2 Pet 3:18, Ibr 12:15-17
Anugerah adalah suatu yang vital bagi kehidupan kita, dan anugerah itu ada pada diri Allah. Allah Tritunggallah sumber seluruh anugerah dan Allah Tritunggal yang sumber anugerah memberikan anugerah kepada dunia, kepada saudara dan saya hanya di dalam Kristus. Hanya di dalam Kristus umat manusia mendapatkan anugerah, Allah di sorga tidak pernah memberikan kasih karunia kepada manusia, satu pun manusia, siapa pun itu saja di luar Kristus. Apakah itu anugerah umum untuk hidup ini, apakah itu anugerah khusus yang juga berlaku di dalam sampai pada kekekalan, semuanya diberikan oleh Allah di dalam Kristus kepada umat manusia.
Saudara-saudara, anugerah sekali lagi adalah suatu yang vital bagi kehidupan kita, kita tidak bisa hidup tanpa anugerah Allah. Saudara-saudara, kita memerlukan anugerah umum untuk hidup di dunia ini, dan kita memerlukan anugerah khusus untuk hidup di dunia ini sampai pada kekekalan, sampai selama-lamanya. Kita memerlukan anugerah umum untuk hidup di dunia ini, kita memerlukan air, udara, matahari, kita memerlukan umur untuk kita hidup, kesehatan, kekuatan, relasi, energi, seluruhnya itu diperlukan di dalam hidup di dunia ini. Dan saudara-saudara, perhatikan baik-baik Alkitab mengatakan anugerah umum itu keluar dari Allah yang baik. Kebaikan Allahlah yang memberikan kepada seluruh umat manusia di dalam Kristus adalah anugerah umum. Tetapi kita tahu semua, Alkitab menyatakan ketika bicara berkenaan dengan realm kekekalan, bicara dengan keselamatan sampai ke sorga dan hidup seterusnya maka kita tidak bisa menjumpai Allah dengan anugerah umum, kita memerlukan anugerah yang khusus dari Tuhan. Anugerah khusus Allah diberikan melalui penebusan Kristus, anugerah umum diberikan melalui penopangan Kristus untuk seluruh dunia.
Anugerah umum tadi saya sudah katakan, keluar dari kebaikan Allah. Tetapi anugerah khusus itu keluar dari belas kasihan Allah. Allah yang berbelas kasihan memberikan anugerah khusus kepada seseorang demi seseorang membuat dia itu dipilih sebelum dunia dijadikan, ditebus di dalam Kristus Yesus, dikuduskan oleh Roh Kudus dan disempurnakan sampai pada kepada kemuliaan dan nanti memerintah bersama dengan Kristus, bersama-sama memerintah di sorga. Anugerah khusus juga membawa kita untuk mengenal siapa sesungguhnya Allah, anugerah khusus juga membuat kita mengenal apa yang menjadi isi hati Allah, apa yang menjadi rencana-Nya, apa yang menjadi kehendak-Nya, apa yang menjadi sifat-Nya. Anugerah khusus membuat kita berinteraksi dengan pribadi Allah begitu hidup. Di luar dari anugerah khusus tidak mungkin ada keselamatan, seluruhnya saya katakan itu untuk membuat saudara dan saya untuk menyadari bahwa kita tidak mungkin bisa hidup tanpa anugerah. Ketika kita bicara mengenai anugerah kita harus menyadari bahwa Allah itu Allah, manusia itu manusia. Ketika bicara mengenai anugerah maka di dalam konsep ini saja, setiap orang kalau masuk dalam ke dalam konsep ini tidak mungkin orang itu akan memegahkan dirinya. Tetapi di dalam konsep anugerah ini, di dalam titik anugerah ini maka ini menjadi sesuatu yang krusial bagi saudara dan saya dan bagi dunia. Di tengah-tengah anugerah ini, bagaimana kita berespon akan menentukan kita diselamatkan atau dibinasakan, akan menentukan kita itu tergeletak atau kita bertumbuh. Setiap orang Kristen perhatikan baik-baik, jikalau kita tidak bertumbuh saudara cek bagaimana saudara memberlakukan, berespon kepada anugerah Allah.
