Mat 28:6
Pagi ini kita akan merayakan Paskah. Dua ribu tahun yang lalu Yesus sudah mati dan bangkit pada hari yang ke-3. Dari salib menuju kubur, di dalam 2 waktu ini maka seluruh inti iman Kristen itu berada. Dan gabungan ke-2 hal inilah yang menjelaskan seluruh kalimat-kalimat di dalam Alkitab. Alkitab tidak berisi kalimat-kalimat menjelaskan kematian dan kebangkitan Kristus. Tapi sebaliknya, kenyataan kebangkitan dan kematian Kristuslah yang menjelaskan seluruh paragraf di dalam Alkitab. Saudara-saudara buang 2 peristiwa ini maka saudara akan lihat seluruh kalimat di dalam Alkitab kita runtuh satu per satu. Ini adalah inti iman Kristen. Yesus Kristus yang mati, bukan saja mati, Yesus Kristus yang hidup yang bangkit. Saudara-saudara, di depan Dia tidak ada status quo. Ketika Kristus datang dari surga, dan Dia mati, dan Dia bangkit, maka dunia akan terus langsung di bagi 2. Tidak mungkin ada orang yang ada di tengah, tidak ada satu orangpun yang bisa mendapatkan status quo. Hanya ada 2 kemungkinan orang berhadapan dengan Kristus, apakah dia itu dibinasakan atau dia itu diselamatkan. Alkitab itu menyatakan bahwa Yesus Kristus itu mati dan Yesus Kristus itu bangkit.
Jikalau Alkitab itu menyatakan, 2000 tahun yang lalu ada seorang yang baik, orang yang saleh, orang yang tidak ada kelihatan apa-apa salahnya. Dan kemudian disalah mengerti, banyak orang jahat kepada dia dan kemudian menangkap dia dan kemudian masuk ke pengadilan, dan kemudian disesah, lalu kemudian dimahkotai duri lalu kemudian dipaku di kayu salib. Jikalau Alkitab hanya menyatakan sampai itu, itu namanya agama. Tetapi Alkitab tidak menyatakan itu. Alkitab menyatakan; 2000 tahun yang lalu ada seorang yang baik, orang yang saleh, bukan saja baik dan saleh, penuh cinta kasih. Bukan saja penuh cinta kasih, Alkitab menyatakan Dia tidak memiliki satu dosa pun. Orang ini pernah menyatakan kepada seluruh pemimpin agama Yahudi, “Jikalau engkau bisa menyatakan mana dosa-Ku, silahkan nyatakan.” Kalimat itu sampai sekarang tidak ada satu manusia pun yang bisa menjawabnya. Kalimat itu masih menantang pada setiap pendiri agama dan setiap manusia yang hidup. Orang ini bukan saja baik, orang ini bukan saja penuh cinta kasih, orang ini tanpa dosa. Dan kemudian Dia menyatakan, “Aku akan pergi ke Yerusalem dan orang-orang di sana akan menangkap Aku, menyiksa Aku, membunuh Aku.” Dan Dia sudah menyatakan berkali-kali Dia nyatakan, “Tiga hari kemudian Aku akan bangkit.” Dan kemudian benar-benar Dia disiksa, kemudian Dia dipaku di atas kayu salib, Dia dipaku di kayu salib, Dia ditinggikan di atas kayu salib, dipertontonkan dengan begitu malu dan kemudian Dia diturunkan ketika Dia sudah mati. Dan benar-benar, pada hari ke-3 Dia bangkit. Itu bukan agama. Itu adalah keselamatan satu-satunya. Tidak ada dari manusia yang hidup yang bisa ada status quo. Engkau hanya punya 2 kemungkinan ini. Yang pertama adalah engkau tunduk sepenuhnya kepada kedaulatan-Nya atau engkau yang ke-2 adalah, engkau tidak mempercayai-Nya, engkau sungguh-sungguh membuang daripada anugerah-Nya adalah suatu sampah. Oh mungkin engkau mengatakan,” Pak, saya orang Kristen, Pak apakah engkau tidak tau saya adalah seorang anggota GRII.” Saudara-saudara, jangan menipu diri kita sendiri, tidak ada status quo. Hanya ada 2 kemungkinan. Satu adalah engkau menolak, dan satu tanda orang menolak adalah hidupnya main-main meskipun engkau mengatakan aku menerima Yesus. Di dalam Alkitab saudara teliti satu per satu, tidak pernah ada satu orang pun yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat yang hidupnya tidak takluk sepenuhnya kepada Dia. Begitu banyak orang Kristen adalah palsu. Banyak orang reform itu palsu. Kita harus bertobat. Kita tidak bisa bermain-main. Engkau dan saya harus berespon pribadi kepada Pribadi Yesus Kristus.
