Ringkasan Khotbah

17 May 2026
Kenaikan Yesus ke Surga
Pdt. Agus Marjanto, M.Th · Ef 4:3-12

Ef 4:3-12

Yesus setelah mati, bangkit, 40 hari menyatakan diri dan kemudian Dia naik ke surga. Apa yang Alkitab katakan ketika Dia naik ke surga? Apa yang terjadi kepada Dia ketika di surga? Apa yang Dia kerjakan ketika Dia di surga? Saudara-saudara, di dalam Alkitab ada empat hal utama ketika Kristus di surga, apa yang dikerjakannya. Yang pertama adalah Dia naik ke surga lalu kemudian Dia mengaplikasikan seluruh karya penebusan-Nya di Bait Suci surgawi. Di dalam poin pertama ini saya sudah pernah mengeksposisi bagian ini beberapa kali. Saya tidak akan menjelaskannya secara detail, tetapi saya hanya akan meringkaskannya. Ketika Yesus naik ke surga, maka Alkitab dalam kitab Ibrani mengatakan, Dia masuk ke dalam Bait Suci surgawi. Dia itu adalah Bait Suci yang sesungguhnya, itu adalah yang nyata. Dan yang di dunia ini adalah Bait Suci yang merupakan bayang-bayang yang ada di surga. Apa yang terjadi di Bait Suci di dunia? Yaitu seorang Imam Besar memotong lembu domba dan kemudian membawa darahnya masuk ke ruang maha suci, dan kemudian memercikkan darah itu. Dia sendiri tidak boleh berdosa dan darah itu harus sendiri suci. Kalau dia diterima, maka dia boleh keluar dalam keadaan hidup. Tetapi kalau dia tidak diterima, Allah tidak berkenan, ada sesuatu kejahatan di dalam hatinya, ada sesuatu yang tidak murni di dalam darah itu, maka imam itu akan mati. Saudara-saudara, itu adalah gambaran di bumi yang merupakan suatu bayang-bayang yang ada di surga. Dulu saya berpikir bahwa di dalam seluruh karya Kristus yang paling penting adalah kematian dan kebangkitan. Hanya itu saja. Tetapi ketika kita meneliti Alkitab dengan jelas, maka kita menyadari Yesus mati, Yesus bangkit, tetapi ketika Dia punya persembahan tidak diterima di surga, maka seluruhnya tidak ada gunanya. Maka Alkitab mengatakan, “Dia pergi ke surga, Dia masuk ke tempat Bait Suci yang sesungguhnya surgawi, dan kemudian Dia mengaplikasikan seluruh karya penebusan-Nya di hadapan Bapa di surga.” Jikalau Bapa di surga itu menerima-Nya, maka seluruh karya Kristus termasuk kematian dan kebangkitan-Nya baru bermanfaat dan berkhasiat bagi kita. Dan Bapa di surga menerimanya. Jadi kenapa Yesus naik ke surga? Yaitu mengaplikasikan seluruh karya penebusan-Nya di Bait Suci Surgawi. 

Yang kedua, setelah Dia mengaplikasikannya, Allah di surga itu berkenan. Kemudian Yesus diberikan tempat di sebelah kanan Allah Bapa. Ada satu orang yang memperhatikan hal ini, yaitu Stefanus. Stefanus di tengah-tengah mau dirajam, di tengah-tengah penganiayaan besar, dia melihat Yesus Kristus berdiri di sebelah kanan Bapa. Saya sendiri sudah pernah mengeksposisi bagian ini. Ini adalah bicara berkenaan dengan perkenanan Allah kepada Kristus. Allah menobatkan Kristus sebagai Raja. Yesus naik ke surga, untuk apa? Untuk dinobatkan sebagai raja di atas tahta. Ketika Dia naik ke surga, ini bukan perpisahan dengan murid-Nya, ini adalah penobatan kemenangan. Itulah sebabnya di dalam Efesus 4 ini ada tulisan yang diambil dari Mazmur 68. Mazmur 68 adalah bicara mengenai Mazmur Daud tentang perarakan penobatan dari raja. Yesus ada di atas tahta, di sebelah kanan Bapa. Itu adalah penghiburan bagi seluruh orang-orang Kristen yang dianiaya. Karena Dia ada di atas tahta, maka kita mengalami penghiburan. Kita sulit untuk mendapatkan keadilan di tengah-tengah dunia. Kita sulit untuk mendapatkan pengertian dari orang-orang di tengah-tengah dunia. Kekristenan jikalau itu sejati, pasti mengalami aniaya. Kekristenan jikalau itu hamba Tuhan sejati, pasti mengalami begitu banyak penolakan, salah mengerti dan hidup yang tidak normal di tengah-tengah dunia. Anak Tuhan jikalau kita sejati, kita pasti mengalami banyak misunderstanding dari orang-orang bahkan yang terdekat dengan kita. Apa yang menjadi penghiburan kita? 