Di dalam Alkitab yang tadi kita baca dua ini, ada 2 jenis manusia. Yang pertama adalah yang bertumbuh di dalam anugerah dan pengenalan akan Tuhan kita Yesus Kristus, tetapi yang ke-2 adalah orang yang menjauhkan diri dari anugerah. Saudara-saudara, orang ini lama-lama menjadi pahit dan contoh dari orang ini di Ibrani dituliskan, itu adalah Esau dan jikalau anugerah itu sudah dilepaskan oleh dia maka Alkitab mengatakan, dia cari untuk mendapatkan anugerah itu dengan bercucuran air mata pun dia tidak bisa. Ini adalah peringatan Alkitab kepada kita, peringatan Alkitab kepada saya, peringatan Alkitab kepada saudara-saudara. Di dalam hidup pelayanan saya hanya beberapa puluh tahun, di depan mata saya sendiri saya sudah begitu banyak mengalami, menemukan orang-orang yang menjauhkan diri dari anugerah. Ini sesuatu kalimat yang aneh, kenapa mungkin anugerah tetapi orang itu menjauhkan diri? Saudara perhatikan baik-baik, ada anugerah mengapa menjauhkan diri? Saya tanya kenapa? Aneh kan? Anugerah saudara terima kan? Mau terima anugerah? Sesuatu perkenanan tanpa pembayaran, sesuatu perkenanan tanpa saudara-saudara harus itu untuk membayar, untuk memberikan jasa kepadanya.
Saudara-saudara, kenapa ya kok orang menjauhkan diri dari anugerah? Saudara satu kalimat ini saja coba pikir-pikir, kenapa bisa ya? Saudara, di tempat yang lain; Yesus itu baik, Dia tidak pernah melakukan kejahatan, Dia tidak pernah merugikan, Dia tidak pernah melakukan sesuatu yang hina, Dia begitu agung dan mulia, Dia datang untuk menyelamatkan. Kenapa ditolak? dan bukan saja ditolak, membangkitkan ratusan orang ribuan orang marah sama Dia. Dan akhirnya Dia harus dipaku di atas kayu salib, saya tanya kenapa? Ada missing link di situ bukan? Kalau Dia baik, kenapa orang tersinggung? kalau Dia itu penuh murah hati, kenapa orang menghindar? Ada sesuatu missing link bukan? Saya kasih tau satu hal, missing link-nya adalah egoism yang diangkat. Kalau saudara dan saya hanya memikirkan cuma diriku, diriku tersinggung, saudara akan tahu saudara akan membuang anugerah Allah. Anugerah Allah itu datang melalui peringatan. Anugerah Allah itu datang melalui kalimat Yohanes Pembaptis, “Bertobatlah! Karena kerajaan Allah sudah dekat!” Anugerah Allah itu tidak pernah datangnya, “Hei, Allah mengasihi engkau ya, Allah mengasihi engkau.” TIdak ada. Sudah puluhan orang di depan mata saya, saya lihat, orang yang begitu tadinya mau berjuang akhirnya pergi, pergi. Kenapa? tersinggung. Saudara-saudara, anugerah Allah itu melalui sarana, melalui sarana itu adalah, ndak semua gereja, gereja yang sejati. Saudara-saudara, orang yang keluar dia pikir dia yang keluar padahal Tuhan yang menyisihkan dia tidak lagi berada dalam jalan anugerah.
Saudara-saudara sekarang saya masuk lagi, anugerah, kita sedang bicara mengenai anugerah. Apa yang saudara pikir ketika bicara mengenai anugerah? ini adalah sesuatu yang Tuhan berikan yang tidak bisa diberikan oleh manusia. Oh karena ini anugerah, maka aku duduk saja. Ini adalah anugerah, maka aku itu cuma santai saja, nanti sampai anugerah Allah datang kepadaku. Tidak, di dalam Alkitab dikatakan bahwa ketika anugerah itu diberikan saudara lihat ada pre-condition nya. Ada sesuatu sebelumnya yang Tuhan itu mau di mana kehendak Tuhan itu disukakan, yaitu kita itu harus mencarinya, kita harus mengejarnya, kita harus sungguh-sungguh mengetuk itu sampai pintu itu dibuka. Konsep anugerah itu bukannya meniadakan saudara untuk mencari. Konsep anugerah bukan membuat saudara dan saya menjadi pasif sebagai orang Kristen. Alkitab mengatakan; kalau engkau mencari dengan sungguh-sungguh engkau akan menemukan, menemukan apa? Anugerah. Kalau engkau mengejarnya engkau akan mendapatkannya, mendapatkan apa? Anugerah. Engkau dan saya tentu tidak bisa mengatakan, “Aku mencari, maka itu jasaku.” Tidak. Anugerah itu anugerah, saudara kerja keras sedemikian apa pun kalau Tuhan tidak memberikan tetap Tuhan tidak memberikan. Tetapi sebaliknya di dalam Alkitab, di dalam Kristus, Tuhan memberikan anugerah yang paling tinggi paling besar pada anak-anak-Nya yang mencari dengan sungguh-sungguh.
