Ringkasan Khotbah

26 April 2026
Salib dan Union with Christ
Pdt. Agus Marjanto, M.Th · Roma 6:1-2, 5-6,10-11

Roma 6:1-2, 5-6,10-11

Apa arti salib bagi kita? Di dalam beberapa minggu ini, saya ingin membawa saudara-saudara mengerti, makin kepenuhan akan ayat Alkitab. Kita hanya berpikir salib adalah tempat Yesus mati menggantikan kita yang berdosa, dan akhirnya membawa kita kepada keselamatan sehingga kita pergi ke surga. Itu adalah sesuatu yang benar. Itu adalah titik berat. Meskipun seperti itu, saya sangat mencurigai banyak dari kita yang hanya memikirkan salib untuk urusan surga. Kita berpikir salib hanya seperti visa. Saya coba untuk bisa masuk Australia, susahnya luar biasa, akhirnya saya berhasil. Oh, saya sekarang masuk Australia. Orang-orang seperti ini tidak akan bertumbuh dan ini bisa berakibat sangat fatal. Sangat mungkin keselamatan belum sampai kepada dia. Karena dia tidak masuk ke dalam inti iman, tetapi dia masuk ke dalam manfaat-manfaat salib. Kita harus tahu bahwa salib bicara mengenai pribadi Kristus yang dipecahkan. Iman kita adalah kepada pribadi Kristus yang di atas kayu salib. Itulah yang memberikan kita keselamatan. Keselamatan bukan kita memandang surga dan menggunakan Yesus untuk masuk surga. Kalau saudara-saudara memiliki pengertian seperti ini, pengertian ini menunjukkan isi hatimu. Itu bukan keselamatan. Itu pasti bukan keselamatan! Saudara-saudara hanya menginginkan surga. Saudara-saudara hanya ingin untuk diselamatkan dalam arti ‘hidup enak’. Itu bukan iman di dalam Kristus. Itu keinginan, motivasi pergi ke surga. Salib adalah bicara mengenai penebusan. Salib adalah bicara mengenai rekonsiliasi. Bukan itu saja, Alkitab mengatakan betapa kayanya salib itu. 

Dua minggu yang lalu, saya sudah bicara berkenaan dengan salib dan covenant. Salib bukan saja bicara mengenai penebusan. Bukan saja bicara mengenai keselamatan bagi hidup kita. Tetapi salib juga adalah bukti Allah bersumpah di dalam covenant yang baru. Ini adalah suatu prinsip yang Yesus sendiri utarakan. “Inilah darah-Ku. Inilah cawan yang Aku minum. Cawan perjanjian yang baru. A new covenant.” Dengan salib, Allah mau menyatakan kesetiaan, kepastian akan perjanjian-Nya. Salib adalah suatu berith. Salib adalah suatu sumpah dengan darah. Ini adalah kepastian jaminan dari Allah yang menyatakan janji-janji-Nya kepada kita. Jikalau kita berada di dalam keraguan atau kita berada di dalam kegelapan, biarlah kita boleh berdiri bukan dengan mata jasmani kita. Biarlah kita boleh berjalan bukan dengan perasaan kita yang naik turun. Di tengah kegelapan, di tengah evil yang jahat, di tengah ketidakmampuan kita, bahkan di tengah-tengah kejatuhan kita. Ambil Alkitab, baca apa yang Allah janjikan. Berdiri di atasnya, karena itu pasti bagi kita. 

Alkitab mengatakan, “Yesus adalah ya dan amin bagi seluruh janji-janji Allah.” Lihatlah salib yang sudah 2000 tahun yang lalu terpancang di Kalvari. Allah sudah menandatangani perjanjian-Nya dengan darah-Nya sendiri kepada engkau dan saya. Salib meneguhkan setiap janji Allah di dalam Alkitab. Apakah ada pendiri agama yang melakukan hal ini? Tidak ada. Apakah ada orang-orang yang saleh di seluruh dunia di dalam agama yang melakukan ini? Tidak ada. Bukankah kalau Allah menjelma dan kemudian Dia berjanji, sudah cukup? Tidak. Dia berjanji dengan darah. Dia bersumpah kepada kita. Inilah cawan perjanjian yang baru. New covenant. Saudara kalau melihat salib, salib ini tidak akan terpisah dari seluruh janji Allah. 

