Ringkasan Khotbah

21 December 2025
Kasih Allah Tertinggi
Pdt. Agus Marjanto, M.Th · Yohanes 3:16

Yohanes 3:16

Salah seorang penginjil mengatakan demikian, “Jikalau engkau tidak memiliki buku apa pun karena engkau terlalu miskin, biarlah engkau boleh memiliki buku Alkitab. Tetapi jikalau engkau tidak punya uang untuk beli buku Alkitab, minimal engkau punya Perjanjian Baru. Kalau engkau tidak punya uang juga untuk membeli Perjanjian Baru, minimal engkau punya uang untuk beli buku Yohanes. Tetapi, jikalau engkau sama sekali tidak punya uang untuk beli buku Yohanes, minimal dengarkan bahwa “Allah begitu mengasihi seluruh dunia, sehingga Dia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal”. Allah Tritunggal memiliki suatu perjanjian di surga, itu adalah covenant of redemption

Perjanjian antara Allah Bapa, dan Allah Anak di dalam kekekalan untuk keselamatan umat manusia. Ayat ini mengungkapkan realisasi, penggenapan covenant of redemption itu di muka bumi. Tadinya yang tetutup, sekarang dinyatakan. Sesungguhnya apa yang diberikan? Orang-orang melihat pada bayi Natal itu. Allah tidak menginginkan kita melihat ini adalah lahirnya manusia biasa. Ini adalah Pribadi yang lain, yang lahir, yang datang dari Surga, yang diutus oleh Allah, diberikan oleh Allah karena cinta Allah yang luar biasa besar kepada kita. Allah menginginkan ketika kita melihat ayat ini, saudara dan saya tidak salah mengerti melihat Yesus Kristus. Perhatikan beberapa hal yang penting dari ayat ini. Ketika saudara melihat bayi Natal, hal yang pertama adalah sumbernya. Sumber mata air utama dari pemberian bayi tersebut adalah kasih Allah. Bayi itu tidak akan keluar, bayi itu tidak akan datang kalau tidak ada kasih Allah. Di sini dikatakan bahwa Allah begitu mengasihi, sehingga Dia memberikan Anak itu. Maka kasih Allah itu mengalir kepada kita, dan perwujudan-Nya itu dalam bentuk Yesus Kristus. Atau sebaliknya, Kristus ada karena kasih Allah itu mengalir. Sumber dari seluruh pemberian Allah adalah kasih Allah. Kasih Allah di dalam pemberian ini memiliki 3 sifat. Yang pertama, kasih Allah bersifat baik, yang ke-2 kasih Allah bersifat bermanfaat, yang ke-3 kasih Allah adalah kasih yang memuaskan diri Allah.

Kasih Allah ini bersifat baik hati, artinya bahwa keinginan dan tujuan Allah untuk berbuat baik kepada kita dengan menyelamatkan kita. Jadi kasih itu diberikan kepada kita di dalam bentuk Yesus Kristus untuk kebaikan kita, untuk kita diselamatkan. Itulah sebabnya dikatakan: Barangsiapa percaya kepada-Nya tidak binasa beroleh hidup yang kekal. Itu adalah tujuan kasih-Nya. Yang pertama, kasih itu adalah kasih yang baik, yang diberikan kepada kita. 

Yang ke-2 adalah kasih itu adalah kasih yang bermanfaat bagi kita, artinya adalah kasih itu memiliki dampak yang nyata dan esensial bagi hidup kita. Titik krusial antara kematian dan kehidupan kekal ada pada Dia. Sekali lagi, yang percaya diselamatkan; yang tidak percaya sudah berada dalam hukuman. Saya jelaskan sekali lagi supaya saudara-saudara mengerti maksudnya. Kalau saya datang ke Kevin, kemudian saya memberikan sesuatu. Ini adalah kasih sayang kepada Kevin, tetapi bisa saja yang saya berikan ini tidak bermanfaat bagi dia. Bukan dalam case seperti itu kasih Allah diberikan kepada kita. Saya memberikan sesuatu kepada Kevin, belum tentu Kevin merasa ini baik buat saya, tetapi ini bukan kasus di dalam Yohanes 3:16; Allah karena kasih-Nya memberikan Kristus kepada kita, itu artinya ketika Kristus diberikan itu pasti baik buat Kevin, itu pasti bermanfaat bagi Kevin.

