Ringkasan Khotbah

14 December 2025
Bayi Kristus di Dalam Palungan
Pdt. Agus Marjanto, M.Th · Luk 2:11-12

Luk 2:11-12

Seseorang mengatakan kekristenan dimulai dari tempat yang paling rendah yaitu palungan, tempat makan hewan. Dan sekarang, saya akan tambahkan kalimat yang kedua. Kekristenan dimulai dari tempat yang paling rendah dan berpuncak di tempat yang paling hina yaitu salib dan berakhir di tahta kemuliaan. Ini adalah jalan keselamatan. Ketika bicara mengenai Natal, adalah bicara mengenai Allah yang merendahkan diri-Nya. Saudara-saudara, hari ini saya akan bicara berkenaan dengan kerendahan hati. Bicara mengenai jalan-jalan Kristus adalah jalan bicara mengenai kerendahan hati. 

Saudara-saudara, beberapa poin ini biarlah kita boleh pikirkan. Yang pertama adalah Tuhan kita tidak malu dengan kerendahan. Sekali lagi, Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak malu dengan kerendahan. Saudara perhatikan satu kalimat di bawah ini. Kerendahan dan kemiskinan tidak dapat merampas kehormatan kita. Lihatlah Kristus! Dia berjalan dari kerendahan ke kerendahan yang lain dan Dia tidak kehilangan kehormatan. Sebaliknya kehormatan memancar dari seluruh kerendahan ini. Dari kandang menuju ke tukang kayu, bersahabat dengan orang-orang yang terbuang, sampai ke tempat salib, bahkan Allah itu kemudian dikubur, bahkan sampai saat ini, seluruh umat manusia tidak bisa untuk mempercayai Dia kalau tidak ada Roh Kudus. Salah satu stumbling block yang paling besar, bagaimana mungkin Juruselamat itu pergi ke tempat yang begitu hina? Tetapi di dalam Lukas yang kita baca, 2 kalimat ini bergabung: “Maka lihatlah Juruselamat datang! Mesias itu datang! Mesias, Juruselamat dari Tuhan itu datang! Dan ini tandanya adalah seorang bayi yang dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” 

Kita sudah terlalu terlalu biasa jadi orang Kristen. Kita melihat ayat-ayat ini secara sentimental, indah ya. Tetapi kalau saudara dan saya menjalaninya sendiri dan saudara-saudara lahir di kandang, seumur hidup self-image kita akan sulitnya luar biasa untuk bisa bangun. Karena di dalam pikiran kita, kesuksesan, kekayaan, uang, itu yang besar, adalah kehormatanku. Ketika aku miskin, maka kehormatanku dirampas. Saudara perhatikan satu kalimat di bawah ini. Kehormatan kita tidak bisa dirampas dengan kemiskinan. Kehormatan kita juga tidak bisa dirampas oleh orang-orang yang menyerang hidup kita. Tetapi kehormatan kita itu hilang dan dirampas karena ketidaktaatan kita di hadapan Allah. Begitu kita tidak taat, maka kita tidak lagi menjadi manusia yang terhormat. Begitu kita berdosa, maka kita tidak lagi bisa mempertahankan kehormatan kita. 