Hal yang ke-2. Minggu lalu, saya sudah bicara mengenai salib dan Kerajaan Allah. Salib bukan saja bicara kita ditebus. Ya, kita ditebus. Salib bukan hanya bicara mengenai kita diampuni dosanya. Ya, kita diampuni dosanya. Tetapi salib memiliki makna yang jauh lebih kaya lagi. Salib adalah bentuk kehadiran Kerajaan Allah kembali menguasai muka bumi. Kristus Yesuslah yang menghadirkan Kerajaan Allah di muka bumi ini. Bukan Buddha. Bukan Muhammad. Bukan pendiri agama yang lain. Bukan presiden-presiden. Satu-satunya yang menghadirkan Kerajaan Allah yang membuka pintu Kerajaan Allah di muka bumi adalah Yesus Kristus. Itulah sebabnya di dalam Alkitab Yesus sendiri yang mengatakan, “Anak Manusia akan ditinggikan dan penguasa dunia ini akan dikeluarkan.” Setan tidak lagi berkuasa akan dunia ini dan pengkhianatan tidak lagi akan merajarela di tengah-tengah dunia ini. Salib mendirikan kembali singgasana Allah, Kerajaan Allah di muka bumi. Ini adalah isi hati Yesus Kristus. Kita bicara mengenai Kerajaan Allah, kita selalu bicara mengenai masa depan. Kita bicara mengenai Kerajaan Allah, maka selalu di dalam pikiran kita adalah bicara berkenaan surga. Ya, masa depan adalah Kerajaan Allah. Ya, bicara mengenai surga adalah Kerajaan Allah. Tapi, biarlah seluruh dari kita sadar, sungguh-sungguh sadar! Ketika Allah bicara mengenai Kerajaan-Nya, Dia menginginkan Kerajaan Allah di sini sekarang. Here and now. Ini yang dikerjakan Yesus Kristus dengan ketaatan-Nya sampai di atas kayu salib. 

Malam hari itu, di Taman Getsemani yang sangat sunyi, dan sangat gelap, dan sangat evil. Maka Yesus sendirian bicara kepada Bapa-Nya. Kalimat-Nya akan menentukan langkah-Nya di depan. Saudara perhatikan baik-baik. Keputusan hati kita, saudara dan saya, harus buat di ruang doa sendiri. Dan ketika Yesus meletakkan keputusan hati-Nya, maka di taman, di salib, sampai kematian-Nya, sama sekali Dia tidak ragu apa pun. Saya katakan kepada saudara, satu prinsip Alkitab. Di dalam relasi kita sama Tuhan, satu hal yang paling penting adalah keputusan hati. Kalau keputusan hati tidak ada, saudara dan saya pasti akan terjungkal. Ini berkali-kali Alkitab nyatakan. Dengan ilustrasi yang sama, pernikahan adalah keputusan hati, bukan? Saudara buat dulu keputusan hati di depan, baru saudara jalani. Begitu saudara jalani, kemudian tidak suka sama dia. Saudara kemudian ragu-ragu, mungkin ada orang yang lebih baik. Oh, ini tidak bisa seperti ini, kita tidak bisa teruskan. Sudah jalan 15 tahun, sudah jalan 20 tahun seperti itu, Tuhan lalu mengatakan, “Apa yang sudah dipersatukan, tidak boleh dipisahkan.” Keputusan hati itu penting sekali, dan bagaimana relasi kita dengan Tuhan harus seperti itu. 