Beberapa hari ini saya mengikuti kasus dari Nadiem Makarim. Kalau saudara orang di Indonesia, saudara tahu ini adalah salah satu hal yang paling jelas tidak adil dan sungguh-sungguh hukum itu diputar. Lalu kemudian saya pikir, ini jalan keluarnya apa? Beberapa pengacara yang tersohor sudah ada di balik dia. Apakah dia pasti bisa keluar? Belum tentu. Karena seluruhnya tergantung berapa besar uang dan berapa dalam isi hati nurani. Apa yang akan menjadi pengharapan hal-hal seperti ini? Di beberapa negara, di beberapa daerah yang terdalam, maka ada pembunuhan terhadap penginjil-penginjil jalanan. Dan tidak ada keadilan sama sekali bagi keluarga yang ditinggalkan. Apa yang menjadi pengharapan dari anak-anak Tuhan seperti ini? Satu hal, Kristus di atas tahta. Nanti seluruhnya akan terbuka. Hakim itu adalah Kristus yang di atas tahta. Dia bukan saja menderita bagi kita, Dia bukan saja bangkit dengan kuasa, tetapi Dia dengan otoritasnya akan menghakimi seluruh umat manusia. Saya senang sekali dengan kalimat Pak Tong: “Saya tunggu waktunya. Semua sandiwara ini terbuka, seluruhnya sandiwara ini terbuka di depan Hakim yang satu-satunya, yang sekarang duduk di atas tahta, Kristus yang naik ke surga.” Saudara mengerti kenyataan ini saja harus gemetar. Kalau saudara dan saya memiliki suatu niat jahat harus gemetar. Ada sesuatu yang kita sembunyikan harus gemetar. Kalau saudara-saudara memiliki lika-liku di balik jalan seseorang, harus gemetar. Sambil senyum kecil saya tunggu waktunya untuk semua sandiwara dibuka di depan Kristus yang berdiri di sebelah kanan Allah. 

Yang pertama, Kristus naik ke surga untuk mengaplikasikan seluruh karya penebusan. Yang ke-2 adalah Kristus naik ke surga, setelah karya penebusan-Nya diterima oleh Bapa di surga, Dia didudukkan di sebelah kanan. Hal yang ke-3, Alkitab mengatakan dari sana Dia mengutus Roh Kudus-Nya. Saya tidak akan bicara banyak dalam poin ini karena minggu depan kita akan bicara mengenai hari Pentakosta. Tetapi hari ini kita akan bicara mengenai hal yang ke-4. Di sini dikatakan ketika Dia naik ke surga, Dia memberikan pemberian-pemberian gifts kepada gereja-Nya. Saudara-saudara, maka ini adalah suatu hal yang penting, Kristus naik ke surga bukan untuk diri-Nya sendiri, tetapi Dia naik ke surga untuk memperkaya kita. Nah saudara-saudara, sekarang kita akan masuk dalam Efesus 4 ini. 