Yesus Kristus mati, dan Yesus Kristus bangkit pada hari ke-3. Terhadap 2 peristiwa ini, salib dan kebangkitan. Di mana Mohamad? di mana Kong Hu Cu? Di mana Musa? Di mana Yeremia? Di mana pemimpin-pemimpin agama? Di mana semua pendeta? Tidak ada satupun kita yang bisa menyamai Anak Allah yang mati dan bangkit ini. Semua kita membuktikan apa yang dikatakan oleh Alkitab, bahwa kita semuanya berdosa dan upah dosa adalah maut. Maut sudah memiliki kekuatan dan kuasanya. Maut itu adalah satu hal yang sangat kejam. Tidak ada satu orangpun yang bisa keluar daripada maut. Tidak ada satu orang yang selamat daripada sekapannya. Maut berdiri dan menantang seluruh anak-anak Adam. Kita akan berhadapan satu per satu dengan maut dan tidak akan pernah bisa menang. Ketika engkau tidak mendengarkan apa yang saya katakan pada pagi hari ini, engkau pasti mengingatnya saat engkau sedang sekarat. Ketika orang itu sekarat, istrinya tidak bisa menemani, suaminya tidak bisa menemani, anaknya tidak bisa menghibur. Mungkin dia juga sedang sekarat di satu rumah sakit dan belum sempat istrinya sampai. Saya sendiri adalah sebagai seorang pendeta sudah begitu banyak menguburkan orang. Oh, begitu ngeri. Kita di sini seluruhnya ndak rasa kengerian itu.Tetapi ketika ketakutan akan kematian itu meresap di dalam jiwa kita, saudara akan menyadari itu adalah existential moment. Bahkan jangankan bicara mengenai ketakutan akan kematian. Kalau kita pernah takut ketika mimpi yang seram dan kemudian kita takut, itu tidak ada apa-apanya dibandingkan ketakutan dengan menghadapi kematian. Maut itu begitu licik, begitu gelap, begitu angkuh, begitu dahsyat. Dia menantang kita satu per satu. Panglima sekuat apapun tidak bisa mengalahkan dia, raja sehebat apapun tidak bisa mengerahkan seluruh tentaranya bertempur melawan maut. Ini adalah senjata yang kuat sekali dari setan. Satu per satu orang baik mati, satu per satu orang saleh mati, satu per satu pendiri agama mati, satu per satu ilmuwan dan tokoh-tokoh politik dan seluruh orang-orang agama mati. Saya tanya sekarang jikalau Kristus tidak bangkit, mana ada keselamatan bagi umat manusia? mana ada berita pengharapan bagi kita? ini bukan saja berita pengharapan bagi kita orang Kristen, tetapi ini adalah berita pengharapan bagi seluruh dunia sepanjang masa.
Oh, puji Tuhan, Kristus itu bangkit. Dan di mana kebangkitan-Nya? bukan Dia itu sedang dipaku di atas kayu salib lalu kemudian mati, saudara-saudara cuma itu? Dia sengaja dikubur. Saudara-saudara bukan seorang yang mati di rumah sakit lalu kemudian bangkit di sana. Alkitab menyatakan, “Dia bangkit dari kuburan.” Saudara-saudara kuburan itu adalah tempat kerajaan maut. Saudara-saudara para perempuan itu pagi-pagi benar, 2000 tahun yang lalu, pergi ke kubur Yesus maksudnya adalah untuk memberikan rempah-rempah, minyak wangi di sana. Dia mau memberikan suatu keharuman di tengah-tengah kematian, dia mau memberikan penghormatan di tengah-tengah sebentar lagi kebusukan itu terjadi. Oh, manusia itu tidak bisa menerima kenyataan kematian. Tadi saya sudah katakan, saya sudah banyak kali menguburkan orang, banyak kali itu pergi ke rumah duka. Salah satu yang terbanyak selain pergi ke gereja, pendeta yang pergi ke rumah duka. Tapi kalau saya suruh pilih maka saya akan lebih baik pergi ke rumah duka daripada ke rumah pesta, karena di situ saya bisa merenung, di situ saya bisa tau sebenarnya respon manusia terhadap penderitaan itu apa. Kalau saudara-saudara ada di negeri saya, dari