Saudara-saudara, seperti orang miskin saudara bayangkan kalau kita adalah orang miskin, tidak punya uang tidak bisa makan, benar-benar ndak bisa makan lapernya luar biasa. Maka apa yang perlu dikerjakan? Oh, ada anugerah kan? Ya sudah, saya tidur saja dengan kelaparan saya, kalau anugerah memang anugerah, aku pasif saja. TIdak, orang dunia saja tahu, tidak. Kalau dia kelaparan apa yang dia lakukan? dia akan keluar dari rumahnya yang gubuk itu dan dia akan pergi di jalanan entah dia meminta atau dia pergi ke satu rumah orang kaya dia akan ketuk, kalau dia tidak dibuka dia akan ketuk. Dia tahu kalau dia tidak bisa mendapatkan, dia pulang, dia melihat istri dan anaknya akan mati. dia akan ketuk sampai pintu itu dibuka, roti itu diberikan dan itu anugerah. Saudara jangan pernah berkata, orang miskin itu, orang yang tidak punya itu, itu adalah jasanya, tidak pernah ada. Saudara-saudara itu adalah sesuatu yang alamiah ketika dia sadar dia itu orang bankrupt.
Saudara-saudara, kalau melihat di dalam Alkitab, saudara melihat orang-orang bankrupt yang mengejar Kristus dan kemudian Kristus itu memberikan kasih karunia-Nya. Saudara mungkin akan bertanya kenapa begitu sulit, kenapa harus dikejar, baru Kristus memberikan kasih karunia-Nya? Orang Puritan mengatakan, supaya kita belajar kasih karunia itu precious. Anugerah itu berharga bukan murahan, bukan sesuatu yang saudara bisa beli di pasar hanya beberapa dollar kemudian saudara dapatkan. Saudara lihat perempuan Siro Fenisia menginginkan anugerah Yesus Kristus, bagaimana dia ditolak oleh pemimpin-pemimpin kekristenan, dia tidak malu, dia tidak tawar hati, dia maju terus minta belas kasihan. Saudara lihat Yakub bagaimana dia minta belas kasihan Kristus, dia bergulat seharian dan kemudian dia memegang kaki Kristus, matahari sebentar lagi keluar dia tau sebentar lagi dia mati karena tidak ada seorangpun yang bisa melihat Allah dan tetap hidup. Tetapi sebaliknya dia tau kalau hidup tanpa anugerah dia mati. Dia mencari Kristus, dia mencari Allah, dia memegang kaki Kristus. Alkitab mengatakan, tidak membiarkan lepas sampai Kristus memberikan berkat. Saudara-saudara kasih karunia itu sangat berharga. Jangan dilepas kalau engkau dan saya sudah terima. Jangan dibuang kalau itu ada di tanganmu. Jangan dihina kalau engkau mendapatkannya. Jangan sombong kalau Tuhan memberikannya. Alkitab mengatakan, itu bukan hasil usahamu tetapi pemberian Allah. Saudara-saudara, Allah menginginkan kita mencarinya, mengejarnya, memintanya dengan sungguh-sungguh.
Pada pagi hari ini saya akan membawa saudara ke-4 hal yang kita perlu minta dan bangkitkan dan latihlah jiwa kita untuk meminta hal-hal yang terpenting di dalam kasih karunia Allah ini. Karena ini adalah sesuatu yang tidak mungkin muncul dari hidup kita yang terbaik sekalipun, ini tidak mungkin diberikan oleh dunia, saudara dan saya harus mencarinya. Saudara dan saya harus mendoakannya setiap hari, saudara dan saya harus memecut jiwa untuk mengejarnya. Ini adalah sesuatu yang hanya bisa dikerjakan oleh Allah Tritunggal di dalam Kristus dan Roh-Nya.
