Ringkasan Khotbah

7 December 2025
Now My Eyes Have Seen Your Salvation
Pdt. Agus Marjanto, M.Th · Lukas 2:25-32

Lukas 2:25-32

Hari itu adalah hari ke-8 setelah Yesus lahir dan ayah-Nya, Yusuf dan Maria membawa bayi Yesus itu pergi ke bait Allah untuk disunat. Tetapi Alkitab mengatakan, di sana ada satu orang yang mungkin sudah agak tua dan namanya adalah Simeon. Simeon kemudian sangat bersukacita melihat Bayi itu dan kemudian memeluk Bayi itu di tangannya sendiri. Saudara-saudara, kalimat-kalimat yang ditulis di dalam beberapa ayat saja ini kelihatannya begitu sederhana tetapi sesungguhnya ini adalah sesuatu yang sangat-sangat berharga bagi kita kalau saudara dan saya adalah anak-anak Tuhan. Sekali lagi di dalam area ini saya mengatakan, ini adalah sesuatu yang sangat-sangat berharga jikalau saudara dan saya adalah anak-anak Tuhan. Saya tidak tahu mengapa kita mengatakan anak Tuhan tetapi sesuatu yang berharga itu berbeda dengan apa yang Alkitab katakan. Sekali lagi kita mengatakan bahwa aku anak Tuhan tetapi kenapa kita memiliki sesuatu yang berharga itu berbeda dengan apa yang Alkitab katakan. Yang berharga di dalam Alkitab sebagai anak Tuhan, tidak berharga bagi kita. Tetapi yang berharga bagi kita ternyata di depan Alkitab itu, Alkitab mengatakan itu berharga bagi dunia. Sekali lagi kita harus menguji diri kita apakah sungguh-sungguh kita ini adalah orang-orang Kristen sejati. 

Saudara-saudara apa yang berharga dalam tulisan ini? Roh Kudus. TIga ayat pertama menyebutkan Simeon seluruhnya Roh Kudus. Di situ dikatakan dia diurapi atau Roh Kudus ada di atas kepalanya. Dia diajar oleh Roh Kudus dan dia dipimpin oleh Roh Kudus pergi ke Bait Suci. Saudara-saudara perhatikan baik-baik, Roh Kudus berkali-kali dimunculkan di sini dan ini yang saya mau katakan, Simeon adalah jemaat biasa, dia bukan pengurus gereja, bukan hamba Tuhan, bukan imam, bukan nabi, dia orang biasa yang mungkin sudah tua atau agak tua. Saudara-saudara, siapa yang mengatakan bahwa dipimpin oleh Roh Kudus itu adalah hanya hak dari hamba-hamba Tuhan, bahkan kalau saudara-saudara melihat semua orang yang di mana Roh Kudus itu membawa di dalam kelahiran Yesus, boleh dikatakan hampir semuanya itu adalah layman, orang awam. Gembala itu adalah orang biasa, Simeon itu adalah orang biasa, Maria dan Yusuf itu orang biasa. Siapa yang mengatakan bahwa saudara itu yang adalah anggota gereja tidak bisa dipakai oleh Tuhan secara luar biasa? Tetapi biarlah kita boleh mengingat hal ini. Apakah itu seorang hamba Tuhan yang dipakai oleh Tuhan atau seorang jemaat biasa yang dipakai oleh Tuhan, kondisi dipakai oleh Tuhan adalah bukan karena kita itu hebat tetapi karena kita mau takluk dan taat kepada pimpinan Roh Kudus. Salah satu hal yang banyak sekali hilang dalam gereja masa kini adalah sedikitnya orang-orang Kristen yang tidak taat yang dipimpin oleh Roh Kudus, sedikit sekali. Mungkin orang ini adalah memiliki gereja yang benar dan tidak sesat, memiliki doktrin-doktrin yang benar tetapi dipimpin oleh Roh Kudus itu adalah sesuatu yang berbeda daripada sekedar pengetahuan. Saya sangat-sangat surprise ketika membaca 3 ayat ini, saya pikir tadinya Simeon itu orang hebat begitu saya teliti, ini orang biasa. Dan siapa yang mengatakan kalau engkau adalah orang yang sudah setengah baya atau orang yang sudah senior bahwa engkau tidak bisa lagi dipakai oleh Tuhan, siapa yang mengatakan demikian? Allah memakai Simeon yang sebentar lagi dia mengatakan, “Biarlah aku sekarang ini mati.” Saudara-saudara dari engkau muda sampai kita itu tua, sampai rambut kita itu putih, Tuhan menjanjikan Dia tetap akan bisa memakai kita. Tetapi pertanyaannya adalah bukan apakah Dia mau memakai kita, pertanyaannya adalah apakah kita mau dipakai oleh Dia. Roh Kudus berkali-kali dimunculkan di sini dan perhatikan sekarang, tidak ada mujizat, tidak ada kesembuhan, tidak ada penglihatan. Tentu ketika Roh Kudus bekerja mungkin ada mujizat, mungkin ada kesembuhan, mungkin ada penglihatan tetapi itu bukan tanda yang asli, itu bukan sesuatu yang esensial. Itu bisa terjadi tetapi itu bisa juga bisa palsu daripada setan. 