Indonesia, dari Jakarta, maka saudara-saudara rumah duka itu dalam 5-10 tahun terakhir bedanya luar biasa. Dulu masuk rumah duka agak seram, sekarang pergi ke rumah duka sama rumah pesta tidak ada beda. Seluruhnya ditata begitu indah, begitu masuk di situ soto ayam, di situ siomay, di situ ada sate lalu kemudian prasmanan. Saya pikir ini rumah duka atau rumah pesta? Kenapa? Karena ndak tahan sama kedukaan, tidak tahan sama kematian. Saya tanya kepada saudara-saudara untuk apa bawa rempah-rempah dan minyak yang wangi untuk meminyaki tubuh yang akan menjadi kering, menjadi mayat? Saudara-saudara itu karena manusia tidak bisa menerima kenyataan, mati. Itu karena manusia tidak bisa menerima kenyataan terpisah dari orang yang kita kasihi. Maka seluruh perempuan ini pergi ke tempat kubur, dia pikir akan menemukan Yesus yang mati dan terbaring di sana. Tapi tiba-tiba dia bertemu dengan malaikat, dan malaikat itu kemudian mengatakan, “Mengapa engkau mencari yang hidup di tengah-tengah yang mati?” Oh, saya pertama kali baca ayat itu saya gemetar, hati saya tertusuk, ini adalah proklamasi. Proklamasi kemenangan Allah Tritunggal dan proklamasi dari Allah dinyatakan melalui malaikat tepat di singgasana setan yaitu kubur! Saya melihat begitu megah. Begitu dalam maknanya.
Mengapa engkau mencari yang hidup di tengah-tengah kematian ini? Dia bukan di sini. Dia sudah bangkit. Saudara temukan kalimat ini di seluruh buku apakah ada keselamatan di luar Kristus? Apakah pendiri agama pernah mengatakan kalimat-kalimat ini? Saudara-saudara hanya ada 2 kemungkinan, ini adalah kebenaran atau ini adalah sampah. Berita ini hanya 2 kemungkinan. Apakah ini kebenaran? Dan jikalau itu kebenaran, kita harus takluk. Atau ke-2, sampah ini. Engkau tidak mungkin punya kemampuan untuk berdiri di tengah. Engkau tidak mungkin punya kesempatan untuk bicara status quo. Engkau tidak mungkin bisa mengatakan, “Aku percaya.” tetapi engkau tidak mau mengabdi kepada Dia yang hidup. Ini adalah satu-satunya Juruselamat. Ini adalah satu-satunya harapan.
Saya punya satu sahabat pada waktu saya ada di universitas di Teknik Kimia. Dan suatu hari, sahabat laki-laki ini ditelpon oleh keluarganya di Kalimantan karena papanya itu mati. Dan kemudian dia cepat-cepat pulang ke Kalimantan. Kurang lebih satu minggu kemudian dia kembali dan saya pergi ke tempat kost nya, dan kemudian dia sharing dan sampai ke titik tertentu. Pertama-tamanya senyum-senyum, dan seperti biasanya kita tertawa-tawa sesama mahasiswa, tapi kemudian sampai titik tertentu dia sharing mengenai papanya, dia sedih sekali hatinya. Karena papanya belum terima Tuhan. Papanya tidak percaya Kristus, dan ketika dia sedih sekali secara alamiah saya ingin menghiburnya. Dan saudara tahu apa yang terjadi pada waktu itu dalam hati saya? Saya begitu gelisah, saya tidak ingin sahabat saya itu sedih, saya harus menghiburnya. Dan kemudian saya menjelajah seluruh ruangan itu yang penuh dengan buku dan komputer dan saya berusaha untuk menemukan satu per satu, satu kalimat saja dari puluhan buku itu, satu file saja, satu kalimat saja dari file itu, berikan kepada saya. Saya teriak pada waktu itu, siapa tahu ada keselamatan di luar Kristus. Saya ingin menghibur teman saya, saya lihat semuanya, tidak ada sama sekali. Satu buku saja, dari ribuan buku di dunia bisa menuliskan, “Ada keselamatan di luar Kristus, keselamatannya ini di sini.” Saya akan terhibur, sahabat saya akan terhibur, sampai saat ini di mana kalimat itu? Tidak ada.