Bukan itu saja, sifat kasih ini yang ke-3 yang memberikan Kristus kepada kita membuat Allah itu puas, membuat Allah itu bersukacita. Ketika Allah memberikan Kristus kepada kita, di situ-lah Allah memiliki kepuasan, delight, yang paling puncak. Karena apa? Karena Dia mengasihi kita. Kalimat ini kelihatannya sulit, tetapi sangat mudah. Coba bayangkan sekarang, mungkin buat orang-orang yang sedang berpacaran paling mudah. Kalau saudara sedang jatuh cinta dengan seseorang, maka apa yang saudara akan lakukan? Saudara akan pergi ke toko, dan akan membeli barang yang bagi saudara sendiri berharga, kemundian saudara bungkus dengan indah barang tersebut dan saudara mau untuk membayar harganya, meskipun mahal. Dengan hati yang berdebar-debar saudara datang kepada orang yang saudara cinta dan memberikan barang itu. Ketika orang yang saudara cinta itu mengambilnya dan bersuka dengan pemberian saudara, saudara yang memberikan akan bersukacita paling ultimate. Itu adalah kasih yang baik, kasih yang bermanfaat, dan kasih yang memberikan Allah itu kepuasan. Tapi saya perlu catat di sini bahwa kepuasan Allah yang paling tinggi bukan karena saudara, tetapi kepuasan Allah yang tertinggi adalah di dalam Kristus itu sendiri. Sehingga ketika kita menerima Kristus, Allah itu bersukacita karena kita di dalam Kristus. Allah tidak pernah bersuka cita karena kita, kalau kita itu terpisah dengan Kristus tidak mungkin Allah bersukacita. Allah itu bersukacita karena kita itu ada di dalam Kristus. Sekarang saudara-saudara saya sudah bicara, pertama adalah sumber mata air utama, di mana Kristus itu diberikan, yaitu kasih Allah. 

Yang ke-2 adalah apa bentuk pemberiannya? Sumbernya adalah kasih, tetapi apa bentuknya? Allah mengasihi aku, tetapi bentuknya itu apa? Yaitu Kristus. Dikatakan bahwa: Bapa yang penuh kasih itu memberikan Putera Tunggal-Nya. Natal adalah kelahiran kasih itu, kasih ini belum pernah terealisasi sempurna di kehidupan manusia. Kasih itu terealisasi sempurna ketika Kristus hadir di hari Natal. Tetapi ini bukan kasih saja, tetapi Alkitab dengan jelas memberikan penekanan “karena begitu besar kasih Allah.” Ini adalah sesuatu yang perlu diperhatikan. Karena Allah mengasihi maka diberikan. Bukan! Karena Allah ‘sangat’ mengasihi. Ini adalah sesuatu kalimat yang mau menyatakan sesuatu yang sangat mulia, besar, melebihi dari bibir kita bisa mengatakannya. Dan untuk saudara dan saya itu bisa menghargai seberapa berharganya, Dia bukan saja bicara Allah itu begitu mengasihi, maka diberikan Anak-Nya, tetapi Anak-Nya yang ‘tunggal’. Seluruh kalimat ini adalah kalimat yang mau menyatakan hal yang tidak terkatakan, tidak terpahami yang luar biasa mulia yang satu-satunya. 

Hal yang ke-3, perhatikan sumbernya. Perhatikan bentuknya dan ke-3 adalah objek dari pada kasih ini. Kepada siapa Allah memberikan kasih ini? Kepada siapa Allah memberikan Kristus? Objek kasih ini dikatakan adalah dunia. Allah begitu mengasihi dunia, tetapi ketika kita bicara mengenai dunia, ini adalah dunia yang dijelaskan di bawah adalah ‘barangsiapa yang percaya kepada-Nya.’ Objek kasih ini adalah bicara berkenaan orang-orang pilihan yang tersebar di seluruh dunia, yang ada di lapisan apa pun saja di dalam masyarakat. Mereka adalah objek kasih ini, manusia kaum pilihan, bukan malaikat. Tetapi manusia yang dipilih begitu sangat dikasihi, sehingga Yesus pernah mengatakan, “Mereka itu adalah sahabat-sahabat-Ku, engkau bukan lagi hamba, engkau adalah sahabat-sahabat-Ku.” Tidak pernah satu malaikat pun disebut oleh Allah sebagai sahabat. Saya sudah bicara mengenai sumber, yang ke-2 adalah bentuk, yang ke-3 adalah objek kasih ini.