Tetapi apa tanda sejati jikalau Roh itu bekerja dalam hidup kita? Saudara-saudara perhatikan 2 hal ini. Yang pertama adalah Roh Kudus akan membawa kita untuk mengenal Kristus yang sejati. Tidak ada kesembuhan, tidak ada mujizat yang dikerjakan oleh Simeon, tetapi Simeon itu matanya dengan tepat sekali mendefinisikan siapa Yesus Kristus. “Oh ini keselamatan yang dari pada-Mu sekarang sudah Kau genapi. Terang bagi bangsa-bangsa dan kemuliaan bagi Israel.” Tepat sekali dia mendefinisikan siapa Kristus itu, siapa Bayi itu. Saudara-saudara perhatikan baik-baik, makin kita dikuasai oleh Roh Kudus makin kita takluk kepada Kristus. Saudara-saudara perhatikan satu prinsip ini, Pneumatology tidak mungkin bisa dipisahkan dengan Christology. Doktrin Roh Kudus tidak mungkin bisa dipisahkan dengan doktrin Kristus. Di mana Roh Kudus bekerja pada satu gereja tanda yang paling esensinya adalah ketaatan kepada Kristus. Roh Kudus bekerja, Roh Kudus mengurapi, mengajar dan memimpin Simeon. Saudara perhatikan sekarang poin yang ke-2, apa tanda sejati jikalau Roh Kudus itu bekerja dalam hidup kita? maka yang terjadi adalah jiwa itu makin hari makin puas dengan Kristus saja. Jiwa dengan Kristus itu adalah kekasih saudara. Allah di dalam Kristus menciptakan jiwamu dan jiwaku, jiwa kita tidak mungkin akan puas dengan uang, jiwa kita tidak mungkin akan puas dengan ketenaran dunia, jujurlah pada dirimu sendiri, pada jiwamu sendiri hai semua orang-orang yang mencari kepuasan di dunia ini. Uang tidak akan memuaskan kita, seks tidak akan memuaskan kita, perlakuan orang tidak akan memuaskan jiwa kita karena Dia yang mencipta jiwa kita sudah memberikan satu takdir jiwa kita itu akan puas dengan siapa. Siapakah kekasih jiwa kita sesungguhnya? Adalah Kristus karena Dia lah yang mencipta jiwa kita. Simeon melihat Yesus, langsung cepat-cepat dia mengambil Yesus di tangannya dan kemudian setelah dia menggenggam, memeluknya, dan dia menengadah ke atas, “Sekarang biarkan hamba-Mu ini mati dengan sejahtera.” Pakai bahasa sekarang, “aku puas” Kristus adalah kepuasan tertinggi jiwa anak-anak Allah, sekarang dia puas kalau dia mati. Istri saya pernah tanya kepada saya, kurang lebih dua atau tiga kali saudara, masih ada keinginan apa lagi untuk saya lakukan atau saya kerjakan sebelum saya meninggal? Dia tanya begitu bukan ingin saya mati saudara-saudara, tetapi pertanyaan itu membuat sesuatu pemandangan atau pandangan yang tajam di dalam jiwa saya, sesungguhnya apa yang saya inginkan? Kadang kami pergi ke orang-orang yang sakit, waktu itu, di Indonesia, lalu kemudian kami akan tanya, “Om, Tante, kira-kira masih ada ganjalan apa lagi dalam hati yang mungkin masih diinginkan?” Saudara-saudara, jawaban terhadap pertanyaan ini menyatakan the ultimate satisfaction jiwa ita itu apa. Dan sekarang saya akan tanya pertanyaan yang sama kepada saudara, saudara masih ingin apa? Apa hal yang saudara masih inginkan dalam hidup, yang saat ini belum tercapai? Mungkin jawabannya adalah, aku ingin pergi ke Antartika, atau beli rumah di Beverly Hills di Amerika, ya apa pun saja. Tetapi saudara tahu, bahwa keinginan jiwa saudara terdalam, uniknya adalah, jikalau kita adalah milik Kristus dan kita bertumbuh secara rohani oleh Roh Kudus, makin hari, hati kita akan dibentuk seperti Simeon. Kepuasan tertinggi jiwa kita adalah hidup di dalam the present of Christ. Anak-anak Tuhan jiwanya akan puas hanya dan hanya jika jiwanya bisa memeluk Kristus. Berada di hadirat Kristus, mendengarkan Firman Kristus. Sama seperti Maria dari Bethany, dia sedang kerja bersama dengan Marta lalu kemudian dia mendengar Kristus itu duduk di sana dan mulai bicara dan kemudian dia cepat-cepat letakkan semuanya dan pergi dan duduk di bawah Yesus Kristus untuk mendengar Firman itu. Kepuasannya, sukacitanya, yang paling ultimate adalah berada di bawah Firman dan hadirat Kristus. Apa kepuasan saudara? Apa yang kurang dalam hidup yang engkau ingin dapatkan saat ini? Biarlah seluruh anak Tuhan mendengar hal ini, dan biarlah engkau mendengar jeritan jiwamu. Engkau akan menemukan hal yang sama yang terjadi pada Simeon. 