Empat hal untuk pribadi saja, kasih karunia yang kita minta kepada Allah ada beberapa hal yang lain tapi saya pagi ini tidak sanggup untuk membicarakannya. Empat hal yang saudara dan saya terus menerus minta, mintalah ketika saudara drive, mintalah ketika saudara memasak, mintalah ketika saudara sebelum tidur, mintalah terus di dalam hati nurani saudara, mintalah terus kepada Tuhan. Ketika engkau kuliah, ketika engkau mengerjakan apapun saja, ketika pikiran kita itu kembali lagi celik katakan, “Tuhan aku minta ini” Mintalah dengan sungguh-sungguh sampai jiwa kita berlinang air mata.
Empat hal untuk diri kita sendiri. Yang pertama adalah mintalah hati yang bertobat. Orang-orang Puritan mengatakan, minta karunia tertinggi yang Allah bisa berikan dalam hidup kita yaitu karunia, anugerah air mata. Ketika saya bicara mengenai bertobat itu bukan pertama kali saja saudara bertobat terima Yesus, tetapi ketika bicara mengenai pertobatan adalah pertobatan yang pertama kali tapi juga pertobatan bicara berkenaan dengan proses pengudusan terus menerus. Kita harus mendidik jiwa kita bahwa begitu banyak blind spot yang kita punya. Pasti ada dosa di dalam diri saya, pasti ada dosa di dalam diri saudara yang kita ketahui atau kita tidak ketahui. Dan dosa itu terus mencokol dalam hidup kita. Saudara dan saya harus minta pertobatan, kita harus sungguh-sungguh minta kekuatan dan kuasa mematikan dosa. Saudara-saudara perhatikan kalimat di bawah ini, sungguh-sungguh ini adalah kalimat yang penting. Perhatikan! jikalau saudara dan saya rasa ditinggal oleh Tuhan atau saudara dan saya rasa Tuhan tidak terlalu memberkati kita, bukan karena uang saudara-saudara, tetapi saudara dan saya menyadari itu. Kalau misalnya saja kalau saudara-saudara seperti saya seorang hamba Tuhan kemudian saya menyadari kurangnya urapan. Saudara-saudara, kita harus menyadari bahwa pasti ada sesuatu dosa yang mungkin tersembunyi yang kita tidak tau atau kita tidak rasa. Kita harus minta Tuhan mencelikkan dosa itu dan minta hati yang bertobat. Saudara perhatikan baik-baik kalimat di bawah ini, saudara, ketika seseorang itu berada di luar kasih karunia Allah, rasa Allah itu tidak dekat, rasa Allah itu marah, saudara-saudara jangan bilang oh mungkin perasaanku saja. Sebaliknya saudara lebih baik mengatakan, mungkin ini benar. Alkitab mengajarkan, semarah apapun Allah ketika melihat anak-Nya berbalik dan mau merendahkan diri dan mau bertobat, hati Allah itu sangat-sangat lembut. Saudara mau mendapatkan berkat Allah? Bertobat! bertobat apa? Saudara selidiki sendiri hati saudara, selidiki sendiri hidup saudara, saudara selidiki sendiri saudara punya dosa apa. Saudara-saudara, bukan lihat dosa orang lain, kesalahan orang lain yang saudara pegang bertahun-tahun, itupun akan membuat Allah itu marah, tetapi sebaliknya kita harus melihat diri kita, bertobat, bertobat, minta air mata pertobatan. Sekali lagi, sejauh apapun kita pergi, sejauh apapun kita sudah mem- provoke kemarahan Allah, tetapi ketika kita berbalik dan merendahkan hati kita, berjalan kepada Dia dengan pertobatan, saudara lihat hati Allah jauh lebih lembut daripada saudara dan saya.