 yang ke-4 adalah bagaimana caranya kasih itu mengalir kepada kita. Yaitu dengan diberikan. Diberikan itu bukan dijual, diberikan itu tidak ada transaksi. Diberikan itu adalah tindakan bebas, spontan, proaktif Allah kepada kita. Di sini dikatakan Allah itu memberikan Kristus, di tempat yang lain Kristus memberikan diri-Nya sendiri. Maka di sini saudara akan menemukan Bapa dan Anak, dua-dua-Nya sepakat untuk memberi diri, menyatakan cinta-Nya kepada saudara dan saya. Perhatikan satu prinsip doktrin di bawah ini. Pemberian Kristus adalah manifestasi tertinggi dan terlengkap dari kasih Allah kepada orang berdosa yang pernah diberikan sejak kekekalan kepada kita manusia. Jadi ketika saudara dan saya mengenal Kristus, saudara harus tahu itu adalah kasih Allah yang terlengkap, kasih Allah yang tertinggi yang diberikan kepada kita oleh Allah.

Mari kita melihat 2 ayat Alkitab yang unik, 1 Yohanes 4:9-10: Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.” Ada sesuatu yang unik. Saya sedang menjelaskan satu doktrin yang penting, yang diambil dari Yohanes 3:16, bahwa kalau saudara dan saya menerima Kristus, pemberian Kritus kepada kita adalah manifestasi tertinggi dan terlengkap dari kasih Allah kepada kita orang berdosa yang pernah diberikan sejak kekekalan. Cara berpikir ini ada di dalam hati yang terdalam di dalam Yohanes. Sehingga di dalam tulisan Yohanes yang lain, 1 Yohanes 4:9 dikatakan “Inilah kasih Allah yang dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal.” Perhatikan ayat ini, sekarang perhatikan ayat 10 “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya.” Perhatikan di dalam ayat-ayat yang tadi kita sudah baca termasuk Yohanes 3:16, ketika Yohanes bicara mengenai kasih Allah, maka dia meninggikan kasih Allah dan bentuknya adalah bicara mengenai diutus-Nya Yesus Kristus kepada kita. Seolah-olah tidak ada kasih Allah di dalam hal-hal yang lain. 

Mari kita pikirkan kasih Allah kepada kita. Bukankah kalau kita mengatakan keberadaan hidupku, napas hidupku, itu adalah kasih Allah yang diberikan kepadaku? Kalau saudara tiba-tiba sakit, dan sakit yang mungkin sudah termasuk terminal ill, kemudian saudara diberikan kesembuhan, bukankah itu kasih Allah dalam anugerah yang begitu besar bagi kita? Kalau saudara mendapatkan uang untuk bisa hidup, apalagi tadinya adalah orang yang sangat miskin tapi kemudian bisa menyekolahkan anak pergi ke international school seperti Sydney seperti ini? Bukankah itu adalah anugerah yang lahir dari kasih Allah yang begitu besar bagi kita? Bahkan hati kita sering remuk ketika melihat kasih Allah yang diberikan kepada kita begitu baik. Saudara dan saya bisa makan dengan baik, punya mobil, punya rumah, punya saudara-saudara yang mengasihi, keluarga, bukankah itu kasih Allah yang diberikan kepada kita? Bukankah itu kasih yang besar? Jawabannya adalah iya, dan kita sering sekali remuk hati dan berlinang air mata karena mendapat kasih Allah itu, semua itu adalah perwujudan kasih Allah. Tetapi apa yang Alkitab mau ajarkan kepada kita sesungguhnya? Semua perwujudan kasih Allah itu, jika dibandingkan dengan pemberian Allah tentang anaknya Yesus Kristus di hari Natal, itu seperti membandingkan cahaya lilin ketika dibawa ke bawah sinar matahari. Allah tidak pernah mengatakan begitu besar kasih-Nya sehingga Dia menyembuhkan kita. Tuhan tidak pernah mengatakan betapa besar kasih-Nya sehingga engkau itu yang tadinya tidak memiliki keturunan, diberikan keturunan. Dia tidak pernah mengatakan: “Hai engkau sebelumnya itu hampir mati, kemudian Aku bangkitkan, Aku sangat mengasihi engkau.” Tidak, itu semua tidak pernah ada di dalam Alkitab, itu sungguh-sungguh adalah kasih Allah. Makanan kita, umur kita, orang-orang yang kita kasihi, semua dari pemberian Allah, keuangan kita, kesehatan kita, keluputan dari bahaya, tetapi sekali lagi Allah mau menyatakan hal ini: “Lihat anak-Ku, lihat anak-Ku, dan biarlah engkau memiliki hati yang hancur, bukan saja ketika Aku memberikan engkau makanan atau kesehatan, tetapi lihat Anak-Ku! Kalau engkau bisa mengertinya, itu karena Aku mengasihi engkau luar biasa.” Oh, kiranya Tuhan itu beranugerah kepada kita. Betapa kita terus-menerus menjadi orang Kristen, terus-menerus itu tidak bertumbuh, dan duniawi terus. Kita mengukur cinta kasih Tuhan adalah ketika seluruh kenyamanan dunia ini kita dapatkan, tetapi sekali lagi, Allah mau menyatakan: “Itu memang kasih-Ku, tetapi lihat Anak-Ku, dan engkau akan tahu itu seperti membandingkan cahaya lilin di bawah terang sinar matahari.” Kristus adalah berkat di atas seluruh berkat, Kristus adalah kasih di atas seluruh kasih, Kristus adalah anugerah di atas seluruh anugerah.Dan bukan itu saja, Alkitab mengatakan anugerah itu diberikan ketika kita masih menjadi musuh. Roma 5:8 menyatakan: Akan tetapi, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Allah menunjukkan itu, kasih-Nya ketika kita masih berdosa. Ini adalah manifestasi kasih Allah yang paling penuh dan paling kaya yang pernah diberikan kepada kita. 

