Ringkasan Khotbah

8 February 2026
Jiwa Manusia (2)
Pdt. Agus Marjanto, M.Th · Mzm 16:8-11, Mat 16:26

Mzm 16:8-11, Mat 16:26

Sekali lagi kita akan terus memikirkan bagian terpenting di dalam hidup kita yaitu jiwa kita. Dan biarlah pada pagi hari ini saudara mengingat beberapa hal ini. Pertama, jiwa bukanlah bagian hidup kita, jiwa adalah hidup kita. Hal yang ke-2, kita adalah jiwa yang memiliki tubuh, kita bukan tubuh yang memiliki jiwa. Jiwa kita jauh lebih penting daripada tubuh. Lebih berharga daripada tubuh, tetapi seperti Minggu yang lalu kita bicara, ada kecelakaan yang terbesar dari hidup kita dan di tengah-tengah umat manusia yaitu yang paling penting di dalam seluruh ciptaan, yaitu jiwa itu yang paling dibengkalaikan, diabaikan. Siapa itu mahkota ciptaan? Manusia. Seluruh dunia ini dengan seluruh keindahannya tidak ada gunanya diciptakan kecuali manusia pada hari terakhir diciptakan. Manusia disebut sebagai mahkota ciptaan, tetapi saya bertanya kepada saudara-saudara; apa yang membuat seperti ini disebut mahkota ciptaan? Bukan tubuh, tetapi sesuatu yang ada, yang tidak kelihatan di dalam tubuhnya yaitu jiwa. Itulah yang membedakan antara kita dengan seluruh ciptaan yang ada di dunia ini. Jiwa yang membuat kita itu mulia. Jiwa yang membuat kita itu memiliki harga diri. Jiwalah yang membuat kita berbeda kualitatif dengan seluruh ciptaan Allah yang ada. 

Tetapi sekali lagi, seperti cara kerja setan dan dosa yang membalik semuanya, yang dicintai Allah menjadi dibenci oleh manusia. Yang dianggap penting oleh Allah itu yang paling diabaikan oleh manusia. Apakah engkau sadar kalau kita tidak kembali mengerti isi Alkitab, seluruh hidup kita itu terbalik semuanya. Saudara akan melihat dunia ini adalah pagelaran kesia-siaan karena jiwa kita diabaikan. Minggu lalu saya sudah bicara kepada saudara-saudara, ada seorang yang menitipkan anaknya beserta dengan pakaiannya. Dia mau pergi ke luar kota, dan kepada pembantunya dititipkan mereka. Oh pembantunya rajin, pembantunya setia. Baju anaknya itu dicuci, dikeringkan, dijemur, digosok, dirapikan masuk ke dalam lemari. Sangat-sangat teliti tetapi anak itu diabaikan. Saudara-saudara perhatikan baik-baik, diabaikan itu artinya anak itu tetap ada di rumah itu tetapi tidak diperhatikan. Saudara memperhatikan apapun saja di saat jiwa itu ada dalam diri tetapi saudara mengabaikannya. Saudara-saudara sekali lagi kalau kita itu tidak mengenal Kristus, atau kita tidak bertumbuh makin mengenal Kristus maka seseorang itu tidak mungkin akan peka akan jiwanya. Saudara-saudara perhatikan satu pertanyaan ini; kenapa kita tidak bisa dengan sendirinya mengenal jiwa kita sendiri? Karena jiwa itu bersifat metafisika. Di dunia ini saudara akan melihat ada bagian fisika, ada sesuatu yang metafisika. Metafisik itu artinya melampaui dari dunia fisik. Kalau saudara mau mengenal botol ini maka ini mudah karena ini adalah dunia fisika, artinya dengan saudara menggunakan seluruh panca indra saudara, saudara kenal botol ini dan bisa mempresentasikannya. Fisika, saudara-saudara, dunia yang fisik ini saudara dengan seluruh senses yang ada yang diciptakan; saudara memegang, saudara mendengar, saudara menganalisa, saudara bisa menyimpulkan ini apa. Tetapi ketika bicara mengenai meta, itu berarti melampaui dunia fisik. Itu tidak bisa saudara grasp dengan tangan atau melihat dengan mata saudara karena sifatnya itu adalah di luar diri kita atau di atas diri kita. 