Natal bicara berkenaan dengan kehinaan. Allah hadir di tempat yang hina. Saudara-saudara, itu tidak mengubah natur-Nya, itu tidak mengubah sifat-Nya, itu tidak mengubah apa yang ada pada, inherent di dalam diri-Nya. Allah kita berbeda dengan seluruh pendiri agama. Allah kita langsung masuk ke tempat yang paling hina itu. Dia memilih 2 tempat yang dihindari oleh seluruh umat manusia. Yang pertama adalah palungan. Yang kedua adalah salib. Kita takut miskin. Kita takut dihina oleh orang lain. Kita takut menjadi minoritas. Kita takut dijauhi oleh orang lain. Seluruh hal ini Yesus tidak takut. Bukan saja tidak takut dengan khotbah-Nya, Dia jalani sendiri, Dia masuk sendiri. Dia tidak takut dengan seluruhnya itu. Apa yang Yesus tidak takut biarlah gereja tidak usah takut. Kalau engkau hidup dalam keluarga yang sederhana, jangan takut. Kalau engkau berjalan di dalam kekudusan dan orang tidak suka dengan engkau, jangan takut. Kalau engkau kelihatannya orang biasa dan tidak terkenal, jangan pikir bahwa orang yang terkenal itu yang disukai oleh Tuhan. Saudara-saudara, tidak usah takut untuk apa yang Yesus tidak takut, tetapi takutlah dengan apa yang Yesus takut. Dia tidak takut akan kemiskinan. Dia tidak takut tidak punya uang. Dia tidak takut di-reject oleh seluruh manusia, tetapi Dia takut kalau Allah meninggalkan Dia. Dia takut kalau Allah tidak berkenan dalam hidup kita. Saya tidak tahu, sekali lagi saya tidak tahu mengapa kita manusia tidak takut berbuat dosa. Kenapa ada kesalahan, itu kita pegang? Kita tidak takut memegang kesalahan orang lain. Kenapa kita tidak takut kalau Allah meninggalkan kita? Oh, seluruhnya hidup terbalik. Tuhan tidak takut akan kerendahan. Kerendahan dan kemiskinan tidak akan dapat merampas kehormatan kita. 

Sekarang perhatikan hal yang kedua. Tuhan memilih jalan perendahan sebagai satu-satunya sarana untuk melakukan rencana keselamatan. Sekali lagi, Tuhan memilih jalan perendahan sebagai satu-satunya jalan untuk keselamatan itu sampai dari surga ke bumi. Saudara-saudara, Dia menghadirkan keselamatan bukan dengan mengajarkan moralitas. Sekali lagi, itu diajarkan oleh seluruh agama, tetapi kekristenan tidak. Dia menjalani jalan keselamatan. Jalan yang membuat keselamatan tiba kepada umat manusia dan di dalam hikmat-Nya yang tertinggi, Dia memakai jalan perendahan. Dari Bethlehem menuju kepada salib. Ini adalah jalan yang sama sekali tidak mungkin ada satu makhluk hidup pun dan juga tua-tua di surga itu bisa mengerti dari seluruh pikiran Allah. Malaikat tidak mungkin mengertinya. Dia tidak mungkin memprediksinya. Dan seluruh archangel yang hebat itu, mereka pun tidak bisa untuk memikirkannya, itu tidak muncul satu detik pun dalam pikiran mereka. Itu ada di dalam Allah Tritunggal. Hanya Bapa dan Anak dan Roh Kudus yang mengertinya. Dan kemudian ketika dijalankan, seluruhnya terkejut. Alkitab mengatakan itu hikmat Allah. Itu hikmat Allah. Begitu hikmat itu dijalankan, malaikat itu terkejut, setan itu terdiam, dan seluruh umat manusia itu terpana. Ini di luar rasioku. Tidak mungkin Allah seperti ini. Dan dari jalan ini saudara-saudara, maka satu persatu umat manusia disaring. Kecuali Tuhan membuka hatinya melihat siapa sesungguhnya yang ada di palungan itu, manusia pasti akan menghinanya, menolaknya. 

