidak. Dia pasti tidak memiliki kelayakan, “Aku pasti dijawab, pasti disembuhkan.” Tidak mungkin itu ada. Kalau iman itu dari Roh Kudus, maka orang ini akan tahu diri. Tahu menempatkan diri. Tahu susunan ordo. Tahu apa itu otoritas. Tahu siapa yang berotoritas. Dia mengatakan, “Di atasku juga ada atasan dan ada yang di bawah. Kalau yang di bawah aku suruh pergi, pergi. Kalau suruh datang, datang.” Dia tahu otoritas itu nanti akan menentukan nasib bawahannya. Jenderal yang di atasnya adalah penentu nasibnya. Dia tahu bahwa dia tidak bisa mengatur keputusan jenderalnya. Jenderalnya itulah yang berdaulat. Saudara-saudara perhatikan baik-baik. Iman perwira ini besar dan tidak ada di seluruh Israel adalah karena dia mempercayakan diri kepada Kristus seperti bawahan mempercayakan diri kepada keputusan jenderalnya. Iman perwira ini besar bukan karena dia tahu Yesus pasti menyembuhkan.

Saudara-saudara perhatikan apa yang Matius tekankan baik itu di dalam kesembuhan dari orang kusta dan kesembuhan hamba dari centurion ini, yaitu kedaulatan Kristus ditekankan. Orang kusta itu mengatakan: “Tuhan, kalau Engkau mau, engkau dapat mentahirkan aku.” Dengan air mata dia mengatakan itu. Dia tidak mengatakan, “Aku percaya engkau pasti menyembuhkan aku. Engkau Maha Kuasa. Aku percaya kepada-Mu, pasti ada kesembuhan bagiku.” Tidak saudara, tidak sama sekali. Ketika seseorang mengatakan aku percaya Engkau pasti menyembuhkan aku, pada saat yang sama dia sebenarnya memikirkan dirinya layak. Saudara-saudara, kita tidak layak doa kita didengar oleh Kristus, kita tidak layak kalau hidup kita diberi kelancaran oleh Kristus. Kita lebih lagi tidak layak kalau hidup kita yang hanya satu kali ini, saudara dan saya bisa menemukan gereja yang benar, yang baik, yang suci, yang Tuhan sendiri jagai. Kita sama sekali tidak layak. Kita tidak ada jasa apa pun. Kita tidak layak untuk mendapatkan Firman dari Tuhan. Kita tidak layak untuk mendapatkan keluarga yang baik. Kalau istrimu, suamimu, dan anak-anakmu masih di dalam kesucian Tuhan, engkau dan saya sama sekali tidak layak untuk mendapatkannya. Itu semua adalah karena belas kasihan Allah kepada kita. Jangan ada seorang pun yang memegahkan diri. Demikian kata Alkitab. John Calvin mengatakan, “Tidak ada satu kebaikan, satu tetes kebaikan yang datang kepadamu yang bukan karena belas kasihan Allah kepadamu di dalam Kristus.” Orang ini menyadari Kristus itu mulia, dirinya itu tidak layak. Maka dia mengatakan, “Jangan datang padaku dan aku tidak berani datang kepada-Mu karena aku tidak layak.” Dia tahu tidak layak ditolong. Tetapi pada saat yang sama dia tahu kalau Kristus tidak tolong tidak ada harapan. Nah, saudara-saudara perhatikan di sinilah paradoksnya. Dia tahu dia tidak layak ditolong, tetapi dia tahu kalau Kristus tidak menolongnya tidak ada harapan.