Apa itu metafisika? Allah itu metafisika, kekekalan itu adalah metafisika, jiwa adalah metafisika. Ini adalah 3 hal yang dikejar oleh filsuf-filsuf sepanjang zaman; mau untuk tau Allah, mau tau kekekalan, mau tau mengenai jiwa manusia. Dan dalam 3 hal ini saudara membaca seluruh buku filsafat apapun saja, mereka berdebat-debat tentang hal ini. Tetapi sungguh-sungguh kasihan karena manusia itu bisanya hanya menganalisa, bisanya menduga sesuatu yang tidak bisa dipegang, tidak bisa dilihat, tidak bisa didengar. Bagaimana caranya kita mengenal dan mengerti metafisika? yaitu hanya melalui wahyu. Itulah sebabnya dengan iman kita melihat sesuatu yang kita tidak pernah lihat. Itulah sebabnya maka wahyu itu mau tidak mau diperlukan di dalam hidup kita. Untuk mengerti jiwa kita maka kita memerlukan Alkitab. Kalau tanpa Alkitab, tanpa wahyu, tanpa Pencipta bicara kepada kita; kita ini siapa, kita tidak mungkin kenal kita ini siapa. Kalau kita mempelajari sekali lagi buku filsafat, maka saudara akan menemukan salah satu dari tema yang paling sering dibicarakan adalah, pakai bahasa yang gampang ‘Siapakah saya? Siapa saya? Siapa aku? Pertanyaan ini pertanyaan gampang. Ya, gampang pertanyaannya, jawabannya yang sulit. Dan di dalamnya ada persilangan simpang siur yang luar biasa rumit. Yang kalau bukan dari surga bicara, tidak mungkin kita bisa membereskan. Kenapa Pak tidak bisa? Coba bayangkan. Siapa saya? Saya tanya sama dia, “Hika, siapa saya?” Saudara-saudara ‘Siapa saya?’ Itu artinya, yang bertanya itu siapa? Saya. Bertanya sama siapa? Saya. Lha, kalau saya sendiri musti tanya sama diri saya sendiri berarti saya tidak tahu saya siapa bukan? Ini orang pinter, diputar-putar, dia tau prinsipnya- Kalau saya sendiri tidak tahu diri saya siapa, bagaimana dia tahu diri saya siapa? Yang tanya siapa? Saya. Tanya kepada siapa? Saya. Tanya tentang apa? Saya. Pusing tidak saudara? Dari mana jawabannya? Putar-putar. Maka satu-satunya jawaban adalah revelation. Itulah sebabnya kalau seorang atheis tidak mempercayai ada Allah, dia pasti tidak mengerti dirinya sendiri siapa. Tiga hal ini, Allah, kekekalan, jiwa. Saudara-saudara, 3 hal ini metafisika. Saudara tidak mungkin kenal tiga-tiganya kecuali ada wahyu. Dan ketika wahyu itu diberikan maka prinsip yang dikatakan Musa; Tuhan itu akan memberikan apa yang memang Dia berikan. Yang tidak Dia berikan akan tertutup selamanya. Sekali lagi, tiga hal ini menjadi suatu kerumitan, tiga hal ini juga tidak mungkin kita bisa mengerti. Dan saudara perhatikan baik-baik, terhadap 3 hal ini, kalau Roh Kudus tidak bekerja, sampai mati orang ini juga tidak akan rasa ini penting. Orang cuma pikir gua kerja sama siapa, gua nikah sama siapa, gua kerja di mana, gaji saya berapa, cuma itu saja saudara. Kecuali Roh Kudus itu bekerja mencelikkan, lalu kemudian dia sadar, tetapi kadang Roh Kudus bekerja hanya mencelikkan saja untuk membuat orang itu menghadapi penghakiman sebelum Dia akhirnya diam lagi dan orang itu akan tenggelam lagi, dia tidak sadar lagi. Tapi sebaliknya, kalau Roh Kudus itu mencelikkan dan pegang orang itu dan membawanya menuju pengudusan, pertumbuhan rohani, saudara akan menyadari hal ini, 3 hal ini, makin lama bicara, makin indah, makin besar dan jiwamu itu akan ditarik kepada 3 hal ini. Allah, aku ingin kenal Dia, kekekalan aku akan sampai kepada dia, oh jiwaku aku membutuhkan Dia. Kalau Roh Kudus tidak bekerja, 3 hal ini akan mati suaranya. Kalau Roh Kudus bekerja oh engkau akan tahu 3 kata ini akan hidup dan seluruh hidupmu akan menuju pada pencarian terhadap 3 hal ini. 