Di dalam Alkitab ada satu perumpamaan anak yang hilang. Suatu sore di seminari pada waktu itu saya baru ambil Master of divinity entah kenapa saya kemudian baca Alkitab itu kemudian membaca kisah yang sudah lama sekali kita tau, sangat familiar yaitu anak yang hilang. Saudara perhatikan, anak ini kurang ajar bukan? Bapaknya belum mati. Kemudian tapi dia minta warisan. Kemudian dia itu pergi jauh, melakukan apapun saja. Saudara, saya yakin melakukan dosa seks bebas sekalipun. Drugs pun. Dan, Alkitab mengatakan dengan satu gambaran, dia pergi dan kemudian jadi orang yang memelihara babi. Babi itu tidak ada dalam Israel. Babi itu pasti di luar Israel. Israel bencinya sama babi itu lebih daripada orang Islam. Saudara-saudara, pada waktu zaman Antiochus IV Epiphanes, itu orang Yunani yang sangat-sangat kejam. Kaisar Yunani akhirnya bisa masuk ke Israel di Yahudi. Saudara tahu apa yang dikerjakan? Dia pergi ke Bait Allah. Di mimbarnya paling tengah, dia bawa babi, dipotong di situ, untuk menyakiti seluruh orang Israel. Israel itu bencinya sama babi itu luar biasa besar. Saudara-saudara, anak terhilang ini sampai ke tempat yang jauh sekali sampai ada babinya dan dia jadi pemelihara babi di sana. Tapi kemudian ketika dia bertobat, apa yang dilakukan? Dia kemudian jalan pulang. Dia sudah tahu bahwa dia tidak memiliki haknya sama sekali di rumah. Dari anak, sekarang jadi hamba. Kemudian dia jalan dengan tertunduk-tunduk dan sangat kecapaian sampai ke depan gang di rumahnya. Sore hari itu, saya baca anak terhilang, dan kemudian mata saya terarah kepada satu kalimat. Terus air mata saya di library itu, gak bisa saya tahan. Terus turun terus, saya sampai tahan karena ada beberapa orang masuk di library. Aneh sekali, apa yang dikatakan oleh Alkitab. Ketika bapaknya itu melihat anaknya itu di ujung sana. Anak itu jalan, bapaknya itu lari ke dia. Kalau engkau dan saya mau bertobat, engkau mau merendahkan hati, mau melembutkan hati. Saya kasih tahu satu hal rahasia ini. Bapa di surga jauh lebih lembut dari kita! Dia akan lari kepada kita dan memulihkan seluruh posisi, memulihkan seluruh berkat. Pemulihan itu adalah sangat mudah. Tetapi, saudara-saudara perhatikan, pertobatan itu adalah pekerjaan yang luar biasa sulit. Thomas Brooks mengatakan, “Pertobatan adalah pekerjaan yang besar dan sulit. Ini adalah suatu karya yang di luar kesanggupan kita. Lebih mudah meluluhkan batu karang, daripada menghancurkan hati kita. Dan, pertobatan merupakan bunga yang tidak mungkin tumbuh di taman yang alami.” Setan selalu membujuk kita, “Lakukan dosa dan nanti engkau tinggal bertobat.” Tetapi sesungguhnya hati kita, hati manusia tidak sanggup bertobat dengan mudah. Alkitab dengan jelas menyatakan setiap pertobatan itu hanya bisa terjadi, dikerjakan karena kuasa Allah yang keluar dari belas kasihan-Nya. Maka itulah sebabnya kita tahu sebenarnya ada dosa yang belum kita akui. Ada dosa yang tersembunyi. Hidup kita tidak sepenuhnya benar di hadapan Allah. Bahkan celakanya kita sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada diri kita. Maka minta, setiap kali saudara dan saya ada di mana pun, “Tuhan, berikan air mata pertobatan. Pertobatan dalam hidupku, Pertobatan dalam hatiku.” Doa terus, ketika engkau dan saya sedang belajar. Ketika engkau dan saya sedang bekerja. Cari, ketuk, minta terus menerus. Pertobatan itu sesuatu yang berharga dan sangat mahal. Itulah sebabnya dalam sejarah gereja, orang-orang, ibu-ibu, bapak-bapak yang menginginkan anaknya bertobat, ndak mungkin dia doa cuma satu kali. Dia doa bisa bertahun-tahun dengan air mata, baru anaknya bertobat. Karena pertobatan itu mahal sekali.