Sebentar lagi kita masuk ke tahun yang baru. Beberapa waktu ini, saya terus-menerus memikirkan, dan saya sudah share-kan tentang pertumbuhan rohani. Apakah kita itu bertumbuh dari tahun ke tahun? Salah satu hal yang perlu untuk kita doakan adalah: “Tuhan berikan kepadaku penglihatan akan kemuliaan Kristus, sehingga aku boleh makin menghargai-Nya.” Sekali lagi, hati kita dihancurkan dengan berkat-berkat Allah di dunia ini, itu tidak salah, tetapi mintalah untuk mata hati kita boleh melihat berkat-berkat rohani yang diberikan dari Surga kepada kita di dalam Kristus, dan itu perlu anugerah Roh Kudus yang besar. Perhatikan apa yang Allah berikan kepada kita yaitu Kristus. Dia berikan kepada kita sejak dari Natal sampai kepada salib. Kristus menjadi kutuk bagi kita, untuk menjadi bahan ejekan dan penghinaan manusia. Kristus menderita dengan penderitaan yang tidak tertandingi dan yang belum pernah dialami oleh siapapun. Hati kita hancur ketika kita melihat anak-anak kita berjuang dalam perendahan. Pada waktu dulu ketika saya masuk dalam sekolah seminari, saya menguatkan hati saya untuk saya meninggalkan semua pekerjaan dan saya harus menerima seberapapun uang yang ada, dan tidak ada penghasilan apa pun saja untuk saya, meninggalkan semuanya dan masuk full time jadi hamba Tuhan. Sekolah seminari beberapa tahun, tidak ada satu pun penghasilan. Saya biasanya bisa membeli apa pun saja, tetapi saya mesti makan sederhana. Tetapi ketika saya makan sederhana pun, saya bisa dan saya bersukacita. Saya bisa makan nasi sama garam. Tetapi yang meremukkan hati saya adalah kalau saya melihat anak saya makan nasi sama garam, saya nangis saudara. Saya tidak apa apa, saya miskin. Tapi kalau saya lihat anak saya miskin, saya menangis. Itu adalah hati kita orangtua, bukan? Dan Allah Bapa di Surga, menyerahkan yang paling berharga, Anak-Nya, untuk masuk dalam kemiskinan, kehinaan, dan dikutuk sedemikian rupa. Dia mesti melihat Anak-Nya berjuang dalam detik-detik penghinaan dan kematian. Allah melihat Putera-Nya berjuang di bawah penderitaan yang belum pernah dirasakan oleh siapa pun manusia. Allah melihat Kristus jatuh ke tanah, merangkak di debu, berkeringat darah, dan di tengah-tengah penderitaan seperti itu, Kristus berseru kepada Bapa-Nya dengan suara nyaring meminta, “Bapa jikalau mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku.” Bapa yang penuh belas kasihan itu menyerahkan Putera-Nya yang tunggal kepada penderitaan seperti itu untuk kita. Perhatikan apa yang Allah itu berikan kepada kita, Putera-Nya. Itu lebih dari pada saudara dan saya diberikan kekayaan, kelancaran, kesembuhan. Alkitab mengatakan, “Bagi kita telah diberikan seorang Putera, dan Putera itu adalah Anak-Nya yang terkasih.” Saya sudah memberikan apa yang terjadi pada Anak-Nya itu, tetapi sekarang saya membawa saudara untuk memikirkan siapa Anak-Nya itu di Surga. Dia adalah pribadi yang paling berharga yang tidak ternilai harganya. 