Saudara-saudara itulah sebabnya kalau di dalam seluruh kebaktian termasuk pagi ini atau ketika kami itu berkhotbah kepada orang-orang yang belum kenal Tuhan, saya tau ini adalah titik krusial. Saya tau ini tidak mungkin dengan bahasa, kemampuan apapun saja membuat orang itu sadar. Itulah sebabnya saya meminta saudara berdoa bersama dengan kami selalu, itu bukan permainan kata itu sungguh-sungguh memerlukan belas kasihan Tuhan untuk mencelikkan seseorang. Karena ketika Firman itu diberitakan dan Roh Kudus itu mencelikkan seseorang, entah itu tentang nasib dari jiwanya atau keadaan jiwanya sekarang atau dibukakan mengenai kekekalan, adanya kekekalan di mana kita harus bertanggung jawab dan tempat terakhir kita ada di dalamnya sampai selama-lamanya, atau ketika Allah itu membukakan siapa dirinya, kecuali salah satu dari 3 ini dibukakan, tidak mungkin orang itu bertobat. Hal yang sama, kecuali Roh Kudus bekerja membawa saudara dan saya bertumbuh rohani, tidak mungkin 3 hal ini menjadi sesuatu yang saudara tuju yang begitu indah. Saudara hanya pikir, “Ah, aku sudah lahir baru, aku sudah pergi ke surga sudah beres, ya pokoknya tiap Minggu ke gereja karena aku Kristen.” Saudara-saudara, maka setiap dari khotbah dan juga khotbah pada pagi hari ini, kita memerlukan belas kasihan Tuhan untuk membuka, membuat kita semua maju bertumbuh rohani. 

Saudara-saudara, Minggu lalu dan juga Minggu ini, dan mungkin Minggu depan, saya masih masuk di dalam introduction. Saya belum bicara mengenai jiwa. Minggu yang lalu, kita sudah bicara berkenaan dengan jiwa yang diabaikan. Hari ini saya akan bicara “Apa perlunya kita mengenal jiwa kita?” Mengapa Allah memberitahu kita melalui Alkitab tentang jiwa kita, keperluannya itu apa? Kegunaannya apa? Allah melalui Alkitab menginginkan kita memeditasi, menyelidiki jiwa, apa keperluannya untuk kita? Ada beberapa hal, tapi hari ini mungkin saya baru bisa selesai poin pertama.

Poin pertama, apa kegunaan kita memeditasi? Apa guna atau mengapa Allah meminta kita untuk menyelidiki, memeditasi, mengeksposisi daripada jiwa? Untuk membuat kita makin mendekat dan merangkul Kristus Yesus. Perhatikan baik-baik. Untuk membawa kita makin bergerak, mendekat dan merangkul Yesus Kristus. Kalau saudara dan saya itu makin mengenal jiwa, maka saudara dan saya akan makin menyadari kemuliaan, signifikansi, pentingnya Kristus yang tidak mungkin tergantikan. 