Pada pagi hari ini saya hanya akan bicara 2 aspek berkenaan dengan kebangkitan Kristus implikasinya apa? Dan hal yang pertama, saya minta untuk saudara-saudara melihat Matius 28:6 mari kita membaca bersama-sama dan ada suatu kebenaran yang luar biasa ada di sini. Saya mau minta saudara membaca bersama-sama, baca satu kalimat demi satu kalimat dari kalimat ini. Mari kita baca bersama-sama. Kalimat pertama, ‘Ia tidak ada di sini.’ Kalimat ke-2, ‘sebab Ia telah bangkit.’ Kalimat ke-3, ‘sama seperti yang telah dikatakan-Nya.’ Kalimat ke-4 ‘Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.’ Saudara tetap pada kalimat ini. Saudara-saudara kebangkitan Yesus itu berimplikasi apa? Kebangkitan Kristus itu berimplikasi pertama adalah, kita bisa mengenal truth, kebenaran di dalam hidup ini.
Saudara-saudara zaman ini adalah zaman post-modern dan zaman post-modern yang paling hilang pertama kali adalah yang disebut sebagai kebenaran. Dunia ini luar biasa kacau, saudara sulit sekali menemukan truth. Orang ini bilang yang benar ini, orang itu bilang yang benar itu. Satu pendiri mengatakan ini yang benar, pendiri agama yang lain bicara ini yang benar. Apalagi kita semua ada di dunia medsos, ketika bicara mengenai sosial media itu adalah bukan suatu benda di luar kita, ketika sosial media itu sudah masuk kita ternyata ada di dalam benda itu. Saudara-saudara kalau saudara-saudara melihat kemajuan teknologi, semua alat-alat yang menyatakan kemajuan teknologi itu ada di luar hidup kita. Saudara-saudara, lampu ini kemajuan teknologi, ini di luar kita. Mic ini kemajuan teknologi di luar kita. Kita bisa meletakkan segera. Kalau saudara-saudara memiliki refrigerator maka itu di luar diri kita, tetapi kemajuan teknologi di dalam informasi, saudara-saudara tidak bisa lepaskan, itu membuat kita di dalamnya. Bahkan seluruh anak muda begitu banyak yang hatinya, cara berpikirnya, afeksinya dipengaruhi oleh itu. Dan kita tahu semua di media sosial, kita bahkan tidak tahu yang benar yang salah itu mana? Ini perang antara Amerika dan Iran. Ada gambar-gambar yang menyatakan bahwa drone Iran itu menghancurkan pesawat terbang Amerika. Juga sebaliknya di mana ada gambar-gambar Amerika kelihatannya menang. Saudara-saudara tidak tahu mana yang benar mana yang salah. Truth adalah satu elemen yang paling hilang pada pada zaman ini. Seluruhnya informasi, tetapi saudara tidak bisa tau mana yang benar. Tetapi kebangkitan Kristus membuat saudara dan saya tahu apa yang benar-benar ‘benar’. Pada waktu itu seluruh daripada wanita itu sampai ke kubur dan kemudian dia bertemu dengan malaikat. Dan dia mengatakan, “Ia tidak ada di sini.” Saudara-saudara kalau cuma kalimat ini satu, saudara-saudara jangan pikir itu kebangkitan. Ya memang tidak ada di sini, ah mungkin dipindah. Tapi bukan itu saja.
Kalimat ke-2 keluar “Ia bangkit” nah ini sudah mulai lain, tetapi kalau sampai di situ saja, itu klaim. Dan klaim itu bisa bohong, klaim itu bisa cuma hebat-hebat an. Nah seperti Iran klaim bilang dia menang sama Amerika, Amerika bilang klaim menang sama Iran. Silahkan saja kita klaim apa pun saja.
Tetapi ada kalimat ke-3 “Seperti yang Dia sendiri katakan.” Oh ini sesuatu yang lain. Dia bangkit, wanita itu pikir; ya you klaim, silahkan. Tapi malaikat itu tidak sampai seperti itu saja. Saya meneliti ini. Saya sadar, kalimat Alkitab itu luar biasa sangat jitu ketika menyatakan sesuatu. Ndak pernah boleh satu kalimat itu dilepas. “Dia tidak ada di sini, Dia bangkit.” Ya itu klaim-mu. Tetapi kemudian dari malaikat itu mengatakan, “Seperti yang pernah Dia katakan.” Wah, Dia pernah katakan. Dan seluruh pikiran dari para wanita itu memikirkan kalimat Yesus, Dia pernah mengatakan itu! ini bukan saja klaim, ini proklamasi. Tetapi sekali lagi saudara-saudara, itu tidak cukup.
