Ringkasan Khotbah

19 October 2025
Jemaat yang Berdoa
Pdt. Agus Marjanto, M.Th · 2 Tawarikh 7:11-16

2 Tawarikh 7:11-16

Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa hidup kita tidak selamanya stabil. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa sebenarnya hidup kita begitu rapuh. Kita bisa jatuh. Kita bisa gagal. Kita bisa berjalan dalam kegelapan. Kita bisa mundur. Kita bisa tidak lagi ada semangat dan begitu lemah. Alkitab mengatakan bahkan umat Allah pun bisa sampai kepada titik nadir, titik yang paling rendah di mana hampir kehilangan iman. Bukankah itu adalah kenyataan hidup saudara dan saya? Alkitab jujur terhadap keadaan kita, Alkitab juga memberikan kita jalan keluar, memberikan kita remedy-nya. Banyak sekali orang Kristen yang tidak mengenal Alkitab. Hal-hal yang begitu jelas diacuhkannya. Mereka tidak memperhatikan apa yang menjadi sarana Tuhan untuk memberikan kasih karunia-Nya kembali. Mereka akhirnya berlama-lama dalam kegagalan, dalam kejatuhan, dalam kegelapan. Hampir iman mereka menjadi hilang. Mereka menjadi orang Kristen tetapi dengan kepahitan yang besar seumur hidup. Sisa hidup mereka tidak dipakai oleh Tuhan, tetapi dipakai oleh keegoisan dan itu artinya di tangan setan. Bagian yang kita baca adalah salah satu kunci jalan keluar kita dari kehancuran. Ini adalah satu hal yang sangat powerful yang Alkitab ajarkan, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, satu kunci jalan keluar sebagai umat atau sebagai bangsa dari kegelapan adalah umat yang berdoa. 

Ketika saya bicara mengenai umat, ketika Alkitab mengatakan umat, itu artinya bersama-sama. Itu bukan doa personal. Itu sifatnya komunitas. Artinya gereja yang bergerak di dalam doa. Kalau saudara-saudara dan saya melihat Alkitab yang kita baca, ini sesungguhnya adalah sesuatu yang amazing karena bahkan kegagalan itu belum terjadi; umat Allah belum kalah, tetapi Tuhan sudah memberikan jalan keluar untuk mengantisipasi jikalau saudara dan saya jatuh. Ketika penghukuman Tuhan hadir, bahkan ketika kita di tangan setan, di dalam kehancuran dan kegagalan kita, bahkan sebelum itu terjadi, Tuhan sudah memberikan remedy-nya, yaitu ‘umat yang mencari wajah-Ku.’ 