Secara prinsip Saudara akan menemukan dua dari konsep ini. Yang pertama adalah kesatuan. Yang kedua adalah keperbedaan. Saudara perhatikan, yang pertama selalu bicara mengenai kita semua adalah satu tubuh, satu Bapa, satu Kristus dan semuanya. Seluruhnya adalah bicara mengenai kesatuan. Ada tujuh aspek dalam kesatuan dan seluruhnya adalah bicara mengenai pribadi Allah. Itu menjadi identitas kita. Itu menjadi pengalaman dari hidup kita. Saya dan Rachel punya pengalaman hidup, punya background yang berbeda. Kita punya level pendidikan juga beda. Dan kita beda seluruhnya di dalam level ekonomi. Tetapi kita disatukan dengan identitas yang sama, kita disatukan dengan pengalaman yang sama, yaitu penebusan Kristus kepada kita, sehingga kita boleh memanggil Allah di surga itu Bapa. Kita memiliki kesatuan dalam pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita, kita sama-sama menerima Yesus sebagai Tuhan kita, kita sama-sama memiliki satu kematian secara rohani, secara pribadi mati terhadap diri kita. Kita dibaptis di dalam baptisan yang sama. Kita memiliki satu iman yang sama. Kita memiliki identitas dan pengalaman yang sama. Allah mau untuk saudara dan saya melihat kesatuan ini. Kenapa orang Kristen selalu tidak bisa bersatu karena perbedaan karakter, padahal di dalam lapisan yang paling atas kita sudah disatukan di dalam Tuhan sendiri. Kita jangan memiliki hati yang sempit, jangan menjadi pribadi yang kerdil, dan menjadi little man, menjadi orang yang kecil, selalu lihat perbedaan-perbedaan, karakter-karakter yang berbeda. Aku tidak bisa jadi satu dengan engkau. Saudara-saudara, Kristus Allah Tritunggal sudah bekerja pada dia, pekerjaan yang sama terjadi pada saya. Itulah sebabnya Tuhan mengatakan, “Biarlah engkau sungguh-sungguh membuat seluruh effort-mu untuk memelihara kesatuan ini.” Saudara dan saya tidak diminta untuk membuat persatuan, saudara dan saya diminta untuk memelihara persatuan. Saudara-saudara, banyak sekali dari gereja-gereja yang salah, “Ayo kita membuat persatuan.” Tidak perlu membuat persatuan, itu sudah dibuat oleh Allah Tritunggal. Kita tidak diminta untuk membuat persatuan, tetapi kita diminta untuk rendah hati sehingga kesatuan ini tetap terpelihara. 

Tetapi saudara-saudara, selain poin pertama adalah unity, poin yang kedua adalah bicara mengenai diversity. Ada perbedaan di tengah-tengah kita. Dan sekarang coba saudara-saudara dan saya lihat apa menurut kacamata Allah perbedaan yang Dia lihat. Perbedaannya adalah di dalam jabatan dan karunia. Dan sebenarnya saudara, di dalam jabatan mengandung karunia, tetapi tidak semua orang yang memiliki karunia harus memiliki jabatan dalam gereja. Saudara-saudara, di sini dikatakan maka kita itu memiliki perbedaan satu dengan yang lain karena karunia demi karunia yang berbeda. Kalau saudara-saudara membahas, kalau ada seminar mengenai karunia rohani, saya belum pernah bicara di sini, tetapi di tempat lain saya sudah pernah bicara, di dalam seluruh Perjanjian Baru, maka saudara akan menempatkan lima tempat di dalam Perjanjian Baru berkenaan dengan karunia Roh. Nah, kita tidak bahas sekarang. Tetapi karunia di dalam Perjanjian Baru itu terbagi menjadi 2, dan saudara-saudara, yang pertama adalah karunia yang sifatnya pengajaran atau berbicara. Lalu kemudian, yang ke-2 adalah karunia yang sifatnya pelayanan. Dan saudara-saudara, di dalam Alkitab termasuk di sini, maka 1 Petrus 4:11 adalah yang paling simple bicara berkenaan dengan karunia ini. Itu langsung dibagi menjadi 2. Tidak ada bahasa roh di situ, tidak ada nubuatan di situ, tidak ada suatu karunia memberi diri di situ, tetapi hanya ada 2 menjadi ringkasan semuanya. Mari kita perhatikan sekarang. 

1 Petrus 4:11. Saudara perhatikan: “Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan Firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah.” Ini adalah satu bentuk yang paling sederhana dari karunia. Kita semua punya begitu banyak karunia yang diberikan oleh Allah dan di dalam Alkitab hanya dibagi menjadi 2. Yang pertama adalah karunia yang sifatnya itu dengan mulut, maka kedua adalah karunia yang sifatnya itu melayani. Saudara-saudara, ini adalah yang Tuhan berikan kepada kita. Karunia dengan mulut ada berbagai macam karunia, tetapi salah satu yang terpenting adalah orang yang memberitakan Firman, orang yang mengajar. John Stott mengatakan, “Kita memerlukan pengajar-pengajar, apakah itu berjabatan atau tidak, tetapi karunia mengajar sangat diperlukan untuk dunia ini.” Selain dari pengajar, di dalam Efesus dikatakan, ada orang yang memiliki karunia gembala. Saudara-saudara, apakah saudara berjabatan sebagai pastor atau tidak, atau penatua atau tidak, itu tidak penting. Tetapi kalau saudara-saudara bisa melihat orang lain, keperluannya, dan saudara-saudara tergerak hatinya untuk orang itu, dan saudara-saudara berdoa untuk orang itu, saudara pasti punya hati seorang gembala. Dan ada orang yang memiliki karunia untuk mengabarkan Injil. Dia bicara kepada orang lain. Dia punya beban untuk membawa orang lain ke gereja. Bahkan mungkin dia tidak berani untuk memberitakan Injil, tetapi dia mengatakan, “Ayo, hari Minggu ini atau minggu depan ini natalan, ayo pergi ke gereja.” Hatinya terus menerus terbakar untuk melihat orang lain mengenal Kristus. Orang ini memiliki karunia untuk mengabarkan Injil. Setiap dari kita pasti memiliki karunia-karunia itu. Demikian prinsip dari Efesus. 