Lalu kalimat ke-4 itu muncul, “Mari, lihat tempat Dia berbaring.” Lihat, ini kenyataan. Saudara-saudara perhatikan. Proklamasi dan kenyataan gabung itu adalah truth. Saudara-saudara, 4 kalimat ini saja saudara sulit sekali mendapatkan tandingannya di seluruh dunia. Saudara-saudara, truth, kebenaran di dalam realita, kebenaran melihat kenyataan. Saudara-saudara, Yesus sudah pernah bicara bahwa Dia akan mati dan pada hari yang ke-3 bangkit, ini adalah kebenaran. Saudara sekarang perhatikan baik-baik bukankah saudara ingin berdiri melakukan apapun saja dan memandang dunia dengan kacamata yang benar-benar benar? Yesus bukan sekedar mengajarkan tentang kalimat-kalimat, tetapi apa yang diajar itu ternyata realitanya seperti itu maka gabungan ini namanya kebenaran. Saudara-saudara, itulah sebabnya Alkitab mengatakan “Langit bumi itu bisa berlalu, tetapi setiap kata yang muncul dari mulut-Ku tidak mungkin akan berlalu.” Saudara-saudara, Yesus sudah pernah mengatakan bahwa Dia akan mati tetapi 3 hari kemudian Dia katakan, Dia bangkit.
Beberapa ratus tahun yang lalu ada 2 orang filsuf, satu orang Kristen dan satu orang bukan Kristen. Orang filsuf yang bukan Kristen itu tanya sama filsuf yang Kristen, “Saya mau tanya menurut engkau apa pandanganmu? saya mau membuat agama baru di dunia. Yang banyak orang yang ikut, kasih sama saya menurut pikiranmu apa syarat untuk bisa saya membangun agama yang baru?” Orang yang filsuf Kristen ini mengatakan, “Gampang, pertama, katakan hal-hal yang belum pernah di katakan manusia. Ke-2, lakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan sama manusia. Ke-3, yaitu ngomong kapan kamu mati lalu bangkit pada hari ke-3.” Cuma 3 itu aja. Filsuf yang bukan Kristen garuk-garuk kepala. Saudara, Yesus pernah bicara dan Dia sudah memprediksi kapan kematian-Nya dan kapan kebangkitan-Nya dan bicara-Nya tepat dengan seluruh fakta ini saudara gabungkan, itu kebenaran! Itulah yang menjamin saudara dan saya ketika membaca Alkitab, saudara dan saya mengerti kebenaran. Semua yang dikatakan di sini, pasti terjadi. Bukan karena kita orang Kristen membela Alkitab, tetapi karena Dia sudah bangkit. Kebangkitan-Nya membuat bukti yang kuat bahwa semua yang dikatakan-Nya benar. Coba saudara pikirkan, kalau Dia bangkit tapi Dia tidak pernah ngomong sebelumnya dan saudara bilang ini mungkin kebetulan aja ini, ini cuma accident aja. Kalau saudara-saudara, Dia sendiri pernah ngomong tapi Dia tidak bangkit, nah itu bohong, itu bukan truth. Saudara- saudara, di dalam 4 kalimat dari malaikat ini, maka saudara menemukan kebenaran itu apa di dalam dunia? Yaitu Yesus Kristus. Maka taatilah Dia. Taatilah Kristus, karena itu akan menjadi baik bagi hidupku dan hidupmu. Dia tidak pernah bohong meskipun kalau engkau membaca Firman, engkau dan saya dihajar sama Dia, taat sama Dia. Petrus pernah dihajar oleh Yesus, “Engkau tidak mau pergi juga?” Tetapi Petrus itu kemudian, “Kemana saya pergi karena perkataan-Mu itu hidup yang kekal.” Jemaat taatlah, bacalah Firman, taatlah. Ini kebenaran, truth. Ini realita hidup. Kalau Dia mengatakan, “Kuduslah kamu sebab Aku kudus,” kalau Dia mengatakan, “Engkau buang kesombonganmu,” itu seluruhnya untuk kebaikan kita, jangan dilawan. Dia tidak pernah berbohong.