Yang pertama, minta kasih karunia yang tertinggi, pertobatan. Yang ke-2, minta kasih karunia yang tertinggi yaitu pengenalan akan Allah. Meminta penyertaan Allah dan meminta pengenalan akan Allah terus menerus. Kalau saudara dan saya ikut doa pagi di tempat ini, salah satu kalimat yang berkali-kali kami itu bicara adalah Tuhan kasihani, Tuhan pimpin, Tuhan kasihani gereja ini, Tuhan pimpin. Saudara-saudara, Musa itu mengajarkan kepada kita selain daripada orang-orang kudus-Nya Tuhan. Dia di tengah-tengah kesulitan yang luar biasa, hatinya hancur mukanya malu. Maka di tengah-tengah keadaan itu dia minta “Show me Thy glory”. Minta kemuliaan-Mu dinyatakan kepadaku. Saudara-saudara, Musa minta kemuliaan dinyatakan, bukan minta dia dipermuliakan. Saudara-saudara, Musa minta kemuliaan Allah itu, meminta isi yang terdalam daripada diri Allah dinyatakan kepada kita. Ini pun kalau terjadi, sungguh-sungguh adalah karena belas kasihan Allah. Saudara-saudara, saudara boleh kaya, saudara boleh punya kuasa. Tapi saya katakan kepadamu, engkau tidak ada apa-apanya di hadapan Allah. Alkitab mengatakan, “Jikalau engkau mau bermegah, bermegah bukan karena kekayaanmu, bukan karena kepandaianmu, bukan karena engkau punya kuasa. Kalau engkau mau bermegah, hai manusia, bermegahlah karena engkau mengenal Aku.” Itulah sebabnya di antara seluruh kasih karunia, anugerah Allah yang tertinggi adalah orang yang diberikan anugerah mengenal Dia. Gereja ini ada bukan untuk mengajarkan kita berbuat baik, itu agama. Saudara-saudara, gereja ini harus ada dan setiap gereja di dunia harus ada adalah untuk membawa manusia dari tidak mengenal Allah menjadi mengenal Allah. Dari mengenal Allah menjadi lebih lagi mengenal Allah. J.I.Packer menyatakan, “Orang yang mengenal Allah, maka dia akan melihat segala sesuatunya pada tempat yang semestinya.” Banyak orang lihat kanan kiri, banyak orang lihat segala sesuatu. Caranya salah semua karena senternya itu bukan pengenalan akan Allah. Dan perhatikan saudara-saudara, satu kalimat di bawah ini dan ini adalah prinsip Alkitab: “Yang mengenal Dia, yang dipakai oleh Dia.” Banyak dari antara kita ingin dipakai. Tapi saya tanya, engkau bertumbuh dalam pengenalan atau tidak? Minta sama Tuhan karena ini adalah kasih karunia. Mengenal Allah. Allah tidak kelihatan bagaimana kita mengenal? Mengenal Allah memerlukan wahyu Alkitab. Tetapi bukan saja wahyu di dalam Alkitab yang kita baca secara kognitif. Tetapi wahyu Alkitab yang dibukakan kepada kita, kalau saya punya satu kotak di sini. Nah, saudara-saudara, saya tanya isinya apa? Saudara sampai kapan pun tidak bisa mengerti. Kecuali dibuka dan isinya dikeluarkan. Itu namanya revelation. Saudara-saudara, untuk melihat isi dalam sebuah kotak atau tas saja saudara tidak bisa tahu, apalagi mengenal Allah yang tidak kelihatan. Yang berbeda di dalam realm Dia, realm kekekalan. Kita realm kesementaraan. Kalau saudara bisa bertumbuh mengenal Allah, maka itu sungguh-sungguh kasih karunia yang luar biasa tinggi. Minta itu! Saudara minta apa sih setiap hari di rumah? Kesehatan? Uang? Supaya tidak terlalu sakit hati. Kerja baik? Saudara meminta sesuatu yang alamiah. Saya sedang bicara pada saudara-saudara sebagai hamba Tuhan, mari, mari kita meminta sesuatu yang hanya bisa diberikan oleh Allah saja. Lalu kemudian saudara tanya, “Tapi saya perlu uang, Pak. Saya juga perlu relasi. Saya perlu kesehatan. Saya perlu kesembuhan. Kenapa bapak tidak perlu ngomong itu terus? Kenapa tidak bicara hal-hal itu? Kenapa bicara sesuatu yang saat ini bukan keperluan saya?” Kenapa kita tidak kenal Alkitab? Alkitab mengatakan; cari dulu Kerajaan Alah dan kebenaran-Nya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu. Engkau mencari sesuatu yang bagi Allah tidak suruh. Tetapi yang Tuhan sendiri itu mau berikan dengan tangan kasih karunia-Nya yang berharga itu, engkau dan saya tidak mau untuk memintanya. Pertobatan tidak bisa dikasih oleh orang kaya. Pertobatan tidak mungkin muncul dari diri kita sendiri. Minta air mata pertobatan. Mengenal Dia yang suci tidak mungkin dari pendidikan. Itu kalau terjadi hanya karena anugerah-Nya diberikan kepada kita. Mengenal kekudusan Allah. Mengenal kemuliaan Allah, ketika Dia membukakan kepada kita, hidup kita pasti berubah! Kenapa tidak minta ini?