Simeon yang kemudian memeluk Yesus maka dia kemudian mengucapkan kalimat-kalimat Kristologi, Dia mengatakan, ”Mataku melihat keselamatan yang dari pada-Mu, terang bagi bangsa-bangsa dan kemuliaan bagi Israel. Tiga hal ini; keselamatan, terang dan kemuliaan. Saudara-saudara sekali lagi Kristus adalah keselamatan bagi dunia satu-satunya. Kristus adalah satu-satunya terang bagi dunia. Kristus adalah satu-satunya kemuliaan bagi dunia. Saya akan jelaskan satu per satu. 

Keselamatan itu artinya apa? Jatuh lalu kemudian diselamatkan, miskin lalu kemudian diselamatkan jadi kaya. Bukan, ada sesuatu yang jauh lebih dalam terjadi. Ketika bicara mengenai keselamatan itu adalah kita diselamatkan, dihindarkan dari murka Allah yang jatuh kepada umat manusia. Dosa, Alkitab katakan, dosa sudah membuat Allah itu bermusuhan dengan kita. ini adalah sesuatu yang luar biasa, konflik yang besar, yang kompleks, yang tidak mungkin bisa diselesaikan di pihak kita. Salah satu masalah orang dunia adalah setan membodohi kita berpikir dosa adalah urusan sederhana. Saudara-saudara dia berpikir bahwa dosa itu membuat permusuhan antara Allah dan kita dan permusuhan itu urusan kecil. Bermusuhan itu masalah besar, saudara. 