Hal yang ke-2, kebangkitan Kristus apa implikasinya ? Yang pertama adalah saudara dan saya Itu mengerti kebenaran, truth di tengah-tengah dunia. Yang ke-2, saudara dan saya mendapatkan righteous. Saudara, saya mesti jelaskan karena ini tidak terlalu jelas dalam Bahasa Indonesia. Kita tahu ‘truth’ di dalam Bahasa Inggris dan ‘righteousness’ di dalam Bahasa Inggris itu diterjemahkan sama yaitu benar di dalam Bahasa Indonesia. Tetapi saudara-saudara, ‘truth’ itu artinya adalah benar yang sesuai fakta yang tadi saya sudah bicara. Saudara-saudara, tetapi ‘righteous’ adalah benar secara etika atau perbuatan. Nah misalnya saja saya mencuri, maka ketika saya mencuri itu perbuatan saya tidak benar, tidak righteous. Lalu kemudian ada seseorang dia tanya kepada saya, “Kamu mencuri ya, Gus?” Lalu kemudian saya mengatakan, “Ya saya mencuri.” Maka saya mengucapkan truth karena ucapan saya dengan realita mencuri itu sama. Tetapi kalau saya mencuri, dan kemudian ada orang mengatakan, “Pak Agus, engkau mencuri ya?” Lalu kemudian saya mengatakan, “Tidak, saya tidak mencuri.” Saya sudah tidak righteous dan saya juga tidak truth. Nah saudara-saudara, saudara mengerti prinsip ini? Yang pertama tadi poinnya adalah ketika Kristus bangkit, maka saudara akan mendapatkan truth. Fakta itu sendiri akan sejajar dengan apa yang dikatakan oleh Yesus. Tetapi bukan itu saja, ketika Kristus itu bangkit maka itu artinya kita umat-Nya mendapatkan righteousness-Nya. Nah ketika bicara mengenai righteousness, itu menyatakan berkenaan dengan dosa yang sudah lunas dibayar. Tetapi bukan saja lunas dibayar, bahkan pembayaran ini berlebih sehingga righteousness Kristus itu diberikan kepada kita. Kristus ketika 33,5 tahun di dunia ini Dia tidak melakukan dosa apapun. Tetapi bukan saja Dia secara pasif tidak melakukan dosa, tetapi Dia secara aktif melakukan Kehendak Allah. Itulah sebab nya di atas kayu salib Dia mengatakan ‘tetelestai’, itu artinya sudah finish, sudah genap. Apa artinya sudah genap? “Aku sudah sepenuhnya taat kepada-Mu Bapa.” Yesus taat di dalam pasif obedient dan Dia taat di dalam aktif obedient.Pasif obedient-Nya menanggung seluruh murka Allah yang seharusnya engkau dan saya itu terima. Tetapi aktif obedient-Nya menghasilkan kebenaran-kebenaran yang nanti diberikan kepada kita. Ketika kita di dalam Kristus, dosa kita sudah lunas dibayar, bukan saja lunas dibayar, pembayaran itu sudah melebihi dari hutang dosa kita sehingga kebenaran itu menjadi kebenaran kita. Saudara-saudara, kita itu hutang dosa kepada Allah. Kita semua adalah anak-anak Adam, kita melanggar hukum Allah maka kita berhutang kepada Allah. Kita bersalah kepada Dia dan kita tidak mampu membayar-Nya. Saudara-saudara, coba bayangkan jikalau saudara-saudara pergi ke bank dan kemudian saudara meminjam satu juta dan kemudian saudara mengatakan, “Saya pinjam uang ini untuk saya usaha dan kemudian bank itu akan mempelajari akan seluruh proposal saudara. Dan kemudian setelah itu dia mempercayai saudara dan memberikan satu juta dolar. Tetapi setelah uang itu dicairkan, ternyata saudara tidak menggunakan uang itu untuk usaha, saudara-saudara gunakan untuk beli mobil mewah, saudara-saudara gunakan untuk