Di Taman Getsemani yang sunyi, maka Yesus mengatakan, “Bukan kehendak-Ku, tetapi kehendak-Mu yang jadi.” Ini doa apa? Di hadapan Bapa, ini adalah doa penaklukan diri yang total yang tuntas. Tetapi apakah kita sadar? Di Taman Getsemani, kalimat ‘penaklukan diri kepada Bapa’ di hadapan setan dan seluruh jajaran kerajaan setan adalah suatu proklamasi perang! Engkau setan. Engkau menguasai bumi ini, Aku katakan kepadamu. Aku tidak mengikuti engkau. Engkau tidak memiliki hak lagi atas dunia. Engkau tidak memiliki hak atas-Ku dan seluruh umat-Ku yang akan Aku bentuk. Yesus adalah kepala gereja. Itulah sebabnya semua orang yang dilahirkan kembali, kalau engkau dan saya adalah orang yang lahir baru, meskipun sulit, pada akhirnya kita akan mengatakan, “Tuhan, kehendak-Mu yang jadi atasku. Aku mau taat.” Setiap kali kita bicara, “Tuhan, aku mau taat”, di hadapan Bapa itu adalah penaklukan diri. Tetapi di hadapan setan, itu adalah proklamasi mengatakan, “Engkau tidak menguasai hidupku.” Itulah sebabnya setelah Yesus disalib dan pergi ke surga, Dia mengutus Roh Kudus-Nya untuk melahirkan kembali kaum pilihan, dari dulu sampai sekarang. Satu persatu di setiap pelosok, di setiap island, di setiap nation, di setiap suku bangsa, Roh Kudus yang melahirkan kembali, kemudian mengumpulkan masing-masing orang di dalam gereja. Di hadapan Allah, di hadapan mata Allah, Dia melihat dunia, Dia melihat anak-anak-Nya yang lahir baru. Itu adalah gereja yang kudus dan am. Satu kumpulan anak Allah yang bergerak maju ke seluruh pelosok dunia, ke setiap bidang di mana Dia meletakkan kita, di setiap tempat, di setiap pulau, dan ketika kita mengerjakan itu, kita mengatakan, “Kehendak-Mu jadi di sini, Tuhan.” Aku sekarang ada di kantorku. Aku mau disogok (disuap) oleh orang. Aku memerlukan uang. Engkau tahu aku tidak punya uang banyak. Anakku perlu untuk sekolah. Aku perlu uang itu. Tetapi tidak, Tuhan, aku menolaknya. Aku mau menyerahkan hidupku kepada-Mu. Kehendak-Mu jadi, aku mau taat. Di situ, maka Kerajaan Allah hadir. Engkau tahu, aku tidak suka sama istriku, Tuhan, atau aku tidak suka sama suamiku. Aku sudah tidak kuat. Aku mau cerai. Aku mau cerai! Ini tidak adil, tetapi aku mau taat. Dengan air mata, orang itu berlutut, aku mau menyerahkan hidupku kepada-Mu. Aku mau taat. Aku tidak mau cerai. Saat itu, Kerajaan Allah hadir. Seperti itulah, Kerajaan Allah hadir. Satu persatu kehendak-Nya jadi. 

Perhatikan. Kalau saudara dan saya adalah orang-orang yang lahir baru, kita adalah satu-satunya jenis makhluk hidup yang ada di bumi ini yang bisa mengatakan satu kalimat ini, “Kehendak-Mu jadilah di dalam hidupku.” Apakah orang yang belum mengenal Kristus bisa mengatakan itu? Tidak! Sama sekali tidak! Apakah orang Kristen munafik bisa mengatakan hal itu? Tidak! Tak mungkin mengatakan ini. Hai, anak-anak Tuhan. Saya tidak tahu berapa anak Tuhan yang ada di sini. Tetapi saya berseru kepada jiwa yang sungguh-sungguh anak Tuhan, biarlah kita boleh sadar kita satu-satunya yang bisa bergerak di seluruh dunia untuk menghadirkan Kerajaan Allah dan itu tugas dari Tuhan kepada kita melalui Roh-Nya. Orang munafik pasti tidak akan mengerti kalimat ini. Orang palsu di dalam gereja pasti tidak peduli dengan kalimat ini. Tetapi biarlah seluruh anak Tuhan yang telah lahir baru, engkau dan saya, mengerti kuasa apa yang diberikan Allah kepada kita. Itu pasti bukan dari diri kita sendiri. Kalau seseorang bisa mengatakan, “Kehendak-Mu jadi, bukan kehendakku.” Itu pasti dari kuasa Roh Kudus yang memang berdiam di dalam hati kita. Yang pertama adalah salib dan covenant. Ke-2, salib dan Kerajaan Allah. Begitu salib ditegakkan, maka Kepala gereja sudah membuka pintu Kerajaan Allah, masuk ke dalam. Kepala gereja itu mengumpulkan pasukan-Nya, bergerak dari zaman ke zaman untuk membuat Kerajaan ini makin lama makin luas. 