Di dalam beberapa bulan ini saya begitu banyak sakit kepala, saya mengalami dan saya mengenal beberapa orang dan ada orang-orang dekat dengan saya pun itu mengalami permusuhan. Dan juga ada suami istri yang sakit hati dan mau cerai, saudara coba pikirkan baik-baik, saya yakin dalam hidup saudara, juga mengalami hal-hal seperti ini. Saudara melihat ada orang bermusuhan atau saudara kenal sahabat saudara bermusuhan dengan sahabat saudara yang lain, coba saudara selesaikan permusuhan itu tidak mudah saudara. Kadang saudara mau selesaikan, timbul permusuhan yang lain. Pendeta Stephen Tong itu mengatakan berkali-kali dan ini juga terjadi pada dia, “Relasi antar manusia itu kalau sudah pecah sulit sekali kembali.” Itu sesama manusia saja susah apalagi antara Allah yang suci dengan kita yang berdosa. Kita tidak bisa memperdamaikan permusuhan ini dengan uang, dengan agama, dengan moralitas, dengan persembahan. Satu-satunya permusuhan ini bisa dihentikan jikalau ada satu pribadi yang suci dipecahkan di tengah. Dan itulah Kristus, bukan Mohamad, bukan Kong Fu Cu, bukan Lao Tze, bukan pendiri-pendiri agama, mereka tidak pernah dipecahkan di tengah. Dalam tubuh Kristuslah yang inkarnasi itu di atas kayu salib Dia mendamaikan Allah dengan kita. Satu-satunya keselamatan bagi umat manusia hanya pada diri yesus Kristus. Natal adalah hari ketika rencana Allah yang kekal dijalankan di dunia, itu adalah hari di mana Pribadi ke-2 Tritunggal mengambil tubuh seperti saudara dan saya untuk bisa dipecahkan, di salib. Ketika saya membaca Alkitab satu per satu daripada 4 kitab Injil, saya membaca Yesus mengajar dan kemudian itu banyak orang tidak mempercayai Dia. Saya membaca bagaimana Yesus dicemooh oleh banyak orang Farisi dan Ahli Taurat, belum lagi menjelang salib, bagaimana Yesus itu bicara lalu kemudian ditampar lalu kemudian dimahkotai duri. Saya membaca itu semua, saya menemukan satu hal, semua ini bisa terjadi jika dan hanya jika ada inkarnasi. Seluruh penolakan itu adalah implikasi daripada inkarnasi. Dia yang dari surga tau kalau Dia mengambil tubuh itu maka seluruhnya jalan salib pasti terjadi sampai akhir. Betapa rendah hatinya Tuhan kita. 

Simeon mengatakan, “Aku sudah melihat keselamatan dari pada-Mu.” Keselamatan itu pada diri Yesus. Yesus tidak seperti pendiri agama lain yang mengatakan engkau mau diselamatkan lakukan yang ini yang itu yang itu. Keselamatan di luar dari pendiri agama, tetapi Simeon dengan tepat menyatakan Kristologi, Bayi ini adalah keselamatan. Itulah beda antara agama dengan keKristenan. Simeon tepat sekali! Luar biasa! Orang yang diurapi oleh Roh Kudus akan berkhotbah dengan kuat kuasa menyatakan sesungguhnya siapa Kristus yang sejati. Dan kemudian, dia mengatakan, “Aku sudah melihat, mataku melihat keselamatan yang dari pada-Mu. Terang bagi banyak bangsa dan kemuliaan bagi Israel.” Sekali lagi, dosa telah menjadikan kita musuh Allah. Dosa telah juga menjadikan kita buta dan berjalan dalam kegelapan. Dan dosa telah membuat kita berada dalam kehinaan. Itulah sebabnya, Simeon mengatakan, “Pertama adalah keselamatan, ke-2 adalah terang dan ke-3 adalah kemuliaan.” 