Perhatikan remedy-nya ada di dalam 2 ayat ini, gabungan dari beberapa elemen. Yang pertama, untuk pemulihan terjadi, yaitu umat-Ku merendahkan diri. Kita harus mengerti ini adalah prinsip Alkitab. Kalau saudara-saudara melihat Agustinus, dia mengerti jelas sekali inti kehidupan rohani. Dia mengatakan hal pertama, hal ke-2, hal yang ke-3 di dalam kehidupan Kristen adalah pertama; rendah hati, ke-2; rendah hati, ke-3; rendah hati. Tidak akan ada pemulihan tanpa kerendahan hati. Bahkan Alkitab dengan jelas mengatakan; Yesus bersukacita untuk hal ini; terhadap rahasia rohani ini dengan sukacita dari Roh Kudus. Jarang sekali dalam Alkitab, Yesus dikatakan bersukacita. Itu tidak berarti Yesus terus muka-Nya muram. Saya yakin, Dia adalah orang yang paling bersukacita dari seluruh umat manusia. Tetapi kenapa Tuhan memberikan kalimat ini? Yesus bersukacita dalam Roh Kudus, adalah untuk menekankan betapa hal ini berharga dan berkenan di hadapan Allah. Yesus yang di dalam sukacita Roh Kudus mengatakan, “Aku bersyukur kepada-Mu ya Bapa, karena Engkau tutup bagi orang-orang yang tinggi, orang-orang yang pandai, tapi Engkau nyatakan kepada orang-orang yang lemah, yang kecil.” Itu tidak berarti Dia mengatakan orang yang kaya tidak berbagian dalam hidup-Nya. Itu tidak berarti orang yang pandai dibuang Tuhan, malah sebaliknya kita diminta untuk berpikir tajam. Ini tidak bicara berkenaan dengan status sosial atau status akademis tetapi bicara mengenai attitude of heart. Kalau kita mau Tuhan melihat dan mendengar doa kita, ada tiga hal yang penting, yang pertama adalah rendah hati, ke-2 adalah rendah hati, ke-3 adalah rendah hati. Tidak ada jalan yang lain. Kenapa saudara dan saya berpikir bahwa Tuhan akan mendengar doa kita bahkan ketika kita sombong hati? Saya sangat-sangat surprise. Salah satunya adalah ketika beberapa tahun lalu saya mengatakan kita berlutut untuk berdoa. Berapa banyak orang yang mengatakan kepada saya, “Saya tidak pernah memiliki pengalaman berlutut untuk berdoa.” Saya kaget sekali. Bahkan ada orang yang mengatakan, “Saya sudah pergi ke beberapa gereja. Saya kaget, oh ternyata ada tradisi berlutut untuk berdoa.” Saya kaget lagi, saudara-saudara. Jelas kita tidak lebih rohani dari seluruh gereja yang lain. Tetapi jelas ada sesuatu yang sudah hilang di dalam gereja masa kini. Menghadap Allah dengan lutut. Kalau saudara-saudara melihat orang-orang puritan bahkan reformator; mereka berlutut. Mereka membuat lingkaran dengan kapur. Seperti John Owen berlutut dan dia mengatakan kepada Tuhan, “Berikan kebangunan rohani bagi kami mulai dari lingkaran ini. Engkau akan lihat. Aku tidak akan berdiri. Sampai Engkau memberikan itu kepadaku.” Oh, hati yang mengejar Allah dengan lutut; Siapa yang memilikinya sekarang? Pasukan Allah yang bergerak untuk dunia dengan lutut; Siapa yang memilikinya sekarang? Pagi ini sebagai hamba Tuhan, saya berteriak kepadamu jemaat. Mari bersama-sama berlutut di hadapan tahta kasih karunia Allah. Rendahkan hati kita, didik jiwa kita. Rendah hati. 

Hal yang ke-2, elemen yang ke-2 yang Alkitab katakan di sini. “Umat-Ku yang atasnya nama-Ku disebut merendahkan diri berdoa dan mencari wajah-Ku lalu berbalik dari jalan-jalan yang jahat.” Hal yang ke-2 adalah bertobat. Mungkin saudara mengatakan; aku tidak ada salah. Saya katakan; sama seperti saya. Hari ini, pagi ini, saya tidak ada guilty feeling. Pikiran saya yang sehat mengatakan, “Saya tidak ada salah apa-apa.” Tetapi saya yakin ada blind spot di tempat saya, bukan di tempat orang lain. Di tempat saya. Saya harus minta anugerah Tuhan untuk mencelikkan mata hati saya untuk melihat sesuatu yang saya tidak bisa lihat. Bahkan ketika tidak ada guilty feeling pagi ini, apalagi jikalau Roh Kudus mengingatkan kita akan dosa, minta pertobatan. Kalau sesuatu yang buruk terjadi dalam hidup kita, berkali-kali dari mimbar ini saya tegaskan karena ini adalah prinsipnya Alkitab. Kalau ada sesuatu yang buruk terjadi kepada kita; Saudara lihat dosa kita. Tidak peduli orang lain dosanya apa. Tidak peduli orang lain menyakiti hati kita seperti apa. Kalau orang itu minta maaf sama kita, Tuhan tidak akan memulihkan kita, kecuali kita sendiri yang bertobat. Di dalam Alkitab, saudara lihat betapa banyak orang yang dibuat pahit oleh orang lain atau keadaan, tetapi pemulihan dia pribadi adalah pertobatannya bukan pertobatan orang lain. Orang lain kalau tidak bertobat, Tuhan akan menghukum. Tetapi, pemulihan pribadi kita tergantung pertobatan kita. Bacalah perumpamaan anak terhilang. Saya mengingat hari itu kembali, hati saya hancur. Saya sudah katakan pada saudara-saudara minggu yang lalu. Bagaimana saya membaca perumpamaan anak terhilang itu. Ketika saya membaca itu dan saya melihat Bapa berlari mendapatkan anak yang terhilang dan pulang. Yang membuat saya menangis pada waktu itu ada dua hal. Yang pertama adalah bapak itu berlari mendapatkan anaknya, dan ke-2 adalah saya menyadari itu bukan perumpamaan. Sore itu saya bicara kepada Tuhan, “Tuhan, ini bukan perumpamaan, ini Engkau.” Hati Allah begitu lembut. Jikalau Dia melihat seseorang yang bertobat. 