Sekarang, hal yang ke-3. Pagi ini saya akan bicara mengenai salib dan persatuan dengan Kristus (union with Christ). Biarlah kita boleh mengerti. Kita diselamatkan karena 2 hal ini bergabung. Tidak bisa cuma satu. Kita diselamatkan karena 2 hal ini bergabung. Yang pertama adalah Kristus harus mati mengganti kita di atas kayu salib. Dan, yang ke-2 adalah Roh Kudus menyatukan kita dengan Kristus. Karena tanpa kita disatukan dengan Kristus, tanpa Kristus menjadi kepala kita, atau tanpa kita menjadi tubuh-Nya, maka seluruh khasiat pengorbanan Kristus tidak mungkin berguna bagi kita. Kalau saudara-saudara memiliki carang sebuah pohon. Saudara tidak mungkin bisa menghidupkan carang itu, kecuali carang itu menempel kepada pohon. Kalau saudara-saudara tadi melihat Yohanes pasal 15:1-8 yang tadi dibacakan, itu adalah bicara berkenaan dengan union with Christ. Itu adalah ayat kunci union with Christ. Saudara dan saya tidak mungkin bisa diselamatkan, kalau cuma Yesus mati di atas kayu salib. Kalau Yesus mati di atas kayu salib dan kita masih di luar Kristus, maka tidak mungkin seluruh benefit karya Kristus sampai kepada kita. Biarlah kita boleh mengerti, kita diselamatkan adalah karena Kristus mati dan Roh Kudus membawa kematian Kristus untuk diberikan kepada kita. Itu artinya Roh Kudus menyatukan kita dengan Kristus yang sudah mati 2.000 tahun yang lalu. Perhatikan, kalimat ini saya ulangi, karena ini penting sekali. Saya makin menyadari bahwa iman makin bertambah, semakin kita mengenal Firman lebih dalam. Sama seperti TV. Kalau saudara-saudara melihat TV, ada yang TV kualitas jelek atau kualitas baik. Kalau kualitas baik it berarti terangnya, berarti seluruh gambarnya begitu jelas. Itu artinya pixel-nya makin banyak. Kalau saudara punya TV, tetapi pixel-nya sedikit, maka ini kurang lebih gambarnya seperti ini, tetapi gambarnya tidak bagus. Kalau kita makin mengenal Alkitab, maka kita makin memiliki pertumbuhan rohani. Perhatikan prinsip ini. Kita tidak bisa cuma diselamatkan dengan Kristus mati di atas kayu salib. Kita disalibkan karena Kristus mati di atas kayu salib dan Roh Kudus menyatukan kita dengan Kristus. Kesatuan itu membuat Dia adalah kepala dan kita adalah tubuh. Kalau kita tidak disatukan, maka semua yang Kristus miliki tidak berarti apa-apa. Ada satu kalimat Calvin yang luar biasa terkenal. Pertama-tama, kita harus memahami bahwa selama Kristus tetap berada di luar diri kita dan kita terpisah dari-Nya, semua yang telah Ia derita dan kerjakan demi keselamatan umat manusia, tetap tidak berguna dan tidak berharga bagi kita. Maka saudara sekarang mengerti 2 hal ini. Kristus mati 2000 tahun yang lalu dan sekarang, saya ada di sini. Kematian-Nya tidak ada faedah apapun bagi kita kecuali Roh Kudus bekerja untuk menyatukan saya dengan Kristus. Saudara-saudara perhatikan, seluruh keselamatan sifatnya pasti Tritunggal. Pertama, Allah Bapa merancang keselamatan. Ke-2, Allah Anak menggenapi keselamatan di atas kayu salib dan menjadi Penjamin bagi kaum pilihan. Yang ke-3, Allah Roh Kudus menghantar karya Kristus kepada kita, menyatukan kita dengan Kristus, union with Christ.Perhatikan saudara-saudara, urutan Bapa, Anak dan Roh Kudus. Yang pertama adalah kekekalan, yang pertama adalah realitas di luar time and space. Bapa di surga merancangkan. Yang ke-2, Yesus Kristus mati 2000 tahun yang lalu, ini adalah sifatnya objektif. Yang ke-3, maka saat ini ada di dalam diriku oleh Roh Kudus, ini sifatnya adalah subjektif. Sekarang saudara perhatikan karya ini. Bapa di dalam kekekalan merancang. Kemudian Anak pergi dan mati di atas kayu salib, objektif. Dan yang ke-3, ini menjadi suatu pengalaman subjektif di dalam hidup saya baru ada suatu perubahan dalam hidup. Tiga Pribadi ini bekerja di dalam hidup saudara dan saya, baru kita berubah. 