Dosa telah membuat kita berjalan di dalam kegelapan. Coba bayangkan seorang anak kecil yang di lantai bawah di rumahnya di malam hari sedang bermain sendirian. Tiba-tiba listriknya mati. Segala sesuatu sebenarnya tetap pada tempatnya – perabot, meja, kursi, mainan, tangga, lorong-lorong, kamar-kamar, tetap pada tempatnya. Tetapi di dalam kegelapan itu setelah beberapa saat, maka semuanya akan terasa asing, semuanya akan terasa membingungkan, bahkan mengancam. Masalahnya bukan pada rumah itu, tetapi masalahnya adalah ketiadaan cahaya. Anak itu pertama-tama meraba-raba, terus kemudian kena tembok kejeduk beberapa kali. Lalu tidak sengaja kakinya terluka menginjak mainan dalam kegelapan itu. Dia menjadi sakit, menjadi takut, dan kemudian dia ingat mamanya yang ada di atas “Mama, mama!” Dan ketika anak itu berteriak, mamanya itu yang tertidur sebelumnya itu kemudian terbangun dan cepat turun ke bawah, ke lantai bawah dengan memegang senter. Mamanya berjalan menyusuri lorong sambil membawa senter kepada anak kecil itu dan bertemu dengan anaknya dan melihat segala sesuatunya dengan senter itu. Perhatikan saudara-saudara. Cahaya senter itu tidak mengubah bentuk ruangan, tetapi cahaya senter itu mengubah cara pandang anak itu. Saudara-saudara, dosa itu membuat kegelapan di dalam hati kita dan kegelapan itu membuat seluruh yang kita lihat itu menjadi sesat. Kecuali saudara dan saya menerima Kristus Yesus, maka hati kita dikatakan gelap seumur hidup kita. Dan ketika saya mengatakan saudara dan saya menerima Kristus itu bukan sesuatu yang absurd di dalam Alkitab itu adalah menerima Firman-Nya, menerima pimpinan-Nya, terbuka akan Firman-Nya. Roh Kudus akan membuat kita mengerti jalan-jalan kita dan apa yang terjadi di dalam kegelapan itu menjadi terang karena Firman Tuhan. Kehadiran Kristus itu yang memberikan terang di hati kita sehingga kita bisa melihat segala sesuatu-nya dengan jelas. Kalimat C. S. Lewis ini memberikan pengertian ini, dia mengatakan demikian: “Saya percaya pada kekristenan sebagaimana saya percaya kepada matahari yang telah terbit. Bukan karena saya melihat matahari itu, tetapi karena terang matahari itu, melalui-nya, saya dapat melihat segala sesuatu yang lain dengan jelas.” Saudara-saudara, kalau saudara-saudara memiliki waktu saudara-saudara beli daripada buku-buku C. S. Lewis dia adalah seorang apologetika Kristen yang luar biasa brilliant