Saudara-saudara perhatikan satu postulat paling dasar dalam hal ini. Jikalau Roh Kudus melahirbarukan kita, jikalau benar-benar Roh Kudus itu ada di dalam hati kita, Dia bukan saja akan membawa kita bersatu dengan Kristus, tetapi Dia pasti memberi karunia khusus kepadamu. Saudara-saudara, ini adalah prinsip dari Alkitab. Saudara dan saya memiliki karunia itu. Dan sekarang saya akan akhiri, saudara perhatikan ayat 12 yang tadi kita baca. Kita berpikir bahwa oh, yang melayani itu adalah Pendeta Agus. Oh, yang melayani itu adalah Pendeta Daud Moningka. Saya cuma duduk di sini, berdoa untuk mereka dan saya kasih persembahan, beres. Saudara perhatikan, kunci di dalam ayat 12 ini apa? Nabi, rasul, dan juga gembala, dan pengajar dan juga penginjil, kalau saudara-saudara mau bicara itu adalah jabatan dalam gereja, berjabat seperti kami berjabat full time, saudara perhatikan ayat 12, “Kami semua ada untuk… memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.” Kami, full time, itu ada untuk memperlengkapi orang kudus. Saudara, yang sudah terima Kristus, memperlengkapi saudara untuk apa? Untuk perkerjaan pelayanan. Saudara, lepaskan pikiran yang melayani itu harus hamba Tuhan. Saudara yang harus melayani! Lalu saudara bilang, “Oh, kalau begitu Pak Agus tidak melayani.” Dan saya juga orang kudus, saya orang ditebus, saudara juga orang kudus. Jadi melayani itu, Tuhan kehendaki siapa yang melayani? Pendeta Stephen Tong, Billy Graham, aku di rumah saja. Aku cuma lihat mereka, tepuk tangan, “Bagus, Pak, khotbahnya bagus.” Saudara-saudara, saudara yang harus khotbah. Saudara-saudara, kenapa Pak Daud tadi ke sini dan kemudian dia bersaksi? Saya harap nanti bukan cuma Pak Daud, semua, satu per satu orang bersaksi. Mengabarkan Injil seperti apa? Dipakai sama Tuhan seperti apa? Diurapi oleh Roh Kudus itu seperti apa? Siapa yang melayani? Saudara dan saya. Orang kudus. Bukan saya saja yang melayani, bukan penatua saja yang melayani, semua, saudara dan saya, karena saudara dan saya sudah diberi karunia. 

Saudara-saudara, beberapa puluh tahun yang lalu, maka ada satu seminar nasional di Indonesia, namanya seminar pertumbuhan gereja. Seminar church growth. Oh, begitu banyak, ratusan ribuan hamba-hamba Tuhan pingin tahu apa rahasia church growth. Sangat terkenal di Jakarta. Saya sendiri lihat seperti itu. Wah, iya ya, ini apa? Mau tahu rahasia dari church growth. Makin saya belajar, kurang lebih sekitar 7 sampai 10 tahun yang lalu, saya menemukan satu kalimat dan ini yang benar. Dia mengatakan demikian (di dalam sebuah buku): “Engkau tidak perlu memikirkan church growth, tetapi engkau pikirkan bagaimana gerejamu sehat.” Healthy growth. Healthy church.Healthy church pasti akan menjadi growing church. Sama seperti anak saudara waktu bayi. Lalu kemudian, setiap bulan saudara datang ke dokter dan kemudian diukur pertumbuhannya. Begitu itu tidak bertumbuh, berarti dia tidak sehat. Kalau tidak sehat, tidak bertumbuh. Nah, sekarang saudara perhatikan baik-baik. Ada beberapa prinsip dari healthy church. Salah satunya adalah kaum awam mengerti karunianya dan bergerak untuk Kerajaan Allah. Semakin banyak dari kaum awam itu memadamkan karunianya dan menjadi penonton, maka gereja itu tidak akan sehat. Sebaliknya, kalau mereka tahu mereka sudah ditebus, mereka memiliki Roh Kudus dan Roh Kudus memberikan karunia bagi mereka, dan kemudian mereka itu melayani dan bukan ingin untuk dilayani. Jikalau kaum awam banyak yang seperti itu, gereja itu akan sehat dan rohani kita juga akan sehat. Kalau saudara-saudara terus-menerus makin lama makin tidak mau melayani, saudara akan buktikan sendiri apa yang Alkitab katakan, kita tidak mungkin akan sehat secara rohani. Saudara-saudara, karena kita ditebus untuk kita melayani Tuhan. Kalau kita tidak menaati Firman ini, kita mendukakan hati Tuhan. 