Saudara-saudara, kalimat ini bisa dibalik, dan juga benar. Saudara-saudara, di dalam Alkitab jelas pengenalan akan Kristus itu adalah yang paling mulia dan essential di dalam hidup kita. Tetapi kebutuhan akan Kristus itu tetap tidak diketahui sampai manusia itu mengerti jiwanya. The necessity of Christ. Ya, jadi keperluan mutlak akan Kristus tetap tidak diketahui sampai manusia mengerti jiwanya. Manusia itu kalau mengerti, saudara perhatikan, nilai, kebutuhan, perjalanan dan nasib kekekalan jiwa yang dibuka nanti pada waktu kekekalan, maka kita akan baru mengetahui dan menyadari kemuliaan dan kepentingan Kristus yang tidak tergantikan. Sekali lagi, kalau kita itu tidak tahu nilai jiwa kita, kita tidak akan menghargai Kristus. Kalau kita tidak tahu kebutuhan jiwa kita, saudara tidak akan menghargai Kristus. Kalau kita tidak tahu perjalanan hidup kita, maka kita akan mengabaikan Kristus. Kalau kita tidak tahu nasib kekekalan yang ada di depan mata kita, maka saudara-saudara akan mengabaikan Kristus. Kita akan coba masuk satu persatu. Apakah sungguh-sungguh kita menyadari nilai dari jiwa kita? 

Saudara, nilai satu barang $10 di tangan kita dan satu barang $5000 di tangan kita, pasti saudara dan saya memperlakukannya beda. Saudara-saudara, sangat-sangat beda. Saudara-saudara, itu akan menyangkut hati kita bahkan. Menyangkut dari sukacita, atau menyangkut ketakutan kita. Saudara-saudara, saya akan berikan satu contoh yang sungguh-sungguh terjadi. Saudara-saudara, sebenarnya saya bukan orang yang tahu nilai barang. Banyak barang yang saya beli atau saya dapatkan, itu saya tidak tahu nilainya barang tersebut. Kalau nilai buku saya tahu. Kalau nilai ilmu, saya tahu. Begitu saya lihat buku, saya baca sebentar, saya tahu ini buku berharga, ini buku tidak berharga. Tapi, kalau saudara-saudara kasih sama saya pakaian, begitu. Saya tidak mengerti bedanya, harganya berapa juga saya tidak mengerti. Pokoknya pakaian bisa dipakai, sudah gitu saja. Dulu saya ada mobil pertama kali, waktu saya lulus kuliah itu. Saya bawa mobil dari kantor itu Katana,yang mobil sabun itu, saudara-saudara. Lalu kemudian istri senang karena baru pertama kali dapat mobil. Dia terus kemudian berkata, “Tapi sayang ya, bukan sedan.” Terus, kemudian saya bilang, “Bedanya apa ini sama sedan?” Saya tidak mengerti. Saudara-saudara, yang paling penting buat saya itu adalah beli murah dan bisa bertahun-tahun. Itu sudah cukup. Dan, paling senang pergi ke op-shop, kalau di sini.

Nah, saudara-saudara, saya ceritakan sungguh-sungguh. Waktu di Indonesia, itu kalau malam hari itu, semua sandal dan sepatu ada di luar rumah. Kemudian rumah dikunci, lalu kita tidur. Jadi, kalau ada orang mau maling sandal saya, silakan saudara-saudara, welcome. Dan pasti dia akan kecewa. Nah, itu saya lakukan terus. Suatu hari, saya mendapatkan sepatu dari seseorang. Dan, kemudian sudah saya pakai. Saya masih ingat, hari itu hari Sabtu. Kami rapat dengan Pak Tong, dan saya duduk. Di belakang saya, ada beberapa pengurus dari Karawaci. Ketika saya itu sedang mendengarkan Pak Tong, tiba-tiba ada yang menepuk punggung saya mengatakan, “Pak Agus, Pak Agus,you punya sepatu mahal sekali loh.” “Hah?” Saya bilang, “Masa?” Terus kemudian, “Iya, ini mahal sekali. Pak Agus, beli di mana?” Boro-boro beli, ya. Saya pasti bilang, “Ini dikasih sama orang.” Saya penasaran, “Harganya berapa?” “Paling murah, mungkin 3 juta, 4 juta. Itu merknya T-O-D-D.” Nah, saudara mengerti, saya sampai sekarang tidak mengerti itu apa bedanya. Oke, terus kemudian sudah. Hah? 4 juta? Setelah Pak Tong selesai, saya jalan. Waduh! Rasanya lain. Dan, kemudian itu saya rasa gitu, saya coba, sayang aja. Kenapa yah, 4 juta itu ada di kaki saya? Coba di kantong saya, pasti saya lebih bahagia. Tetapi yang saya mau bicara, bukan itu. Malam hari seperti biasa dan saya lupa. Saya letakkan sepatu itu di depan. Saya ngantuknya luar biasa. Saya sudah tidur, mungkin kurang lebih setengah jam. Tiba-tiba, ada sesuatu di dalam diri saya itu. Kemudian mulai sadar, itu 4 juta di depan. Saya lupa itu jam berapa. Sekitar tengah malam. Keluarga saya semuanya sudah tidur. Saya keluar dengan sengaja dan kemudian, saya ambil sepatu itu, saya masukkan ke dalam rumah. Berbulan-bulan kemudian saya lakukan itu cuma untuk sepatu itu saja yang lain tidak. Kita akan memiliki hati yang berbeda, ketakutan yang berbeda, sukacita yang berbeda, perhatian yang berbeda, kalau kita mengerti nilai barang itu mahal. 