Perhatikan, hubungan tiga hal ini luar biasa powerful. Pertama adalah rendahkan hati kita, yang ke-2 adalah pertobatan. Terakhir yang ke-3, ‘tempat ini’. Maksud “tempat ini” apa? Ayat 15: “Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini.” Rumah Salomo? Kamar Salomo? Salomo punya rumah yang megahnya luar biasa. Tetapi Tuhan tidak mengatakan itu, Dia mengatakan dari tempat ini. Tidak pernah ada satu posisi, satu tempat di mana Tuhan berjanji seperti ini. Perhatikan “tempat ini” itu apa? Bait Suci. 

Saya akan menjelaskan kepada saudara 2 konsep Bait Suci yang bergabung jadi satu, Bait Suci di dalam Perjanjian Lama adalah bayang-bayang Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru. Suatu hari Yesus pergi ke Bait Suci dan memporak porandakan tempat semua orang yang berdagang. Dia marah sekali, “Engkau membuat rumah Doa menjadi sarang penyamun.” Tetapi bukan kalimat-Nya itu saja, kalimat yang ke-2 lebih tajam lagi, “Rombak Bait Suci ini, dalam tiga hari Aku akan membangunkan kembali.” Rasul Yohanes kemudian menuliskan bahwa yang dimaksudkan adalah tubuh Kristus. Apa artinya? Artinya yaitu Yesus sedang membawa seluruh mata yang melihat tempat perjumpaan dengan Allah di dalam gedung, menjadikan tempat perjumpaan dengan Allah di dalam tubuh-Nya di atas kayu Salib. “Mata-Ku terbuka, telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini.” Di luar Kristus tidak ada anugerah yang Allah berikan, di dalam Kristus sebaliknya doa-doa kita dijamin, didengar dan diperhatikan Allah. Ini sungguh-sungguh kata yang tepat di dalam bahasa Ibraninya, Allah “pay attention.” Orang yang pay attention adalah orang yang sadar, alert, orang yang teliti, Dia memperhatikan doa-doa kita di dalam Kristus secara partikular. 