Sekali lagi, Kristus naik ke surga. Apa yang menjadi kenyataan ketika Dia naik ke surga? Dia memberikan jabatan di dalam gereja dan memberikan kepada kita seluruhnya karunia. Jangan buang karunia itu. Tadi pagi ketika kami ke sini, saya bicara mengenai satu topik kepada anak-anak saya yaitu waste. Waste itu sesuatu yang dibuang. Saudara, sesuatu yang dibuang. Kita sering membuat waktu itu menjadi waste. Sering sekali uang juga, anak-anak muda beli ini, beli itu, kita buang. Saudara-saudara, banyak dari orang-orang pintar itu adalah dia bagaimana company-nya itu memiliki satu kebijakan di dalam wastemanagement. Saudara tahu sendiri, yang bekerja di company, bahkan sales saudara tidak bekerja lebih keras daripada yang dulu, dari yang tahun lalu, tapi saudara bisa mengolah waste ini, profit dari perusahaan saudara akan langsung meningkat. Saudara-saudara, kemarin saya melihat di satu film, itu benar apa tidak, saya tidak tahu. Saudara-saudara lihat itu di China, ada satu kota itu kekurangan sampah. Saya takut sekali setiap kali saya nonton seperti itu, saya tidak tahu yang AI mana, yang benar mana. Tapi kalau seperti itu sungguh-sungguh, wah ini pasti akan untungnya banyak dan akan melebihi banyak negara. Jadi dia bangun pabrik untuk mengolah sampah menjadi suatu bahan bangunan. Jadi seluruh kota itu dia ambil rubbish-nya. Oh itu terus, jadi mereka dapat uang dengan sampah yang tidak harus bayar. Saudara-saudara, itu tidak persis seperti Indonesia. Beberapa negara kemudian kirim sampahnya ke Indonesia dan bayar, terus kemudian tidak tahu mesti diapain. Saudara, doa banyak untuk Indonesia. Indonesia begitu banyak kejahatan. Makin lama makin jahat. Tapi saya di tempat yang lain, saya kadang sering kali geleng-geleng kepala. Ini negara kaya sekali. Sudah begitu banyak maling tetap bisa berdiri. Begitu banyak koruptor masih bisa berdiri. Itu gasoline, fuel, itu disubsidi sudah berapa puluh tahun, Indonesia masih bisa berdiri. Australia, cuma beberapa bulan, sudah angkat tangan. Indonesia sangat kaya. Kemarin Pak Daud bicara sama saya. Ada satu daerah, saya tahu lupa namanya apa, apa namanya Pak? Yang itu emas pun diangkat aja cuma dari permukaan tanah. Saudara, kita hidup terlalu banyak membuang-buang anugerah. Umurmu sudah engkau buang. Uangmu sudah engkau buang untuk sesuatu yang engkau tidak tanam untuk pekerjaan Allah. Sekarang karunia yang Tuhan berikan juga engkau tidak gunakan. Kita mau jadi apa? Mana kita berani untuk bertemu dengan pengadilan terakhir? Pakailah anugerah untuk melayani untuk pembangunan tubuh Kristus, demikian kata Alkitab. Karena yang memberikan sekarang sudah ada di surga dan seluruh karya-Nya diberikan kepada kita, untuk kita meneruskannya. Kiranya kita semua mengerti panggilan kita, mengerti karunia kita, dan kita berjuang bersama-sama di dalam gereja. Mari kita berdoa.


Yoh 19:25-27
 
GRII Sydney

GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, read more