Dan apakah engkau jemaat, kau tahu nilah satu jiwa kita? Itu melebihi seluruh daripada dunia ini, demikian kata Yesus. Mengapa engkau lebih memperhatikan tubuhmu, daripada jiwamu? Masakan kau bisa tidur dengan lelap, kalau jiwamu kering? Masakan engkau bisa damai sekarang, kalau engkau tidak tahu sebenarnya kekekalan apa yang menanti jiwa kita? Jiwa luar biasa mahal! Kalau engkau punya berlian, hanya beberapa ribu saja. Begitu engkau itu hilang berliannya, maka engkau berusaha untuk mencarinya seperti perempuan itu yang ada di perumpamaan Yesus. Itu sebabnya Yesus katakan, “Kalau ada satu domba yang hilang, Aku akan mencarinya!” Pencipta kita tahu nilai harga dari jiwa kita! Tetapi, engkau dan saya tidak mengetahuinya. Oh, apa yang dilakukan dosa kepada kita sesungguhnya? Kenapa kita begitu ignorance dan begitu buta? 

Terhadap sepatu yang Rp. 4 juta saja saya sudah ketakutan, saya keluar. Saya takut itu dicuri oleh pencuri. Berapa orang yang tidak takut jiwa anaknya dicuri oleh dunia? Dicuri oleh televisi. Dicuri oleh setan melalui dunia dan segala sesuatu yang kita tonton dan kita itu berinteraksi. Betapa tidak kita menghargai jiwa kita, ketika hari Minggu bahwa yang paling penting adalah kerja, dapat uang. Saya bisa hidup nyaman, tapi jiwa itu terhilang. Berapa banyak dari kita tidak mempedulikan dan kita meng-ignore, kita merendahkan segala sesuatu yang diberikan Allah kepada jiwa kita untuk hal-hal fisik? Kita memilih segala sesuatu berdasarkan kesukaan tubuh, bukan keperluan jiwa. Dan, sekarang saya tanya lagi, ketika engkau melihat ada seorang anak atau sekelompok anak yang tidak bisa makan, yang seluruh tubuhnya itu penuh dengan kotoran dan tidak terjaga kebersihan dan kesehatannya, mungkin engkau punya belas kasihan kepada anak itu. Tetapi siapa yang kasihan ketika melihat jiwa anak itu tidak bertemu dengan Kristus dalam kekekalan? Siapa yang pernah hatinya menangis, ketika melihat seseorang tidak bertemu Kristus? Bukankah sekali lagi menyatakan bahwa kita tidak kenal harga nilai dari satu jiwa? Saudara, Yesuslah yang mendefinisikan. Kalau Dia tidak bicara, tidak ada yang bisa meng-compare jiwa. Jiwa ya. Jiwa aku punya, dia punya. So what? Tapi karena Dia mendefinisikannya, maka kita tahu harga nilai jiwa. Itulah sebabnya sekarang kita tahu apa yang dikerjakan-Nya, apa yang dikorbankan-Nya, karena untuk mengajar saudara dan saya. Jiwa yang Dia ciptakan itu berharga, itu bukan urusan 10 sen. Pagi ini sampai di sini terlebih dahulu. Kiranya Tuhan mencelikkan kita, siapa sesungguhnya kita dan berapa besar harga kita. Mari kita berdoa.


Matius 16:26
 
 

Luk 12:13-21
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more