Sekarang, hal yang ke-3. Minta karunia-karunia yang terbesar dari Tuhan. Meminta hati yang lembut untuk mengerti Firman dan melakukan Firman. Saudara perhatikan, ada 2 pekerjaan Roh Kudus yang luar biasa. Yang pertama adalah iluminasi. Melalui Firman, mencerahkan pikiran kita. Aha! Aku tahu. Aku mengerti sekarang. Sesuatu yang tadinya gelap tertutup itu, sekarang aku mengerti. Ini adalah pekerjaan Roh Kudus. Ini tidak mungkin saudara kuliah sampai bertahun-tahun bisa mendapatkan hal itu, karena Firman-Nya hanya bisa dijelaskan oleh Dia, Sang Pembuat Firman. Tetapi, pekerjaan Roh Kudus yang ke-2 adalah menawan kehendak kita, mengarahkan kehendak kita untuk taat. Berapa banyak dari kita yang tahu, tetapi tetap tidak taat? Berapa daripada kita yang pikirannya menyetujui, tetapi kehendak kita melewat? Kehendak melawan, sama seperti setan. Saudara, perhatikan setan di dalam kekekalan. Dia malaikat. Dia jelas Allah itu besar. Dia jelas, Allah itu mulia. Secara iluminasi, maka dia itu mendapatkan semuanya. Tetapi, kenapa tiba-tiba ada kehendak yang mengkhianati? Ada satu prinsip di sini. Kehendak tidak pernah bisa dipaksa. Kehendak itu raja, adalah dalam seluruh kepribadian kita. orang mungkin saja bisa menutup mulutnya, tetapi kehendak kita tidak akan ada yang bisa menguasai. Orang-orang Puritan menyetujui filsuf-filsuf Yunani dalam hal ini. Kehendak itu adalah seperti seekor kuda. Kalau yang menunggangi adalah raja, maka yang mengendalikan adalah raja. Kalau yang menunggangi adalah musuh, maka yang mengendalikan adalah musuh. Saudara membaca Alkitab, saya membaca Alkitab. Berapa kali kita mengerti, tapi kita tetap melawan? Kita bahkan tidak bisa untuk menguasai kehendak kita sendiri. Kita perlu Roh Kudus menunggangi kuda kehendak kita. Berikan aku kelembutan hati, ya Tuhan, sehingga aku boleh mentaati Engkau. Ini bukan pekerjaan manusia. Ini adalah pekerjaan kasih karunia Allah yang besar.