Saya akan berikan ilustrasi. Saudara coba bayangkan kalau ada seseorang yang sangat miskin dan terlibat hutang yang luar biasa besar, sangat miskin, hutang sangat banyak. Lalu ada seorang kaya yang tahu. Dia mau tolong. Punya hati untuk menolongnya. Misalnya dia adalah orang yang miskin yang hutangnya banyak. Saya lewat, saya tak kenal dia, saya lewat, dia kasihan ya. Lalu ada orang berbicara sama saya, “Dia hutangnya banyak.” Saya orang kaya raya, saya katakan kepada orang itu, “Saya punya rencana menolongnya. Saya punya hati menolong dia.” Orang yang kenal saya, “Bapak baik sekali. Oh, kamu orang yang murah hati.” Saya punya rencana tolong, saya punya hati untuk menolong dia. Kalau cuma sampai di situ, hutangnya lunas atau tidak? Nasibnya berubah atau tidak? Tidak. Tidak akan berubah. Nasib dia akan berubah kalau orang kaya itu melakukan suatu tindakan, bukan cuma rencana. Kemudian dia punya tindakan, tindakannya apa? Dia ambil kertas, bukan sembarang kertas. Kertas cek. Lalu ia tulis 1 juta dolar. Namanya siapa? “Rachel, Pak.” 1 juta dolar. Tetapi cek ini tidak pernah sampai ke dia. Jadi ada satu hati yang mau menolong dan satu tindakan pertolongan, cek yang bisa untuk membayar seluruh hutang dia, bahkan lebih lagi, tetapi tidak pernah sampai kepada dia. Mengubah hidupnya atau tidak? Tidak, tidak mengubah. Itu sama kalau Kristus mati 2000 tahun yang lalu, Alkitab mengatakan, “Di dalam Dia, seluruh kekayaan surga itu berada.” Tetapi kalau ini tidak pernah sampai di tangan Rachel, itu tidak mengubah apapun saja. Maka Roh Kudus bekerja, Dia menghantar karya Kristus kepada Rachel, dan Rachel di sini menerimanya. Perhatikan, Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus baru ketika cek ini itu ada di tangan Rachel, itu akan mengubah hidup Rachel. Itulah Roh Kudus yang menyatukan kita dengan seluruh benefit karya Kristus. Saudara-saudara jelas? Tetapi ada 1 masalah kecil di sini. Dan ini kebodohan kita, dan ini masalah kecil yang menjadi kefatalan kita. Orang kaya sudah punya hati yang baik. Cek sudah dikeluarkan. Nah saudara perhatikan, cek ini adalah penghubung antara Rachel dengan seluruh kekayaan yang saya miliki. Kristus adalah penghubung antara kita dengan seluruh kekayaan Allah. Bapa, Anak dan Roh Kudus sudah melakukan seluruhnya untuk membuat Rachel yang tadinya begitu miskin dan bankrupt sekarang menjadi seseorang yang bebas, dan memiliki masa depan karena kekayaanku sudah diberikan kepada dia. Jelas? Itu yang mengubah Rachel? Ya. Tetapi ada masalah kecil. Sekali lagi, dan masalah ini adalah kebodohan dan luar biasa fatal. Semua ini tidak akan dimengerti Rachel, dia tidak tahu ini adalah cek. Ya, ini kok ada tulisannya nolnya banyak? Ini apa ya? Kemudian dia cuma simpan aja. Dia tidak tahu ini adalah kertas yang berbeda dengan kertas lain. Dia juga tidak tahu cara penggunaannya mesti pergi ke bank, disetor dan uangnya baru mengalir. Dia tidak tahu cara untuk menguangkannya. Saya tanya seluruh kekayaan Allah sudah sampai ke tempat dia, apakah mengubah hidupnya? Apakah mengubah hidupnya? Itulah orang Kristen yang tidak pernah tahu baca Alkitab. Ini tulisan biasa, kecil-kecil lagi. Alkitab kita, kalau saudara baca, beda dengan seluruh buku yang lain. Alkitab bicara kepada kita apa yang Allah sudah berikan kepadamu dan saya, yang sudah. Tetapi kita tidak membacanya, kita tidak tahu artinya. Apa arti Alkitab ini? Sama seperti orang itu tidak tahu apa artinya cek ini. Dan bagaimana aku menguangkan cek ini? Betapa banyak orang Kristen yang seharusnya kaya, tetapi kita miskin adanya. Kita ditebus, tetapi bertindak seperti orang yang belum ditebus. Kita sudah dikasihi, tetapi bertindak seperti tidak pernah dapat kasih.