Sekali lagi, artinya adalah Aku akan memperhatikan doa dari tempat ini di dalam Kristus. Dan arti yang ke-2, ini bergabung dengan yang pertama; arti “tempat ini” adalah benar-benar tempat fisik Bait Suci. Bait Suci tidak ada artinya kecuali umat Allah berkumpul. Allah bersuka-cita bagi Bait Suci-Nya, pemazmur selalu merindukan masuk ke dalam Bait Suci-Nya, dan orang-orang Puritan mengatakan ini adalah gereja. Gereja adalah rumah Allah. Gereja lokal adalah umat Allah, tempat di mana Allah paling senang untuk hadir. Gereja tentunya bukan tembok ini, bukan bangku ini, tapi kumpulan kita semua. Allah memberikan satu jaminan jikalau kita berkumpul bersama-sama, merendahkan diri, bertobat, mencari wajah-nya. Perhatikan umat, Aku melihatnya, Aku mendengarnya, Aku berkenan kepadanya. Saudara perhatikan kalimat di bawah ini: Doa Gerejawi bukan aktifitas Gereja, bukan cuma sekedar event yang mengisi kegiatan Gereja, itu bukan tidak ada kuasa. Sebaliknya itu sangat berkuasa dan doa-doa kita pribadi di rumah tidak bisa menandinginya. Yesus sendiri mengatakan dua-tiga orang berkumpul atas nama-Ku. Aku ada, bukan ketika dia sendiri. Umat Allah perhatikan Alkitab, ini isi hati Allah, ini bukan dari gembalamu, ini sungguh-sungguh isi hati Allah menginginkan kita berkumpul bersama dan berdoa. Umat yang berdoa ada kuasa, bukan karena kita berkuasa tapi Alkitab mengatakan, “Aku hadir di tengahnya, Aku mendengar engkau, Aku pay attention kepadamu. Apakah ada satu perkumpulan di seluruh dunia seperti ini? Kalau engkau mempercayai Allah dalam Yesus Kristus, apakah engkau mempercayai Firman-Nya? Mengapa engkau tidak mentaati-Nya? Kegagalan demi kegagalan, kejatuhan demi kejatuhan, kepahitan demi kepahitan, dan seluruh kesulitan-kesulitan di dunia ini, engkau tidak mengerti jalan keluarnya, saya pun tidak, tapi Alkitab mengatakannya, “Dia akan memulihkan kita.” 

Saya mau tanya, kita orang Kristen apa sih? Saya tidak sedang menghina saudara. Ayo jujur, kita tahu baca Firman atau tidak sih? Kalau saudara membaca Firman; beberapa hari dalam retreat, kita minta Tuhan melatih jiwa saya, jiwa pengkotbah, jiwa pemuda untuk mengejar kasih karunia. Kalau saudara baca Firman, di situ dikatakan itu adalah tempat kasih karunia, ya saudara kejar dong di situ. Kita akan mendapatkan kasih karunia, kalau ada orang mengatakan ada tambang emas, dan sungguh-sungguh itu fakta, bukan suatu hoax dan saudara free untuk ambil, saudara pergi dong pergi ke sana. Ini adalah janji Tuhan. Saya tidak punya waktu lagi untuk menjelaskan lebih detail, nanti saudara akan melihat di dalam bentukan seperti ini, Allah akan membentuk satu pasukan yang bergerak di muka bumi dengan Firman dan dengan lututnya. Kalau gereja sungguh-sungguh mau dipakai oleh Tuhan kecuali saudara dan saya bermain-main dengan gereja. Kalau sungguh-sungguh kita mau jadi Gereja yang dipakai oleh Tuhan, dua hal ini; Gereja tersebut, yaitu kita semua harus mendalam akan Firman dan yang ke-2 kita semua harus berani membayar harga dengan lutut. Tadi dari pagi saya terus pikir, apa tugas hamba Tuhan? Banyak, tapi apa tugas utama essential dari hamba Tuhan? Salah satunya yaitu mengajar umat untuk mengejar wajah Allah. Ini adalah tugas para hamba Tuhan, tapi kemudian saya berpikir lagi, ini bukan kita yang mengajar tetapi Tuhanlah yang mengajar saya dan saudara untuk mengejar wajah Allah, di tempat ini, demikian kata Tuhan. “Mata-Ku terbuka, telinga-Ku menaruh perhatian.” Kiranya Tuhan mengumpulkan umat-Nya. Mari kita berdoa.


2 Pet 3:18, Ibr 12:15-17
 
 
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more