Sekarang yang ke-4, adalah meminta air mata untuk jiwa-jiwa di luar kita. Ini adalah pekerjaan Kristus. Ketika Kristus ada di tengah-tengah dunia, Dia pergi dari satu kota ke kota lain. Untuk apa? Untuk aktivitas gereja? Untuk event? Bukan, untuk jiwa. Saudara-saudara, perhatikan kalau di sini banyak sekali hal-hal yang dikerjakan dari hari ini, dari hari itu, dari Sabtu pagi sampai malam, Minggu pagi sampai malam. Saudara, jangan pikir itu adalah event. Jangan pikir ini adalah aktivitas gereja. Saudara dan saya harus pikir, ini jiwa. Jiwa harus bertumbuh. Jiwa harus mencari jiwa yang lain. Jiwa harus dididik. Saudara-saudara, meminta air mata untuk jiwa-jiwa yang belum kenal kasih karunia itu. Siapa yang pernah menangisi orang-orang lain di luar kita? Siapa yang pernah menangisi bangsa-bangsa di luar kita? Bukankah ini adalah sesuatu yang Yesus sendiri miliki? Kalau kepala gereja memilikinya, kenapa kita yang mengaku tubuh-Nya tidak memilikinya? Saudara-saudara, satu misionari itu mengatakan, “Hancurkan hatiku dengan hal-hal yang menghancurkan hatimu, ya Allah.” Saudara-saudara, orang-orang yang memiliki doa dan air mata untuk bangsa-bangsa, orang itu siap dipakai oleh Tuhan menjadi berkat yang besar. Mintalah terus air mata, “Tuhan, saya tidak punya beban sama orang lain. Engkau tahu aku di-preoccupied dengan pekerjaan, sama uang, sama loan rumah. Engkau tahu aku di-preoccupied seperti itu. Aku doa terus seperti itu, tapi mulai hari ini belajar. Belajar, Tuhan berikan aku air mata untuk bangsa-bangsa dan ini adalah kehendak Allah. Untuk saudara dan saya boleh berbagian di dalam pekerjaan-Nya, rencana keselamatan-Nya digenapi di antara bangsa-bangsa, suku bahasa, dan kaum. Minta air mata untuk jiwa-jiwa yang lain.
Empat hal ini. Doa minta kasih karunia tertinggi di dalam hidup kita, untuk pribadi. Saya belum bicara berkenaan untuk gereja. Kalau sudah bicara mengenai gereja, minta revival. Saudara-saudara, 4 ini untuk pribadi! Sungguh-sungguh untuk pribadi. Ketuk, minta, cari sungguh-sungguh. Berjalanlah di dalam jalur anugerah Allah. Kemarin di dalam retreat, maka Ibu Sari berkhotbah berkenaan dengan Zakheus. Zakheus itu ketika dengar Yesus akan datang ke kotanya. Dia, kita tahu semua dia orang yang diberkati bukan? Ketika Yesus datang ke kotanya, dia ingin berkat itu. Dia ingin berkat pengudusan itu. Lalu apa yang dia lakukan? Nonton Netflix di rumah? Mancing? Saya tidak katakan nonton Netflix dosa, saudara-saudara. Saya tidak katakan ‘mancing’ dosa, tidak. Tapi saya mau tanya sama saudara-saudara, apa yang dikerjakan? Tidur-tiduran? Tidak. Dia keluar dari rumahnya. Terus, lihat dari jauh? Tidak. Saudara lihat yah, setiap kali orang berusaha untuk menggapai, mengejar Kristus, Tuhan pasti memberikan belas kasihan yang besar. Dia ingin lihat Yesus, terus kemudian dia pergi ke sini. Eh, orang-orang sudah pada nutup dia. Saudara bisa bayangkan, dia begini-begini. Dia kemudian cari-cari, tapi tidak bisa lagi. Tapi dia tahu satu hal, bahwa Yesus nanti akan jalannya begini nih ke sini. Kalau sudah pawai kan sudah tahu jalannya ke mana. Lalu kemudian, dia cari terus kemudian ketemu pohon. Naik, sehingga dia bisa ke posisi yang lebih dekat daripada sebelumnya. Satu buku yang kami baca, dia mengatakan,” Orang ini berjalan dan menempatkan diri di tempat yang biasa Tuhan itu lewat. Saudara perhatikan, kejarlah anugerah di jalan yang biasa Tuhan kita lewat. Itu kunci. Itu ada dalam Alkitab. Maka, berdoa adalah salah satu sarana anugerah di mana Tuhan kita biasa lewat. Berdoa untuk apa? Untuk karunia-karunia tertinggi yang Tuhan berikan kepada manusia seturut Alkitab. Pertama pertobatan. Kedua penyertaan Allah dan pengenalan akan Allah. Ketiga mengerti Firman dan melakukannya. Keempat masuk di dalam pekerjaan-Nya untuk jiwa-jiwa di seluruh dunia. Cari dulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Dan segala sesuatunya akan ditambahkan kepada kita. Mari kita berdoa.
GRII Sydney
GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more