Salib dan union with Christ seharusnya mengubah seluruh hidup kita. Kenapa kita tidak berubah? karena kita tidak mengerti bagaimana membaca cek. Membaca cek itu bukan cara kita menafsirkannya. Membaca cek adalah membaca dari maksud pemberi cek. Di dalam Roma 6:2 dikatakan, “Kita telah mati terhadap dosa” Saudara perhatikan, kata ‘kita’ membedakan orang di dalam Kristus dengan orang di luar Kristus. Tetapi juga membedakan antara kita, aku telah mati terhadap dosa, aku yang sekarang dengan aku yang dulu. Kalau saudara-saudara perhatikan di dalam ayat ke-2, ini penting, ayat ini bicara mengenai ‘telah’ ini adalah bicara berkenaan dengan tenses-nya. Perhatikan, ini adalah auris, ini adalah kata tenses yang artinya menunjuk kepada satu tindakan spesifik Allah di dalam sejarah kita masa lalu. Jadi ini adalah bicara mengenai sesuatu yang lampau yang sudah terjadi dalam hidup kita. Sesuatu yang lampau yang terjadi pada kita itu apa? Yaitu Tuhan melahirkan kembali kita atau melalui salib dengan Roh Kudus maka Dia menyatukan kita. Ini adalah satu prinsip bagaimana Allah melihat kita. 