Saudara-saudara perhatikan sekali lagi, keselamatan, terang, dan sekarang, adalah kemuliaan. Keselamatan karena kita menjadi musuh Allah. Keselamatan karena dosa telah membuat kita itu buta, kita gelap. Tetapi Kristus juga memberikan kepada kita kemuliaan karena hidup kita itu hina. Dosa telah membuat kita hidup hina. Banyak hal yang terjadi di dalam hidup kita yang tidak seharusnya terjadi. Tetapi karena dosa sudah kita masukan di dalam hidup kita secara aktif. Saudara dan saya lihat hidup kita makin lama makin disorder. Saudara-saudara, bayangkan seorang pengrajin patung yang sangat terampil. Dia terkenal di desanya mengukir kayu itu menjadi bentuknya elang, elang kayu yang indah yang sangat mirip dengan aslinya, sangat indah, sangat hidup. Dan ketika dia itu mengukir itu dan hasil jadinya itu seakan-akan sayap elang itu seakan-akan siap terbang. Wah, luar biasa indah dan begitu dikagumi dan begitu banyak pembeli. Dia bangga dengan seluruh hasilnya. Dia selalu menulis namanya yang kecil itu di bawah ukirannya, Elias. Orang-orang mengatakan, ini adalah karya Master Elias yang terhormat itu. Dia begitu teliti di dalam setiap lekukan burung tersebut. Tokonya berkembang, keluarganya kemudian menjadi lebih baik hidupnya, makan enak dan para tetangganya di sekitarnya juga hidup industrinya karena toko Tuan Elias ini. Namun suatu hari, greedy masuk di dalam hatinya. “Hey, aku bisa membuat uangku lebih banyak lagi yaitu dengan memakai bahan kayu murahan.” Pertama-tama dia pikir, tapi ini aib. Tapi kemudian dia pikir lagi, ah ini kecil aibnya. Dan ini pribadi kok. Maka mulai saat itu, mencari kayu-kayu yang murah dan kemudian mengukir seperti elang, seperti aslinya. Dan kemudian pembeli tidak tahu dan membeli dan makin lama makin banyak produksinya. Dan Elias kemudian mendapatkan uang tambahan yang banyak bahkan. Ini kemudian dari greedy ini, menjadi sesuatu kecongkakan di dalam hatinya. Dia mulai berfoya-foya, relasinya dengan istri dan anaknya mulai lama-lama menjauh. Dia mulai ketemu dengan orang-orang yang mau menyukakan dia, teman-teman yang tidak baik. Dia pergi ke tempat-tempat yang tidak senonoh. Memiliki hubungan yang gelap. Pertama-tama, konsekuensinya adalah hati nuraninya. Seperti petir menggelegar di dalam hatinya, tetapi kemudian dia itu makin lama makin matikan. Tetapi kemudian mulai ada komplain-komplain kecil dari beberapa pelanggannya. Tetapi kemudian dia mengabaikannya, dan makin lama makin banyak komplain. Seorang pembeli mengatakan, “Pak, sayapnya melengkung karena ada air.” Dan tuan Elias kemudian mengatakan, “Itu cuma satu cacat!” Tanpa dia menyadari, ternyata puluhan pelanggannya memiliki komplain-komplain yang berlainan. Di banyak patungnya, cat pada patung elang itu terkelupas. Dan mulai satu persatu pelanggan mengembalikan barang itu dan menuntut uang mereka dikembalikan. Pelanggan yang dulu datang mencari, kemudian sekarang mulai meninggalkan toko tersebut dan menjauhinya. Tuan Elias, pematung yang terhormat itu sekarang menjadi Tuan Elias pematung yang penipu itu. Pesanannya menurun, hutangnya menumpuk dan istrinya suatu hari mengetahui masalah ini, dan dia kemudian mengatakan, “Bertobatlah suamiku! Namamu itu adalah roti bagi hidup kami!” Tetapi Elias bukannya bertobat, dia menggandakan usahanya, mengukir lebih cepat, berbohong lebih berani, berdosa lebih banyak. Dan tidak lama kemudian, kepala desa itu datang dan menghardik dia. “Elias, engkau tidak hanya mencemarkan kayu itu, tetapi engkau mencemarkan kepercayaan pelangganmu. Engkau membuat aib kepada kehidupan keluargamu dan komunitas desa ini dan juga engkau berdosa, engkau membuat aib kepada Tuhan yang mempercayakan seluruhnya kepadamu.” Anak-anak Elias mendengar itu, menyembunyikan wajah mereka karena malu, dan sampai di sekolah mereka menjadi bahan tertawaan teman-temannya. Teman-temannya mulai menjauh, keterasingan kemudian mencengkeram keluarga itu. Rumahnya menjadi bergema kosong dan meja kerjanya menjadi berdebu. Apa yang saya mau katakan dengan seluruh cerita ini? Jangan berpikir bawa dosa yang aib, yang kecil itu tidak memiliki kuasa untuk menghancurkan hidup kita! Sekarang saya memberikan kebalikannya. Lihat hidup saudara sekarang! Lihat keluarga saudara sekarang! Lihat relasi dalam keluargamu sekarang! Jikalau ada yang tidak beres, jangan pikir kesalahan orang lain, ada dosa yang engkau tidak akui. Bertobat! Ini adalah prinsip kemuliaan kembali ke dalam keluarga kita.

Satu newspaper di Amerika, Daily News tanggal 16 Augustus 1905, di situ mem-publish responses orang-orang terhadap satu pertanyaan ini. What’s wrong with this world? Apa yang salah dengan dunia? Saudara-saudara, dunia ini luar biasa masalahnya. Konflik, perang, penyakit, perubahan iklim, ketidakadilan, penderitaan, kematian, penceraian – apa yang salah dengan dunia ini? Apa yang salah dengan dunia ini? Dan, orang-orang kemudian punya response macam-macam – yang salah ini, yang salah itu. Dan kemudian, G. K. Chesterton, seorang Kristen, anak Tuhan yang luar biasa dalam, dia menjawab seperti ini, “Apa yang salah dengan dunia ini? “Jawaban dia adalah, “I am. Aku.” Saudara perhatikan kalimat di bawah ini. Apa pun pendapat saudara untuk memperbaiki dunia ini, jika tidak berangkat dari dosa kita masing-masing, itu cuman mimpi. Sekarang saya tanya, kalau saudara ada sesuatu yang terjadi di dalam keluarga saudara, ribut ke mana-mana, ndak beres beres. Saudara, mau salahkan siapa? Saudara mau salahkan uang? Saudara mau salahkan mertua? Saudara mau salahkan papa mama saudara? Saudara mau salahkan istri saudara? Anak saudara? Bos saudara? G. K. Chesterton menyatakan, apa pun ide saudara untuk memperbaiki keluarga saudara, jika tidak berangkat dari dosa kita, itu hanya mimpi! Dosa sudah membuat saudara dan saya hina, menghasilkan seluruh kecacatan dan disorder dan penderitaan dalam hidup kita. 