beli baju dan tas yang mewah, saudara gunakan itu untuk hidup berfoya-foya, untuk makan sesuka-sukanya, untuk libur sesuka-sukanya. Ketika sudah jatuh tempo, dan bank itu meminta saudara membayarnya, saudara tidak punya apa-apa lagi untuk membayarnya, dan surat hutang itu terus datang setiap bulannya dengan loan dan bunga yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Saudara-saudara, saudara tahu saudara bangkrut dan saudara harus masuk ke dalam penghukuman. Saudara-saudara, demikian pula saudara dan saya di hadapan Tuhan. Saudara sebaik apapun kita, apakah kita mau pendeta, penginjil, atau penatua, kita adalah orang yang berhutang di hadapan Allah. Tuhan sudah memberikan anugerah demi anugerah yang diberikan dari atas kepada saudara dan saya, kekuatan,penyediaan, nafas, dan segala orang-orang yang kita kasihi bahkan, dan umur segala sesuatu nya tetapi seluruhnya dari anugerah itu pinjaman itu, saudara-saudara kita itu gunakan dengan sia-sia. Kita pakai semua waktu dan kekuatan untuk melakukan dosa, untuk melayani nafsu, ada sebagian dari kita yang begitu malas, sebagian dari kita orang yang berjudi, orang yang berzinah, mata yang diberikan untuk melihat hal-hal yang porno. Waktu kita habis dengan hal-hal yang tidak berguna di dunia. Tuhan memberikan kepada kita orang-orang yang dikasihi dan kita mengkhianati mereka. Kita sudah menggunakan pinjaman itu dengan tidak bertanggung jawab. Dan ketika Allah itu meminta kembali pertanggungjawaban, kita semua bangkrut, kita tidak bisa membayar dosa kita, dosa kita tidak terhitung, hukuman kekal menanti kita. Di dalam bahasa seperti itulah Alkitab menggambarkan bagaimana kita berhutang kepada Allah. Kristus membayar hutang kita kepada Bapa, di atas kayu salib Dia menanggung seluruh hutang itu, Dia membayar hutang itu, tetapi bukan saja Dia membayar hutang secara lunas, kehidupan Kristus yang Dia jalani lebih dari sekedar membayar hutang kita. Alkitab mengatakan Dia orang benar, sehingga Dia bisa bangkit. Dia tidak berdosa. Dia sepenuhnya menjalankan Kehendak Allah yang tidak bisa digenapi oleh Adam. Dia bukan saja melunasi. Jasa ketaatan-Nya melebihi dari hutang kita. Itulah sebabnya Dia bangkit. Dia layak bangkit. Dia bisa bangkit dan kebangkitan yang menyatakan kebenaran-Nya yang diberikan kepada kita. Dia melebihi dari apa yang seharusnya ditanggung oleh kita.
Saya akan berikan satu ilustrasi yang sungguh-sungguh terjadi. Ada perlombaan lari, dan perlombaan lari itu harus mengelilingi dari stadium 10 kali. Dan kemudian seluruh pelari siap dan kemudian start, lalu kemudian mereka lari, dan saudara-saudara, ada satu pelari kemudian lari terus lari, gak tahunya nyusul yang di belakang. Dan kemudian terus lari dia tidak sadar, orang-orang juga gak sadar kerika sudah selesai maka dia yang menang. Karena dia yang menggenapi lari itu. Nah saudara-saudara tetapi baru dihitung ternyata dia bukan 10 kali, tetapi 11 kali. Jadi ini kelebihan. Saudara-saudara, saya pikir ini adalah sesuatu yang menggambarkan untuk membuat saudara tahu bahwa Yesus bukan saja melunaskan hutang kita tetapi jasa-Nya itu melebihi daripada itu dan kemudian jasa itu diberikan kepada kita sebagai jasa orang yang benar.
