[simple_crumbs root="Home" /]
Mazmur 59 Janganlah membunuh mereka, supaya bangsaku tidak lupa, halaulah mereka kian ke mari dengan kuasa-Mu, dan jatuhkanlah mereka, ya Tuhan, perisai kami! Tepat sekali Daud mengusulkan ini, sebagai perenungan yang menghasilkan kesabaran. Jika Allah tidak langsung membinasakan musuh-musuh kita sekaligus, kita mudah berpikir, mereka telah berhasil melepaskan diri dari tangan-Nya. Kita tidak melihat kehancuran yang perlahan-lahan sebagai hukuman. Namun sebetulnya, kalau mata kita tidak buta, dengan demikian kita akan melihat lebih jelas penghukuman Allah, daripada jika orang fasik langsung dibinasakan. Penghancuran yang langsung, akan segera hilang dari ingatan kita. Maka Daud mengusulkan pemandangan ini dipertahankan, supaya pengenalan kita akan hukuman Allah tertanam lebih dalam di hati kita. Jika orang fasik langsung dibinasakan dalam sekejap mata, ingatan akan peristiwa itu mungkin segera hilang. Tersirat di sini, teguran akan orang Israel yang gagal belajar dari penghakiman Allah yang lebih menyolok. Dosa ini tetap ada pada hari ini. Kita membiarkan penghakiman yang tidak dapat tidak dilihat, kecuali jika orang menutup mata, dilupakan. Maka setiap hari kita perlu dibawa ke pertunjukkan di mana kita harus melihat tangan Allah. Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku. Daud dengan eksplisit mengungkapkan kebenaran bahwa keamanannya sepenuhnya adalah karena Allah. Allah memegang kekuatan orang jahat di tangan-Nya, untuk Ia kekang dan tahan, dan untuk menunjukkan bahwa segala kekuatan yang mereka banggakan adalah kosong dan palsu. Sebaliknya Ia mendukung dan menjaga umat-Nya dari kemungkinan mereka jatuh, dengan persediaan kekuatan dari diri-Nya sendiri. Di bagian awal Mazmur ini, Daud merayakan keamanannya, dengan merenungkan bahwa Saul sepenuhnya ada di bawah kekangan providensia Allah. Saul tidak dapat menggerakkan satu jari pun tanpa ijin Allah. Daud yang lemah, menyadari ia harus memuji Allah, seperti Yakobus yang diinspirasikan untuk mendorong orang-orang yang bergembira untuk menyanyikan Mazmur (5:13). Heart Aflame: Daily Readings from Calvin on the Psalms by John Calvin

Alamat

556 - 558 Botany Road, Alexandria, NSW, 2015
sekretariat@griisydney.org
0422690913
0430930175

Social Media

Facebook GRII Sydney Instagram GRII Sydney Twitter GRII Sydney


Google Play Store
App Store

^