John Flavel menuliskan kalimat ini dan luar biasa dalam, dia mengatakan demikian; “Surga itu sendiri tidak seberharga dan tidak seistimewa Kristus. 10.000 dunia, sebanyak dunia yang dapat dihitung oleh malaikat, semuanya tidak akan setara dengan keunggulan kasih kemanisan Kristus.” Oh, betapa indahnya Kristus, betapa satu-satunya Dia, betapa luar biasanya, indah mempesonanya Kristus. Gabungkan keindahan 10.000 Surga menjadi satu, gabungkan seluruh pohonnya, seluruh bunganya, seluruh aromanya, seluruh warnanya, semua rasanya, semua sukacitanya, semua kemanisannya, semua keindahan Surga menjadi satu. Oh, betapa indah dan luar biasanya itu. Namun dibandingkan dengan Kristus, itu hanya setetes air hujan di tengah lautan dari beribu-ribu bumi. Kristus adalah keajaiban dari seluruh keajaiban. Saudara menemukan keajaiban di bumi, Kristus lebih dari pada semuanya itu. Saudara menemukan keajaiban di Surga, Kristus melebihi dari semuanya itu. Dia adalah keajaiban dari seluruh keajaiban. Dia adalah keindahan dari seluruh keindahan. Dia adalah yang paling berharga dari seluruh yang paling berharga, dan itu diberikan kepada saudara dan saya karena kasih Allah, seakan-akan Dia tidak ada harganya. Seluruh itu menjadi seakan-akan tidak ada artinya. Dan diberikan kepada siapa? Kepada saudara dan saya yang berdosa dan hina; itu kasih. Dan saudara dan saya tidak bisa untuk mengukur betapa dalam, panjang, lebar kasih Allah ini. 

Yang terakhir, kasih itu diberikan begitu melimpah dari Allah. Kasih itu tidak direbut dari Allah, kita bahkan tidak menginginkannya, kita tidak merasakan apa-apa, kita bahkan menganggap diri tidak pantas untuk menerimanya. Kasih Allah itu adalah kasih yang luar biasa, kasih yang mendahului, kasih yang kekal, Alkitab mengatakan dalam 1 Yohanes 4:19: Bukan kita yang mengasihi Allah, tetapi Allah yang terlebih dahulu mengasihi kita. Kasih ini adalah kasih dari anak-Nya yang terunggul, yang Surga pun tidak ada artinya tanpa Dia, dan diberikan kepada kita, seakan-akan keunggulannya itu tidak ada artinya, dan diberikan kepada siapa? Kepada kita. Apakah kita menginginkan-Nya? Tidak. Tetapi Allah bekerja sedemikian rupa, melalui Roh-Nya yang suci, perlahan demi perlahan membuka dari pada keindahan Kristus. Apa yang diberikan Allah kepada kita? Untuk apa? Untuk sampai kepada satu point, menaklukkan hati kita, untuk memenangkan hati kita, untuk meremukkan hati kita, untuk membangun kekaguman di dalam hati kita seumur hidup kepada Kristus. Oh ini kasih yang seperti apa? Sedalam apa? Setinggi apa? Seluas apa? Kita bahkan tidak bisa mengukurnya, sampai perlahan demi perlahan, Allah akan membukakan dalam kehidupan iman kita perlahan demi perlahan, bahkan kita sendiri tidak menyadarinya sampai pada hari terakhir, dan masuk di dalam kesempurnaan. Ketika iman kita mulai bisa menjelajah dengan apa yang Tuhan itu berikan, kasih-Nya, dan kita dikumpulkan di Surga, dan bisa melihat kemuliaan dari anak-Nya, domba Allah itu. Di situ, kekaguman kita akan sampai selama-lamanya. Itulah sebabnya Alkitab dengan jelas menyatakan terpujilah kasih karunianya yang mulia itu selama-lamanya. Yohanes 3:16: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Ini adalah kalimat-kalimat terakhir yang ada di dalam kekekalan untuk selama-lamanya.

 

Mat 1:18-25, Luk 1:26-38, Mat 11:28-30
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more