Saudara-saudara, sekali lagi, Yesus bukan saja melunasi hutang kita sampai lunas, tetapi kebangkitan-Nya memiliki kelebihan daripada jasa righteous yang diberikan kepada kita itulah kebangkitan-Nya. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan Roh yang membangkitkan Kristus jikalau Itu ada pada diri kita maka kita menjadi orang benar, bukan saja orang benar kita memiliki kuasa kebangkitan-Nya untuk melakukan dengan tubuh ini hal-hal kebenaran. Dan saya akan akhiri kothbah pagi hari ini dengan satu cerita yang Itu sebenarnya bukan cerita yang asing, itu cerita yang sungguh-sungguh real. Tapi saya tidak sebutkan namanya. Ada satu keluarga yang kemudian tiba-tiba miskin dan menjadi bangkrut. Anaknya itu sebenarnya hanya satu dan kemudian sudah dimasukkan ke sekolah Universitas sebagai Sarjana Kedokteran. Kemudian sudah kurang lebih ada satu tahun di Universitas tersebut, tadinya orang tuanya membiayainya tetapi kemudian karena orang tua bangkrut dan benar-benar itu tidak bisa membayar lagi maka kemudian dia harus menunggak uang sekolah. Dan kemudian ditunggu 6 bulan, ditunggu lagi 6 bulan lagi tidak bisa bayar, hutang lebih banyak lagi, tidak mungkin bisa bayar. Dan kemudian datanglah surat dari kampus menyatakan, “Jikalau engkau tidak bisa membayar, bulan depan engkau harus keluar dari kampus ini.” Dan kemudian anak itu gemetar, dia nangis, cita-citanya habis. Dan orang tuanya juga menangis ndak tahu lagi harus bagaimana, tidak ada uang bahkan untuk makan pun sulit. Mereka harus mengeluarkan anaknya. Tetapi, ada seorang yang mengenal mereka dan tahu pergumulan mereka. Orang ini punya uang dan datang pada keluarga itu dan kemudian dia tanya, “Engkau sedang kesulitan keuangan? Saya akan membantu engkau, saya akan memberikan uangku yang cukup.” Dan kemudian setelah orang tua itu yang menerima cek itu, orang tua itu mengatakan, “Tuan, saya tidak mungkin bisa mengembalikan hutang ini,” dan uang yang diberikan bukan saja menyelesaikan hutang dia, bahkan uang itu lebih untuk menyelesaikan sekolah dia sampai tingkat terakhir. “Tuan, aku tidak sanggup untuk bayar uang ini, mungkin kalau anakku lulus nanti mungkin 15 tahun, 20 tahun baru mungkin bisa kembali. Apalagi kalau engkau minta bersama dengan bunganya, saya tidak bisa.” Tetapi orang yang kaya ini begitu baik, dia mengatakan, “Tidak, tidak, sama sekali tidak. Engkau tidak perlu untuk membayar aku. Tetapi perhatikan baik-baik, kalau engkau nanti sudah lulus kedokteran, dan engkau sudah bekerja dan engkau memiliki sedikit uang, engkau murah hatilah kepada orang lain karena aku sudah bermurah hati kepadamu. Bantulah anak-anak yang sulit karena engkau sendiri sudah dibantu. Dengan kata lain, berikan kebaikan karena aku sudah memberikan anugerah.” Maka kemudian anak itu sekolah dengan sungguh-sungguh karena tahu ada hutang budi itu. Dia lulus dengan baik, dan dia mengumpulkan uang sedikit dan dia lihat ada orang susah dia bantu. Tiap bulan dia bantu orang-orang yang susah. Satu, dua, tiga sampai puluhan anak-anak itu disekolahkan sama dia. Dan dia melakukannya dengan sukacita bukan terpaksa. Dia tidak bisa membayar itu, tapi sukacita, itu adalah bentuk terimakasih kepada orang yang sudah membantu dia. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan bahwa kita sudah dibeli dan harganya lunas dibayar! Maka layani dan muliakan Allah dengan hidup kita. Mengapa engkau sulit sekali untuk membalas cinta kasih Tuhan? Kalau Dia begitu memberi anugerah yang besar, kenapa engkau tidak murah hati? Kenapa engkau malah mendukakan hati Dia bekali-kali lagi? Hai manusia, di mana terima kasih kita kepada Dia? Dia begitu baik. Dia membayar lunas. Mengapa kita sulit sekali melayani? Kenapa kita itu terus menerus hitung-hitungan sama Tuhan? Pagi ini, Dia bangkit. Engkau dan saya mengerti kebenaran. Engkau dan saya mendapatkan righteousness. Dia memberikan jauh lebih banyak daripada apa yang kita itu hutang. Dia bukan saja menebus kita di dalam kuburan, tetapi Dia memberikan Roh-Nya untuk menghidupkan tubuh kita untuk kita melayani Dia di dunia ini sewaktu kita hidup. Melayani Dia bukan terpaksa, kalau saudara dan saya mengerti kematian dan kebangkitan Nya, melayani Dia itu privilege. Melayani Dia itu begitu indah, melayani Dia itu begitu sangat-sangat mulia. Kita sudah dibayar di depan bukan di belakang. Kita sungguh-sungguh bersyukur dan itulah perbedaan antara keKristenan dan agama. KeKristenan dimulai dengan penebusan, kita dibebaskan dan sekarang hidup kita bersyukur dan seluruhnya adalah thanksgiving. Kiranya saudara dan saya mengerti kebenaran-Nya, truth dan juga menerima daripada kebenaran-Nya, Righteousness. Mari kita berdoa.
GRII Sydney
GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more