Minggu yang lalu, kalau saudara-saudara membaca koran di Indonesia ada sesuatu yang sangat memalukan. Ada longsor yang besar dan begitu longsor yang besar, baru ketahuan ada balok-balok kayu yang sudah terpotong itu, itu kemudian ikut longsornya, itu adalah balok-balok penebangan hutan liar yang terjadi yang sudah berapa tahun dikumpulkan kayunya kena air, maka kemudian kayunya baru kelihatan sampai di desa-desa, sampai di kota. Dan kemudian orang-orang baru sadar, “Lho, ini ada penebangan liar yang begitu banyak!” Dan kemudian apa jawaban perintah? “Oh, itu bukan penebangan liar, itu air kena pohon terus kemudian pohonnya tumbang satu-satu.” Saya dengar kaya begitu, saya kepingin Yesus cepat datang. Ini orang yang sudah tahu salahnya, tetap tidak mau jujur. Saya katakan kepada saudara, terlalu banyak kita dalam gereja seperti ini! Menyedihkan sekali. Tahu sungguh salahnya, diputar sedemikian rupa seperti kita itu anak kecil. Saya ketemu sama orang itu, satu kali bicara selesai, saya tahu saya tidak mungkin mengubah dia kecuali Tuhan mengubah dia, mungkin kalau Tuhan mau mengubah dia. Begitu jelas tetap tidak mau diakui. Mungkin dia buta, mungkin dia munafik. “Oh kenapa, ini kok bisa longsor begini, begitu?” “Oh, Ini kena air, langsung kena air.” Saudara-saudara, kena air mana ada pohon yang dikupas saudara-saudara? Saudara-saudara, dosa membuat semua ini. Kristus datang itu, untuk membuat kita yang hina, jikalau kita bertobat di dalam Dia, akan di angkat di dalam kemuliaan. 

Di dalam keputusasaan, Tuan Elias mengaku kepada pelanggannya, membayarkan ganti rugi, dan kemudian membakar seluruh simpanan kayu yang murah. Kepercayaan dibangun kembali, bukan melalui keahlian yang sempurna. Dari awal dia sudah ahli, tetapi melalui pertobatan yang rendah hati di dalam Kristus. Perlahan demi perlahan, pembeli berani datang kembali bukan karena tertarik pada patung elang yang sekarang, tetapi mau mempercayai satu pribadi yang sudah diciptakan ulang, yaitu Tuan Elias yang bertobat. Dan dia bicara kepada putranya, “Anakku, dosa telah merampas hidupku, menuju kepada kehinaan. Tetapi, pertobatan di dalam Kristus membawa aku kepada kehormatan.” Dan, itu yang dikerjakan Kristus di dalam hidup manusia. 

“Oh, aku bersyukur kepadamu, Bapa. Sekarang biarkan aku mati di dalam sejahtera. Karena aku sudah memeluk Kristus, keselamatan dari pada-Mu. Dialah terang bagi bangsa-bangsa, dan kemuliaan bagi seluruh umat manusia. Pada pagi hari ini, saya tanya kepada setiap jiwa yang ada di sini. Apakah yang engkau inginkan dalam hidupmu? Apakah yang paling menjadi kenikmatan dan kepuasan tertinggi di dalam jiwamu? Dengarkan teriakannya. Baik-baik pasang telinga. Dengarkan teriakannya. Dan engkau akan menemukan jiwa kita terdalam mengatakan, “Kristus penciptaku, di manakah Engkau? Aku ingin memeluk Engkau.” Jiwa kita diciptakan untuk takhta Kristus. Kiranya kasihan Tuhan datang kepadamu, pada kita hari ini. Mari kita tundukkan kepala.

 
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more