Saya akan jelaskan dengan ilustrasi yang lebih mudah. Ada orang percaya Kristen, misalnya saya, Agus. Saya suatu hari mengingat kembali masa lalu saya, maka ini adalah seturut dengan cara pandang Allah dalam Roma, bagaimana Dia memandang Agus. Saya punya kehidupan ini, satu kehidupan tetapi ada dua jilid. Ada 2 bagian kehidupan. Ini adalah cara Allah memandang kita. Kalau saudara dan saya ada di dalam Kristus, ada 2 fase hidup. Orangnya sama, mukanya sama, tingginya sama tetapi ada 2 fase hidup. Fase yang pertama adalah di luar Kristus dan ada satu waktu dalam hidup saya, saya menerima Kristus, fase yang ke-2 yaitu hidup yang baru. Ini adalah sesuatu yang Tuhan lihat dalam hidup kita. Sekarang apa yang menjadi penekanan Tuhan di sini? Saudara-saudara perhatikan bahwa di dalam Roma 6:10-11 maka Allah membawa membandingkan kehidupan Kristus dan kehidupan kita. Di situ dikatakan, “Kristus mati terhadap dosa.” Dan dikatakan, “sekali untuk selamanya.” Kemudian saudara perhatikan bandingannya di bawah, “maka demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa.” Ini adalah suatu analogi yang penting. Tuhan mau menyatakan kepada kita, lihat umat-Ku, seperti Kristus yang mati satu kali terhadap dosa, maka engkau di dalam Kristus, Aku melihat engkau sudah mati terhadap dosa. Itu ayat 2. Ini adalah bagaimana Allah melihat kita, bahwa kalau saudara dan saya ada di dalam Kristus, Allah melihat kita adalah orang-orang yang sudah mati terhadap dosa. Kemudian dikatakan bukan saja mati terhadap dosa tetapi “Hidup bagi Allah.” Dengan satu ilustrasi, kadang ada film seperti ini. Ada satu pasukan pakai truk masuk melewati satu jembatan dan setelah dia melewati jembatan itu, dia membakar jembatannya. Dia tidak mungkin kembali. Ini yang dikatakan oleh Tuhan, engkau sudah memiliki 2 jilid hidup dan di tengah-tengahnya engkau sudah terima Kristus, artinya engkau mati terhadap dosa. Engkau tidak mungkin bisa kembali lagi, itulah sebabnya di dalam pasal 6 ayat 1 maka Paulus mengatakan ”Bolehkah kita bertekun dalam dosa?” Maka Paulus mengatakan ”Bagaimana mungkin? Engkau tidak mungkin kembali lagi ke sana.” Allah melihat engkau dan saya adalah orang yang sudah mati terhadap dosa.

Dengan ilustrasi yang lain. Kalau ada seseorang penjahat sudah dibebaskan dari penjara, apakah mungkin orang yang sudah bebas, bisa berkeluarga, bisa hidup nyaman, kemudian dia mengatakan ”Aku ingin kembali lagi ke penjara.” Mungkin sih, karena ini ilustrasi. Tetapi saudara tahu itu pasti orang gila. Kita sudah terputus karena salib, kita sudah terputus dengan kehidupan lama kita. Allah menyatakan kepada kita, mengertilah Alkitab. Jadilah orang kaya karena Aku sudah memberikan kekayaan itu. Baca, baca dan engkau tahu bagaimana cek ini berlaku. Engkau bukan manusia lama lagi, engkau manusia yang baru. Engkau tidak mungkin kembali ke belakang. Satu-satunya hidupmu adalah bagi-Ku. Seperti pasukan itu jalan ke depan, seperti narapidana itu, tidak bisa kembali ke tempatnya. Dia sudah dibebaskan, dia sudah diperkaya, dia bebas. Baca. Baca! Itulah satu rahasia pengudusan. Setan ketika kita jatuh dalam dosa, “Ah kamu sama aja!” Anak kita pulang dari retreat, berubah 3 minggu, sama seperti kita over criticism, “Ah, kamu mau ikut retreat 10 kali pun, tidak akan berubah.” Anak itu lebih percaya sama mamanya daripada sama Alkitab. Banyak dari kita berdosa karena kita mengikuti cara pikir setan. Alkitab mengatakan, “Engkau sudah mati terhadap dosa”. Dosa tidak punya apa-apa untuk menguasai engkau. Engkau bisa jatuh dalam dosa, Alkitab tidak mengatakan engkau selamanya kudus, tetapi engkau bisa jatuh dalam dosa, tetapi engkau bukan milik dosa lagi. Engkau ingat hari itu, bahwa Aku telah menebus engkau. Seperti Anak-Ku mati sekali untuk seluruhnya, maka engkau sudah mati terhadap dosa. Engkau tidak perlu kembali, satu-satunya arah adalah ke depan. Hidup bagi-Ku demikian kata Alkitab. Itulah identitas, itulah engkau dan saya. Saya tahu pasti di tengah kita begitu banyak kecamuk.” Tetapi ini yang Alkitab katakan. Saudara dan saya harus berdiri di atas cek itu. Kiranya kasihan Tuhan menyertai kita. Mari kita berdoa.


Luk 22:20, Kej 15:1-21
 
 
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more