Di antara 2 hal ini, maka Roh Kudus sekarang memberikan bentukan hal yang ke-3, yaitu spirit, hati yang remuk. Bukan basa-basi minta tolong, tetapi hati yang remuk, benar-benar desperate minta tolong. Memiliki hati yang meratap. Dan saudara perhatikan, hati yang meratap itu persis seperti Yakub memegang kaki Tuhan dan tidak membiarkan Dia pergi. Sekali lagi, orang-orang puritan mengajar kita, “Aku akan terus-menerus mengetok pintu belas kasihan-Mu. Aku akan mengetuk. Engkau boleh membuka, boleh tidak membuka, itu kedaulatan-Mu, tetapi aku akan terus mengetuk. Dan kalau Engkau tidak membuka, Engkau akan menemukan aku akan mati sambil mengetuk di depan pintu anugerah-Mu. Engkau akan menemukan aku mati di situ karena hanya Engkau satu-satunya harapanku. Dan aku tidak akan pergi ke tempat lain karena aku akan mati di hadapan-Mu dengan berharap.” Saudara-saudara perhatikan, itu iman. Memegang Allah. Saudara-saudara bukan begini ya. Oh itu Pak Agus tadi katakan Tuhan itu berdaulat. Nah aku sudah diajarkan Tuhan itu berdaulat, orang-orang reformed juga mengajarkan Tuhan itu berdaulat dan aku tidak layak. Dan sekarang aku perlu doa untuk kesembuhan. Karena Dia berdaulat, aku tidak layak. Ya, aku akan doa, “Tuhan tolong sembuhkan, terserah Engkau mau atau tidak. Kalau Engkau tidak mau, ya juga tidak apa-apa. Amin.” Itu bukan berserah saudara-saudara, itu ‘terserah’ – tidak peduli, que sera sera. Saudara, kalau ketemu istri agak sedikit kesal sama kita, “Mau makan di mana?” “Terserah!” Saudara-saudara tahu artinya kan? Terus kemudian, ya sudah terserah, ya tidak apa-apa tidak makan. Itu bukan iman. 

Iman yang sejati akan memberikan satu kobaran api yang lahir dari remuk hati, yang lahir dari melihat kemuliaan Kristus dan ketidakberdayaan diri. Centurion dan orang kusta ini sadar tidak ada penolong yang lain. Mereka sadar juga diri tidak layak. Maka mereka meminta-minta tolong seperti pengemis. Dan menyerahkan seluruh keputusan kehendak jenderalnya yaitu Yesus. Yesus memuji iman centurion ini karena centurion ini telah melakukan bagiannya meminta, berharap kepada Kristus, dan rela menerima apa pun keputusan jenderalnya, apa pun yang dikehendaki oleh Kristus. Perhatikan saudara-saudara, hati yang seperti ini tidak ada pada seluruh Israel. Belum ada kesembuhan, belum ada jawaban doa tetapi centurion ini hormat dan memuliakan Kristus dan mengakui kedaulatan-Nya sejak dari depan, itu iman. Saudara-saudara, di dalam Matius 15, kalau saudara-saudara nanti lihat sendiri di rumah, ayat yang ke-21 sampai 31, saudara akan menemukan seorang janda yang minta kesembuhan anaknya. Sebelum anaknya itu sembuh, perempuan kafir ini, bukan Israel, berseru kepada Yesus, “You are the Son of David, have mercy on me. Anak Daud, kasihani aku.” Anak Daud itu artinya dia mengakui bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Dia memuji Yesus padahal anaknya itu belum sembuh. Setelah perikop itu, maka kemudian ada perikop Yesus menyembuhkan banyak orang. Dan setelah kesembuhan mereka memuliakan Allah di surga. Saudara bisa bandingkan sekarang, yang satu memuji Allah sebelum ada kesembuhan, sebelum dia ada melihat kesembuhan dan bahkan dia tidak tahu apakah disembuhkan atau tidak anaknya, dia tetap memuji Allah. Dan sebagian besar orang Israel, maka dia memuji Allah setelah ada kesembuhan. Maka saudara sekarang bisa melihat betapa indahnya, mulianya, berharganya iman centurion ini. Ini iman.

Saya suka sekali dengan Mazmur 73:26 dan saudara bisa melihat iman yang sejati itu seperti apa. Mazmur 73:26. “Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.” Kalau saudara-saudara membaca Alkitab, prinsip seperti ini muncul berkali-kali kepada orang-orang yang diberi bentukan iman dari Roh Kudus. Dan saya akan menutup khotbah hari ini. Saya akan membawa saudara-saudara menuju kepada Habakuk 3:16-19. Saudara bisa melihat imannya Habakuk. Habakuk 3:16. “Ketika aku mendengarnya, gemetarlah hatiku, mendengar bunyinya, bergetarlah bibirku; rasa nyeri masuk ke dalam tulang-tulangku dan langkah kakiku gemetar; namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang akan menimpa bangsa yang menyerang kami.” Mari kita sekarang membaca ayat 17 sampai ayat yang ke-19, dan saudara lihatlah iman Habakuk. “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pokok anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. Allah Tuhanku itu kekuatanku. Ia membuat kakiku seperti kaki rusa. Ia membuat aku mampu berjalan di tempat yang tinggi.”