Inilah yang dikatakan di dalam 1 Korintus 2. Mari kita baca. 1 Korintus 2:8-10. Hikmat ini hanya bisa dikenal jikalau Roh yang menyelidiki apa yang tersembunyi pada Allah diberitakan kepada kita. Sekali lagi, kalau Tuhan mau menyatakan keselamatan, semua dari kita pasti mau menerimanya. Kita pasti semuanya merindukannya. Tetapi yang menjadi stumbling block adalah mengapa cara kerjanya seperti ini? Terpikir pun tidak. Maka seluruh Betlehem, seluruh Israel, semuanya tidak, seluruh Yerusalem, tidak ada satu pun yang mencermati apa yang terjadi di Betlehem. Ini bukan suatu berita bagi mereka. Seperti kita, sekarang mungkin berkumpul di sini, dan kemudian Tuhan mengerjakan sesuatu di desa apa. Kita sama sekali, bahkan tidak akan terpikir kalau itu terjadi. Dia menyelamatkan dengan satu bayi, satu anak yang begitu rendah. Dan tidak pernah seumur hidupnya menyandang pedang. Tidak pernah seumur hidupnya memiliki pengikut ribuan atau ratusan. Tidak pernah seumur hidupnya Dia memiliki uang yang banyak. Tidak pernah seumur hidupnya, Dia memiliki satu tempat untuk meletakkan kepala-Nya dengan wajar seperti engkau dan saya. Semuanya rendah, tapi ini cara Allah menyelamatkan kita. Bagi orang Yahudi, ini bukan cara keselamatan, ini orang dikutuk Allah. Dan bagi orang Yunani, ini bodoh. Tapi inilah keselamatan. Saya akan bacakan apa yang ditulis oleh Bonhoeffer. Bonhoeffer mengatakan begini, “Bagi orang-orang besar dan berkuasa, di dunia ini hanya ada dua tempat di mana keberanian mereka sirna, yang mereka takuti. Kedua tempat ini mereka takuti jauh di lubuk jiwa mereka dan mereka akan menghindarinya, yakni palungan dan salib Yesus Kristus. 

Tidak ada orang yang berkuasa yang berani mendekati palungan. Raja Herodes pun tidak pernah berani untuk mendekatinya, juga Pilatus dan seluruh imam-imam kepala tidak berani untuk mendekati salib. Tetapi di dua tempat inilah, seluruh tahta raja-raja itu berguncang. Yang perkasa itu jatuh, yang terkemuka itu jatuh, karena Allah ada di antara kerendahan hati. Di sini orang kaya menjadi tidak berarti, karena Allah ada di antara orang miskin dan lapar. Dan orang kaya dan kenyang katanya di dalam Alkitab, Allah mengusir mereka pergi dengan tangan kosong. Di hadapan Maria, gadis itu, di hadapan palungan Kristus, di hadapan Allah di dalam kerendahan hati, orang-orang yang berkuasa itu menjadi tidak berarti. Mereka tidak memiliki hak, mereka tidak ada harapan di sana dan mereka dihakimi dengan kehadiran kerendahan. Dietrich Bonhoeffer kemudian mengatakan demikian, “Siapa di antara kita yang akan merayakan Natal dengan benar dan sesungguhnya?” Adalah orang-orang yang akhirnya meletakkan semua kekuasaannya, semua kehormatannya, semua reputasinya, meletakkan semua kesombongannya, meletakkan semua individualisnya. Orang-orang yang memandang Sang Anak di palungan dan melihat kemuliaan Allah di dalam kerendahan hati, itulah yang diselamatkan. 

Sekarang saya akan masuk ke dalam bagian yang ketiga. Cara Allah untuk menyelamatkan adalah melalui kerendahan hati. Maka cara manusia untuk mengerti Allah dan bagaimana cara kerja-Nya adalah melalui kerendahan hati. Sekali lagi, orang sombong tidak mungkin bisa bertumbuh rohani, tidak mungkin bisa mengenal Allah lebih dalam. Kalau saudara mau mengerti siapa sesungguhnya Yesus Kristus, saudara tidak mungkin bisa mendatangi Dia dan Dia membuka diri ketika saudara berada di dalam kesombongan. Saudara-saudara, sekali lagi Pendeta Stephen Tong mengatakan satu kalimat yang kelihatannya lucu, tapi benar. “Siapa yang mau understand God, harus dia itu stand under God.” 

Di dalam beberapa jam ini, saya memikirkan satu hal. Natal, Allah datang kepada kita manusia. Tetapi kemudian saya sadar ternyata tidak. Allah tidak datang kepada kita. Allah datang ke tempat-Nya sendiri. Dia tidak datang ke rumah kita. Dia datang ke tempat-Nya sendiri yaitu palungan. Sepanjang kita tidak bisa untuk datang kepada palungan, kita tidak mungkin mengenal Dia! Siapa yang katakan Allah datang ke rumah kita? Tidak! Dia memiliki cara-Nya sendiri, Dia memiliki jalan-Nya sendiri, kita yang harus datang ke tempat Dia dan jalan-Nya adalah jalan perendahan diri. Maka kalau kita tidak pergi ke Betlehem, yaitu dengan merendahkan diri, kita tidak mungkin bertemu dengan Allah! Pekerjaan Allah, pekerjaan keselamatan hanya untuk orang-orang yang mau merendahkan dirinya di hadapan Dia. Maka, bertobat! Rendahkan diri kita di hadapan Allah! Itu adalah jalan satu-satunya anugerah. 

Di palungan itu, Yusuf dan Maria harus merendahkan diri. Di palungan itu, maka seluruh gembala harus merendahkan diri. Di palungan itu, orang-orang majus yang paling terkenal di Media Persia pun harus merendahkan diri. Di tempat palungan itu, Allah itu hadir. Dia tidak hadir di rumah Yusuf dan Maria, Dia tidak hadir di rumah gembala, Dia tidak hadir di tempat semua orang majus. Bukan Tuhan yang datang ke tempat kita, apakah kita mau datang ke tempat Dia dengan merendahkan hati kita? Itulah sebabnya dalam cerita ini, Herodes tidak diselamatkan, imam-imam kepala tidak diselamatkan, karena mereka tidak mau merendahkan diri datang ke palungan itu. Tempat itu menjadi tertutup di depan mata mereka. Keselamatan, anugerah, datang dari Allah yang rendah hati kepada kita manusia yang mau merendahkan hati. Tidak ada cara lain! Tidak ada daripada jalur anugerah. Satu-satunya jalur di dalam Kristus Yesus. Apakah engkau dan saya masih mau terus sombong? Apakah kita sadar bahwa Allah akan membinasakan orang-orang sombong di dalam Alkitab? Kita mungkin adalah orang Kristen, tapi sejauh kita tidak merendahkan hati di hadapan Allah, dengan suatu kesungguhan hadir merendahkan diri di hadapan Allah, mau dibentuk oleh Dia apa adanya, meskipun kita mengaku Kristen, kita tahu bahwa kita sebenarnya adalah orang munafik, kita sesungguhnya bukan anak Tuhan. 

Saya akan berikan saudara-saudara satu ayat untuk hari ini. Dan juga kepada semua yang akan dibaptis, disidi dan diatestasi. Kalau engkau mengatakan bahwa engkau mau mengikut Kristus, kita harus mengerti bahwa Kristus mengumpulkan orang-orang dan selamatkannya di dalam sebuah gereja. Di akhir zaman ini, maka Dia mengumpulkan orang-orang, Alkitab mengatakan, ‘Yang humble and lowly’, untuk bergerak di tengah-tengah dunia. Saudara-saudara, mari kita melihat Zefanya 3:12. Dan saudara akan menemukan ayat sebelumnya di atas adalah Allah akan menghancurkan seluruh umat manusia, tetapi kemudian Dia akan membiarkan sekelompok orang, anak-anak remnant, anak-anak Allah yang hidup. Ayat 12 bersama-sama. “Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama Tuhan.” Saudara lihat, ini adalah gereja. Gereja bukan organisasi, bukan namanya. Gereja yang paling penting itu di dalamnya isinya apa? Di dalam hatinya itu dibentuk apa? Umat yang humble dan lowly. Dan biarlah yang dibaptis, sidi dan atestasi, engkau menyadari apa yang menjadi kehendak Allah bagi kita. Dan biarlah kita seluruhnya umat yang ada di sini bersama-sama dengan saya, biarlah kita boleh menyembah Kristus yang rendah hati di hadapan umat manusia. Kiranya Dia membentuk kerendahan hati kita lebih lagi. Mari kita berdoa. 

 
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more