Saya akan akhiri ini dengan mengisahkan apa itu yang terjadi pada Habakuk dan bagaimana imannya. Habakuk ditulis ketika bangsa Babel yang kejam itu sebentar lagi akan menghabisi Israel. Dan Habakuk sendiri ada di dalam negara Israel itu. Pertama-tama Habakuk melihat begitu banyak orang Israel yang jahat dan kemudian dia berdoa sama Tuhan, “Tuhan mengapa ini terjadi? Berikan kebangunan rohani.” Dan kemudian Tuhan mengatakan kepada Habakuk, “Aku akan memberikan kebangunan rohani” Tetapi jawaban Tuhan adalah jawaban yang tidak terduga. Siapa agent yang akan membangunkan seluruh Israel? Yaitu Babel yang kejam itu. Kita tahu semua bahwa bangsa dari Yehuda itu hancur oleh Israel pada tahun 722 SM. Dan itu benar-benar menghabisi hampir seluruh Yehuda. Dan apa yang terjadi sama Habakuk itu adalah tinggal beberapa waktu sebelum itu terjadi. Maka dia dan orang-orang yang dikasihinya pun akan dihabisi.” Itulah sebabnya Habakuk mengatakan, “Ketika aku mendengarnya, gemetar hatiku, mendengar bunyinya, bergetarlah bibirku. Rasa nyeri masuk ke dalam tulang-tulangku dan langkah kakiku gemetar.” Dia melihat pasukan yang besar itu akan datang. Dia gemetar sekali. Kematiannya akan sebentar lagi datang dan seluruh negerinya akan menjadi malu dengan penghakiman ini. Dan di saat-saat terakhirnya sebelum dia menuliskan menutup dari bukunya, dan inilah yang dilakukannya. Saya akan menggambarkannya kepada saudara-saudara.

Suatu hari saya pernah menonton satu film peperangan manusia dengan binatang-binatang yang bisa berjalan seperti manusia yang kejam gitu, alienmonster-monster itu. Dan sangat-sangat intens peperangan itu sehingga hanya kurang lebih lima orang yang bisa bertahan. Dan hanya tinggal lima orang yang bertahan dengan pedang dan dia penuh dengan luka dan berlumuran darah. Seluruh negerinya itu sudah hancur karena alien. Dan kelima pahlawan ini sekarang berada di tengah-tengah seperti padang pasir dan matahari terik menyinari mereka. Alien-alien yang ratusan itu ada di di depan mereka, di belakang mereka dan seluruhnya mati. Kita berpikir bahwa film itu sudah selesai dengan dimenangkan oleh 5 orang pahlawan ini. Mereka sudah kecapaian luar biasa. Tetapi kemudian ketika mereka itu berpandangan satu dengan yang lain dan sambil tersenyum, tiba-tiba ada asap mengepul dari kejauhan dan makin lama asap itu makin besar dan kemudian kamera itu menyorot apa yang terjadi pada asap itu. Ternyata sisa alien itu begitu banyak. Muka mereka seperti serigala dengan ada darahnya dan mereka punya tail seperti kalajengking, sangat-sangat menakutkan. Dan mereka itu terlihat 100, 1000, 10.000, dan kemudian itu begitu banyak di belakang mereka. Pasukan itu seluruhnya sedang datang untuk menghadapi lima orang itu saja. Dan kemudian film itu memperlihatkan bagaimana mereka itu gemetar dan kemudian seluruh alien yang jahat itu menyapu dan kemudian 5 orang itu sudah tidak ada lagi. Dan hal yang sama terjadi pada Habakuk. Babel itu datang dengan pasukan yang begitu banyak dan kemudian Habakuk gemetar. Tapi kemudian sampai ke titik terakhir sebelum dia itu menyudahi, dia berusaha untuk menahan dirinya, menguasai dirinya berusaha untuk tenang di tengah-tengah gemetar itu. Dia kemudian mengencangkan kakinya dan kemudian mengatakan, “Puji Tuhan!” Dan kemudian Babel itu menyapunya, mati. Itu iman. Bergantung sepenuhnya sampai akhir apa pun saja keputusan-Mu kepadaku. Aku akan tetap memuji-muji Engkau meskipun dari bunga itu tidak ada lagi, kambing domba itu keluar dari kurungan, ladang-ladang itu tidak menghasilkan makanan, tapi tetaplah Allah selama-lamanya. Gereja Tuhan, minta sama Roh Kudus untuk mengajar, membentuk iman yang sejati. Kiranya Dia dipermuliakan. Mari kita berdoa.


Maleakhi 2:17, 3: 1-5
 
 

2 Pet 3:18, Ibr 12:15-17
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more